Claim Missing Document
Check
Articles

PREDIKSI SIKLUS KELELAHAN SAMBUNGAN LAS BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK e-Fatique Darto Darto; Heris Pamuntjar
TRANSMISI Vol 7, No 1 (2011): Edisi Pebruari 2011
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v7i1.4563

Abstract

Industri modern suatu perancangan bisa dianggap memenuhi syarat jika perancangan tersebut salah satunyaadalah memenuhi kriteria tingkat kelelahan yang tinggi. Artinya perancangan tersebut mempunyai tingkatkelelahan terhadap beban statis maupun dinamis yang cukup lama dalam proses kerjanya. Tingkat kelelahansuatu perancangan tersebut harus dihitung dengan cepat dan benar. Untuk melakukan hal tersebut haruslahdibantu dengan perangkat lunak sehingga akan dapat menghasilkan luaran perhitungan secara cepat danbenar. Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas maka muncul permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini. Adapun permasalahan tersebut adalah bagaimana peneliti bisa menghitung tingkatkelelahan dari suatu sambungan las yang bertipe butt joint dengan bantuan perangkat lunak e-Fatigue.Berdasarkan hasil simulasi perhitungan kelelahan sambungan las tipe butt joint dengan berbantuan perangkatlunak e-Fatigue maka dapat disimpulkan bahwa sambungan tersebut bisa bertahan sampai dengan 12000siklus dengan beban sebesar 400 MPa.
ANALISIS KESALAHAN GERAK MEJA MESIN MILLING CNC TU-3A DENGAN METODE MATRIKS TRANSFORMASI HOMOGEN Beni K. Elyoza Rimporokok; I Made Sunada; Darto Darto
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4500

Abstract

Dengan semakin meluasnya penggunaan mesin perkakas CNC pada industri permesinan di Indonesia. Maka perlu diketahui faktor- faktor yang berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Faktor tersebut terutama menyangkut komponen mesin perkakas CNC. Dengan melakukan analisa kesalahan gerak mesin milling CNC TU-3A dengan metode tranparansi homogen yang dibandingkan dengan metode pengukuran. Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan informasi kualitas dari mesin perkakas CNC yang di analisa. Apakah mesin perkakas yang bersangkutan masih dapat memenuhi kualitas produknya sesusai dengan standart pabrik pembuatnya.
REDESAIN MOUNT GUN MAG 58 CALIBER 7,62 MM PADA PESAWAT HELICOPTER BELL 412 PENERBANGAN ANGKATAN DARAT Suprapto Suprapto; Darto Darto; Iman Santoso
TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4650

Abstract

Pesawat Helicopter Bell 412 dan Bell 205 A-1 adalah suatu jenis Helicopter Serbu yang dimiliki TNI AD khususnya di Puspenerbad, pesawat Helicopter ini dilengkapi dengan senjata MAG 58 kaliber 7,62 mm yang terpasang pada Mount Gun (dudukan senjata) di kabin pintu samping kanan dan kiri pesawat yang berfungsi untuk menekan dan menghancurkan posisi musuh. Pada awalnya (standart) kondisi Mount Gun ini masih mengalami beberapa kendala, yaitu kontruksi Mount Gun terlalu besar dan berat. Kontruksi yang terlalu besar tersebut mengakibatkan pada saat pemasangan Ground Wheel guna untuk memindahkan pesawat kehanggar maupun ketempat yang lebih aman, Ground Wheel tersebut tersangkut pada Mout Gun. Dari permasalahan tersebut penulis menuangkan sebuah ide “REDESAIN” pada Mount Gun tersebut. Dengan upaya tersebut dengan melakukan analisa dan perhitungan terhadap gaya-gaya yang terjadi pada Mount Gun dengan dilengkapi referensi yang ada, Mount Gun tersebut setelah diredesain memiliki beberapa kelebihan yaitu; lebih ringan, lebih simple, lebih cepat, cukup dua atau tiga personil untuk pemasangan, dan lebih mudah untuk kesiapan pengoperasian pada saat pemasangan senjata di Helicopter, serta tidak perlu bongkar pasang pada saat pemasangan Ground Wheel.
KOMPARASI METODE KEKUATAN LAS TIPE BUTT JOINT BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK MIT CALC 2.0 Jalif Jalif; Darto Darto
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4576

Abstract

Pada jaman ini teknik las telah dipergunakan secara luas dalam penyambungan batang-batang pada kontruksibangunan baja dan kontruksi mesin. Luasnya pengguna teknologi ini disebabkan karena bagunan dan mesinyang dibuat dengan mempergunakan teknik penyambungan ini menjadi lebih ringan dan prosespembuatannya juga lebih sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah. Seperti konstruksipada bangunan dan otomotif, dalam penyambungan rangka baja, perkapalan, jembatan, kereta api, pipasaluran dan lain sebagainya. Dalam teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, pengelasanmerupakan proses pengerjaan yang memegang peranan sangat penting. Untuk mencapai hasil pengelasanyang lebih sempurna, kini telah digunakan software/perangkat lunak untuk menghitung seberapa besarkekuatan dari pengelasan, menurut jenis pengelasan yang dikerjakan, salah satu contohnya adalah softwareMIT Calc 2.0, yang dapat menghitung besarnya kekuatan sambungan las, berdasarkan lebar dan ketebalanplat yang akan disambung, pada jenis sambungan (Butt Joint), jenis material yang disambung (JIS G3101SS330/Baja Struktur), metode yang digunakan (Basic Calculation, Conversion Coefficients, PermissibleStresses). Hasil perhitungan yang didapat dari perangkat lunak MIT Calc 2.0, dari keseluruhan metodepegujian data-data yang dimasukan ke software/perangkat lunak bisa dilihat dari hasil pengujiannya dariketiga metode tersebut yaitu tipe Basic Calculation yang hasil Safety Against Yield Point, lebih besar ataulebih aman di gunakan pada pengelasan butt joint dengan ketebalan pelat 5 mm, dan panjang pengelasan200 mm. Seiring dengan perkembagan teknologi sekarang ini, sehingga proses perhitungan menggunakanperangkat lunak yaitu dalam hal ini digunakan MIT Calc 2.0 untuk mengetahui kekuatan sambungan las tipebutt joint dengan perangkat lunak MIT Calc 2.0 sangatlah efisien waktu dan bisa lebih teliti dalamperhitungan.
PENDEKATAN SISTEMATIK PENENTUAN PARAMETER PROSES FREIS TEGAK UNTUK MEMINIMALKAN KEKASARAN PERMUKAAN Darto Darto
TRANSMISI Vol 3, No 2 (2007): Edisi September 2007
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v3i2.4469

Abstract

Kekasaran permukaan pada suatu komponen mesin merupakan hasil pengerjaan suatu mesin perkakasyang dapat mengakibatkan kegagalan kerja pada suatu komponen mesin. Proses freis tegak merupakansatu proses pemesinan yang menyebabkan kekasaran permukaan pada benda kerja yang sulit untukdikendalikan. Untuk mengetahui sejauh mana hasil kekasaran permukaan hasil proses freis dapatdikendalikan maka perlu adanya penelitian yang menggabungkan antara variabel proses freis denganvariabel jenis benda kerja. Penggabungan antar variabel tersebut bertujuan untuk mendapatkan variabelproses freis yang paling optimal.Penelitian ini menggunakan 3 tingkat pengerjaan pada proses freis dengan parameter proses pemesinanyaitu kedalaman pemotongan, putaran spindel, kecepatan makan dan diameter pahat freis. Material yangdigunakan yaitu baja, besi cor, alumunium dan plastik.Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan material alumunium mempunyai nilai rata-ratakekasaran yang paling kecil jika dibandingkan dengan material baja, besi cor dan plastik pada kondisiparameter proses pemotongan yang sama. Kekerasan material yang semakin besar cenderungmenghasilkan kekasaran permukaan hasil proses freis yang semakin besar. Sedangkan kenaikan nilai rataratakekasaran permukaan cenderung meningkat tajam lebih disebabkan oleh diameter pahat freis yangdigunakan.
PROSES ALIGNMENT POROS BERPUTAR DENGAN METODE REVERSE INDICATOR BERBANTUAN PERANGKAT LUNAK Darto Darto
TRANSMISI Vol 6, No 1 (2010): Edisi Pebruari 2010
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v6i1.4522

