p-Index From 2021 - 2026
8.217
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity JCES (Journal of Character Education Society) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Journal on Education Journal of Civic Education Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Public Administration and Local Governance RANDANG TANA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Scientia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pendidikan Journal of Educational Review and Research Jurnal Kalacakra CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik JPKM (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) UNTAN LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Basicedu JURNAL MUARA PENDIDIKAN Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pendidikan Karakter melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 1 Teluk Keramat Kabupaten Sambas Aldian Tomia; Syamsuri Syamsuri; Thomy Sastra Atmaja; Bistari Bistari; Shilmy Purnama
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5264

Abstract

The research aims to identify and describe the implementation of character education through the school culture at SMP Negeri 1 Teluk Keramat in Sambas Regency. The researcher employed a qualitative descriptive research approach. The study involved students, the vice-principal, and civics education teachers as informants. Data collection methods used in this research encompassed observations, interviews, and document analysis. Data analysis in this study encompassed data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this study reveal that character education through the school culture at SMP Negeri 1 Teluk Keramat in Sambas Regency is executed via various routine, spontaneous, exemplary, and conditioning activities. Routine activities consist of flag-raising ceremonies, recitation of prayers before and after lessons, Quranic readings before lessons, Quranic recitation sessions, class monitoring duties, and "Jum'at Bersih" (Clean Friday) activities, congregational Dhuhr prayers, and participation in extracurricular scouting activities. In these activities, students are instilled with nationalistic and religious values. Spontaneous activities include providing assistance to those affected by disasters, conducting random mobile phone checks, directly addressing students when they are not dressed neatly, addressing students directly when someone littered, and intervening when students are involved in fights. These activities promote social responsibility and discipline. Exemplary activities include maintaining the cleanliness of the school environment, punctuality of educational staff and students, using polite and respectful language, and starting lessons on time. These activities instill the value of discipline. Conditioning activities involve maintaining clean classrooms and teacher rooms, providing facilities that support character education implementation such as trash cans, handwashing stations, displayed vision and mission statements, information boards, green plants on school grounds and and others.
IMPLEMENTATION AND RESPONSE OF TEACHERS AND STUDENTS TO THE INDEPENDENT CURRICULUM AT SMA NEGERI 4 SUNGAI RAYA Shilmy Purnama
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 04 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023, Edition September-Nov
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i04.2069

Abstract

Research was conducted to determine the implementation and response of teachers and students to the independent curriculum learning system. The migration of the 2013 curriculum to the independent curriculum required a lot of adjustments for both teachers and students. Even high school level schools which have the status of driving schools have not yet fully implemented the independent curriculum. SMA Negeri 4 Sungai Raya is a school that is adapting to implementing an independent curriculum. Teachers at SMA Negeri 4 Sungai Raya still need special activities to improve their professionalism in implementing the independent curriculum. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection through observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out according to Milles and Huberman, data presentation was divided based on problem boundaries. The results of the research show that SMA 4 Sungai Raya has not implemented an independent curriculum at all grade levels. The implementation of learning based on the independent curriculum is only for grades 10 and 11. In its implementation, this driving school focuses on increasing the talents, interests and competencies of its students as well as overcoming learning loss due to the Covid-19 pandemic. Apart from that, developing soft skills and traits in accordance with the Pancasila learning profile. SMA Negeri 4 Sungai Raya only has 2 teachers who have the authority to manage and direct the implementation system to the assessment and reporting of student grades in the independent curriculum. These 2 teachers are also teachers who have busy teaching schedules. So the two teachers need a companion. The accompanying teacher chosen is a Guidance Counseling teacher. The role of the two teachers and the Guidance Counseling teacher in the independent curriculum implementation system is to provide input to students regarding student decisions with parental approval.
Implementasi Pendidikan Multikultural melalui Mata Pelajaran PPKn untuk Mendukung Sikap Toleransi Siswa dalam Masyarakat Multikultur Purnama, Shilmy
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1561

Abstract

Kondisi keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa multikultur adalah rentang terjadinya konflik horizontal. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus menjunjung tinggi sikap toleransi sebagai upaya preventif. Pentingnya sikap toleransi yang dimiliki oleh masyarakat ini dirasa perlu dikembangkan sejak dini melalui jalur Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Multikultural pada mata pelajaran PPKn untuk mendukung sikap toleransi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Multikultural tidak menjadi mata pelajaran sendiri yang terpisah, melainkan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKn. Penerapannya diawali dengan merumuskan perencanaan pembelajaran berupa RPP dengan cara melakukan analisis KI-KD, memilih materi mana yang cocok disisipkan nilai Pendidikan Multikultural sehingga tercermin dalam tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensinya. Setelah itu, dalam proses pelaksanaan pembelajarannya pun, guru bisa menyampaikan materi yang telah dipilih yang berkaitan dengan Pendidikan Multikultural seperti keberagaman Indonesia, atau materi umum. Materi umum diterapkan dengan metode diskusi atau simulasi yang tetap mencerminkan nilai-nilai toleransi sebagai perwujudan dari Pendidikan Multikultural.
PENGUATAN PEMAHAMAN WARGA NEGARA MUDA TERHADAP IDENTITAS NASIONAL DALAM KONTEKS NEGARA DI WILAYAH PERBATASAN Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Dewantara, Jagad Aditya; Atmaja, Thomy Sastra; Sulanda, Sulanda
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i3.20838

Abstract

Abstrak: Jagoi Babang merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang memiliki pontensi melemahnya kesadaran akan identitas nasional terutama pada kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan pelatihan atau workshop yang melibatkan pihak sekolah dan peserta didik yang dapat memberikan penguatan pemahaman kepada warga negara muda terhadap identitas nasional dalam konteks negara di wilayah perbatasan Jagoi Babang Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda di kalangan peserta didik sekolah menengah terkait identitas nasional, terutama di wilayah perbatasan. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa penguatan pemahaman warga negara muda terhadap Identitas Nasional dalam konteks negara di wilayah perbatasan Jagoi Babang Kalimantan Barat yakni: (1) Adanya respon yang positif dari peserta, yang ditunjukkan dengan pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan; (2) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik sebagai warga negara muda di wilayah perbatasan Jagoi Babang; (3) Sebagian besar peserta telah memahami arti pentingnya dan bagaimana implemnetasi identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari.Abstract:  Jagoi Babang is one of the border areas of Indonesia and Malaysia that has the potential to weaken awareness of national identity, especially among the younger generation. One of the efforts that can be done to solve the problem is by training or workshops involving schools and students that can provide strengthening understanding to young citizens of national identity in the context of the state in the border area of Jagoi Babang West Kalimantan. This activity aims to increase the understanding of the younger generation among secondary school students related to national identity, especially in the border area. This activity uses lecture, question and answer, and discussion methods. The results of this activity show that strengthening young citizens' understanding of National Identity in the context of the state in the border area of Jagoi Babang West Kalimantan, namely: (1) There was a positive response from the participants, which was shown by the questions and responses given during the implementation of the activity; (2) There was a suitability of the material with the needs of students as young citizens in the Jagoi Babang border area; (3) Most participants have understood the importance and how to implement national identity in everyday life.
PENERAPAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER NASIONALISME PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS XI SMAN 2 SUNGAI RAYA Dewi; Bistari; Purnama, Shilmy
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7574

Abstract

Penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan materi Berkarakter Nasionalisme pada mata pelajaran PPKn dikelas IPA 1 SMA Negeri 2 Sungai Raya. Metode penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Sungai Raya. Pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian bahwa penerapan rancangan pelaksanaan pembelajaran berkarakter nasionalisme pada pelajaran PPKn dikelas XI IPA 1 dilakukan melalui pembelajaran oleh guru dengan menjelaskan materi yang berkaitan dengan nilai berkarakter nasionalisme. Belajar mengajar dilakukan guru seperti mengucapkan salam saat masuk keruang kelas mengecek kerapian siswa, membersihkan sampah dalam laci siswa, absen kehadiran siswa, berdoa sebelum memulai pelajaran, guru membahas materi sebelumnya dan menyampaikan materi yang akan dipelajari. Nilai yang terdapat pada indikator yaitu bangga sebagai bangsa Indonesia, Cinta Tanah air, Menerima Kemajemukan, peduli social.
STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBENTUK NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN PPKN PADA ANAK AUTISME DI SMA LUAR BIASA BINA ANAK BANGSA PONTIANAK Dinda; Sulistyarini; Purnama, Shilmy; Bistari; Dewantara, Jagad Aditya
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran, hambatan dan solusi serta dampak dari strategi pembelajaran dalam membentuk nasionalisme melalui pembelajaran ppkn pada anak autisme di SMA LB Bina Anak Bangsa Pontianak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan penelitian bentuk kualitataif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan peserta didik, sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Data yang diperoleh biasanya data berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam membentuk nasionalisme bisa dikatakan cukup baik dikarenakan pada saat kegiatan belajar mengajar terjadi komunikasi antara dua arah dimana siswanya cukup berperan aktif pada saat proses pembelajaran sehingga guru yang besangkutan bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berujuan untuk membentuk nasionalisme itu ditandai dengan mengikuti upacara bendera, memperingati hari-hari penting kenegaraan, mematuhi tata tertib sekolah dan berperilaku yang sopan terhadap guru, namun demikian dalam pelaksanaannya juga terdapat beberapa hambatan yang dihadapi seperti kepribadian anak dan juga lingkungan di sekitar anak seperti keluarga, sekolah dan juga masyarakat.
Penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Hikmah Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Nisa, Annisa Tri Wulandari; sulistyarini; Okianna; Bistari; purnama, Shilmy
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i1.5276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Hikmah Tayan Hilir dengan menggunakan model problem based learning pada mata pelajaran PPKn. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan bentuk deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Hikmah Tayan Hilir dengan jumlah sampel 26 siswa. Teknik dan instrument pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dikelola melalui dua siklus. Setiap siklus terbagi 3 tahapan yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan serta refleksi. Hasil penelitian setelah dilakukan test siklus I memperoleh peningkatan mencapai 53,84%, dan pada siklus II mencapai menjadi 84,61%. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa dengan menggunakan model Problem Based Learning pada mata pelajaran PPKn dapat meningkatkan hasil beajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Hikmah Tayan Hilir.
Implementasi Implementasi Peraturan Desa Untuk Meningkatkan Civic Engagement Masyarakat Fandi, Fandi Zahri; Erwin; Purnama, Shilmy; Bistari; Sastra Atmaja, Thomy
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6212

