Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI LUASAN KAWASAN MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PERIKANAN UDANG DI KABUPATEN CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH (Evaluation of the Mangrove Area Extents to Support Fishing Shrimp in Cilacap Regency, Central Java Province) Triono P Pangesti; Tri Wiji Nurani; Eko Sri Wiyono
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.56 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.1.35-43

Abstract

ABSTRACTCilacap waters are rich with shrimp resource, particularly from Penaidae spp species, such as shrimp Jerbung (Penaeus merguensis) and shrimp Dogol (Metapenaeus endevouri and Metapenaeus ensis). Statistic data of shrimp in Cilacap showed shrimp production keep on declining, from 1,118,644 kg in 2004 to 818,595 kg in 2008. The declining production is suspected due to the increasing intensity of catching and the damage of ecology in coastal areas, particularly the mangrove. This research is aimed at mapping the mangrove areas, and estimating stock of shrimp resource in Cilacap. Data analysis was conducted by using spatial analysis and analysis of potential resource of fish. Results of the analysis showed that estimated mangrove forest in Cilacap in 2005 was about 14,502.55 ha, reduced to about 9,326.71 ha in 2007 and continue to decline to about 2,618.78 ha in 2009. Estimated score of MSY shrimp is 955,493.34 kg/year, with optimum catch 55,014.68 trips.Keywords: analysis of surplus production, Cilacap, mangrove, shrimp, spatial analysis------ABSTRAKWilayah perairan Kabupaten Cilacap kaya akan sumberdaya udang, khususnya dari jenis Penaidae spp., diantaranya yaitu udang jerbung (Penaeus merguensis) dan udang dogol (Metapenaeus endevouri dan Metapenaeus ensis). Data statistik perikanan udang di Cilacap menunjukkan produksi udang terus mengalami penurunan yaitu dari 1.118.644 kg pada tahun 2004 menjadi 818.595 kg pada tahun 2008. Penurunan produksi udang di Cilacap diduga disebabkan oleh meningkatnya intensitas penangkapan dan kerusakan ekologi kawasan pesisir, khususnya hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta untuk menghitung luas kawasan lahan mangrove, dan mengestimasi stok sumberdaya udang di Kabupaten Cilacap. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis spasial dan analisis potensi sumberdaya ikan. Hasil analisis menyatakan bahwa estimasi luasan kawasan hutan mangrove di Cilacap pada tahun 2005 sekitar 14.502,55 ha, menurun menjadi sekitar
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization) John Haluan; Eko Sri Wiyono; Rikhie Supriyadi
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 3 No. 2 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.141 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.2.123-128

Abstract

ABSTRACTDeveloping capture fisheries management information system needs a Management Information System (MIS) which could support various aspects within an integrated and holistic system to gain better access of information on Marine Fisheries Industrialization in Indonesia. The objectives of the research are to investigate the management information system in lobster fisheries and develop management infomation system to support marine fisheries industrialization. This research implemented integrated approach information system for holistic system application. Applies a systems approach that takes into account the system as a whole integrated information for each activity or application. The system limits on the development of the lobster fishery in PPN Palabuhanratu. The technology used for processing the data and information on the lobster fishery is a computerized information technology. Analysis of system requirements derived from the fishing company, fishermen and stakeholders. Establishing the design of information systems in the lobster fisheries at PPN Palabuhanratu by identifying the real system, preparation of the scheme, providing menus, preparation of the logical flow of programs and computer applications. With the establishment of fisheries information management system will facilitate information services more quickly and accurately.Key words: capture fisheries, industrialization, management information system (MIS),-------ABSTRAKPengembangan sistem informasi manajemen perikanan tangkap dalam rangka pengembangan industrialisasi perikanan laut sudah mempunyai dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, tertera pada Bab VI: Sistem Informasi dan Statistik Perikanan, pasal 46: (1) “Pemerintah menyusun dan mengembangkan sistem informasi dan data statistik perikanan serta menyelenggarakan pengumpulan, pengolahan, analisis, penyimpanan, penyajian, dan penyebaran data potensi, sarana dan prasarana, produksi, penanganan, pengolahan dan pemasaran ikan, serta data social ekonomi yang terkait dengan pelaksanaan pengelolaan sumberdaya ikan dan pengembangan sistem bisnis perikanan.” (2)”Pemerintah mengadakan pusat data dan informasi perikanan untuk menyelenggarakan system informasi dan data statistic perikanan.”; pasal 47: (1) “Pemerintah membangun jaringan informasi perikanan dengan lembaga lain, baik di dalam maupun di luar negeri.”, (2) “Sistem informasi dan data statistic perikanan harus dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh seluruh pengguna data statistic dan informasi perikanan.” Pengembangan sistem informasi manajemen perikanan tangkap perlu suatu Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang dapat menunjang berbagai aspek dan elemen dalam suatu sistem yang holistik dan terintegrasi untuk mencapai tujuan meningkatkan akses informasi IPTEKS-Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Pelaksanaan Program Pengembangan Industrialisasi Perikanan Laut di Indonesia.Kata kunci: Perikanan tangkap, industrialisasi, sistem manajemen informasi
PERIKANAN SKALA KECIL: PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN NELAYAN DALAM KAITANNYA DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENANGKAPAN IKAN (Small-Scale Fishing: Fishers Decision-Making in Relation to Fishing Factors in Conserving Sustainability of Fishing) Agnes P. Sudarmo; Mulyono S Baskoro; Budy Wiryawan; Eko S. Wiyono; Daniel R. Monintja
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 4 No. 2 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.979 KB) | DOI: 10.29244/jmf.4.2.195-200

Abstract

ABSTRACTThe human element is an important key factor in the success of small-scale fishing activities. Knowledge of decision-making by fishermen in choosing the location of fishing will determine the sustainability of fisheries resources. There were two aims in this paper which are to explore factors that influenced the decision-making process and to determine how to choose fishing grounds. This method used content analysis to examine the relevant literature. Results showed that some factors that influence decision making process were weather, currents, familiarity with fishing grounds, sources and sharing information, available resources, recent catch effort, socio-historical-cultural and economic factors. Choosing fishing location was determined by the safely routes, travel costs, profit maximization, information, environmental factors, and individual personality.Key words: decision-making process, small-scale fishers-------ABSTRAKUnsur manusia merupakan faktor kunci penting dalam suksesnya kegiatan penangkapan ikan skala kecil. Pengetahuan tentang pengambilan keputusan yang dilakukan oleh nelayan dalam memilih lokasi penangkapan ikan akan menentukan keberlanjutan sumber daya perikanan. Ada dua tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan nelayan skala kecil dalam hal penangkapan ikan dan cara menentukan lokasi penangkapan ikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur / studi pustaka dari berbagai jurnal penelitian. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa faktor cuaca, arus angin, familiar dengan lokasi, berbagi pengalaman dengan nelayan lainnya, hasil tangkapan sebelumnya, ketersediaan sumberdaya, faktor lingkungan sosial, ekonomi, budaya, berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan nelayan. Nelayan menentukan lokasi penangkapan ikan dilakukan dengan cara memilih rute perjalanan yang aman, memperhitungkan biaya operasional penangkapan ikan, mendapatkan keuntungan maksimal, informasi, faktor lingkungan, ataupun kepribadian individu.Kata kunci: proses pengambilan keputusan, nelayan skala kecil
KARAKTERISTIK PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN LAUT KABUPATEN SIMEULUE (Characteristics of Capture Fisheries in Simeulue Districts Sea Waters Area) . Carles; Eko S. Wiyono; Sugeng H. Wisudo; Deni A. Soeboer
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 1 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.912 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.1.91-99

Abstract

ABSTRACTSimeulue Regency has ± 9.968,16 km2 marine waters area consist of 64 islands (large and small) with high potentials of capture fisheries. However, the management of sustainable fisheries in Simeulue Regency has not optimal yet. Informations about catch composition, diversity index and fishing gear productivity are needed as a reference in policy management decision. The purpose of this research are to determine the compositions of catch, to calculate the fish biodiversity and fishing gear productivity. The research was conducted in Simeulue Regency from December 2013 to January 2014. The method used was purposive sampling survey. Fishing units which observed such as lift net, beach seines, longlines and other collecting gears. Result in five research locations are Simeulue Timur, Teupah Selatan, Teluk Dalam, Simeulue Barat and Teupah Tengah, there were 50 fish species which dominated by Bali sardinella (Sardinella lemuru), slipmouths (Leiognathus spp), Indian anchovy (Stolephorus spp), scad (Selar spp) and frigate tuna (Auxis thazard). Biodiversity index (H ') value was beetween 1.40 to 2.67 with average of 1.87, it describes that biodiversity was in the moderate category. Furthermore, the evenness index (E) was in the category of relatively even from 0.58 to 0.89 with the average of 0.74. Dominance index values (D) was beetween 0.09 – 0.33 with average of 0.24, which means that there were not any dominating species. The highest value of productivity (CPUE) was lift net with 603.3 kg/trip and the lowest was lobster or sea cucumber collecting gears with 81.8 kg/trip.Key words: composition, diversity index, productivity, Simeulue-------ABSTRAKKabupaten Simeulue memiliki luas wilayah perairan laut ± 9.968,16 km² dengan 64 pulau besar dan kecil. Wilayah tersebut memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat tinggi, meskipun pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutannya masih belum optimal. Oleh karena itu, informasi mengenai komposisi hasil tangkapan, indeks keragaman dan produktivitas alat tangkap sangat diperlukan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi jenis hasil tangkapan, indeks keragaman jenis ikan dan produktivitas alat penangkapan ikan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Simeulue antara bulan Desember 2013 - Januari 2014. Metode yang digunakan adalah metode survei secara purposive sampling. Jenis alat tangkap yang menjadi objek penelitian berupa bagan, pukat pantai, rawai dan alat pengumpul. Berdasarkan hasil penelitian pada lima lokasi yang berbeda, yaitu Kecamatan Simeulue Timur, Teupah Selatan, Teluk Dalam, Simeulue Barat dan Teupah Tengah, diperoleh 50 spesies ikan yang didominasi oleh lemuru (Sardinella lemuru), peperek (Leiognathus spp.), teri (Stolephorus spp.), selar (Selar spp.) dan tongkol (Auxis thazard). Indeks keragaman (H’) berkisar antara 1,40 – 2,67 dengan rata-rata 1,87 yang berada pada kategori keanekaragaman sedang. Selanjutnya, nilai indeks kemerataan (E) berada pada kategori lebih merata 0,58 – 0,89 dengan rata-rata 0,74. Sementara nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,17 - 0,33 dengan rata-rata 0,24 atau tidak terdapat spesies yang mendominasi. Nilai produktivitas (CPUE) tertinggi terdapat pada bagan sebesar 603,3 kg/trip dan terendah pada alat pengumpul lobster/tripang 81,8 kg/trip.Kata kunci: komposisi, indeks keragaman, produktivitas, Simeulue
POLA MUSIM DAN DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP (Season And Patterns of Catching Swimming Crab (Portunus pelagicus) in Pangkep Waters Regency) . Ihsan; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisudo; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.822 KB) | DOI: 10.29244/jmf.5.2.193-200

Abstract

ABSTRACTThe season patern of swimming crab is influenced by rekruitman amount generated by each individual crab in the fishing ground. This study aims to assess the pattern of fishing crab season and the fishing ground as a participatory method in Pangkep water Regency. The data collected consisted of primary and secondary data. Data analysis was performed using the technique of time series analysis on the catch per unit of fishing effort crab monthly during the last six years. The peak season is catching crabs at IMP> 1% which took place in June and September. The highest percentage of catches in the fishing ground is in September which is 11.71% and lowest in April which amounted to 5.77%. The results of the analysis of index fishing season of crabs is throughout the year at the fishing area in Pangkep waters.Keywords: Analysis, Season Patern, Fishing Ground, Swimming Crabs-------ABSTRAKPola musim rajungan dipengaruhi oleh jumlah rekruitman yang dihasilkan oleh setiap individu rajungan di daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola musim penangkapan rajungan dan daerah penangkapan rajungan secara partisipatif di perairan Kabupaten Pangkep. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang dilakukan adalah menggunakan teknik analisis deret waktu (time series) terhadap hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan bulanan rajungan selama enam tahun terakhir. Musim puncak penangkapan rajungan berada pada IMP > 1 % yakni berlangsung pada bulan Juni dan September. Persentase tangkapan tertinggi di daerah penangkapan adalah pada bulan September yakni 11,71 % dan terendah pada bulan April yakni sebesar 5,77 %. Hasil analisis indeks musim penangkapan (IMP) rajungan dilakukan sepanjang tahun di daerah penangkapan di perairan Kabupaten Pangkep.Kata kunci: Analisis; Pola Musim; Daerah Penangkapan; Rajungan
ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL PENGELOLAAN PERIKANAN PANTAI SKALA KECIL DI KOTA TEGAL (An Internal and External Analysis of Small-Scale Coastal Fisheries Management in Tegal City) Agnes P. Sudarmo; MS. Baskoro; Budy Wiryawan; Eko S. Wiyono; Daniel R. Monintja
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.678 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.45-56

Abstract

ABSTRACTThe problems that occur in coastal areas related to the management of small-scale coastal fisheries in Tegal are the depletion of fish resources in coastal waters, and a variety of pressures including pressure due to population growth, abrasion as well as water pollution. A holistic understanding of internal and external factors of coastal fisheries management is needed to determine how these factors affect the fishing activities in Tegal. The purpose of this research is to analyze the internal and external factors of small-scale coastal fisheries management in Tegal. The benefit of this research is to give feedback to stakeholders and constructive actions in creating sustainable management of coastal fisheries. This study was conducted in Tegal precisely in the village of Muarareja. The sample in this study is 64 small-scale fishermen, using purposive sampling. Primary data were collected by using questionnaires, secondary data were obtained from Departementnof Agriculture and Marine Tegal, Bureau of Statistics of Tegal, Muarareja Fish Auction. Data were analyzed using descriptive analysis and SWOT analysis. The results showed that the present status of coastal fisheries management in Tegal is currently categorized as "good condition", and is still in a stable growth. There were 5 (five) alternative strategies to manage small-scale coastal fisheries management in order to improve and to enhance sustainability, namely, development of fishing gear independently, monitoring surveillance of fishing gear, utilization of fishing equipment to optimize the catch, and utilization of revolving fund for procurement of new machines.Keywords: coastal fisheries management, internal-external analysis, management-------ABSTRAKPermasalahan yang menerpa wilayah pesisir dalam pengelolaan perikanan pantai skala kecil di Kota Tegal terkait dengan adanya penurunan potensi sumber daya ikan di perairan pantai Kota Tegal, selain itu dipicu juga adanya pertumbuhan populasi penduduk, perubahan fungsi / alih lahan, pencemaran perairan, ataupun abrasi. Pemahaman yang holistik terkait faktor internal dan faktor eksternal pengelolaan perikanan pantai sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap aktivitas perikanan tangkap yang ada di Kota Tegal. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor internal dan eksternal pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal. Manfaat yang diinginkan adalah memberi masukan kepada pemangku kepentingan dan tindakan konstruktif dalam menciptakan pengelolaan perikanan pantai yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Tegal tepatnya di desa Muarareja. Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan skala kecil yang berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Jenis data yang diambil adalah data primer dengan menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Kelautan dan Pertanian Kota Tegal, BPS Kota Tegal, Tempat Pelelangan Ikan Muarareja. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terkini pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal saat ini termasuk kategori ”cukup baik”, dan masih dalam pertumbuhan yang stabil. Usulan program strategis yang terkait dengan pengelolaan perikanan pantai di Kota Tegal yaitu pengembangan alat tangkap secara mandiri, pengawasan bersama keamanan alat tangkap, optimalisasi penangkapan ikan pada saat harga jual ikan naik, pemanfaatan alat tangkap bantuan untuk optimalisasi hasil tangkapan, dan pemanfaatan dana bergulir untuk pengadaan mesin baru.Kata kunci: analisis internal-eksternal, pengelolaan perikanan pantai, manajemen
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEMBANGUNAN PERIKANAN: STUDI KASUS PADA PERIKANAN TANGKAP DI INDRAMAYU (Factors affecting the performance of fisheries development: A case study of capture fisheries in Indramayu) Eko Sri Wiyono; . Mustaruddin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.84 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.109-115

