Claim Missing Document
Check
Articles

MEMILIH, MENGGUNAKAN DAN MENGOLAH OBAT TRADISIONAL DIKELURAHAN WERGU WETAN Irawati Indrianingrum; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Abdul Rozaq; Lailatul Farikah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1663

Abstract

Selama ini perkembangan pelayanan kesehatan tradisional dan alternative tampak semakin pesat, sekitar 32 % masyarakat kita memakai pengobatan dan obat tradisional ketika sakit. Tak bisa dipungkiri bahwa minat masyarakat dalam menggunakan obat herbal dan pengobatan tradisional dalam mencari kesembuhan akan penyakit semakin tinggi. Anggapan masyarakat obat herbal dan pengobatan tradisional lebih aman dan tidak menggunakan bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka atau luring di kelurahan wergu wetan untuk memberikan informasi tentang memilih, menggunakan serta mengolah obat tradisional. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kelurahan wergu wetan untuk melakukan pengobatan sendiri sebelum datang ke petugas kesehatan.
SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN NUGGET TEMPE Muhammad Nurul Fadel; Achmad Ridwan; Afina Mahmudah; Elfanesya Silva; Safira Selly; Aulia Nur Mustaanah; Nauval Alfarizi; Aqfianti Fadilatunnisa; Sakila Jauza Adiba; Siti Sofia Rahma
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2808

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius di Indonesia yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak proporsional terhadap usianya akibat kekurangan gizi kronis. Fenomena stunting menarik untuk dikaji karena dampaknya yang serius, termasuk morbiditas dan mortalitas pada bayi dan balita, intelektualitas dan kemampuan kognitif yang rendah, serta kualitas sumber daya manusia yang menurun. Masalah stunting di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang memerlukan intervensi efektif berbasis pangan lokal. Pelatihan pembuatan nugget tempe daun kelor ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap stunting sekaligus melatih keterampilan mereka dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bergizi yang bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Desember 2024 di Aula Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, sosialisasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 60% menjadi 90%, serta 73% peserta menyatakan minat menjadikan nugget sebagai peluang usaha. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan membuka peluang UMKM berbasis pangan lokal, yang diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan stunting dan penguatan ekonomi lokal. Rekomendasi meliputi keberlanjutan program melalui pendampingan pemasaran dan pelatihan lanjutan.
Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Terhadap Mencit Jantan Yang Di Induksi Oleum Ricini Ayu Sri Lestari; Muhammad Nurul Fadel; Bintari Tri Sukoharjanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2377

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat. Aksi farmakologis senyawa tersebut bervariasi dan mencakup kualitas antibakteri, antioksidan, antikanker, dan antidiabetes. Flavonoid, alkaloid, tanin, dan polifenol adalah beberapa komponen kimia yang diketahui terdapat dalam ekstrak daun pandan wangi. Beberapa di antaranya, seperti flavonoid dan tanin, memiliki sifat antidiare. Dalam penelitian ini, mencit yang diberikan minyak jarak (Oleum ricini) digunakan untuk menguji efek antidiare dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi. Metode penelitian ini menggunakan studi eksperimental. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun pandan wangi dengan dosis 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 1200 mg/kgBB mempunyai efek sebagai antidiare dalam penurunan konsistensi feses, frekuensi dan lama terjadinya diare pada mencit. Pada pengujian aktivitas antidiare ekstrak etanol 96% daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) memiliki aktivitas antidiare terhadap mencit, dengan dosis yang efektif sebagai antidiare adalah dosis 1200 mg/kgBB.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Di Kabupaten Brebes Dicky Bayu Setiyono; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2591

Abstract

Sabun Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam mengobati infeksi bakteri. Namun, penggunaan yang tidak tepat dan tidak berdasarkan anjuran medis dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan penggunaan antibiotik yang rasional di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik random sampling terhadap 100 responden yang pernah menggunakan antibiotik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara deskriptif serta uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik (57%) dan penggunaan antibiotik yang cukup (81%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan penggunaan antibiotik (p = 0,006). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berkelanjutan dan pemahaman yang baik tentang antibiotik penting untuk mendorong penggunaan yang lebih rasional serta mengurangi risiko resistensi di masa depan.
Optimasi Formulasi Body Lotion Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L) Menggunakan Kombinasi Asam Setearat Dan Trietanolamin (TEA) Indana Farikha Mawa; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3102

Abstract

Kulit sering terpapar radikal bebas dari polutan dan sinar ultraviolet, yang dapat merusak struktur kulit. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa antioksidan seperti xantone yang berpotensi melindungi kulit. Lotion, sebagai aplikasi lokal, efektif dalam memberikan manfaat perawatan kulit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lotion ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antioksidan yang baik, tetapi masalah daya sebar dan viskositas perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi body lotion ekstrak kulit manggis untuk memperoleh stabilitas fisik dan manfaat yang maksimal. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2² dengan dua faktor: konsentrasi asam stearat (6–10%) dan trietanolamin (TEA) (2–3%). Empat formula (F1, F2, F3, F4) diuji berdasarkan variasi konsentrasi tersebut untuk optimasi formulasi. Formula optimum body lotion berbasis ekstrak kulit manggis terdiri dari asam stearat 10% dan TEA 2%, dengan konsentrasi ekstrak sebesar 1,5%. Formula F2 menunjukkan karakteristik fisik terbaik dengan hasil prediksi dan validasi yang sangat mendekati, yaitu pH 7,43, daya lekat 2,27 detik, daya sebar 6,5 cm, dan viskositas 17.440 cP.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA TERAPI PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA PERIODE JANUARI–JUNI TAHUN 2025 Salma Karimah; Muhammad Nurul Fadel; Bintari Tri Sukoharjanti
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 11 (2026): Nusantara Hasana Journal, April 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i11.2015

Abstract

Pneumonia remains a major infectious disease contributing to significant morbidity and mortality, especially among adults and elderly patients. Antibiotic therapy as the main treatment for pneumonia must be rational to ensure therapeutic effectiveness, reduce antimicrobial resistance, and improve clinical outcomes. Objective: This study aimed to analyze the rationality of antibiotic use in hospitalized pneumonia patients at Universitas Gadjah Mada Academic Hospital during January–June 2025 based on the National Guidelines for Adult Pneumonia Management 2023. This study used a descriptive non-experimental design with a retrospective approach. A total of 92 patients were selected using purposive sampling. Rationality evaluation was conducted based on appropriate patient, indication, drug, dose, and route of administration. Most patients were aged >60 years (56.5%), male (53.3%), and had comorbidities (97.8%). Antibiotic use evaluation showed 100% appropriate patient selection, 100% appropriate indication, 95.9% appropriate drug selection, 93.8% appropriate dosing, and 100% appropriate route of administration. Overall, rational antibiotic use was found in 86 patients (93.5%), while 6 patients (6.5%) were categorized as irrational. Antibiotic use in pneumonia patients at RSA UGM was generally rational, although inappropriate drug selection and dosing remained issues requiring attention to optimize antibiotic therapy.
Uji Aktivitas Antifungi Mouthwash Spray dari Ektrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) terhadap Jamur Candida albicans Penyebab Stomatitis Mulyani, Siti; Rahmawati, Riana Putri; Fadel, Muhammad Nurul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10538

Abstract

Infeksi Candida albicans pada rongga mulut dapat menimbulkan ketidaknyamanan, sementara penggunaan antifungi sintetis jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping dan resistensi. Daun sirih merah (Piper crocatum) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan memformulasi sediaan mouthwash spray ekstrak etanol daun sirih merah serta mengevaluasi aktivitas antifungi terhadap Candida albicans menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, kejernihan, dan pola penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi parameter evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan bentuk), pH, viskositas, kejernihan, serta pola penyemprotan. Aktivitas antifungi ditunjukkan melalui zona hambat yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak, yaitu masing-masing sebesar 4,57 mm; 5,56 mm; dan 6,66 mm. Kontrol negatif tidak menunjukkan adanya aktivitas, sedangkan kontrol positif ketokonazol menghasilkan zona hambat sebesar 12,03 mm. Konsentrasi 15% menunjukkan hasil paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans dalam sediaan mouthwash spray. Hasil ini menunjukkan peningkatan aktivitas antifungi seiring kenaikan konsentrasi ekstrak. Ekstrak etanol daun sirih merah dapat dikembangkan sebagai bahan aktif mouthwash spray antifungi alami.
Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Gatal (Laportea aestuans L. Chew) Terhadap Staphylococcus aureus dengan Metode Dilusi Cair: Antibacterial Potential of Itchy Leaf Extract (Laportea aestuans L. Chew) Against Staphylococcus aureus Using Liquid Dilution Method Emma Jayanti Besan; Endang Setyowati; Muhammad Nurul Fadel; Ulfa Nabila Besan
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.720

Abstract

Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium often associated with skin infections and various other diseases. The increasing prevalence of antibiotic resistance has prompted the search for alternative antibacterial agents derived from medicinal plants. Daun Itch (Laportea aestuans L. Chew), a plant from Eastern Indonesia, known locally as daun itch, contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids, which are reported to have antimicrobial potential. This study aims to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract of daun itch against Staphylococcus aureus using the liquid dilution method. Daun itch was macerated using 70% ethanol for 5 days, phytochemical screening tests were carried out using two methods, namely Thin Layer Chromatography (TLC) and Tube Test. Observation of antibacterial activity by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) through a series of dilutions in Brain Heart Infusion (BHI) media. The results of phytochemical screening showed that the ethanol extract of daun itch contains flavonoids, saponins, tannins and terpenoids using TLC and Tube Test. Bacterial growth was assessed visually based on turbidity and confirmed by subculture on Mannitol Salt Agar (MSA). The MIC and MBC values ​​of the ethanol extract against Staphylococcus aureus were 300 mg/mL and 600 mg/mL, respectively. These concentrations indicate that the higher the concentration used, the greater the inhibitory effect on bacterial growth. These findings indicate that the extract of daun itch leaves has significant antibacterial activity against Staphylococcus aureus and can serve as a natural source of antibacterial agents. Further research is needed to isolate and characterize the active compounds that act as antibacterials.   ABSTRAK Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen yang sering dikaitkan dengan infeksi kulit dan berbagai penyakit lainnya. Prevalensi resistensi antibiotik yang semakin meningkat telah mendorong pencarian agen antibakteri alternatif yang berasal dari tanaman obat. Daun Gatal (Laportea aestuans L. Chew), tanaman dari Indonesia Timur, yang dikenal secara lokal sebagai daun gatal, mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid, yang dilaporkan memiliki potensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun gatal terhadap  Staphylococcus aureus menggunakan metode dilusi cair. Daun gatal dimaserasi menggunakan etanol 70% selama 5 hari, uji skrining fitokimia dilakukan dengan dua metode yaitu Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Uji Tabung. Pengamatan aktivitas antibakteri dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) melalui seri pengenceran dalam media Brain Heart Infusion (BHI). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gatal mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid menggunakan uji KLT dan Uji Tabung. Pertumbuhan bakteri dinilai secara visual berdasarkan kekeruhan dan dikonfirmasi dengan subkultur pada Mannitol Salt Agar (MSA). Nilai KHM dan KBM ekstrak etanol terhadap Staphylococcus aureus adalah 300 mg/mL dan 600 mg/mL. Konsentrasi tersebut menunjukkan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka efek penghambatan pertumbuhan bakteri juga akan meningkat.  Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun daun gatal memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan dapat berfungsi sebagai sumber alami agen antibakteri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri.
Integration of LC-HRMS-Based Metabolomics, INS-1 Cell Assays, and Molecular Docking to Elucidate the Synergistic Antidiabetic Mechanism of the Kunyit–Asam Herbal Formulation Muhammad Nurul Fadel; Emma Jayanti Besan; Nur Masyithah Zamruddin; Cut Intan Annisa Puteri; Nina Irmayanti Harahap
Fundamental and Applied Research in Medicine and Allied Sciences Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): May, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/farmasi.v1i1.391

Abstract

Diabetes mellitus remains a major global health burden, leading to growing interest in herbal formulations as complementary antidiabetic therapies. This study aimed to elucidate the synergistic antidiabetic mechanism of the traditional Kunyit–Asam herbal formulation by integrating LC-HRMS-based metabolomics, in vitro INS-1 pancreatic β-cell assays, and molecular docking analysis. Metabolomic profiling using LC-HRMS identified a diverse array of bioactive secondary metabolites, predominantly phenolic acids, flavonoids, and curcuminoids, which are associated with antidiabetic and antioxidant activities. Functional evaluation in INS-1 cells demonstrated that the Kunyit–Asam extract significantly enhanced glucose-stimulated insulin secretion (GSIS) and improved β-cell viability, indicating insulinotropic and cytoprotective effects. Furthermore, molecular docking analysis revealed that several identified metabolites exhibited strong binding affinities toward key diabetes-related molecular targets, including α-glucosidase, α-amylase, AMP-activated protein kinase (AMPK), insulin receptor substrate-1 (IRS-1), phosphoinositide 3-kinase (PI3K), and GLUT4 regulatory proteins. Integration of metabolomic, biological, and in silico findings suggests that the antidiabetic activity of Kunyit–Asam is mediated through multi-target modulation of insulin signaling pathways, inhibition of postprandial glucose-regulating enzymes, and protection against oxidative stress. These results support a synergistic pharmacological mechanism driven by multiple phytoconstituents rather than a single dominant compound. This study provides scientific evidence supporting the traditional use of Kunyit–Asam as an antidiabetic herbal formulation and offers valuable insights for future herbal-based drug development.
Vulnerability of Critical Medicine Supply Chains in Remote Islands: A System Dynamics Study in Maluku, Indonesia Fendy Prasetyawan; Emma Jayanti Besan; Muhammad Nurul Fadel; Ika Lismayani Ilyas
Fundamental and Applied Research in Medicine and Allied Sciences Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): November, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/farmasi.v1i2.431

Abstract

Ensuring the continuous availability of critical medicines in remote island regions remains a major challenge in decentralized health systems. This study examines the pharmaceutical supply chain in the remote islands of Maluku Province, Indonesia, through a supply chain mapping and vulnerability analysis using a System Dynamics (SD) approach. The findings indicate that fragmented governance structures, combined with extreme geographical dispersion, generate persistent vulnerabilities across procurement, distribution, and service delivery levels. Key reinforcing mechanisms driving medicine stockouts include delayed quantification and procurement processes, logistical bottlenecks in inter-island transportation, and shortages of skilled pharmaceutical personnel. The analysis further shows that interventions focused solely at the health facility level are insufficient to resolve systemic weaknesses. Instead, strengthening medicine security in Maluku requires integrated strategies at higher administrative levels, including investment in human capital, diversification of supply routes, strategic buffer management, and the use of transparent, data-driven logistics information systems. By adopting a systems-based analytical framework, this study provides evidence to support more resilient policy design for improving equitable access to essential medicines in Eastern Indonesia.
Co-Authors Achmad Ridwan Afina Mahmudah Ahmad Kholis Ahmad Kholis Akbar Maulana Hakim Akbar Seno Syafriansyah Akhyasin Akhyasin Alya Narulita Anggita Ayu Anisa Sholikhati Aqfianti Fadilatunnisa Astutik, Widhi Aulia Nur Mustaanah Ayu Sri Lestari Besan, Emma Jayanti Besan, Ulfa Nabila Bintari Tri Sukoharjanti Bintari Tri Sukoharjanti Chandra Arifin Charliandri Saputra Wahab Davva Ra'uf Raynadi Diah Andriani Kusumastuti Dicky Bayu Setiyono Dzukharian Munandar Dzukharian Munandar Eko Retnowati Elfanesya Silva Ema Jayanti Besan Emma Jayanti Besan Emma Jayanti Besan Emma Jayanti Besan Endang Setyowati Endang Setyowati Endang Setyowati Fahrudin Arif Faisal Akhmal Muslikh Fania Nurul Khoirunnisa Faza Rusyda Febriana, Laela Fendy Prasetyawan Findasari Firdyansyah, Diah Aprilia Fitri Apriliani Fitri Apriliani Galih Kurniawan Gempita Hutami Dameria Hamzah, Hasyrul Hardiyani Presticasari Hartini, Putri Tri Hasriyani Husnunnisa Ika Lismayani Ilyas Ika Mulyasari Ilhawa Zahra Indah Puspitasari Indana Farikha Mawa Indanah Intan Adevia Rosnarita Intansari Setyaningrum Irawati Indrianingrum Irvan Shahrul Hidayat Izda Rahmawati Julia Megawati Djamal Kadir, Mujtahid Bin And Khoirul Umami Lailatul Farikah Lathifatun Nida Noor Lisa Savitri M. Wahyu Ariawan Mega Putri Utami Mildawati, Ratna Muhamad Khudzaifi Muhammad Abdul Rozaq Muhammad Alviyan Shutiawan Muhammad Khudzaifi Muhammad Lathoiful Minan Muhammad Ridwanto Muhammad Zielal Askari Mulyasari, Ika Nadela Wahyu Wijaya Nanda Ardianto Nauval Alfarizi Nihayatus Sholekhah Nina Irmayanti Harahap Nirmala Manik Noor, Lathifatun Nida Nor Asiyah Nur Masyithah Zamruddin Nura Ali Dahbul Nurul Huda Oktadiana, Isma Puteri, Cut Intan Annisa Rahma, Siti Sofia Rahmawati, Riana Putri Ratna Mildawati Rhomah, Eka Hayati Ria Etikasari Riana Putri Rahmawati Rika Wahyu Pujiastini Rofiq, Abd Sabaan, Wahid Sabila Febrianisa Safira Selly Safitri Ayuningsih Sakila Jauza Adiba Salma Karimah Salmasfattah, Novyananda Salmasfattah, Novynanda Salsabila Khairunnisa Sholekhah, Nihayatus Siti Mulyani Siti Sofia Rahma Tsamrotul Ilmi Ulfa Nabila Besan Ulviani Yulia Husna Ummi Nurus Salamah Utami, Mega Putri Viren Ramadhan Wan Ismahanisa Ismail Yuliasari, Aulia Wahyu Yulis Trinovitawati Yuneka Saristiana