p-Index From 2021 - 2026
4.273
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Jurnal Pelita Pendidikan Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Jurnal Sains Matematika dan Statistika Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Seminar Nasional Lahan Suboptimal JURNAL AKUNTANSI Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal Atrat: Jurnal Seni Rupa Pillar of Physics: Jurnal Berkala Ilmiah Fisika Islamic Accounting and Finance Review Jurnal Transportasi Multimoda Jurnal Kyberman (Ilmu Pemerintahan) Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora (JASIORA) Jurnal Riset Akuntansi Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Lokawati: Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Journal of Public Health and Pharmacy Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Jurnal Penelitian Transportasi Darat HUKUM EKONOMI ISLAM Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE

PEMBELAJARAN BERBASIS PUBLIC SPEAKER, ENTREPRENEUR AND WRITER (PEW) DI SDIT QUANTUM SCHOOL ACEH Ulfa Mauliza; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 6, No 1 (2020): VOL. 6, NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v6i1.787

Abstract

Abstrak Perwujudan SDM yang cakap dan berkualitas merupakan salah satu tujuan pendidikan yang sepatutnya dicapai dan diwujudkan oleh setiap sekolah agar mampu mengatasi berbagai tuntutan dan tantangan hidup sehari-hari. Hal ini sangat perlu ditanamkan sejak dini mengingat berbagai tantangan yang dihadapi di era sekarang. Nilai-nilai PEW menjadi pokok penting dalam pembentukan kecakapan hidup (life Skill) para peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Proses pembelajaran berbasis Public Speaker, Enterpreneur and Writer (PEW) di SDIT Quantum School Aceh, (2) Kendala-kendala dalam proses pembelajaran berbasis Public Speaker, Enterpreneur and Writer (PEW) di SDIT Quantum School Aceh, (3) Upaya-upaya sekolah dalam mengatasi kendala-kendala dalam proses pembelajaran berbasis Public Speaker, Enterpreneur and Writer (PEW) di SDIT Quantum School Aceh. Metode penelitian bersifat kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang diperoleh di lapangan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dapat dianalisis melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, proses pembelajaran berbasis PEW di SDIT Quantum School Aceh telah diterapkan dalam setiap aktivitas pembelajaran di kelas (indoor study) maupun pembelajaran di luar kelas (outdoor study). Kegiatan indoor study meliputi kegiatan membuat suatu produk (acraft) sesuai dengan tema yang sedang dipelajari. Sedangkan yang termasuk kegiatan outdoor study terdapat kegiatan market day, reading book, talent focus, talent show. SDIT Quantum School Aceh memiliki kendala dalam pembelajaran berbasis PEW diantaranya: Bahasa dan keterbatasan waktu mengajar, maka upaya dalam mengatasi kendala-kendala tersebut, SDIT Quantum School Aceh melatih kemampuan berbahasa peserta didik yang benar dan guru dituntut kreatif serta memperbanyak media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar dalam mengatasi keterbatasan waktu. Kata kunci: Pembelajaran Public Speaker, Entrepreneur and Writer (PEW)
PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BAGI ORANG TUA SISWA DI KUTTAB AL-FATIH BANDA ACEH Yulmita Sari; Nelliraharti Nelliraharti; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v5i2.838

Abstract

AbstrakProgram keayahibuan (parenting) menjadi salah satu program dalam penguatan kehidupan keluarga dan masyarakat Indonesia. Program pengasuhan sebagai langkah yang dilakukan sekolah untuk melibatkan orang tua dalam pendidikan. Program ini memberikan  penguatan dalam kehidupan masyarakat, terutama perkembangan anak Sekolah Dasar (SD), metode pengasuhan dan pola komunikasi yang dijalankan oleh sebagian besar masyarakat.  Pendekatan yang  tepat dalam pendidikan  keluarga  diharapkan  mampu memberikan peningkatan kualitas kehidupan, tidak hanya menggunakan pendekatan ekonomi, melainkan dengan menggunakan pendekatan pendidikan yang diharapkan jauh lebih mampu membentuk karakter masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan program parenting bagi orang tua siswa di SD Kutab Al-Fatih Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui beberapa tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Subjek penelitian meliputi : pengelola, pendidik, dan orang tua siswa kelas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Proses pelaksanaan  program parenting dimulai dari tahap perencanaan oleh panitia dari pengelola, pendidik, orang tua siswa; pelaksanaan acara dimulai dari awal hingga akhir sesuai dengan susunan acara, metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab, sedangkan media yang digunakan yaitu LCD; evaluasi diadakan setelah dilaksanakannya program parenting, hal yang dievaluasi meliputi keseluruhan acara. Kata Kunci: Manajemen Program,  Parenting
PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA MASA ANAK-ANAK Herawati Herawati; Cut Intan Hayati; M.Salman M.Salman
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v7i2.1674

