Pengembangan Usaha Tenun Ulos Erick Siregar di Desa Papande Kecamatan Muara. Tenun ulos merupakan warisan budaya Batak yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi tinggi, namun menghadapi tantangan seperti persaingan dengan produk modern, keterbatasan pemasaran, dan fluktuasi permintaan pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang inovatif agar usaha dapat berkembang dan bersaing.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, dan konsumen. Data kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memahami strategi pemasaran yang diterapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan meliputi segmentasi pasar berdasarkan kebutuhan adat, diferensiasi produk melalui pengembangan motif dan desain ulos, serta pemanfaatan pemasaran digital melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Strategi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi, jumlah pesanan, dan jangkauan pasar.Namun, terdapat kendala seperti kondisi geografis desa yang terpencil yang mempengaruhi distribusi produk. Kesimpulannya, strategi pemasaran inovatif yang diterapkan mampu mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan daya saing produk ulos di pasar.