This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat ASPIRATOR Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Lingkungan LINK Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Dampak Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Keperawatan Silampari Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Serambi Engineering Manuju : Malahayati Nursing Journal Jambura Journal of Health Sciences and Research Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat JOURNAL LA MEDIHEALTICO ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL KESANS : International Journal of Health and Science Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Open Access Health Scientific Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Gema Lingkungan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JHE (Journal of Health Education) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Relationship Perception of Benefits and Perception of Obstacles to Vaccinate COVID-19 Booster Dosage Diyah Nur Ekowati; Nurjazuli Nurjazuli; Bagoes Widjanarko
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v7i1.6638

Abstract

This study aims to analyze the relationship between perceived benefits and perceived obstacles to vaccinating booster doses of COVID-19 in Pemalang Regency. This research is quantitative research with a cross-sectional study design. From the results of the hypothesis testing, it was obtained that the p-value of perceived benefits was 0.000, and the P value of perceived obstacles was 0.000. In conclusion, there is a significant relationship between the perception of benefits and intention to vaccinate booster doses of COVID-19 and a meaningful relationship between perceptions of obstacles and choice to vaccinate booster doses of COVID-19. Keywords: Booster, Barriers, Benefits, Intentions, COVID-19 Vaccine
Green Hospital Implementation in Dr. Cipto Mangunkusumo National Central Public Hospital Nadiva Dzikriyati; Mursid Raharjo; Nurjazuli Nurjazuli; Baji Subagyo; Jamal Hisham Hashim
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i2.598-608

Abstract

Every day, hospitals carry out various health services and administrative activities constantly, so therefore hospitals are expected to reduce negative impacts on the environment by creating green hospitals. Green hospitals are hospitals that are designed, built, renovated, operated, and maintained by considering health and environmental development principles. This research used qualitative and quantitative methods. The qualitative method used is a case study method in the form of in-depth exploration from various perspectives related to the uniqueness of the green hospital system based on evidence obtained at the research location.  The quantitative method was carried out using a descriptive method in the form of simple statistics to describe the extent of green hospital achievements at Cipto Mangunkusumo General Hospital. The types of data collected are primary data from observation and in-depth interviews and secondary data from document review results. Implementation of green hospital in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, from 93 indicators 84,9% or 79 indicators are accomplished in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. The indicators with the most presentation are location and landscape, hopitals’ structure, Water efficiency, food processing, and air quality with 100% percentage. And the indicator with the least presentation are energy efficiency with 64,3% percentage. 
EVALUASI IMPLEMENTASI RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) : LITERATURE REVIEW Sujarwo, Sujarwo; Nurjazuli, Nurjazuli; Raharjo, Mursid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37532

Abstract

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) goal 6.1 secara internasional yaitu dicapainya 100% akses air minum yang aman, maka disadari bahwa pentingnya penjaminan terhadap kualitas air minum aman perlu dipenuhi. Pentingnya penjaminan terhadap kualitas air minum perlu dipenuhi serta pengawasan terhadap kualitas air minum perlu dilakukan. Penerapan RPAM diperlukan baik kota maupun desa di berbagai negara guna peningkatan akses air minum yang layak dan aman. Secara global terlaporkan sudah 93 Negara yang menerapkan RPAM, dengan kemanfaatan pada sekitar 50 juta pemanfaat di seluruh dunia pada akhir tahun 2016. literature review ini bertujuan untuk mengatahui evaluasi implementasi Renacana Pengamanan Air Minum (RPAM). kajian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi yang mengkaji berbagai literasi yang kaitannya dengan evaluasi Renacana Pengamanan Air Minum dengan google schoolar sebagai sumber pencarian artikel dengan rentang waktu tahun 2013-2023 yang diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian literature yang direview, terdapat 10 tahapan dalam penyusunan RPAM antara lain : pembentukan tim; mendiskripsikan sistem; mengidentifikasi bahaya dan kejadian bahaya; memvalidasi tindakan perbaikan dan menilai resiko; merancang perbaikan; pengendalian dan pemantauan; memverifikasi efektifitas perencanaan pengamanan air; prosedur penguatan manajemen; program pendukung penguatan RPAM; serta meninjau dan memperbaharui RPAM. Evaluasi dilakukan dengan melihat ketercapaian aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan) sehingga diketahui tingkatan resiko yang ada. Disimpulkan bahwa evaluasi implementasi RPAM dapat dilihat melalui ketercapaian aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan).
Literature review: hubungan suhu dan kelembaban ruangan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti Mujiarto, Eko; Nurjazuli, Nurjazuli; Martini, Martini
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.995

