Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review: Faktor Penyebab Stunting di Indonesia Hidayati, Nur; Luvi Dian Afriyani; Iswardani, Ratih; Muskhofah Oviyanti; Ulfiana, Alfa; Sulpiana; Lallo, Polina; Sani, Nur Qhomaril Andrea; Handayani, Dwi; Murwanti; Muchtar, Warni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition in children over an extended period, resulting in impaired growth, marked by a height that is shorter than the average for their age (Fitriani et al., 2022). UNICEF reported that in 2022, approximately 148.1 million children under five experienced stunting (UNICEF et al., 2023).  This research aimed to identify the factors that affect the prevalence of stunting in toddlers.  This research is based on a review of the literature derived from five articles selected in accordance with the research objectives. The literature was sourced from databases including Google Scholar, PubMed, Journal Center, and Sinta, covering the period from 2020 to 2025. The terms employed are factors and stunting. The literature study concludes that the determinants of stunting incidence in toddlers include nutritional status, dietary intake, nutritional status during pregnancy, family income, and environmental sanitation. Recommendations for Public Health Center to educate mothers of toddlers regarding appropriate nutrition, to regularly supply supplementary food for toddlers, to inform families about their crucial role, to disseminate knowledge on the significance of maintaining good environmental sanitation for children's optimal growth and development, and to consistently monitor children's nutritional status to prevent stunting.   Abstrak Stunting ialah kekurangan nutrisi pada anak dalam jangka waktu lama sehingga pertumbuhan anak menjadi terhambat yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan usianya (Fitriani et al. 2022). UNICEF mencatat di tahun 2022 sebanyak 148,1 juta balita mengalami stunting (UNICEF et ai., 2023). Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini di review dari literatur yang telah di identifikasi dari 5 artikel yang telah diseleksi sesuai dengan tujuan penelitian, adapun literatur yang direview melalui database yang digunakan  dalam pencarian artikel adalah google scholar, Pubmed, journal center,  dan sinta antara tahun 2020-2025.  Kata kunci yang digunakan yaitu faktor-faktor dan stunting. Kesimpulan dari literatur yang di teliti bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi, pola makan, status gizi saat hamil, pendapatan keluarga dan sanitasi lingkungan. Saran bagi Puskesmas agar meberikan edukasi ataupun pemahaman kepada para ibu yang memiliki balita tentang pola makan yang benar, memberikan makanan tambahan bagi balita secara rutin, memberikan edukasi pentingnya peran keluarga, memberikan informasi lebih lanjut tentang sanitasi lingkungan yang baik terhadap lingkungan anak-anak agar tumbuh dan kembang anak lebih optimal sesuai usia,  rutin memantau status gizi anak agar anak tercegah dari kejadian stunting.
Optimalisasi Peran Edukasi dalam Menurunkan Risiko Anemia pada Remaja di SMK N 1 Tengaran Afriyani, Luvi Dian; Vistra Veftisia; Heni Setyowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4726

Abstract

Nutritional problems among adolescents are issues that require serious attention because they significantly affect adolescents’ growth and productivity as students. Through education on anemia prevention, it is expected that adolescents can avoid anemia, thereby improving their immunity and productivity. In relation to this problem, the community service program conducted at SMK N 1 Tengaran provides a solution by implementing educational activities on anemia prevention among adolescents. The aim of this activity is to increase students’ knowledge regarding anemia prevention. This community service activity was carried out using a health education approach, targeting 88 female students of class XI. The education was delivered using an active learning method with presentation slide media. Evaluation of students’ knowledge was conducted using a questionnaire. The results of this community service activity showed an increase in students’ knowledge, where the percentage of students with good knowledge rose from 78.41% before the education to 95.45% after the education. Education effectively improves adolescents’ knowledge so that anemia risk factors can be prevented   ABSTRAK Masalah gizi pada remaja menjadi salah satu masalah yang membutuhkan perhatian karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas remaja sebagai pelajar. Melalui edukasi tentang pencegahan anemia diharapkan remaja dapat terhindar dari anemia sehingga dapat meningkatkan imunitas dan produktivitas. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian kepada masyarakat khususnya di  SMK N 1 Tengaran   memberikan  solusi dengan melakukan kegiatan edukasi tentang pencegahan anemia pada remaja . Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi kesehatan dengan sasaran adalah siswa putri kelas X1 sejumlah 88 siswi. Edukasi dilakukan dengan metode active learning dengan menggunakan media slide presentasi. Evaluasi terhadap pengetahuan siswa dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa dimana sebelum dilakukan edukasi pengetahuan  siswa dengan kategori baik sejumlah 77,27% meningkat menjadi 95,45 % setelah dilakukan edukasi. Edukasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja sehingga faktor resiko anemia dapat dicegah.
Edukasi Pijat Common Cold untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Jurusan Layanan Kesehatan dan Caregiver di SMK Darussalam Bergas Ida Sofiyanti; Luvi Dian Afriyani; Heni Setyowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5164

Abstract

Common cold is one of the upper respiratory tract disorders that frequently occurs in children and adolescents. The management of common cold can be carried out pharmacologically and non-pharmacologically, one of which is through common cold massage therapy. Based on the situational analysis conducted at SMK Darussalam Bergas, it was found that most students of the Health Services and Caregiver Department had limited understanding regarding the benefits and techniques of common cold massage as a complementary therapy to help relieve cough and cold symptoms. Therefore, the community service team from the Midwifery Study Program of Universitas Ngudi Waluyo conducted a community service activity in the form of education and training on common cold massage on December 16, 2025. The methods included situational analysis, health education using PowerPoint (PPT) media, massage demonstrations using x-banners and dolls, and direct practice by participants. Evaluation was conducted through pretests and posttests using questionnaires consisting of 10 questions related to common cold and common cold massage. The evaluation results showed an increase in the average participants’ knowledge score from 58.9% in the pretest to 95.8% in the posttest after the education and common cold massage practice sessions. Participants also demonstrated high enthusiasm throughout the activity. This program is expected to improve the competence of Health Services and Caregiver students in providing simple complementary therapy for common cold cases.   ABSTRAK Common cold merupakan salah satu gangguan saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada anak dan remaja. Penatalaksanaan common cold dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi pijat common cold. Berdasarkan hasil analisis situasi di SMK Darussalam Bergas, ditemukan bahwa sebagian besar siswa jurusan Layanan Kesehatan dan Caregiver belum memahami manfaat dan teknik pijat common cold sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan batuk pilek. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Program Studi Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pijat common cold pada tanggal 16 Desember 2025. Metode kegiatan meliputi analisis situasi, penyuluhan menggunakan media PowerPoint (PPT), demonstrasi pijat menggunakan x-banner dan boneka, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan terkait common cold dan pijat common cold. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan peserta dari 58,9% pada pretest menjadi 95,8% pada posttest setelah diberikan edukasi dan praktik pijat common cold. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa Layanan Kesehatan dan Caregiver dalam memberikan terapi komplementer sederhana pada kasus common cold.
