Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Non Penal Terhadap Tindak Pidana Pencurian Bernilai Ringan di Mini Market Gusti Ayu Euanggelin Marsha Wangania; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5309.488-492

Abstract

Crime is a problem that arises from many factors that support it where there is a violation of the rules that should be obeyed by the community itself, and it is undeniable that the crime comes from the community. Some cases of criminal acts are also caused by economic problems, theft is a common crime, where someone robs another person of wealth or objects. The purpose of this study is to find out the settlement of the crime of theft of light value in mini markets with non-penal alternatives, and the obstacles to solving the crime of theft of light value in mini markets with non-penal alternatives. The type of research used in this research is empirical legal research, the sources of legal material are obtained by conducting interviews and literature studies. The results of the study indicate that the settlement of the crime of minor theft in the mini market is by non-penal efforts, which can be carried out with preventive efforts, namely efforts that can be made before the occurrence of a crime by dealing with the factors driving the occurrence of a crime. In terms of solving the problem of minor crimes, there is one solution that is considered to be able to humanize humans, namely Restorative Justice. There are 2 (two) obstacles in resolving cases of theft of light value in mini markets with non-penal alternatives, namely internal and external factors.
Perceraian Bagi Masyarakat Hindu di Bali yang Tidak Mempunyai Akta Perkawinan I Made Dwi Mahardika; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5318.503-508

Abstract

There are many cases of divorce for Hindus in Bali, especially for marriages that do not have a marriage certificate. This study aims to determine the arrangements for divorce for those who are not married and the legal consequences for society, especially in Bali, for divorce, especially for those who are not married. The study method is a normative type of study, with a statutory and conceptual approach. Legal materials consist of primary, secondary and tertiary. Data were collected through literature study and analyzed descriptively based on deductive-inductive legal logic. The results of the study indicate that marriage arrangements for those who do not have marriages are not regulated in the Law or PP regarding marriage and how the legal consequences for the community, especially in Bali, for divorce, especially for those who do not have marriages are basically not recognized because they are not registered under administrative law because Marriage or divorce is legal according to Hinduism only, but in the District Court the divorce must be proven by a marriage certificate from the village head then the divorce process can occur. The author suggests that marriages should be carried out so that they are religiously legal or recorded in the state so that they are also legal under state or national law
Tindak Pidana Ringan Melalui Restorative Justice sebagai Bentuk Upaya Pembaharuan Hukum Pidana A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5345.545-550

Abstract

Kebijakan Penanggulangan Tindak Pidana Prostitusi Online yang Melibatkan Anak di Bawah Umur (Studi Kasus di Polres Kabupaten Tabanan) Kadek Hary Harmawan; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8039.275-281

Abstract

Prostitusi online adalah masalah sosial yang belum diketahui asal-usulnya secara pasti, namun tetap dilakukan baik secara ilegal maupun terbuka. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini mencakup dua pertanyaan pokok: bagaimana penanganan tindak pidana prostitusi online yang dilakukan oleh anak di bawah umur? Apa kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh Polres Tabanan untuk menangani kejahatan prostitusi online? Penelitian ini menggunakan metode empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan kejahatan terkait prostitusi anak atau anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk melindungi anak-anak yang rentan terhadap eksploitasi ekonomi dan finansial, pelecehan seksual, pemantauan, pelaporan, dan pemberian sanksi. Selain itu, terlibat pula berbagai instansi pemerintah, korporasi, serikat pekerja, LSM, dan masyarakat dalam upaya penghapusan kekerasan finansial dan/atau seksual terhadap anak. Kebijakan dan upaya Polres Tabanan dalam menghadapi kejahatan prostitusi online, khususnya melalui kebijakan preventif, penindakan, dan tindakan pencegahan, juga telah diidentifikasi dalam penelitian ini.
Penyidikan Penjualan Video Porno oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri) I Wayan Dedi Arta; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8048.301-306

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami peningkatan kasus penjualan konten pornografi selama periode pemulihan dari pandemi Covid-19. Pornografi telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, di mana perkembangan teknologi yang semakin canggih telah dimanfaatkan oleh para pelaku penjualan konten pornografi melalui media sosial sebagai alat untuk melaksanakan tindakan mereka. Saat ini, kasus penjualan konten pornografi menjadi tindak pidana yang sering terjadi. Namun, karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang sifat ilegal pornografi, pelaku oknum seringkali dapat melakukan tindakan pornografi tanpa rasa khawatir, dan kegiatan penjualan konten pornografi semakin marak. Dalam menghadapi masalah ini, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan undang-undang untuk menetapkan sanksi pidana terhadap pelaku penjualan konten pornografi. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 281 dan 282 KUHP, Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 45 dan 27 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sanksi Pidana terhadap Pelaku Penimbun Minyak Goreng Marianus Oktavian Darung; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8061.360-365

Abstract

Penimbunan minyak goreng merupakan tindakan yang melanggar hukum serta mencerminkan perilaku yang tidak beradab, berpotensi menyulitkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Rumusan permasalahan dalam penulisan jurnal ini mencakup pengaturan tindak pidana penimbunan minyak goreng dan sanksi pidana yang dikenakan terhadap pelaku penimbun minyak goreng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dan analisis perundang-undangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaturan tindak pidana penimbunan minyak goreng didasarkan pada Pasal 29 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Sanksi pidana terhadap pelaku penimbunan minyak goreng diatur dalam Pasal 107 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 52 dan 53 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Saran yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah kepada Pemerintah, khususnya Kepolisian dan Kementerian Perdagangan, agar dapat bekerja sama dalam menerapkan aturan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana penimbunan minyak goreng.
Pertanggungjawaban Kepolisian sebagai Penyidik dalam Tindak Pidana Narkotika Intan Dian Vitaloka; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8302.348-353

Abstract

Kepolisian, sebagai penegak hukum yang bertujuan memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat, menghadapi tantangan besar dalam penanganan kasus narkotika. Artikel ini meneliti ketentuan hukum terkait dengan diskresi polisi dalam penyidikan tindak pidana narkotika dan tugas polisi dalam mengumpulkan barang bukti. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan data primer dan sekunder serta wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan hukum mendukung diskresi polisi dalam tugas penyidikan. Namun, masalah terbatasnya jumlah penyidik, pengelolaan barang bukti yang kurang optimal, dan kendala keuangan menjadi tantangan utama. Saran meliputi peningkatan personel penyidik, penanganan narkotika yang lebih efektif, dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penegakan hukum akan lebih efisien dalam mengatasi masalah narkotika.
Tanggung Jawab Panti Asuhan Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya (Studi Pada Panti Asuhan TAT Twam Asi Denpasar) Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8584.111-116

