Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Video Mendesain Motif Batik dengan Aplikasi IbisPaint X Pada Elemen Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan Kelas XI Busana SMKN 1 Lubuk Sikaping Happytri, Leony; Efi, Agusti; Aryati, Yulia; Zamil, Ilham; Nelmira, Weni
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3733

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaranmendesain batik di SMKN 1 Lubuk Sikaping masih bersifatkonvensional. Guru menyampaikan materi melalui penjelasanlisan dan contoh visual statis tanpa dukungan media interaktif.Selain itu, siswa sebenarnya telah memiliki perangkat digital seperti smartphone Android, tetapi belum dimanfaatkan secaraoptimal dalam proses belajar. Berdasarkan hal tersebut, penelitianini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran“Mendesain Motif Batik dengan Aplikasi IbisPaint X” sebagaisarana pembelajaran digital yang interaktif dan relevan dengankebutuhan siswa jurusan Busana di SMK. Penelitian inimerupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan guru serta siswa untuk mengidentifikasikebutuhan media pembelajaran. Tahap desain dan pengembanganmencakup penyusunan naskah, pembuatan storyboard, sertaproduksi video pembelajaran yang berisi pengenalan aplikasiIbisPaint X, teori dasar batik, dan praktik mendesain motif flora dan fauna secara digital. Uji validitas dilakukan oleh ahli materidan ahli media, sedangkan uji praktikalitas dilakukan oleh guru dan siswa. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata 89,5 % (sangat valid), sedangkan ahli media sebesar 90% (sangat valid). Uji praktikalitas oleh guru memperoleh hasil 94,64% (sangat praktis), dan oleh siswa sebesar 83,72% (sangat praktis). Berdasarkan hasil tersebut, media video pembelajaran inidinyatakan layak dan praktis digunakan. Media video berbasisaplikasi IbisPaint X ini membantu siswa memahami langkah-langkah mendesain motif batik digital, meningkatkan motivasibelajar, serta mendorong kreativitas dalam pembelajaran desainbusana.
Pelatihan dan pendampingan UMKM di bidang busana meningkatkan ekonomi masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok Ernawati Ernawati; Agusti Efi; Hadiastuti Hadiastuti; Elviza Yeni Putri; Hazevi Atila Yazel Aze
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34490

Abstract

AbstrakPakaian saat ini  bukan hanya menjadi kebutuhan pokok manusia, melainkan telah menjadi bagian fashion yang mengalami perubahan sangat pesat. Hal inilah yang mendasari banyaknya usaha busana atau usaha produktif yang dimiliki perorangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dengan ciri khasnya masing-masing. Masyarakat di nagari Lubuak Batingkok banyak yang berusaha dibidang fashion perorangan, salah satunya menerima jahitan  (modiste). Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan usaha perorangan tentang  (1) pengetahuan para penjahit (pengusaha modiste) dalam mendesain dan teknik menjahit, (2) meningkatkan keterampilan dibidang menjahit baju kurung basiba dan busana muslimah sesuai dengan kebutuhan konsumen, (3) melatih dan melakukan pendampingan para pengusaha modiste agar lebih terampil  dalam memproduksi busana sesuai pesanan konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis keterampilan SDM dibidang modiste, menyusun program, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam beberapa aspek, antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai desain dan teknik menjahit, ketepatan pembuatan pola, serta kerapian hasil jahitan. Indikator keberhasilan program terlihat dari (1) meningkatnya keterampilan peserta dalam pembuatan baju kurung basiba sesuai standar teknik, (2) kemampuan peserta menghasilkan karya busana secara mandiri, (3) keaktifan peserta selama pelatihan, dan (4) tersusunnya rencana tindak lanjut berupa pendampingan usaha modiste di nagari tersebut. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi nyata bagi permasalahan mitra dan berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; keterampilan SDM. AbstractClothing today is not only a basic human necessity but has also become an integral part of the fashion industry, which is experiencing rapid transformation. This development has encouraged the emergence of numerous fashion-related businesses and productive enterprises owned by individuals and Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Limapuluh Kota Regency, each with its own distinctive characteristics. Many residents of Nagari Lubuak Batingkok are engaged in individual fashion enterprises, including tailoring services (modiste). This Community Partnership Program (PKM) was implemented to strengthen individual businesses by: (1) enhancing the knowledge of tailors (modiste entrepreneurs) in fashion design and sewing techniques, (2) improving their skills in producing baju kurung basiba and Muslim fashion in accordance with consumer needs, and (3) providing training and mentoring to increase their proficiency in producing garments based on customer orders. The methods used in this program included assessing human resource skills in the modiste sector, developing an appropriate training program, conducting training activities, and performing evaluations. The results of this PKM indicate an improvement in the partners’ abilities across several aspects, including increased understanding of fashion design and sewing techniques, greater accuracy in pattern making, and enhanced neatness in the final products. Indicators of program success include: (1) improved participant skills in producing baju kurung basiba that meet technical standards, (2) the ability of participants to produce garments independently, (3) active engagement during the training sessions, and (4) the development of a follow-up plan for continued mentoring of modiste businesses in the nagari. Overall, this program provides practical solutions to the partners’ challenges and contributes to efforts to improve the welfare of the community in Nagari Lubuak Batingkok. Keywords: training; mentoring; human resource skills.
Traditional Medicine as Mentawai Local Wisdom Ayu Puspita Sari; Agusti Efi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.7445