Abstract

Village regulations are legal products that have their own position in the life of village communities as guidelines for the administration of village government. There is a lack of development facilities that are suitable for the village environment to support the community, thus encouraging the creation of village regulations. The aim of the research is to find out a picture of the implementation of village regulations towards increasing community civic engagement. The research method used is a qualitative approach through observation, in-depth interviews with the community, community institutions and village government and documentation. The results of the research show that the implementation of village regulations on community civic engagement takes the form of implementation of village regulations by building facilities and infrastructure in the form of roads and banjars, bridges, irrigation and water gates, as well as installing street lighting. Description of the implementation of the community being able to contribute, build organization, take action or take action, motivate and be responsible for implementing village regulations. There is a need to increase communication, education and the use of technology to help increase community involvement. Thus, it is hoped that this research will be able to contribute to further understanding of the implementation of village regulations to increase community civic engagement.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Model Pembelajaran Portofolio Kelas XIB SMA Negeri 8 Pontianak Aryanti, Jopani Ratna; Sulistyarini; Purnama, Shilmy; Mashudi; Bistari
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6261

Abstract

This study aims to increase the learning activity of grade XI B SMA Negeri 8 Pontianak students by using the Portfolio learning model in PPKn subjects. The research method used in this study is classroom action research with a descriptive form. The subject of this study was class XI B SMA Negeri 8 Pontianak which amounted to 30 students. Data collection techniques and instruments are observation sheets and documentation. The study was conducted in two cycles. Each cycle consists of three meetings, and each meeting consists of four stages, namely the planning stage, the implementation and observation stage, and the reflection stage. Based on the results of the study, individual student learning activity increased, in cycle I student learning activity reached an average of 73.85%, and the average student learning activity individually in cycle II was 82.54%. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Portfolio learning model in PPKn subjects can increase the learning activity of grade XI B SMA Negeri 8 Pontianak students
Implementasi Pendidikan Multikultural melalui Mata Pelajaran PPKn untuk Mendukung Sikap Toleransi Siswa dalam Masyarakat Multikultur Purnama, Shilmy
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1561

Abstract

Kondisi keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa multikultur adalah rentang terjadinya konflik horizontal. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus menjunjung tinggi sikap toleransi sebagai upaya preventif. Pentingnya sikap toleransi yang dimiliki oleh masyarakat ini dirasa perlu dikembangkan sejak dini melalui jalur Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Multikultural pada mata pelajaran PPKn untuk mendukung sikap toleransi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Multikultural tidak menjadi mata pelajaran sendiri yang terpisah, melainkan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKn. Penerapannya diawali dengan merumuskan perencanaan pembelajaran berupa RPP dengan cara melakukan analisis KI-KD, memilih materi mana yang cocok disisipkan nilai Pendidikan Multikultural sehingga tercermin dalam tujuan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensinya. Setelah itu, dalam proses pelaksanaan pembelajarannya pun, guru bisa menyampaikan materi yang telah dipilih yang berkaitan dengan Pendidikan Multikultural seperti keberagaman Indonesia, atau materi umum. Materi umum diterapkan dengan metode diskusi atau simulasi yang tetap mencerminkan nilai-nilai toleransi sebagai perwujudan dari Pendidikan Multikultural.