Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang Miftahul Amalia; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.149

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di TK Aisyiyah Sumpadang, kreativitas anak Kelompok B2 masih tergolong rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan pembelajaran seni masih bersifat terstruktur, anak cenderung meniru contoh yang diberikan guru, kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan imajinasi masih terbatas, serta metode pembelajaran yang digunakan belum memberikan kebebasan berekspresi kepada anak. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya melalui kegiatan menggambar bebas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggambar bebas pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 anak Kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas mampu meningkatkan kreativitas anak pada setiap siklus pembelajaran. Pada observasi awal, rata-rata kreativitas anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 57%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 29%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 14%, dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan melalui dua siklus, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, menggunakan warna secara variatif, menghasilkan gambar yang berbeda dari teman, serta mampu menceritakan hasil gambar yang dibuat. Pada akhir Siklus II, rata-rata anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 35,71% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 55,36%, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan kegiatan menggambar bebas yang difokuskan pada empat indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, penggunaan warna secara variatif, keaslian hasil gambar, dan kemampuan menceritakan hasil karya pada anak Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya menilai kreativitas secara umum, penelitian ini memberikan pengukuran yang lebih spesifik terhadap perkembangan kreativitas anak melalui indikator tersebut. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi pembelajaran seni yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak sehingga dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan menggambar bebas.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Mencari Pasangan Pada Kelompok B TK Kasih Ibu Derlita Hutasoit; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur Sa’ida; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Permasalahan tersebut ditunjukkan dengan masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan, mengurutkan, mengenali, dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat karena proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan anak secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penerapan permainan mencari pasangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 12 anak Kelompok B TK Kasih Ibu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan mengenal lambang bilangan berdasarkan kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan mencari pasangan dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, kemampuan anak masih didominasi kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 33%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 43%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 7%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan dengan persentase BB 5%, MB 13%, BSH 70%, dan BSB 12%. Peningkatan semakin optimal pada Siklus II, yaitu BB 0%, MB 8%, BSH 8%, dan BSB 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan mencari pasangan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok B TK Kasih Ibu
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencap Dengan Berbagai Media Bahan Bekas Di Kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan Anita Anita; Yenda Puspita; Joni Joni; Masrul Masrul; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri 2 Kerumutan. Sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang alat cap, menekan alat dengan tepat, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol arah cap, serta menghasilkan cap yang rapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase pencapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Anak menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat cap, koordinasi mata dan tangan semakin baik, serta hasil karya yang dihasilkan lebih rapi dan jelas. Dengan demikian, kegiatan mencap menggunakan berbagai media bahan bekas dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.
Penerapan Papan Magnet Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Kelompok A DI RA Zaid Bin Tsabit Sri Wahyuni; Amin Yusi Nur Sa’ida; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.158

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui penerapan media papan magnet huruf. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok A usia 4–5 tahun di RA Zaid Bin Tsabit. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media papan magnet huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata kemampuan mengenal huruf anak sebesar 17,12%, kemudian meningkat menjadi 81,5% pada Siklus I dan mencapai 94,75% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengenal bentuk huruf, menyebutkan nama huruf, membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Penggunaan media papan magnet huruf juga meningkatkan keaktifan, perhatian, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media papan magnet huruf terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Media Kancing Baju Warna di TK Tunas Baru Desa Ranah Mega Sulastari; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Alim; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Tunas Baru. Anak masih mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan jari dan tangan, seperti mengelompokkan, menyusun, dan menempel benda kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui penggunaan media kancing baju warna. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B TK Tunas Baru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian perkembangan anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kancing baju warna dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Persentase kemampuan motorik halus anak pada pra-siklus mencapai 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 87% pada siklus II. Dengan demikian, media kancing baju warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain yang aktif, menarik, dan menyenangkan.
Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Kegiatan Menggunting Pola Gambar Geometri Anisa Lestari; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang gunting dengan benar, menggunting sesuai pola, mengikuti garis dengan tepat, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan metode pemberian tugas dalam kegiatan menggunting pola gambar geometri. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase rata-rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 6,7% pada prasiklus menjadi 66,7% pada Siklus I dan 78,6% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memegang gunting, menggunting garis lurus, menggunting pola sederhana, ketelitian mengikuti pola, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, metode pemberian tugas melalui kegiatan menggunting pola gambar geometri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Permainan Modifikasi Kancing Baju pada kelompok B TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara Uci Lestari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui permainan modifikasi kancing baju di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan modifikasi kancing baju dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 26,19%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 35,71%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,47%. Peningkatan tersebut terlihat pada indikator kemampuan memasang dan melepas kancing baju secara mandiri, Inisiatif anak dalam mengikuti permainan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, permainan modifikasi kancing baju terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di pendidikan anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Dengan Penerapan Metode Kooperatif Teknik Mencari Pasangan Berbantuan Media Bergambar TK Mutiara Bunda Bangkinang Ulfira Ulfira; Joni Joni; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Amin Yusi
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri sederhana sehingga diperlukan suatu metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar pada anak kelompok A TK Mutiara Bunda Bangkinang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan berbantuan media bergambar mampu meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya keaktifan, antusiasme, serta kemampuan anak dalam mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri. Persentase ketuntasan kemampuan anak meningkat dari 51% pada Siklus I menjadi 79,8% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang.
Penerapan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Di Tk Tunas Harapan Suriyani Suriyani; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Zulhendri Zulhendri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan, khususnya dalam mengenal warna primer, melakukan pencampuran warna, serta menyebutkan hasil pencampuran warna. Indikator kemampuan kognitif yang diteliti meliputi kemampuan anak dalam mengenal dan menyebutkan warna primer, mengidentifikasi hasil pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder, melakukan kegiatan pencampuran warna secara mandiri, serta menyebutkan dan mengelompokkan hasil pencampuran warna. Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, serta kurangnya pemberian pengalaman belajar secara langsung kepada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna, sehingga anak dapat belajar secara aktif melalui proses mengamati, mencoba, dan menemukan sendiri hasil pencampuran warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen pada kegiatan pencampuran warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada pra tindakan, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 20,00%, meningkat menjadi 60,00% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93,33% pada Siklus II. Hasil tersebut telah mencapai dan melampaui target indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan, sehingga penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan.
Peningkatan Perilaku Sopan Santun Anak Melalui Kegiatan Bercerita Bermuatan Nilai Karakter Miftahul Jannah; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku sopan santun anak usia dini di TK ABA 008 Nagaberalih. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya kebiasaan anak dalam mengucapkan salam, menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih, serta cara berbicara yang belum santun kepada guru maupun teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal perilaku sopan santun anak, menganalisis penerapan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, serta mengetahui peningkatan perilaku sopan santun anak setelah kegiatan tersebut diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak Kelompok B TK ABA 008 Nagaberalih, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kategori capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 38,9%. Setelah diterapkan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, persentase tersebut meningkat menjadi 45,5% pada Siklus I pertemuan pertama dan 62,3% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 77,7% pada pertemuan pertama dan mencapai 92,2% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter terbukti efektif meningkatkan perilaku sopan santun anak usia 5–6 tahun di TK ABA 008 Nagaberalih.
Co-Authors Ade Yelda Hastriati Adly Azka Rifqi Adly Azka Rifqi Afrodita, Meli Ahmadi, Dedi Aldri Frinaldi Alim, Melvi Amin Yusi Amin Yusi Nur Sa'ida Amin Yusi Nur Sa’ida Anisa Lestari Anita Anita Arif Rohman Aris Suhud Asrina Nelti Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Badriyah, Umu Baehaqi Citra Ayu, Citra Daulay , Musnar Indra Debi S Fuadi Debi S. Fuadi Dedi Ahmadi Derlita Hutasoit Desi Handayani Dian Kristyanto Didi Suryadi Dwi Elsi Flora Dwi Ismawati Dwi Ismawati Dwi Ismawati Dwi Lyna Sari Edi Istiyono Elsi Flora, Dwi Farida Hanum Fatmawati Fatmawati Fira Juwita Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Guswanti, Nelia Hadriana Hadriana Hastriati, Ade Yelda Herman Nirwana Hutahuruk, Lenni Mantili Joni Joni Joni, Joni Kasman Edi Putra Lazfihma Lazfihma, Lazfihma Lenni Mantili Hutauruk Leny Julia Lingga Maghfiroh, Shofia Mallevi Agustin Ningrum Marlia, Tuti Masrul Masrul Mega Sulastari Melia Eka Daryati Meliza Sari Melvi Lesmana Alim Miftahul Amalia Miftahul Jannah Moh. Syarif Hidayat Moh. Syarif Hidayat Mohammad Fauziddin Mudjiran Mul Muliadi Mul Muliadi Musnar Indra Daulay Muthmainah Muthmainah Nabila Safitri Nasrianti, Reni Natalino Paraira Parada Natalino Paraira Parada Nelti Rizka Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nining Suniarti Nopa Wilyanita Nurmalina Nurmalina Permata, Manja Dwi Pira Wati Putri Rahayu, Evi Reni Nasrianti Reni Nasrianti Reni Nasrianti Reni Nasrianti Rifqi, Adly Azka Rizal Samsul Roza Novita Rusdi Rusdi Samsul Rizal Samsul Rizal Saputra, Waldi Sari, Dwi Lyna Sari, Meliza Sean Marta Efastri, Sean Marta Semiono Raharjo Seprya, Roby Sri Wahyuni Suhaili, Neviyarni Suharni Suharni Suriyani Suriyani Syahri Ramadhan, Syahri Taufiqurrahman Usman Uci Lestari Ulfira Ulfira Waldi Saputra Waldi Saputra Waldi Saputra Waldi Saputra Wirda Ningsih Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yeni Karneli Yoga Yuniadi Yulianti Yulianti Yundri Akhyar Yundri Akhyar Yundri Akhyar YUNDRI AKHYAR Yundri Akhyar Yusi Nur Sa'ida, Amin Zaitir Rahma Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman, Zalisman Zulhendri