Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KAPASITAS PENANGKAPAN ARMADA PUKAT CINCIN PEKALONGAN BERDASARKAN PADA MUSIM PENANGKAPAN Hufiadi Hufiadi; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3168.767 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.4.2009.313-320

Abstract

Pengelolaan kapasitas penangkapan berikut metode pengukurannya sudah menjadi isu penting dalam pengeloiaan sumber daya pelagis kecil di Laut Jawa. Alternaiif pendekatan melalur pengendalian faktor faklo nputyang tidak efisien yang digunakan dalam usaha penangkapan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat efisiensi teknis dan pemanfaatan kapasitas alat tangkap pukat cincin di Pekaiongan. Efisjensi penangkapan dan pemanfaatan kapasitas dari alat tangkap pukai cincin yang dikaji dianalisis berdasarkan pada musim penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaaian kapasitas jauh melebihr dari nilar optimumnya aiau telah terjadi kelebihan kapasitas pemanfaatannya berlangsung terulama pada musim barat. Pemanfaatan kapasitas penangkapan berada pada tingkat yang optimum hanya terjadi pada musinr peralihan I (musim barat ke musim timur). The management of fishing capacity along with measurement methods becomes an inlporlant issue in the small pelagic fisheies management in Java Sea, through altemative approach to contrcl inefficient input factors used in fishing activities. The objectives of tltis study are Io measure lhe level of technical efficiency and utilization capacity of purse seine in Pekalongan. The technical efficiency and utilization capacity were analyzed based on seasons. The fishing efficiency tneasurement was pertormed by using data envelopment analysis. The results show that purse seine ln Pekalongan on r/i/est season mean that fishing capacity utilization factor of the Pekalongan purse serne during the north wesf monsocn peiod exceed the optimum value or excess fishing capacity has been occureed during thai season. Frshing caDacity utilizaton for optmum levet only on n the rnter monsoon period was between March to May.
PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN UDANG SKALA KECIL DI KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH Drama Panca Putra; Mulyono S Baskoro; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisudo; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 20, No 3 (2014): (September 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.342 KB) | DOI: 10.15578/jppi.20.3.2014.161-168

Abstract

Kabupaten Cilacap merupakan penghasil utama udang di perairan Selatan Jawa dan sebagian besar merupakan hasil tangkapan nelayan skala kecil. Namun demikian, saat ini (periode tahun 2004 – 2010) terjadi penurunan produksi udang rata-rata sekitar 7,61%. Kondisi ini harus dicermati dengan serius oleh stakeholders perikanan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat peran stakeholders perikanan dalam pengelolaan sumberdaya udang skala kecil. Peran ini akan menentukan bentuk ko-manajemen untuk diterapkan dalam pengelolaan udang. Metode yang digunakan adalah structural equation modelling (SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemerintah, nelayan, dan swasta mempunyai peran yang positif dalam mendukung pengelolaan perikanan udang skala kecil di perairan Kabupaten Cilacap dengan nilai EE masing-masing 0,484, 6,873, dan 2,622, namun pihak swasta yang terbukti memiliki peran secara nyata terhadap pengelolaan perikanan udang (P < 0,05).Cilacap Regency, Central Java Province is the main producer of shrimp in the waters of the South Java which was dominated by the small-scale fishermen. However, currently (in the period from 2004 to 2010) the shrimp production has been declining at an average around 7,61%. This condition should be considered seriously by the relevant fisheries stakeholders. This study aimed to analyze the role of fishery stakeholders in managing of small-scale shrimp resource. The stakeholders are an important role in the establishment of co-management which being applied in the management of shrimp fisheries. The structural equation modeling (SEM) was used in the analysis. The results of the analysis showed that the government, fishermen, and the private sectors had a positive role in supporting the management of small-scale shrimp fisheries in the waters of Cilacap Regency (EE value search 0,484, 6,873, and 2,622), however, only the private sector have significantly affected on the shrimp fisheries management (P <0,05, namely 0,004).
KOMPETISI PERIKANAN TANGKAP SKALA KECIL DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI JAWA TIMUR Wahida Kartika Sari; Eko Sri Wiyono; Roza Yusfiandayani
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.981 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.4.2015.221-228

