p-Index From 2021 - 2026
7.616
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran PAEDAGOGIA PRISMA Desimal: Jurnal Matematika Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Journal of Humanities and Social Studies JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI FORUM PAEDAGOGIK IJPD (International Journal Of Public Devotion) Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Al Basirah Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Jurnal Didaktik Matematika Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Assessing students’ errors in mathematical translation: From symbolic to verbal and graphic representations Nurrahmawati Nurrahmawati; Cholis Sa'dijah; Sudirman Sudirman; Makbul Muksar
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 10, No 1: March 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v10i1.20819

Abstract

Translation skills are very important possessed by students, but currently, there are still many students who have difficulty in translating between representations. The purpose of this study is to analyze students' errors in translating from symbolic representations to verbal and graphic representations. This research was descriptive study with qualitative approach. Tests are given to junior high school students. From the results of data analysis, it is obtained that in translating from symbolic to verbal forms (problems in daily life) that are following the given system of equations, students are still unable to make representations correctly. When students are asked to translate into graphical form, students are still unable to draw complete graphs and errors made by students are misinterpretation and implementation errors, so they cannot maintain the semantic congruence between source representation and target representation. Based on this, it is necessary to make a learning plan that can improve students’ ability to translate between representations.
Metode Level Set pada Hyperbolic Mean Curvature Flow Vita Kusumasari; Makbul Muksar; Tjang Daniel Chandra; Kridha Pusawidjayanti
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jm.v5i2.1437

Abstract

Pada artikel ini, metode level set diterapkan pada masalah pergerakan kurva berdasarkan hyperbolic mean curvature flow. Simulasi yang dilakukan meliputi masalah hyperbolic mean curvature flow dan hyperbolic mean curvature flow dengan kendala. Realisasi pergerakan kurva pada kedua permasalahan masing-masing menggunakan algoritma Hyperbolic MBO (HMBO) dan algoritma HMBO yang telah dimodifikasi untuk masalah dengan kendala. Kurva initial pada kedua permasalahan berupa lingkaran. Hasil simulasi yang ditampilkan berupa plot level set nol dan plot tiga dimensi. Hasil pergerakan kurva pada kedua permasalahan menunjukkan bahwa kurva semakin menyusut. Untuk masalah hyperbolic mean curvature flow, kurva akan menyusut dan menghilang. Sedangkan pada masalah hyperbolic mean curvature flow dengan kendala, kurva akan menyusut dan berhenti bergerak setelah menyentuh kurva kendala.
ANALYSIS OF STUDENTS’ MATHEMATICAL LITERACY SKILL IN SOLVING PISA MATHEMATICAL PROBLEMS Yusfa Lestari; Abdur Rahman As’ari; Makbul Muksar
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 9 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2021v9n1a7

Abstract

This study aims to determine students’ mathematical literacy skills in solving PISA mathematical problems. Mathematical literacy is the capacity of individuals to formulate, use, and interpret mathematics in various contexts. Students’ mathematical literacy skills can be seen in the way students work in solving PISA questions. This study is qualitative descriptive research. Data from the analysis of students’ mathematical literacy skills were obtained through tests in the form of descriptive questions adopted from PISA questions, analysis based on indicators of mathematical literacy skill according to PISA, and the interview results with students who worked on the PISA questions. This study shows that students’ mathematical literacy skills were in the medium to the low category; this can be seen from the percentage of students’ answer scores in working on PISA questions. Therefore, it is necessary to provide reasoning questions such as PISA questions to help students improve their mathematical literacy skills.
KESALAHAN REPRESENTASI PECAHAN PADA GARIS BILANGAN Tatik Retno Murniasih; Cholis Sadijah; Makbul Muksar; Susiswo Susiswo; Vivi Suwanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.375 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i2.2740

Abstract

Penelitian tentang analisis kesalahan representasi pecahan calon guru matematika penting karena pecahan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian untuk menyelidiki kesalahan calon guru matematika dalam representasi tugas kepekaan pecahan pada garis bilangan. Tipe kesalahan dan indikator menunjukkan keterampilan representasi pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 19 calon guru matematika sebagai calon subjek. Wawancara dilakukan pada 5 subjek yang dipilih. Pada wawancara, kami meminta mereka untuk mendeskripsikan jawaban mereka dalam merepresentasikan tugas kepekaan pecahan pada garis bilangan dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan dua kesalahan terbesar pada calon guru matematika, yaitu tidak terampil menggunakan estimasi, dan tidak terampil menggunakan benchmark. Temuan lain menunjukkan lebih banyak calon guru matematika yang melakukan kesalahan dalam representasi pecahan negatif daripada pecahan positif pada garis bilangan. Hal ini disebabkan adanya hambatan kognitif calon guru matematika dari pengetahuan sebelumnya dalam domain pecahan positif  ketika  diterapkan pada domain pecahan negatif. Sehingga lebih banyak calon guru matematika yang melakukan kesalahan dalam representasi pecahan negatif daripada pecahan positif pada garis bilangan. Faktor-faktor penyebabkan kesalahan representasi dari penugasan kepekaan pecahan pada garis bilangan adalah calon guru menganggap materi pecahan sulit, sulit membayangkan pecahan, mengalami kebingungan dan lupa dengan materi pecahan. Intervensi berbantuan media direkomendasikan untuk mengatasi ketidakmampuan calon guru menggunakan estimasi dan bencmark terutama dalam domain pecahan negatif.
IDENTIFIKASI BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA-6 SMAK SANTO ALBERTUS MALANG Flavia Aurelia Hidajat; I Nengah Parta; Makbul Muksar
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.58 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v4i2.844

Abstract

This research is meant to identify the critical thinking of X grade students of Science-class in SMAK Santo Albertus, Malang. Data of this research is collected from students test result related to critical thinking test as well as the result of interview done by the researcher with the teacher and students. Data analysis will be done after the treatment and all data are collected. Data analysis technique used in this research is flow model which includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. Identification result of students’ critical thinking of X grade in Science-6 class of SMAK Santo Albertus Malang shows that there are three levels in critical thinking, namely ; students with Thinking level of “Critical”, students with thinking level of “less critical”, and students with thinking level of “Not critical”. The result of this research provides information for teachers related to students’ critical thinking, therefore, this research can give some reflection for the teacher in designing the next Mathematics teaching activities and help teacher in designing standard teaching development which improves students’ critical thinking.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rachmat Wasqita; Rustanto Rahardi; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.239 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bangun datar ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Subjek penelitian sebanyak 8 dengan masing-masing dua siswa dari visual, auditori, kinestetik dan visual-auditori. Data penelitian diambil dari kuesioner gaya belajar, lembar tes siswa, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data kuesioner dilakukan untuk menentukan kecendrungan gaya belajar siswa, sedangkan lembar tes untuk mengetahui kemampuan berpikir krtitis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada masing-masing gaya belajar memiliki tingkatan yang berbeda. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup kritis, siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori kurang kritis, siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori cukup kritis, sedangkan siswa dengan gaya belajar visual-auditori memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori kritis. Dari 3 gaya belajar tersebut didapatkan bahwa gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik dari auditori dan kinestetik. This study aims to describe students' critical thinking ability on two-dimentional figure material in terms of learning styles. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were students of class VIII SMPN 1 Jereweh, West Sumbawa Regency. The research subjects were 8 with two students each from visual, auditory, kinesthetic and visual-auditory. The research data were taken from learning style questionnaires, student test sheets, and interviews. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Questionnaire data was conducted to determine the tendency of students' learning styles, while the test sheet was to determine students' critical thinking ability. The results showed that students' critical thinking ability in each learning style had different levels. Students with visual learning styles have critical thinking ability in the moderately critical category, students with auditory learning styles have critical thinking ability in the less critical category, students with kinesthetic learning styles have critical thinking ability in the moderately critical category, while students with visual-auditory learning styles have the ability to think critically in the critical category. From the 3 learning styles, it was found that the visual learning style has better critical thinking ability than auditory and kinesthetic.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Annesa Eka Norman; Erry Hidayanto; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1749.872 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA selama pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah sebanyak 3 siswa di SMAN 1 Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang dipilih secara purposive sampling dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi mampu memahami masalah, mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana penyelesaian, masih terdapat kesalahan dalam memasukkan informasi ke rumus, dan mampu menelaah kembali penyelesaian walau tidak teliti. 2) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis sedang masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi informasi yang ditanya dalam memahami masalah, subjek mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana, namun tidak teliti dalam menelaah kembali selesaiannya. 3) Kategori kemampuan pemecahan masalah matematis rendah masih terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi informasi pada tahap memahami masalah, subjek tidak mampu memikirkan langkah-langkah penting dan saling menunjang dalam menyusun rencana, tidak melakukan perhitungan dalam menyelesaikan masalah, dan tidak menelaah kembali selesaiannya.
KARAKTERISTIK PROSES BERPIKIR ANALITIS SISWA DALAM MEMECAHKAN PERMASALAHAN HIMPUNAN Agus Maqruf; Sudirman Sudirman; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.808 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6266

Abstract

Beberapa penelitian pendidikan matematika menunjukkan, dalam memecahkan masalah matematika, sebagian besar siswa di Indonesia masih memberikan solusi dan langkah pemecahan masalah yang belum tepat. Kemampuan memecahkan masalah ini erat kaitannya dengan bagaimana siswa berpikir analitis sehingga perlu dikaji proses berpikir analitis siswa. Proses berpikir analitis adalah proses berpikir dengan karakteristik memilah-milah informasi atau bagian penting dari materi dan menentukan hubungan dari bagian-bagian materi tersebut dengan materi secara keseluruhan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik proses berpikir analitis siswa dalam memecahkan permasalahan himpunan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus. Subjek yang dipilih adalah siswa yang telah mempelajari materi himpunan. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes permasalahan himpunan dan pedoman wawancara. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 subjek penelitian ketika menyelesaikan permasalahan himpunan sudah melalui tahapan berpikir analitis yaitu differentiating, organizing, dan attributing namun terdapat perbedaan berdasarkan sepenuhnya atau belum sepenuhnya subjek melakukan tahapan berpikir analitis. Perbedaan tersebut terdapat dalam 4 karakteristik berpikir berdasarkan kemungkinan jawaban yang terjadi pada siswa. Adapun karakteristik yang ditunjukkan yaitu karakter berpikir benar sungguhan, karakter berpikir pseudo benar, karakter berpikir pseudo salah, dan karakter berpikir salah sungguhan.Kata kunci: Karakteristik Berpikir Analitis, Permasalahan Himpunan Abstract Some research on mathematics education shows that in solving math problems, most students in Indonesia still provide inappropriate solutions and steps to solve problems. The ability to solve this problem is closely related to how students think analytically so it is necessary to examine how the process of students' analytical thinking. The analytical thinking process is a thinking process with the characteristics of sorting out information or important parts of the material and determining the relationship between the parts of the material and the material as a whole. This study aims to analyze the characteristics of students' analytical thinking processes in solving set problems. The type of research used in this study is a case study qualitative research. The selected subjects are students who have studied set material. The instruments in this research were set problem tests and interview guides. The technique of checking the validity of the data in this study was carried out using the triangulation method. The results showed that the 24 research subjects when solving set problems had gone through the stages of analytical thinking, namely differentiating, organizing, and attributing, but there were differences based on wholly or not fully the subjects carried out the stages of analytical thinking. These differences are found in the 4 characteristics of thinking based on possible answers that occur in students. The characteristics shown are real right thinking characters, pseudo right thinking characters, wrong pseudo thinking characters, and real wrong thinking characters.Keywords: Analytical Thinking Characteristics; Set Problems.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENERAPAN INKLUSI-EKSKLUSI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Nurma Wahyu Utami; Lathiful Anwar; Makbul Muksar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.802 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6412

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis mahasiswa dalam menyelesaikan soal penerapan prinsip inklusi-eksklusi ditinjau dari perbedaan gender. Aspek komunikasi matematis tertulis yang digunakan pada penelitian ini antara lain: menulis (writing), menggambar (drawing) dan ekspresi matematika (mathematical expression). Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dimana data yang digunakan berupa jawaban tertulis siswa dan transkrip wawancara. Subyek penelitian terdiri dari satu mahasiswa laki-laki dan satu mahasiswa perempuan yang dipilih berdasarkan kelengkapan jawaban tertulis, kemampuan komunikasi dan kesediaan terlibat dalam penelitian. Kemampuan komunikasi matematis subyek dideskripsikan mengikuti tahap penyelesaian masalah yang dikaitkan dengan aspek komunikasi matematis yang terlibat pada setiap tahap. Mahasiswa laki-laki melibatkan tiga aspek komunikasi matematis tertulis yaitu menulis, menggambar, dan ekspresi matematika. Namun, mahasiswa perempuan hanya memunculkan aspek menulis dan ekspresi matematika. Dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki, mahasiswa perempuan lebih detail dalam menuliskan informasi yang diberikan dalam masalah dan mengunakan representasi visual untuk menuliskan ide atau kesimpulannya.
Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) berkarakteristik react pokok bahasan barisan dan deret pada siswa SMA kelas XII Arif Hidayatul Khusna; Makbul Muksar
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.584 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i10p780-787

Abstract

Ketersediaan LKS matematika untuk siswa SMA yang beredar saat ini sebagian besar hanya berisi ringkasan materi, contoh soal dan kemudian soal sehingga siswa cenderung menghafal dan tidak membangun suatu konsep. Hal ini menyebabkan kurangnya tingkat pemahaman siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan LKS yang dapat memperdalam pemahaman siswa yaitu dengan mengembangakan LKS yang berkarakteristik REACT. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Plomp yang terdiri dari empat tahap yaitu 1) Tahap Investigasi Awal, 2) Tahap Perancangan, 3) Tahap Realisasi, 4) Tahap Tes, evaluasi, dan Revisi. Berdasarkan hasil uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan yang diuraikan pada Bab IV, secara keseluruhan produk LKS yang dikembangkan dinyatakan valid dengan persentase 85,16 persen, praktis dengan persentase 85,6 persen, dan efektif karena semua subjek uji coba mendapatkan nilai lebih dari 75 saat mengerjakan soal evaluasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria baik dan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar matematika pokok bahasan Barisan dan Deret.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdur Rahman As’ari Abdur Rohim, Abdur Adbur Rahman Agus Maqruf Akbar Sutawidjaja Al Afrin Uwais, Tito Aldino, Fals Alhikma, Nur Alaviyah Andi Daniah Pahrany Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Anna Nur Fadillah Annesa Eka Norman Arif Hidayat Arif Hidayatul Khusna Aris Mustofa Asrotul Ula Desy Sa'idah, Nur Ayu Dwi Setyaningtyas Bachriani, Ellsa Natassa Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bensi, Ekarista Indriani Wahyuni Cahyani, Nia Cholis Sa’dijah Dedi Kuswandi Dedi Tiarno Djoko Dwi Kusmayanto Djoko Dwi Kusmayanto, Djoko Dwi Dwi Agus Sudjimat Dwiyana Dwiyana Dyah Triwahyuningtyas Dyah Triwahyuningtyas Eka Resti Wulan Elis Widyo Palupi Elly's Mersina Mursidik Endang Novita Tjiptiany Erni Yulianti Erry Hidayanto Fakhrur Razi Fals Aldino Fazlur Rahman Addakhil, Muhammad Flavia Aurelia Hidajat, Flavia Aurelia Hajar, Maya Umi Herjan Haryadi Herlina Ike Oktaviani Hery Widijanto I Ketut Suada I Nengah Parta I Wayan Sumberartha Ibrohim Imam Nawawi Imam Nawawi, Imam Imam Rofiki Indriati Nurul Hidayah Insih Kawedhar Intan Sari Rufiana Ipung Yuwono Ipung Yuwono Ipung Yuwono Jojor Janni Astuti Sigalingging Khair, Muhammad Sa'duddien Kridha Pusawidjayanti Kurratul Aini Lathiful Anwar Marni Zulyanty, Marni Maya Umi Hajar Mega Fatimah Rosana Mira Amelia Amri Mohammad Nurwahid Nia Cahyani Nibrisatul Hana Nurma Wahyu Utami Nurrahmawati Nurrahmawati Nurrahmawati Oktavia Sulistina Oktavianus Rudi Sutardi Olga Putriana Wati Pratiwi, Enditiyas Pratiwi, Rima Anissa Prihanto Trihutomo Purwanti, Peni Purwanto Purwanto Putri, Reni Albertin Qohar, Abd. Rachmat Wasqita Ratna Sari Dewi Reza Aprilia Resterina Rosyidah, Ana Siti Rudi Prasetyo Ruhil Ismafitri Rustanto Rahardi S Sudirman, S Samuntya, Fitri Senja Richmasari Setiadi, Muhammad Ilham Sisworo Siti Mufidah Slamet Solichin Solichin Solichin Solichin Subanji Subanji Sudirman Sudirman Sudirman Sukoriyanto Sumanto Suprianti, Dhia Susiswo Suwanti, Vivi Syafitri, Rafi Syamsiar, Syamsiar Syamsul Hadi Tatik Retno Murniasih Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Utami, Ririn Puji Vega, Amelia Vita Kusumasari Worowirastri E., Dyah Yulianti, Erni Yuni Rahmawati Yusfa Lestari Yusma Ria Zulaicha Yusma Riza Zulaicha Zahro, Nafi'atuz Zainul Arifin Zukhrufurrohmah, Zukhrufurrohmah