Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan model scramble untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 sekolah dasar Jamil, Anisa Syarifah; Puspita, Ryan Dwi; Priyanto, Agus
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.29397

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesulitan yang dialami peserta didik pada membaca permulaan dan mencari solusi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Hasil awal menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca disebabkan oleh minimnya pembelajaran di lingkungan rumah serta ketidakterlibatan siswa dalam pendidikan pra-sekolah. Untuk mengatasi hal ini, digunakan Model Pembelajaran Scramble sebagai pendekatan inovatif dalam proses belajar. Model ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui kegiatan menyusun kata atau kalimat secara acak menjadi utuh dan bermakna. Setelah penerapan model, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa. Sebanyak 66,7% siswa memenuhi kriteria kelulusan minimal. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 35,18 pada pra-pembelajaran menjadi 73,70 setelah perlakuan. Perhitungan N-gain menunjukkan nilai 0,59, yang termasuk dalam kategori sedang. Selain itu, hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran menunjukkan kualitas proses sangat memuaskan, dengan persentase keberhasilan hingga 95%. Hasil ini mengindikasikan bahwa penerapan Model Scramble terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna di kelas awal. Kata Kunci : Model Scramble, Kemampuan Membaca Permulaan.
PENGARUH PROGRAM GERAKAN LITERASI MEMBACA DAN MENULIS (GEMMAS) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BACA TULIS SISWA DI SD Cunayah, Hana; Namira Aulia Azzahro; Ani Nur’aeni; Reynaldi Azhar; Yanti Aprianti Kartini; Ryan Dwi Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.27051

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang Pengaruh Program Gerakan Literasi Membaca dan Menulis (Gemmas) Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Tulis Siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan pra eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang termasuk memiliki nilai kategori rendah pada kemampuan baca tulis sehingga penelitian ini dikatakan sebagai penelitian purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest – posttest), selanjutnya teknik analisis data yang digunakan yaitu berupa uji Paired Sample Test. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa program Gemmas memiliki pengaruh yang efektif terhadap kemampuan literasi baca tulis pada siswa kelas V SDN 1 Hegarmanah yaitu persentase N-Gain sebesar 59,13% > 76% memiliki kategori Cukup Efektif yang diperoleh dari hasil perhitungannya. Dan dapat dilihat dari uji korelasi (2 tailed) = 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
PENGGUNAAN STRATEGI KNOW, WANT TO KNOW AND LEARNED (KWL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN KELAS III SEKOLAH DASAR Pujasari, Diah; Puspita, Ryan Dwi
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 7 No 1 (2023): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research objective is to improve the ability of reading comprehension on the students of third grade at 045 Pasirkaliki Elementary School by using the know, want to know and learned (KWL) learning strategy. The subjects were 28 students in class III A 045 Pasirkaliki Elementary School. This study utilizes is Classroom Action Research (PTK) which consist of two cycles, each cycle consisting of four stages. Four stage is planning, implementing the action, observing and reflecting. Data collection techniques used test in first cycle and second cycle, observation sheets, student response questionnaire and interview sheets. Pre-action score was 64.11 the first cycle score was 72.5 and the second cycle was 81,8. Based on the results of the study, it can be concluded that the applying of know, want to know and learned (KWL) learning strategy to improve reading comprehension skills on third grade students at 045 Pasirkaliki Elementary School is quite effective.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL PADA KELAS 5 DI SALAH SATU SEKOLAH DASAR DAERAH PADALARANG Putri Aprichylla, Pinky; Sarah Nur’aini Luthfiyah; Ulfah Fauziyyah Hakim; Wina Meida; Ryan Dwi Puspita; Sylvia Rabbani
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 8 No 2 (2024): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman materi pecahan siswa kelas 5 di salah satu sekolah dasar daerah Padalarang melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, tes pemahaman materi pecahan, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pecahan secara signifikan. Pada siklus pertama, persentase ketuntasan belajar siswa mencapai 70%, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 90%. Selain itu, respon siswa terhadap model PBL juga sangat positif, dengan sebagian besar siswa merasa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman materi pecahan pada siswa kelas 5.(9 pt).
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG MATERI PERKALIAN MENGGUNAKAN PAPAN PERKALIAN SISWA KELAS II Anggraeni, Devita; Rointan Sipangkar; Salsa Sabila Dwi Amorita; Shalfa Annisa Putri Adiwirya; Ryan Dwi Puspita; Sylvia Rabbani
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 8 No 2 (2024): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakmampuan siswa dalam berhitung pada materi perkalian. Hal ini merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh guru dan siswa di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis&Taggart. Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini diambil pada kelas II dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, tes, dan angket. Hasilnya menunjukkan pada siklus ke-1 84 % dan siklus ke-2 92 %. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berhitung perkalian di siklus ke-1 dan siklus ke-2 dengan menggunakan media papan perkalian.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI PADA SISWA KELAS 4 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL Mursyiddah, Delya Azmiyati; Salma Apriliya; Selvia Anggraeni; Tanty Aulina; Ryan Dwi Puspita; Sylvia Rabbani
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 8 No 2 (2024): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali pada siswa kelas 4 sekolah dasar dengan menggunakan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dari Taggart tahun 1980 dengan empat siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan tes. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menceritakan kembali setelah menggunakan media pembelajaran audio visual. Implementasi teknik ini memberikan siswa pengalaman pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan, serta membantu mereka dalam kemampuan menyimak teks cerita pada pelajaran bahasa Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penggunaan media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali pada siswa kelas 4 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN KONTRUKTIVISME VERSUS PENDEKATAN TRADISIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPA KELAS VII ANGGRAINI, ALIF TULUSIYAH; PUSPITA, RYAN DWI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v4i4.3841

Abstract

Natural Sciences (IPA) is one of the ten subjects taught at the junior high school level. Effectively teaching Natural Sciences requires an effective learning approach for students to gain meaningful understanding and skills. Before the numerous developments in learning approaches, teachers tended to use traditional approaches such as the lecture method. With the changing landscape of science and technology, various developments in learning approaches have emerged that teachers can utilize. Student-centered learning includes the constructivist approach. The constructivist approach emphasizes that learners must construct and build their own knowledge. This study aims to compare the effectiveness of these two approaches in improving students' learning outcomes in seventh-grade Natural Sciences. The data analysis technique used in this study is descriptive qualitative, to analyze students' activities in the learning process with the constructivist and traditional approaches. Based on the observation sheet and research results, it can be concluded that there are differences between the constructivist and traditional approaches during the learning process and a significant difference between students' learning outcomes using the constructivist and traditional approaches on the main topic of Ecosystems in the seventh grade at SMP Negeri 15 Kota Bima. The constructivist approach has greater potential to improve students' learning outcomes compared to the traditional approach, as students can be actively involved in the learning process, from explaining in their own words, applying concepts to new situations, and demonstrating curiosity about the material they are learning, with the teacher acting as a facilitator for students.. ABSTRAKIlmu Pengetahuan Alam (IPA) ialah salah satu dari sepuluh pelajaran yang terdapat pada tingkat SMP. Dalam memberikan pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memerlukan cara belajar yang efektif bagi siswa agar siswa mendapatkan pemahaman yang bermakna dan memiliki ketrampilan. Sebelum banyaknya perkembangan pendekatan pembelajaran. Dulu guru lebih cenderung menggunakan pendekatan tradisional seperti metode ceramah. Seiring perubahan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, muncullah berbagai perkembangan pendekatan pembelajaran yang bisa digunakan atas seorang guru. Pembelajaran berorientasi pada siswa diantaranya ada pendekatan kontruktivisme. Pendekatan pembelajaran kontruktivisme menekankan bahwa peserta didik diharuskan untuk mengkontruksikan dan membangun penegtahuannya sendiri. Tujuan penelitian ini dilakukan guna membandingkan efektivitas kedua pendekatan tersebut saat menaikkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas VII. Teknik analisis data yang dipakai pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif, guna menganalisis aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan kontruktivisme dan pendekatan tradisional. Berdasarkan lembar observasi dan hasil penelitian hasil belajar siswa dalam pembahasan bisa diperoleh bahwasannya terdapat ketidaksamaan diantara pendekatan kontruktivisme dan pendekatan tradisional saat proses kegiatan pembelajaran dan ketidaksamaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan Pendekatan kontruktivisme juga pendekatan tradisional atas materi pokok Ekosistem pada kelas VII SMP Negeri 15 Kota Bima. Pendekatan kontruktivisme memiliki potensi yang lebih besar guna menaikkan hasil belajar siswa dibandingkan atas pendekatan tradisional, karena siswa bisa terlibat aktif di kegiatan pembelajaran mulai dari menjelaskan dengan kata – kata sendiri, menerapkan konsep dalam situasi yang baru, dan menunjukkan rasa ingin tahunya terhadap materi yang dipelajarinya, dan guru sebagai fasilitator siswa
PENERAPAN TEORI BELAJAR KOGNITIF UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SD BERBASIS DIMENSI BERNALAR KRITIS DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI QUIZIZZ Pramularsih, Mariano Satya; Puspita , Ryan Dwi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4584

