Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI OPTIMALISASI FUNGSI PELABUHAN PERIKANAN DALAM PEMASARAN HASIL TANGKAPAN DI PPP LEMPASING Aprilia Syah Putri; Iin Solihin; Eko Sri Wiyono
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.103 KB) | DOI: 10.29244/core.1.2.171-183

Abstract

Provinsi Lampung memiliki sumberdaya perikanan laut yang sangat besar mencapai 388.000 ton/tahun. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing merupakan salah satu pelabuhan terbesar di provinsi lampung yang tidak terlepas dari aktivitas pemasaran hasil tangkapan. Banyak permasalahan yang terjadi pada sistem pemasaran di pelabuhan perikanan untuk mencapai pemasaran yang efisien sehingga diperlukan strategi optimalisasi fungsi pelabuhan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran hasil tangkapan pada 5 komoditas ikan dan merumuskan strategi optimalisasi fungsi pelabuhan perikanan dalam pemasaran hasil tangkapan di PPP Lempasing. Metode yang digunakan adalah metode survey dan metode wawancara yang meliputi kepala pelabuhan, nelayan dan pedagang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis efisiensi pemasaran dan analisis SWOT dengan metode USG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya cumi-cumi yang memiliki nilai efisien yang tinggi (3,33%). Strategi optimalisasi fungsi pelabuhan perikanan meliputi 3 strategi utama yaitu meningkatkan mutu hasil tangkapan pasca panen, peningkatan higenitas dan sanitasi di area sekitar tpi serta peningkatan sosialisasi kepada pedagang dan nelayan terkait mutu ikan.Kata Kunci: analisis SWOT, efisiensi pemasaran, metode USG, Pelabuhan Perikanan, PPP Lempasing, strategi.
TINGKAT PEMAHAMAN NELAYAN TERKAIT DENGAN KEBIJAKAN PELARANGAN PENANGKAPAN BENIH LOBSTER Panulirus spp.DI PALABUHANRATU Furqan Furqan; Tri Wiji Nurani; Eko Sri Wiyono; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 3 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.099 KB) | DOI: 10.29244/core.1.3.297-308

Abstract

Lobster memiliki nilai ekonomis dan permintaan tinggi, baik untuk konsumsi maupun benihlobster (puerulus/ BL) untuk budidaya. Pemerintah membatasi ukuran penangkapan lobster Panulirusspp. dengan mengeluarkan PERMENKP No.1/2015 jo PERMENKP No.56/2016. Praktik penangkapandan penyelundupan benih lobster di Palabuhanratu masih terjadi. Tujuan penelitian ini:1)Menganalisis isi kebijakan PERMENKP No.1/2015, dan PERMENKP No.56/2016; 2)Mengukurtingkat pemahaman dan persepsi nelayan terhadap keberlanjutan sumberdaya lobster, dan sikapnelayan terhadap kebijakan. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2017 di PalabuhanratuKabupaten Sukabumi. Data sekunder (dokumen kebijakan terkait perikanan lobster) dianalisis dengancontent analysis, dan data primer (observasi, kuesioner dan wawancara) dianalisis dengan sequentialexplanatory design mengacu pada Creswell (2009). Analisis kebijakan menunjukkan ketentuanukuran layak tangkap dalam kebijakan PERMENKP No.1/2015 jo PERMENKP No.56/2016 tidakmelihat kondisi biologis dari masing-masing spesies. Kendala terkait implementasi kebijakan diwilayah Perairan Teluk Palabuhanratu yaitu kurangnya sosialisasi, dan sumberdaya kebijakan.Tingkat pengetahuan nelayan terhadap kebijakan sudah cukup, namun nelayan merasa bahwapenangkapan BL tidak mengganggu keberlanjutan lobster, sehingga nelayan menolak kebijakantersebut.Sebaiknya kebijakan pemerintah mempertimbangkan kondisi di lapangan dengan informasiyang mendukung untuk keberlanjutan sumberdaya ikan, agar tepat sasaran dan memberi manfaatsosial ekonomi masa kini dan masa depan.Kata kunci: benih lobster, kebijakan, persepsi nelayan.
ANALISIS PENGGUNAAN LIGHT FISHING DAN UNDERWATER LIGHT FISHING PADA BAGAN PERAHU DI PERAIRAN BOTANG LOMAN HALMAHERA SELATAN Marwan Adam; Sulaeman Martasuganda; Eko Sri Wiyono
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.071 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.29-42

Abstract

Bagan perahu adalah alat penangkapan ikan yang digolongkan ke dalam jaring angkat (lift net). Nelayan Desa Bajo menggunakan bagan perahu untuk menangkapan ikan pelagis kecil. Bagan perahu adalah salah satu alat tangkap yang dioperasikan pada malam hari dengan menggunakan cahaya. Nelayan Desa Bajo pada saat pengoperasian masih berdasarkan pengetahuan dan kebiasaan nelayan. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi operasi penangkapan ikan maka diperlukan metode lain dalam penentuan daerah penangkapan ikan dengan menggunakan fish finder dan underwater light fishing, guna pengoperasian bagan perahu dapat berjalan dengan baik. Menganalisis hasil tangkapan berdasarkan  bulan dan  perlakuan. Hasil tangkapan selama penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan baik pada bulan gelap maupun bulan terang, jenis ikan layang dan ikan teri lebih mendominasi berada pada perlakuan kedua, sedangkan komposisi hasil tangkapan setelah tengah malam lebih banyak dibandingkan sebelum tengah malam, hal ini didasarkan dengan penelitian Sudirman et al. (2003) pada penelitiannya tentang adaptasi retina mata ikan layang (Decapterus ruselli) bahwa ikan yang dominan tertangkap adalah ikan layang karena teradaptasi sempurna oleh cahaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Hasil tangkapan oleh enam jenis ikan yang dominan tertangkap adalah, spesies layang (Decapterus russelli) mendominasi selama penelitian. Fase bulan yang terbaik adalah pada saat bulan gelap. Hasil tangkapan pada perlakuan kedua menggunakan lampu normal, fish finder dan underwater light fishing mendominasi selama penelitian.Kata kunci: bagan perahu, light fishing, fish finder dan underwater light fishing.
POLA BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN NELAYAN PANCING di CISOLOK Amita Nucifera Nida Silmi; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisudo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.226 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.79-91

Abstract

Pendapatan nelayan adalah salah satu ukuran dalam menentukan taraf kehidupan nelayan.  Pendapatan nelayan umumnya diperoleh dari sistem bagi hasil operasi penangkapan ikan.  Untuk mengatur sistem bagi hasil itu, Pemerintah membuat dan menerapkan UU Sistem Bagi Hasil No 16 tahun 1964. Penelitian dilakukan di PPI Cisolok untuk alat tangkap pancing ulur guna mengetahui sistem bagi hasil beserta kendala yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil observasi diperoleh bahwa usaha penangkapan ikan dengan pancing di Cisolok didominasi oleh nelayan dengan kapal relatif kecil, hasil rata-rata pendapatan kapal per bulan adalah Rp. 37.713.333 (musim banyak ikan) dan Rp. 13.199.666 (musim paceklik).  Sistem bagi hasil untuk kapal pancing di Pelabuhanratu adalah 60% untuk pemilik kapal dan 40% untuk nelayan dari hasil bersih. Rataan pendapatan nelayan berada di atas UMK Kabupaten Sukabumi. Hampir semua peraturan tentang sistem bagi hasil sudah dilaksanakan tetapi nelayan masih dalam kondisi miskin.Kata kunci: Bagi hasil, Cisolok, pancing.
PENGARUH CUACA TERHADAP POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG Mella Sari; Eko Sri Wiyono; Zulkarnain
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 3 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.3.277-289

Abstract

Kelimpahan ikan pelagis untuk beberapa spesies cenderung sensitif terhadap perubahan lingkungan. Jenis-jenis ikan pelagis tersebut merupakan jenis ikan ekonomis penting. Namun saat ini, musim penangkapan ikan tidak menentu, sulit diprediksi, dan mempengaruhi pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hasil tangkapan dominan beserta alat tangkapnya di PPP Lempasing, menganalisis pola musim penangkapan ikan pelagis tangkapan dominan yang berbasis di PPP Lempasing, dan mengidentifikasi hubungan cuaca terhadap hasil tangkapan yang memengaruhi produktivitas penangkapan di PPP Lempasing. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis indeks musim penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan persentase total nilai produksi, hasil tangkapan dominan adalah menggunakan alat tangkap mini purse seine yaitu ikan pelagis (tongkol, kembung, dan cumi-cumi). Pola musim penangkapan ikan pelagis yang dominan berfluktuasi selama 5 tahun dari tahun 2016-2020. Musim penangkapan tongkol terjadi pada bulan Mei-Agustus dengan musim puncak pada bulan Juni, musim penangkapan kembung dari bulan Maret-September dengan musim puncak pada bulan Agustus, dan musim penangkapan cumi-cumi dari bulan Maret dan Mei-September dengan musim puncak pada bulan Juni. Pengaruh cuaca terhadap musim ikan pelagis menunjukkan variabel kecepatan angin berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan tongkol, variabel jumlah hari hujan dan jumlah curah hujan yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan kembung serta variabel kecepatan angin yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. Kata kunci: cuaca, ikan pelagis, kapal mini purse seine, pola musim penangkapan, PPP Lempasing
Analisis Usaha Perikanan Purse Seine Skala Kecil Tipe Satu dan Dua Kapal Dalam Zona Penangkapan Ikan Terukur di WPP-NRI 714 dan 718, Kepulauan Kei Simon Marsholl Picaulima; Eko Sri Wiyono; Anna K. Ngamel; Frischilla Pentury; Tatia A. Ngangun
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Measured fishing policies with different technical characteristics and fishing areas in the measured fishing zone greatly affect the development of small-scale purse seine fishing businesses in the Kei Islands. The purpose of this study was to analyze a small-scale purse seine business operating in a measured fishing zone in the Kei Islands. The research method used in this study is a survey research method, respondent determination techniques based on purposive sampling. The data analysis used is descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed that the technical aspects of purse seine vessels type two vessels are larger than type one vessel, purse seine fishing areas for type two vessels are in the measured fishing zones WPP-NRI 714 and 718, while purse seine type one vessel operates in WPP-NRI 714. The economic aspect shows that the highest income from businesses, owners, ABK fishermen and FADs is purse seine type two vessels operating in the measured fishing zone WPP-NRI 714. The financial aspect of purse seine fishing business types one and two vessels operating in the fishing zone WPP-NRI 714 and 718 measured fish are feasible to be developed. Small-scale purse seine fishing business type one and two vessels operating in the measured fishing zone WPP-NRI 714 is more effective and efficient technically, economically and financially. For management purposes, the utilization of fish resources in the restricted fishing zone in WPP-NRI 714 should only be intended for small-scale purse seines types one with a vessel capacity of < 5 GT and operating on fishing lanes 1 and 2, while purse seine type two vessels are in the industrial fishing zone at WPP-NRI 718 on lanes 2 and 3.
Estimasi Ketersediaan Ikan dan Kebutuhan Bahan Baku Industri Pengolahan Ikan Di PPN Brondong Lamongan Lisa Nur Hidayah; Iin Solihin; Eko Sri Wiyono; Mochammad Riyanto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v13i1.40569

Abstract

The Brondong Fishing Port is the largest in East Java. The catches landed in the Brondong fishing port increase, but they are insufficient to meet the raw material necessity of the existing processing industry. The study aims at estimating fish availability and the necessity of raw materials for the fish processing industry in the Brondong fishing port. This research was conducted from January to March 2022 by using a descriptive method. Data were collected through interviews and a literature study. The results revealed that the installed capacity for eight fish processing industries in the Brondong fishing port counted as 123,300 tons/year. Starry triggerfish, Lizard fishes, Streaked spine foot, freckled goatfish, squid, croaker, red snapper, spotted sil, grouper, threadfin breams, hardtail, big eyes, and yellow pike conger were all necessary for the processing industry. In contrast, the estimation of fish availability for the fish processing industry at Brondong fishing port counted as 45,086 tons/year. It indicated a gap between fish availability and the demand from the fish processing industry in the Brondong fishing port. This may impact the fish processing industry's development in the Brondong fishing port. Keywords: Raw material necessity, fish availability, fish processing industry
A Path Analysis of Sustaining Small Scale Fishing Industry in Indonesia Dedy Putra Wahyudi; Eko Sri Wiyono; Budy Wiryawan; Iin Solihin
International Journal of Agriculture System VOLUME 2 ISSUE 1, JUNE 2014
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.158 KB) | DOI: 10.20956/ijas.v1i1.18

Abstract

The over exploitation of the international fishing activities does affect the sustainability of the local small-scale fishing industry. The small scale fishing industry sectors especially economic, social, ecological, and governance in Indonesia has not been well managed. The objective of this paper is therefore to analyze the causal relationships between the four variables using a path analysis technique. The results of this analysis showed that the economic factor has the largest effect on the small-scale fisheries system. Future studies should emphasized more on the economic variable to sustain the local fishing industry in Indonesia.
Kuliah Kerja Nyata Tematik Domisili: Sebuah Program Alternatif Pengabdian Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Eko Sri Wiyono; Dea Amanda Noventri; Deca Febriantika; Dina Putri Dermawan; Arcahya Dinda Kasihannisa; Sekar Ayu Khairunnisa; Melianti Melianti; Akhmad Muhriz Haqiqi; Karina Rachma Suryani; Shafira Nur Sadrina; Santi Sejati; Khoirunnisa Rizki Dwi Jayati; Shella Putri Intan Sabak Aji; Fadmiar Nibras Assilmi; Koharudin Koharudin; Juni Viona Nurayuni; Shandathyana Nisabillah; Shella Shella; Deni Pebriansyah; Nurhidayat Nurhidayat; Alfi Alfi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.376-384

Abstract

The Thematic Community Service Program Domicile (KKNT) is a community service activity carried out in June–August 2021 in anticipation of the Covid-19 pandemic. This activity program is carried out using an online media approach and blended learning (a combination of online and field trips) to comply with health protocols according to circulars that have been set by the government. Several planned activities have been successfully implemented. With its various advantages and disadvantages, the KKNT has provided suitable lessons for implementing The Thematic Community Service Program Domicile. The results of the evaluation with a comparative descriptive approach starting from the planning process and implementing activities show that the implementation of the Thematic Community Service Program Domicile in the Covid-19 pandemic condition is still possible to be carried out by taking into account the readiness of several things, such as communication technology, information technology capabilities owned by students and partners, awareness of partners, and the ability of The Thematic Community Service Program Domicile students in compiling training/counseling content.
MUSIM DAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI LAUT BANDA DAN SEKITARNYA PROVINSI MALUKU Welem Waileruny; Eko Sri Wiyono; Sugeng Hari Wisodo; Ari Purbayanto; Tri Wiji Nurani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3854.397 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.41-54

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a (CHL) merupakan parameter oseanografi yang penting dan sering digunakan untuk memprediksi daerah penangkapan potensial menggunakan remote sensing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memetakan daerah penangkapan ikan cakalang di Laut Banda dan sekitanya Provinsi Maluku berdasarkan perubahan musim. Data SPL dan CHL diambil dari analisis data citra satelit, hasil observasi sensor Aqua MODIS level 3 dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal bulan dan musiman. Data citra dianalisis dengan program SEADAS 5.2. Hasil analisis menunjukkan suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a di Laut Banda dan sekitarnya mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Kondisi ini mempengaruhi fluktuasi SPL dan CHL musiman. Rata-rata suhu tertinggi berada pada musim barat dan pancaroba pertama sedangkan suhu terendah di musim timur. Berbeda dengan konsentrasi klorofil-a, tertinggi pada musim timur dan terendah pada musim pancaroba pertama. Ada korelasi antara peningkatan suhu dan penurunan konsentrasi klorofil-a. Suhu permukaan laut juga memiliki korelasi negatif dengan CPUE dan mempengaruhi pembentukan daerah penangkapan ikan. Daerah penangkapan cakalang di Laut Banda dengan CPUE tertinggi pada semua musim ada di sebelah barat Pulau Seram sekitar Pulau Buano, Kelang dan Manipa atau pada posisi 126,7º-128º BT dan 2.6º-3.4º LS, di sekitar Laut Banda pada posisi 127º-130,3º BT dan 3.2º-4º LS.
Co-Authors . Carles . Ihsan Affandi, Fahri - Agnes P. Sudarmo Agus Santoso Agustin Ross Aji Hermawan Akhmad Muhriz Haqiqi Akhmad Solihin Alfi Alfi Am Azbas Taurusman Amita Nucifera Nida Silmi Anggawangsa, Regi Fuji Anna K. Ngamel Arcahya Dinda Kasihannisa Ari Prasetyo Ari Purbayanto Astrid Wijayanti Bambang Herry Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Benardo Nababan Benardo Nababan Benediktus Jeujanan Brewon, Marianus O. Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Clara M Kusharto D. Ernaningsih Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Darmawan, Darmawan Dea Amanda Noventri Deca Febriantika Dedy Putra Wahyudi Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Pebriansyah Dina Putri Dermawan Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi Ernaningsih Elvanri Anggi Widianti Erisal, Arief Erizal, Arief Fadmiar Nibras Assilmi Fayakun Satria Feni Aprilias Dewi Firmansyah, Aldi Furqan Furqan Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Himelda Himelda Hufiadi Hufiadi Hutagalung, Revica Rosye Ihsan Ihsan Iin Solihin Iin Solihin Iin Solikhin Irwan Limbong Jamhari Jamhari John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Juni Viona Nurayuni Karina Rachma Suryani Khoerunnisa, Nurani Khoirunnisa Rizki Dwi Jayati Koharudin Koharudin Laitupa, Jufri Pachri Laksono, Arief Bayu Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lilik Sulistyowati Lina Warlina Lisa Nur Hidayah Lukman Hakim Mariana Mariana Marwan Adam Melianti Melianti Mella Sari Meyske Angel Rahantoknam Mochammad Riyanto Mohamad Toha Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar MS. Baskoro Muhammad Dahri Iskanda Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Mulyono S. Baskoro Musa Hubies Muslim Tadjuddah Mustaruddin Ngangun, Tati Atia Nimmi Zulbainarni Nora Akbarsyah Notanubun Julianus Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Nurhidayat Nurhidayat P Machfud Pentury, Frischilla Picaulima, Simon M. Prabowo Prabowo Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Putri Dewi Jayanti Putri, Aprilia Syah RA Hangesti Emi Widyasari Rahmad, Adrul Ratna Mutia Aprilia Regi Fiji Anggawangsa Retno Muninggar Rian Hidayat Rian Hidayat Rianti Dyah Hapsari Rikhie Supriyadi Rinda Noviyanti Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Sejati Sekar Ayu Khairunnisa Shafira Nur Sadrina Shandathyana Nisabillah Shella Putri Intan Sabak Aji Shella Shella Siti Oftafia Wijayanti Siti Oftafia Wijayanti Sitompul, Nabila Khairiyah Solly Aryza Sri Mulatsih Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Heri Suseno Sulaeman Martasuganda Sutadi Sutadi Syafril Fauzi Syahputra, Jasnur T. P. Pangesti Tasrif Kartawijaya Taurusman, Azbas Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wahyu Budiarti Tri Wiji Nurani Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Umi Chodriyah Vatria, Belvi Victor P. H Nikijuluw Violitta, Susanti Rahayu Vita Rumanti Kurniawati Wahida Kartika Sari Welem Waileruny Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto, Wudianto Yolanda M.T.N Apituley Yopi Novita Yusuf Fathanah Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain