Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : Jurnal Tomalebbi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PPKn SMP NEGERI 1 WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR PARADIBA, MITRA; KASMAWATI, ANDI
Jurnal Tomalebbi Volume 1, Nomor 3, Desember 2014
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.454 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PPKn SMP Negeri 1 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, penelitian ini di tempuh dalam dua siklus dengan menggunakan analisa deskriptif dan kemudian membandingkan data hasil belajar siswa dari setiap siklusnya yaitu siklus I dan Siklus II. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2015/2016. Fokus penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi: observasi,tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi menunjukkan bahwa hasil belajar siswa diperoleh nilai rata – rata yaitu pada Kelas VII A mulai dari tes awal 62,5 % , tes Siklus I 74,78 % dan Siklus II 90,12 % dan Kelas VII D tes awal 56,4 %, Tes Siklus I 73,6 % dan Siklus II 90,6 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada mata pelajaran PPKn sudah berjalan cukup baik dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa di setiap siklus dimulai dari pelaksanaan Tes Awal, Tes Akhir Siklus I dan Tes Akhir Siklus II siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.Kata Kunci : Pelaksanaan Pembelajaran, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match
PENINGKATAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PPKn DI SMA NEGERI 8 JENEPONTO KABUPATEN JENEPONTO WIDARWANI, .; MUSTARING, .; KASMAWATI, ANDI
Jurnal Tomalebbi Vol 5, No 2 (2018): Volume V, Nomor 2, Juni 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.791 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto terhadap kompetensi kepribadiannya. Mengetahui  upaya yang dilakukan oleh Guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan Kompetensi Kepribadiannya. Mengetahui kendala yang dihadapi guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru.Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian di olah dengan menggunakan analisis Kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto terhadap kompetensi kepribadian guru tergolong tinggi dilihat dari pengetahuan guru PPKn mengenai kompetensi kepribadian guru serta pemahamannya terhadap setiap indikator kompetensi kepribadian guru yang meliputi kepribadian  mantap dan stabil, kepribadian dewasa, kepribadian arif dan bijaksana, dan kepribadian yang berwibawa. (2) upaya yang dilakukan guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru yaitu mengikuti kegiatan keagamaan, mengukuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta mengikuti kegiatan  Uji Kompetensi Guru (UKG). (3) Kendala yang dihadapi oleh guru PPKn di SMA Negeri 8 Jeneponto dalam meningkatkan Kompetensi Kepribadian Guru yaitu masih kurangnya pendidikan maupun pelatihan yang menekankan pada Kompetensi Kepribadian Guru. Selama ini baik dari pihak sekolah maupun pemerintah lebih berfokus kepada pendidikan dan pelatihan Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan guru menguasai kurikulum dan pengelolaan pembelajaran peserta didik. Kata Kunci: Peningkatan, Kompetensi Kepribadian.  ABSTRACT: This study aims to find out how the understanding of PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto is against their personality competencies. Knowing the efforts made by PPKn Teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in increasing their Personality Competencies. Knowing the obstacles faced by PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto in improving teacher's personality competencies. Researchers use data collection techniques through documentation, observation, and interviews. The data that has been obtained from the research results is processed using Qualitative analysis. The results of the study show that: (1) the understanding of PPKn teachers in SMA Negeri 8 Jeneponto on teacher personality competency is high as seen from the knowledge of PPKn teachers regarding the teacher's personality competencies and their understanding of each indicator teacher personality competencies which include steady and stable personality, adult personality, wise and wise personality, and authoritative personality. (2) the efforts made by PPKn teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in improving teacher personality competencies, namely participating in religious activities, attending the Subject Teacher Training (MGMP) activities and participating in the Teacher Competency Test (UKG) activities. (3) The constraints faced by PPKn teachers at SMA Negeri 8 Jeneponto in improving Teacher Personality Competencies are the lack of education and training that emphasize Teacher Personality Competencies. So far, both the school and the government have focused more on education and training on Pedagogic Competence, namely the ability of teachers to master the curriculum and learning management of students. Keywords: Improvement, Personality Competence.