Abstract

ABSTRACTVarious policies of fisheries development have been implemented by Indonesian government. However, they have not reached the expected results. Until now the policy/program of empowerment has not been able to significantly increase fishermen income and welfare. Fishermen are still poor and underdeveloped compared to other community groups. Therefore, some corrective measures are needed to improve programs/policies that have been implemented over the years. To get the answer, a study that examines factors affect the success of a fisheries policy is conducted in Indramayu, West Java. By using analysis of Structural Equation Modelling (SEM), the research defines that fisheries institutions factor significantly led to the success of fisheries development.Keywords: fisherman, Indramayu, capture fisheries, SEM-------ABSTRAKBerbagai upaya pembangunan perikanan tangkap sudah dilakukan pemerintah. Namun demikian, hasil pembangunan perikanan tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sampai saat ini kebijakan/program pemberdayaan belum secara signifikan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Nelayan masih dalam kondisi miskin dan terbelakang dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah untuk memperbaiki program/kebijakan yang telah dilaksanakan selama ini. Untuk mendapatkan jawabannya, telah dilakukan suatu kajian faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Indramayu, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan perikanan di Indramayu. Analisis Structural Equation Modelling (SEM) telah diperoleh hasil bahwa faktor (variabel utama) yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan perikanan tangkap adalah kelembagaan. Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan kebijakan perikanan selanjutnya perlu menempatkan aspek kelembagaan sebagai faktor yang penting dilakukan.Kata kunci: Indramayu, nelayan, perikanan tangkap, SEM
PERSEPSI DAN KEPATUHAN NELAYAN TANJUNGBALAI ASAHAN SUMATERA UTARA DALAM MENDUKUNG PERIKANAN TANGKAP YANG BERKELANJUTAN (Fishermen’s Perception and Compliance to Support Sustainable Capture Fisheries in Tanjungbalai Asahan, North Sumatra) Benardo Nababan; Eko Sri Wiyono; . Mustaruddin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.218 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.163-174

Abstract

ABSTRACTThe government’s programs on the sustainability of fisheries management had not been fully supported by fishermen. We had conducted a research in Tanjungbalai Asahan, North Sumatra to understand the fishermen’s perception on the criteria’s of environmental friendly fishing gears, perception about the exsistence of fisheries resources, and the compliance to the rule. The results showed that the fishermen who use selective gears (such as: traps and dregdes) had better understanding on the criteria’s of environmentally friendly fishing gears than the fishermen who use unselective gears (such as: trawls and  pushnets). The fishermen who use gillnets scored the exsistence of fisheries resources lower than others. The fishermen who use trawls and pushnets had the lowest compliance, while traps had the highest. There was a correlation between fisherman’s perception (about the criteria’s of environmentally friendly fishing gear and about the sustainable fisheries)  and the compliance to the rule.Keywords: Code of Conduct for Responsible Fisheries, Compliance, Perception, Sustainable, Tanjungbalai AsahanABSTRAKProgram pemerintah dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan belum sepenuhnya mendapat respon yang baik dari nelayan. Nelayan banyak yang tidak mematuhi aturan yang berlaku, seperti; penggunaan alat tangkap yang dilarang, tidak memiliki dokumen perizinan, dan tidak melaporkan hasil tangkapan. Penelitian telah dilakukan di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara yang bertujuan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap kriteria alat penangkap ikan yang ramah lingkungan menurut Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan yang menggunakan alat tangkap yang lebih selektif (seperti: bubu dan penggaruk) menilai kriteria alat penangkap ikan yang ramah lingkungan lebih baik daripada nelayan yang menggunakan alat tangkap yang kurang selektif (seperti: pukat tarik dan pukat dorong). Nelayan yang menggunakan jaring insang menilai keberadaan sumberdaya perikanan dengan skor yang lebih rendah daripada nelayan lainnya. Nelayan pukat tarik dan pukat dorong memiliki kepatuhan yang paling rendah, sedangkan nelayan bubu memiliki kepatuhan yang paling tinggi. Terdapat korelasi antara persepsi nelayan (persepsi terhadap kriteria alat tangkap ramah lingkungan dan persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan) dengan kepatuhan terhadap aturan.Kata kunci:         Tata Laksana Perikanan Bertanggungjawab, Kepatuhan, Persepsi, Berkelanjutan, Tanjungbalai Asahan
TINGKAT KETERGANTUNGAN DAN PERSEPSI NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP SUMBERDAYA IKAN DI PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR (Dependency and Perception of Handline Fishermen towards Fish Resources at Prigi Trenggalek East Java) Nora Akbarsyah; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.584 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.199-210

Abstract

ABSTRACTThis  study  aimed  to  describe  dependence  and  perception  of  fisheries  resources  of handline fishers  at  Prigi  Trenggalek.  This  research  was  conducted  at Prigi,  Watulimo, Trenggalek District in Oktober until December 2014. The analysis used Multy Criteria Analysis and descriptive method. Respondents to the survey are 10% from all the handline fishermen. Each respondent  represents  each household.  Results showed that  group C have an highest  dependence  toward  fisheries  resource.  The  group  think  that  Prigi  still  has  much resources and the total catch not change in ten years later. Keywords: dependency, fisher, hand line, fisheries resources, perception ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat ketergantungan dan persepsi nelayan pancing ulur di Prigi Trenggalek terhadap sumberdaya ikan yang ada disana. Pengambilan data lapangan bertempat di Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014. Sampel dalam penelitian ini yaitu 10% dari jumlah total nelayan pancing ulur. Satu responden mewakili satu rumah tangga nelayan. Metode analisis menggunakan Multi Criteria Analysis dan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok nelayan yang mempunyai jumlah alat tangkap lebih banyak mempunyai ketergantungan yang paling tinggi diantara seluruh kelompok. Kelompok nelayan yang mempunyai ketergantungan tinggi berpendapat bahwa jumlah sumberdaya ikan di Prigi masih banyak.Kata kunci: ketergantungan, nelayan, pancing ulur, sumberdaya Ikan, persepsi
KOMPETISI ALAT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI Lukman Hakim; Eko Sri Wiyono; Ronny Irawan Wahju
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.364 KB) | DOI: 10.29244/jmf.9.1.111-120

