Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Ikan Genus Mystus Dengan Pendekatan Genetik Taufik Budhi Pramono; Diana Arfiati Arfiati; Maheno Sri Widodo; Uun Yanuhar Yanuhar
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 1 No 2 (2017): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.956 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2017.Vol.1.No.2.34

Abstract

The fish of the Bagridae Family in Indonesia reach until 60 species and one of them is from the genus Msytus. The method is used for fast and accurate species identification was needed. DNA barcoding was a new identification method with molecularly approach. The CO1 gene was amplified and PCR products were sequenced and analyzed using bioinformatics software. Editing of sequencing results and determining the nucleotide composition were analyzed with Mega5 software. The DNA sequence was aligned with ClustalW vers. 1.4. Sequences are compared with GenBank data using BLAST (Basic Local Aligment Search Tools) and BOLDSystems. Phylogenetic tree was made using Neighbor_Joining method. One example of the identification of fish from the confirmed Mystus genus is Mystus nigriceps being the Mystus singaringan.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS AIR DAN KADAR GULA DARAH Gambusia affinis DI PERAIRAN SUNGAI BRANTAS Asus Maizar Suryanto Hertika; Diana Arfiati; Evellin Dewi Lusiana; Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.4

Abstract

Ikan merupakan salah satu biota perairan yang digunakan sebagai bioindikator karena sangat peka terhadap perubahan lingkungan perairan. Kondisi perairan yang tidak mendukung dapat menyebabkan stress pada ikan yang salah satunya ditandai oleh perubahan kadar gula darah ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas perairan Sungai Brantas dengan kadar gula darah Ikan Gambusia (Gambusia affinis). Penelitian dilaksanakan pada sepuluh lokasi sampling di sepanjang aliran Sungai Brantas dengan mengukur enam parameter kualitas air (in-situ dan ex-situ) dan mengambil sampel Ikan Gambusia untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah tertinggi dan melampaui batas normal ditemukan pada sampel Ikan Gambusia yang ditangkap di wilayah Mojokerto. Kondisi ini berkaitan erat dengan rendahnya kadar DO dan tingginya konsentrasi BOD, ammonia, dan fenol di lokasi tersebut.
DETERMINATION OF WATER QUALITY STATUS BASED ON HEAVY METAL CONTENTS IN THE RAINY AND DRY SEASON USING THE STORET INDEX IN PASURUAN SEA WATERS, EAST JAVA Endang Yuli Herawati; Diana Arfiati; Pratama Diffi Samuel; Karina Farkha Dina; Putri Anugerah; Rahmi Valina
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.3

Abstract

Waters that are presumably contaminated with heavy metals need to be observed to ensure the level of pollution to perform water restoration. This study was aimed to determine the status of water quality based on heavy metal contents. The survey method was employed in this study, and it was conducted in Pasuruan sea waters in different seasons; September 2019 represented the dry season, and April 2020 represented the rainy season. The water sampling stations were chosen by using purposive sampling in three sampling locations: the sea waters of Kraton, Lekok, and Nguling districts. The heavy metals and water quality parameters were analyzed by using Storet Index. The results indicated that the highest level of heavy metals was found in Lekok waters in September, consisting of Hg (1.22 mg/l), Cd (1.20 mg/l), and Pb (0.55 mg / l). The seawater of Nguling district had the lowest content in April, while Kraton's seawater was moderate. The water quality status based on the Storet Index suggested that the sea waters of Kraton, Lekok, and Nguling districts were classified as moderately polluted with a score of -16 to -24. The highest score was in September in the rainy season with a score of -24 and the score in April in the dry season was -16. It means that the score is increasing but still in the moderately polluted category. The measurement results of temperature, pH, dissolved oxygen, salinity, and current velocity were in optimum results for aquatic organisms in the dry season or the rainy season. Regarding the water quality status in Pasuruan sea waters, it can be concluded that the heavy metal contents exceeded the quality standard set by the government. Therefore, improved management is required to prevent the deterioration of the pollution status in Pasuruan sea waters
KONSERVASI GENETIK IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch 1792) DI PERAIRAN RAWA, KALIMANTAN SELATAN Slamat Slamat; Marsoedi Marsoedi; Athaillah Mursyid; Diana Arfiati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.668 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.1.2012.9-15

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sample ikan betok (Anabas testudineus Bloch 1972) yang berasal dari perairan rawa Kalimantan Selatan, dengan tujuan untuk mendeskripsikan keragaman  genetik dan aspek konservasinya dengan metode amplifikasi mtDNA. Proses amplifikasi mtDNA ikan betok terjadi di daerah D Loop.  Hasil analisis mt-DNA D Loop ikan betok menunjukkan bahwa, analisis keseimbangan populasi Hardy-Weinberg  berkisar antara 0,02 - 0,09, sedangkan haplotipe tertinggi terdapat pada rawa monoton (0,9384), kemudian tadah hujan (0,7111) dan pasang surut (0,6).  Heterozigositas ditemukan unik pada populasi rawa monoton (BAAAA) dan rawa pasang surut (BAACA) dan umum di temukan di ketiga ekosistem rawa (AAABA).  Ikan betok di bagi menjadi dua stok populasi yaitu populasi rawa monoton dan pasang surut serta stok tadah hujan.  Konsep utama dalam konservasi genetik adalah fitness population dimana populasi dipertahankan minimal 500 ekor/kawasan. Untuk meningkatkan keragaman genetik ikan betok, dilakukan dengan cara introduksi individu-individu baru yang memiliki keragaman genetik yang lebih tinggi kedalam populasi lokal, restocking dan membuat kawasan suaka yang dilindungi oleh Dinas Perikanan setempat bersama-sama dengan masyarakat di sekitar perairan rawa tersebut. The research was conducted using climbing perch samples originated from the swampy waters of the southern Borneo, and the objektive of this study to investigate the genetic diversity and the conservation aspect using mtDNA amplification method.  mtDNA amplification process occurs in the D Loop region.  The results of the analysis of D-Loop mtDNA of climbing perch showed that, the analysis of Hardy-Weinberg equilibrium population ranged from 0.02 to 0.09, while the highest haplotypes found in swamp bogs (monotonic) (0.9384) then rainfed (0.7111) and tides (0.6). Heterozygosity was found uniquely in the swamp monotonic population (BAAAA) and marsh tides (BAACA) and common in all three ecosystems found in the swampy area (AAABA) . Climbing perch stock divided into two populations monotone and tidal swamp population and rainfed stock.  The main concept of genetic conservation is the fitness population where the population is maintained at least 500 tail/region.  To increase the genetic diversity of climbing perch, can be done by the introduction of new individuals wich has a higher genetic diversity into the local population, restocking and create reserves of protected areas by the Local Fisheries Authority together with the community around the swampy waters.
JENIS PAKAN ALAMI LARVA IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI PERAIRAN RAWA MONOTON DANAU BANGKAU, KALIMANTAN SELATAN Rukmini Rukmini; Marsoedi Marsoedi; Diana Arfiati; Athaillah Mursyid
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.718 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.3.2013.181-188

Abstract

Usaha pembenihan ikan merupakan alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan benih dalam budidaya ikan. Keberhasilan usaha pembesaran ikan betok dibatasi oleh tingkat kelangsungan hidup larva bagi pertumbuhan dan jenis pakan alami larva ikan di habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan pakan alami yang dikonsumsi larva ikan betok di perairan rawa monoton Danau Bangkau Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2011-Januari 2012. Pengambilan sampel pakan dan larva dilakukan pada dua tempat yang berbeda pada kedalaman 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan jenis plankton yang dikonsumsi oleh larva ikan betok berubah sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan dan kelimpahan plankton di perairan. Jenis plakton dominan yang dimakan oleh larva betok yaitu Mougeotia sp. 265 sel/L diikuti oleh Coconeis sp. 246 sel/L, Keratella sp. 174 sel/L, Chlorococcum sp. 110 sel/L, Brachionus sp. 98 sel/L, dan Navicula sp. 47 sel/L. Jenis plakton dominan yang dimakan berubah sesuai dengan umur larva. Business seeding fish an alternative problem-solving to overcome the gap between availability and needs seeds. The success of the business of enlargement climbing fish bounded by the degree of continuity larvæ live for growth and a kind of natural fish larvae feed on their habitat. The purpose of this research was to know the type of plankton that were consumed by climbing perch fish larvae in the waters of the monotonous swamp of Danau Bangkau. The research was conducted from December, 2011- January, 2012. The sample feed and larvæ carried on two different places at the depth of 30 cm. The result showed plankton species consumed by climbing fish larvae change according to size openings mouth fish and abundance plankton in waters. A kind of plankton dominant which are eaten by the climbing larvæ  namely Mougeotia sp. 265 cells/L followed by Coconeis sp. 246 cells/L, Keratella sp. 174 cells/L, Chlorococcum sp. 110 cells/L, Brachionus sp. 98 cells/L, and Navicula sp. 47 cells/L. A kind of plankton dominant eaten changed in accordance with the age of larvæ.
EFEK POLUTAN TERHADAP FISIOLOGIS MAKROINVERTEBRATA SUNGAI : REVIEW Miftahul Khair Kadim; Diana Arfiati
EnviroScienteae Vol 18, No 1 (2022): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v18i1.12980

Abstract

Contaminants sourced from numerous anthropogenic activities threaten a river ecosystem continuously. Anthropogenic modification alters water quality and affects aquatic biota life. Most of the pollution of the aquatic environment comes from chemical materials such as heavy metals, fertilizers, pesticides, and plastics. Heavy metals are the most dangerous pollutants as they are toxic, carcinogenic, biomagnifying, and bioaccumulative. Pollution affects the survival of aquatic biota, including macroinvertebrates. The sedentary nature of macrozoobenthos makes it to be contaminated with ease, which then affects its survival. Currently, the damaging impact of pollutants on the physiology of macrozoobenthos has been reported in several studies though it is still limited to the use of particular families. This review aims to inform the physiological impacts caused by pollutants on the macrozoobenthos community that lives along the river from upstream to downstream. Pollutants trigger disturbances in physiological functions, which are termed oxidative stress. Macrozoobenthos perform a series of mechanisms, including producing enzymes as the primary defense.
KONSENTRASI MERKURI DALAM KOLAM LIMBAH PENCUCIAN LOGAM Irawati Mei Widiastuti; Asus Maizar Suryanto Hertika; Muhammad Musa; Diana Arfiati

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.131 KB) | DOI: 10.35891/agx.v9i2.1376

Abstract

Mercury is used as a gold binder and released into the aquatic environment that causes pollution. The concentration of mercury in gold washing wastes must be minimized so that it is not harmful to the waters. One way is to precipitate waste. This study aims to detect mercury concentrations and water quality in each reservoir pool before waste is discharged into the water. The waste pool is six pools (P1, P2, P3, P4, P5, P6) with one pool of clean water (P0). Mercury was detected using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), the water quality measured was temperature, pH, and color of wastewater. The research data were analyzed descriptively. The concentration of mercury in all settling ponds was between 0.021 ± 0.002 mg / L to 0.051 ± 0.005 mg / L). The decrease in the average mercury concentration from pond P1 to P6 is 16.7%. The concentration of mercury has exceeded the maximum allowed for mercury in water. The temperature in each pond has decreased from pond P1 to P6, but pH has increased.
STATUS TROPIK DAN ISI LAMBUNG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DARI WADUK WONOREJO, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Diana Arfiati; Asthervina Widyastami Puspitasari; Diana Putri Renitasari; Irawati Mei Widiastuti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 2 (2019): JFMR VOL 3 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.336 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.6

Abstract

Plankton merupakan salah satu jenis pakan alami yang berperan penting untuk pertumbuhan organisme akuatik terutama ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis plankton beserta kelimpahannya di perairan dan di lambung ikan nila yang tertangkap di Waduk Wonorejo, beserta aktivitas enzimatis lambung ikan nila tersebut. Penelitian ini bertempat di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur dengan metode survei. Sampel diambil dari 2 stasiun, yaitu stasiun pertama di daerah wisata Waduk Wonorejo, sedangkan stasiun 2 berada di wilayah pemancingan umum Waduk Wonorejo. Plankton di perairan Waduk Wonorejo ditemukan 17 genus fitoplankton, dan 5 genus zooplankton, sedangkan di lambung ikan nila ditemukan 30 genus fitoplankton dan 2 genus zooplankton. Genus Spirogyra sp. merupakan genus yang paling tinggi kehadirannya baik di lambung maupun perairan Waduk Wonorejo. Kelimpahan plankton di perairan waduk dapat digolongkan oligotrofik dengan nilai kelimpahan plankton sebesar 1487 ind/ml di stasiun 1 dengan keanekaragaman tinggi dan 746 ind/ml di stasiun 2 dengan keanekaragaman sedang, serta tidak ada jenis plankton tertentu yang mendominasi di kedua stasiun tersebut. Analisis aktivitas enzim lambung ikan nila menunjukkan aktivitas enzim protease sebesar 0,84 ± 0,02 µmol tirosin/g enzim menit; enzim amilase 14,59 ± 1,07 µmol glukosa/g enzim menit; enzim lipase 17,83 ± 0,14 µmol asam lemak/g enzim menit. Kualitas air di Waduk Wonorejo tergolong baik dengan suhu berkisar 26,3-27,3 oC, pH 7, DO 7,1-8,4 mg/L, Kecerahan 110-154 cm, TOM 19-30,3 mg/L. Maka dari itu upaya untuk mempertahankan kondisi Waduk Wonorejo agar tetap oligotrofik perlu dilakukan.
Penurunan Bahan Organik Sisa Aktifitas Budidaya Organisme Air Diana Arfiati; Sri Dayuti; Setya Widi A. P.; Nunik Cokrowati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.729 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.292

Abstract

Abstract: Daerah muara sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir untuk kegiatan budidaya perikanan seperti tambak. Limbah yang dihasilkan oleh tambak langsung dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Secara umum petambak tidak menyadari bahwa limbah yang terbuang itu menambah beban organik perairan, apalagi bahan organik tersebut tidak segera terurai menjadi bahan an organik. Pada daerah pesisir ditumbuhi beragam tanaman mangrove tetapi tanaman tersebut tidak dapat manfaatkan bahan organik bahkan bahan organik dapat menghambat pertumbuhannya. Di sisi lain mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berguna untuk melindungi pantai, kerusakan mangrove akan berakibat bencana bagi daratan di belakangnya. Maka dari itu perlu adanya upaya untuk menginformasikan masyarakat menegnai cara menurunkan bahan organik dari limbah usaha budidaya agar perairan pesisir tidak tercemar dan tumbuhan dapat tumbuh dengan baik dan sehat sesuai fungsinya. Wilayah pesisir memerlukan perlindungan agar tidak terjadi abrasi atau pengikisan tepain pantai. jika terjadi pengikisan ini maka lama kelamaan pesisir pantai tersebut akan terkikis. Perlindungan pesisir bisa dilakukan dengan menanam mangrove maupun dengan menanam pohon pelindung pantai. maka dari itu, penyuluhan ini diperlukan agar masyarakat di sekitar pesisir pantai. Keywords: Kerang Kijing; mangrove; tambak; limbah, muara
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN KETAPANG TERHADAP MUTASI WARNA IKAN CUPANG (Betta spp.) Asthervina Widyastami Puspitasari; Abimanyu Bayu Saputra; Fresty Esmi Samber; Adita Ramadanti; Hadi Nur Rohman; Diana Arfiati; Nur Maulida Safitri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4567

Abstract

Warna pada ikan cupang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta ikan hias. Selain sebagai antibakteri, daun ketapang diketahui memiliki manfaat dalam mempercepat kemunculan warna pada ikan cupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mutasi warna pada ikan cupang yang direndam dalam ekstrak daun ketapang. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok perlakuan, yaitu ikan cupang dengan perendaman air tawar (kontrol), dan ikan cupang dengan perendaman ekstrak daun ketapang, dengan pengulangan masing-masing kelompok sebanyak tiga kali, ikan cupang yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan cupang berusia 4 bulan yang berasal dari indukan dan kelompok breeding yang sama dan belum mengeluarkan corak warna pada tubuhnya. Penelitian ini dilakukan mulai bulan 4 Mei hingga 25 Mei 2021 di Laboratorium Nutrisi/Pakan Alami Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Pada kelompok kontrol, tidak ditemukan adanya perubahan atau mutasi warna pada ikan cupang; sedangkan pada perlakuan cahaya terang menunjukkan adanya mutasi warna dan pola yang terdapat pada tubuh ikan cupang. Daun ketapang terbukti mampu membantu pengeluaran warna pada ikan cupang.
Co-Authors Abdul Rahem Faqih Abdul Wafi Abimanyu Bayu Saputra Adita Ramadanti Afella Osa Agnes Khofiffah Agung Pramana Warih Marhendra Aida Sartimbul Aisyah, Fidhiyah Dita Dahria Aisyah, Jumrotul Alfarisi, Muhammad Asnin Alvateha, Dini Amin Leksono Aminin, Aminin Aminuddin Firdaus Andi Kurniawan Andi Masriah Aniek Masrevaniah Aniek Masrevaniah Anjasmara, Aang Setyawan Anna Catharina Sri Purna Suswati Anugerah, Putri Anwari, Zaki Apriliyanti, Fisma Josara Arning Wilujeng Ekawati Arning Wilujeng Ekawati Asus Maizar Suryanto H Athaillah Mursyid Athaillah Mursyid Audina I. Pratiwi Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra, Renanda Bagyo Yanuwiadi Bambang Semedi Cahya, Muhamad Dwi Cakrawira Gundo Catur Budi Noviya Chandika Lestariaji Chandika Lestariaji Dewi Nur Setyorini Dian Vidiastuti Diana Putri Renitasari Dina, Karina Farkha Dini Alvateha Dyah Tri Rahayu Ekki Windi Endang Yuli Herawati Endang Yuli Herawati Ertikasari, Nuning Evellin Dewi Lusiana Evellin Dewi Lusiana, Evellin Dewi Evi Veronica Faizal Kasim Feni Iranawati Fidhiyah Dita Dahria Aisyah Firdaus, Aminuddin Fresty Esmi Samber Gayatri, Alifia Gumelar, Agum Bayu Gunawan Wibisono Guntur Guntur Hadi Nur Rohman Hadiana, Hadiana Happy Nursyam Heri Ariadi Hu, Shao-Yang Huda, Alif Raditya Amirul Inayah, Zakiyyah Nur Irawati Mei Widiastuti Irsyah Rahmi Jefri Permadi Karimah Karimah Kharisma Orchida Khofiffah, Agnes Kurnianingsih, Asmiyati Kusriani Kusriani Lailiyah, Shofiatul Lazimatun Nazifah Ledhyane Ika Harlyan Listiya Gita Lesmana Loka, Widi Ayom Maharani, Patricia Dita Maheno Sri Widodo, Maheno Sri Marsoedi Marsoedi Marsoedi Marsoedi Maulidiyah, Vika Mazaya, Amalia Febryane Adhani Miftahul Khair Kadim Miftahul Khair Kadim Miftahul Khair Kadim, Miftahul Khair Mochammad Sholichin Mohammad Mahmudi Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhammad Musa Muhklas Shah Winarno Mulyanto Mulyanto Murni, Lini Mutia Nur Hayati Nadiro, Vina Nur Nanik Retno Buwono Neni Diah Kusumaning Arum Nia Kurniawan Ningsih, Hartati Kartika Nuddin Harahap Nunik Cokrowati Nunik Cokrowati Nur Maulida Safitri Nur Syahid, Nur Nurhabib, Asro Nurhalisa Nurhalisa Nurkhasanah, Anissa Aprilia Orchida, Kharisma Pane, Elya Putri Patresna, Laelatul Nisa Permanasari, Setya W. A. Prabandani, Alfurena Pratama Diffi Samuel Pratiwi, Rizky Kusma Priska Ristianadewi Priska Ristianadewi PURWANTI PURWANTI Puspitasari, Asthervina Widyastami Putra, Renanda Baghaz D.S. Putra, Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putri Anugerah Qodri Fitra, Mohammad Rahardjo, Seto Sugianto Prabowo Rahmi Nurdiani Rahmi Valina Rahmi Valina Rahmi Valina Raisa Safara Renanda Baghaz Dzulhamdhani Surya Putra Renitasari, Diana Putri Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rizky Kusma Pratiwi Rukmini Rukmini Saddam Langkung Djaduk Saddam Langkung Djaduk Safara, Raisa Samuel, Pratama Diffi Saputri, Nadya Agustarina Sartika Tangguda Savira, Riza Sawiya Sawiya Septi Anitasari, Septi Setya Widi A. P. Shao-Yang Hu Shofiyatul lailiyah Shofiyatul Lailiyah Shofiyatul Lailiyah Slamat, Slamat Soemarmo Soemarmo Soemarno Soemarno Sofiatul Sri Andayani Sri Andayani Sri Dayuti Sri Intan Anggraini Sri Lestari Styaningrum, Nimas Subarijanti, Herwati Umi Suliswanto, Suliswanto Supriatin, Febriyani Eka Syams, Muhammad Nafar Amani Syarifah Hikmah Julinda Sari Syeftyan Muhammad Ali Hamami Tangguda, Sartika Taufik Budhi Pramono Taufik Budhi Pramono Tinny D Kaunang TIWI NURJANNATI UTAMI Umi Zakiyah, Umi Valina, Rahmi Vina Nur Nadiro Wahyu Endra Kusuma Widyastami, Asthervina Winarno, Muhklas Shah Yanuhar, Uun Yenny Risjani Yuli, Endang Herawati Yuni Kilawati Zakiyyah Nur Inayah Zakiyyah Nur Inayah