Abstract

Researchers carried out this research with the aim of describing the application of cognitive learning theory to develop the character of elementary school students in the critical reasoning dimension by using the Quizizz application in Indonesian language lessons. The method used is a qualitative method using a questionnaire. The research was carried out in the first semester of the 2024/2025 academic year in class V (five) of SDN 4 Bajur, Labuapi District, West Lombok Regency. The results of the numerical analysis show that students have experienced an increase in learning. Before using the Quizizz Application, students showed low interest in reading and analyzing reading. After using the Quizizz Application, students showed improvement in reading and analyzing reading. From this it can be interpreted that using the Quizizz application can increase the activeness and learning outcomes of Indonesian language for class V students at SDN 4 Bajur, Labuapi, West Lombok. ABSTRAKPeneliti melaksanakan penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori belajar kognitif untuk mengembangkan karakter siswa SD dalam dimensi bernalar kritis dengan menggunakan aplikasi Quizizz dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan angket. Penelitian  dilaksanakan  pada semester  satu  Tahun Ajaran 2024/2025  di  kelas  V (lima) SDN 4 Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Hasil analisa angkaet menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam belajar. Sebelum menggunakan Aplikasi Quizizz, siswa menunjukkan minat yang rendah dalam membaca dan menganalisis bacaan. Setelah menggunakan Aplikasi Quizizz, siswa menunjukkan peningkatan dalam membaca dan menganalisis bacaan. Dari sini dapat diartikan bahwa penggunaan Aplikasi Quizizz dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 4 Bajur, Labuapi, Lombok Barat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PELAJARAN IPAS TERDIFERENSIASI DI KELAS IV Julia Adenti; Ryan Dwi Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.25388