Abstract

The fishermen in Tegalsari Fishing Port have been using vary of fishing gears that is feared could competing in getting catches. This research aims to identify fishing gear types according to fishing gear vessel’s volume, fishing time and frequency in every operation, fishing gears productivity, and fishing gears competition. The subject of this research are four biggest number of fishing gear units in PPP Tegalsari (cantrang, arad, gillnet, and mini purse seine) with fishing vessel volume below 10 GT. Samples were taken with purposive sampling method  and collected through filling out the questionnaires. The fishing gears’s productivity determined by the number of catch per unit effort (CPUE). Furthermore, the  fishing gear competition mapped by classified the matrix of transformed fishing gear’s productivity number into some clusters with hierarchycal cluster analysis (HCA). The results show the dominant fishing gear that local fishermen use are cantrang (5, 6, 10 GT), arad (3, 5, 6, 10 GT), gillnet (6 GT), and mini purse seine (9 GT), the highest average of fishing gear operation time is gillnet (3 hours), and the least is mini purse seine (± 1 hour) and the highest average of fishing setting number is cantrang by 27 times/trip and mini purse seine is the least by 5 times/trip, the highest productivity gained by cantrang (5163 kg/trip) and the least is Gillnet (363 kg/trip), and the most intensive fishing gear competition is between cantrang (5 and 6 GT), arad (3,5, and 6 GT), and gillnet (3 GT).Keywords: Competition, fishing gear, productivityABSTRAKNelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari menggunakan alat tangkap yang beragam. Dikhawatirkan antar alat tangkap saling berkompetisi dalam mendapatkan hasil tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis  alat  tangkap  berdasarkan  GT kapal, waktu untuk 1 kali  operasi dan frekuensinya dalam satu trip penangkapan ikan, produktivitas  alat  tangkap, dan kompetisi antar alat tangkap. Alat tangkap yang diamati adalah cantrang, arad, gillnet dan mini purse seine yang dioperasikan menggunakan kapal berukuran ≤ 10 GT. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Produktivitas alat tangkap ditentukan berdasarkan nilai CPUE dan kompetisi antar alat tangkap ditentukan menggunakan metode hierachycal cluster analysis. Hasil penelitian menunjukkan: jenis alat tangkap berdasarkan  GT  kapal yakni  cantrang  (5, 6 dan 10 GT), arad (3,  5,  6 dan 10 GT),  gillnet (6 GT), dan mini purse seine (9 GT); waktu untuk 1 kali operasi penangkapan ikan  tertinggi  pada alat  tangkap gillnet (3 jam)  dan  terendah  pada  cantrang dan  mini purse seine (± 1 jam) serta jumlah operasi penangkapan ikan per trip tertinggi pada alat tangkap cantrang (27 kali/trip) dan terendah pada mini purse seine (5 kali/trip); produktivitas tertinggi pada alat tangkap cantrang (5163 kg/trip) dan terendah pada gillnet (363 kg/trip); dan antar alat tangkap yang berkompetisi secara ketat adalah cantrang (5 dan 6 GT), arad (3, 5 dan 6 GT), dan gillnet 6 GT.Kata kunci: Kompetisi, alat penangkapan ikan, produktivitas.
Co-Authors . Carles . Ihsan Affandi, Fahri - Agnes P. Sudarmo Agus Santoso Agustin Ross Aji Hermawan Akhmad Muhriz Haqiqi Akhmad Solihin Alfi Alfi Am Azbas Taurusman Amita Nucifera Nida Silmi Anggawangsa, Regi Fuji Anna K. Ngamel Arcahya Dinda Kasihannisa Ari Prasetyo Ari Purbayanto Astrid Wijayanti Bambang Herry Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Benardo Nababan Benardo Nababan Benediktus Jeujanan Brewon, Marianus O. Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Clara M Kusharto D. Ernaningsih Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Darmawan, Darmawan Dea Amanda Noventri Deca Febriantika Dedy Putra Wahyudi Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Pebriansyah Dina Putri Dermawan Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi Ernaningsih Elvanri Anggi Widianti Erisal, Arief Erizal, Arief Fadmiar Nibras Assilmi Fayakun Satria Feni Aprilias Dewi Firmansyah, Aldi Furqan Furqan Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Himelda Himelda Hufiadi Hufiadi Hutagalung, Revica Rosye Ihsan Ihsan Iin Solihin Iin Solihin Iin Solikhin Irwan Limbong Jamhari Jamhari John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Juni Viona Nurayuni Karina Rachma Suryani Khoerunnisa, Nurani Khoirunnisa Rizki Dwi Jayati Koharudin Koharudin Laitupa, Jufri Pachri Laksono, Arief Bayu Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lilik Sulistyowati Lina Warlina Lisa Nur Hidayah Lukman Hakim Mariana Mariana Marwan Adam Melianti Melianti Mella Sari Meyske Angel Rahantoknam Mochammad Riyanto Mohamad Toha Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar MS. Baskoro Muhammad Dahri Iskanda Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Mulyono S. Baskoro Musa Hubies Muslim Tadjuddah Mustaruddin Ngangun, Tati Atia Nimmi Zulbainarni Nora Akbarsyah Notanubun Julianus Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Nurhidayat Nurhidayat P Machfud Pentury, Frischilla Picaulima, Simon M. Prabowo Prabowo Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Putri Dewi Jayanti Putri, Aprilia Syah RA Hangesti Emi Widyasari Rahmad, Adrul Ratna Mutia Aprilia Regi Fiji Anggawangsa Retno Muninggar Rian Hidayat Rian Hidayat Rianti Dyah Hapsari Rikhie Supriyadi Rinda Noviyanti Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Sejati Sekar Ayu Khairunnisa Shafira Nur Sadrina Shandathyana Nisabillah Shella Putri Intan Sabak Aji Shella Shella Siti Oftafia Wijayanti Siti Oftafia Wijayanti Sitompul, Nabila Khairiyah Solly Aryza Sri Mulatsih Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Heri Suseno Sulaeman Martasuganda Sutadi Sutadi Syafril Fauzi Syahputra, Jasnur T. P. Pangesti Tasrif Kartawijaya Taurusman, Azbas Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wahyu Budiarti Tri Wiji Nurani Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Umi Chodriyah Vatria, Belvi Victor P. H Nikijuluw Violitta, Susanti Rahayu Vita Rumanti Kurniawati Wahida Kartika Sari Welem Waileruny Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto, Wudianto Yolanda M.T.N Apituley Yopi Novita Yusuf Fathanah Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain