Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas dalam Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan : Utilization of Health Center Services in Preventing Covid-19 at Batunadua Health Center Padangsidimpuan City Ahmad Safii Hasibuan; Hasni Yaturramadhan; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.015 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1905

Abstract

Saat ini, Indonesia telah memasuki fase baru dalam penanganan covid 19, berbagai protokol menyambut era new normal telah dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk dalam tatanan kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di era Covid-19 ini membuat tenaga kesehatan harus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi dalam segala hal di sektor pelayanan kesehatan masyarakat. Akibat terbatasnya ruang gerak karena mengikuti protokol kesehatan, masyarakat tetap diberikan haknya sebagai warga negara untuk dilayani melalui layanan elektronik. Kedudukan Puskesmas dalam sistem kesehatan adalah sebagai sarana pelayanan keberhasilan pembangunan kesehatan, sangat ditentukan oleh dukungan sistem nilai dan budaya masyarakat yang secara bersama terhimpun dalam berbagai sistem kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menilai faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berdomisili di Puskesmas Batunadua dan teknik pengambilan sampel purphosive sampling, yaitu dengan syarat: penduduk atau masyarakat yang berdomisili Kecamatan Padangsidimpuan dan ada anggota keluarga yang sakit dalam tiga bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner penelitian serta analisis data multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian di peroleh bahwa ada hubungan pendidikan (p=0,000), persepsi (p=0,004), karakteristik masyarakat (p=0,004), sikap petugas (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19. Kesimpulan bahwa pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan covid 19 dipengaruhi oleh faktor pendidikan, persepsi, karakteristik masyarakat, dan sikap petugas sehingga diperlukan peran aktif petugas kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya memeriksakan kesehatan pada pelayanan primer pada Puskesmas setempat.
Karakteristik Pasangan Usia Subur dengan Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal: Characteristics of Couples of Childbearing Age Using Family Planning Services in the Work Area of North Panyabungan Public Health Center, Mandailing Natal Regency Mastiur Napitupulu; Anto J. Hadi; Srianty Siregar; Sholatiah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.102 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2479

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah utama yang dihadapi Indonesia, hingga saat ini telah dilakukan berbagai usaha untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, terutama melalui pengendalian angka kelahiran atau fertilitas. Upaya penurunan angka kelahiran ini dilakukan dengan berbagai cara pemakaian kontrasepsi kepada pasangan usia subur. Tujuan: untuk mengetahui hubungan karakteristik pasangan usia subur dengan pemanfaatan pelayanan keluarga berencana di wilayah kerja Puskesmas Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas Panyabungan Utara terhadap populasi dan sampel sebanyak 83 pasangan usia subur dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel serta analisa data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan umur (p=0,002), jarak kepelayanan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan keluarga berencana. Kesimpulan: diperoleh ada hubungan umur, jarak kepelayanan dan pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan keluarga berencana. Diharapkan pasangan usia subur agar lebih aktif memanfaatkan pelayanan keluarga berencana.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Konsumsi Tablet Fe : Studi Cross Sectional pada Area Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja: Characteristics of Pregnant Women with Fe Tablet Consumption: Cross Sectional Study in Makale Health Center Area, Tana Toraja Regency Erni Yetti R; Zadrak Tombeg; Anto J. Hadi; Rudihadisaputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2495

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi kesehatan masyarakat yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan ibu dan anak yang berakibat pada melahirkan bayi berat badan lahir rendah dan kematian serta komplikasi kehamilan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu hamil dengan konsumsi tablet Fe pada area Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilakukan di lingkungan Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja pada bulan Maret-Mei 2022. Populasi dan sampel sebanyak 103 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel serta analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ada hubungan karakteristik ibu hamil (pengetahuan p=0,002), status pekerjaan (p=0,005), pendapatan keluarga (p=0,020) dengan konsumsi tablet F. Kesimpulan: ibu hamil yang mengonsumsi tablet Fe sangat dipengaruhi oleh faktor karakteristik yaitu pengetahuan, status pekerjaan dan pendapatan keluarga, sehingga ibu hamil diharapkan tetap memperhatikan status kesehatannya dengan cara teratur mengonsumsi tablet Fe walaupun sibuk beraktifitas.
Perilaku Makan Keluarga Terhadap Pemberian MP-ASI pada Baduta di Kelurahan Pasang Kecamatan Makale Selatan : Family Eating Behavior Against Giving MP-ASI to Baduta in Pasang Village, South Makale District Zadrak Tombeg; Erni Yetti R; Anto J. Hadi; Rudihadisaputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2496

