Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

BERT-Based Grammatical Error Analysis in Indonesia Senior High School Essays Tundreng, Syarifuddin; Alfian, Heri; Kartika, Parsya; Nisa, Azka Airin
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i2.18551

Abstract

In high-resource languages, automated grammatical error detection has rapidly evolved; however, there are still few technologies that are comparable for Bahasa Indonesia, especially in secondary school settings. Although spelling, morphology, syntax, and diction are common problems for Indonesian senior high school students, AI-assisted feedback systems specifically designed for Indonesian writing are still in their infancy. The use of IndoBERT-base for grammatical error analysis in 82 senior high school student essays totaling 10,911 words is examined in this work. Following two expert raters' hand annotation, 1,872 grammatical mistakes were found in four different categories. Prior to analysis utilizing a refined IndoBERT-base model, the essays underwent pre-processing procedures including as tokenization, normalization, and alignment with gold-standard annotations. F1-score, which is calculated by comparing predicted labels with teacher-validated error tags, accuracy, precision, and recall were used to assess the model's performance. The model demonstrated good agreement (80%) with human raters and correctly identified 1,594 mistakes, yielding a detection rate of 85.1%. Due to their contextual and semantic complexity, syntax and diction showed reduced accuracy, whereas spelling and morphology identification showed especially good performance. These results suggest that automated grammatical analysis of Indonesian student writing can be successfully supported by transformer-based models. Nonetheless, shortcomings in managing discourse-level interdependence underscore the ongoing significance of human assessment. The study supports the incorporation of hybrid human–AI feedback systems to improve writing teaching in the classroom and advances the development of AI-assisted grammar tools for Indonesian education.
Pendampingan Pembelajaran Literasi Berbasis Cerita Rakyat Lokal di SD Mitra: Sebuah Pendekatan Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Membaca Siswa Supratman; Syarifuddin Tundreng; Andi Mariani Ramlan; Fitriyani Hali
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.562

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis cerita rakyat lokal. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya minat baca dan pemahaman bacaan siswa serta terbatasnya bahan ajar literasi yang kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan guru, pendampingan pembelajaran, dan evaluasi. Cerita rakyat lokal digunakan sebagai bahan ajar utama karena dekat dengan budaya siswa dan mengandung nilai-nilai karakter. Program dilaksanakan selama beberapa bulan melibatkan 15 siswa kelas V serta 2 guru. Hasil evaluasi melalui angket, tes membaca pemahaman, observasi, wawancara, dan analisis portofolio menunjukkan capaian signifikan. Minat baca siswa meningkat 45%, kemampuan memahami bacaan meningkat 38% (nilai rata-rata 62,5 menjadi 86,2), dan partisipasi aktif meningkat 52%. Sebanyak 91% siswa mampu mengidentifikasi nilai moral dan 73% terinspirasi menerapkannya. Kompetensi guru meningkat dengan 87% sangat puas, kualitas RPP meningkat (68 menjadi 88), 92% mengembangkan minimal 5 bahan ajar, dan 83% menguasai strategi membaca pemahaman. Komitmen keberlanjutan tinggi dengan 94% guru akan terus menggunakan cerita rakyat lokal. Program memperkuat budaya literasi sekolah dengan peningkatan pemanfaatan perpustakaan 67% dan munculnya program "Kakek Nenek Bercerita". Dukungan orang tua mencapai 88% dengan 81% menyadari perubahan positif pada anak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan Gerakan Literasi Sekolah dan pelestarian budaya lokal.