Karya tari Poma terinspirasi dari syair tradisional Doda Idi, yaitu nyanyian pengantar tidur yang biasa dinyanyikan oleh ibu-ibu di Aceh saat menidurkan anak dalam ayunan. Karya ini dikemas dalam bentuk tari kontemporer dengan tipe dramatik dan ditarikan secara berkelompok. Tema sosial yang diangkat mencerminkan kondisi ibu masa kini yang, karena kesibukan bekerja dan pengaruh teknologi, tidak lagi memiliki cukup waktu untuk membimbing anak secara optimal. Dalam pertunjukan ini, gerak tari dipadukan dengan teknik dan dinamika modern untuk menyampaikan pesan emosional yang kuat. Karya Poma menggambarkan bagaimana sebagian ibu kehilangan kedekatan emosional dengan anak, yang berdampak pada ketidakstabilan perkembangan anak, baik secara psikologis maupun sosial. Anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dan arahan yang tepat sering kali mengalami kebingungan dalam menemukan jati diri mereka. Pementasan tari ini tidak hanya sebagai bentuk ekspresi seni, tetapi juga sebagai bentuk refleksi sosial yang mengajak para ibu untuk kembali menumbuhkan hubungan emosional yang hangat dengan anak, serta menjadi pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak.