Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Aset Daop 2 Bandung Putri Wahyudin, Nurraisa; Sri Suwarsi; Allya Roosallyn Assyofa
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.8504

Abstract

Abstract. Competence is very important in supporting employee performance, many efforts have been made by companies to improve this competence, including through various training, internships, education and others. Because employees are competent they are able to master a task. In addition to the competency factors that need to be considered by the company is the work environment which includes the physical work environment and non-physical work environment. This research was conducted at PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung Asset Unit. This study aims to analyze the level of employee competence, work environment and employee performance, as well as to determine the influence of employee competence on employee performance, to determine the influence of the work environment on employee performance. and to determine the influence of employee competence and work environment on employee performance at. The population in this study are employees of PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung Asset Unit with a total population of 214 employees, while the sample used was 68 according to calculations using the Slovin Formula method. Types and sources of data used are primary data and secondary data. While the technique of data collection using a questionnaire. This research uses quantitative methods. The statistical method used to analyze the research data is multiple linear regression analysis using SPSS Software Version 24. The results show that: (i) employee work potential is categorized as high, (ii) work environment is in the high/good category, and (iii) performance Employees in the High/Good category, (iv) the influence of competence on employee performance is low at 15,8 %, (v) the effect of the work environment on employee performance is low at 19,3 % and (vi) the influence of employee competence and the work environment on employee performance is very high, namely 79,7%. Abstrak. Kompetensi sangat penting dalam mendukung kinerja karyawan, banyak upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kompetensi ini diantaranya melalui berbagai pelatihan, magang, pendidikan dan lainnya. Karena karyawan yang kompeten mereka mampu menguasai suatu tugas. Selain kompetensi faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah lingkungan kerja yang meliputi lingkungan kerja fisik maupun lingkungan kerja non fisik. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Unit Aset Daop 2 Bandung.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat Kompetensi Karyawan, Lingkungan Kerja dan Kinerja Karyawan, Juga untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada,untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada. dan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada. Populasi pada penelitian ini yaitu karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Unit Aset Daop 2 Bandung dengan jumlah populasi sebanyak 214 karyawan, sedangkan sample yang digunakan berjumlah 68 orang sesuai perhitungan dengan menggunakan metode Rumus Slovin. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan Software SPSS Versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i) kompotensi karyawan kategorikan tinggi, (ii) lingkungan kerja kategori tinggi/ baik,dan (iii) kinerja karyawan kategori tinggi/baik, (iv) pengaruh kompetensi karyawan terhadap kinerja karyawan adalah rendah sebesar 15,8 %, (v) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah rendah yaitu sebesar 19,3 % dan (vi) pengaruh kompetensi karyawan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sangat tinggi yaitu sebesar 79,7% .
Pengaruh Budaya Kerja dan Toxic Work Environment terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung Puspita, Azzahra Rachma; Suwarsi, Sri
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.8681

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the phenomenon that occurs where there are problems related to the influence of work culture and Toxic Work Environment on employee job satisfaction, so this study aims to determine the effect of work culture and Toxic Work Environment on Employee Job Satisfaction at PT. Tiki Jalan Nugraha Ekakurir (JNE) Bandung Main Office Branch. The type of research used is quantitative research with descriptive analysis methods. In operating the calculations using the SPSS program version 25.0. The variables in this study are work culture, Toxic Work Environment and employee job satisfaction. Collection of data obtained through observation and questionnaires. The sampling technique is saturated sampling. The respondents of this study were employees of the all support team at PT Jalur Nugraha Ekakurir, the Bandung main office branch, with a total of 67 employees. The results of this study concluded that: 1). Employee Work Culture PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is in the High category. 2). Toxic Work Environment Employees of PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is in the Low category. 3). Employee Satisfaction PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is in the High category 4). The Magnitude of Work Culture Influence on Employee Job Satisfaction PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is 53.4% with a positive and significant relationship. 5). The Influence of Toxic Work Environment on Employee Job Satisfaction at PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is 31.5% with a negative and significant direction. 6). The magnitude of the Influence of Work Culture and Toxic Work Environment on Job Satisfaction at PT. (JNE) Bandung Main Office Branch is 84.9%. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa terdapat masalah yang berkenan dengan pengaruh budaya kerja dan Toxic Work Environment terhadap kepuasan kerja karyawan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan Toxic Work Environment tersebut terhadap Kepuasan kerja Karyawan di PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Dalam mengoperasikan perhitungannya menggunakan program SPSS versi 25.0. Variabel dalam penelitian ini yaitu budaya kerja, Toxic Work Environment dan kepuasan kerja karyawan. Pengumpulan data yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner. Teknik penarikan sampel adalah sampling jenuh. Responden penelitian ini adalah karyawan tim all support PT Jalur Nugraha Ekakurir cabang kantor utama Bandung yang berjumlah 67 orang karyawan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Budaya Kerja Karyawan PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung berada dalam kategori Tinggi.2). Toxic Work Environment Karyawan PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung berada dalam kategori Rendah.3). Kepuasan Karyawan PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung berada dalam kategori Tinggi 4).Besarnya Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung adalah sebesar 53,4% dengan arah hubungan positif dan signifikan.5).Besarnya Pengaruh Toxic Work Environment Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung adalah sebesar 31,5% dengan arah hubungan negatif dan signifikan.6).Besarnya Pengaruh Budaya Kerja dan Toxic Work Environment Terhadap Kepuasan Kerja PT. (JNE) Cabang Kantor Utama Bandung adalah sebesar 84,9%.
Pengaruh Manajemen Talenta dan Manajemen Pengetahuan terhadap Kinerja Karyawan Prasetio, Yoga; Suwarsih, Sri; Assyofa, Allya Roosalyn
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9014

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the phenomenon that occurred at PT Rosin Devot Internasional which showed problems regarding the talent management process and knowledge management that was not optimal, as well as a decrease in employee performance. The purpose of this study was to determine how talent management, knowledge management, employee performance, the effect of talent management and knowledge management partially or simultaneously on employee performance with a descriptive research type and quantitative approach. The data sources used are primary data obtained from the field and secondary data in the form of library data sourced from books and the internet. The object of this research is all employees of PT Rosin Devot Internasional which is engaged in manufacturing, namely the management of natural resources such as pine. The sample in the study was 66 people, using the random sampling method. In analyzing the research results using multiple linear regression analysis and using the SPSS 26 application. the analyzed research results show that PT Rosin Devot International's talent management is well-integrated in developing, retaining, and succession strategies. Knowledge management has not been fully managed to the maximum, the low level of identifying knowledge, sharing knowledge and using knowledge. Employee performance is in a good category, talent management partially affects employee performance, knowledge management partially affects employee performance, talent management and knowledge management simultaneously have a significant effect on employee performance with a calculated value of 0.000 <0.05 and an Fcount value of 22.872> Ftable 3.12 at PT Rosin Devot International. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi di PT Rosin Devot Internasional yang menunjukkan adanya permasalahan mengenai proses manajemen talenta dan manajemen pengetahuan belum optimal, serta terjadi penurunan kinerja karyawan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen talenta, manajemen pengetahuan, kinerja karyawan, pengaruh manajemen talenta dan manajemen pengetahuan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari lapangan dan data sekunder berupa data pustaka yang bersumber dari buku maupun internet. Adapun objek penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Rosin Devot Internasional yang bergerak di bidang manufaktur yaitu pengelolaan sumber daya alam seperti pinus. Untuk sampel pada penelitian adalah sebanyak 66 orang, dengan menggunakan metode random sampling. Dalam menganalisis hasil penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda dan menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukkan bahwa manajemen talenta PT Rosin Devot Internasional terintegerasi dengan baik dalam mengembangkan, mempertahankan, dan strategi suksesi. Manajemen pengetahuan belum sepenuhnya dapat dikelola secara maksimal, rendahnya mengidentifikasi pengetahuan, berbagi pengetahuan dan penggunaan pengetahuan. Kinerja karyawan berada dalam kategori yang baik, manajemen talenta berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan, Manajemen pengetahuan secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karayawan, Manajemen talenta dan manajemen pengetahuan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai hitung sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 22,872 > Ftabel 3,12 pada PT Rosin Devot Internasional.
Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen. Nur Aisyah, Anjali; Sri Suwarsi; Firman Shakti Firdaus
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9067

Abstract

Abstract. In the company work life balance is a term for balancing personal life and work. The balance that occurs between each employee is viewed from work life and personal life. Which if every millennial generation employee cannot balance his role, it can lead to the intention to quit his job. Millennial generation employees who cannot balance their time and dual roles can cause turnover intention in the CTBC Bank Agency company. This study aims to (i) analyze the Work Life Balance of Millennial Generation employees at the CTBC Bank Agency office (ii) to determine the Turnover Intention of Millennial Generation employees at the CTBC Bank Agency office (iii) to determine and analyze the effect of Work Life Balance on Turnover Intention of Millennial Generation Employees at the CTBC Bank Agency office in Bandung City. In this research, researchers involved 30 millennial generation employees who became research samples. In exploring data, researchers use primary data which includes questionnaires, interviews, observations and also secondary data including documents, books using the IBM SPSS 25 program as data analysis. The method used in this research is quantitative with a descriptive verification approach. The results of this research are (i) Work life balance of millennial generation employees of the CTBC Bank Agency has been assessed as good, meaning that millennial generation employees have a good ability to balance work demands with personal and family needs (ii) Turnover intention of millennial generation employees in the high category means that millennial generation employees are able to balance the level of work so as to reduce the desire and reduce thoughts of leaving the company so that it is considered good (iii) Work life balance has a significant negative effect on Turnover intention of millennial generation employees. The results obtained are that the higher the work life balance carried out, the lower the level of turnover intention. Conversely, the lower the work life balance, the higher the turnover intention level. Abstrak. Didalam perusahaan work life balance merupakan suatu istilah untuk menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Keseimbangan yang terjadi di antara setiap karyawan ditinjau dari kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Yang dimana jika setiap karyawan generasi milenial tidak dapat menyeimbangkan perannya, maka dapat menimbulkan niat untuk berhenti dari pekerjaannya. Karyawan generasi milenial yang tidak dapat menyeimbangkan waktu dan peran gandanya dapat menimbulkan turnover intention diperusahaan Agensi Bank CTBC. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis Work Life Balance karyawan Generasi Milenial di kantor Agensi Bank CTBC (ii) untuk mengetahui Turnover Intention karyawan Generasi Milenial di kantor Agensi Bank CTBC (iii) untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Work Life Balance terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Milenial di kantor Agensi Bank CTBC Kota Bandung. Dalam riset ini peneliti melibatkan 30 karyawan generasi milenial yang menjadi sampel penelitian. Dalam menggali data, peneliti menggunakan data primer yang meliputi kuisioner, wawancara, observasi dan juga data sekunder meliputi dokumen, buku menggunakan program IBM SPSS 25 sebagai analisis data. Adapun metode yang digunakan dalam riset ini adalah bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Hasil penelitian riset ini adalah (i) Work life balance karyawan generasi milenial Agensi Bank CTBC telah dinilai baik artinya karyawan generasi milenial memiliki kemampuan yang baik dalam menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi dan keluarga (ii) Turnover intention karyawan generasi milenial dalam kategori tinggi artinya karyawan generasi milenial mampu menyeimbangkan tingkat pekerjaan sehingga mengurangi keinginan dan mengurangi pikiran-pikiran untuk meninggalkan perusahaan sehingga dinilai baik (iii) Work life balance berpengaruh signifikan negative terhadap Turnover intention karyawan generasi milenial. Hasil yang didapatkan yaitu semakin tinggi work life balance yang dilakukan maka akan semakin rendah tingkat turnover intention. Sebaliknya, semakin rendah work life balance maka akan semakin tinggi tingkat turnover intention.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan Generasi Milenial di PT. Bank Mega Tbk Cabang Tendean Niutami, Riri; Suwarsi, Sri
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9080

Abstract

Abstract. Human resources are the main key in advancing the company, millennial employees are believed to be able to provide progress in the company. To improve employee performance, one of the aspects needed is appropriate leadership. PT. Bank Mega Tbk Tendean Branch requires its employees to have high performance in order to achieve company goals, one of which can be influenced through their leadership style. The leadership style that is considered suitable for millennial generation employees is a transformational leadership style, in which leaders can motivate subordinates to achieve the highest performance and contribute to the success of the company by developing competencies and meeting employee needs. This study aims to (i) analyze the Transformational Leadership Style based on Millennial employee perceptions (ii) find out how Millennial Employee Performance is, and (iii) find out whether there is an influence of Transformational Leadership Style on Millennial Employee Performance. Researchers use descriptive and verification methods, with a quantitative research approach and operate the calculations using the IBM SPSS program. Data collection was obtained through interviews, questionnaires, documentation and literature study. The sampling technique used is saturated sampling. Respondents in this study were millennial generation employees with a total of 31 employees. The results of this study conclude that: 1) The transformational leadership style based on the perceptions of millennial employees is included in the very good category. 2) The performance of millennial generation employees is included in the very good category. 3) There is a significant influence between the Transformational Leadership Style variable on Millennial Generation Employee Performance. Abstrak. Sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam memajukan perusahaan, karyawan milenial dipercaya dapat memberikan kemajuan dalam perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, salah satu aspek yang diperlukan yaitu kepemimpinan yang sesuai. PT. Bank Mega Tbk Cabang Tendean mengharuskan karyawannya memiliki kinerja yang tinggi agar tujuan perusahaan tercapai, yang salah satunya dapat dipengaruhi melalui gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan yang dianggap cocok bagi karyawan generasi milenial adalah gaya kepemimpinan transformasional, yang dimana pemimpin dapat memotivasi bawahan untuk mencapai kinerja tertinggi serta berkontribusi pada keberhasilan perusahaan dengan mengembangkan kompetensi dan memenuhi kebutuhan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis Gaya Kepemimpinan Transformasional berdasarkan persepsi karyawan Milenial (ii) mengetahui bagaimana Kinerja Karyawan Milenial, dan (iii) mengetahui apakah terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan Milenial. Peneliti menggunakan metode deskriptif dan verifikatif, dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan mengoperasikan perhitungannya menggunakan program IBM SPSS. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial dengan jumlah 31 karyawan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Gaya kepemimpinan transformasional berdasarkan persepsi karyawan milenial termasuk ke dalam kategori sangat baik. 2) Kinerja karyawan generasi milenial termasuk ke dalam kategori sangat baik. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan generasi milenial.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kusuma Cahyani, Regita; Sri Suwarsi
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9249

Abstract

Abstract. A factor that can affect the level of success of company goals is the quality of good human resources, namely employees who play an important role in carrying out and carrying out company activities. The method used in this study is a verification method using a quantitative approach. The population of this study were 161 employees of the West Java Tourism and Culture Office and a sample of 115 employees of the West Java Tourism and Culture Office using the slovin formula. The results of hypothesis testing show that the Leadership Style in the West Java Tourism and Culture Office is included in the good category, Work Discipline in the West Java Tourism and Culture Office is included in the good category, Performance in the West Java Tourism and Culture Office is included in the good category, Leadership Style has a significant effect on Employee Performance by 67.5% and is included in the strong category, Work Discipline has a significant effect on Employee Performance by 43.3% and is in the medium category, and Leadership Style and Work Discipline affect Employee Performance in the Tourism Office and West Java Culture of 75.6% and are included in the strong category. Abstrak. Faktor yang bisa mempengaruhi taraf keberhasilan tujuan perusahaan merupakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi yaitu pegawai yang memainkan peran yang signifikan dalam melakukan dan menjalankan kegiatan perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode verifikatif menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini sebanyak 161 pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dan sampel sebanyak 115 pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dengan menggunakan rumus slovin. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa Gaya Kepemipinan yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat termasuk ke dalam kategori baik, Disiplin Kerja yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat termasuk ke dalam kategori baik, Kinerja yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat termasuk ke dalam kategori baik, Gaya Kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai sebesar 67,5% dan termasuk kategori kuat, Disiplin Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai sebesar 43,3% dan termasuk kategori sedang, dan Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebesar 75,6% dan termasuk kategori kuat.
Pengaruh Employer Branding Berbasis Development Value terhadap Loyalitas Karyawan pada Coca-Cola Official Distribution Bandung Pernanda, Teguh Satrio; Sri Suwarsi; Indra Fajar Alamsyah
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9257

Abstract

Abstract. Employer branding based on development values plays a very important role in building employee loyalty. This is because employees tend to respond positively to companies that show a commitment to developing their potential and helping them develop professionally. This study aims to analyze the effect of developing value-based employee branding on employee loyalty at Coca-Cola Official Distribution. Coca-Cola Authorized Distribution is an authorized distribution company operating within the Coca-Cola product supply chain. This study uses a quantitative approach using a questionnaire as a data collection instrument. The research sample consisted of employees working in the sales department of Coca-Cola Official Distribution. The focus of the research is the influence of Employer Branding applied by companies that are oriented towards developing employee values. The results of this study indicate that employee branding based on developmental values at Coca-Cola Official Distribution has been running well and effectively in several ways that the company has done to make employees feel more comfortable while working at the company. The results of this study also indicate that employee loyalty to Coca-Cola Official Distribution can be categorized as quite good, as evidenced by the presence of employees who have long devoted themselves to the company and continue to try to help the company achieve its goals or targets. This study also found that development value-based employee branding components, such as clear development opportunities, relevant training programs, effective mentoring, and structured career paths, have a significant influence on the level of employee loyalty at Coca-Cola Official Distribution. The practical implication of this study is the importance of Coca-Cola Authorized Distribution companies in implementing an effective development value-based employee branding strategy. By paying serious attention to developing employee values, companies can increase employee loyalty and motivate them to continue to make positive contributions in the long term. Abstrak. Employer branding berbasis development value memainkan peran yang sangat penting dalam membangun loyalitas karyawan. Ini karena karyawan cenderung merespons positif terhadap perusahaan yang menunjukkan komitmen dalam mengembangkan potensi mereka dan membantu mereka tumbuh secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employer branding berbasis development value terhadap loyalitas karyawan di Coca-Cola Official Distribution. Coca-Cola Official Distribution merupakan perusahaan distribusi resmi yang beroperasi dalam rantai pasokan produk Coca-Cola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari karyawan yang bekerja di departemen sales di Coca-Cola Official Distribution. Fokus penelitian adalah pada pengaruh employer branding yang diterapkan oleh perusahaan yang berorientasi pada pengembangan nilai karyawan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa employer branding berbasis development value di Coca-Cola Official Distribution sudah berjalan dengan baik dan efektif dengan beberapa cara yang telah di lakukan perusahaan untuk membuat karyawan merasa lebih nyaman ketika bekerja di perusahaan. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa loyalitas karyawan di Coca-Cola Official Distribution dapat dikategorikan cukup baik, terbukti dengan adanya karyawan yang sudah lama mendedikasikan dirinya terhadap perusahaan dan terus berusaha membantu perusahaan dalam mencapai tujuan atau target perusahan. Penelitian ini juga menemukan bahwa komponen-komponen employer branding berbasis development value, seperti kesempatan pengembangan yang jelas, program pelatihan yang relevan, pendampingan yang efektif, dan jenjang karir yang terstruktur, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat loyalitas karyawan di Coca-Cola Official Distribution. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya perusahaan Coca-Cola Official Distribution dalam menerapkan strategi employer branding berbasis development value yang efektif. Dengan memberikan perhatian yang serius pada pengembangan nilai karyawan, perusahaan dapat meningkatkan loyalitas karyawan dan memotivasi mereka untuk tetap berkontribusi secara positif dalam jangka panjang.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Sapitri, Fira; Sri Suwarsi; Allya Roosallyn Assyofa
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9334

Abstract

Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one of the important elements for the success of a company. In supporting this success, several aspects are needed, one of which is emotional intelligence and a good work environment. if these two aspects do not go well then work cannot be decomposed on time and differences of opinion occur between employees in the company, as is the case with the object of research that researchers are currently doing. This study aims to (i) analyze how emotional intelligence, (ii) analyze how the work environment (iii) analyze the results of employee performance, (iv) to determine the effect of emotional intelligence on employee performance, (v) to determine the effect of the work environment on employee performance and (vi) to determine the effect of emotional intelligence and work environment on employee performance at PT Putra Saluyu. In this study, researchers involved a population of 80 employees who were also the sample for the study. In gathering data, researchers used primary data which included questionnaires, interviews, observations and also secondary data including books and the results of other people's research. The method used in this research is quantitative with a descriptive approach. The results of the study show that (i) the level of emotional intelligence is in the high category, meaning that employees have intelligence as seen from self-awareness, self-regulation, self-motivation, empathy and social skills. (ii) The work environment is in the high category, meaning that employees have assessed their work environment which consists of a physical work environment and non-physical work environment has been assessed as good (iii) employee performance is in the high category meaning that employee performance consisting of quality, quantity, cooperation, initiative, responsibility is only considered good (iv) the effect of emotional intelligence on the performance of employees in the company shows a low effect of 16.1% (v) the effect of the work environment on the performance of employees in the company shows a low effect of 19.3% (vi) the effect of emotional intelligence and the work environment on the performance of company employees shows a sufficient effect of 22.3%. . The results obtained are not so good, this shows that the company has carried out the formation of emotional intelligence and maintains the work environment, but must make improvements in order to maximize employee performance. Abstrak. Manajemen Sumber Daya Manusia yang dikelola dengan penuh upaya sangatlah diperlukan agar dapat meningkatkan hasil kinerja karyawan yang baik, karena Kinerja karyawan salah satu unsur penting untuk keberhasilan dari sebuah perusahaan dalam menunjang keberhasilan tersebut diperlukan beberapa aspek salah satunya seperti kecerdasan emosional dan lingkungan kerja yang baik, jika dua aspek tersebut tidak berjalan dengan baik maka pekerjaan yang tidak bisa terselesaikan dengan tepat waktu dan terjadi perbedaan pendapat antar karyawan di peusahaan ,seperti halnya dengan objek penelitian yang peneliti lakukan pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis bagaimana kecerdasan emosional,(ii) menganalisis bagaimana lingkungaan kerja (iii) menganalisis hasil kinerja karyawan, (iv) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan,(v) untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dan (vi) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Putra Saluyu. Dalam riset ini peneliti melibatkan populasi sebanyak 80 karyawan yang sekaligus menjadi sample untuk penelitian. Dalam menggali data, peneliti menggunakan data primer yang meliputi kuisoner, wawancara, observasi dan juga data sekunder meliputi buku dan hasil riset peneliti sebelumnya. Adapun metode yang digunakan dalam riset ini adalah bersifat kuantitatif dengan pendekatandeskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (i) tingkat kecerdasan emosional berada dalam kategori tinggi artinya bahwa karyawan memiliki kecerdasan yang dilihat dari kesadaran diri, pengaturan diri,motivasi diri,empati dan keterampilan sosial telah dinilai baik (ii) Lingkungan Kerja berada di dalam kategori tinggi artinya bahwa karyawan telah menilai lingkungan kerja mereka yang terdiri dari lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik telah dinilai baik (iii) kinerja karyawan berada di dalam kategori tinggi artinya bahwa kinerja karyawan yang terdiri dari kualitas,kuantitas,kerjasama, inisiatif, tanggung jawab hanya dinilai baik (iv) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan di perusahaan menunjukan pengaruh yang rendah sebesar 16,1 % (v) pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan menunjukan pengaruh yang rendah sebesar 19,3 % (vi) pengaruh kecerdasan emosional dan Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan menunjukan pengaruh yang cukup sebesar 22,3%. . Hasil yang didapat kurang begitu baik ini menunjukkan bahwa perusahaan telah melaksanakan pembentukan kecerdasan emosional dan menjaga lingkungan kerja, namun harus melakukan peningkatan agar dapat memaksimalkan hasil kerja karyawan.
Pengaruh Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Konstruksi di PT. Putra Saluyu Wulandari; Sri Suwarsi; Indra Fajar Alamsyah
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v3i2.9337

Abstract

Abstract. Within the company, a management is needed that will organize and run this K3 program which is called Occupational Safety and Health Management (K3 Management) because K3 is indeed very important for the company. Especially for companies in the construction sector as well as the object of research that researchers are currently doing because work accidents often occur in companies and are always increasing every year, this is due to the weak implementation of the K3 management system in these companies. This study aims to (i) analyze how OSH management is implemented, (ii) analyze employee performance results (iii) to determine the influence of OSH management on employee performance at PT Putra Seluyu. In this research, researchers involved a population of 80 employees who were also the sample for the study. In gathering data, researchers used primary data which included questionnaires, interviews, observations and also secondary data including books and other people's research results. The method used in this research is quantitative with a descriptive approach. The results of this research are (i) the implementation of OSH management based on employees' perceptions has been assessed as good by the company, meaning that the company has been assessed as good in terms of OSH policies, OSH management planning and evaluation (ii) the performance of employees in the company is in the high category, meaning that the performance of employees who consisting of quality of work, quantity of work and responsibility have been assessed as good (iii) the influence of OSH management on the performance of employees in the company shows a low effect. The results obtained are not very good, this indicates that the company has implemented K3. Abstrak. Didalam perusahaan diperlukan suatu manajemen yang akan mengatur dan menjalankan program K3 ini yang disebut dengan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Manajemen K3) karena memang K3 itu sangat penting bagi perusahaan. Apalagi bagi perusahan-perusahan dibidang kontruksi seperti halnya dengan objek penelitian yang peneliti lakukan saat ini karena pada perusahaan ini sering terjadi kecelakaan kerja dan selalu meningkat setiap tahunnya, hal ini dikarenakan lemahanya implementasi manajemen K3 di perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis bagaimana pelaksanaan manajemen K3, (ii) menganalisis hasil Kinerja Karyawan (iii) Untuk mengetaui Pengaruh Manajemen K3 terhadap Kinerja Karyawan di PT Putra Seluyu. Dalam riset ini peneliti melibatkan populasi sebanyak 80 karyawan yang sekaligus menjadi sample untuk penelitian. Dalam menggali data, peneliti menggunakan data primer meliputi kuisoner, wawancara, observasi dan data sekunder meliputi buku dan hasil riset orang lain. Adapun metode yang digunakan dalam riset ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian riset ini adalah (i)Implementasi manajemen K3 berdasarkan persepsi dari karyawan telah dinilai baik oleh perusahaan artinya perusahaan telah dinilai baik dalam hal kebijakan K3, perencanaan manajemen K3 dan evaluasi (ii) kinerja karyawan pada perusahaan dalam kategori tinggi artinya bahwa kinerja karyawan yang terdiri kualitas kerja , kuantitas kerja dan tanggung jawab telah dinilai baik (iii) pengaruh manajemen K3 terhadap kinerja karyawan di perusahaan menunjukan pengaruh yang rendah. Hasil yang didapat kurang begitu baik ini menunjukkan bahwa perusahaan telah melaksanakan Manajemen K3.
Pengaruh Kepemimpinan Situasional dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. Agro Perkasa Jakarta Utara Wafa Widad Kartika; Suwarsi, Sri; Wirayudha, Aditia
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i1.10093

Abstract

Abstract. Employee job satisfaction is one of the important aspects for employees to stay happy and also give their best level. Increased employee job satisfaction can be influenced by situational leadership and work motivation. With high leadership and motivation will encourage employees to work in a disciplined manner which will ultimately encourage job satisfaction. This study aims to determine how the condition of situational leadership, work motivation, and job satisfaction at PT. Agro Perkasa and to determine the effect of situational leadership's , work motivation on job satisfaction . The method used in this research is descriptive analysis and verification using a quantitative approach. Data collection techniques were obtained by distributing questionnaires that had been tested for validity and reliability. The sampling technique used is saturated sampling technique as many as 30 respondents, namely employees of PT. Agro Perkasa. The data that has been obtained is then analyzed using multiplelinear regression, t test, f test, and the coefficient of determination. The results of this study conclude that 1) The effect of situational leadership (X1) on PT. Agro Perkasa is categorized as very high 2) The effect of work motivation on PT. Agro Perkasa is categorized as very high 3) The effect of employee job satisfaction at PT. Agro Perkasa is categorized as very high 4) There is an influence of situational leadership's on job satisfaction of employeesof PT. Agro Perkasa 5) There is aninfluence of work motivation on employee satisfaction at PT. Agro Perkasa 6) There is an influence of situational leadership and work motivation on job satisfaction of employees of PT. Agro Perkasa. Abstrak. Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu aspek penting bagi karyawan untuk tetap bahagia dan juga memberikan level terbaik mereka. Peningkatan kepuasan kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan situasional dan motivasi kerja. Dengan kepemimpinan dan motivasi yang tinggi akan mendorong karyawan untuk bekerja secara disiplin yang akhirnya akan mendorong kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi kepemimpinan situasional, motivasi kerja, dan kepuasan kerja pada PT. Agro Perkasa serta untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan situasional, motivasi kerja terhadap kepuasan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan realibilitasnya. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sebanyak 30 responden yaitu karyawan PT. Agro Perkasa. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menyimpulkam bahwa 1) Pengaruh kepemimpinan situasional (X1) pada PT. Agro Perkasa dikategorikan sangat tinggi 2) Pengaruh motivasi kerja pada PT. Agro Perkasa dikategorikan sangat tinggi 3) Pengaruh kepuasan kerja karyawan pada PT. Agro Perkasa dikategorikan sangat tinggi 4) Terdapat pengaruh kepemimpinan situasional terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Agro Perkasa 5) Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan karyawan PT. Agro Perkasa 6) Terdapat pengaruh kepemimpinan situasional dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Agro Perkasa.
Co-Authors Adhi Dwinata Aditya Sukamajati Haemin Adwiyah, Rabiatul Agus Hadian Rahim Agustin Handayani Ahmad Arif Nurrahman Aisyah, Bellasepti Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Alamsyah, Indra Fajar Allya Roosallyn Assofya Allya Roosallyn Assyofa Alvira Herdana Lutfi Ami Amelia Aminuddin Irfani, Aminuddin Ananda Putri Salsabila Andre Syahrul Subhana Kusmana Anwar, Umari Abdurrahim Abi Argo Yudhanto Ari Dwi Purba Arinda Dwi Azela Assyofa, Allya Roosalyn Athira Rafida Hanum Aulia Maulana Yusup Ayundra, Muhammad Hilmy Azra Putriyadira Tanjung Bagas Muhammad Rizky Cindy Helmalia Anjani Dadang Kusnadi Dede R Oktini Dendi Hardiansyah Devi Melisa Veronica Dicky Muhammad Septyan Dimas Maulana Rifqy Dinar Maudina Lestari Dinda Zanubba Faruq Ditya Nurrohman Muharamsyah Elang Mulya Fajar Alamsyah, Indra Firda Ridhayanti Firdha Tresnasari Sita Firman Shakti Firdaus Firman Shakti Firdaus Firman Shakti Firdaus Firman Shakti Firdaus Firman Shakti Firdaus Firman Shakti Firdaus Fitri Novianti Ghifary Rizkie Maulana Gina Fitria Sukma Gracesheila, Thanya Halimatus Sadiah Kautsar Hana Alyah Khansa Handri Handri Hendra Pebrian Hendrati Dwi Mulyaningsih Hendrawan Heru Basuni Husein Kuncoro Jati Indra Fajar Alamsyah Indra Fajar Alamsyah Indriana, Galih Izni Alvira Oktaviani Jalaluddin, T. Jihan Denisa Khansa Ghina Lestari Khoeru Ilman Kunanti Nurul Arifin Kusuma Cahyani, Regita Latifa Imelya M Haidar Akbar Maghfira Sheni Fira Mandaraira, Fitria Martina Prihatiningrum Mepy Nurana Mochamad Malik Akbar Rohandi Mochamad Raihan Awlia Mohammad Rizal Chaidir Muhamad Taufik Permana, Rezi Muhammad Abdul Ghani Muhammad Arsyi Akbar Muhammad Azka Fajri Muhammad Fadhlin Ramadhika Muhammad Fikri Imaduddin Muhammad Irvan Nur Zamri Muhammad Ridwan Muhammad Taufik Permana, Rezi Muhammad Tristan Daffa Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi Muhardi Muzakir Nisha Aulia Nisha Aulia Niutami, Riri Nur Aisyah, Anjali Nur Halimatussyadiah Nurdin Nurdin Perkasa , Subhan Pernanda, Teguh Satrio Prawiradilaga, Raden Rizky Suganda Puspita, Azzahra Rachma Putri Atikah Rahmawati Putri Wahyudin, Nurraisa Rachmat Suyanto Rahayu, Tri Wachyuni Randy Algian Tezar Mulyadi Renatha Verary Rendy Farentino Rhamzy Fadhil Fauzan Riana Ridwan Rio Mahabelly Betrand Risfandipraja, Rafdy Riyadh Fahrudin Muamar Saleh Rizky Alief Nur Bani Rofi Rofaida Roosallyn Assyofa, Allya Salma Putri Adzkia Salma Rahmi Pratiwi Santosa, Muhammad Iqbal Sapitri, Fira Satria Kafin Muntazhar Sind Sendi Sanjaya Wanah Heryeni Shakti Firdaus, Firman Siti Salma Nurfadila Subhan Perkasa Sumadilaga Suci Nurbayani Suyanto, Rachmat Syahla Fitri Syamsul Hadi Senen, Syamsul Hadi Tasya Aspiranti Umi Narimawati Wafa Widad Kartika Wanda Hilfuz Gumilar Wina Widia Wirayudha, Aditia WULANDARI Yastin, Rachel Aldilla Yoga Prasetio, Yoga Yulie Erida Nur Rahmawati