Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ETIKA JURNALISTIK DALAM ERA DIGITAL: STUDI LITERATUR TENTANG TANTANGAN DAN SOLUSI Raja Khairanda Siregar; Nadia Frety Shila; Afwan Syahril Manurung
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 4 No. 02 (2025): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/xb5yns86

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara fundamental lanskap praktik jurnalistik, menciptakan peluang distribusi informasi yang lebih cepat dan luas, namun juga melahirkan tantangan etika yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dinamika penerapan etika jurnalistik dalam era digital, dengan menyoroti bentuk-bentuk pelanggaran, faktor penyebab struktural dan kultural, serta solusi strategis yang dapat diimplementasikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif-kualitatif terhadap 20 referensi ilmiah nasional yang terindeks dan relevan dengan isu etika jurnalistik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran etika jurnalistik di era digital tidak hanya berkutat pada aspek teknis individu, melainkan merupakan hasil dari interaksi antara tekanan algoritmik media sosial, logika ekonomi media, lemahnya regulasi digital, dan rendahnya literasi masyarakat. Bentuk pelanggaran yang dominan mencakup disinformasi, praktik clickbait, defamasi daring, eksploitasi privasi, serta erosi nilai profesionalisme. Penelitian ini mengusulkan pendekatan solusi holistik yang terdiri dari: (1) pendidikan jurnalistik berbasis etika dan kompetensi, (2) reformulasi regulasi media digital yang adaptif, dan (3) pemanfaatan teknologi verifikasi berbasis kecerdasan artifisial. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru melalui pemetaan integratif antara pelanggaran, sebab, dan solusi, serta menekankan pentingnya pendekatan etika yang tidak hanya normatif tetapi juga struktural, kultural, dan teknologis. Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat menjadi acuan konseptual dan praktis dalam memperkuat integritas profesi jurnalistik di tengah disrupsi digital yang terus berkembang.
Ketimpangan Sosial Ekonomi dan Prestasi Belajar: Kajian Literatur dalam Konteks Pelayanan Bimbingan Konseling Utami, Nabillah Putri; Arsini, Yenti; Manurung, Afwan Syahril
Effect : Jurnal Kajian Konseling Vol 4 No 3 (2025): Effect : Jurnal Kajian Konseling
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/effect.v4i3.1656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketimpangan sosial ekonomi terhadap prestasi belajar siswa serta implikasinya dalam pelayanan bimbingan konseling di sekolah. Ketimpangan sosial ekonomi (SES) merupakan salah satu faktor eksternal yang paling menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa, melalui aspek ekonomi, modal kultural, dukungan psikososial, dan keterlibatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah sepuluh jurnal nasional terakreditasi dan publikasi ilmiah terkait yang terbit antara tahun 2018–2025. Data dianalisis secara tematik-komparatif untuk meninjau kesamaan pola temuan empiris pada berbagai jenjang pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SES berpengaruh signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap prestasi belajar siswa. Faktor ekonomi menentukan ketersediaan fasilitas belajar, sementara modal kultural khususnya pendidikan orang tua membentuk habitus akademik anak. Selain itu, motivasi belajar, efikasi diri, serta dukungan emosional dari keluarga dan guru terbukti menjadi mediator penting dalam hubungan SES dan prestasi. Keterlibatan orang tua, akses terhadap les tambahan, persepsi guru, serta kesiapan digital pascapandemi turut memperkuat atau memperlemah capaian siswa. Dalam konteks bimbingan konseling, hasil penelitian ini menegaskan perlunya intervensi yang bersifat afirmatif, holistik, dan responsif terhadap keragaman latar belakang siswa, melalui penguatan motivasi, dukungan keluarga, kolaborasi konselor-guru, dan penyediaan layanan belajar tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa upaya mengurangi kesenjangan prestasi menuntut peran strategis konselor sekolah dalam menciptakan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Implementasi Layanan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Ketimpangan Sosial Ekonomi Dalam Upaya Mendorong Mobilitas Sosial Peserta Didik Manurung, Afwan Syahril; Afifah, Nisa; Saragih, Yoserizal; Sururi, Zanniro
Effect : Jurnal Kajian Konseling Vol 4 No 3 (2025): Effect : Jurnal Kajian Konseling
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/effect.v4i3.1659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam mendorong mobilitas sosial serta mengkaji bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) dapat berfungsi sebagai intervensi strategis untuk mengatasi ketimpangan sosial ekonomi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap enam jurnal relevan, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kontribusi signifikan terhadap mobilitas sosial melalui peningkatan akses pekerjaan, pendapatan, dan partisipasi sosial. Namun, berbagai hambatan struktural masih menghambat fungsi pendidikan sebagai alat mobilitas, termasuk ketimpangan ekonomi, disparitas geografis, perbedaan modal budaya, serta kesenjangan kualitas pendidikan. Temuan penelitian menegaskan bahwa layanan BK berperan penting dalam memberikan asesmen psikologis, konseling individual/kelompok, pendampingan akademik, manajemen stres, advokasi akses beasiswa, dan perencanaan karier bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Layanan BK juga berfungsi menjembatani siswa dengan berbagai kebijakan pemerintah seperti KIP, BOS, Wajib Belajar 12 Tahun, dan Merdeka Belajar. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pendidikan yang berkualitas, kebijakan publik yang inklusif, serta layanan BK yang profesional merupakan kunci untuk mendorong mobilitas sosial yang lebih adil dan merata di Indonesia.
Analysis of the Content of Religion-Based Identity Politics Branding for the 2024 North Sumatra Gubernatorial Election on Social Media Kautsar, Akbar Aldi; Sazali, Hasan; Manurung, Afwan Syahril
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.989

Abstract

This study aims to analyse how religious identity is used as a political branding strategy in the 2024 North Sumatra gubernatorial election, and the communicative and social implications of this practice in the digital space. Using a qualitative content analysis, this study examined the official accounts of candidate pairs, digital volunteers, political influencers, and public conversations across various forms, including images, campaign videos, captions, tweets, comments, and hashtags. The results of the study show that religion-based identity politics is the dominant strategy in social media. Candidates and campaign teams actively utilise religious symbols, narratives, and figures to build a religious, trustworthy, and moral image. The endorsement of religious figures through digital testimonials strengthens the candidate's moral legitimacy, while religion-based content is disseminated not only top-down by official accounts but also horizontally through supportive communities and anonymous accounts. Religious content has been shown to have higher digital engagement than neutral content; however, it has also led to polarisation in the commentary space over the legitimacy of using religious symbols in politics.