Claim Missing Document
Check
Articles

Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Perceraian Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga Made Adityaswara Amerta Yoga S; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/juinhum.3.3.5802.447-454

Abstract

The current of globalization has affected the life of the Indonesian nation, especially in the field of law and economics. However, so far, it has not become a necessity for community traffic practices. Increasing intensity in the family, not only gives rise to higher and higher life dynamics, but will also increase the intensity of conflicts between husband and wife. This research method uses a normative type of legal research, namely by taking a statutory approach that examines applicable laws and regulations and takes a conceptual approach, namely examining literature materials in the form of theories, opinions of legal experts, and others related to the problem. The results of the study said that the position and function of Mediation in the settlement of divorce disputes, is to control the process and affirm the basic rules in this case Mediation is authorized to control the mediation process from beginning to end and facilitate the meeting of the parties and assist the parties in conducting negotiations, as well as Mediation maintains the structure and momentum in negotiations. Mediation has the authority to maintain and maintain the structure and momentum in negotiations, where the parties are given the opportunity to conduct talks and bargain in resolving disputes and ending the process when the mediation is no longer productive, in the mediation process it is often found that the parties are very difficult to discuss openly. They adhere to strict and rigid principles, especially during negotiations, and their mediation function is as catalysts, educators, translators, resource persons, bad news anchors, agents of reality, and scapegoats.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Rendi Salasbi; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/juinhum.3.3.5804.461-466

Abstract

Trafficking in person is a crime that operates secretly, so that the community and LSM have the right to obtain legal protection and can assist authorized officers by providing information or reporting when they witness the crime of trafficking in person. The regulation of the criminal act of trafficking in persons before Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Trafficking in Persons is passed, the Penal Code Article 297 which reads Trafficking of women and boys who are not yet adults, is punishable by imprisonment of up to 6 years. Criminal sanctions against the perpetrators of the criminal act of trafiicking in persons include, among others, any person who recruits, sends, transfers, or receives a person with threats of violence, the use of force, kidnapping, imprisonment, forgery, fraud, abuse of power, paying even though obtaining approval from the person holding the control over another person, for the purpose of exploiting that person in the territory of the Republic of Indonesia, is sentenced to a minimum of 3 years and maximum of 15 years imprisonment, is subject to a fine of at least IDR 120,000,000 and maximum fine of IDR 600,000,00,-
Urgence of Special Education for Commissioners of the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) Anak Agung Sagung Laksmi Dewi
Sociological Jurisprudence Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/scj.6.1.2023.69-74

Abstract

Progress in science and technology, including telecommunications and information, have resulted in an increase in the variety and quality of the production of goods and services, including an increase in the space for transactions that cross national boundaries. The aims research is to know what are the methods of problem solving by the Consumer Dispute Settlement Agency and to know what is the urgency of special education for commissioners of the Consumer Dispute Settlement Agency. The result shows that The Consumer Dispute Settlement Agency has the duties and authorities as stipulated in Article 52 UUPK and the Decree of the Minister of Industry and Trade Number 350/MPP/Kep/12/2001, dated December 10, 2001, concerning the Implementation of the Duties and Authorities of the Consumer Dispute Settlement Agency, namely carrying out the handling and settlement of consumer disputes by conciliation, mediation, and arbitration. To support the performance of The Consumer Dispute Settlement Agency members, which consists of three different elements, special education, and training are needed to build the professionalism of The Consumer zDispute Settlement Agency members. Considering that The Consumer Dispute Settlement Agency itself has the scope of authority to resolve consumer disputes using conciliation, mediation, and arbitration, it can support the effectiveness of The Consumer Dispute Settlement Agency 'S performance in resolving issues related to consumer disputes.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Penjarahan pada Saat Bencana Alam I Made Ary Supartawan; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jkh.4.1.6034.52-58