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PERGURUAN TAPAK SUCI DI SMA MUHAMMADIYAH KALOSI KECAMATAN ALLA Haryani Haryani; Andi Kasmawati; Dr. Mustaring, M.Hum
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims, (1) To find out the character values contained in the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi (2) To find out the process of forming character values for students through the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi (3) To find out the barriers to the formation of character values for students through the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi. To achieve this goal, the researchers used data collection techniques through documentation, observation and interviews. The data that has been obtained from the research results are processed using qualitative analysis to determine the character formation of students through the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi. The results showed that: (1) the character values contained in the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi were the values of religious character, honesty, discipline, hard work, respect for achievement, responsibility, independence, humility, patience, accuracy, leadership, agility. , cooperation and love of peace. (2) the process of forming character values in the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah Kalosi can be formed through materials and methods in the training process. (3) barriers to the formation of character values in the Tapak Suci College at SMA Muhammadiyah are the environment where students live, short training time, inadequate training equipment, lack of joint training for cadres and lack of number of trainers. Based on this, it can be said that there are several processes of forming character values that are less than optimal.Keywords: Formation, character, students
PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL DAN PENGAWASANNYA DI KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO NURHAYATI .; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 3, September 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.645 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006, (2) Faktor pendukung dan penghambat Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupatenn Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 belum berjalan secara efektif, hal ini di sebabkan karena masih banyaknya minuman beralkohol yang beredar di masyarakat yang bisa di dapat di toko – toko dan rumah warga  serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan keberadaan dari perda tersebut. Adapun yang menjadi faktor pendukung dari Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 ialah: (1) Partisipasi tokoh agama dan masyarakat, (2) kerjasama  antar aparat pemerintah. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 8 Tahun 2006 diantaranya: (1) faktor kesadaran, (2) faktor sosialisasi, (3) faktor pemberian sanksi (4) faktor kebiasaan, (5) tindak lanjut dari pelanggaran Perda No. 8 tahun 2006 masih dalam tahap non yuspisial yaitu tidak adanya penyelidikan dan penyidikan di bagian satuan polisi pamong praja.Kata Kunci: Larangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Pengawasannya  ABSTRACT: This study aims to determine: (1) Implementation Jeneponto District Regulation No. 8 of 2006, (2) supporting and inhibiting factors Implementation Jeneponto District Regulation No. 8 of 2006. This study is a qualitative descriptive study. The data collection procedures used were interviews and documentation. While data analysis used is qualitative analysis. The results showed that the implementation of the Regional Regulation Kabupatenn Jeneponto No. 8 of 2006 does not operate effectively, this is caused because there are many alcoholic drinks that circulate in the community who can be in stores - stores and houses as well as a lack of public awareness of the existence of these regulations. The supporting factors of Implementation Jeneponto District Regulation No. 8 of 2006 are: (1) Participation of community and religious leaders, (2) cooperation among government officials. While the factors that inhibit the implementation of Jeneponto District Regulation No. 8 of 2006 include: (1) the awareness factor, (2) socialization factors, (3) factors sanctions (4) that habit, (5) follow-up of violations of Bylaw No. 8 in 2006 is still in the stage of non yuspisial namely the lack of investigations and inquiries at the police forces of the civil service.Keywords: Prohibition of Circulation of Alcoholic Beverages and Supervision
PERAN ORANGTUA DALAM MENANAMKAN SIKAP DISIPLIN ANAK DI DESA KALIMPORO KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO NELI AMELIA GUNTUR; ANDI KASMAWATI; MUHAMMAD SUDIRMAN
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.898 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bentuk pendisiplinan anak yang dilakukan keluarga di Desa Kalimporo Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto,  (2) Faktor yang Pendukung dan Penghambat  penanaman disiplin anak lingkungan keluarga di di Desa Kalimporo Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Focus penelitian yaitu bentuk pendisiplinan  anak. Tahap kegiatan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap hasil laporan, sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pedoman wawancara, prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber sedangkan analisis data yang digunakan yaitu menjelaskan, menguraikan, dan menggambarkan sesuai permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)  Orang tua tetap mengawasi anaknya baik dari segi waktu maupun perilaku,  (2) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam penanaman disiplin dibagi menjadi faktor yaitu kurangnya konsistensi orang tua dalam memberikan keteladanan dan karena kesibukan kerja. Kata Kunci: Peran Orang tua, Sikap Disiplin, Anak  ABSTRACT: This study aims to describe: (1) Forms of child discipline carried out by families in Kalimporo Village, Bangkala Subdistrict, Jeneponto Regency, (2) Supporting and Inhibiting Factors for planting children's family environment discipline in Kalimporo Village, Bangkala District, Jeneponto District. This study uses a qualitative approach with the type of descriptive analysis research. Focus of research is the form of child discipline. The activity phase is the planning stage, the implementation phase, and the report results stage, the data sources used are primary and secondary data. The instrument used in this study is the interview guide sheet, the procedure of data collection, namely observation, interviews and documentation. Checking the validity of the data is technical triangulation and source triangulation while the data analysis used is explaining, describing, and describing according to the problem. The results show that (1) parents keep an eye on their children both in terms of time and behavior, (2) Supporting and Inhibiting Factors in planting discipline are divided into factors namely lack of consistency of parents in giving exemplary and because of work busyness. Keywords: Role of Parents, Discipline Attitude, Children  
STUDI TENTANG KOMPOTENSI PEDAGOGIK BAGI GURU PPKN YANG SUDAH TERSERTIFIKASI DI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG DJAPAR .; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.518 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penguasaan kompetensi pedagogik guru  yang sudah sertifikasi di SMA Negeri 1 Anggeraja dan, 2) Kendala yang dihadapi guru yang sudah sertifikasi dalam pelaksanaan kompetensi pedagogik mengajaranya pada SMA Negeri 1 Anggeraja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data deskripsi Kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan  metode   dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui kompotensi pedagogik bagi  guru  PKn yang sudah  tersertifikasi  Di SMA Negeri 1 Anggeraja Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penguasaan kompetensi pedagogik guru yang sudah sertifikasi di SMA Negeri 1 Anggeraja tergolong tinggi berdasarkan alat ukur dari penguasaan kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru yang sudah sertifikasi meliputi menguasai karakteristik peserta didik, memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran, dan menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 2. Kendala yang dihadapi guru yang sudah sertifikasi dalam pelaksnaan kompetensi pedagogik mengajaranya pada SMA Negeri 1 Anggeraja meliputi a) Adanya Guru Yang Tidak Menguasai Teknik Penilaian, b) Adanya Guru Yang Pesimis Terhadap Keadaan Peserta Didik, c) Adanya Kurikulum Yang Selalu Berubah, dan d) Kurang Maksimal Menguasai Teori Dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran.Kata Kunci: Pembuatan Sertifikat Hak Atas Tanah   ABSTRACT: This study aims to find out: 1) Understanding of the law of the community of Sub-District of Mataran Kecamatan Anggeraja Enrekang Regency in Certifying the Right of Owned Land. 2) Factors that affect Understanding the legal community Mataran Village District Anggeraja Enrekang District in Certifying the Right to Land Owned. 3) Efforts made by the government in providing legal understanding to the community of Sub-District of Mataran Kecamatan Anggeraja Enrekang Regency in Menserkan Hak Hak Tanah Tanah. This research is descriptive qualitative research and data type in this research is primary data and secondary data. Primary data were obtained from several informants selected intentionally with krikteria based on the environment in Tingal Kelurahan Mataran and the community who own and did not have the certificate of land rights. Secondary data were obtained from the Enrekang District Agrarian Land Agency and the literature related to land titling. Data collection in the form of interview and documentation. The result of research shows that: 1) The understanding of community law in Mataran Sub-district in the making of land title certificate is low, generally the informant community does not know about the procedure in making the land title certificate. 2) Factors affecting legal understanding of Mataran society such as lack of people's desire to find out about the legal basis that became the benchmark in the making of land title certificate, cost factor and there is no legal socialization from the government of National Land Agency of Enrekang Regency in making certificate of rights soil. 3) There is no effort made by the government in providing legal understanding, to the community in the certification of rights to land. Keywords: Making Certificate of Land Right
PERANAN DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOBA DI PAREPARE IKRAMULLA SYARIFUDDIN; . MUSTARING; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.701 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mencegah peredaran narkoba di kota Parepare (2) Apa yang menjadi hambatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam hal pelaksanaan pengawasan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan sumber data primer adalah 2 orang petugas bea cukai parepare yang bertugas dalam bagian intelijen dan data tambahan 3 orang dari penumpang kapal. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peranan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mencegah peredaran narkoba yaitu pada unit intelijen sebagai unit yang mengumpulkan dan menganalisis informasi-informasi kegiatan yang dianggap melangar . Menjalin kerja sama antar instansi terkait dalam hal kegiatan intelijen (2) Kendala yang dihadapi Bea dan Cukai Parepare antara lain kurang personil sehingga kurang maksimalnya kerja-kerja di bagian intelijen. Tidak adanya ala pendekteksi barang yang dapat meningkatkan kinerja petugas bea cukai dalam hal pengawasan barang yang masuk maupun keluar dari pelabuhan. Sulitnya penempatan informan dikarenakan untuk mendapatkan informasi pihak bea cukai harus menempatkan informan didaerah terduga pelaku berada. Kata Kunci : Peran dari bea cukai, Hambatan pelaksanaan  ABSTRACT: This study aims to determine (1) the role of the Directorate General of Customs and Excise in preventing drug trafficking in the city of Parepare (2) What is the obstacle of the Directorate General of Customs and Excise in terms of conducting supervision. To achieve this goal the researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. With the primary data source, there are 2 parepare customs officers in charge of intelligence and additional data from 3 passengers. Data that has been obtained from the research results is processed using descriptive qualitative analysis techniques. The results of the study show that: (1) the role of the Directorate General of Customs and Excise in preventing drug trafficking is the intelligence unit as a unit that collects and analyzes activities information that is considered to be violating. Establish cooperation between relevant agencies in terms of intelligence activities (2) Constraints faced by Parepare Customs and Excise include lack of personnel so that the work is not optimal in the intelligence department. The absence of a style of item detection that can improve the performance of customs officials in terms of supervision of goods entering and leaving the port. The difficulty of placing informants due to obtaining information from the customs authorities must place the informant in the area where the alleged perpetrator is located. Keywords: The role of customs, barriers to implementation
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ALOKASI DESA DESA DI DESA MASSILA KECAMATAN PATIMPENG KABUPATEN BONE . HASNIATI; LUKMAN ILHAM; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 4, Desember 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.559 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan. (1) Untuk mengetahui penggunaan dan pertanggung jawaban Alokasi Dana Desa di Desa Massila Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. (2) Untuk mengetahui kendala dalam penggunaan dan pertanggung jawaban Alokasi Dana Desa di Desa Massila Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan mengambil informan sebanyak 7 orang yaitu Kepala Desa Massila, Ketua BPD. Sekertaris BPD, dan empat masyarakat Desa Massila. Data yang telah di peroleh dari hasil penelitian diolah menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan tiga komponen utama yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penggunaan dan pertanggung jawaban Alokasi Dana desa, adapun penggunaan Alokasi Dana Desa di Desa Massila Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. Belum berjalan secara efektif karena pembagian ketentuan 30% digunakan untuk biaya oprasioanal pemerintah desa dan 70% digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat  yang belum sesuai dengan peraturan daerah nomor 11 tahun 2008. sedangkan dalam pertanggung jawaban Alokasi Dana Desa di Desa Massila Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone. Telah sesuai dengan peraturan daerah nomor 11 tahun 2008 bahwa semua pemasukan dan pengeluaran sebagai akibat di berikanya Alokasi Dana Desa harus di catat dan dibukukan dalam bentuk laporan pertanggung jawaban. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak transparan dan Laporan Pertanggung Jawaban di satukan dengan pelaporan APBDesa lainya. (2) Kendala  dalam penggunaan Alokasi Dana Desa di Desa Massila Kecamatan Patimpenga Kabupaten Bone, yaitu terlambatnya pencairan dana, penentuan waktu yang kurang tepat serta terbatasnya sarana dan prasarana  sehingga menyebabkan adanya pembangunan yang tidak terlaksanan. Sedangkan kendala dalam pertanggung jawaban ADD yaitu terlambatnya panitia pelaksana dalam mengumpulkan laporan.                                       Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Daerah, Alokasi Dana Desa   ABSTRACT: This study aims. (1) To know the use and accountability of Village Fund Allocation in Massila Village, Patimpeng District, Bone District. (2) To know the obstacles in the use and accountability of Village Fund Allocation in Massila Village, Patimpeng District, Bone District. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews, and documentation. By taking informants as many as 7 people namely Village Head Massila, Chairman of BPD. Secretary of BPD, and four communities of Massila Village. The data has been obtained from the results of research processed using qualitative data analysis techniques with three main components of data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed that: (1) The use and accountability of Village Fund Allocation, while the use of Village Fund Allocation in Massila Village, Patimpeng District, Bone District. It has not been effective yet because the 30% division is used for rural government operational costs and 70% is used for community empowerment activities that are not in accordance with regional regulation number 11 in 2008. while in account of Village Fund Allocation in Massila Village, Patimpeng District, Bone District. It has been in accordance with regional regulation number 11 of 2008 that all income and expenditure as a result in the grant of Village Fund Allocation must be recorded and recorded in the form of accountability report. Although the implementation is not transparent and the Report of Responsibility is united with the reporting of other APBDesa. (2) Obstacles in the use of Village Fund Allocation in Massila Village, Patimpenga Sub-district of Bone District, namely the late disbursement of funds, improper timing and the limited facilities and infrastructures resulting in the development of non-implementation. While the obstacle in the responsibility of ADD is the delay of the organizing committee in collecting the report.                     Keywords: Implementation, Local Regulation, Village Fund Allocation
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI 1 GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR NILASARI .; ANDI KASMAWATI; . MUSTARING
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 3, September 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.472 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 Pada SMA Negeri 1 Galesong Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan data primer 4 orang guru dan menggunakan tekhnik penentuan informan yaitu snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Galesong Utara belum berjalan secara efektif  sebab banyak persyaratan yang belum terpenuhi. Selain itu, sebagian guru belum memahami secara subtantif Kurikulum 2013 dan sebagian lagi belum memahami pendekatan strategi pembelajaran dengan baik, (2) Hambatan yang dialami guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Galesong Utara yaitu, (a) masih terbatasnya program pelatihan untuk guru (b) kompetensi guru belum merata tentang tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain silabus dan RPP Kurikulum 2013, (c) Tidak terlaksananya pembelajaran autentik, (3) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala tersebut yaitu, (a) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan atau workshop, (b) penyediaan sarana dan fasilitas penunjang Kurikulum 2013, (c) Ragam atau peningkatan desain RPP guru.Kata Kunci : Implementasi, Kurikulum 2013 ABSTRACT: This study aims to find out the implementation of Curriculum 2013 At SMA Negeri 1 Galesong Utara. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data have been obtained from the results of research processed by using descriptive qualitative analysis with primary data 4 teachers and using the technique of determining the informant that is snowball. The results showed that: (1) Implementation of Curriculum 2013 in SMA Negeri 1 Galesong Utara has not run effectively because many requirements that have not been fulfilled. In addition, some teachers have not understood substantially the Curriculum 2013 and some have not understood the approach of learning strategy well, (2) Obstacles experienced by teachers in the implementation of Curriculum 2013 in SMA Negeri 1 Galesong Utara is, (a) still limited training program for teachers (b) uneven teacher competence on the level of knowledge and skill in designing syllabus and RPP of Curriculum 2013, (c) Unauthorized learning, (3) Efforts by teachers to overcome the obstacle that is, (a) improvement of teacher competence through training or workshop, (b) provision of facilities and supporting facilities Curriculum 2013, (c) Variety or improvement of RPP teacher design.Keywords: Implementation, Curriculum 2013
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PENJUAL MINUMAN KERAS DI KAMPUNG BONTOLABBERE KABUPATEN PANGKEP Muhammad Khadafi; Andi Kasmawati, M.Hum; Dr. Mustaring, M.Hum
Jurnal Tomalebbi Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; The purpose of this research; 1) to find out the public perception of the existence of liquor sellers in Bontolabbere village, Pangkep regency, 2) to find out the impact of liquor in Bontolabbere village, Pangkep regency. To achieve this goal, the researchers used data collection techniques through documentation, observation and interviews. The data that has been obtained from the research results are processed using qualitative analysis to determine the public perception of the existence of liquor sellers in the village of Bontolabbere, Pangkep Regency. agree 2. Some disagree, 2). The impact of liquor (ballo kacci) in the Bontolabbere village is disturbing the community, which can cause drunkenness, recklessness, bad village names in the outside community and can damage the younger generation.Keywords: Perception, Society, Liquor SellerAbstrak; Penelitian ini bertujuan; 1) untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan penjual minuman keras di kampung Bontolabbere Kabupaten Pangkep, 2) untuk mengetahui dampak minuman keras di kampung Bontolabbere Kabupaten Pangkep. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan penjual minuman keras di kampung Bontolabbere Kabupaten Pangkep.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi masyarakat kampung Bontolabbere terhadap keberadaan penjual minuman keras ada 2 yaitu 1. Ada yang setuju 2. Ada yang tidak setuju, 2). Dampak yang ditimbulkan dari minuman keras (ballo kacci) di kampung Bontolabbere yaitu meresahkan masyarakat yakni dapat menimbulkan mabuk, ugal-ugalan, nama kampung jelek dimasyarakat luar dan mampu merusak generasi muda.Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat, Penjual Minuman Keras
Co-Authors . HASNIATI . IKBAL . MUSTARING . SAMSIDAR A. Alyana A.Muh. Anugrah AA Sudharmawan, AA Abdul Sakban Ahmad Aisyah Bahar Akbar, Andi Muh. Al Fitrianti Iwan Aldy Saputra Amar, Muh. ANDI ACO AGUS Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Anugrah Mahyuddin Andi Cudai Nur Annisa F, Nurul Arham Jaya Asmiana Saputri Ilyas Baehaqi Bahar, Elma Amalia Bahtiar, Nur Lita Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bakhtiar Bangngalino, Desi bangalino Barumbun, Mardyanto Besse Desinta Brigita, Gabriela Nade Chinta Sry Amalya Sary Cudai, Andi Dahri, Irsyasd DJAPAR . Dr. Mustaring, M.Hum Fitra Ayu Lestari Hadi Nasbey Haedar Akib Haerad, Iswatul Hajar, Nurfahmi Halimah Muhammad Hanafie, Nurharsya Khaer Haris , Hasnawi Haryani Haryani Hasnawi Haris HASNAWI HARIS Hasnawi Haris HASNAWI HARIS, HASNAWI HERI TAHIR Heri Thahir Herman H Hesti Hesti Ihwan Arifuddin IKRAMULLA SYARIFUDDIN Imam Suyitno Imam Suyitno Imam Suyitno Ira Mirwan Irma M Irsyad Dhahri Samad Ismail Ismail Jamaluddin Jumadi K, Fitriani. Kamue, Yurni Kartini Kartini Kurnia Ali Syarif Labbase, Mudhiah Fadhilah Lu'mu Lu'mu Lukman Arifin LUKMAN ILHAM Lu’mu, Lu’mu M. Alim Manan Sailan Martho, Aprilia Evelyn Krisanti Martho Melindah Melindah Milyan, Milyan MITRA PARADIBA, MITRA MOGENTE, FATMAWATI Muh. Amar Muh. Ikbal Muh. Sudirman Muhajirin, Muhajirin Muhammad Akbal Muhammad Alfarizi Muhammad Ihsan Muhammad Khadafi Muhammad Sudirman Muhammad Yamin Muliani, Ekha MUSTARI Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustari Mustaring Mustaring MUSTARING, . Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasuhan, Najamuddin NELI AMELIA GUNTUR NILASARI . Nirwana, Nirwana Novayanti Sopia Rukmana, Novayanti Sopia Novi Nur Aslamia Amin Nur Fadilah Guntur Nur Sakinah I.Rahman Nur, A. Rismawinardi Nur, Andi Armianti NURHAYATI . Nurkhalifa Nurlaelah Nurlaelah, Nurlaelah Nurul Aulia Ramadani Nurul Izzah Bahri Nurussyariah Onasis, Andi Putri, Marsanda Ramadhani, Thea Rifdan . Rifdan Rifdan RIRIN NURFAATHIRANY HERI Risma Niswaty Rismawati Riswan Riswan Rivai, Andi Muhammad Romansyah Sahabuddin Sahrul Sahrul Sahrul Sahrul Salsabila Syamsul Rizal SANGKALA IBSIK, SANGKALA Sari, Mega Indah SB, Karina. Sejahtri Datu Solly Aryza Sri Andini Suciawati, Heni SUDIRMAN, MUH. sukriRAHMAT RASDI Sumarni B SUMARNI B. Syahrisofia, Rezky Syawaloedin HP, Andi Try Haldyaqhza Toding Bua, Mety Try Gustaf Said Wahira Wahyudi Gani, Andika WIDARWANI, . Wulandari, Andi Eka Yusrianti Yusrianti Zakaria