Claim Missing Document
Check
Articles

UNREPORTED HASIL TANGKAPAN PADA PERIKANAN PANCING TONDA DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Regi Fiji Anggawangsa; Eko Sri Wiyono; Vita Rumanti Kurniawati; Wudianto Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.2.2022.51-60

Abstract

Data hasil tangkapan di hampir semua perikanan di dunia terindikasi tidak tepat atau salah dalam pelaporan, misreported, termasuk di Indonesia. Penelitian identifikasi dan kuantifikasi besaran serta faktor-faktor penyebab ketidaktepatan pelaporan pada perikanan pancing tonda dilakukan melalui analisis data pendaratan selama 10 tahun terakhir dan dengan melakukan sampling kepada 30 kapten kapal pancing tonda di PPN Palabuhanratu. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi misreported terjadi dari hasil tangkapan yang tidak dilaporkan karena digunakan sebagai umpan, dikonsumsi di atas kapal, sebagai jatah ABK, upah pada saat bongkar muatan serta hasil tangkapan lain yang tidak terlaporkan. Hasil rekonstruksi data menunjukkan bahwa data hasil tangkapan armada pancing tonda di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu terindikasi misreported sebesar 46,52 – 228,02 ton/tahun atau mencapai 11,7 – 28,8% per tahun pada periode tahun 2012-2022 di bawah tangkapan yang sebenarnya. Secara tidak langsung, ketidaktepatan dalam pelaporan hasil tangkapan dapat berimplikasi pada tidak akuratnya data statistik perikanan, sehingga merubah pendekatan pengelolaan serta penilaian terhadap perikanan tersebut, baik secara ekonomi maupun sosial. Diperlukan perbaikan sistem pendataan dengan melakukan identifikasi dan kuantifikasi adanya potensi misreported khususnya pada data produksi hasil tangkapan.The catch data in almost all fisheries in the world is indicated to be inaccurate or misreported, including in Indonesia, one of which is the troll line fishery in Palabuhanratu Fishing Port. To identify and quantify the magnitude and factors causing misreport in troll line fishery, a study was conducted by analyzing landing data for the last ten years and sampling 30 troll line skippers. The study's results have identified several factors that cause misreported catch data: unreported catch, fish used as bait, consumed on board, crew share, and unloading fee. The analysis results show that the catch data of the troll line in Palabuhanratu Fishing Port are indicated to be misreported at 46.52 - 228.02 tons/year o, reaching 11.7 - 28.8% in the period 2012-2022 below the actual catch. Indirectly, inaccuracy in reporting catch data can have implications for inaccurate fisheries statistics, thus changing the management approach and assessment of the fishery both economically and socially. Therefore, it is necessary to improve the data collection system by identifying and quantifying the potential for misreported, especially in catch production data.
Kendala dan strategi operasi penangkapan ikan alat tangkap bubu di Muara Angke, Jakarta: Constrains and fishing operation strategy of traps in Muara Angke, Jakarta Eko Sri Wiyono
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 1 No. 1 (2022): Ilmu Perikanan Tropis Nusantara
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jipt.v1i1.414

Abstract

Compared to other businesses, fishing is a high-risk economic activity. To minimize risk, it is necessary to the management of fishing operations. Due to limited capital and fish resources, the goal of fishing operations management is to minimize operating costs and maximize capture catches. However, understanding the strategy of fishing operations is rarely understood and considered less important. To understand the strategy of fishing operations, a study has been conducted in Muara Angke, Jakarta. The aims of this study are to analyze the constraints of fishing operations and adaptation strategies which developed by fishermen trap in fishing operations. The results suggest that there are three major constraints faced by the fishing traps in the arrest operation, namely climate, fishing season and venture capital. In response to the constraints and issues, the fisherman traps are still carried out regular fishing strategy.
Implementasi Praktik Baik Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Tri Wiji Nurani; Prihatin Ika Wahyuningrum; Rianti Dyah Hapsari; Nurani Khoerunnisa; Elvanri Anggi Widianti; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Muhammad Dahri Iskanda; Sugeng Hari Wisudo
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.98-111

Abstract

Fish Landing Bases Pasir, Karangduwur, and Argopeni are centers of fishing activities in Ayah District Kebumen Regency. Most fisher have limited knowledge related to the sustainability of fish resources, environmentally friendly fishing technology, good fish handling, and business management. Community service activities for Lecturers Returning to Kampung IPB are carried out to increase the capabilities of fishers in Kebumen Regency through the implementation of good practices in sustainable capture fisheries. Activities are carried out in three stages, namely: 1) Exploration of issues and problems; 2) Program implementation; and 3) Follow-up. The results of the activity show that the deepening of issues and problems becomes the basis for focusing on the preparation of implementation materials. Dissemination and discussions have been effective in increasing stakeholders' understanding of good practices in sustainable capture fisheries. As a follow-up activity, fishermen's capabilities need to be continuously improved in terms of catching lobsters that are already fit for catching, doing good fish handling for export commodity fish starting from the catching process to marketing distribution, processing abundant fish during the fish season, as well as effective business and financial management to address to the presence of seasonal fish.
POLA DISTRIBUSI DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN CAKALANG DI PPI DUFA-DUFA KOTA TERNATE Rian Hidayat; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin; Roza Yusfiandayani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.235-242

Abstract

Hasil tangkapan Ikan di Kota Ternate sebagian besar didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dufa-dufa. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi pusat pengembangan ekonomi industri perikanan baik dari segi produksi maupun penjualan. Cakalang merupakan salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPI Dufa-dufa. Cakalang menjadi hasil tangkapan unggulan nelayan di PPI Dufa-dufa selain tuna, tongkol dan kembung. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya 5 jalur distribusi ikan cakalang yaitu: jalur I terdiri dari: nelayan, pelaksana, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi II terdiri dari: nelayan, pedagang (dibo-dibo). Jalur distribusi III yaitu: nelayan, pedagang (dibo-dibo), pedagang kecil. Jalur distribusi IV terdiri dari nelayan, pelaksana, perusahaan. Jalur V yaitu terdiri dari: nelayan dan konsumen. Berdasarkan kriteria efisiensi pemasaran ikan cakalang di PPI Dufa-dufa Kota Ternate pada setiap jalur distribusi menunjukan bahwa efisiensi pemasaran masih di bawah <5% dimana pada pada pelaku distribusi pelaksana sebesar 0,00, pedagang (dibo-dibo) 1,58 dan pedagang kecil 4,17%. Kata kunci: cakalang, efisiensi pemasaran, pola distribusi, PPI Dufa-dufa
Sistem Pendataan Hasil Tangkapan Ikan Wiyono, Eko Sri; Anggawangsa, Regi Fuji; Wudianto, Wudianto; Kurniawati, Vita Rumanti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 4 No 4 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0404.359-361

Abstract

Illegal, unreported, and unregulated fishing yang disingkat menjadi IUU fishing telah mengakibatkan kerugian global hingga 10-23.5 miliar USD. Penanganan IIU Fishing selama ini lebih fokus pada illegal fishing, padahal dampak dari pelanggaran unreported fishing juga tidak kalah dahsyatnya. Unreported fishing menyebabkan kesalahan data perikanan yang banyak digunakan dalam penentuan kebijakan perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data hasil tangkapan armada pancing tonda pada periode tahun2012-2022 di PPN Palabuhan ratu terindikasi terjadi misreported sebesar 46,52–228,02 ton/tahun atau mencapai 11,7–28,8% dibawah tangkapan yang sebenarnya. Ketidaksesuaian dan kesalahan pendataan tersebut disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah: penggunaan hasil tangkapan untuk umpan, dikonsumsi di atas kapal, jatah ABK dan upah tenaga kerja pada saat bongkar muatan. Beberapa fakta tersebut mendorong perlunya perbaikan sistem pendataan hasil tangkapan dengan melakukan identifikasi dankuantifikasi adanya potensi terjadinya misreported data hasil tangkapan sehingga pengelolaan perikanan dapat dilakukan secara tepat dan benar.
TINGKAT KEPENTINGAN FASILITAS PELABUHAN DAN PERSEPSI NELAYAN TERHADAP KEPUTUSAN UNTUK MENDARATKAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN DAGHO KEPULAUAN SANGIHE Prasetyo, Ari; Wiyono, Eko Sri; Santoso, Agus
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.161-172

Abstract

Pelabuhan perikanan Dagho adalah satu-satunya pelabuhan perikanan di wilayah pesisir Kepulauan Sangihe dan termasuk sebagai Outer Ring Fishing Port, keberhasilan operasional dalam menjalankan fungsi-fungsi pelabuhan perikanan tidak terlepas dari tersedianya fasilitas pelabuhan, yaitu fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan tingkat kepentingan fasilitas pelabuhan perikanan, memetakan persepsi nelayan terhadap faktor yang mempengaruhi untuk melakukan pendaratan ikan di pelabuhan perikanan, dan menyusun strategi pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert, jumlah sampel sebanyak 80 (delapan puluh) nelayan, pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Metode analisis data, deskriptif komparatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh antara tingkat kepentingan fasilitas pelabuhan perikanan terhadap nelayan untuk melakukan pendaratan ikan di pelabuhan perikanan, hasil pernyataan nelayan terhadap fasilitas pokok menunjukkan prosentase pada tingkat penting sebesar 93% nilai pengukuran skor (3,25), fasilitas fungsional menunjukkan prosentase pada tingkat penting sebesar 98% nilai pengukuran skor (3,41), dan fasilitas penunjang menunjukkan prosentase pada tingkat penting sebesar 94% nilai pengukuran skor (3,33). Uji beda rata-rata diperoleh hasil bahwa fasilitas fungsional adalah faktor yang paling mempengaruhi nelayan untuk mendaratkan ikan di pelabuhan perikanan dengan nilai rerata 44.413, kemudian fasilitas pokok nilai rerata 26.000, dan terakhir fasilitas penunjang nilai rerata 23.300. Hasil analisis SWOT dinyatakan dalam strategi pembangunan pelabuhan perikanan, faktor yang menjadi kekuatan sebanyak 3 (tiga) faktor, kelemahan sebanyak 5 (lima) faktor, peluang sebanyak 3 (tiga) faktor, dan ancaman sebanyak 2 (dua) faktor. Kata kunci: tingkat kepentingan, fasilitas pelabuhan, persepsi nelayan
SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN KAPAL CUMI DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN CIREBON Masriah, Imas; Wiyono, Eko Sri; Toha, Mohamad
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.029-039

Abstract

PPN Kejawanan adalah salah satu pelabuhan perikanan kelas nusantara yang armadanya didominasi oleh kapal penangkap cumi. Produksi cumi pada tahun 2019 mencapai 68% dari total produksi ikan hasil pendaratan. Akan tetapi, walaupun nilai produksi yang dihasilkan tinggi, volume produksi ikan hasil pendaratan masih terbilang rendah. Penangkapan ikan yang efektif dengan pemilihan waktu penangkapan dan daerah penangkapan ikan yang tepat dapat meningkatkan hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kapal penangkap cumi dan musim penangkapan ikan di PPN Kejawanan. Sebaran kapal diketahui dengan menggunakan data logbook penangkapan ikan bulan Januari 2018 sampai dengan Juni 2019, sedangkan musim penangkapan ikan menggunakan data tahun 2010 sampai tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal penangkap cumi PPN Kejawanan paling banyak melakukan penangkapan ikan di lokasi perairan 3o30’ -5o LS dan 108o -115o BT, sekitar wilayah perairan Tanah laut, Tanjung Puting, dan Ketapang. Musim penangkapan ikan terjadi pada bulan Februari, April, Juni, September, Oktober, dan November. Sedangkan musim penangkapan cumi terjadi pada bulan Juni, Agustus, September, Oktober, dan November. Kata kunci: cumi, musim penangkapan ikan, PPN Kejawanan, sebaran kapal
TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PELAYANAN BONGKAR MUAT HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA Astarini, Julia Eka; Wiyono, Eko Sri; Laksono, Arief Bayu; Bangun, Tri Nanda Citra
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 3 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.3.333-342

Abstract

Salah satu fungsi pelabuhan perikanan adalah memberikan pelayanan bongkar muat hasil tangkapan. Sangat penting untuk mengetahui kepuasan pelanggan sebagai feedback jasa yang telah diberikan. Dalam penelitian ini belum diketahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan bongkar muat hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kepuasan pelanggan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden terdiri dari 20 orang pemilik kapal dan 20 orang pengurus kapal dari jumlah populasi kapal yang mendaratkan hasil tangkapan sebanyak kurang lebih 300 kapal per bulan. Data dianalisis menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Dari analisis CSI diperoleh tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan bongkar muat hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta sebesar 81,78 % yang berada pada kategori “Sangat Memuaskan”. Faktor-faktor yang berperan dalam kepuasan pelanggan yaitu kehadiran petugas di lapangan, kemampuan petugas dalam melayani, ketersediaan petugas saat dibutuhkan, kelancaran kegiatan bongkar muat hasil tangkapan, terjaminnya kerahasiaan dokumen, dan sikap petugas dalam pelayanan. Namun demikian masih ada faktor-faktor yang membuat pelanggan tidak puas terhadap pelayanannya. Kata kunci: bongkar muat, kepuasan pelanggan, pelabuhan perikanan, pelayanan pelabuhan
PERBANDINGAN KELAYAKAN USAHA JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN KAPAL YANG BERBEDA (STUDI KASUS DI KIJANG KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU) Firmansyah, Aldi; Wiyono, Eko Sri; Warlina, Lina
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.2.173-187