Abstract

Tindak pidana penjarahan dapat diklasifikasikan sesuai dengan yang terangkum pada Pasal 363 KUHP yaitu tindak pidana pencurian dengan pemberatan karena dilakukan pada saat keadaan tertentu seperti gempa bumi. Rumusan permasalahan ini, 1) Bagaimana kebijakan pengaturan hukum tindak pidana penjarahan dalam hukum pidana? dan 2) Bagaimana sanksi tindak pidana penjarahan terhadap pelaku penjarahan pada saat bencana alam gempa bumi dalam perspektif hukum pidana? Dalam penelitian ini memakai metode hukum normatif dan pendekatan perundang-undangan. Simpulan dari penelitian ini yaitu kebijakan pengaturan hukum tindak pidana penjarahan dalam hukum pidana berdasarkan Pasal 363 KUHP pihak yang berwenang menangkap berdasarkan bukti, masa waktu yang cukup dan sanksi tindak pidana penjarahan terhadap pelaku penjarahan pada saat bencana alam gempa bumi dalam perspektif hukum pidana berdasarkan Pasal 363 ayat (1) ke-2 KUHP dikenakan 7 tahun penjara. Saran dalam penelitian ini kepada pemerintah sebaiknya aturan mengenai tindak pidana penjarahan ditingkatkan kembali, dari segi sanksinya agar memberi efek jera terhadap pelaku tindak pidana penjarahan.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana yang Mengalami Gangguan Kejiwaan Putu Wisesa Sagara; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jkh.4.1.6036.118-124

Abstract

Pelaksanaan proses peradilan pidana didasarkan pada Sistem Peradilan Pidana Terpadu (KUHAP). Tindak pidana gangguan jiwa berkaitan dengan Pasal 44 KUHP. Ilmu forensik dibutuhkan untuk pembuktian secara ilmiah terhadap pelaku tindak pidana yang mengalami gangguan jiwa. Dalam hal ini penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana Pengaturan Hukum tindak pidana yang dilaksanakan oleh pelaku dengan gangguan kejiwaan? 2) Bagaimana sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana dengan gangguan kejiwaan? Metode penelitian ini yakni hukum normatif. Hasil penelitian pengaturan hukum terhadap orang dengan gangguan jiwa diatur pada pasal 44 ayat 1 dan 2 beserta pasal 49 ayat 1. Hukuman pidana tidak berlaku bagi pelaku kejahatan yang dilaksanakan oleh individu dengan gangguan jiwa. Hakim bisa menjatuhkan putusan sesuai hukum yang terungkap dan penjatuhan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana yang mengalami kejahatan gangguan kejiwaan yang diatur dalam peraturan Perundang-Undangan dan tetap memperhatikan juga hak asasi manusia yang dimiliki oleh manusia sejak lahir sesuai ketentuan peraturan Perundang-Undangan mengenai hak asasi manusia.
Perlindungan Hukum bagi Nasabah Terhadap Risiko dalam Perjanjian Kredit Bank Dewa Made Natha Dwitama; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jkh.4.1.6183.20-27

Abstract

Credit provided by banks contains risks so that in its implementation, banks must pay attention to the principles of sound credit. With this in mind, in providing credit, the bank is obliged to conduct an analysis of the debtor's ability to pay its obligations. In addition, banks are also required to review, assess and bind the collateral offered by the debtor, so that the collateral received can meet the requirements of applicable regulations. Banks in the activity of providing funds for credit must be based on a guarantee, which gives confidence to the bank on the debtor's ability to repay the credit in accordance with the agreement, and legal protection efforts for customers against risks in bank credit agreements, are pursued by means outside the court (Non litigation) through arbitration, which is carried out by making an arbitration agreement and through a general court (litigation).
Pembebasan Bersyarat Menurut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Tengah Masa Pandemi Dalam Rangka Penanggulangan Covid-19 Made Harum Pratiwi; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jph.4.1.6430.62-67

Abstract

Pada tahun 2020, Indonesia diresahkan dengan kemunculan Coronavirus Disease 19 (Covid-19) yang bersumber dari Wuhan, China serta telah dinyatakan sebagai Global Pandemic. Masifnya penularan dan penyebaran virus Covid-19 menyebabkan pemerintah mengeluarkan program social distancing dan physical distancing. Namun, kebijakan ini tidak cocok diterapkan pada narapidana karena Lembaga Pemasyarakatan saat ini mengalami Overcrowding. Penelitian ini mempunyai tujuan mencari tahu, menguraikan, serta menganalisis apapun yang menjadi dasar dari diterbitkannya Permenkumham No. 10 Tahun 2020 serta bagaimana persyaratan serta prosedur pemberian pembebasan narapidana di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi, kebijakan ini mengundang spekulasi masyarakat karena menganggap memudahkan narapidana untuk bebas. Maka dari itu, Kemenkumham mencetuskan Permenkumham No. 32 Tahun 2020 sebagai hasil evaluasi dan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya dan mencabut Permenkumham No. 10 Tahun 2020. Adapun penelitian yang dipergunakan yakni penelitian normatif dengan melaksanakan kajian atas Permenkumham No. 10 Tahun 2020 serta Permenkumham No. 32 Tahun 2020 dengan pendekatan Statute Approach.
Implementasi Restorative Justice Bagi Pelaku Penyalahguna Narkotika di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali Sienny Karmana; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/juinhum.4.1.5805.68-73

Abstract

Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menjelaskan bahwa seorang pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib di rehabilitasi. Dimana rehabilitasi merupakan salah satu bentuk keadilan restorative yang diberlakukan terhadap setiap orang yang melakukan pelanggaran hukum. Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengakomodir permasalahan tersebut melalui restorative justice. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana implementasi restorative justice pelaku penyalahguna narkotika di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali dan yang kedua apakah faktor -faktor yang menjadi kendala/hambatan dalam implementasi keadilan restorative terhadap pelaku penyalahguna narkotika di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitan ini adalah wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang dipergunakan didalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Berdasarkan hasil pebelitian dalam pembahasan yang dibahas yakni Implementasi Restorative Justice Bagi Pelaku Penyalahguna Narkotika Di Wilayah Polda Bali dan Faktor Internal Dalam Implementasi Keadilan Restorative Bagi Pelaku Penyalahguna di Direktorat Reserse Narkotika Polda Bali. Penelitian maka dapat disimpulkan Implementasi Keadilan Restoratif bagi pelaku penyalahguna narkotika di Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali dilakukan dan terlakssana dengan baik. Namun sebaikan aturan dan ketentuan restorative justice dapat diatur dalam suatu undang-undang yang memiliki legitimasi yang kuat.
Efektivitas Sanksi Pidana Bagi Pelaku Pelanggaran Lalu Lintas di Kabupaten Tabanan I Gede Made Widia Permana; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5305.465-470

Abstract

Traffic violations are the cause of most traffic accidents. Efforts to reduce violations in a persuasive way seem very complex and cannot be handled properly and correctly by one agency, namely the police, so good coordination between agencies are needed to optimize repressive traffic law enforcement. This research aims to determine the effectiveness of criminal sanctions for traffic violations in Tabanan Regency. The type of research in the writing of this scientific paper is an empirical legal research type, with data sources categorized as primary and secondary. Data were collected by observation, interviews and literature review and then analyzed descriptively. In raising the problem, it uses qualitative data analysis which is applied descriptively. Perpetrators of traffic violations in the Tabanan Police jurisdiction are still relatively high because the level of public awareness in traffic order is still lacking. The effectiveness of the imposition of criminal sanctions for traffic order violators in Tabanan Regency is still not effective.
Analisis Yuridis terhadap Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan yang dilakukan Secara Berlanjut Ida Bagus Gede Arimbawa Putra; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5307.476-481

Abstract

In Indonesia, there is a classification of criminal acts that occur in social life, one of which is the crime of embezzlement committed by someone who is in a certain agency by using his position. This crime is closely related to morals and belief in someone's honesty which leads to a lie about that belief that takes advantage of the position itself. This research aims to determine the legal regulation of the crime of embezzlement in office, and to know the law enforcement against the perpetrators of the crime of embezzlement in office in Decision Number 58/pid.B/2021/PN Gin. This research uses normative research type. Sources of legal materials consist of primary, secondary and tertiary with statutory and conceptual approaches. Data were collected by recording and documenting, and analyzed descriptively analytically. The criminal act of embezzlement in office is continuously regulated in articles 372 to 376 of the Criminal Code. In Article 374 of the Criminal Code, the perpetrator is threatened with a maximum imprisonment of 5 (five) years. Meanwhile, criminal acts are continuously regulated in Article 64 paragraph (1), the perpetrators can be punished. And according to Decision No. 58/Pid.B/2021/PN.Gin, the perpetrator was sentenced to prison for 3 (three) years and charged him with paying court fees in the amount of IDR 5,000 (five thousand rupiah).
Co-Authors A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya A. A Mas Stela Kurtika adi Adhi Wibisana, Anak Agung Ngurah Agus Hindiana Christantino Mek Agus Rai Mahardika Agustinus Deny Bria Agustinus Samosir Amelia Anak Agung Ayu Gayatri Anak Agung Ayu Mas Merta Sari Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni Anak Agung Ayu Wulan Pramesti Puja Dewi Anak Agung Bagus Ari Satya Dharma Anak Agung Bagus Indra Dwipraditya Anak Agung Bagus Sempidi Junior Anak Agung Dinda Trisna Kesumadewi Anak Agung Gede Agung Anak Agung Istri Agung Anak Agung Istri Pradnya Paramitha Anak Agung Ngurah Adhi Wibisana Anak Agung Ngurah Dharma Bayu Subandi Anak Agung Ngurah Oka Yudistira Darmadi Anak Agung Putra Agung Dwicahyana Anak Agung Tias Sandya Dianti Anggia Maharani Putri Antara, I Wayan Eka Antari, Putu Agustina Mega Antonius De Andrade Fahik Arimastanaya, I Gede Arini , Desak Gde Dwi Arini, Desak Gde Dwi Arinjaya, I Gede Yudi Arjana, Made Ryoko Aditya Arniti, Ni Komang Ayu Artana, I Putu Arya Wiguna Ashton, Annie Long Astri , Dewa Ayu Mareyta Ayou Lestari Duarkossu Ayu Ratih Indra Kusumawati Bagus Andika Artha Surya Bagus Putu Lanang Agastya Berliana Indah Sari Brahmanta, I Gusti Ngurah Agung Sweca Budiastra, I Kadek Roger Budikusuma, I Gede Herry Cahyani, Dewa Agung Ari Aprillya Devita Cipta PutraI Ketut Wira Cipta Putra Cokorda Gede Agung Rama Yudha Dananjaya, A.A. Ngr. Dwi Darmayanti, Ni Komang Arik Dedi Romadhan Desak Ketut Linda Saraswati Desak Nyoman Ayu Melbi Lestari Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desy Kristiani Rahma Putri Devi, A.A Mas Karpeka Dewa Gede Agung Getsumeda Dewa Gede Ananta Prasetya Dewa Gede Dirgayusa Werdi Bumi Dewa Gede Widya Swastika Dewa Made Natha Dwitama Dewa Putu Mantera Dewi, Komang Ayu Trisna DEWI, Ni Luh Putu Yuni Sartika Dharmayuda, Made Satria Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dimas Putra Wicaksana Dinar, I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar, I Gusti Ayu Gita Pritayanti Dinata, I Gede Agus Marta Dwipayana, I Kadek Denny Harta Dwipayana, I Made Aditya Eka Andrean Ramadhan Erlin Kusnia Dewi Esa Nurillah Firdaus, Ilham Gede Agus Antonio Leovandy Gede Agus Sukawantara Gede Dwiki Cahyadi Gede Indra Yasa Asiawan Gede Oka Swarbhawa Gemaya Wangsa Gowinda Prasad Gregorius Yolan setiawan Gunantara, I Gede Agus Surya Gunawan, I Kadek Faiza Putra Gusti Ayu Euanggelin Marsha Wangania Gusti Nyoman Adung Setiawan Guterres, Mirela Maria Ribeiro Haris Wirayuda Herowati Poesoko, Herowati Hery Sudiarto I Gde Ardi Suarbawa I Gede Agus Sudiantara I Gede Fajar Manggala I Gede Made Widia Permana I Gede Suariawan I Gede Susila Putra I Gede Yoga Pratama I Gede Yogi Arya Windiarta I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Gede Utara Hartawan I Gusti Agung Mahyuni I Gusti Agung Mas Cahyani Dewi I Gusti Agung Prama Yoga I Gusti Ayu Firga Julia I Gusti Ayu Gita Dwiyanthi Merta I Gusti Ayu Sukrisma Dewi I Gusti Dama Galang Devara I Gusti Ngurah Arya Brahmantara I Kadek Nova Astrawan I Kadek Purwadi Putra I Kadek Suar Putra Dana I Ketut Sukadana I Komang Aditya Diputra I Komang Arya Sentana Mahendra I Komang Oka Raharja I Komang Widnyana I Made Adi Endra Supardi I Made Andy Sabda Permana I Made Andy Sabda Permana I Made Arimbawa Wiraputra I Made Ary Supartawan I Made Della Dwi Angga Saputra I Made Deni Pramudya Adi Putra I Made Dwi Mahardika I Made Dwi Narendra Dananjaya I Made Gede Adi Arya Natih I Made Irvan Ariansyah Putra I Made Khrisna Dwi Payana I Made Krisna Bagus Wisena I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Oka Wiradharma I Made Rai Dwi Surya Atmaja I Made Sepud I Made Subantara I Made Yasa Wahyuda I Maoe Hinggu Widyantara I Nyoman Arya Mugi Raharja I Nyoman Budiantara I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gilang Radwithama I Nyoman Loka Hari Prabawa I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Sugiarta I Nyoman Sukrata I Nyoman Surya Natha I Nyoman Sutama I NYOMAN SUTAMA I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Putu Andika Sanjaya I Putu Aris Sedana Putra I Putu Budi Astika I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Pradita Wiradinatha I Wayan Ari Subakti I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Bagas Surya Adi Pratama I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Dedi Arta I Wayan Dedy Cahya Pratama I Wayan Edi Kurniawan I Wayan Edy Darmayasa I Wayan Kevin Mahatya Pratama I Wayan Kusuma Purwanta I Wayan Merta Jaya I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wira Jaya Udaya I Wayan Yuda Atmaja I.B. Gede Agustya Mahaputra Ibnu Maruf Ida Ayu Gede Adi Suandewi Ida Ayu Prawita Utami Putri Ida Ayu Putri Ary Yulandari Ida Ayu Sri Wahyuni Ida Ayu Vera Wirya Paramita Ida Ayu Viony Adniasari Ida Bagus Ari Nugraha Ida Bagus Gede Arimbawa Putra Ida Bagus Gede Krismantara Manuaba Ida Bagus Wimba Pratama Ida Bagus Wimbha Nugraha Putra Pidada IG.A.A.Gita Pritayanti Dinar Indah Permatasari Indrawan, Putu Pery Indrayana, I Wayan Aditya Intan Dian Vitaloka Jaya, I Gede Agus Purna Johannes Ibrahim Kosasih Julius Roland Lajar Juniana, I Kade Kade Richa Mulyawati Kadek Bayu Krisna Juliantara Kadek Hary Harmawan Kadek Indra Prayogi Kadek Krisna Amacya Kadek Puspayoga Kadek Putra Dwi Payana Kadek Suryasantosa Kadek Wahyu Juniarta Kadek Yuda Kumala T.D Kamaswara, Anak Agung Gde Agung Kresna Kardiyasa, I Made Karma, Ni Made Sukaryati Karna, Ida Bagus Adi Pati Karna, Putu Indra Satya Kasirinus Jee Lua Ketut Adi Wirawan, Ketut Adi Ketut Danu Yudistira Komang Adika Bayu Mahendra Komang Gede Reska Joanykernia Pradila Komang Ikka Shintya Daivi Komang Krisna Prema Kosalya , I Gusti Ayu Agung Kresensia Angelica Hardi Kumara, GD. Bagus Maesha Kusomo, Livia Kusuma, Ida Bagus Wahyu Wira Kusuma, Ngurah Arya Laning, Marthen Lazarus lda Ayu Mirah Widnyani Linda Vianty Mala Takko Luh Ketut Ayu Andayani Luh Putu Sudini Luh Putu Suryani Luh Putu Yustika Riani Kusuma Luiter Lubalu Made Adityaswara Amerta Yoga S Made Dwi Kurnia Dananjaya Made Dwi Mahayuni Dharmayanti Made Harum Pratiwi Made Minggu Widyantara Mahaputra, Ida Bagus Gede Bawa Mahaputri, Anak Agung Istri Maharani, Ni Made Intan Mahardika, Made Marianus Oktavian Darung Mario Viano Rasi Wangge Mella Ismelina Farma Rahayu Meysin Liston Sinaga Nadila Purnama Sari Negara, I Made Rai Arya Suta Ni Gusti Putu Wirawati Ni Kadek Ari Swartini Ni Kadek Ayu Reza Chintya Dewi Ni Kadek Lia Sri Padmiani Ni Kadek Nilawati Dwi Cahya Ni Kadek Nisa Alfiyana Ni Kadek Pingkan Putri Natalia Ni Komang Ayu Sri Agustini Ni Komang Ayu Triana Dewi Ni Komang Diana Trisnayanti Ni Komang Nanda Permata Dewi Ni Komang Putri Pratiwi Ni Komang Sri Herawati Octa Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi Ni Luh Putu Sri Laksemi Dharmapadmi Ni Luh Putu Yosi Pratiwi Ni Made Dhea Wijayanti Upadana Ni Made Dwi Ari Cahyani Ni Made Nindya Maheswari Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Ratna Pratiwi Ni Made Sasmita Ayuningrum Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Sukaryati Ni Made Sukuryati Karma Ni Made Suryati Ni Made Swandari Ni Made Wismantari Ni Made Yeni Sukmawati Ni Nyoman Gabriella Christiawan Putri Ni Nyoman Rina Desi Lestari Ni Nyoman Sonia Santhy Suryani Ni Putu Ayu Mia Paramartha Sari Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Kristin Ningtyas Kusuma Ni Putu Lalitha Candra Laksmi Ni Wayan Regina Novyanti Nono , Ignasius Yosanda Novitasari Kusuma Dewi Nurjaya, I Nyoman Widi Nyoman Ananda Bimastara Nyoman Gede Aditya Jay Medhika Nyoman Handytya Wiarsa Putra Pande Putu Rastika Paramartha Pangjaya, Anak Agung Ananda Putra Paramita, Ni Putu Ayu Prasetya Paramitha, Dewa Ayu Cahyani Permana, I Putu Bayu Pius. A. Samponu Poly Pagna Pramana, Dwik Aditya Praminingrat, I Gusti Agung Istri Arinda Prasetia, I Gusti Ngurah Yudha Prayascita, I Made Wira Manik Prayoga, Gede Kristya Yuan Priana, Cahya Edy Purnacandrama, I Putu Gede Anom Putra , Andrie Eka Putra, I Gusti Ngurah Agung Bagus Bima Putra, I Made Mudana Adi Putri, Anak Agung Ayu Desy Nadhira Putri, Ni Made Melly Deni Kiara Putri, Ni Putu Ayu Sri Darma Putri, Ni Putu Yuni Suantika Putu Aditya Witanaya Putra Putu Ayu Sarina Selsa Oktaviani Putu Budiartha, I Nyoman Putu Cyntia Rizdyanti Putu Kayla Yunita Dewi Putu Ryan Baskara Putu Suryani . Putu Wisesa Sagara Rendi Salasbi Rizal, Michael Jose Ronaldo Darmawan Ronaldo Ragowino Bira SAKTI, Sawung Aji Bhawono Sanjaya, Anom Bagus Sari, Anak Agung Arista Purnama Sari, Ni Wayan Dian Anggita Saripan, Hartini Sarwini, Ida Ayu Ketut Sastra, Putu Arya Adi Sena, Putu Gede Prema Septianingsih, Komang Ayuk Seputra, I Putu Gede Sienny Karmana Somayasa, I Made Gede Bagus Sri Ulina Theresa Perangin-Angin Suarnegara, I Putu Agus Suartama, I Kadek Anom Sudibya, Diah Gayatri Sugiarta, I Kadek Agus Sugiartha, I Nyoman Gede Sujana, I Nyoman Sujana, Putu Krisna Widya Suradnya, I Gusti Ngurah Made Susanti, Ni Komang Dewik Ary Taruna, Darly Teo Dentha Maha Pratama Tjokorda Istri Agung Devitia Widya Paramita Putri Triana Agus Widiasih Trianti, Dhania Bagus Fajar Ujianti, I Made puspasutari Ujianti, Ni Made Puspasutari Utami, Ni Putu Marsya Utari Paramita Devi Wayan Ardi Indra Jaya Wayan Artana Wianta, I Made Prama Wibawa, Theo Sukardi Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Wicaksana, Dewa Putu Ade Wicaksana, I Gusti Ngurah Ketut Satya Widhiastuty, Ni Putu Ayu Angreny Widiana, I Gusti Agung Ngurah Satya Widiantara, Made Minggu Widyaningsih, Gusti Ayu Erlin Widyantara, Made Minggu Widyastuti, Ida Ayu Wayan Wijana, Kadek Wijaya, Kadek Agus Mahendra Wijaya, Pande Putu Dinda Novita Wijayanti, Ni Kadek Sri Wiraguna, Komang Wiryawan, I Kadek Arya Wisantya, Khresna Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka Yanti, Ni Kadek Derlin Yudha, I Gede Dharma