Abstract

Panti asuhan sebagai lembaga perwalian bertindak sebagai wali bagi anak-anak yang mengalami gangguanekonomi atau anak terlantar sehingga membutuhkan penanganan dari panti asuhan yang dikelola oleh pemerintahsesuai dengan Pasal 11 ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Rumusanmasalah yang dibahas yaitu bagaimanakah kedudukan hukum panti asuhan sebagai wali dan bagaimanakahtanggung jawab panti asuhan sebagai wali? Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi Kedudukan Hukum Panti Asuhan Tat Twam Asi Sebagai Wali dan TanggungjawabPanti Asuhan Tat Twam Asi Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya. Hasil penelitian ini menunjukan Kedudukanhukum Panti Asuhan Tat Twam Asi dengan akta notaris nomor 60 tahun 1987 tanggal 20 juli. Tanggung jawabPanti Asuhan berupa merawat, menyediakan tempat penampungan, memberikan pendidikan dan perawatankesehatan. Oleh karena itu, tingkatkan pengawasan kepada setiap anak asuh agar terkontrol dengan baik.
Penyelesaian Sengketa Hak Cipta Musik Di Luar Pengadilan I Gde Ardi Suarbawa; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8701.21-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki permasalahan hak cipta terkait dengan cover version musik dan mengeksplorasi proses penyelesaian sengketa yang berkaitan. Suatu karya dalam mendapatkan suatu legalitas atas kepemilikan ciptaan perlu suatu tindakan pencatatan pada lembaga terkait terhada hasil karya yang diciptakan sehingga dengan itu bisa memperoleh hak cipta. Pada saat ini permasalah yang sering muncul yakni pada hakcipta kepemilikan musik yang sering dilakukan cover pada musik tersebut. Dari hal ini munculah beberapa rumusan masalah antara lain bagaimana bentuk pelanggaran cover version atas musik dan bagaimana proses penyelesaian sengketa hak cipta terkait cover version atas musik. Penulisan menerapkan penelitian Normatif. Penelitian normatif adalah metode penelitian yang berkonsentrasi pada dokumen hukum, aturan, prinsip, dan teori yang berkaitan dengan subjek penelitian. Metode normatif dapat digunakan untuk memahami kerangka hukum yang mengatur hak cipta dalam hal cover version dan hak cipta musik. Ini terutama berlaku untuk interpretasi dan perlindungan hak cipta terhadap karya musik yang diaransemen ulang. Dalam hal melakukan cover pada karya cipta yang dapat kita kategorikan setidaknya memerlukan izin daripada pencipta musik atau lagu tersebut, sehingga cover version yang dilakukan dalam hal ini tentu saja melanggar keberadaan hak cipta musik. Dikarenakan dalam hal ini sudah bertentangan dengan keberadaan pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Jadi setiap tindakan yang dilakukan dengan adanya unsur pelanggaran terhadap hak cipta tentu saja dapat disangkakan terkait atas pelanggaran hak cipta, dimana hak cipta tersebut saat ini menjadi bagian daripada Hak Kekayaan Intelektual.
Optimalization of the Notary Authority in Binding PPJB: Legal Review of the Job Creation Law Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni; A.A. Ngurah Oka Yudistira Darmadi; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi
Sociological Jurisprudence Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/scj.7.1.2024.1-7

Abstract

The purpose of this writing is to explain the legal position and role of a Notary in the preparation and approval of land sale and purchase agreements, as required by the legislation. This research focuses on the changes that have occurred in the authority of a Notary, as well as the rights and obligations of the parties involved in making a Sale and Purchase Agreement (PPJB) in accordance with Article 43 paragraph (1) of the Job Creation Law. The research method used is a normative legal approach by analyzing legal regulations and philosophical principles, as well as a prescriptive analysis method. The results of this research confirm that the authority of a Notary in making PPJB is a direct authority granted by the law to a Notary as a public official. This research uses the theory of contract to analyze the legal relationship between the Notary and the parties involved in the contract, while the theory of authority is used to analyze the scope of authority of the Notary in making the contract. The aim of this research is to provide a comprehensive understanding of the dynamics of Notary authority in the context of the Job Creation Law.
Co-Authors A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya A. A Mas Stela Kurtika adi Adhi Wibisana, Anak Agung Ngurah Agus Hindiana Christantino Mek Agus Rai Mahardika Agustinus Deny Bria Agustinus Samosir Amelia Anak Agung Ayu Gayatri Anak Agung Ayu Mas Merta Sari Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni Anak Agung Ayu Wulan Pramesti Puja Dewi Anak Agung Bagus Ari Satya Dharma Anak Agung Bagus Indra Dwipraditya Anak Agung Bagus Sempidi Junior Anak Agung Dinda Trisna Kesumadewi Anak Agung Gede Agung Anak Agung Istri Agung Anak Agung Istri Pradnya Paramitha Anak Agung Ngurah Adhi Wibisana Anak Agung Ngurah Dharma Bayu Subandi Anak Agung Ngurah Oka Yudistira Darmadi Anak Agung Putra Agung Dwicahyana Anak Agung Tias Sandya Dianti Anggia Maharani Putri Antara, I Wayan Eka Antari, Putu Agustina Mega Antonius De Andrade Fahik Arimastanaya, I Gede Arini , Desak Gde Dwi Arini, Desak Gde Dwi Arinjaya, I Gede Yudi Arjana, Made Ryoko Aditya Arniti, Ni Komang Ayu Artana, I Putu Arya Wiguna Ashton, Annie Long Astri , Dewa Ayu Mareyta Ayou Lestari Duarkossu Ayu Ratih Indra Kusumawati Bagus Andika Artha Surya Bagus Putu Lanang Agastya Berliana Indah Sari Brahmanta, I Gusti Ngurah Agung Sweca Budiastra, I Kadek Roger Budikusuma, I Gede Herry Cahyani, Dewa Agung Ari Aprillya Devita Cipta PutraI Ketut Wira Cipta Putra Cokorda Gede Agung Rama Yudha Dananjaya, A.A. Ngr. Dwi Darmayanti, Ni Komang Arik Dedi Romadhan Desak Ketut Linda Saraswati Desak Nyoman Ayu Melbi Lestari Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desy Kristiani Rahma Putri Devi, A.A Mas Karpeka Dewa Gede Agung Getsumeda Dewa Gede Ananta Prasetya Dewa Gede Dirgayusa Werdi Bumi Dewa Gede Widya Swastika Dewa Made Natha Dwitama Dewa Putu Mantera Dewi, Komang Ayu Trisna DEWI, Ni Luh Putu Yuni Sartika Dharmayuda, Made Satria Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dimas Putra Wicaksana Dinar, I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar, I Gusti Ayu Gita Pritayanti Dinata, I Gede Agus Marta Dwipayana, I Kadek Denny Harta Dwipayana, I Made Aditya Eka Andrean Ramadhan Erlin Kusnia Dewi Esa Nurillah Firdaus, Ilham Gede Agus Antonio Leovandy Gede Agus Sukawantara Gede Dwiki Cahyadi Gede Indra Yasa Asiawan Gede Oka Swarbhawa Gemaya Wangsa Gowinda Prasad Gregorius Yolan setiawan Gunantara, I Gede Agus Surya Gunawan, I Kadek Faiza Putra Gusti Ayu Euanggelin Marsha Wangania Gusti Nyoman Adung Setiawan Guterres, Mirela Maria Ribeiro Haris Wirayuda Herowati Poesoko, Herowati Hery Sudiarto I Gde Ardi Suarbawa I Gede Agus Sudiantara I Gede Fajar Manggala I Gede Made Widia Permana I Gede Suariawan I Gede Susila Putra I Gede Yoga Pratama I Gede Yogi Arya Windiarta I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Gede Utara Hartawan I Gusti Agung Mahyuni I Gusti Agung Mas Cahyani Dewi I Gusti Agung Prama Yoga I Gusti Ayu Firga Julia I Gusti Ayu Gita Dwiyanthi Merta I Gusti Ayu Sukrisma Dewi I Gusti Dama Galang Devara I Gusti Ngurah Arya Brahmantara I Kadek Nova Astrawan I Kadek Purwadi Putra I Kadek Suar Putra Dana I Ketut Sukadana I Komang Aditya Diputra I Komang Arya Sentana Mahendra I Komang Oka Raharja I Komang Widnyana I Made Adi Endra Supardi I Made Andy Sabda Permana I Made Andy Sabda Permana I Made Arimbawa Wiraputra I Made Ary Supartawan I Made Della Dwi Angga Saputra I Made Deni Pramudya Adi Putra I Made Dwi Mahardika I Made Dwi Narendra Dananjaya I Made Gede Adi Arya Natih I Made Irvan Ariansyah Putra I Made Khrisna Dwi Payana I Made Krisna Bagus Wisena I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Oka Wiradharma I Made Rai Dwi Surya Atmaja I Made Sepud I Made Subantara I Made Yasa Wahyuda I Maoe Hinggu Widyantara I Nyoman Arya Mugi Raharja I Nyoman Budiantara I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gilang Radwithama I Nyoman Loka Hari Prabawa I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Sugiarta I Nyoman Sukrata I Nyoman Surya Natha I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I NYOMAN SUTAMA I Putu Andika Sanjaya I Putu Aris Sedana Putra I Putu Budi Astika I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Pradita Wiradinatha I Wayan Ari Subakti I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Bagas Surya Adi Pratama I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Dedi Arta I Wayan Dedy Cahya Pratama I Wayan Edi Kurniawan I Wayan Edy Darmayasa I Wayan Kevin Mahatya Pratama I Wayan Kusuma Purwanta I Wayan Merta Jaya I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wira Jaya Udaya I Wayan Yuda Atmaja I.B. Gede Agustya Mahaputra Ibnu Maruf Ida Ayu Gede Adi Suandewi Ida Ayu Prawita Utami Putri Ida Ayu Putri Ary Yulandari Ida Ayu Sri Wahyuni Ida Ayu Vera Wirya Paramita Ida Ayu Viony Adniasari Ida Bagus Ari Nugraha Ida Bagus Gede Arimbawa Putra Ida Bagus Gede Krismantara Manuaba Ida Bagus Wimba Pratama Ida Bagus Wimbha Nugraha Putra Pidada IG.A.A.Gita Pritayanti Dinar Indah Permatasari Indrawan, Putu Pery Indrayana, I Wayan Aditya Intan Dian Vitaloka Jaya, I Gede Agus Purna Johannes Ibrahim Kosasih Julius Roland Lajar Juniana, I Kade Kade Richa Mulyawati Kadek Bayu Krisna Juliantara Kadek Hary Harmawan Kadek Indra Prayogi Kadek Krisna Amacya Kadek Puspayoga Kadek Putra Dwi Payana Kadek Suryasantosa Kadek Wahyu Juniarta Kadek Yuda Kumala T.D Kamaswara, Anak Agung Gde Agung Kresna Kardiyasa, I Made Karma, Ni Made Sukaryati Karna, Ida Bagus Adi Pati Karna, Putu Indra Satya Kasirinus Jee Lua Ketut Adi Wirawan, Ketut Adi Ketut Danu Yudistira Komang Adika Bayu Mahendra Komang Gede Reska Joanykernia Pradila Komang Ikka Shintya Daivi Komang Krisna Prema Kosalya , I Gusti Ayu Agung Kresensia Angelica Hardi Kumara, GD. Bagus Maesha Kusomo, Livia Kusuma, Ida Bagus Wahyu Wira Kusuma, Ngurah Arya Laning, Marthen Lazarus lda Ayu Mirah Widnyani Linda Vianty Mala Takko Luh Ketut Ayu Andayani Luh Putu Sudini Luh Putu Suryani Luh Putu Yustika Riani Kusuma Luiter Lubalu Made Adityaswara Amerta Yoga S Made Dwi Kurnia Dananjaya Made Dwi Mahayuni Dharmayanti Made Harum Pratiwi Made Minggu Widyantara Mahaputra, Ida Bagus Gede Bawa Mahaputri, Anak Agung Istri Maharani, Ni Made Intan Mahardika, Made Marianus Oktavian Darung Mario Viano Rasi Wangge Mella Ismelina Farma Rahayu Meysin Liston Sinaga Nadila Purnama Sari Negara, I Made Rai Arya Suta Ni Gusti Putu Wirawati Ni Kadek Ari Swartini Ni Kadek Ayu Reza Chintya Dewi Ni Kadek Lia Sri Padmiani Ni Kadek Nilawati Dwi Cahya Ni Kadek Nisa Alfiyana Ni Kadek Pingkan Putri Natalia Ni Komang Ayu Sri Agustini Ni Komang Ayu Triana Dewi Ni Komang Diana Trisnayanti Ni Komang Nanda Permata Dewi Ni Komang Putri Pratiwi Ni Komang Sri Herawati Octa Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi Ni Luh Putu Sri Laksemi Dharmapadmi Ni Luh Putu Yosi Pratiwi Ni Made Dhea Wijayanti Upadana Ni Made Dwi Ari Cahyani Ni Made Nindya Maheswari Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Ratna Pratiwi Ni Made Sasmita Ayuningrum Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Sukaryati Ni Made Sukuryati Karma Ni Made Suryati Ni Made Swandari Ni Made Wismantari Ni Made Yeni Sukmawati Ni Nyoman Gabriella Christiawan Putri Ni Nyoman Rina Desi Lestari Ni Nyoman Sonia Santhy Suryani Ni Putu Ayu Mia Paramartha Sari Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Kristin Ningtyas Kusuma Ni Putu Lalitha Candra Laksmi Ni Wayan Regina Novyanti Nono , Ignasius Yosanda Novitasari Kusuma Dewi Nurjaya, I Nyoman Widi Nyoman Ananda Bimastara Nyoman Gede Aditya Jay Medhika Nyoman Handytya Wiarsa Putra Pande Putu Rastika Paramartha Pangjaya, Anak Agung Ananda Putra Paramita, Ni Putu Ayu Prasetya Paramitha, Dewa Ayu Cahyani Permana, I Putu Bayu Pius. A. Samponu Poly Pagna Pramana, Dwik Aditya Praminingrat, I Gusti Agung Istri Arinda Prasetia, I Gusti Ngurah Yudha Prayascita, I Made Wira Manik Prayoga, Gede Kristya Yuan Priana, Cahya Edy Purnacandrama, I Putu Gede Anom Putra , Andrie Eka Putra, I Gusti Ngurah Agung Bagus Bima Putra, I Made Mudana Adi Putri, Anak Agung Ayu Desy Nadhira Putri, Ni Made Melly Deni Kiara Putri, Ni Putu Ayu Sri Darma Putri, Ni Putu Yuni Suantika Putu Aditya Witanaya Putra Putu Ayu Sarina Selsa Oktaviani Putu Budiartha, I Nyoman Putu Cyntia Rizdyanti Putu Kayla Yunita Dewi Putu Ryan Baskara Putu Suryani . Putu Wisesa Sagara Rendi Salasbi Rizal, Michael Jose Ronaldo Darmawan Ronaldo Ragowino Bira SAKTI, Sawung Aji Bhawono Sanjaya, Anom Bagus Sari, Anak Agung Arista Purnama Sari, Ni Wayan Dian Anggita Saripan, Hartini Sarwini, Ida Ayu Ketut Sastra, Putu Arya Adi Sena, Putu Gede Prema Septianingsih, Komang Ayuk Seputra, I Putu Gede Sienny Karmana Somayasa, I Made Gede Bagus Sri Ulina Theresa Perangin-Angin Suarnegara, I Putu Agus Suartama, I Kadek Anom Sudibya, Diah Gayatri Sugiarta, I Kadek Agus Sugiartha, I Nyoman Gede Sujana, I Nyoman Sujana, Putu Krisna Widya Suradnya, I Gusti Ngurah Made Susanti, Ni Komang Dewik Ary Taruna, Darly Teo Dentha Maha Pratama Tjokorda Istri Agung Devitia Widya Paramita Putri Triana Agus Widiasih Trianti, Dhania Bagus Fajar Ujianti, I Made puspasutari Ujianti, Ni Made Puspasutari Utami, Ni Putu Marsya Utari Paramita Devi Wayan Ardi Indra Jaya Wayan Artana Wianta, I Made Prama Wibawa, Theo Sukardi Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Wicaksana, Dewa Putu Ade Wicaksana, I Gusti Ngurah Ketut Satya Widhiastuty, Ni Putu Ayu Angreny Widiana, I Gusti Agung Ngurah Satya Widiantara, Made Minggu Widyaningsih, Gusti Ayu Erlin Widyantara, Made Minggu Widyastuti, Ida Ayu Wayan Wijana, Kadek Wijaya, Kadek Agus Mahendra Wijaya, Pande Putu Dinda Novita Wijayanti, Ni Kadek Sri Wiraguna, Komang Wiryawan, I Kadek Arya Wisantya, Khresna Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka Yanti, Ni Kadek Derlin Yudha, I Gede Dharma