Abstract

Kondisi perikanan tangkap skala kecil yang bersifat multigear dan multispecies menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap kondisi sumberdaya ikan. Informasi mengenai status sumberdaya ikan yang ada sangat diperlukan untuk perencanaan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diversitas hasil tangkapan, tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan, serta pengelompokkan alat tangkap di PPN Prigi. Data diperoleh dari statistik perikanan PPN Prigi periode 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indek keragaman hasil tangkapan paling besar adalah pancing ulur yaitu 1,64. Secara umum nilai CPUE menurun setiap tahunnya dengan rata-rata CPUE tertinggi adalah jaring insang yaitu 0,30 ton/trip/tahun. Sedangkan pengelompokkan alat tangkap yang sering terjadi yaitu antara pancing ulur dengan jaring klitik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat keragaman hasil tangkapan masing-masing alat tangkap tinggi.Most of small-scale fisheries are multispecies and multi gear so that small-scale fisheries management is very complex. However, information on small-scale fisheries is scarce. Therefore, information on small-scale fisheries is indispensable for sustainable fisheries management planning. This study aims to describe the condition of small-scale fisheries, primarily examine the diversity of the catch, the level of utilization of fish resources, and the grouping of fishing gear in Prigi Fishing Port. Data were analyzed from fisheries statistic data of Prigi fishing port during 2010-2014. The result of this study showed that the greatest diversity of fishing gear ctches occured in handlines is 1,64. In generally, the CPUE deccline annualy by an average of the highest CPUE is a gillnets of 0.30 ton/trip/year. On the other hand, the results of PCA analysis shows that in general, hand lines is often grouped with monofilament gillnet (klitik). The grouping was expected caused by the similarities of target catches between of the fishing gears.
EVALUASI POLA PENGOPERASIAN PUKAT CINCIN MINI DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) UJUNGBATU, JEPARA, JAWA TENGAH Siti Oftafia Wijayanti; Mohammad Imron; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.27.1.2021.13-22

Abstract

Fluktuasi produktivitas perikanan pukat cincin mini di Jepara yang semakin menurun disebabkan oleh terjadinya padat tangkap dan kelimpahan ikan. Faktor padat tangkap berhubungan dengan jumlah upaya penangkapan sedangkan kelimpahan ikan berhubungan erat dengan fluktuasi musim penangkapannya. Musim penangkapan sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengoperasian pukat cincin mini di Jepara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola pengoperasian pukat cincin mini di Jepara kaitannya dengan indeks musim penangkapan (IMP) dan pengoperasian (jumlah upaya penangkapan) sesuai hasil tangkapan dominannya serta memberikan rekomendasi musim pengoperasian yang tepat (efektif). Data berupa laporan bulanan TPI Ujungbatu, Kabupaten Jepara selama lima tahun, yaitu mulai dari tahun 2015-2019 yang meliputi data produksi ikan tangkapan dominan dan upaya penangkapan dari pukat cincin mini. Tangkapan dominan pukat cincin mini Jepara berupa ikan kembung (Rastrelliger spp.), layang (Decapterus spp.) dan cumi-cumi (Loligo spp.). Data diolah menjadi CPUE masing-masing ikan dominan dan dianalisis dengan metode rata-rata bergerak untuk memperoleh nilai IMP. Grafik nilai IMP kemudian dioverlay dengan data upaya penangkapan. Pola pengoperasian pukat cincin mini Jepara yang menunjukan respon nelayan berlebih dibanding IMP ikan, yaitu bulan Februari-April, Agustus-September dan November. Kondisi ini disebabkan minimnya informasi musim kelimpahan ikan dan keadaan alam yang sangat dinamis. Pengoperasian pukat cincin mini Jepara yang efektif terjadi pada bulan Februari (cumi-cumi), Juni-Juli (ikan kembung) dan Agustus, Oktober (ikan layang).Because of overfishing and dynamic of the fish abundance, the purse seiners in Jepara decreased sharply. Overfishing relates to effort while the fish abundance is closly linked with the fluctuation of the fishing season. The fishing season greatly affected to the effectiveness of mini purse seine operating in Jepara. The objective of the study was to evaluate pattern of mini purse seine operating in Jepara based on IMP and operating seasons (effort) according to the dominant fish and recommendation for preciseness operating season (effective). The data were created by the TPI Ujungbatu which started in the year 2015-2019, comprising data from the dominant fish production and effort from mini purse seine Jepara. The dominant catch of mini purse seine Jepara are short mackerel, scads and squids. Data were processed into CPUE each of the dominant fish and analysed by moving average methods to get the score of season index (IMP). The diagram of IMP then overlaid with diagram of effort. The result showed that response of mini purse seine fishermen were over than IMP fishes, consist February-April, August-September and November. It was due to shortage of information for the fish abundance season and particularly dynamic state of nature. The effective operation of mini purse seine Jepara occurred in February (squids), June-July (short mackerels) and August, October (scads).
EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PELABUHAN PERIKANAN TEGALSARI, KOTA TEGAL, JAWA TENGAH Astrid Wijayanti; Eko Sri Wiyono; Akhmad Solihin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.26.1.2020.29-35

Abstract

Pukat cincin adalah salah satu alat penangkapan ikan yang dominan digunakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang belum optimal dalam pengoperasiannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor produksi serta menghitung produktivitas, efisiensi, dan elastisitas faktor produksi kegiatan penangkapan purse seine. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis deskriptif (grafik dan gambar) dan kuantitatif (Cobb-Dougla). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor produksi yang berpengaruh simultan terhadap produksi hasil tangkapan purse seine adalah ukuran kapal, jumlah BBM, kegiatan penangkapan, dan lama operasi. Rata-rata produktivitas unit penangkapan purse seine tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 370.877,22 kg/trip, sedangkan produktivitas unit penangkapan purse seine tahun 2013 dan 2015 berturut-turut sebesar 340.784,86 kg/trip dan 351.956,60 kg/trip. Penggunaan faktor produksi ukuran kapal dan lama operasi sudah tidak efisien yang dapat menurunkan hasil produksi, sedangkan penggunaan jumlah BBM dan kegiatan penangkapan belum efisien yang penambahannya akan menaikkan hasil produksi.Purse seine is one of the dominant fishing gear used in the Beach Fishery Harbor (PPP) Tegalsari, Tegal, Central Java that has not been optimal in operation. The purpose of this study is to determine the factors of production and to calculate the productivity, efficiency, and elasticity of production factors of purse seine fishing activities. The methods used in this research are survey methods with descriptive (graphs and pictures) and quantitative (Cobb-Douglas) analyses. The results showed production factors that simultaneously influence towards the production of purse seine catches are the size of the vessel, the amount of fuel, fishing activities, and the length of operation. The average productivity of purse seine fishing unit was the highest in 2014 amounted to 370,877.22 kg/trip, while the productivity of purse seine fishing unit in 2013 and 2015amounted to 340,784.86 kg/trip and 351,956.60 kg/trip,  respectively. The use of production factors ofthe ship size and the age of ships are already inefficient that can reduce the yield, while the use of the amount of fuel and fishing activities are not efficient yet that the addition will increase the production output.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN NELAYAN TANJUNGBALAI ASAHAN DALAM MENDUKUNG PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN Benardo Nababan; Eko Sri Wiyono; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.96 KB) | DOI: 10.15578/jppi.23.1.2017.1-10

Abstract

Pengelolaan  perikanan yang dilakukan pemerintah sudah diarahkan untuk mencapai perikanan yang berkelanjutan, namun upaya yang dilakukan belum mendapat dukungan yang baik dari nelayan di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari banyaknya nelayan yang tidak mematuhi aturan yang dibuat. Evaluasi terhadap kepatuhan nelayan sangatlah diperlukan karena manajemen perikanan merupakan kegiatan manajemen yang berfokus pada sumberdaya manusia dan aktivitasnya di bidang perikanan. Pengelola harus benar-benar memahami bagaimana nelayan atau stakeholder perikanan merespon segala peraturan yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-fakor yang mempengaruhi kepatuhan nelayan dalam mendukung perikanan yang berkelanjutan ditinjau dari aspek karakteristik sosial-ekonomi dan persepsi. Metode yang digunakan adalah analisis model persamaan struktural. Dalam analisis ini digunakan 4 variabel laten, yaitu karakteristik sosial-ekonomi nelayan, persepsi terhadap kriteria alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan, persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan, dan kepatuhan terhadap aturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan nelayan, antara lain; karakteristik sosial-ekonomi nelayan (organisasi, sosialisasi, investasi, dan pendapatan), persepsi terhadap kriteria alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dan persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan.
PRODUKSI OPTIMAL PUKAT CINCIN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT, KALIMANTAN BARAT Tri Wahyu Budiarti; Eko Sri Wiyono; Nimmi Zulbainarni
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.457 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.1.2015.37-44