Abstract

Pendahuluan: Anak baduta yang mengalami status gizi kurang sejak dini akan berdampak pada proses tumbuh kembang dan kesehatan anak baduta disebakan karena asupan gizi kurang dan pengaruh perilaku makan keluarga di lingkungan keluarga baduta. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan keluarga terhadap pemberian MP-ASI pada Baduta. Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilaksanakan di Kelurahan Pasang Kecamatan Makale Selatan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh baduta yang ada di Kelurahan Pasang sebanyak 33 baduta dengan pengambilan sampel secara total sampling serta analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil: penelitian diperoleh bahwa ada hubungan perilaku makan keluarga dengan pemberian MP-ASI dengan nilai p=0.000 <0.05. Kesimpulan: didapatkan bahwa pemberian makanan pendamping ASI pada baduta sangat dipengaruhi oleh perilaku makan keluarga, sehingga baduta perlu mendapatkan perhatian khusus keluarga terhadap pemberian makanannya sesuai jadwal makan anak dan keluarga terutama pola pengasuhan gizinya.
Determinan Model Karakteristik Budaya Kesehatan pada Pemanfaatan Pelayanan Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan: Determinants of the Health Culture Characteristics Model in the Utilization of Covid-19 Prevention Services at the Padangmatinggi Health Center, Padangsidimpuan City Ahmad Safii Hasibuan; Saskiyanto Manggabarani; Indra Maulana; Anto J. Hadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2993

Abstract

Latar Belakang: Penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar berbagai level ini bertujuan agar rantai penularan Covid-19 dapat terhambat di Indonesia. Berbagai protokol kebijakan telah dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk dalam tatanan kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat di era Covid-19. Kondisi seperti ini ada dihadapan kita dan memerlukan perubahan menuju kehidupan normal, termasuk pemanfaatan layanan puskesmas dalam pencegahan Covid-19 dengan pendekatan karakteristik budaya dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan model karakteristik budaya kesehatan pada pemanfaatan pelayanan pencegahan Covid-19 Di Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berdomisili di Puskesmas Padangmatinggi dan teknik pengambilan sampel purphosive sampling, yaitu dengan syarat: penduduk atau masyarakat yang berdomisili Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan ada anggota keluarga yang sakit dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa ada hubungan persepsi (p=0,000), akses layanan (p=0,005), karakteristik budaya kesehatan (p=0,001) dan sikap (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan pencegahan covid-19 di puskesmas padangmatinggi. Kesimpulan: Bahwa persepsi, akses layanan, karakteristik budaya, sikap petugas merupakan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas dalam pencegahan Covid 19. Sehingga perlunya dukungan dan sinergitas dari berbagai lintas sektor untuk memaksimalkan pencegahan dan penanggulangan covid 19 di tingkat pelayanan primer pusat kesehatan masyarakat.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku K3 pada Sopir Angkutan Umum di Kota Padangsidimpuan: Factors Associated with K3 Behavior in Public Transport Drivers in the City of Padangsidimpuan Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Nayodi Permayasa; Nazaruddin Nasution
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3027

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah keselamatan kerja yang serius di seluruh dunia, demikian juga dihadapi Indonesi. Data dari Kemenkes RI (2020) menunjukkan bahwa kejadian kecelakaan angkutan darat masuk ke dalam 10 besar penyakit penyebab rawat jalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 pada sopir angkutan umum di Kota Padangsidimpuan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study di area Terminal Penumpang Kota Padangsidimpuan selama bulan Juni-Oktober 2022. Populasi dan sampel adalah seluruh sopir angkutan umum dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 112 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, multivariat dengan program SPSS dan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,015), tindakan (p=0,032), persepsi (p=0,025) < 0,05 berhubungan dengan perilaku K3. Selain itu variabel yang paling berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan dengan nilai p=0,007 dan nilai Exp. B=5,112. Kesimpulan: Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku K3 berkendaraan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, tindakan dan persepsi. Sehingga perlu dilakukan upaya meningkatkan promosi bahaya kecelakaan dan edukasi safety campaign penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi.
Determinan Stunting pada Balita di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan : Determinants of Stunting in Toddlers in South Padangsidimpuan District, Padangsidimpuan City Juni Andriani Rangkuti; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Ridwan Amiruddin; Owildan Wisudawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3381

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi dan kesehatan secara global baik di negara maju maupun negara berkembang. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 24,2% dan Sumatera Utara 25,8% serta Kota Padangsidimpuan 32,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan stunting pada balita di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan Metode: Kecamatan Padangsidimpuan Selatan pada bulan November sampai dengan Desember 2022. Populasi pada penelitian ini seluruh balita yang ada di kecamatan Padangsidimpuan Selatan sebanyak 6.120 balita dan sampel adalah sebagian balita yang ada di kecamatan Padangsidimpuan Selatan yang ditentutakan dengan menggunakan rumus besar sampel Yamane sebanyak 375 balita dengan teknik pengambilan sampel secara Quota Sampling dan simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bahwa Panjang badan lahir (p=0,001), berat badan lahir (p=0,020), status ekonomi (p=0,001) berhubungan kejadian stunting pada balita dan variabel yang paling berhubungan adalah panjang badan lahir dengan Exp (B) =7,371. Kesimpulan: Ditemukan bahwa kejadian stunting pada balita disebabkan oleh faktor panjang badan lahir, berat badan lahir jarak kelahiran dan status ekonomi. Sehingga diperlukan upaya pencegahan stunting yang proaktif dengan menggerakkan keluarga balita untuk aktif memanfaatkan posyandu.
Pengaruh Karakteristik Individu, Efek Lingkungan, Perilaku Aggressive Driving Terhadap Penerapan K3 pada Pengemudi Angkutan Kota di Kota Padang Sidempuan: The Influence of Individual Characteristics, Environmental Effects, Aggressive Driving Behavior on the Application of OHS in Public Transportation Drivers in the Padang Sidempuan City Nayodi Permayasa; Anto J. Hadi; Alprida Harahap
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3443

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan yang dialami oleh angkutan umum lebih banyak terjadi akibat ulah dari pengemudi angkutan tersebut yang tidak menerapkan K3, terbiasa mengemudikan kendaraannya secara “ugal-ugalan” dan tidak mematuhi rambu lalu lintas yang ada serta menyetir kendaraan sambil menelepon. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, efek lingkungan, dan perilaku aggressive driving pengemudi angkutan Kota terhadap penerapan K3. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Populasi dan sampel adalah seluruh pengemudi angkutan Kota sebanyak 127 pengemudi. Teknik pengembilan sampel menggunakan total sampel (exhaustive sampling) serta analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,413), efek/ kondisi lingkungan (p=0,161) tidak berpengaruh terhadap penerapan K3. Pendidikan (p=0,000), status perkawinan (p=0,001), lama kerja (p= 0,012), perilaku aggressive driving (p=0,003) berpengaruh terhadap penerapan K3. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah status perkawinan (Exp. (B)=21,254). Kesimpulan: penerapan K3 oleh pengemudi dalam berkendaraan sangat dipengaruhi faktor pendidikan, status perkawinan, lama kerja, dan perilaku aggressive pengemudi. Diharapkan agar pemerintah khususnya Dinas Perhubungan memfasilitasi sopir angkutan untuk meningkatkan pengetahuan tentang K3 (safety driver).
Dampak Covid 19 Terhadap Angka Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padang Sidempuan : The Effect of Covid 19 on the Number of Stunting Incidents in Batunadua Health Center Working Area Padang Sidempuan City Elinda Tarigan; Anto J. Hadi; Junedi Sitorus
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3444

Abstract

Latar belakang: Masalah balita pendek atau stunting merupakan gambaran adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh perilaku keluarga terutama orangtua atau pengasuh balita secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan balita akibat dari pandemi covid 19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dampak Covid 19 terhadap angka kejadian stunting pada balita. Metode: penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional study di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padang Sidempuan. Populasi adalah seluruh keluarga yang memiliki balita sebanyak 415 balita. Sampel adalah sebagian balita sebanyak 203 balita dengan menggunakan rumus Slovin.Responden adalah pengasuh balita (ibu, bibi, nenek) pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran tinggi badan analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak covid 19 berhubungan dengan pola asuh (p=0,000), status pekerjaan (p=0,026), pendapatan orangtua (p=0,000), pelayanan kesehatan (p=0,000), pola konsumsi (p=0,000), dan variabel tidak berhubungan adalah lokasi tempat tinggal (p=0,335), serta variabel yang paling berhubungan dengan dampak covid 19 terhadap angka kejadian stunting pada balita adalah variabel pola konsumsi dengan nilai Exp (B) =43,696. Kesimpulan: Temuan diperoleh bahwa angka kejadian stunting balita akibat dampak covid 19 dipengaruhi oleh faktor pola asuh, status pekerjaan, pendapatan orangtua, pelayanan kesehatan, pola konsumsi sehingga dibutuhkan peran keluarga terutama orangtua atau pengasuh balita agar tetap mengutamakan pola pengasuhan balita yang optimal terutama makanan yang dikonsumsi balita yang berasal dari protein hewani.
Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan : Factors Related to the Activeness of Cadres in Stunting Prevention in Pargarutan Health Center Working Area Tapanuli Selatan District Indra Martua Nasution; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3445