Abstract

Abstrak Setiap manusia dilahirkan sepaket dengan fitrahnya (QS. Ar-Ruum: 30) yang salah satunya dapat dimaknai dengan dien hanif (agama Islam), tauhidullah dengan menghambakan diri dan taat kepada Allah swt (QS. Adz-Dzariyat: 56). Tumbuh kembang fitrah tersebut secara sempurna sangat ditentukan oleh latihan dan pengalaman yang diberikan kepadanya sejak masa kanak-kanak. Namun kenyataannya, perkembangan dan pengalaman beragama pada masa anak-anak kerap terabaikan, bahkan dikesampingkan tanpa bimbingan maupun arahan yang intens dan berkesinambungan. Hal ini disamping sebagai dampak dari kesibukan dan atau kurangnya pengalaman/pemahaman beragama orangtua, juga dikarenakan masih adanya orangtua, keluarga ataupun pendidik yang berpandangan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa kebebasan anak untuk bermain dan berbuat semaunya ibarat sang raja, sehingga pembiasaan melatih anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas agama dan menanamkan pemahaman agama dianggap perilaku yang tidak tepat dan keliru atau bahkan dianggap memenjarakan hak-hak anak. Kekeliruan pandangan ini pada akhirnya kerap berdampak pada kurangnya kesadaran dan munculnya ketimpangan-ketimpangan beragama pada diri seseorang di masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana fitrah beragama anak, peran orangtua dalam perkembangan jiwa agama anak, materi serta metode pendidikan agama yang tepat bagi anak. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Dimana hasil kajian menunjukkan bahwa: kesadaran beragama seseorang sangat bergantung pada kekuatan pembekalan perkembangan agamanya di masa kecil. Hal ini dikarenakan kekuatan agama pada masa kecil adalah pondasi dasar beragama yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: (1) kepribadian/karakter orangtua dalam mendidik perkembangan jiwa agama anak, (2) keterpenuhan fase-fase tingkatan perkembangan jiwa agama yang diimplementasikan orangtua/pendidikan, (3) keteladanan orangtua/pendidik sebagai metode utama pengembangan jiwa agama anak yang bersifat authority dan imitatif, dan (4) proses pembinaan jiwa agama anak yang komprehensif antara ranah psikomotorik keagamaan dan dimensi bathinnya, baik dalam penanaman konsep iman, akhlak, ibadah, muamalah dan lainnya. Kata Kunci: Perkembangan Jiwa, Agama, Masa Anak-anak Abstrak Setiap manusia dilahirkan sepaket dengan fitrahnya (QS. Ar-Ruum: 30) yang salah satunya dapat dimaknai dengan dien hanif (agama Islam), tauhidullah dengan menghambakan diri dan taat kepada Allah swt (QS. Adz-Dzariyat: 56). Tumbuh kembang fitrah tersebut secara sempurna sangat ditentukan oleh latihan dan pengalaman yang diberikan kepadanya sejak masa kanak-kanak. Namun kenyataannya, perkembangan dan pengalaman beragama pada masa anak-anak kerap terabaikan, bahkan dikesampingkan tanpa bimbingan maupun arahan yang intens dan berkesinambungan. Hal ini disamping sebagai dampak dari kesibukan dan atau kurangnya pengalaman/pemahaman beragama orangtua, juga dikarenakan masih adanya orangtua, keluarga ataupun pendidik yang berpandangan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa kebebasan anak untuk bermain dan berbuat semaunya ibarat sang raja, sehingga pembiasaan melatih anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas agama dan menanamkan pemahaman agama dianggap perilaku yang tidak tepat dan keliru atau bahkan dianggap memenjarakan hak-hak anak. Kekeliruan pandangan ini pada akhirnya kerap berdampak pada kurangnya kesadaran dan munculnya ketimpangan-ketimpangan beragama pada diri seseorang di masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, fokus masalah kajian ini tertuju pada bagaimana fitrah beragama anak, peran orangtua dalam perkembangan jiwa agama anak, materi serta metode pendidikan agama yang tepat bagi anak. Untuk itu setiap uraian dan paparan kajian ini dianalisis secara kualitatif melalui hasil studi kepustakaan (library research). Dimana hasil kajian menunjukkan bahwa: kesadaran beragama seseorang sangat bergantung pada kekuatan pembekalan perkembangan agamanya di masa kecil. Hal ini dikarenakan kekuatan agama pada masa kecil adalah pondasi dasar beragama yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: (1) kepribadian/karakter orangtua dalam mendidik perkembangan jiwa agama anak, (2) keterpenuhan fase-fase tingkatan perkembangan jiwa agama yang diimplementasikan orangtua/pendidikan, (3) keteladanan orangtua/pendidik sebagai metode utama pengembangan jiwa agama anak yang bersifat authority dan imitatif, dan (4) proses pembinaan jiwa agama anak yang komprehensif antara ranah psikomotorik keagamaan dan dimensi bathinnya, baik dalam penanaman konsep iman, akhlak, ibadah, muamalah dan lainnya. Kata Kunci: Perkembangan Jiwa, Agama, Masa Anak-anak 
PEMBELAJARAN IPA BERBASIS AL-QURAN DENGAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3314/jes.v4i2.286

Abstract

Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat manusia dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk pendidikan.Implementasi pendidikan Islam di sekolah disampaikan melalui sejumlah mata pelajaran yang seharusnya pula menanamkan konsep-konsep pembelajaran dengan rujukan utamanya adalah al-Qur’an.Banyak ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di alam terutama IPA. Masalahnya paradigma umum yang berkembang sampai saat ini adalah “IPA merupakan ilmu pengetahuan produk bangsa Barat non-muslim”, sehingga semakin memperluas praktik dikotomi pendidikan yang mulai terindikasi sejak pertengahan abad ke-13 M. Dalam kasus ini, pembelajaran berbasis al-Qur’an dijadikan sebagai salah satu upaya reformasi pendidikan Islam yang hendaknya dapat diterapkan oleh setiap guru bidang studi dalam setiap KBM, demikian pula IPA. Agar aplikasi pembelajaran berbasis al-Qur’an menjadi lebih menarik dan bermakna secara permanen, maka setiap proses pembelajaran sepatutnya disajikan dengan pendekatan active learning. Teknis penerapan pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning yang efektif, meliputi: tahap perencanaan/persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut terkait Pembelajaran IPA Berbasis Al-Qur’an dengan Pendekatan Active Learning ini guna memperoleh beberapa tujuan, yaitu: untuk mengetahui: (1) teknis persiapan/perencanaan pembelajaran, (2) teknis pelaksanaan, (3) dan teknis evaluasi pembelajaran IPA berbasis al-Qur’an dengan pendekatan active learning. Metode penelitian bersifat kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket di lapangan.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa bentuk persiapan, di antaranya; (1) pelatihan kurikulum pembelajaran berbasis al-Qur’an (Fahmul Qur’an), (2) perancangan perangkat pembelajaran, dan (3) validasi perangkat.  Untuk tahap pelaksanaan pembelajaran dilakukan 5 fase, yaitu: fase 1; menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa,  fase 2; menyajikan informasi dan menjelaskan ayat-ayat penunjang materi, fase 3; mengorganisasi siswa dalam kelompok belajar, fase 4; membimbing kelompok belajar siswa, dan fase 5; evaluasi dan memberikan penghargaan. Sedangkan teknis evaluasi pembelajaran mengacu pada konsep penilaian autentik.Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Berbasis Al-Quran, Pendekatan Active Learning
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI MIN LAMBARO ACEH BESAR Herawati Herawati; Fitria Fitria
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i1.2067