Abstract

The Mentawai community still have a strong culture and holds a profound reverence for their heritage, particularly in the realm of traditional medicine. They continue to place significant value on traditional healing methods alongside modern medical treatments, comprising two distinct complementary healthcare systems. In this modern sophisticated era, the use of traditional medicine in Mongan Poula village has been marginalized or ignored because of the emergence of modern medicine and the entry of health teams in villages, such as doctors and nurses. Modern medicines are widely circulated in villages and even sold to stalls. This research aims to examine the media used in traditional medicine, the process of treatment, and traditional Mentawai medicine that have an impact on local wisdom. This research utilized a qualitative approach and ethnographic research type. The informant selection technique was carried out by purposive sampling. Data collection techniques used in-depth interviews, observation, and documentation studies. Data analysis employed an interactive model proposed by Miles and Huberman. The results of this study revealed that in accordance with the formulation of the problem, including: Traditional medicine media, Traditional medicine process in Mentawai society, and Mentawai traditional medicine that has an impact on local wisdom. Based on the formulation of the problem, it shows that Sikerei traditional medicine is used to treat sick people.
SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JAWA DI KECAMATAN TANJUNG EMAS, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Alifia, Salsabilla Wilda; Susanti, Retnaningtyas; Efi, Agusti; Elida, Elida
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v9i2.27334

Abstract

This article discusses the socio-cultural dynamics of the Javanese community in Tanjung Emas District, Tanah Datar Regency, West Sumatra, in the context of adaptation and acculturation with the Minangkabau community. This study reveals how the Javanese community, as a transmigration population, has succeeded in maintaining ancestral traditions such as kenduri, slametan, and wedding customs, while adopting local cultural elements, such as the use of Minangkabau traditional clothing and the tradition of kenduri adat. This cultural harmony is seen in strong social relations through mutual cooperation, mixed marriages, and cross-cultural interactions. This article also shows the role of Javanese associations in strengthening relations between communities and the younger generation who are able to balance Javanese cultural identity with openness to Minangkabau culture. With an observational approach and in-depth interviews, this article emphasizes the importance of tolerance and openness in creating cultural synergy that enriches the diversity of traditions in Indonesia.
The The Implementation of the Project-Based Learning Model in Teaching Randai Dance within Cultural Arts Education Elida, Elida; Suriani, Mimi; Efi, Agusti
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3461

Abstract

This study examines the implementation of Project-Based Learning in teaching traditional Randai dance. The research aims to explore how Project-Based Learning enhances student engagement, collaboration, and cultural expression. A qualitative approach was employed, involving classroom observations, lesson planning analysis, and project evaluation. The findings indicate that PjBL fosters active student participation, effective group collaboration, and the development of creativity, cultural awareness, discipline, and social responsibility. Teachers successfully designed lesson plans, learning objectives, and project frameworks aligned with Project-Based Learning principles, although adjustments in time allocation and media selection were necessary. The study concludes that integrating Project-Based Learning in teaching Randai Kuantan dance strengthens students’ artistic skills and appreciation of local culture, offering a model for culturally responsive and project-oriented learning in vocational education
Developing an Instructional Model for Teaching Mak Yong Theater in Cultural Arts Education: A Qualitative Case Study Yanti, Novi; Efi, Agusti
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3466

Abstract

The traditional Mak Yong theater is a rich cultural heritage with distinctive aesthetic and symbolic values; however, its teaching in schools remains limited. This study aims to describe the learning strategies for teaching Mak Yong theater within the Cultural Arts curriculum and to explore their influence on students’ technical skills, creativity, and cultural understanding. A qualitative approach was employed, including classroom observation, semi-structured interviews with teachers and students, documentation, and reflective analysis of teacher-student interactions. The findings reveal that a staged instructional strategy comprising cultural introduction, movement and vocal practice, role playing, reflection, mini-performances, and collaborative evaluation supports the development of students’ technical abilities, creative engagement, collaboration, and appreciation of cultural heritage. While the results suggest positive learning outcomes, they are context-specific and exploratory; further research is needed to examine the strategy’s effectiveness across different educational settings. The study highlights the potential of integrating traditional Mak Yong theater into school curricula to foster cultural awareness and preserve this heritage for younger generations.
Adaptasi Sosial Budaya Masyarakat Nias Di Perantauan: Studi Komunitas Nias Di Kota Padang Bunga Indah Zaletri; Elida Elida; Agusti Efi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1108

Abstract

Penelitian ini menganalisis adaptasi sosial-budaya masyarakat Nias di Kota Padang, Sumatera Barat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada peran Ikatan Keluarga Nias (IKN) dalam melestarikan tradisi budaya di tengah dominasi budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Nias berhasil mempertahankan identitas budaya mereka melalui tradisi pernikahan, upacara pemakaman, seni, dan agama. Integrasi dengan budaya lokal ditandai dengan partisipasi dalam tradisi Minangkabau, penggunaan bahasa Minang, dan adopsi nilai-nilai sosial. Tantangan utama dalam adaptasi ini adalah modernisasi dan pergeseran nilai akibat interaksi budaya.
Mentawai Natural Environment Ornament Transformation on Batik Art Tatoo Motivation Based on Local Wisdom: Ecotourism Agusti Efi; Budiwirman; Yusmerita; Sri Zulfia Novrita; Yulia Aryati; Gabila Heira Mutia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5838

Abstract

The people of the Siberut Mentawai islands still maintain various arts and practice the culture and customs of their ancestors. They have natural environment ornaments including tattoos and Jaraik, which is a symbol of the greatness of the Sikerei (Shaman) house in the Mentawai tribe.  Along with the progress and development of the Mentawai area, traditional culture began to shift, therefore it is necessary to carry out conservation and development efforts. So, the purpose of this research is the efforts to preserve and produce creative art products based on local wisdom by transforming tattoos, jaraik, and other Mentawai natural environments in batik art and uniting various elements of visual cultural arts as supporting elements. The method used is research and development adopting the 4 D steps with four stages of development design, development, and deployment. In addition, the study also conducted studies of art and aesthetics, design and fashion as well as analysis of market tastes. So, the outputs of this research are; prototypes of batik art innovation products based on local Mentawai culture that are market-worthy; and scientific articles in reputable international journals. Focus Group Discussion (FGD) and product feasibility tests were carried out by experts and product exhibitions which were used as Mentawai branding.  
Rumah Adat Sebagai Representasi Identitas Budaya: Studi Rumah Adat Kajang Lako di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Yenni Rahmah; Agustina Agustina; Agusti Efi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu wujud kebudayaan yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai kehidupan suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rumah adat Kajang Lako sebagai representasi identitas budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi mengenai arsitektur serta nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Kajang Lako tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan nilai sosial, budaya, dan filosofi masyarakat Melayu pesisir. Struktur bangunan, pembagian ruang, serta ragam hias yang digunakan memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan adat istiadat dan sistem nilai masyarakat setempat. Oleh karena itu, Rumah Kajang Lako dapat dipahami sebagai simbol identitas budaya yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya daerah
Co-Authors ADRIANI ADRIANI Agus Irianto Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Aidil Dewi Angriani Alifia, Salsabilla Wilda Ambiyar, Ambiyar Ami Zola Anggun Yodansi Anni Faridah Apri Marlina Aprianti, Viki Ardipal Ardipal Astari Ayuni Atika Dwi Putri Aulia Annisa Fitri Aulia, Tiara Ayu Puspita Sari Azzahra, Ridawati Budiwirman Budiwirman Budiwirman Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Budiwirman, Budiwirman Bunga Indah Zaletri Bunga Naselia DARMANSYAH . Daryusti Daryusti - Derisa Derisa Desmaleni, Rahayu Dian Eka Oktavia Efrashia, Tiara Husnun Elida elida elida Elida, Elida Elpalina, Srimutia Elsa Pitaloka Erianjoni Erianjoni Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ezriani, Ezriani Fadhillah, Fadhillah Fauziah, Qori Febrina, Suci Feri Ferdian Fitri, Aulia Annisa Fitrisia, Azmi Freddy Antara Friyatmi Friyatmi Gabila Heira Mutia Gita Noveri Eza Gusrini, Esi Gustina Gustina Hadiastuti, Hadiastuti Handri Arni Happytri, Leony Harmawan, Violintikha HARYONO Hurahmi, Intah Mifta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idha, Muhammad Trio Idris Ilham Zamil Indah Wulandari Indah Wulandari Joel Franky Situmeang Kasman Rukun Khairani, Kiki Kiki Khairani Lasmi, Ami Lasmi, Lasmi Lestari, Mia Febria Lorenzo, Naufal Lufri Lufri Maharani, Anjelina Mansyera Pratama, Vischa Mariana Heristian Mariana Heristian Marna, Jean Elikal Martin, Yona Mayang Yulasna Mega Kencana Meifitriadi Meifitriadi Mia Febria Lestari Mitra Lusiana Muhammad Agus Muljanto Muhammad Ridho Muharika Dewi Nita Sahara Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti, Nofiyanti Novrita, Sri Zulfia Nur Amelia Sari Nur Amelia Sari Nurhizrah Gistituati Nurul Inayah Hutasuhut Nurwijayanti Oktaviani, Melsa Puji Hujria Suci Putra, Gilang Oritaliano Putri, Atika Dwi Putri, Yuzia Eka Rahman, Doni Rahmi, Fathiah Rahmiati . Rendi Rezki Reni Fitria Reska Mayefis Retno Desti Dwi Rezki Datmi Rezki, Rendi Ridawati Azzahra Ririn Amaliah Putri Sarah Rizal Arifin Lubis Rochanawati, Ida Roni Sarwani Ruth Meliani Tatubeket Safrina, Nova Sarah, Ririn Amaliah Putri sari, Mutia Selvia Frety Yunia Enjelina Setiawati, Erlin Shaheed Fikar Sofrina Zulida Fatma Suriani, Mimi Susanti, Retnaningtyas SYAFITRI, YESI Syafrizal Syafrizal Tiara Aulia Tiara Husnun Efrashia Umaroh, Aufa Vinna Aulya Wahyu Eka Saputra Wakhinuddin Wakhinuddin Wati, Lulu Fajar Weni Nelmira Yadona, Putri Yazel Aze, Hazevi Atila Yeni Elviza Febrianti Yenni Idrus Yenni Rahmah Yetti, Silvia Yona Martin Yudistira, Sukma Yulasna, Mayang Yulia Aryati Yuliana Dewi Yuliana Yuliana Yuliarma, Yuliarma Yumielda , Vivi Destri Yunus, Rona Rahayu Yusman, Ahmad Fauzan Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zamil, Ilham Zola, Ami Zulmayelti, Zulmayelti