Abstract

Jaring insang adalah alat tangkap yang menangkap ikan yang bernilai ekonomis dan memiliki tingkat produktivitas tangkapan yang baik. Ada kecenderungan nelayan memperbesar ukuran kapalnya. Untuk mendapatkan gambaran pengaruh ukuran kapal terhadap kelayakan usaha jaring insang, telah dilakukan penelitian di Kijang Pulau Bintan antara bulan September sampai dengan Oktober tahun 2021. Kapal ikan yang diteliti memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari di bawah 10 GT sampai dengan di atas 30 GT. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh ukuran kapal ikan terhadap kelayakan perikanan gillnet. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perikanan, dan tingkat pendapatan nelayan gillnet serta menganalisis kelayakan perikanan gillnet di Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan deskriptif komparatif analisis. Sampel perahu purse seine dianalisis kelayakan usahanya, dan kemudian diperbandingkan antar ukuran GT-nya. Populasi kapal gillnet di Kijang adalah 254 unit, berdasarkan perhitungan sampel yang diambil terdapat 16 kapal yang dikelompokkan dalam rentang ukuran 11-20 GT dan 21-30 GT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan gillnet dengan ukuran kapal 11-20 GT menghasilkan pendapatan operasional rata-rata Rp369.803.333, rata-rata R/C Ratio 2,06, dan nilai Break Even Point (BEP) rata-rata 2.636,47 kg untuk BEP (volume produksi) atau rata-rata Rp81.815.579 (untuk nilai penjualan BEP). Kapal gillnet ukuran 11-20 GT memiliki nilai NPV rata-rata Rp1.798.672.695, rata-rata Net B/C Ratio 5,00, dan rata-rata IRR 113,91 %. Sedangkan analisis bisnis kapal berukuran 21-30 GT berhasil menghasilkan pendapatan operasional rata-rata Rp361.238.667, rata-rata R/C Ratio 1,65, dan nilai Break Even Point (BEP) rata-rata 6.367,03 kg (untuk volume produksi BEP) atau rata-rata Rp149.729.204, (untuk nilai penjualan BEP). Analisis NPV menunjukkan kapal gillnet ukuran 21-30 GT memiliki rata-rata nilai NPV sebesar Rp2.015.062.883, rata-rata Net B/C Ratio 4,98, dan rata-rata IRR 92,00 %. Berdasarkan hasil perhitungan analisis usaha dan investasi maka dapat disimpulkan kapal jaring insang (gillnet) ukuran 11-20 GT lebih menguntungkan. Kata kunci: gillnet, kelayakan usaha, Kijang, pendapatan nelayan
KOMPOSISI DAN PRODUKSI HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Yusfiandayani, Roza; Imron, Mohammad; Simbolon, Domu; Wiyono, Eko Sri; Violitta, Susanti Rahayu; Rahmad, Adrul; Toharo, Kasab; Tiara, Tiara
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.345-352

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Larangan menjadi pusat kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Tegal, yang didominasi nelayan skala kecil. Alat tangkap utama di PPP Larangan adalah mini purse seine dan payang gemplo. Pelaksanaan metode penangkapan ikan yang tidak dilakukan dengan pengelolaan yang tepat akan berakibat pada menurunnya stok ikan dan terganggunya ekosistem laut. Perhitungan produktivitas dilakukan untuk mengetahui kapasitas produksi armada dengan membandingkan jumlah produksi dan lama waktu operasi penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai produksi hasil tangkapan dan komposisi hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai efisiensi operasional dalam penggunaan alat tangkap mini purse seine dan payang gemplo. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 spesies hasil tangkapan utama yaitu: teri/teri gelagah (Stolephorus commersonnii), teri nasi (Stolephorus indicus), tembang (Sardinella fimbriata), kembung (Rastrellinger sp.), dan peperek (Leiognathidae), serta 7 hasil tangkapan sampingan yaitu: beloso (Glossogobius giuris), serinding (Ambassis naula), japuh (Dussumieria acuta), cumi-cumi (Loligo sp.), udang (Metapenaeus monoceros), golok-golok (Chirocentrus dorab), dan ikan layur (Trichiurus lepturus). Nilai produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Larangan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan nilai mencapai Rp 19.665.602.500, sementara paling rendah pada tahun 2019 senilai Rp 10.355.377.50.
Co-Authors . Carles . Ihsan Affandi, Fahri - Agnes P. Sudarmo Agus Santoso Agustin Ross Aji Hermawan Akhmad Muhriz Haqiqi Akhmad Solihin Alfi Alfi Am Azbas Taurusman Amita Nucifera Nida Silmi Anggawangsa, Regi Fuji Anna K. Ngamel Arcahya Dinda Kasihannisa Ari Prasetyo Ari Purbayanto Astrid Wijayanti Bambang Herry Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Benardo Nababan Benardo Nababan Benediktus Jeujanan Brewon, Marianus O. Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hascaryo Budiarti, Tri Wahyu Budy Wiryawan Catur Sarwanto Clara M Kusharto D. Ernaningsih Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Darmawan, Darmawan Dea Amanda Noventri Deca Febriantika Dedy Putra Wahyudi Deni A. Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Pebriansyah Dina Putri Dermawan Domu Simbolon Drama Panca Putra Dwi Ernaningsih Elvanri Anggi Widianti Erisal, Arief Erizal, Arief Fadmiar Nibras Assilmi Fayakun Satria Feni Aprilias Dewi Firmansyah, Aldi Furqan Furqan Gondo Puspito Hapsari, Rianti Dyah Himelda Himelda Hufiadi Hufiadi Hutagalung, Revica Rosye Ihsan Ihsan Iin Solihin Iin Solihin Iin Solikhin Irwan Limbong Jamhari Jamhari John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julia Eka Astarini Juni Viona Nurayuni Karina Rachma Suryani Khoerunnisa, Nurani Khoirunnisa Rizki Dwi Jayati Koharudin Koharudin Laitupa, Jufri Pachri Laksono, Arief Bayu Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lilik Sulistyowati Lina Warlina Lisa Nur Hidayah Lukman Hakim Mariana Mariana Marwan Adam Melianti Melianti Mella Sari Meyske Angel Rahantoknam Mochammad Riyanto Mohamad Toha Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar MS. Baskoro Muhammad Dahri Iskanda Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Mulyono S. Baskoro Musa Hubies Muslim Tadjuddah Mustaruddin Ngangun, Tati Atia Nimmi Zulbainarni Nora Akbarsyah Notanubun Julianus Novia Tri Rahmawati Nurani Khoerunnisa Nurhidayat Nurhidayat P Machfud Pentury, Frischilla Picaulima, Simon M. Prabowo Prabowo Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Putri Dewi Jayanti Putri, Aprilia Syah RA Hangesti Emi Widyasari Rahmad, Adrul Ratna Mutia Aprilia Regi Fiji Anggawangsa Retno Muninggar Rian Hidayat Rian Hidayat Rianti Dyah Hapsari Rikhie Supriyadi Rinda Noviyanti Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Sejati Sekar Ayu Khairunnisa Shafira Nur Sadrina Shandathyana Nisabillah Shella Putri Intan Sabak Aji Shella Shella Siti Oftafia Wijayanti Siti Oftafia Wijayanti Sitompul, Nabila Khairiyah Solly Aryza Sri Mulatsih Sudarmo, Agnes Puspitasari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sugeng Heri Suseno Sulaeman Martasuganda Sutadi Sutadi Syafril Fauzi Syahputra, Jasnur T. P. Pangesti Tasrif Kartawijaya Taurusman, Azbas Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wahyu Budiarti Tri Wiji Nurani Triono P Pangesti Triono Probo Pangesti Umi Chodriyah Vatria, Belvi Victor P. H Nikijuluw Violitta, Susanti Rahayu Vita Rumanti Kurniawati Wahida Kartika Sari Welem Waileruny Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto Wudianto, Wudianto Yolanda M.T.N Apituley Yopi Novita Yusuf Fathanah Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain