p-Index From 2021 - 2026
9.837
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dakwah Risalah Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Psikis : Jurnal Psikologi Islami Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Isamic Communication Journal Jurnal Studi Komunikasi JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Journal Analytica Islamica JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Journal on Education MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi PERSPEKTIF El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences LEGAL BRIEF Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Ilomata International Journal of Social Science JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI (JUMSI) Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE eScience Humanity Journal International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Journal of General Education and Humanities Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Dawuh: Islamic Communication Journal RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Journal of Innovative and Creativity Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Khazanah Sosial WASILATUNA: JURNAL KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Tiktok Pada Mahasantri Ma’had Al Jamiah UINSU Tinjauan Aspek Etika Komunikasi Islam Sarmila Haerani Siregar; Ahmad Tamrin Sikumbang
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1136

Abstract

The rapid development of social media, especially TikTok, has had a significant influence on communication ethics, including among students of Ma'had Aljamiah UINSU. TikTok as a popular platform allows instant exchange of information, but often ignores Islamic communication values. This study aims to examine the use of TikTok by students from the perspective of Islamic communication ethics. The method used is descriptive qualitative with a single case study approach. Data were obtained through interviews, observations, documentation, and content analysis. The results of the study show that although social media is often filled with impolite or controversial communication, students still try to maintain Islamic communication principles in every interaction. They prioritize friendly and positive communication, verify information (Tabayyun), and avoid harsh words and maintain peace in communication (Silm). Interviews with students showed that they were aware of the importance of filtering information and maintaining speaking ethics, even amidst the dominance of negative trends on social media. These principles are not only guidelines for preaching, but also as steps to maintain constructive and peaceful communication in the digital space
Village circumambulation dhikr as a medium of cultural da’wah and Islamic social communication among the community Idawati Idawati; Ahmad Tamrin Sikumbang; Tessa Shasrini
Islamic Communication Journal Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2026.11.1.29057

Abstract

This study aims to analyze the practice of village circumambulation dhikr as a medium of cultural da’wah and Islamic social communication in Medang Kampai District, Dumai City, Riau Province. This tradition represents a form of da’wah bil hal (action-based da’wah) that integrates Islamic values with the local wisdom of the coastal Malay community. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach through field observations, in-depth interviews with religious and community leaders, and documentation of the ritual activities. The findings reveal that the village circumambulation dhikr is conducted regularly through the active participation of community members who collectively walk around the village under the guidance of religious leaders. This collective action serves not only as a religious practice but also as a social space that fosters Islamic brotherhood, social solidarity, mutual care, and a stronger sense of community belonging. As a form of cultural da’wah, the tradition communicates Islamic values through social action, exemplary conduct, and communal participation, allowing religious messages to be conveyed in a contextual and inclusive manner. In addition to strengthening religious identity, the practice contributes to social harmony, community cohesion, and collective awareness of the importance of a peaceful and spiritually grounded life. Therefore, village circumambulation dhikr demonstrates that culturally rooted da’wah bil hal remains a relevant and effective model of Islamic communication in contemporary society. ***** Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik zikir keliling kampung sebagai media dakwah kultural dan komunikasi sosial Islam di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Tradisi ini merupakan bentuk dakwah berbasis tindakan kolektif (dakwah bil hal) yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal masyarakat Melayu pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zikir keliling kampung dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat yang berjalan bersama mengelilingi lingkungan permukiman di bawah bimbingan tokoh agama. Aktivitas kolektif tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga membangun ruang interaksi sosial yang memperkuat ukhuwah Islamiyah, solidaritas, kepedulian sosial, dan rasa memiliki terhadap komunitas. Tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah kultural yang mengkomunikasikan nilai-nilai Islam melalui tindakan nyata, keteladanan, dan partisipasi sosial, sehingga pesan-pesan keagamaan diterima secara lebih kontekstual dan inklusif. Selain memperkuat identitas religius masyarakat, zikir keliling kampung juga berkontribusi dalam menciptakan harmoni sosial, memperkokoh kohesi komunitas, dan menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kehidupan yang religius dan damai. Dengan demikian, tradisi ini menunjukkan bahwa dakwah bil hal yang berbasis budaya lokal tetap relevan sebagai model komunikasi Islam yang efektif dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Implementasi Komunikasi Humas dalam Membangun Hubungan Dengan Masyarakat Sekitar PT Langkat Nusantara Kepong Kebun Bukit Lawang Roy Rayyan Manandha Ginting; Ahmad Tamrin Sikumbang
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi humas dalam membangun hubungan dengan masyarakat sekitar PT Langkat Nusantara Kepong Kebun Bukit Lawang berdasarkan tahapan Formula RACE John Marston. Hubungan yang harmonis antara perusahaan perkebunan dan komunitas lokal sangat krusial demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan internal humas , observasi non-partisipan , serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan keempat tahapan Formula RACE secara sistematis. Pada tahap research, humas melakukan identifikasi kebutuhan warga dan pemetaan isu secara langsung di lapangan. Langkah ini dilanjutkan pada tahap action planning melalui penyusunan program, pesan, dan strategi komunikasi terstruktur via rapat internal. Pada tahap communication, perusahaan menerapkan komunikasi dua arah dengan mengombinasikan interaksi tatap muka dominan dan pemanfaatan media digital seperti WhatsApp. Terakhir, pada tahap evaluation, efektivitas diukur melalui pengumpulan umpan balik masyarakat dan laporan berkala untuk perbaikan berkelanjutan. Secara keseluruhan, praktik ini berhasil mendukung teori community relations dalam menciptakan hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Etika Komunikasi Antarpribadi Perspektif Islam: Implementasi “Qaulan Karima” dalam Interaksi Dosen-Mahasiswa di Perguruan Tinggi Manita Rahma Hasibuan; Najwa El-Khoir Hasibuan; Ahmad Tamrin Sikumbang; Junaidi Junaidi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai etika komunikasi antarpribadi dalam perspektif Islam, khususnya konsep Qaulan Karima (perkataan yang mulia), pada interaksi antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana prinsip Qaulan Karima yang menekankan pada tutur kata yang santun, penuh hormat, empati, dan kemaslahatan, diaplikasikan dalam komunikasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Qaulan Karima terwujud dalam penggunaan diksi yang sopan, intonasi yang lembut, serta upaya menghindari perkataan yang menyakitkan, menghakimi, atau merendahkan, yang pada gilirannya menciptakan suasana belajar yang kondusif, saling menghargai, dan memperkuat hubungan pendagogis. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi Islami bukan hanya sekadar norma kesopanan, tetapi merupakan fondasi penting bagi terciptanya interaksi edukatif yang berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan karakter mulia di kalangan akademisi.
The Dynamics of Self-Disclosure in Adolescents with Mental Health Problems through the Instagram Account Into the Light Salsabila Raudatun; Ahmad Tamrin Sikumbang
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25543

Abstract

This study aims to describe the dynamics of self-disclosure carried out by adolescents facing mental health challenges through social media, with the Into the Light account serving as a contextual space that represents these practices. This research adopts a qualitative case study approach that allows for an in-depth exploration of participants' subjective experiences. The findings reveal that self-disclosure plays an important role in enabling adolescents to express their feelings and thoughts in a safe and anonymous environment on social media. Factors such as emotional needs, trust levels, past experiences, and perceptions of a safe digital space influence adolescents' decisions to engage in self-disclosure. Although the Into the Light account was not directly involved as a participatory object in this research, its presence provides context for understanding digital spaces that support openness. This study contributes to broadening the understanding of how social media, as a supportive and inclusive environment, can promote adolescent mental health.
Interpretation of Cigarette Wrap Design and Smoker Response from the Perspective of Visual Communication Muhammad Ridholi; Ahmad Tamrin Sikumbang
PERSPEKTIF Vol. 15 No. 3 (2026): PERSPEKTIF Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v15i3.17916

Abstract

Cigarette packaging has evolved beyond its protective function into a strategic medium of visual communication that conveys symbolic messages through colors, typography, logos, and other visual elements. This study aims to analyze smokers’ interpretations of cigarette wrapper designs and examine their responses from the perspective of visual communication. A qualitative approach with a narrative design was employed. The research was conducted at Cafe Masa Moeda, Medan, involving ten active smokers who regularly consumed Marlboro Filter Black and Sampoerna A Mild cigarettes. Data were collected through structured interviews, direct observations, and visual documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing supported by triangulation techniques. The findings reveal that smokers construct different meanings from the visual elements of cigarette packaging. Marlboro Filter Black is predominantly interpreted as representing masculinity, firmness, elegance, and premium quality through its dominant black color, whereas Sampoerna A Mild is perceived as clean, modern, light, and relaxed through its white-red color combination. Smokers’ responses are reflected in cognitive, affective, and conative dimensions. While the packaging effectively enhances brand recognition and evokes emotional impressions, its influence on purchasing behavior remains limited, as taste, habitual consumption, and personal preferences are more decisive factors. The study concludes that cigarette wrapper design functions as an effective medium of visual communication in shaping brand image and social identity, although it has limited capacity to influence smoking behavior directly.
Komunikasi Islam dalam Penegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Batubara, Jihan Afri; Abdullah; Sikumbang, Ahmad Tamrin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4128

Abstract

Islamic communication is an interaction process based on Islamic values, aiming to create peace and salvation in this world and the hereafter. This principle was practiced by the prophets, especially Prophet Muhammad (peace be upon him), in conveying the message of Islam, including upholding amar ma’ruf nahi mungkar. As part of dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar plays a significant role in building a just and prosperous society. In the context of Islamic communication, its implementation must adhere to Sharia principles such as Divinity, Humanity, Morality, and Moderation while considering societal conditions. However, challenges in the field reveal many unethical practices due to limited understanding, literacy, and experience. This often leads to negative impacts that outweigh the expected benefits. Therefore, this study highlights the importance of applying the principles of Islamic communication in upholding amar ma’ruf nahi mungkar to achieve optimal dakwah goals. This study employs a qualitative approach using literature review as the primary method, relying on written sources such as books, articles, and previous research to explore the concepts of Islamic communication in upholding amar ma’ruf nahi mungkar. The conclusion emphasizes that the application of Islamic communication can make a tangible contribution to creating a harmonious, tolerant, and just society.
Beyond Visuals: Komunikasi Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus di Instagram: Beyond Visuals: Ustazah Halimah Alaydrus' Da’wah Communication on Instagram Yuna, Tamita Fatwana; Sikumbang, Ahmad Tamrin
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i2.2766

Abstract

This article discusses the da’wah communication carried out by Ustazah Halimah Alaydrus on the social media platform Instagram. Although actively engaging in da’wah on the @halimahalaydrus account, Ustazah Halimah Alaydrus intriguingly chooses not to share any pictures or photos of herself. This raises questions regarding the da’wah communication that focuses on social interactions, considering that facial expression is a significant factor in shaping perceptions during communication. The article employs a qualitative descriptive approach. The findings of this study demonstrate that Ustazah Halimah Alaydrus adeptly performs social interactions, successfully establishing closeness with her followers on Instagram. She utilizes various available features such as live broadcasts, highlights, stories, and comment sections to interact with her mad'u (target audience for dakwah). This study concludes that not showing her face in da’wah communication on Instagram does not hinder the process of social interaction. Ustazah Halimah Alaydrus remains capable of fostering effective communication with her followers and achieving her da’wah objectives despite not sharing her pictures. Abstrak Artikel ini membahas mengenai komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Ustazah Halimah Alaydrus di media sosial Instagram. Ustazah Halimah Alaydrus aktif berdakwah di akun @halimahalaydrus namun menariknya, dia memilih untuk tidak membagikan gambar atau foto dirinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan seputar bagaimana komunikasi dakwahnya yang berfokus pada interaksi sosial, mengingat wajah merupakan faktor penting dalam pembentukan persepsi saat berkomunikasi. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif model deskriptif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Ustazah Halimah Alaydrus mampu melakukan interaksi sosial dengan baik dan berhasil menciptakan kedekatan dengan para pengikutnya di Instagram. Dia memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, seperti siaran langsung, sorotan, cerita, dan kolom komentar, untuk berinteraksi dengan mad'u (target dakwah). Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak menampilkan wajahnya dalam berkomunikasi dakwah di Instagram tidak menghambat terjadinya proses interaksi sosial. Ustazah Halimah Alaydrus tetap mampu membina komunikasi yang efektif dengan pengikutnya dan mencapai tujuan dakwahnya meskipun tidak membagikan gambar dirinya.
Peran Komunikasi Dalam Membangun Hubungan Sosial Di Era Digital Shofiyyah; Nurlia Sartika Ritonga; Metha Wardiyah; Halim Idul Rahman; Sabri; Ahmad Tamrin Sikumbang
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 5 (2026): GJMI - Mei
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v4i5.2125

Abstract

Penelitian ini membahas peran komunikasi digital dalam membangun hubungan sosial masyarakat di era modern. Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menjadi komunikasi berbasis digital yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, dampak positif dan negatif, serta upaya menjaga hubungan sosial melalui komunikasi digital yang sehat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital memberikan dampak positif berupa kemudahan dalam berinteraksi, memperluas jaringan sosial, mempercepat penyebaran informasi, serta mempererat hubungan sosial tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun, komunikasi digital juga memiliki dampak negatif seperti berkurangnya interaksi tatap muka, miskomunikasi, cyberbullying, penyebaran hoaks, dan meningkatnya ketergantungan terhadap media digital. Oleh karena itu, diperlukan penerapan etika komunikasi, peningkatan literasi digital, serta keseimbangan antara komunikasi virtual dan komunikasi langsung agar hubungan sosial tetap terjaga dengan baik. Dengan penggunaan teknologi yang bijak, komunikasi digital dapat menjadi sarana yang mendukung terciptanya hubungan sosial yang sehat dan berkualitas di era modern.
Islamic Religious Counselors' Strategies and Challenges in Promoting Family Harmony: A Case Study in the Socio-Culturally Diverse Rural Context of Hinai Subdistrict-Indonesia Ardika Mandala Putra; Ahmad Tamrin Sikumbang
JURNAL AT-TURAS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v12i2.11358

Abstract

A harmonious family serves as a foundational pillar in fostering a stable and prosperous society. This study investigates the roles, strategies, challenges, and impacts of Islamic religious counselors in promoting family harmony in Tanjung Mulia Village, Hinai Subdistrict, Langkat Regency—an area marked by socio-cultural diversity and limited access to formal state services. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, observations, and documentation involving the Head of KUA, religious counselors, village leaders, and married couples. Data analysis followed the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing, with triangulation and peer review ensuring validity and reliability. Findings reveal that counselors serve not only as spiritual advisors but also as social facilitators and informal psychological support agents. Structured programs such as BRUS (School-Age Youth Guidance), BRUN (Marriage-Age Youth Guidance), and post-marriage counseling address mental, emotional, and spiritual readiness for family life. Strategies include five stages: planning, task distribution, implementation, evaluation, and reporting. Counseling is conducted in schools, prisons, mosques, and community centers, reflecting adaptability and reach. Key challenges include limited funding, low community literacy, inadequate infrastructure, and weak inter-agency collaboration. Nevertheless, the programs yield positive outcomes, such as improved spousal communication, enhanced role understanding, and reduced early marriage. Compared to formal state services, religious counselors provide grassroots, preventive family support that fills critical gaps. To optimize impact, this study recommends: (1) integrating counseling with national family programs, (2) enhancing counselor training in psychosocial and gender-sensitive skills, and (3) funding local-level initiatives. These findings offer transferable models for similar rural contexts.
Co-Authors Abdul Aziz Abdullah Abdullah Abdullah Abrar Adhani Ahmad Sujai Tanjung Ainatul Hasanah Tanjung Amin Sitorus, M.Darul Anang Anas Azhar Andini Nur Bahri Angga Prayuda Angga Prayuda Anisa Rambe Ardika Mandala Putra Ari Oldwin Sitorus Arifin, Darul Aritonang, Idris Aulia Rahman Aulia Rahman Aulia, Fadlan Azzahra, Zakiya BADRUL HELMI Batubara, Jihan Afri Br. Sitorus, Dahlia Safutri Chandra Halim Lubis Cut Syamsidar Dahlan, Sabili Desi Amelia, Desi Dina Anzani Effiati Juliana Hasibuan Efi Brata Madya, Efi Brata Erwan Efendi Ezra Muharrifah Fadli, Ajril Faradilla, Ayu Farhan Indra Fauzi Wirahyuda Fitri Meliya Sari Gea, Adela Frianjani Genny Gustina Sari Ginting, Abdul Fikri Hadana, Dina Hadrah, Hadrah Hakiki, Fitri Halim Idul Rahman Harahap, Suheri Hasan Sazali Hasibuan, Hamdi Maulana Hasibuan, Muhtadiah Idawati Idawati Imam El Islamy Imam Saputra Indra, Farhan Ismandianto Junaidi, Junaidi Khafita Aini Khafita Khalizah, Siti Khatibah Khatibah Kholil, Syukur Lahmuddin Lahmuddin Lahmuddin Lubis Liza Nuarida Ulfah Br Barus Lubis, Putri Rahmadhani M Yoserizal Saragih M. Darul Amin Sitorus Mahendra, Ihza Manita Rahma Hasibuan Mardianto, Mardianto Melisa Afriani Nst Metha Wardiyah Miranti, Safira Putri Muhammad Azwar Muhammad Hambali, Muhammad Muhammad Ichsan Muhammad Ichsan Muhammad Ridholi Muhammad Wahyu Muktarruddin Muktaruddin Muktaruddin Mulia Pohan, Baginda Munardi, Benny Naad, Darul Najwa El-Khoir Hasibuan Nasution, Anggun Dwi Nanda Nawaf, Azmi Novry Rivaldy Nurlia Sartika Ritonga P, Indira Fatra Deni Rahmayani, Cindy Rahmi Fitra Ulwani Siahaan Rahmi Fiutra Ulwani Rendi Prayuda Riauan, Muhd Ar. Imam Ritonga, Elfi Yanti Ritonga, Fitri Aisyah Ritonga, Irham Rivaldy, Novry Romadona, Syahrul Roy Rayyan Manandha Ginting Rubino Rubino rubino, rubino Rudi Salam Sabri Salim, Desi Ayu Fitria Salman Salman Salman Salsabila Raudatun Samosir, Hasrat Efendi Sarkawi, Sarkawi Sarmila Haerani Siregar Shofiyyah Sinta Ayu Kusuma Wardhani Sintya, Dina Ika Siregar, Amran Pikal Siregar, Unnaisah Khairani Siregar, Yudi Andhika Siti Nurhaliza Suci Ramadhani, Suci Suwarno, Ridho Syafrizaldi, Syafrizaldi Syukur Kholil Taufik Wal Hidayat Tengku Walisyah Tessa Shasrini Triwulan, Dewi Ulfa, Azzahra Winda Kustiawan Yuna, Tamita Fatwana Zaein, Achyar Zainun Zainun Zainun, Zainun