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kanker Serviks dengan Partisipasi Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat): The Relationship Between Knowledge of Women of Childbearing Age About Cervical Cancer and Participation in IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) Examination Nuraini Yulianti; Luvi Dian Afriyani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.731

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women, particularly in developing countries, and can be prevented through early detection using the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. However, the coverage of VIA screening at UPTD Puskesmas Sepaku III remains low. This is due to limited knowledge contribute to low participation in VIA screening. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge of women of reproductive age (WRA) about cervical cancer and their participation in VIA screening in the working area of UPTD Puskesmas Sepaku III. The literature review in this study employed the Health Belief Model (HBM) framework to explain how knowledge influences risk perception, perceived benefits, and individual decision-making regarding screening. The research used a quantitative method with a correlational analytic design and a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a simple random sampling technique involving 95 women of reproductive age. Data were collected through a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were then analyzed using the chi-square statistical test. The results showed that most respondents had a good level of knowledge; however, although the majority were knowledgeable, there were still proportions of women with moderate and low knowledge that statistically influenced participation in VIA screening. Statistical analysis indicated a significant relationship between the level of knowledge of women of reproductive age about cervical cancer and participation in VIA screening (p-value = 0.027). This study concludes that knowledge plays an important role in encouraging women’s participation in VIA screening; therefore, continuous and contextually relevant health education needs to be strengthened.   ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya di negara berkembang, yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Namun, cakupan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Sepaku III masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan mempengaruhi rendahnya partisipasi dalam pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang kanker serviks dengan partisipasi pemeriksaan IVA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sepaku III. Kajian pustaka dalam penelitian ini menggunakan kerangka Health Belief Model (HBM) untuk menjelaskan bagaimana pengetahuan mempengaruhi persepsi risiko, manfaat, dan keputusan individu dalam melakukan skrining. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling terhadap 95 WUS. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik, meskipun mayoritas berpengetahuan baik, masih terdapat proporsi WUS dengan pengetahuan cukup dan kurang yang memengaruhi partisipasi pemeriksaan IVA secara statistik. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan WUS tentang kanker serviks dengan partisipasi pemeriksaan IVA (p-value = 0,027). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam mendorong partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA, sehingga diperlukan penguatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan kontekstual.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. V Umur 20 Tahun G2P1A0 dengan Ketidaknyamanan Melalui Penerapan Komplementer di Puskesmas Lerep Neni Ratna Setiawati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. R, 25 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. R showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir.  Studi ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) pada Ny. V usia 20 tahun untuk memastikan pemantauan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal.  Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Puskesmas Larangan pada bulan Juni-Oktober tahun 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi fisik, dan dokumentasi SOAP.  Hasil asuhan menunjukkan kehamilan berjalan fisiologis, persalinan berlangsung spontan (Kala II selama 30 menit), bayi lahir bugar dengan BB 3000 gram, dan masa nifas tanpa komplikasi disertai keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pendekatan CoC pada Ny. V terbukti efektif dalam deteksi dini risiko dan meningkatkan kesiapan ibu dalam perawatan bayi serta pemilihan kontrasepsi.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny “N” Usia 38 Tahun G3P2A0 di RSK Ngesti Waluyo Parakan Temanggung Woro Maulani; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2025. From the results of the provision of pregnancy care, the mother no complained The delivery process was by CS on the indication pre eclampsia. In the fist postpartum care visit, found nipples shorted and the mother was given breast care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg of vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK , PJB examination. While in family planning care, Mrs. S used a stable family planning method, namely IUD pasca CS.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu tidak ada keluhan. Proses persalinan secara SC atas indikasi Pre Eklamsi. Pada asuhan nifas kujungan pertama didapatkan putting susu Tenggelam dan ibu diberikan asuhan perawatan payudara, dan cara penggunaan dan perawatan botol susu. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK dan PJB Sedangkan pada asuhan KB Ny. N menggunakan KB IUD pasca SC.