Abstract

Umur pakai mesin sangat diharapkan agar handal dan dapat dioperasikan selama mungkin tanpa kerusakan.Bahkan sistem “Managemen Pemeliharaan” yang canggihpun menjadi tidak berarti jika mesin-mesin tidakdilakukan proses alignment dengan benar. Kira-kira 70% penyebab kerusakan mesin-mesin rotasi karenamisalignment. Berdasarkan dari kondisi di atas maka perlu adanya suatu metode yang cukup handal dan cepatuntuk melakukan proses alignment agar supaya proses produksi tidak mengalami proses delay ataupunshutdown. Guna melakukan hal tersebut maka salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukanpengukuran alignment dibantu dengan menggunakan perangkat lunak.Alignment Quest (AQ) merupakan perangkat mekanis yang digunakan untuk membantu meluruskansambungan antara mesin satu dengan yang lain. Misalignment sebenarnya tidak perlu terjadi, karenamisalignment merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan mesin. Kita dapat menghemat pengeluaranjika mesin-mesin tidak terjadi misalignment.Proses perhitungan alignment poros mesin rotasi dilakukan secara manual maka diperlukan tahapan-tahapanperhitungan matematik sederhana serta proses penggambaran grafik hasil dari proses pengukuran denganmenggunakan dial indicator. Hal tersebut mempunyai peluang kesalahan yang cukup besar. Sedangkandengan menggunakan perangkat lunak AQ ini maka hal tersebut bisa diminimalisasi dengan catatan bahwakondisi hasil pengamatan dengan alat ukur dial indicator diasumsikan benar secara keseluruhan.
ANALISA KEMAMPUAN CHASSIS PADA ROBOT TEMPUR KOTA DENGAN SOFTWARE MSC. NASTRAN Eko Prasetyo Widyanto; Darto Darto; Adi Novianto
TRANSMISI Vol 14, No 2 (2018): Edisi September 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i2.4674

Abstract

Dalam analisa kemampuan chassis pada robot tempur kotadengan software MSC. Nastran mengfokuskan mengenai kekuatan rangka dan rangkaian beban yang diterima sehingga chassis robot tempur kota mampu menahan segala beban yang diterima, sehinggga chassis tidak mengalami patahan maupun bengkokan akibat dari menahan segala beban yang diterima selama melaksanakan fungsi dan daya guna maksimal.
ANALISA PENGARUH RADIUS POJOK (nsr) TERHADAP KEAUSAN TEPI PAHAT (Vb) DITINJAU DARI MORFOLOGI KARAKTERISTIK KEAUSAN Sudjatmiko Sudjatmiko; Darto Darto; Abdur Rabi'
INFO-TEKNIK Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v18i1.3875

Abstract

The magnitude of the corner radius (nsr), the cutting speed (V), the feeding motion (f), and the cutting depth (cut depth), will offend the cutting edge wear (Vb) and the quality of the finished product with Al 6061-T6. The problem of the effect of a large corner radius (nsr) on wear and tear. (Vb) on the Lathe process which affects the quality of the product. Research Objectives to produce the following wear results (Vb) on the quality of the lathe products; It produces the characteristics of the chisel root wear (Vb). Benefits Research to know benchmark tobacco (Vb) benchmarks on the quality of the lathe products, and the wear and tear feature of wear (Vb) and benchmarks. The results achieved in the feeding motion have a significant effect on the wearing of the chisel roots (Vb), evidenced by the presumption of the equation y = Vb (Um) = -0.00105 + 0.000186 f (mm / put). The value of surface roughness (SR) is evidenced by the assumption of equation y = SR (Um) = -5.22 + 0.00440 n (Put / min) + 5.55 nsr (mm) + 0.0660 f (mm / put0.000002 n (Put / min) * N (Put / min) - 0.0814 nsr (mm) * f (mm / put) Response response at rotation (n) 750 put / min, corner radius (nsr) 0.4 mm and feeding motion (f) 80 mm / Input to the surface roughness value (SR) 1.010 μm, cutting edge wear (Vb) 0,1536 μm Morfologi wear cutting edges with above condition no BUE (edge bush) so no abrasive, adhesion and Flaking occur, Chiping in the field of anger and the main plane, so stacking the corner radius (nsr) is very small also affects the decrease of product quality quality.Response growth at round (n) 1000 put / menit, corner radius (nsr) 0.4 mm and feeding motion (F) 70 mm / put surface roughness results (SR) 1.085 μm, cutting edge wear (Vb) 0.1210 μm Morphology of upper edge wear occurrence of BUE (bult edge up) embodiment of abrasive, adhesive I, diffusion and flaking, Chiping in the field of anger and the main field, so translating the corner radius (nsr) in the main field, the impact on the decrease of product quality.
OPTIMASI PARAMETER PEMOTONGAN MESIN BUBUT CNC TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) PADA MATERIAL Al-6061 Sudjatmiko Sudjatmiko; Darto Darto; Rusdijianto Rusdijianto
INFO-TEKNIK Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v16i2.198

Abstract

Research lathe machining process, carried out on workpiece material T-6061 aluminum and the HSS. The problem is that a large beaker radiuschip, spindle rotation and eat optimum motion to produce lathe Al-6061 with a surface that is smooth, safe and capable of producing a high production capacity with a cutting depth (depth of cut) is constant.Optimized cutting parameters selection is very important to control the quality of the product surface cylindrical form of Al-6061 is to optimize for spindle rotation, movements meal and corner radius (Chip) furious breaker using two measures of performance, metal removal rate and the surface roughness.Response Surface Methodology (RSM).  Alleged best regression model to speed snarled income (MRR) at a rate of 95% at n = 900 rpm, f = 115 mm / put and RCB = 1.25 mm is = . While allegations of the best regression model for surface roughness (SR) at a rate of 95% at n = 900 rpm, f = 115 mm / put and RCB = 1.25 mm adalah: +0,14x2x3.  A regression model be able to describe the relationship between the combination of cutting parameters and radius chip breaker produced maximum metal removal rate and minimum surface roughness. Spindle rotation is the dominant influence on the surface roughness, whereas eating motion and spindle rotation is very influential on the metal removal rate, followed by radius chip breaker. Results obtained by iterative optimization using Response Optimizer for surface roughness (SR) at n = 950 rpm, f = 90 mm / put and RCB = 1.44 mm resulted SR 0.360 μm, while the Response Optimizer on MRR at n = 950 rpm, f = 90 mm / put and RCB generate MRR = 1.44 mm 39.55 mm 3 / sec. Key words :  Material  Removal  Rate,Optimizer Response, chip  breaker, surface roughness
Pendampingan Penerapan IoT untuk Monitoring dan Kontrol Listrik untuk Petani Hidroganik Desa Kanigoro Malang Darto Darto; Agus Suprapto; Wahyu Dirgantara
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 6, No 3 (2021): August 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v6i3.5107

Abstract

The farming profession in the industrial era 4.0 is considered ancient and has no potential and bonafide. To change such a mindset, Community Service (PKM-Unmer Building Village) in collaboration with hydroganic farmer groups to make greenhouse and hydro-gas models accompanied by water flow monitoring (flow sensor), temperature, and humidity monitoring (DHT11 sensor) and electricity control (UPS). By utilizing the IoT concept in a monitoring tool that is placed in hydroganics, it can monitor the flow of water and plants in real-time. To access monitoring, the cellphone must be connected to the same wifi as the device, then enter the IP address using a mobile browser. The method of implementation used consists of three stages: preparation includes a review of partner locations, coordination, and the number of partners and existing facilities, pilot and, socialization. The results obtained from this activity are to accelerate and make it easier to control the hydroganics contained in the greenhouse in real-time. By utilizing a UPS to make the water pump always on, the equipment is not easily damaged if there is an electrical disturbance such as a blackout or short circuit. PKM-Unmer Building Village produces a pilot modeled in a greenhouse, socialization to the community and Bengkel Mimpi farmer groups, and training to make simple monitoring tools.
Co-Authors Abas, Azlan Abdullah, Muhammad Solihin Abdur Rabi' Adi Novianto Agung Purnomoadi Agus Iswantoko Agus Suprapto Aiyub, Kadaruddin Ali Murtadho, Mohammad Alifa, Rosita Angelia Ratnasari, Affi Anggraeni, Asih Anindya, Galuh Rajni Annaufal, Ubbayu Ashari, Ari Bagiasna, Komang Beni K. Elyoza Rimporokok Bilal Syahrul Istiqlal, Ahmad Budiman Rusli C.M. Sri Lestari, C.M. Sri Dhuhitta, Aryya Mulya Dian Nur Aini, Dian Nur Edo Muhamad Hadad Gibran, Edo Muhamad Eko Prasetyo Widyanto Eko Retnowati, Eko Elisa Susanti Eriana Melinawati Farras Wahdan, Arib Fauzi, Muhammad Rifqi Firman Nusa, Rafi Handoyo Saputro, Handoyo Hasan, Saiful Heris Pamuntjar Hermawan Udiyanto Hermawan, Susong Heru Priyanto Heru Priyanto I Made Sunada I Wayan Sukarya Dilaga Iman Santoso Irma Mardhianna, Irma Jalif Jalif Ksatriya, Yudhistya Ngudi Insan Kurnia Irawati, Raden Roro Astrid Kurniawan, Pradhana Laqif, Abdurahman Laqif, Abdurrahman Miftah, Ahmad Zaini Mudasir Mudasir Muhammad, Bayu Muharam, Riki Satia Muhtady, Dedi Muhtar, Entang Adhy Natalia, Deska Ngudi Insan Ksyatria, Yudhistira Nina Karlina Nuraeni, Annisa Suci Nurlaily Rafikalia Iskandar, Winda Nursanti, Erma Nuur, Aliffudin Pertiwi, Shyntia Jashmin Prasojo, Imam Hakim Prastiya Indra Gunawan Prisasanti, Dympna Prameilita Puji Hariati Winingsih, Puji Hariati Rahmad Mulyadi Rantasari, Affi Angelia Ratnasari, Affi Angelia Rd. Ahmad Buchari, Rd. Ahmad Rohmah, Fadillah Nur Rudi Hariyanto Rusdijanto Rusdijanto, Rusdijanto Rusdijianto Rusdijianto Savitri Aditiany Sebastian, Rio Sholihah, Sitta Hasanatin Sudjatmiko Sudjatmiko, Sudjatmiko Sudjatmiko, Sudjatmiko Sufiyanto Sufiyanto, Sufiyanto Suhanto, Laura Novelia Sulaiman Zuhdi Suprapto Suprapto Suryasari, Gadis Tazid, Abu Teguh Prakosa, Teguh Thahir, Musa Ucu Koswara, Ucu Uki Retno Budihastuti Utomo, Gadhang Satryo Wahyu Dirgantara Wardatul Mufidah Wasyanto, Trisulo Wibowo, Sandi Yusuf Heri Widya Dwiyanti Wijayanti, Agung Sari Wisnuwati, Wisnuwati