Abstract

Latar belakang: Masalah stunting salah satunya dipengaruhi oleh peran aktif kader. Untuk memastikan layanan tersedia di desa dan dimanfaatkan oleh masyarakat diperlukan adanya tenaga yang berasal dari masyarakat sendiri terutama yang peduli dengan pencegahan dan penanggulangan stunting di Desa maka dibutuhkanlah keaktifan kader. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pencegahan stunting. Metode: Jenis penelitian bersifat observasional dengan menggunakan desain cross sectional study yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan. Populasi adalah seluruh kader yang terdapat diwilayah kerja Puskesmas Pargarutan sebanyak 200 kader dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian kader yang ditentukan dengan rumus Slovin sebanyak 133 kader serta pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner penelitian, data diolah dan dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,001), insentif kader (p=0,005), lama kerja sebagai kader (p=0,001), pelatihan kader (p=0,001) berhubungan dengan keaktifan kader dalam pencegahan stunting dan status perkawinan (p=0,287) tidak berhubungan serta yang paling berhubungan adalah variabel pelatihan dengan Exp (B)=5,702. Kesimpulan: Keaktifan kader dalam pencegahan stunting disebabkan oleh factor pengetahuan, insentif kader, lama kerja sebagai kader, dan pelatihan kader, sehingga diperlukan dukungan dan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam memberdayakan kader sebagai petugas kesehatan.
Co-Authors Abd Hakim Husen Abdul Majid Abdullah A.A Abdullah AA Abdullah AA Ade Lisna Harahap Adelfia Soleman Adi Antoni Adi Antoni Adi Antoni Ahmad Safii Hasibuan ahmad yani Ahmad, Haslinah Alprida Alprida Harahap Alprida Harahap Alprida Harahap Alwi, Fahrizal Aminuddin Syam Andriya Risdwiyanto Anita Syafriyanti ARIEF BUDI PRATOMO Arisa Armyn Nurdin Asdi Lastari Asdi Lastari Asriwati Amirah Asriwati, Asriwati Aulia Putri Aulia Putri Bambang Sucipto Bintang Cahyono Kaelan, Cahyono Camelia Viaduri Darmawanti wanti Devin Mahendika Dewani Harahap Dewi Rizki Nurmala Dhety Chusumastuti Didik Cahyono Dra. Nur Iffah Eddy Silamat Edwinn Sallipadang Edy Sujoko Eki Candra Eli Kusuma Daulay Elinda Tarigan Elli Diana Siregar Enta Marlina Harahap Erni Yetti R Erni Yetti R Erni Yetti R Erni Yetti R Erni Yetti R Erni Yetti R Erni Yetti R. Erni Yetti Riman Erni Yetti Riman Erni Yetti.R Etika, Erdyna Dwi Etty Sri Hertini Eva Khoiriyah Harahap Eva Santi Eva Santi Lubis Fahrepi, Reza Farida Utaminingtyas Fatma Mutia Giopani Simbolon Halinah Ahmad Hapiz Arlanda Sani Hasbina Wildani Haslina Ahmad Haslinah Ahmad Haslinah Ahmad Haslinah Ahmad Hasni Yaturramadhan Hatta, Herman Herman Hatta Hotma Royani Siregar Ida Hannum Idawati Idawati Ikrima Daulay Ikrimah Pohan Indra Martua Nasution Indra Maulana Intan Yusvita Sari Nasution Irawati Harahap Irawati Irawati Irawaty Djaharuddin Irfan Said Ishak, Syamsopyan Ismail Efendy Jaya Hia, Trisman Jitasari Tarigan Sibero Julfikar Julfikar Junedi Sitorus Juni Andriani Rangkuti Khairunnisa Butar-Butar Kristiana Lylya Lindawati Lucy Widasari Lucy Widasari Lucy Widasari Maryanti, Endang Masnilam Hasibuan Matius Rantesalu Matius Rantesalu Megawati Mhd. Idris Lubis Muh. Ayyub Amin Muhammad Badiran Muhammad Riswal Muhammad Tahir Namora Lumongga Lubis Napitupulu, Mastiur Napitupulu, Natar Fitri Natar Fitri Napitupulu Nayodi Permayasa Nayodi Permayasa Nazaruddin Nasution Nefonavratilova Ritonga Nofri Yudi Arifin Nu'man AS Daud Nur Hamdani Nur Nur Hamdani Nur Nur Hamima Harahap Nurhalimah Nurhalimah Batubara Nurhalimah Batubara Nurhamimah Nurrahmani, Nurrahmani Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Owildan Wisudawan B Permayasa, Nayodi Rabiul Marzuki Siregar Rahmat Al Hidayat Rangkuti, Juni Andriani Rate, Suherman Reza Fahrepi Ridwan Amiruddin Ririn Ariska Nasution Rismawati Rismawati Rizky Syahriani Putri Rudi Hadisaputro Rusdiyah Sudirman Made Ali Said, Irfan Said, Irfan Saiful Bahri Halomoan Hasibuan Saskiyanto Manggabarani Saskiyanto Manggabarani Saskiyanto Manggabarani Saskiyanto Manggabarani Selfi Bunga Sholatiah Sihombing, Cipto Marianto Simanjorang, Asyiah Sri Bulan Srianty Siregar Sugiyanto Sugiyanto Sukri Palluturi Sumardi Sudarman, Sumardi Sumarlan Sumarlan, Sumarlan Suryanti Syamsopyan Ishak Syamsopyan Ishak Syamsu Rijal Tombeg, Zadrak Yayat Suharyat Yetti R, Erni Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yuli Arisyah Siregar Yunizar Yunizar Yusnina Maisyaroh Yusuf Efendi Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zadrak Tombeg Zuraidah Nasution