Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI METODE INKUIRI BERBANTUAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ILMIAH SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 CAU BELAYU Ni Putu Gina Widaswara; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode inkuiri berbantuan media digital dalam pembelajaran IPAS serta dampaknya terhadap keterampilan berpikir ilmiah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Cau Belayu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berbantuan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah siswa, terutama dalam aspek mengajukan pertanyaan, merancang eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan berbasis bukti. Media digital, seperti simulasi interaktif dan video pembelajaran, terbukti membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih konkret dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan akses perangkat digital dan pengelolaan fokus siswa masih menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan strategi diferensiasi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang lebih terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi yang mendukung keterampilan berpikir ilmiah siswa sekolah dasar di era digital.
ANALISIS PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPI LAN INVESTIGATIF SISWA SD KELAS V SD NEGERI 1 KABA KABA Ni Putu Sri Utami; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Discovery Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna mengembangkan keterampilan investigatif siswa kelas V SD Negeri 1 Kaba Kaba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning meningkatkan keterampilan investigatif siswa, seperti kemampuan merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyajikan hasil investigasi secara sistematis. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan kritis dalam mengeksplorasi materi pembelajaran. Penelitian ini juga menegaskan bahwa metode Discovery Learning efektif dalam membangun pemahaman berbasis pengalaman dan meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, guru disarankan untuk mengintegrasikan metode ini secara optimal dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
INTEGRASI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 PENEBEL Ni Wayan Juli Artini; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Experiential Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta dampaknya terhadap pemahaman konsep dan keterampilan sosial siswa kelas VI SD Negeri 2 Penebel. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang mendalam melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Experiential Learning mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Siswa yang terlibat langsung dalam pengalaman belajar menunjukkan peningkatan dalam menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, yang tercermin dari hasil tes formatif. Selain itu, metode ini juga berdampak positif terhadap keterampilan sosial siswa, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, dan empati. Siswa lebih aktif dalam berdiskusi, menghargai pendapat teman, serta berpartisipasi dalam kerja kelompok secara lebih efektif. Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan aspek kognitif dan sosial peserta didik. Oleh karena itu, metode Experiential Learning dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diadaptasi dalam berbagai mata pelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan bermakna.
INOVASI PENDEKATAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENGEMBANGKAN EMPATI DAN KESADARAN SOSIAL SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 BELALANG Novitayanti, Ni Wayan; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.951

Abstract

Pendekatan bermain peran (role playing) merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa serta mengembangkan keterampilan sosial dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bermain peran dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) terhadap peningkatan empati dan kesadaran sosial siswa kelas VI SD Negeri 2 Belalang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi role playing tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam, tetapi juga meningkatkan empati dan kesadaran sosial. Selain itu, metode ini memungkinkan siswa untuk lebih memahami sudut pandang orang lain dan membangun sikap empati dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan bermain peran direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran guna meningkatkan keterampilan sosial-emosional siswa.
EKSPLORASI PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOSAINS DALAM IPAS UNTUK MENANAMKAN NILAI KEARIFAN LOKAL PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI 2 JEGU Ratnadi, Ni Wayan; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.952

Abstract

Pembelajaran berbasis etnosains merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan konsepkonsep sains dengan kearifan lokal guna meningkatkan pemahaman siswa serta menanamkan nilai-nilai budaya dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran berbasis etnosains dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di SD Negeri 2 Jegu serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep ilmiah dan sikap siswa terhadap budaya lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data mengenai implementasi strategi pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS hingga mencapai 82%–88%, serta menumbuhkan sikap apresiatif terhadap kearifan lokal. Selain itu, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran dan membangun keterlibatan yang lebih mendalam dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pembelajaran berbasis etnosains terus dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah dasar guna menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.
DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPAS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS 5 SD NEGERI 1 CAU BELAYU kusumawati, Yeni Angumasanita; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.953

Abstract

Pembelajaran berbasis eksperimen merupakan salah satu pendekatan inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran berbasis eksperimen terhadap pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa kelas 5 SD Negeri 1 Cau Belayu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis eksperimen memiliki pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Mereka lebih mampu menjelaskan fenomena ilmiah dengan bahasa sendiri, menghubungkan teori dengan praktik, serta menunjukkan hasil tes pemahaman konsep yang meningkat. Selain itu, pembelajaran berbasis eksperimen juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa, yang terlihat dari inisiatif mereka dalam mencari informasi, melakukan analisis mandiri, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan demikian, pembelajaran berbasis eksperimen dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa di kelas IV SD Negeri 1 Kesiut Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Masalah yang diidentifikasi dalam pembelajaran sebelumnya adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa terhadap materi IPA, yang disebabkan oleh kurangnya strategi pengajaran yang menarik dan rendahnya kemampuan siswa. Data yang di peroleh jumlah siswa Kelas IV SD Negeri 1 Kesiut adalah 24 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus katagori tinggi ada 4 orang (17%), katagori sedang 7 orang (29%), katagori rendah 6 orang (25%), sangat rendah 7 orang (29%). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kategori tinggi 38%, kategori sedang 33%, kategori rendah 17%, dan kategori sangat rendah 12%. Pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dari kemampuan berpikir kritis siswa kategori sangat tinggi 54%, kategori tinggi 33%, kategori sedang 8%, kategori rendah 5%, dan kategori sangat rendah tidak ada. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I yang tuntas KKTP ada 9 siswa atau sebesar 38%, sedangkan siswa yang belum tuntas KKTP ada 15 siswa atau sebesar 62%. Siklus II yang tuntas KKTP ada 21 siswa atau sebesar 87%, sedangkan yang belum tuntas KKTP ada 3 siswa atau sebesar 13%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
INOVASI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Wistari, Gusti Ayu Putu Alit; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.955