Abstract

Secara umum nelayan penangkap ikan mengharapkan produksi/hasil tangkapan secara ideal dengan penggunaan input yang efisien. Penentuan efisiensi teknis dan produktivitas dapat dijadikan indikator pengukuran kinerja alat penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produksi optimal pukat cincin yang mendaratkan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Kalimantan Barat pada periode Februari sampai November 2014. Pengukuran efisiensi teknis dilakukan terhadap 30 unit kapal pukat cincin di Pemangkat dengan menggunakan pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis), dan model produksi dianalisis berdasarkan persamaan Cobb-Douglass. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kelebihan tangkap sebesar 2,35% dari nilai produksi optimal. Hal ini disebabkan karena adanya kelebihan input (excess capacity) pada tiga jenis faktor produksi yang mempengaruhinya (lama waktu trip, bahan bakar, dan ransum).Generally, every fishing activity expected ideal production/catches by using an efficient input. Technical efficiency and productivity can be used as an indicator of performance measurement of fishing gear. The purpose of this study was to determine the optimal production of purse seine in PPN Pemangkat, West Kalimantan within period from February to November 2014. Measurement of technical efficiency was carried out on 30 number of purse seine vessels in Pemangkat by using DEA (Data Envelopment Analysis) approach, and the production model is analyzed based on the Cobb-Douglass equation. The result showed that there is an excess catch of 2.35% of the value of the optimal production. This is due to the presence of excess input (excess capacity) in three factors that influence production (duration of trip, fuel, and ransom).
POLA SPASIAL DAN TEMPORAL KEGIATAN PENANGKAPAN RAJUNGAN NELAYAN BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK Lana Izzul Azkia; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.349 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.2.2019.67-77

Abstract

Desa Betahwalang merupakan sebuah sentra pendaratan rajungan yang terletak di pesisir Kabupaten Demak Jawa Tengah. Kegiatan penangkapan rajungan adalah mata pencaharian utama nelayan Betahwalang. Lokasi dan waktu pengoperasian alat penangkapan ikan menentukan besar biaya operasional dan kualitas rajungan. Ketersediaan data dan informasi secara spasial dan temporal adalah faktor keberhasilan dalam kegiatan penangkapan dan sejauh ini belum tersedia secara rinci. Penelitian ini bertujuan mengkaji lokasi dan waktu penangkapan rajungan oleh nelayan Betahwalang dalam dua musim, yaitu musim angin barat (musim hujan) dan musim angin timur (musim kemarau). Data diperoleh dari wawancara terhadap 30 responden per jenis alat tangkap (bubu, arad, dan jaring insang dasar). Informasi tentang lokasi dan waktu penangkapan rajungan diplot langsung pada sebuah peta grid berukuran 1 km x 1 km. Selanjutnya, informasi dari peta tersebut dipindahkan ke peta grid berukuran 10 km x 10 km. Lokasi penangkapan dominan nelayan bubu di perairan sekitar bagian barat Betahwalang (zona E5) pada musim angin barat dan di perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) pada musim angin timur, sementara lokasi penangkapan dominan nelayan arad adalah perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) baik pada musim angin barat maupun timur; untuk lokasi penangkapan dominan nelayan jaring insang dasar pada musim angin barat adalah perairan sekitar bagian barat Betahwalang (zona G5) dan perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) pada musim angin timur.Betahwalang is center of blue swimming crab (BSC) landing place in coastal area of Demak, Central java. BSC fishing is the main livelihood of betahwalang fishing community. The fishing area and fishing time determine the operational cost and BSC quality. The availability of data and information on spatial and temporal is successful factors in BSC fishing bussiness and these were not available yet. This study aimed to assess BSC fishing area and fishing time of Betahwalang fisher in two seasons, i.e westerly monsoon wind (wet season) and easterly monsoon wind (dry season). Data were collected through interview to 30 respondent for each type of fishing fleet (traps, mini trawl and bottom gill net). Information on fishing area and fishing time was plotted on the grid map 1 km x 1 km, then transferred to a grid map 10 km x 10 km. The result showed that the major fishing area of collapsible trap on the west monsoon around western of Betahwalang waters (zone E5), while during east monsoon they operated around northern of Semarang (zone F6). The major fishing area of mini trawl during west and east monsoon was on the waters around northern of Semarang (zone F6). The major fishing area of bottom gillnet on the west monsoon was around western of Betahwalang (zone G5), while east monsoon around northern of Semarang (zone F6).
ALTERNATIF PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Ihsan Ihsan; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisudo; John Haluan
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 7, No 1 (2015): (Mei 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2163.723 KB) | DOI: 10.15578/jkpi.7.1.2015.25-36

Abstract

Upaya melakukan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan merupakan solusi untuk mencapai sistem pengelolaan rajungan yang berkelanjutan. Kajian tentang alternatif kebijakan pengelolaan perikanan rajungan. diharapkan dapat sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah Kabupaten pangkep. Penelitian dilaksanakan di kecamatan pesisir dan dua kecamatan kepulauan di Kabupaten Pangkep, pada bulan Desember 2012- April 2013. Data primer diperoleh dari pengamatan di lapangan dan wawancara dengan responden melalui Focus Group Discussion. Pengambilan data sekunder dari instansi terkait. Analisis di gunakan dengan A’WOT mengaplikasikan Program Expert Choice 2000. Hasil analisis menunjukan bahwa pengelolaan perikanan rajungan, mengandalkan kekuatan dan peluang untuk mengatasi kelemahan dan ancaman. Kriteria komponen kekuatan menempatkan prioritas relatif pertama minat nelayan dan masyarakat pengelolaan rajungan tinggi, peluang menetapkan target PEMDA dalam pengelolaan perikanan rajungan tinggi, kelemahan ditetapkan kordinasi dan implementasi kelembagaan masih rendah, ancaman ditetapkan jumlah alat tangkap rajungan semakin meningkat. Urutan prioritas alternatif kebijakan pengelolaan perikanan tangkap rajungan adalah: a) Penciptaan mata pencaharian alternatif; b) Penegakan hukum dan peningkatan kapasitas kelembagaan; c) Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan; d) Restocking rajungan; e) Pengelolaan perikanan rajungan berbasis zonasi dan f) Pengembangan budidaya rajungan.The effort to make improvement in a management policy of crab fishing is a solution to achieve suistainable resource management system. The purpose of this study is to examine an alternative management policy in crab fishing. This research gives an input for the government to regulate the crab fishing management. Research conducted in sub districts of all coastal and two islands in Pangkep districts in December 2012-April 2013. The primary data obtained from the field observations and interviews with respondents through Focus Group Discussion. Collection of secondary data was done by collecting data from the relevant agencies and recording data from collector. Data were analyzed using A’WOT analysis and Program Expert Choice 2000. The results of the analysis showed that the crab fishing management, relying on the strengths and opportunity to address the weaknesses and threats. The first priority of the strength component criteria were relative interest crab fishermen and management of high society, high target of local government in the management of crab fishing was opportunity component, coordination and implementation of institutional became a weakness component, and increasing number of crab fishing gear was became Threats. Recommendation of alternatives management for swimming crab include: a) Development of alternative livelihoods, b ) Law enforcement and institutional capacity building; c) Use of environmentally friendly fishing gear ; d ) Restocking of crab; e ) Crab fisheries management based on zonation and f ) crab aquaculture development.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI UNIT PENANGKAPAN PUKAT CINCIN DI PPN SIBOLGA, SUMATERA UTARA Irwan Limbong; Eko Sri Wiyono; Roza Yusfiandayani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 1 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.409 KB) | DOI: 10.29244/core.1.1.89-97

Abstract

Perairan Sibolga secara geografis cukup strategis, karena terletak di Samudera Hindia, hasil penangkapannya kebanyakan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Sibolga. Salah satu alat tangkap yang sangat produktif di Sibolga  adalah pukat cincin dari tahun ketahun meningkatkan jumlah armada unit penangkapan yang berdampak kepada over ekspoitasi pada tahun 2015. Berdasarkan hal tersebut  dijalankan peraturan mengenai pembatasan unit armada alat tangkap pukat cincin dan meningkatkan hasil tangkapan ikan secara bertahap. Efisiensi penggunaan armada kapal penangkapan ikan yang menggunakan alat tanggkap pukat cincin sangat terkait dengan masalah identifikasi faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produktivitas dan efektifitas dalam memanfaatkan sumberdaya ikan dilakuan  pengkajian tentang faktor produksi agar mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil tangkapan guna meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah setudi kasus dengan analisis deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit alat tangkap pukat cincin di PPN Sibolga yaitu ukuran kapal (X1), daya mesin kapal (X3), panjang jaring (X3), dan tinggi jaring (X4). Hubungan antara faktor­-faktor produksi alat tangkap pukat cincin di PPN Sibolga dapat di presentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: LnY = -7.034.574 + 21.254 LnX1  + 6.241 LnX2 + 2.369 LnX3 + 54.410 LnX4.Kata kunci:pukat cincin, faktor produksi, PPN Sibolga
Co-Authors . Carles . Ihsan Affandi, Fahri - Agnes P. Sudarmo Agus Santoso Agustin Ross Aji Hermawan Akhmad Muhriz Haqiqi Akhmad Solihin Alfi Alfi Am Azbas Taurusman Amita Nucifera Nida Silmi Anggawangsa, Regi Fuji Anna K. Ngamel Arcahya Dinda Kasihannisa Ari Prasetyo Ari Purbayanto Astrid Wijayanti Bambang Herry Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Benardo Nababan Benardo Nababan Benediktus Jeujanan Brewon, Marianus O. Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Clara M Kusharto D. Ernaningsih Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Darmawan, Darmawan Dea Amanda Noventri Deca Febriantika Dedy Putra Wahyudi Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Pebriansyah Dina Putri Dermawan Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi Ernaningsih Elvanri Anggi Widianti Erisal, Arief Erizal, Arief Fadmiar Nibras Assilmi Fayakun Satria Feni Aprilias Dewi Firmansyah, Aldi Furqan Furqan Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Himelda Himelda Hufiadi Hufiadi Hutagalung, Revica Rosye Ihsan Ihsan Iin Solihin Iin Solihin Iin Solikhin Irwan Limbong Jamhari Jamhari John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Juni Viona Nurayuni Karina Rachma Suryani Khoerunnisa, Nurani Khoirunnisa Rizki Dwi Jayati Koharudin Koharudin Laitupa, Jufri Pachri Laksono, Arief Bayu Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lilik Sulistyowati Lina Warlina Lisa Nur Hidayah Lukman Hakim Mariana Mariana Marwan Adam Melianti Melianti Mella Sari Meyske Angel Rahantoknam Mochammad Riyanto Mohamad Toha Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar MS. Baskoro Muhammad Dahri Iskanda Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Mulyono S. Baskoro Musa Hubies Muslim Tadjuddah Mustaruddin Ngangun, Tati Atia Nimmi Zulbainarni Nora Akbarsyah Notanubun Julianus Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Nurhidayat Nurhidayat P Machfud Pentury, Frischilla Picaulima, Simon M. Prabowo Prabowo Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Putri Dewi Jayanti Putri, Aprilia Syah RA Hangesti Emi Widyasari Rahmad, Adrul Ratna Mutia Aprilia Regi Fiji Anggawangsa Retno Muninggar Rian Hidayat Rian Hidayat Rianti Dyah Hapsari Rikhie Supriyadi Rinda Noviyanti Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Sejati Sekar Ayu Khairunnisa Shafira Nur Sadrina Shandathyana Nisabillah Shella Putri Intan Sabak Aji Shella Shella Siti Oftafia Wijayanti Siti Oftafia Wijayanti Sitompul, Nabila Khairiyah Solly Aryza Sri Mulatsih Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Heri Suseno Sulaeman Martasuganda Sutadi Sutadi Syafril Fauzi Syahputra, Jasnur T. P. Pangesti Tasrif Kartawijaya Taurusman, Azbas Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wahyu Budiarti Tri Wiji Nurani Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Umi Chodriyah Vatria, Belvi Victor P. H Nikijuluw Violitta, Susanti Rahayu Vita Rumanti Kurniawati Wahida Kartika Sari Welem Waileruny Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto, Wudianto Yolanda M.T.N Apituley Yopi Novita Yusuf Fathanah Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain