p-Index From 2021 - 2026
14.629
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FORUM Jurnal Administrasi Bisnis JURNAL ILMU SOSIAL Ilmu Administrasi Publik Journal of Public Policy and Management Review JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Natapraja : Kajian Ilmu Administrasi Negara Gema Publica : Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik Dinika : Academic Journal of Islamic Studies ARISTO JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Sawala : Jurnal Administrasi Negara Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jurnal Transformative ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Soshum Insentif Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Public Policy Journal of Local Government Issues Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti PERSPEKTIF Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) Tax Literacy and Leadership Agility: Indigenous Peoples Awareness in Paying Taxes International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Dialogue: Jurnal Ilmu Administrasi Publik International Journal of Social Service and Research International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Dinika: Academic Journal of Islamic Studies. Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

KINERJA KEBIJAKAN PERLINDUNGAN ANAK DI BIDANG KESEHATAN KABUPATEN REMBANG Melyiana, Vanni; Lituhayu, Dyah; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.46773

Abstract

Kabupaten Rembang dalam memenuhi hak kesehatan anak telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Masih adanya kasus kematian bayi, gizi buruk dan stuntig di Kabupaten Rembang mengindikasikan bahwa telah terjadi pelanggara atas hak kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kinerja kebijakan perlindungan anak di Kabupaten Rembang serta menganalisis penghambatnya. Tipe penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, waaancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Peneliti menggunakan fenomena angaka kematian bayi, gizi, buruk dan stunting untuk melihat kinerja kebijakan perlindungan anak di bidang kesehatan Kabupaten Rembang. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor kinerja kebijakan perlindungan anak di bidang kesehatan Kabupaten Rembang peneliti menggunakan model implementasi kesijakan top down menurut Van Meter Van Horn, Merilee S. Grindle, dan Richard Matland. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kebijakan belum maksimal. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dukungan orang tua serta dukungan dari kelompok kepentingan. Saran yang direkomendasikan peneliti yaitu memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan polindes dan menggunakan alat sederhana seperti meteran kain dan timbangan dapur untuk kegiatan posyandu, mengoptimalkan peran kader kesehatan dengan melatih mereka menjalankan tugas dasar bidan dan ahli gizi, mengadakan pelatihan berkelanjutan untuk kader kesehatan, melakukan sosialisasi dan pelatihan rutin tentang kesehatan ibu hamil, nutrisi anak, dan pencegahan stunting, serta meningkatkan advokasi dan komunikasi dengan LSM untuk mendapatkan dukungan dalam penanganan masalah kesehatan anak.
PUBLIC VALUE DALAM PERNIKAHAN USIA MUDA DI KABUPATEN REMBANG Nur Kholifah, Wahyu; Santoso, R. Slamet; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44220

Abstract

Nilai Publik (Public Value) mengakui bahwa nilai kepuasan Masyarakat memiliki dimensi penting lainnya.Pernikahan dini sangat penting untuk digali akar permasalahannya agar dapat menemukan solusinya. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka pernikahan dini di Jawa Tengah mengalami perkembangan yang tidak stabil. Pernikahan dini terus terjadi dalam setiap tahunnya di berbagai daerah, Kabupaten Rembang salah satu daerah penyumbang kasus pernikahan dini tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Dalam memecahkan masalah seperti pernikahan usia muda, penting untuk menganalisis dan memahami nilai-nilai yang mendasari perilaku masyarakat, sehingga upaya pencegahan dan intervensi yang tepat dapat diimplementasikan. Pendidikan, kesadaran budaya, pemberdayaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi fenomena pernikahan usia muda di Kabupaten Rembang. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis public value dalam pernikahan usia muda di Kabupaten Rembang dan Menganalisis faktor pendorong terbentuknya public value dalam pernikahan usia muda di Kabupaten Rembang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Public Value dalam pernikahan usia muda di kabupaten Rembang belum baik, hal ini disebabkan karena publik value yang masih memerlukan peningkatan untuk mendukung hubungan yang sehat. Saran yang diberikan oleh peneliti, yaitu penguatan program pendidikan seks dan bimbingan perkawinan untuk menyediakan informasi menyeluruh tentang pernikahan usia muda, pelatihan dan dukungan kepada orang tua untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang menunda pernikahan usia muda, kampanye media sosial yang edukatif dan menarik untuk meningkatkan kesadaran baik pasangan muda maupun masyarakat tentang dampak negatif pernikahan usia muda.
KAPASITAS KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN PEMALANG Aliefatul Hidayah, Aninda; Sunu Astuti, Retno; Kismartini, Kismartini
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45298

Abstract

Law Number 18 of 2008 mandates the implementation of waste management to each region through the role of regional institutions. Pemalang Regency is one of the areas with the largest waste generation in Central Java and continues to increase in line with the increase in the population. The 2021-2026 Pemalang Regency DLH Strategic Plan states that the institutional capacity of waste management is not optimal because problems arise, namely limited human resources and infrastructure. This study aims to analyze institutional capacity in waste management in Pemalang Regency and identify supporting and inhibiting factors for capacity. This research looks at institutional capacity through elements such as organizational skills, human resources, and infrastructure. Meanwhile, the supporting and inhibiting factors are joint commitment, leadership, regulations, and institutions. The method used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection techniques are carried out through interviews and documentation. The results of the study show that the institutional capacity in managing waste in Pemalang Regency has not met the good elements of organizational skills, human resources, and infrastructure. The factors that support institutional capacity are conducive leadership, the existence of regulating regulations, and a well-established work culture climate. Meanwhile, what is an obstacle is that institutional actors have not all been involved in supporting the success of waste management.
PROSES DIFUSI INOVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KABUPATEN BOYOLALI Putri Oktaviana, Prita Veronica; Warsono, Hardi; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43532

Abstract

In the era of digitalization, technological and information developments are increasingly developing. The government has made a new breakthrough in the field of population administration through the innovation of Digital Population Identity (IKD). The aim of the IKD is to facilitate and speed up public service transactions in digital form. The process of diffusion of this innovation is important in ensuring its acceptance and successful implementation in society. This research aims to analyze the process of diffusion of Digital Population Identity (IKD) innovation in Boyolali Regency as well as the obstacles in the process of diffusion of Digital Population Identity (IKD) innovation in Boyolali Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation and uses Rogers' theory. The research results show that the process of diffusion of Digital Population Identity (IKD) innovation in Boyolali Regency through stages consisting of knowledge, persuasion, decision making, implementation and confirmation has become the focus in efforts to spread this innovation. However, even though they have passed these stages, the IKD innovation diffusion process in Boyolali Regency has still not reached its maximum level. However, this diffusion process does not run without obstacles. Psychological barriers include low levels of trust, concerns about data security, and negative experiences that influence people's attitudes and interest towards IKD. Meanwhile, practical obstacles include limited human resources in dissemination, lack of technological literacy, difficulty in using the application, and complicated requirements. This obstacle shows that even though it has gone through various stages, further efforts are still needed to increase the effectiveness and acceptance of IKD innovation in the Boyolali Regency community.
KEMITRAAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI TPA TEMUREJO KABUPATEN BLORA Milasari, Rini; Sunu Astuti, Retno; Kismartini, Kismartini
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45523

Abstract

Temurejo landfill in Blora Regency conducts waste management through a partnership with BSI Berkah Mustika Poring. Waste management has been implemented well so that not all waste is put into the landfill zone. Blora district won the Adipura award 5 times in the cleanest small city category. The achievement of waste management performance shows good results with almost 100% managed waste, namely 99.97%. The purpose of the study was to analyze the partnership of plastic waste management in Temurejo landfill and analyze the success factors and inhibiting factors of the partnership. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research data comes from primary data obtained through interviews while secondary data is obtained through journals and the internet. The results showed that the intertwined partnership model was a collaborative Linear partnership model of partners because there was no legality proving that in the intertwined partnership the status of legality was not too considered so that the collaborative Linear partnership model of partners was appropriate. The established partnership also has a complementary vision and mission. Success factors show 3 indicators that have been met, namely input, process, and output, while the outcome indicator is still less than optimal. Factors inhibiting the partnership, namely 1) Ignorance of some members involved in the partnership regarding the legality of the partnership, 2) The absence of written legality status as evidence of the partnership implementation agreement, 3) Lack of funds for partnership operational needs. Suggestions offered, namely 1) It is necessary to make a legality document in the form of an MoU to clarify the status of the partnership. 2) Expanding the sales market for plastic seed products. 3) Looking for investors to help fund the waste management partnership operations.
STAKEHOLDERS MAPPING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING KABUPATEN BENGKULU SELATAN Daru Bailovan, Kevin; Warsono, Hardi; Sunu Astuti, Retno
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45063

Abstract

This research focuses on stakeholder mapping in the efforts to prevent stunting in Bengkulu Selatan Regency. Stunting is a serious global health problem, including in Indonesia, with high prevalence in rural areas. This study aims to identify the stakeholders involved in stunting prevention efforts in Bengkulu Selatan Regency, their respective roles, as well as the driving and inhibiting factors in their involvement. The method used is descriptive qualitative research with relevant supporting data. The results of the study indicate that there are four main groups of stakeholders involved, namely local government (Bappeda, Health Office, Population Control and Family Planning Office, Women's Empowerment and Child Protection Office, and Food Security Office), community (Wahana Visi Indonesia and posyandu cadres), academia (Midwifery Academy of Bengkulu Selatan), and mass media (Radar Selatan). These stakeholders are classified into primary, key, and supporting/secondary stakeholders. The local government plays the role of key player in stunting prevention efforts, while the community and academia act as subjects contributing to program implementation in the field. The mass media plays a supporting role in disseminating information and raising public awareness. The main driving factors for the success of the stunting prevention program include supportive policies and positive values in the community. Conversely, the inhibiting factors identified are the lack of effective communication and low levels of trust among stakeholders. This research provides a better understanding of the importance of cross-sector collaboration in stunting prevention efforts and highlights the need for improved communication and increased trust to achieve more optimal results.
KINERJA KEBIJAKAN PERLINDUNGAN ANAK DI BIDANG KESEHATAN KABUPATEN REMBANG Melyiana, Vanni; Lituhayu, Dyah; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.46775

Abstract

Kabupaten Rembang dalam memenuhi hak kesehatan anak telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Masih adanya kasus kematian bayi, gizi buruk dan stuntig di Kabupaten Rembang mengindikasikan bahwa telah terjadi pelanggara atas hak kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kinerja kebijakan perlindungan anak di Kabupaten Rembang serta menganalisis penghambatnya. Tipe penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, waaancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Peneliti menggunakan fenomena angaka kematian bayi, gizi, buruk dan stunting untuk melihat kinerja kebijakan perlindungan anak di bidang kesehatan Kabupaten Rembang. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor kinerja kebijakan perlindungan anak di bidang kesehatan Kabupaten Rembang peneliti menggunakan model implementasi kesijakan top down menurut Van Meter Van Horn, Merilee S. Grindle, dan Richard Matland. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja kebijakan belum maksimal. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dukungan orang tua serta dukungan dari kelompok kepentingan. Saran yang direkomendasikan peneliti yaitu memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan polindes dan menggunakan alat sederhana seperti meteran kain dan timbangan dapur untuk kegiatan posyandu, mengoptimalkan peran kader kesehatan dengan melatih mereka menjalankan tugas dasar bidan dan ahli gizi, mengadakan pelatihan berkelanjutan untuk kader kesehatan, melakukan sosialisasi dan pelatihan rutin tentang kesehatan ibu hamil, nutrisi anak, dan pencegahan stunting, serta meningkatkan advokasi dan komunikasi dengan LSM untuk mendapatkan dukungan dalam penanganan masalah kesehatan anak
RESPONSIVITAS LAYANAN PENGADUAN PELAYANAN PUBLIK BERBASIS APLIKASI (LAPOR) STUDI PADA DISKOMINFO KABUPATEN REMBANG HENDRA ARSENA, Fais; Santoso, R. Slamet; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44222

Abstract

Aplikasi LAPOR telah menjadi salah satu alat penting dalam memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan publik. Diskominfo Kabupaten Rembang, sebagai salah satu instansi yang menggunakan aplikasi LAPOR, memiliki peran krusial dalam memastikan responsivitas layanan terhadap pengaduan masyarakat. Namun, masih perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi sejauh mana responsivitas layanan pengaduan ini terwujud. Dalam era digital seperti sekarang, pelayanan publik harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Aplikasi LAPOR menjadi salah satu wujud upaya pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas dan responsivitas layanan publik. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi sejauh mana Diskominfo Kabupaten Rembang mampu merespons pengaduan yang masuk melalui aplikasi LAPOR dengan cepat dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi responsivitas layanan pengaduan pelayanan publik berbasis aplikasi LAPOR di Diskominfo Kabupaten Rembang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat responsivitas layanan pengaduan pelayanan publik berbasis aplikasi LAPOR di Diskominfo Kabupaten Rembang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas layanan pengaduan pelayanan publik berbasis aplikasi LAPOR di Diskominfo Kabupaten Rembang belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena ada 2 indikator masih belum optimal, seperti masih ada hambatan dalam memberikan respons yang tepat waktu terhadap aduan dari masyarakat dan ketidakjelasan prosedur penanganan pengaduan dapat menyebabkan petugas memerlukan waktu lebih lama untuk merespons atau menangani pengaduan dengan tepat. Untuk memberikan umpan balik yang lebih efektif kepada pelapor, penting untuk memberikan respons yang tanggap, empatik, jelas, dan solutif
EVALUASI PROGRAM DIKLAT PEMERIKSAAN KINERJA PADA BADIKLAT PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Juliandari, Rhisma; Warsono, Hardi; Sunu Astuti, Retno
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.44507

Abstract

The performance inspection training program is one form of technical training from several training programs contained in the BPK RI PKN Badiklat. The performance inspection training program aims to carry out performance inspection steps starting from the planning process, implementation to reporting according to applicable standards and guidelines. This research aims to analyze the success of the performance inspection training program at Badiklat PKN BPK RI and analyze the driving and inhibiting factors of the training and training program for performance inspection at Badiklat PKN BPK RI using the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation theory model and three theories of program success according to William N. Dunn (Effectiveness, Adequacy and Accuracy). The descriptive quantitative method is the method used in this research using data collection techniques through distributing questionnaires and interviews. The results of this research indicate that the performance inspection training program is good based on the perceptions of training participants from context indicators with environmental support, input and process with indicators of effectiveness, adequacy and accuracy of resource aspects in implementing the training program. The product or evaluation results in the research also show good value in the quality (output) of training implementation and the performance inspection training program has use value or benefits for the training work unit in the field of work, especially performance inspection (outcome). The driving factors consist of the BPK Strategic Plan for 2020-2024, support from work units and service leaders as well as the leadership of the BPK RI PKN Education and Training Agency, adequate budget allocation and technology (LMS). Inhibiting factors, namely limited internal resources, mismatched schedules in organizing training, competition with other programs and internet down.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI Putra, Raden Alif Ristiawan Putra; Subowo, Ari; Astuti, Retno Sunu
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i4.46913

Abstract

Efektivitas pelayanan penerimaan peserta didik baru secara online di Dinas Pendidikan Kota Bekasi masih dilaporkan belum efektif. PPDB online merupakan suatu sistem teknologi informasi yang dirancang untuk pelaksanaan PPDB secara online, yang dimulai dari pendataan, prapendaftaran, verifikasi, pendaftaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi yang dilakukan dengan objektif, transparan, dan akuntabel. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat masalah-masalah dalam produksi, efisiensi, dan kepuasan dalam pelayanan PPDB secara online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan penerimaan peserta didik baru secara online di Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan menghambat efektivitas pelayanan penerimaan peserta didik baru secara online di Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelayanan penerimaan peserta didik baru secara online sudah dapat dikatakan efektif namun tidak secara keseluruhan. Masih terdapat masalah titik koordinat yang belum berjalan dengan maksimal karena menggunakan aplikasi peta yang bukan milik instansi sehingga tidak dapat dikontrol dengan maksimal. Adapun faktor efektivitas pelayanan yang memperkuat, yaitu SDM berpengalaman, sistem real-time, dan sarana server serta provider yang memadai. Selain itu, terdapat faktor efektivitas pelayanan yang menghambat yaitu miskomunikasi masyarakat, media sosialisasi yang kurang relevan, dan sarana penentuan titik yang tidak bisa dikontrol langsung
Co-Authors Adang Aldhila Aden Nurul Nuha Adha, Ferdiansyah Adhi Kusuma, Donny Afrizal, Teuku AGUS AGUS Agustinah, Pri Ahmad Faiz Ahmad Faiz, Ahmad Ahmad Nursalim Al-Adly Darniyus Alfrida, Ritza Maharani Aliefatul Hidayah, Aninda Alifya Salsabila Alvita Widyaningtyas, Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Andi Wijayanto Annaz, Reza Allifia Annisa Putri Fernanda Ansoriyah, Faizatul Apsas Saputra Ari Subowo Ary Widyastuti Asha Eilena Khairunisa Asharri, Fahmi Augustin Rina Herawati Ayu Nafitaningrum Azaria Eda Pradana Azlansyah, Sultan Arief Bianglala Asmarasari Budi Puspo Budi Puspo Priyadi Budi Puspo Priyadi Budi Sulistyaningrum, An Nisaa’ Charisa Mellasyafa Agustien Chasanah, Lailatul Damas Ali Wijaya Daru Bailovan, Kevin Daryanti Syarifah David Adi Susilo Desinta Amelia Putri Dessy Permatasari Pratiwi Dewi Rostyaningsih Dharmawan, Eka Wira Dien Riski Ghaisani Dinda Permata Putri Dirias Ayu Prasetyani Dista Setya Ningsih Dyah Lituhayu Dzikrillah Thoriqur Rahman Dzikrillah Thoriqur Rahman Edi Setiawan Elkesaki, Rianandita 'Arsy Endang Larasati Fanny Widayanti Faris Budiman Fiki Dzakiyati Fikriyah, Ledi Nabila Fitria Ulfa Triana Fitriani, Wiwid Frengky Niga Awang Gomgom Adisahputra Saragih Hardi Warsono Hari Priyono Hari Susanta Hartuti Purnaweni Hasan, Faiq Najib Hayu Dwimawanti, Ida Hayuning Santa Sisilia Heesam Dorni Helani Asie HENDRA ARSENA, Fais Hendry Sulistiawan Herawati, Agustin Rina Herman Herta Sitorus Hidayatulah, Muhammad Arif Ida Hayu Dwimawanti Ika Riswanti Putri Ikeu Kania Imtiyaza, Hana Indah Susilowati Istyadi Insani Ita Pujiastuti Jatmiko, Andityo Aryo Johan Valentino Nanuru Juliandari, Rhisma Junjung Sahala Tua Manik Karina Putri Widiantari, Bernadeta Kismartini Kismartini . Kismartini Kismartini Kristiana Lina Dewi Kurniani Wismaningsih Kushandajani Listyaningsih Dewi Pamungkas Mariana Ane Pratiwi Maya Rumantir Melyiana, Vanni Meriana Diah Pramestiwari Mikhael Doncel, Errol Milasari, Rini Muh Yusuf Muhammad Arif Hidayatulah Muhammad Rafli Anggara1 Muji Ediyanto Murti, Moch. Fadjar Wisnu Najwa Hilalia, Nela Nanda Kusumaningsih Nazelia Shoeladina Niken Susanawati Ningsih Widi Astuti Nur Afifah, Milla Nur Hidayat Sardini Nur Kholifah, Wahyu Oktaviana, Ita Pramestiwari, Meriana Diah Praria Laharu, Rizky Pri Agustinah Priyadi, Budi Puspo Pujiono Pujiono Purwadi, Anton Purwanti, Anik Purwanto PURWASIH, AJI RAYI Puspita, Nadia Ayu Putra, Raden Alif Ristiawan Putra Putri Oktaviana, Prita Veronica Putri Ramadhani, Novita R Slamet Santoso R. Slamet Santoso Rafinzar, Rahmat Rahmad Aji Maulana Rakasiwi, Galuh Ratih Widya Astuti REIHA DYAH DEWINDRA Rendi Febria Putra Retna Hanani Rizha Ayu Widoretno, Yasinta Rona Patmasari Rosiana Purwita N Rukhana Fitriati Sadikin, Supriyadi Sanjaya, Natta Saputri, Selvia Anis Silvia Calista Simanjuntak, Sri Yunita Sintha, Dewi Sintya Farah Slamet Santoso Son Haji Sri Suwitri Sri Wahyu Pratiwi Sri Yunita Simanjuntak Srii Hastii Rengganing Kummala Stiaji, Iwan Ridwan Sultan Arief Azlansyah Surjadi Surjadi Sutardi Sutardi Syafik Wazan Syamsul Arifin Taufik Taufik Taufik Taufik Teguh Yuwono Teuku Afrizal Teuku Afrizal Teuku Afrizal Tri Yuningsih Tri Yuniningsih Tuhfah Almasati, Udin, Mahrudin Ujang Hidayat, Ujang Umar Reza Saputra Vivi Rahma Nur Cahyani Warella, Y Wazan, Syafik Wendy Resnu Wewen Kusumi Rahayu, Wewen Kusumi Widianto, Dhoni WIJAYANTO WIJAYANTO Wina Ayu Giswanti Yudiardi, Dodi Yuliana Kristanto Yundari, Yundari Zakiya Lutfiana Nur Anisa