Abstract

Penelitian ini disusun untuk menganalisis inovasi media digital dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel dan jurnal serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian untuk mendapatkan landasan teori dari masalah yang di akan teliti. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa inovasi media digital dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dalam 4 tahun terakhir ini antara lain media berupa Game Scratch, Power Point, Padlet, Aplikasi make It, Virtual Laboratory PhET, Video YouTube, Media Video dan Canva. Media-media tersebut digunakan agar pembelajaran lebih efektif, agar pembelajaran lebih menarik dan untuk meningkatkan hasil belajar.
PEMBELAJARAN IPA SD BERBASIS DIGITAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VI SD NEGERI CEPAKA Dewi, Desak Kade Puspita; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.956

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar (SD) memiliki peran penting dalam membangun pemahaman konsep sains sejak dini. Namun, masih banyak kendala dalam pembelajaran konvensional, seperti keterbatasan sumber belajar dan kurangnya interaktivitas. Oleh karena itu, inovasi berbasis Digital Learning menjadi solusi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran IPA berbasis Digital Learning terhadap pemahaman siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur serta observasi terhadap penggunaan berbagai platform digital seperti aplikasi edukasi, video interaktif, dan simulasi virtual dalam pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Learning mampu meningkatkan minat belajar, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman konsep secara lebih mendalam dibandingkan dengan metode konvensional. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran IPA di SD dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di era digital.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS V SD NEGERI 5 SENGANA Sutiawan, I Gede Nyoman; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.957

Abstract

Guru harus memiliki banyak inovasi baru dan menggunakan berbagai model dalam melakukan pembelajaran, termasuk memperluas penggunaan model dan media pembelajaran, untuk mencapai pembelajaran yang optimal dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media video animasi terhadap kemampuan bernalar kritis dan hasil belajar IPAS kelas V SD Negeri 5 Senganan. Metode Random Sampling digunakan dalam pengambilan sampel untuk mengevaluasi populasi dan sampel tertentu dalam penelitian ini, yang menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 15 orang Data dikumpulkan dengan menguji soal-soal tersebut. Untuk menganalisis data hasil penelitian, peneliti menggunakan uji Validitas, Homogenitas, Normalitas, dan Uji-t yang selanjutnya diinterpertasikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya terdapat peningkatan skor rata-rata dari 65,67 menjadi 79,33 setelah penerapan PBL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 5 Senganan.
Co-Authors ., Komang Surya Adnyana A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Artini, Ni Wayan Sani Aryani, Ni Luh Kade Dwi Ayu Winiati, Ni Kadek Ayu, Putu Eka Sastrika Budiarsa, Bagus Bayu Devi, Luh Putu Sherly Arima Dewi, Desak Kade Puspita Dewi, Ni Luh Putu Karina Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna Dewi, Ni Putu Candra Prastya Dipayana, I Ketut Hariyantini, Made Rian I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Bayu Indrawan I Gede Bayu Indrawan I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Suwindia I Gede Yuda Permana I Kadek Sutrisna I Ketut Ngurah Ardiawan I Ketut Suparya I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wahyu Wiguna I PUTU PRANATHA SENTOSA I Putu Suardipa I Wayan Eka Mahardika, I Wayan Eka I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia Ketut Suma Komang Suparmini Komang Surya Adnyana kusumawati, Yeni Angumasanita L. Heny Nirmayani Luh Putu Parwika Luh Putu Parwika Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Tri Utami Made Adi Nugraha Tristaningrat Made Ariwimarsi, Gusti Ayu Made Suriadi Mahardika, I Gede Agus Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Made Dwijayanti Ni Made Erpia Ordani Astuti Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Wayan Juli Artini Novitayanti, Ni Wayan Nurtini, Ni Luh Putu Paramitha, I Dewa Ayu Agung Pertiwi, Uina Polih, Ni Komang Sri Purwati, Ni Made Ari Putu Ayu Widiari Suseni Putu Budi Adnyana Ratnadi, Ni Wayan Saifudin Zuhri Samvara, Nana Sanjiartha, I Gede Dodik Santosa, I Komang Edi Sedana, I Made Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung Sudarmi, Made Yanthi Sudiarsana, I Gusti Putu Sudiatmika, Ketut Sugiani, Ni Kadek Ari Sukanti, Ni Wayan Erni Surini, Ketut Suryadnyani, Ni Ny. Sri Suryaninsih, Komang Suryatini, Ni Luh Gede Sutawan, Made Sutiawan, I Gede Nyoman Terianita, Made Sutrisna Maha Tistari, Ni Komang Sri Wahyu Tristaningrat, Made Adi Nugraha Utami, Luh Ketut Ari Widyantari, Luh Desy Wiradana, Made Wistari, Gusti Ayu Putu Alit Yudaparmita, Gusti Ngurah Arya Yudha Pradana, I Gde Andika Yuliartini, Ni Made