Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECT OF VARIATION OF CEMENT WATER FACTOR IN CONCRETE MIXTURE WITH THE ADDITION OF PALM SHELL ON THE PRESSIVE STRENGTH OF NORMAL CONCRETE Teuku Farizal; Samsunan; Aulia Rahman; Murhaban; Al Munawir; Herri Darsan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 3 No. 1 (2023): April (April-June)
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v3i1.806

Abstract

Palm shell is a waste from palm oil production which is shaped like a shell with a hard layer character that aims to protect the palm kernels. The addition of palm shells to concrete is an innovation and breakthrough in the more productive use of palm oil waste. In this study, the percentage of addition of palm shells was used, among others, 0%, 7% and 14% by weight of cement with variations in the cement water factor (FAS) of 0.35, 0.45 and 0.50. The test object used was a cube (15 x 15 x 15) cm with a total of 9 test objects for each FAS with a test time of 28 days. The results of the concrete compressive strength test obtained data for FAS 0.35, the average compressive strength for BTCS was 348.15 kg/cm2, BDCSA (7%) was 363.07 kg/cm2 and BDCSB (14%) was 302.90 kg/cm2. FAS 0. 45 the average compressive strength for BTCS was 292.59 kg/cm2, BDCSA (7%) was 303.20 kg/cm2 and BDCSB (14%) was 249.27 kg/cm2. FAS 0.50 average compressive strength for BTCS was 273.09 kg/cm2, BDCSA (7%) was 271.53 kg/cm2 and BDCSB (14%) was 219.47 kg/cm2. The test results show that the average concrete compressive strength is influenced by the cement water factor (FAS) and the percentage of addition of palm shells in the concrete mix.
Peningkatan Kapasitas Siswa Madrasah dalam Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami melalui Edukasi Tanggap Darurat di MTsN 4 Suak Timah, Aceh Barat Zulyaden; Fazlina, Rita; Rinaldy; Veranita; Rahmat, Fitri Hasdanita; Djamaluddin; Purnamasari, Dewi; Farizal, Teuku
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 3 No 2 (2025): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v3i2.195

Abstract

Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas tektonik di zona subduksi Sumatra. Kondisi tersebut menuntut upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan non-struktural di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Objek kegiatan adalah siswa MTsN 4 Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kebencanaan, simulasi evakuasi gempa dan tsunami, serta evaluasi pemahaman siswa menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat sebagai mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait jenis bencana, tanda-tanda awal gempa dan tsunami, serta prosedur evakuasi yang benar. Siswa juga mampu mempraktikkan langkah-langkah tanggap darurat secara mandiri dan terkoordinasi. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
Bimbingan Praktik Jurnalisme Modern Bagi Mahasiswa UTU dan UIN Ar-Raniry pada Harian Serambi Indonesia Muzakkir; Murhaban; Farizal, Teuku; Arimi, Sailal; Ridha, Ismu
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.87

Abstract

Di era modern sekarang ini yang ditandai dengan perkembangan informasi berubah menjadi hal yang sangat krusial bagi kemajuan publik. Berita fake news dan hoaks yang dinilai sangat berpengaruh jika disajikan kepada masyarakat akan berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan manusia. Karenanya, diperlukan kepinteran dan ketelitian insan pers dalam mengkaji, dan melakukan interpretasi dengan perspektif jurnalistik bagi kemajuan jurnalisme modern melalui penggunaan platform media seperti media audiovisual, internet, media cetak, dan media elektronik untuk kebutuhan masyarakat, disaat berhadapan dengan tantangan media baru (new media). Sasaran bimbingan praktik jurnalisme modern bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang merupakan calon jurnalis diharapkan dapat menulis dan berkarya dengan penuh kreatif, menyuguhkan berita kepada masyarakat secara luas. Faedah bimbingan praktik jurnalisme modern ini, untuk menghasilkan dan mewujudkan jurnalis yang mampu menyumbankan pemikiran, gagasan dengan baik dan responsif menerima informasi dari berbagai chenal publikasi guna disajikan kepada publik. Dibutuhkan nalar, dan tindakan kritis jurnalis dalam mensikapi desas-desus, permasalahan dan informasi simpang siur yang muncul, sehingga tidak mudah tergiring opini yang keliru dan menyesatkan. Tujuan bimbingan ini, agar mahasiswa komunikasi tumbuh sikap jujur, mempunyai wawasan mengenai konsep dan melahirkan tulisan (karya) jurnalistik serta memiliki hati nurani yang jernih tentang suatu peristiwa. Bimbingan ini menggunakan cara atau teknik pembelajaran, tanya jawab, dan diskusi. Dampak dari bimbingan ini, mahasiswa sebagai calon jurnalis dapat menghidupkan dan menumbuhkan serta melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas untuk disebarluaskan kepada mansyarakat.
Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Jeuram Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Mengoptimalkan Produktivitas Pertanian Febrianti, Dian; Mawardi, Edi; Farizal, Teuku; Zakia, Zakia; willis, Ruhalena; Elviani, Elviani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.243

Abstract

AbstractThis study aimed to determine the priority of rehabilitation and maintenance of the Jeuram irrigation network in Nagan Raya Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Damage identification was carried out through field surveys on irrigation networks in Blang Ara Village and Cot Gud Village, which recorded moderate damage as the most dominant. The assessment of rehabilitation priorities was based on four criteria: patching leaks, vegetation control, channel rehabilitation, and channel cleaning, with patching leaks having the highest weight (0.634). The evaluation results showed that Minor Structural Repair was the top priority alternative with the highest performance score (2.05), followed by Irrigation Channel Edge Strengthening (1.95) and Irrigation Dam Reconstruction (1.80). The repair budget showed a dominance of concrete work, reflecting the need to strengthen the physical structure of the channel. The total budget required for Blang Ara Village is Rp33,291,247.24, while for Cot Gud Village it is Rp31,374,880.50. The AHP-based approach provides an objective assessment in determining rehabilitation priorities by considering the level of damage, budget efficiency, and its impact on agricultural productivity. The results of this study provide strategic guidance for more efficient and sustainable irrigation network management, supporting increased agricultural productivity, and ensuring the sustainability of irrigation systems for future needs.Keywords:Analytical hierarchy process (AHP); irrigation maintenance costs; irrigation infrastructure; irrigation repair prioritiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Jeuram di Kabupaten Nagan Raya menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan berbagai permasalahan fisik pada jaringan irigasi, antara lain retaknya dinding saluran, pertumbuhan vegetasi liar pada dinding dan dasar saluran, penutup saluran yang rusak dan berlubang, serta sedimentasi dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air. Selain itu, bangunan pelengkap irigasi berada dalam kondisi tidak memadai secara fungsi, sehingga tidak mampu mendukung distribusi air secara optimal ke lahan pertanian. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam kegiatan pemeliharaan dan operasional jaringan, menyebabkan banyak kerusakan yang tidak segera tertangani. Analisis kondisi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan sedang merupakan kategori dominan pada jaringan irigasi di Desa Blang Ara dan Desa Cot Gud. Penilaian prioritas rehabilitasi dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu penambalan kebocoran, pengendalian vegetasi, rehabilitasi saluran, dan pembersihan saluran. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa penambalan kebocoran memiliki bobot tertinggi (0,634), menandakan aspek ini sebagai faktor paling krusial dalam peningkatan kinerja jaringan. Alternatif perbaikan struktural minor menjadi prioritas utama dengan skor kinerja tertinggi (2,05), diikuti oleh penguatan tepi saluran irigasi (1,95) dan rekonstruksi bendungan irigasi (1,80). Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 33.291.247,24 untuk Desa Blang Ara dan Rp. 31.374.880,50 untuk Desa Cot Gud, dengan dominasi pekerjaan beton. Pendekatan AHP terbukti memberikan penilaian objektif dan efisien, serta menjadi dasar strategis dalam pengelolaan jaringan irigasi yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.    Kata Kunci:Analytical hierarchy process (AHP); biaya pemeliharaan irigasi; infrastruktur irigasi prioritas perbaikan irigasi 
VoIP Jitter Buffers in Practice: A Performance Comparison Across Commercial Networks Murhaban, Murhaban; Aisah, Siti; Farizal, Teuku; Suryadi, Suryadi; Mukhlizar, Mukhlizar; Muzakir, Muzakir
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 2: Desember 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The proliferation of Voice over Internet Protocol (VoIP) has revolutionized modern communication, offering cost-effective, feature-rich alternatives to traditional telephony. However, the inherent packet-switched nature of VoIP introduces challenges in maintaining real-time voice quality, primarily due to jitter—variations in packet arrival timing—and subsequent packet loss. This study empirically investigates the effectiveness of Jitter Buffer (JB) algorithms in mitigating these issues across diverse commercial network environments. Using a rigorous pre-test/post-test design, we evaluated VoIP call quality by deactivating and then reactivating JB mechanisms on the FreePBX platform. Utilizing standardized metrics, including Mean Absolute Deviation (MAD) for jitter quantification and packet loss rate, and employing the G.711 codec with Linphone clients across three distinct commercial ISPs, we captured and analyzed performance under controlled conditions. Baseline measurements revealed significant jitter and packet loss variations across ISPs, with one ISP exhibiting particularly precarious transmission stability. Post-implementation, our findings demonstrate substantial improvements across all ISPs. Notably, packet loss was reduced to 0% across all packets, and MAD values decreased dramatically, indicating significantly enhanced temporal stability. These results, further translated through the Mean Opinion Score (MOS) framework, confirm JB's critical role in stabilizing VoIP transmissions, validating its efficacy as a generalizable solution for improving voice quality and user experience in practical, real-world network conditions, irrespective of underlying ISP infrastructure disparities.
Co-Authors Agusmaniza, Roni Agustian, Kusmira Al Hafiz Al Munawir Al Munawir Al Zuhri Alisman, Alisman Almunawir, Almunawir Alvisyahri Alvisyahri Alvisyahri, Alvisyahri Amin, M. Arrie Rafshanjani Andi Yusra Andi Yusra Andrisman Satria Anhar Fazri Aulia Rahman Aulia Rahman Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Bambang Tripoli Bambang Tripoli Budi Aulia, Teuku Cut Nurrahmah Defry Basrin Desi Maulida Dewi Purnama Sari Dewi Purnamasari DIAN FEBRIANTI dian febrianti Dinda, Raina Parmitalia Djamaluddin Djamaluddin, Rahmat Edi Mawardi Elviani, Elviani Ersa, Nanda Savira Fachruddin Fachruddin Fadli Idris Faliqul Isbah Fazlina, Rita Firzan Firzan Fuji Akbar Emda Futri Syam Hartati, Rita Herdi Susanto Herri Darsan Husaini, Muhammad Zakki husna, shavira lidia Idris, Fadli Ikhsan Ikhsan Inseun Yuri Salena Jovanka Akhuya, ratu ratu juliana, rena Lissa Opirina M. Faisi Ikhwali Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Marbun Maidi Saputra Malia, Rezqi Mariani, Neni MASRURA, DELFIAN Masykur, Masykur Maulina, Putri Mawardi, Edi Meylis Safriani Mirza Adia Nova Muhammad Ikhsan Muhammad Irwansyah, Muhammad Mukhlizar, Mukhlizar Murhaban Murhaban Murhaban Murhaban Murniati, Sara Muzakir Muzakkir Muzakkir Muzakkir Opirina, Lissa Prayogo, Wisnu Putri, Suci Alinda Rafshanjani, M. Arie Rahmat Djamaluddin Rahmat, Fitri Hasdanita Raina Parmitalia Dinda Raudhatun Nafisah Reza Purnama Rezqi Malia Ridha, Ismu Rinaldy Rinaldy Rinaldy Rinaldy Rinaldy Rinaldy Rinaldy Rita Fazlina Rita Fazlina rita, rita yolanda putri Roziandi Safriani, Meslis Safriani, Meylish Said Fadhlain Sailal Arimi samsunan Samsunan Samwil, Samwil Sartika, Opa Sempena, Iwan Doa Siti Aisah Solly Aryza Supardi, Joli Suryadi Suryadi Syari, Zammiq Syurkarni Ali T. M. Azis Pandria Tripoli, Bambang Veranita Veranita Veranita Veranita Veranita Veranita, Veranita willis, Ruhalena Yasrizal Yusra, Andi Yusra, Cut liliiza Zakia Zakia zakia, Zakia Zakir Husin Zakir Husin Zuhrami DE Zuhrami DE Zulyaden Zulyaden, Zulyaden