Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISASI DAN KINERJA MEMBRAN KOLAGEN BERKELANJUTAN LIMBAH UBUR-UBUR LHOKSEUMAWE SEBAGAI ADSORBEN AMONIA PADA PH 6.0–8.0 Muhammad Harsya Al Kafi; Diana Khairani Sofyan; Alfian Mahendra; Abiyyu Rakha Athaya; Rica Valensia; Taruna Heza Rifqi; Zulnazri Zulnazri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.21152

Abstract

Kondisi perairan pesisir Indonesia, khususnya di Lhokseumawe, Aceh, mengalami penurunan kualitas akibat pencemaran amonia dan fenomena overbloom ubur-ubur yang belum termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi kolagen dari limbah ubur-ubur (Catostylus tagi) hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan untuk disintesis menjadi membran nano-kolagen serta menguji efektivitasnya sebagai adsorben amonia. Ekstraksi kolagen dilakukan menggunakan asam asetat 0,5 M, yang kemudian dikarakterisasi dengan FTIR dan SEM. Membran dibuat dengan variasi cross-linker glutaraldehida dan diuji kinerja adsorpsinya terhadap larutan NH₄Cl 50 mg/L pada variasi pH 6,0; 7,0; dan 8,0. Hasil karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberhasilan ekstraksi dengan terpeliharanya struktur triple helix kolagen, sementara SEM menunjukkan morfologi membran berpori (2–5 µm). Uji adsorpsi menunjukkan efisiensi penyerapan amonia tertinggi sebesar 82,2% pada pH 7,0. Simpulan penelitian membuktikan bahwa membran kolagen dari limbah ubur-ubur Lhokseumawe berpotensi sebagai biofilter ramah lingkungan yang efektif untuk mengurangi pencemaran amonia, sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.Kata Kunci:  Kolagen, Ubur-ubur, Membran, Adsorpsi, Amonia, Lhokseumawe
Making Biochar from Coffee Grounds and Powder Waste Through the Torrefaction Process and Adding NaHCO3 Muhammad Faturrahman; Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi
Jurnal IPTEK Vol 29, No 1 (2025): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i1.6666

Abstract

This research examines biochar manufacture from waste coffee grounds and wood dust using the dry torrefaction method with a temperature ratio of  250°C  and 300°C. The adhesive used at 5% shows a calorific value of 6,786 cal, volatile matter 81.82%adb, water content 1.79%ar, and ash content 9.52%adb. Meanwhile, the adhesive at 7% obtained a calorific value of 6,264 cal, water content of 3.9%ar, volatile matter 81.82%ab, and ash content of 14.29%adb. The results of the functional group analysis with FT-IR of the two torrefaction biobriquettes showed the presence of CH and OH groups originating from cellulose compounds, indicating that the carbon quality in the torrefaction charcoal is still high. Activated charcoal products produced through torrefaction are briquettes using tapioca flour adhesive to be molded as bio briquettes, and the results are tough and not easily broken.
Diseminasi Pengetahuan Material Terbarukan Berbasis Biomassa melalui Webinar sebagai Upaya Peningkatan Literasi Teknologi Berkelanjutan Firda Tirta Yani; Fitriani; Zulnazri; Raudhatul Ulfa; Fahrizal Nasution; Ledy Mahara Ginting; Faisal; Iqbal Kamar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25405

Abstract

Pengembangan literasi dan kapasitas masyarakat akademik dalam bidang material terbarukan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai rekayasa proses material berbasis biomassa, khususnya produksi nanoselulosa serta pengembangan biokomposit film dan board. Webinar dilaksanakan secara daring dengan melibatkan narasumber dari BRIN dan diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan dan sektor industri. Tahap persiapan mencakup koordinasi tim, penentuan topik, penyusunan materi, pembuatan media publikasi, serta pengumpulan data registrasi peserta. Hasil registrasi menunjukkan bahwa 67,2% peserta telah mengetahui nanoselulosa, sementara 53,7% memahami konsep biokomposit, mencerminkan adanya variasi pengetahuan awal yang perlu dijembatani melalui kegiatan edukatif. Pelaksanaan webinar berlangsung efektif dengan penyampaian materi yang mendalam mengenai teknologi pemrosesan biomassa, prinsip produksi nanoselulosa, dan aplikasi biokomposit sebagai material ramah lingkungan. Webinar dihadiri oleh 75 peserta. Evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif terhadap kualitas materi dan relevansi tema terhadap kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak teoritis dan praktis berupa peningkatan literasi peserta, mendorong riset lanjutan, serta memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan biomassa dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular. Hasil ini menegaskan bahwa kegiatan webinar berperan strategis dalam memperluas pengetahuan dan memfasilitasi kolaborasi di bidang material terbarukan.
Hydrolysis of coffee pulp as raw material for bioethanol production: sulfuric acid variations Mawaddah Mawaddah; Adi Setiawan; Zulnazri Zulnazri; Almia Permata Putri; Naseer A. Khan; Vishal Jain
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6382

Abstract

Indonesia has enormous biomass resources due to its land territory is mostly surrounded by forests and agricultural area. One of the main agricultural commodities is Gayo Arabica coffee. Coffee agro-residue such as coffee-pulp contains glucose, organic matter, protein, nitrogen and high minerals. Therefore, coffee pulp can be a potential raw material for bioethanol production. In order to develop an effective technology for bioethanol production from coffee-pulp, it is necessary to investigate in early the way of glucose can be effectively prepared. In this preliminary investigation, glucose products ware prepared using two methods, i.e. method-I under several main-stages including extraction, delignification, and hydrolysis. While, under method-II, the sample was directly hydrolyzed at 100°C for 4 h. Under both methods, hydrolysis process to get glucose was performed by adding sulfuric acid (H2SO4) at various concentrations (8 wt.%, 10 wt.% and 12 wt.%). Based on analysis results, the highest glucose level, i.e. 17 % was obtained from method-II by adding 8 wt.% sulfuric acid. The less the amount of sulfuric acid added, the higher the glucose level produced. No difference in pH was found from both methods. The color of glucose produced under method-I is clearer compared to those prepared under method-II.
Penyuluhan Pembuatan Antiseptik Berbahan Herbal untuk Menghambat Pertumbuhan Kuman Zulnazri zulnazri; Agam Muarif; Rozanna Dewi; Adi Setiawan; Maizuar Maizuar; Ahmad Fikri
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan suatu zat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) pada jaringan hidup tanpa menyebabkan luka pada permukaan tubuh atau jaringan hidup tersebut. Salah satu bahan antiseptik adalah hand sanitizer berupa gel yang sering digunakan banyak orang sebagai media pencuci tangan yang praktis. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan ketersediaan produk antiseptik menjadi barang langka dan harganya cenderung lebih mahal dari biasanya. Hal ini terjadi karena meningkatnya pembelian oleh masyarakat, sedangkan ketersediannya terbatas. Selain itu, masyarakat semakin sulit untuk membeli antiseptik karena harga antiseptik yang tinggi sehingga kebutuhan untuk menjaga salah satu protokol kesehatan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan antiseptik alternatif lain yang mudah untuk dibuat dengan memanfaatkan tumbuhan herbal seperti daun sirih. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berupa penyuluhan pembuatan antiseptik dengan memanfaatkan tumbuhan herbal yang ada disekitar kita. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pembuatan antiseptik dari bahan herbal. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat mengurangi biaya pengeluaran tambahan untuk pembelian produk antiseptik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH MAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOGAS Mhd Aidil Anwar; Muhammad Muhammad; Zainuddin Ginting; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.17298

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa untuk menghasilkan energi memiliki potensi yang sangat besar. Perlakuan ini dapat mengurangi permasalahan pengelolaan sampah, polusi, emisi gas rumah kaca, pemanasan global dan penggunaan bahan bakar fosil. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob. Proses pembuatan biogas melibatkan dekomposisi bahan organik secara0anaerobik, di mana mikroorganisme, terutama bakteri penghasil metana, memainkan peran penting dalam menghasilkan energi0alternatif. Proses produksi biogas diawali dengan reaksi hidrolisis, asidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan limbah rumah makan (RM) dan kotoran sapi (KS) dengan perbandingan 60:40, 70:30, 50:50, 40:60, dan 30:70 dengan dilakukan uji kadar metana dan uji nyala api. Proses produksi biogas yang dihasilkan berada pada pH kisaran 7,4 - 7,7 . Seluruh pH pada proses produksi biogas ini cenderung mendekati netral. Suhu berada dalam kisaran 30oC - 35oC. Suhu tersebut merupakan suhu yang sesuai dengan negara indonesia yang beriklim tropis. Uji kadar metana tertinggi sebesar 41,61% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 60:40 Sedangkan kadar metana terendah terjadi pada minggu ketiga sebesar 38,84% dengan perbandingan sampah dengan kotoran sapi yaitu 70:30. Uji nyala api yang dihasilkan berwarna merah kekuningan yang menandakan gas yang dihasilkan masih mengandung gas pengotor lainnya (H2, CO2 dan N2).
PEMBUATAN BRIKET DARI AMPAS TEBU (SACCHARUM OFFICINALUM LINN) DAN SEKAM PADI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Indri Dwi Lamsari Tarmizi; Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi Rozanna Dewi; Leni Maulinda Leni Maulinda; Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.23548

Abstract

Karena kurangnya sumber daya alam, pengembangan energi alternatif semakin penting. Satu upaya untuk memanfaatkan sumber energi alternatif adalah dengan menggunakan energi biomassa. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kualitas briket arang dari limpah sekam padi dan ampas tebu. Penelitian ini menggunakan partikel arang digunakan dengan ukuran mesh 80 dan perekat tepung tapioka dengan larutan perekat 40%, 45%, 50%, 55%. Metode pirolisis digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah materi organik menjadi karbon. Metode ini membakar bahan bertujuan mengurangi kelembaban serta komponen tambahan yang tidak diperlukan untuk pembuatan karbon padat. Dalam penelitia mencakup pengujian kadar air, pengujian kadar abu, pengujian kadar zat terbang, pengujian fixed karbon, pengujian nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan serbuk arang dari sekam padi dan ampas tebu yang digunakan seimbang dengan 50 gram sekam padi 50 gram ampas tebu serta perekat tepung tapioka 40% kadar air 5,296%, kadar abu 5,639%, volatile metter 44,32%, fixed carbon 44,745% dan nilai kalor 4.48279 kal/g. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa nilai kadar air, kadar abu telah memenuhi persyaratan SNI.
Formulasi Sediaan Sabun Transparan dari Minyak Zaitun (Olive Oil) dengan Penambahan Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) Sebagai Antibakteri Nia; Zulnazri; Fikri Hasfita; Wusnah; Leni Maulinda
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sabun padat transparan berbasis minyak zaitun dengan penambahan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) sebagai antibakteri alami, serta menganalisis pengaruh variasi perbandingan minyak dan sukrosa terhadap karakteristik sabun. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan lima variasi rasio minyak zaitun terhadap minyak atsiri (10:1, 20:3, 30:5, 40:7, 50:9) dan empat variasi konsentrasi sukrosa (5 g, 10 g, 15 g, 20 g). Parameter uji meliputi pH, kadar udara, tinggi dan stabilitas busa, kadar asam lemak bebas, basa bebas, bilangan penyabunan, uji organoleptik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi minyak atsiri dan sukrosa mempengaruhi karakteristik sabun, baik dari segi kejernihan, kualitas fisik, maupun efektivitas antibakterinya. Formula terbaik diperoleh pada perbandingan minyak zaitun:kenanga 30:5 dengan penambahan sukrosa 15 g yang menghasilkan sabun dengan pH optimal, busa stabil, kadar udara sesuai, serta daya hambat antibakteri yang efektif. Penelitian ini menunjukkan potensi sabun alami dengan bahan aktif nabati sebagai alternatif produk higienis yang ramah kulit dan lingkungan.
Co-Authors -, Jalaluddin - . Suryati . Wusnah Abiyyu Rakha Athaya Achmad Roesyadi Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Setiawan Adli, Muhammad Fathur Adriyan Jondra Agam Muarif Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Kamal Arifin Ainun, Sarifah Alfathan Anshori Alfian Mahendra Almia Permata Putri Almia Permata Putri Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Andrie Kurniawan Indra Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Annisa Ramadina Arafah, Sadinda Ardiansyah, Zul Fadly Arif Maulana Arnawan Hasibuan Ashari, Muhammad Rayhan Atmaja, W Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari B. WIRJOSENTONO Bahri, Syamsul - Baihaqi Baihaqi Binawati Ginting Budhi Santri Kusuma Desma Rina Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dian, Hadyan Diana Khairani Sofyan Dinda Humaira Dwi Pratiwi Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eddy Kurniawan Eka Safitri Eki Supratiwi Elviana, Suci Eni Suryani Ersa, Nanda Savira Evi Maulida Ezwarsyah Ezwarsyah Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahrizal Nasution Faisal Faisal Faisal Fasdarsyah Fasdarsyah Febi Anriani Fibarzi, Wiza Ulfa Fika Anjana Fikri Hasfita Fikri Hasfita Firda Tirta Yani Firda Tirta Yani Firda, Hanisyah Firman Maulana, Firman Fitri, Safira Fitriani Gebrina Rizki Ginting, Zainuddin - HALIMATUD DAHLIANA Hannisyah Firda Hasbullah, Siti Aishah Hendi Setiawan Herman Fithra Hijiriani, Awi Anugrah Holila, Manna Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Indri Dwi Lamsari Tarmizi Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Jain, Vishal Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati Julinawati Kamar, Iqbal Khairi Suhud Khairul Anshar Khan, Naseer A. Lamkaruna Rizki Ledy Mahara Ginting Leni Maulinda Leni Maulinda Leni Maulinda Lestari, Juli Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Haikal Af M Sayuti M syarief Hidayatullah M. Asyabul Zikki Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Mahfuddara Mahfuddara Maizuar Maizuar Maizuar, M Maliki, S Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulida Yani Siregar Mawaddah Mawaddah Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Mira Amanda Muammar Khadafi Muarif, A Muhammad Daud Muhammad Faturrahman Muhammad Fauzan Muhammad Harsya Al Kafi Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, M Muliadi Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Mutiara Pujana Pujana Nabila Adhani Narul ZA Naseer A. Khan nashrun habib Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nia Novi Sylvia Novi Sylvia Novi Sylvia Novi Sylvia Noviansyah, F Nur Annisa Nura Usrina Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nursakinah Nursakinah Nurul Islami, Nurul Pane, Nurul Anisa Purwoko, Agus Putra, Reza Putri, Almia Permata Putri, Anggieta Putri putri, intan nanda Rafika Rafika Rahma Daniati Rahmi, Delfi Raihan Putri Ramadani, Fikri Fadli Ramadhan, C Ramadhana, Maqfirah Ratna Sari Raudhatul Jannah Raudhatul Ulfa Raudhatul Ulfa Raudhatul Ulfa Razi, Ar Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Rica Valensia Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rizzki Andira Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi Rozanna Dewi S. Syafi’ie Sagir Alva Salim, Muhammad Alfis Samsul Bahri SARAGIH, SINTA DEWI sari, niken sekar Seli Novianna Brutu Sinta Morina siti hardiana daulay Siti Khairunnisa Tambunan Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sry Rahmadani Sry Wahyuni Damanik Subhan A Gani Sulastri Sulastri Sulhatun Sulhatun Suryani, Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafrizal Fonna Syaiful Maliki Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taruna Heza Rifqi Ulfa, Raudhatul Vishal Jain Waizul Fahri Purba Wawan Atmaja Willy W Wusnah Yani, Firda Tirta Yaqinnas, Haqqul Yopi Aji Akbar Yulisda, Desvina Zahrani, Amilia Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zara Yunizar Zetta Fazira Zulmiardi, Zulmiardi