Abstract

This research investigates how the Problem Based Learning (PBL) model affects student engagement and comprehension in Science and Social Studies (IPAS) for fourth graders at UPTD SD Negeri 47 Gedong Tataan. Employing a two-cycle Classroom Action Research (CAR) design—each involving planning, execution, observation, and reflection—this study included 20 participants during the second semester of the 2024–2025 academic year. A validated set of multiple-choice tests was administered before and after the implementation of PBL. The results demonstrate a significant improvement in students' academic performance and active involvement. The mean score rose from 68.5 to 86.25, while the mastery rate increased from 40% to 95%. In addition to academic gains, students also displayed better teamwork and critical thinking skills. The findings underline the potential of combining PBL with differentiated instruction to build an inclusive and effective classroom environment. Therefore, adopting this integrated model is strongly recommended for primary-level IPAS education.  
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA Harahap, Suaibah Aslamiyah; Ryan Dwi Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to describe the implementation of a constructivist approach through the Problem Based Learning (PBL) model in developing the learning independence of fifth-grade students in elementary school on the topic of food chains in IPAS (Science and Environmental Studies) lessons. This research employs a descriptive approach with fifth-grade students as the subjects in an elementary school located in Sei Mencirim, Paya Geli, Sunggal District, Deli Serdang Regency. Data were collected through observations, interviews, and documentation of students' activities during the learning process. The findings of the study indicate that the implementation of constructivist-based learning with the PBL model has a positive contribution to the development of students' learning independence. This can be seen from the seven indicators of learning independence, which include time management, self-assessment of progress, recognizing personal weaknesses, taking responsibility, utilizing learning resources, emotional control, and self-directed learning. The learning design followed six stages of constructivism: situation, grouping, bridging, questioning, demonstration, and reflection, which proved effective in creating an active, collaborative, and meaningful learning environment. Therefore, this approach can be regarded as a relevant and applicable learning strategy to support the achievement of the Merdeka Curriculum objectives.
Co-Authors Agni Muftianti AGUS PRIYANTO Ahmad Muhibbullah Aji Satrio Andreas Ivan Anggraeni, Poppy Anggraini, Alif Tulusiyah Ani Nur’aeni Annisa Fitri, Salsabila Anugrah Ramadhan Firdaus Apriyanti Syariana Adiha Ari Widodo Asep Deni Gustiana Asep Ikin Sugandi Asep Samsudin Aulia Ismiyani Mubariqoh Azzahro, Namira Aulia Bachrudin Musthafa Bunyamin Maftuh Cunayah, Hana Dadang Sunendar Daniel Krisna Santoso Deden Herdiana Altaftazani Della Arumnita Sudrajat Dendi Irawan Deri Fadly Pratama, Deri Fadly Devita Anggraeni Dewi Santi Dhiemas Diah Pujasari Dinar Nur Inten Duhita Savira Wardani Duhita Savira Wardani Eka Kurnia Eris Septiana Eti Rohaeti, Euis Evi Susanti Fasha, Linda Hania Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fauzi, Muhammad Rizal Firmansyah, Dida Fitri Indriyani Fitri Indriyani Fitria, Amie Fivtia Neri Yusra Galih Dani Septiyan Rahayu Ghany Taufik Sidik Gustiana, Asep Deni Hajah Raafi Iman Harahap, Suaibah Aslamiyah Heni Nafiqoh Heny Djoehaeni Herawati Herdiana Althaftazani, Deden Hidayatna, Hidayatna Ii Istiqomah Ika Mustika Indrawan, Gusma Jamil, Anisa Syarifah Jehan Nisak Nasution Juli Putra Sinambela Julia Adenti Julianti Julianti Kartimi Khoerunnisa, Adinda Kurniawan, Pandi Fajar Kustiana, Kustiana Lia Amalia LISYALAMA, AMALIA Mira Astria Mubiar Agustin Muftianti, Agni Mursyiddah, Delya Azmiyati Mustika, Ika NAFIQOH, HENI Namira Aulia Azzahro Novitasari, Veradiana Nur Khadijah Nur Mahardika, Sofyan Nur Tsumniyati, Siti Nuraeni Nuraeni Nurfalah, Nenden Nurhayati Nurmaya, Sulastri Oktamia Suci, Lidya Popong Hoerun Nisa Pramularsih, Mariano Satya Prayogi, Oky Pujasari, Diah Putri Aprichylla, Pinky Qurnia Permata Rabbani, Sylvia RAHMA AYUNI Rahma Rahadiana Rahman Rahman Rahman ` Rahmawati Permana, Rima Resty Setyoningsih Reynaldi Azhar Riska Riska Riska Risma Rahmawati Robi’ah Al-Adawiyah, Isyfa Rointan Sipangkar Ronny Mugara Ronny Mugara, Ronny Rossa Aulia Putri Barus Rully Agung Rully Agung Yudiantara Salma Apriliya Salsa Sabila Dwi Amorita Salsabila Annisa Fitri Samsudin, Asep Sandi, Neneng Kurnia Sarah Nur’aini Luthfiyah Satrio Umar Gani Satrio, Aji Selvi nur santi Selvia Anggraeni Setiyadi, Ruli Shalfa Annisa Putri Adiwirya Silvya Rabbani Sisma, Astrian Siti Fahriyah Siti Nurhasanah Hidayat Sri Dewi Nirmala Sri Dewi Nirmala Sukma Murni Susanti Agustina Susanti Agustina, Susanti Susanti, Dini Susi Setiawati Sutinah, Cucun Tantris, Intan Ega Tanty Aulina Tita Alawiyah Ulfah Fauziyyah Hakim Umar Gani, Satrio Wahyu Sopandi Wardani, Duhita Savira Wardani, Duhita Savira Wardhani, Duhita Savira WIDIASTARI, NI GUSTI AYU PUTU Widiastuti, Indri Wina Meida Yanti Aprianti Kartini Yeni Hadianti Yoga Adi Pratama Yonanda, Devi Afriyuni Yulia Indra Rahayu Zam Zam Jamaludin Zaqiyah Lailatul Farihah Zulfikar, Raudhahtul Jannah