Abstract

Penelitian ini berawal dari temuan masalah di MIN Lambaro Aceh Besar; dimana proses pembelajaran terlihat kurang memfasilitasi peran serta aktif peserta didik, sehingga aspek kreativitas peserta didik kurang berkembang. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan dan keterampilan guru dalam memadukan variasi berbagai pendekatan, metode, model maupun strategi belajar yang efektif dan interaktif, selain dari sebab kurangnya fasilitas dan media pembelajaran yang mampu merangsang keaktifan dan kreativitas belajar peserta didik. sehingga hal ini dapat berdampak pada minimnya minat, rasa ingin tahu, ketekunan dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran IPA yang pada akhirnya berpotensi melahirkan para peserta didik pasif dan konsumtif oleh karena tidak terfasilitasinya bakat, minat dan kreatifitas belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV-a MIN Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 sebanyak 39 orang. Instrumen yang digunakan adalah: lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta rubrik kreativitas peserta didik dengan menggunakan analisis persentase. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh bahwa aktivitas guru dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik pada siklus I sebesar 70,45% (kategori cukup baik) dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 98,80% (kategori baik sekali). Adapun aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik pada siklus I berkisar 70,24% (kategori cukup baik), selanjutnya mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 95,23% (kategori baik sekali), dan (3) Pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik mampu meningkatkan kreativitas peserta didik dengan persentase sebesar 70,38% (kategori cukup kreatif) pada siklus I, selanjutnya mencapai kategori sangat kreatif dengan persentase 91,67% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Kreatifitas, dan Pembelajaran IPAThis research started from finding problems in MIN Lambaro Aceh Besar; where the learning process does not seem to facilitate the active participation of students, so that the creativity aspect of students is less developed. This is due to the lack of ability and skills of teachers in combining a variety of approaches, methods, models and learning strategies that are effective and interactive, apart from the lack of facilities and learning media that are able to stimulate active learning and creativity of students. so that this can have an impact on the lack of interest, curiosity, perseverance and involvement of students in the science learning process which in the end has the potential to give birth to passive and consumptive students because talent, interest and creativity in learning are not facilitated according to their potential. The purpose of this study was to determine: teacher activities, student activities, and student creativity in learning science with a scientific approach. This research method uses Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were all 39 students of class IV-a MIN Lambaro Sub-district, Aceh Besar District, Even Semester for the 2021/2022 Academic Year. The instruments used are: teacher and student activity observation sheets and the rubric of student creativity using percentage analysis. Based on the results of data analysis, it was found that the activity of teachers in science learning with a scientific approach in the first cycle was 70.45% (good enough category) and increased in the second cycle by 98.80% (very good category). The activities of students in science learning with a scientific approach in the first cycle ranged from 70.24% (good enough category), then increased in the second cycle by 95.23% (very good category), and (3) Science learning with a scientific approach able to increase the creativity of students with a percentage of 70.38% (pretty creative category) in the first cycle, then reaching the very creative category with a percentage of 91.67% in the second cycle. Thus, it can be concluded that the application of a scientific approach can increase the creativity of students in learning science.Keywords: Scientific Approach, Creativity, and Science Learning
STRATEGI HIGH FIVE DALAM MEMBACA PEMAHAMAN Rafni Rafni; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2527

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program penelitian dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk penelitian yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Strategi High Five dalam Membaca Pemahaman”. Pentingnya memberikan edukasi mengenai strategi pembelajaran untuk membantu siswa dalam memahami bacaan dengan baik. Selain itu, kiranya siswa dapat memiliki keterampilan dan kesadaran dalam mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kegiatan strategi high five. Oleh karena itu, pelaksanaan penelitian guna membantu para siswa agar memiliki keinginan dan memberikan kemudahan dalam kegiatan memahami pembelajaran dengan kegiatan yang aktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode tinjauan Pustaka. Sumber data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti jurnal, laporan penelitian, buku maupun e-book, serta sumber Pustaka lainnya. Hasil pelaksanaan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Strategi High five dapat memberikan kegiatan yang berbeda-beda selama proses pembelajaran seperti saat sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca. Kegiatan yang bervariasi ini akan membuat suasana kelas aktif dan menyenangkan bagi siswa. Menimbulkan prior knowledge dengan memberikan stimulus-stimulus berupa mengaitkannya dengan kemampuan dan pengalaman awal siswa akan meningkatkan keingintahuan siswa terhadap teks sehingga akan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa.Kata kunci: high five, membaca pemahaman In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System it is stated that Higher Education is obliged to carry out the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. The research program is carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or even per academic year. As one form of research that can be carried out by the University of Ubudiyah Indonesia is: "High Five Strategy in Students' Reading Comprehension". The importance of providing education about learning strategies to help students understand reading well. In addition, presumably students can have the skills and awareness in developing their abilities in accordance with the high five strategy activities. Therefore, the implementation of research is to help students to have desires and provide convenience in understanding learning activities with active and fun activities. The method of conducting this research uses the literature review method. Sources of data obtained from various sources such as journals, research reports, books and e-books, as well as other library sources. The results of the implementation of this study can be concluded that the High five strategy can provide different activities during the learning process such as before reading, while reading, and after reading. These varied activities will make the class atmosphere active and fun for students. Generating prior knowledge by providing stimuli in the form of associating it with students' abilities and prior experiences will increase students' curiosity about the text so that it will improve students' reading comprehension skills.Keywords: high five, reading comprehension
PERAN AYAH DALAM MENDIDIK ANAK (REVIEW JURNAL TENTANG PERAN AYAH DALAM PARENTING) Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2578

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa para ayah mulai menyadari akan pentingnya peran diri dalam mendidik anak, hanya saja tanggungjawab mencari nafkah kerap menjadi alasan optimalisasi pemenuhan peran sesuai fitrahnya. Selain para ayah, pemerintah juga kiranya dapat mengambil peran dalam mensosialisasikan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan membentuk/mendukung lahirnya komunitas-komunitas yang mengedukasi para ayah agar cakap dalam mendidik anak. Hal ini dikarenakan dengan tingginya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dapat mengurangi perilaku negatif pada anak dan terbentuknya generasi bangsa yang rahmatan lil ‘alamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari jurnal yang berjudul: (1) Peran Ayah Pada Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Keluarga di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, (2) Hubungan Antara Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dengan Kenakalan Remaja di Kota Banda Aceh; dan (3) Perubahan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak di Jepang Pada Era Shoushika. Analisis yang digunakan untuk membaca ketiga artikel tersebut menggunakan metode hermeneutik dan menginterpretasikan makna dari ketiga artikel tersebut agar dapat memberikan kesimpulan yang dapat mengedukasi para ayah dalam memaksimalkan perannya dalam mendidik anak.Kata Kunci: Peran Ayah, Parenting, dan Pendidikan AnakThis research proves that fathers are starting to realize the importance of their own role in educating children, it's just that the responsibility of earning a living is often the reason for optimizing the fulfillment of the role according to their nature. In addition to fathers, the government can also play a role in socializing the importance of the father's role in parenting and forming/supporting the birth of communities that educate fathers to be competent in educating their children. This is because the high involvement of fathers in child rearing can reduce negative behavior in children and the formation of a nation that is rahmatan lil 'alamin. This type of research is qualitative research. The primary data sources for this study were obtained from journals entitled: (1) The Role of Fathers in Early Childhood Care in Families in Darussalam District, Aceh Besar District, (2) The Relationship Between Father's Involvement in Parenting and Juvenile Delinquency in Banda Aceh City; and (3) Changes in Father's Role in Parenting in Japan During the Shoushika Era. The analysis used to read the three articles uses the hermeneutic method and interprets the meaning of the three articles in order to provide conclusions that can educate fathers in maximizing their role in educating children.Keyword: Father’s Role, Parenting, and Children’s Education
INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM RANGKA PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Cut Intan Hayati; Herawati Herawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2579

Abstract

Inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu perwujudan dari pengembangan sistem pendidikan Islam. Di tengah-tengah pesatnya inovasi Pendidikan dalam konteks pengembangan kurikulum, sering kali para guru PAI merasa kebingungan dalam menghadapinya. Dan inovasi pendidikan tersebut cenderung bersifat top-down innovation dengan strategi power coercive atau strategi pemaksaan dari atasan (pusat) yang berkuasa. Inovasi bertujuan untuk meningkatkan mutu, efisiensi serta efektivitas pelaksanaan Pembelajaran PAI. Namun demikian, hendaknya kurikulum Pendidikan Agama Islam seyogyanya mencakup segala dimensi termasuk dalam bersikap dan bertindak sehingga kurikulum Pendidikan Agama Islam harus terintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya termasuk terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal setempat. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan Pustaka (literature review) dengan mengumpulkan data-data maupun sumber yang berkaitan dengan satu topik tertentu yang mana informasi ini dapat dari jurnal, laporan penelitian, buku, e-book, sumber Pustaka lainnya. Hasil pelaksanaan penelitian ini membuktikan bahwa kebudayaan lokal dapat dijadikan sebagai khazanah lokal dalam kurikulum pembelajaran PAI yang mampu mengeliminir Pendidikan Agama dalam pembelajaran di sekolah dan sebagai upaya mengeliminir gagap budaya pad para peserta didik, sehingga mereka mencari kompensasi pada budaya lain yang dalam banyak hal memiliki resistensi terhadap nilai-nilai agama. Muatan lokal dalam kurikulum berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab di Madrasah sebagai upaya meningkatkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.Kata kunci: Inovasi Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Nilai-nilai Kerarifan Lokal.Islamic Religious Education (PAI) curriculum innovation is one manifestation of the development of the Islamic education system. In the midst of the rapid pace of educational innovation in the context of curriculum development, PAI teachers often feel confused about dealing with it. And these educational innovations tend to be top-down innovation with coercive power strategies or coercive strategies from the ruling (central) superiors. Innovation aims to improve the quality, efficiency and effectiveness of implementing PAI learning. However, the Islamic Religious Education curriculum should cover all dimensions including attitudes and actions so that the Islamic Religious Education curriculum must be integrated with various other disciplines including integrated with local wisdom values. This research is a literature review research by collecting data and sources related to a particular topic where this information can be obtained from journals, research reports, books, e-books, other library sources. The results of the implementation of this research prove that local culture can be used as local treasures in the PAI learning curriculum which is able to eliminate religious education in learning at school and as an effort to eliminate cultural stuttering in students, so that they seek compensation in other cultures which in many ways have resistance. to religious values. Local content in the curriculum is based on Regulation of the Minister of Religion Number 2 of 2008 concerning Content Standards and Competency Standards for Graduates of Islamic Religious Education and Arabic in Madrasas as an effort to improve Competency Standards and Basic Competences.Keywords: Curriculum Innovation, Islamic Religious Education, Local Wisdom Values.
MINAT ORANG TUA DALAM MEMILIH JENJANG PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN NAGAN RAYA Herawati Herawati; Cut Intan Hayati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v8i2.2592

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat orang tua dari Gampong Cot Mee yang menyekolahkan anaknya di MIN Kuala Tadu dan untuk mengetahui minat orang tua dari Gampong Kuala Tadu yang menyekolahkan anaknya di SD Cot Mee. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menela’ah, mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasikan, dan menggambarkan masalah yang ada pada saat sekarang. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara langsung kepada para orang tua yang ditetapkan sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua memilih MIN untuk menyekolahkan anaknya adalah: (a) mutu pendidikan, (b) mata pelajaran/kurikulum pendidikan, (c) program-program pendidikan yang dikembangkan sekolah, (d) progres kemampuan anak dalam baca-tulis, (e) kemudahan dalam pelayanan sekolah (seperti: syarat masuk murid baru), dan (f) integrasi ilmu dengan agama yang berimbas pada akidah, akhlak dan perilaku anak. Sedangkan alasan orang tua memilih SD untuk menyekolahkan anaknya, antara lain: (a) mutu pendidikan, (b) mata pelajaran/kurikulum pendidikan, (c) program-program pendidikan yang dikembangkan sekolah (ekstrakurikuler dan perlombaan), (d) progres kemampuan anak dalam baca-tulis,  (e) letak sekolah dengan lingkungan tempat tinggal, (f) efektivitas KBM yang sesuai dengan perkembangan zaman, (g) faktor lingkungan (banyak anak yang bersekolah di tempat tersebut), (h) keinginan siswa sendiri,  (i) pendekatan guru secara personil dengan orang tua, (j) kedisiplinan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, (k) kenyamanan belajar serta fasilitas gedung yang baik dan memadai, (l) tenaga guru yang profesional dalam bidangnya, dan (m) sistem pembelajaran yang konkrit.Kata Kunci: Minat, Orangtua, dan Jenjang Pendidikan DasarThe purpose of this study was to determine the interest of parents from Gampong Cot Mee in sending their children to MIN Kuala Tadu and to find out the interests of parents from Gampong Kuala Tadu in sending their children to SD Cot Mee. This research method is a qualitative descriptive method, which examines, collects, compiles, classifies, and describes the problems that exist at the moment. While the data collection technique in this study was direct interviews with parents who were selected as samples in this study. The results showed that the reasons for parents choosing MIN to send their children to school were: (a) quality of education, (b) educational subjects/curriculum, (c) educational programs developed by schools, (d) progress of children's ability to read and write , (e) convenience in school services (such as: requirements for entering new students), and (f) integration of science and religion which has an impact on the faith, morals and behavior of children. While the reasons for parents choosing SD to send their children to school include: (a) quality of education, (b) educational subjects/curriculum, (c) educational programs developed by schools (extracurriculars and competitions), (d) progress of children's abilities in literacy, (e) the location of the school and the environment where they live, (f) the effectiveness of teaching and learning in accordance with the times, (g) environmental factors (many children go to school in that place), (h) the wishes of the students themselves, (i ) the teacher's personal approach with parents, (j) the discipline of teachers and students in the learning process, (k) the comfort of learning and good and adequate building facilities, (l) teachers who are professional in their fields, and (m) a learning system that concrete.Keywords: Interest, Parents, and Elementary Education Level
EDUKASI BULLYING MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA SD KELAS VI MIS HAFIZH CENDEKIA BANDA ACEH Rafni Fajriati; Herawati Herawati; Finaul Asyura; Putra Ilhamsyah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2848

Abstract

Bullying adalah perilaku yang merasa memiliki kuasa atas orang lain dan berdampak buruk pada objeknya. Berdasarkan Komisi Perlindungan Pelajar Indonesia ada delapan laporan kekerasan pada bulan januari sampai april, dengan dua kasus pada sekolah dasar, dua kasus pada sekolah menengah pertama, dan 4 kasus pada sekolah menengah keatas. Jika anak menyadari bagaimana dampak bullying ini kepada orang lain sedari dini maka akan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi dengan menyadari pentingnya rasa simpati terhadap orang lain. Sebelum perilaku bullying ini menjadi kebiasaan buruk pelaku, hendaknya ada informasi atau edukasi mengenai dampak dari perilaku bullying. Informasi ini akan membantu anak yang masih belajar dalam bersosialisasi agar menghindari perilaku-perilaku bullying. Informasi ini bisa disampaikan menggunakan media audio visual agar anak lebih menarik sehingga informasi tersebut dapat dipahami dengan mudah. Media audio visual yaitu sejenis media yang mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan terhadap siswa kelas VI MIS Hafizh Cendekia. Pada setiap siklus yang dilakukan, siswa menunjukkan perubahan tingkah laku sesuai dengan video yang ditampilkan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa edukasi pembullyan menggunakan media audio visual telah terstruktur dengan baik sejak tahap perencanaan, terlaksana secara optimal dalam pelaksanaan tindakan dan terevaluasi dengan cermat pada setiap siklus.Kata Kunci: Bullying, Media Audio Visual Bullying Education Using Visual Audio Media for Visual Grade SD Students Mis Hafizh Cendekia Banda AcehBullying is behavior that feels you have power over other people and has a negative impact on the object. According to the Indonesian Student Protection Commission, there were eight reports of violence from January to April, with two cases in elementary schools, two cases in junior high schools, and 4 cases in high schools. If children realize how bullying impacts others from an early age, they will develop a high social sense by realizing the importance of sympathy for others. Before this bullying behavior becomes a bad habit for the perpetrator, it is superior to have information or education regarding the impact of bullying behavior. This information will help children who are still learning in socialization to avoid bullying behaviors. This information can be conveyed using audio-visual media so that children are more interesting so that the information can be understood easily. Audio-visual media is a type of media that contains sound elements and also contains image elements that can be seen. This research is a class action research (Classroom Action Research) conducted on class VI students of MIS Hafizh Cendekia. In each cycle that is carried out, students show changes in behavior according to the video shown. Therefore, it can be concluded that bullying education using audio-visual media has been well structured from the planning stage, carried out optimally in the implementation of actions and carefully evaluated in each cycle.Keywords: Bullying, Media Audio Visual
Co-Authors Agus Taufik Mulyono Agussalim Harrang Akhmad Rizal Akhmad Rizal Arifudin Anisa Padilla Anzy Indrashanty Arif Wismadi Atik S Kuswati Atik S Kuswati Atik S. Kuswati Ayu Nafira Bela Putra Belgiawan, Prawira Fajarindra Budi Santoso Corry Corazon Marzuki Cut Intan Hayati Darham Darham Darham Wahid Darusalim Darusalim Dedy Cahyadi Dedy Sushandoyo Desmalia Desmalia Dewi Pratitha Rachmi Djoko Winarso Elviana R. Simbolon Emilda Emilda fajar sidik Finaul Asyura Fitria Fitria Fitrianty Sutadi Lanyumba Gatot Priyanto Haerul Syam Harimukti Wandebori Hasriwan Putra Herma Juniati Hsariwan Putra Ida Zuliyana Ilona, Desi Inda Hafid Irawati Andriani Ismail Pulungan Juni Mellyani Hasibuan Khairun A Roni Kuncoro Harto Widodo Liane Okdinawati Lidia Agnesia Lumban Batu Lince Bulutoding Listantari Listantari M.Salman M.Salman Mahsa, Masithah Manurung, Basaria Mardi Murahman Mardiana Azizah Maria Kanan Maria Magdalena Marlia Herwening Masdiana Masdiana Memen Suwandi MUHAMAD RIZKI Muhammad Asman Muhammad Syahrir Mutharuddin Mutharuddin Nadia Nadila Nelliraharti, Nelliraharti Nia Indriasari Oktofa yudha Sudrajad Oni Yulianti Putra Aditya Putra Ilhamsyah Putri Andini Rafni Fajriati Rafni Rafni Rawi Rawi Reni Puspitasari Reslyana Dwitasari Reza Mareta Qory Rina Destiana Risma M Sinaga Rita Pasaribu RITA RITA Rizka Fadhilah Priono sa'duddin sa''duddin Sakati, Sandy Novriyanto Salsabila, Unik Hanifah Sandy N. Sakati Sarlina Manton Siti Naziyatul Ulfa Subiakto Soekarno Suci Susanti Sudjarwo Sudjarwo Sugiyanto Sugiyanto Supriyati Supriyati Suwardi Suwardi Syahrial Syahrial Tia Arianti Tri Harsono Ulfa Mauliza Umiyatun hayati Triastuti Ummi Rapikah Wandi Sujatmiko Win Akustia Winda Mey Lestari Munthe Wulanda Aditiya Yessi Gusleni Yudhi Novriansyah Yulmita Sari yuveline aurora Zahara Br. Karo Zaitul Zaitul Zulfikri Zamzami Zulhijjah Febriyani Sitepu