Edukasi Massage Comond Cold untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Bayi dan Balita dalam Meredakan Gejala Batuk Pilek pada Bayi dan Balita Emi Widowati; Muslima; Pipit Mawarni; Wartati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is a symptom of Upper Respiratory Tract Infection in children under 5 years old. Common cold is a major cause of morbidity and mortality from infectious diseases worldwide. One way to overcome this is by conducting common cold massage. Objective: To improve mothers' knowledge and skills regarding common cold massage to relieve cough and cold symptoms in toddlers. Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining community service targets. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling, a pretest is conducted to explore mothers' knowledge regarding infant massage. Next, education and training on common cold massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by administering a posttest questionnaire. This activity was attended by 25 mothers of infants and toddlers. Before the counseling on infant massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 19 people (76%), and after the counseling, the mothers had knowledge in the good category, namely 25 people (100%). There was an increase in knowledge before and after the common cold massage education. It is hoped that health workers will reduce common cold symptoms early by providing education on common cold massage to parents of babies and toddlers.   Abstrak Commond cold merupakan gejala infeksi saluran pernafasan atas pada anak dibawah usia 5 tahun. Commond Cold yaitu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular diseluruh dunia. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pijat Commond Cold. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu mengenai pijat common cold untuk meredakan gejala batuk pilek pada bayi balita. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat common cold dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu bayi balita. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat Commond Cold bayi balita didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam katagori kurang yaitu sebanyak 19 orang (76%), dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik yaitu sebanyak 25 orang (100%). terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pijat common cold.  Diharapkan petugas kesehatan mengurangi gejala Commond Cold lebih dini dengan melakukan edukasi massage Commond Cold kepada orang tua bayi dan balita.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. P Umur 28 Tahun di Puskesmas Kalikajar 2 Imbuh; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) in midwifery refers to the provision of comprehensive care from pregnancy, childbirth, postpartum, and neonatal periods until the mother decides to use a family planning method. This approach aims to monitor and detect potential complications affecting both mother and baby from pregnancy through family planning utilization. The objective of this case study was to provide comprehensive midwifery care to Ny.P at Kalikajar 2 Community Health Center, Wonosobo. This case study was conducted on Ny.P, a 28-year-old woman with obstetric status G2P1A0, at Kalikajar 2 Community Health Center. Antenatal care was provided through six visits with monitoring based on the 10T standard. Delivery was performed by cesarean section due to severe preeclampsia at Adina Mother and Child Hospital. A male infant was born weighing 2,790 grams, with a body length of 48 cm, and cried spontaneously immediately after birth. The postpartum and neonatal periods progressed normally without signs of infection or other complications. Following delivery, the mother chose to use an intrauterine device (IUD) as her contraceptive method. In conclusion, the comprehensive midwifery care provided demonstrated that the cesarean section was performed according to medical indications and Evidence-Based Midwifery guidelines. Continuous and comprehensive care contributed to the mother's recovery and helped prevent further complications.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Icontinuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB ini bertujuan sebagai upaya membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Tujuan penelitian adalah melakukan asuhan kebidanan komprehnsif pada Ny. Di Puskesmas Kalikajar 2 Wonosobo. Studi kasus ini dilakukan pada Ny.P usia 28 tahun G2P1A0 di Puskesmas Kalikajar 2. Asuhan kehmilan diberikan sebanyak 6 kali dengan pemantauan standar 10 T. Persalinan dilakukan melalui tindakan secio caesare atas indikasi Preeklamsi Berat di RSIA Adina. Bayi lahir dengan jenis kelamin laki-laki, BB 2790 gr, panjang badan 48 cm, dan langsung menangis. Masa nifas dan neonatus berjalan normal tanpa tanda-tanda infeksi atau komplikasi. Ibu menggunakan KB IUD pasca persalinan. Kesimpulan dari asuhan kebidanna komprehensif ini bahwa tindakan secio caesarea telah dilakukan sesuai dengan indikasi medis dan pedovan Evidance-Based Midwifery. Asuhan yang diberikan secara komprehensif membantu mempercepat pemulihan ibu dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penyuluhan tentang Common Cold dan Pijat Common Cold dalam Upaya Mengatasi Gejala Batuk Pilek pada Bayi/Balita Annisa Mastri Wahyu Nurjati; Icca Oktavia Noor Hidayati; Rinawati; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The common cold is an upper respiratory tract infection that frequently affects infants and toddlers. A situation analysis in Pringsari Village, Pringapus District, Semarang Regency, found a high incidence of coughs and colds in infants and toddlers, as well as low maternal knowledge regarding non-pharmacological treatment, such as common cold massage. Therefore, this community service program aims to improve mothers' knowledge and skills in performing common cold massage to address cough and cold symptoms in infants and toddlers. Babies are weak individuals and require an adaptation process. Every baby must be able to go through a physiological adaptation process consisting of the cardiovascular, respiratory system, hematopoiesis system, metabolism, body temperature, digestive tract system, endocrine glands, immunoglobulin system, glucose metabolism, integumentary and reproductive systems. Performing a Common Cold massage consisting of stages of massage for babies with coughs and colds consisting of the following movements: toward bridge nose & under the cheekbone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, positioning the baby face down, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching and relaxation. Counseling on Common Cold Massage for Babies and Toddlers as an Effort to Overcome Coughs and Colds in the Pringsari Village Area, Pringapus District, Semarang Regency, which was attended by 15 respondents who were mothers who had babies. The Community Service Implementation was carried out on Saturday, May 9, 2026, starting at 09.00 – 11.30 WIB offline, with a method with an introduction first, then filling out the pre-test, then the presentation of the material and continued with a demonstration of Common Cold massage with 13 stages, followed by a question and answer process, then filling out the post-test and finally closing. The counseling participants understood and comprehended how to do Common Cold Massage to Overcome Coughs and Colds in Babies and Toddlers and good communication was established between the proposing team and the mothers who conducted the counseling. There was an increase in the knowledge and skills of mothers, as seen from the good percentage data of 53.3% (pretest) to 93.3% (posttest). It is hoped that mothers can practice Common Cold massage at home independently when their children have coughs and colds.   Abstrak Common cold merupakan salah satu gangguan saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada bayi dan balita. Berdasarkan hasil analisis situasi di Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditemukan masih tingginya kejadian batuk pilek pada bayi dan balita serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai penanganan nonfarmakologis berupa pijat Common Cold. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat Common Cold sebagai upaya mengatasi gejala batuk pilek pada bayi dan balita. Bayi merupakan individu yang lemah dan memerlukan proses adaptasi. Setiap bayi harus dapat melalui proses adaptasi fisiologis yang terdiri dari kardiovaskuler, sistem pernafasan, sistem hematopoiesis, metabolisme, suhu tubuh, sistem traktus digestivus, kelenjar endokrin, sistem imunoglobulin, metabolisme glukosa, sistem integumen dan reproduksi. Melakukan pijat Common Cold yang terdiri dari tahapan pijat bayi batuk pilek yang terdiri dari gerakan berikut melakukan gerakan toward bridge nose & under the cheek bone, cheek rain drop, open book, butterfly, toby top intercostal, chest rain drop, memposisikan bayi telungkup, back and forth, sweeping neck to bottom, sweeping neck to feet, back circle, back rain drop, pitching dan relaksasi. Penyuluhan Pijat Common Cold Pada Bayi dan Balita Sebagai Upaya Mengatasi Batuk Pilek di Wilayah Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang diikuti oleh 15 responden Ibu yang memiliki bayi. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan Hari Sabtu, 9 Mei 2026 mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB secara luring (offline), dengan metode dengan perkenalan terlebih dahulu selanjutnya pengisian Pre Test, kemudian pemaparan materi dan dilanjutkan demonstrasi pijat Common Cold dengan 13 tahapan, berikutnya proses tanya jawab kemudian pengisian Post Test dan terakhir penutup. Peserta penyuluhan mengerti dan memahami cara melakukan Pijat Common Cold Untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi dan Balita dan bisa terjalin komunikasi baik tim pengusul dan para ibu yang melakukan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu, yang dilihat dari data presentase baik 53,3% (pretest) menjadi 93,3% (Post Test). Diharapkan ibu-ibu dapat mempraktikkan pijat Common Cold dirumah secara mandiri saat anaknya mengalami batuk dan pilek.
Co-Authors Adelia Natalia Bria Adi Purwanto Adi Purwanto agil ayu sabila Agustina Alifia Jumeisya Setiawan Alifia Jumeisya Setiawan Almanto, Scolastika Cindy Silvia Amelia Hesti Pradita Andini Putri Andri Yani Andy Ulmi Anggita Fajariyani Anggraini, Lisa Siska Anggraini, Mauria Anika Ardila Aninda Nur Sinto Putri Anis Eka Rahayu Anisa Indarti Anissa Regita Anissa Regita Annisa Efrilian Saepudin Annisa Mastri Wahyu Nurjati Aplonia Lou Manu Ari Andayani Astuty Lumbantoruan Aulia Putri Ayu Silvia Azmarizah Bitara, Ilmi Nur Wulan Burhan, Nurasia Carollyn Dizzy Sagita Dewianti, Azelia Diah Ayu Ningsih Diah Ayu Ningsih Dian Wahyuni Dwi Handayani Eka Setyawati Elis Widyawati Elpina Ripka Yudi Emi Widowati Endang Rahayu Ernawati Esther Datuarrang Eti Salafas Eys Novianti.s Fitria Herawati, Fitria Fitria Prabandari Fitriana, Jumilah Fitriya, Wahida G.A.KD Ratna Kusumasari Ginaya Dinda Putri Hadi, Maryam Haleen Idha Prasetyati Hapsari Windayanti Hartini Heni Rusmayani Heni Setyowati Heni Setyowati Herlina Sari Hidayati, Anis Hilma Tunisah Icca Oktavia Noor Hidayati Imbuh Intan Pratiwi Iswardani, Ratih Ivana Sika Yon Julpa, Alrinda Karimatul Hilmiyah Khamidah Kharisma Mutiara .D. KHOIRUN NISAK Kristiyana Tri Rahayu Kusuma Intan Setianing Fifit Kusuma Intan Setianing Fifit1 La Tanjo, Yunita Lallo, Polina Leni Marlina Liya Ishlahul Afiyah Mandala Putri, Heryn Maria Arisphina Dewi Maria Karmelia Wung Song Marliana Yuliarta Mastri, Annisa Meisinta Vika Putri Miftaul Siti Nikmah Muchtar, Warni Mufatikha Nur Risqiyati Muhammad Mustain MUKHAMAD MUSTA'IN Mukhamad Mustain Murwanti Muskhofah Oviyanti Muslima Mutia Rahmadani Mutoharoh Nabila Putri Pertiwi Naila Nabila Nelli Angriani Neni Ratna Setiawati Ngatini Ni Made Nuryanti Nila S, Galuh Ninda Azifati Nurfitri Nova Harianti Nur Chasanah Nur Hidayati Nuraini Yulianti Nurlia Erika Nuryah, Sinta Octavia Noor, Icca Oksi Trijayanti Oni Elena Partinah Partinem Partini Partini Pepi Tasiah Permana, Adeya Ilma Pidhi, Yunitha T. Pipit Mawarni Prasetya rahayu, Tri PRATIWI, WILDA Pristiarsih Puji Tri Lestari Putri, Ginaya Dinda Rahmawati, Deni Ratih Indah Asmawaty Ratni Lara Dini Ratri Widiyati Reni Endrawati Reni, Reni saputri Restyany Novyarsy Pasombo Retna Wulandari Rina Agustina Rinawati Rinawati Rini Susanti Risha Nur Elviatun N Rohana Ruliana Isna Rosida Safa'atilah, Erlin Safnayanti Boting Sagita, Carollyn Dizzy Salomi Yohana Jopudara Sani, Nur Qhomaril Andrea Sari Kusmiati Selvia Selviani Septiningrum Silkha Azzahro Silvia Apriyelva Sita Salsha Bellatika Siti Haryani Siti Musarofa Siti Salma Sofaniah Nurrahmi Sofiyanti, Ida Sri Suarni Sri Wahyuni Sufiyatun Sugiarto, Heri Sulistyowari, Endah Sulpiana Sumiyati Titik Sulistawati Tuti Utami, Nurul Ulfiana, Alfa Umi Nurlistiani Uswatun Khasanah Valentina Brigita Dewi Veftisia, Vistra Vera Yunita Wahyu Endah Pratiwi, Arida Wahyu Kristiningrum Wahyuningsih, Suji Wartati Weni Ambarwati Whinesa Juliantika Widayati Widayati Woro Maulani Wulan Murti Eka Sari Wulansari Yesinta Mona Agustin Yulia Nur Khayati Yuni Fitria Yuni Wahyu Zulkarnain, Adil