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang tersebar diseluruh dunia termasuk Indonesia. Data ABJ di Indonesia mengalami penurunan yakni dari 80,2% pada tahun 2015 menjadi 76,2% pada tahun 2016, sedangkan pada tahun 2017 mengalami peningkatan cukup signifikan sebanyak 3,1% yaitu menjadi 79,3%. Sedangkan pada tahun 2018 ABJ di Indonesia mengalami peningkatn kembali yaitu mencapai 80,09%. Penelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan penelitian sebelumnya tentang bagaimana suhu dan kelembaban ruangan berkorelasi dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.Metode: PICOC digunakan dengan populasi ruangan, tempat penampungan, rumah, dan masyarakat. Untuk melakukan ulasan literatur, tiga database—pubmed, sciendirect, dan google scholar—digunakan, dengan 16 artikel yang dievaluasi.Hasil: Dari 16 artikel, 37.5% menunjukan ada hubungan antara suhu dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, dan 62.5% ada hubungan antara kelembaban  kedengan beradaan jentik nyamuk.Kesimpulan: Keberadaan jentik Nyamuk Aedes Aegypti dikaitkan dengan suhu dan kelembaban.
Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Budi, Waella Septamari; Raharjo, Mursid; Nurjazuli, Nurjazuli
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.3.267-272

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis ialah jenis penyakit menular yang bisa merusak paru-paru, baik paru-paru bagian dalam ataupun luar. Tuberkulosis disebabkan karena adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam organ paru. Bakteri Mycobacterium tuberculosis mudah menyebar melalui udara oleh penderita Tuberkulosis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten MagetanMetode: Metode pada riset ini menggunakan metode analitik observasional, desain studi case control dengan uji chi-square. Jumlah responden sebanyak 100 orang, diantaranya responden kasus sebanyak 50 responden pada penderita Tuberkulosis BTA positif, dan ressponden kontrol sebanyak 50 responden penderita Tuberkulosis BTA negatif. Variabel dikaji dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner, variabel tersebut meliputi : kontak satu rumah dengan penderita Tuberkulosis, perilaku membuka jendela di pagi hari, penggunaan bahan bakar saat memasak, dan perilaku merokok.Hasil: Hasil penelitian analisis bivariat pada variabel kontak satu rumah dengan penderita Tuberkulosis (nilai p = 0,027. OR = 2,471, variabel kebiasaan membuka jendela (nilai p = 0,028. OR = 2,447), variabel penggunaan bahan bakar saat memasak (nilai p = 0,041. OR = 2,333), dan variabel perilaku merokok (nilai p = 0,045. OR=2,253).Simpulan: Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara kontak satu rumah dengan penderita Tuberkulosis BTA positif, kebiasaan membuka jendela di pagi hari, perilaku penggunaan bahan bakar kayu saat memasak, perilaku merokok dengan kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Tahun 2023. ABSTRACTTitle: The Relationship Of The Community Behavior In The Incident Of Tuberculosis In Panekan District  Magetan DistrictBackground: Tuberculosis is a type of infectious disease that can damage the lungs, both inner and outer lungs. Tuberculosis is caused by the presence of Mycobacterium tuberculosis bacteria in the lungs. Mycobacterium tuberculosis bacteria are easily spread through the air by tuberculosis sufferers. This research was conducted to analyze the relationship between community behavior and the incidence of Tuberculosis in Panekan District, Magetan RegencyMethod: The method used in this research is an observational analytical method, case control study design with chi-square test. The number of respondents was 100 people, including 50 case respondents who were BTA-positive tuberculosis sufferers, and 50 control respondents who were BTA-negative tuberculosis sufferers. Variables were studied by conducting interviews using a questionnaire, these variables included: household contact with Tuberculosis sufferers, behavior of opening windows in the morning, use of fuel when cooking, and smoking behavior.Results: Results of bivariate analysis research on the variable of household contact with Tuberculosis sufferers (p value = 0.027. OR = 2.471, variable of habit of opening windows (p value = 0.028. OR = 2.447), variable of fuel use when cooking (p value = 0.041 . OR = 2.333), and smoking behavior variable (p value = 0.045. OR=2.253).Conclusion: Conclusion of this research is a relationship between household contact with positive smear tuberculosis sufferers, the habit of opening windows in the morning, the behavior of using fuel when cooking, smoking behavior and the incidence of tuberculosis in Panekan District, Magetan Regency in 2023.
Kualitas Air dan Hubungannya dengan Balita Stunting di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia Nurjazuli, Nurjazuli; Budiyono, Budiyono; Arso, Septo Pawelas
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.24.1.75-83

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kurang gizi, kondisi sanitasi yang jelek serta stimulus psikososial yang tidak cukup dengan indikator lebih dari minus 2 nilai Z Score menurut standar WHO. Kota Salatiga merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang masih terdapat permasalahan stunting, khususnya pada bayi baru lahir. Pada tahun 2018 telah lahir 251 bayi yang dianyatakan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak pemakaian air dan analisis spasial sebaran balita stunting di Kota Salatiga.Matode: Penelitian ini merupakan penelitian obervasioanl dengan desain cross-sectional study. Data balita stunting ini diambil dari 150 balita stunting pada penelitian sebelumnya. Sampel penelitian sebanyak 46 balita yang masih berstatus stunting setelah mengalami masa perumbuhan selama 3-4 tahun. Variabel yang dikaji melipiuti jenis air dan pemanfaatan air, kualitas air, dan titik koordinat geografis. Pengumpulan data dilakukan melalui observsi, wawancara, pemeriksaan laboratorium, dan pengukuran titik koordinat geografis dengan menggunakan aplikasi GPS TEST pada android. Data dianalisis secara deskriptif, analitik, dan analisis spasial.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga balita stunting menggunakan jenis air PDAM (63,04%). Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan terjadi peningkatan proporsi kualitas air yang negatif bakteri coloform dari 44,7% menjadi 56,5%. Sebagian besar bayi stunting tahun 2018 telah tumbuh dan berkembang menjadi normal (69,33%), sisanya 30,67% masih berstatus sebagai balita stunting. Hasil analisis Chi-square menunjukan terjadi peningkatan secara signifikan kualitas air yang digunakan oleh keluarga balita dengan p-value 0,03. Analisis spasial menunjukkan bahwa 46 balita yang masih berstatus stunting menyebar merata di seluruh wilayah Puskesmas Kota Salatiga. Ada 4 kelurahan yang semua balita stuntingnya telah tumbuh dan berkembang menjadi normal pada tahun 2022 yaitu: Kelurahan Kalibening, Gendongan, Sirorejo Lor, dan Bugel.Simpulan: Peningkatan kualitas air yang lebih baik, yang digunakan keluarga balita stunting diikuti dengan penurunan proporsi balita stunting di Kota Salatiga. Balita yang masih berstatus stunting menyebar merata di seluruh wilayah Puskesmas di kota Salatiga. ABSTRACTTitle: Water Quality and Its Relation with Stunted Children Under Five in Salatiga City, Central Java, IndonesiaBackground: Stunting is a disorder of growth and development in children due to malnutrition, poor sanitary conditions and insufficient psychosocial stimulus with an indicator of more than minus 2 Z Score values according to WHO standards. Salatiga City is one of the cities in Central Java that still has stunting problems, especially in newborns. In 2018, 251 babies were born who were declared stunted. The purpose of this study is to analyze the impact of water use and spatial analysis of the distribution of stunting toddlers in Salatiga City.Mathods: This study is an obervasioanl study with a cross-sectional design. This stunting toddler data was taken from 150 stunting toddlers in a previous study. The study sample was 46 toddlers who were still stunted after experiencing a growth period of 3-4 years. The variables studied include water type and water utilization, water quality, and geographic coordinates. Data collection is carried out through observation, interviews, laboratory examinations, and measurement of geographic coordinate points. Data is analyzed in descriptive, analytical, and spatial analysis.Results: The results of this study show that most families who has stunting use PDAM water (63.04%). The results of laboratory tests indicated an increase in the proportion of water quality negative coloform bacteria from 44.7% to 56.5%. Most stunted babies in 2018 have grown and developed to normal (69.33%), the remaining 30.67% are still stunted toddlers. The results of the Chi-square analysis showed a significant improvement in the quality of water used by families under five with a p-value of 0.03. Spatial analysis showed that 46 toddlers who were still stunted were evenly distributed throughout the Salatiga City Health Center. There are 4 villages where all stunted toddlers have grown and developed to normal in 2022, namely: Kalibening, Gendongan, Sirorejo Lor, and Bugel Villages.Conclusion: Improvement in water quality used by stunted toddler families followed by a decrease in the proportion of stunted toddlers in Salatiga City. Toddlers who are still stunted spread evenly throughout the Puskesmas area in the city of Salatiga. 
Spatial Analysis of Risk Factors for Dengue Fever in Delta Pawan District, Ketapang Regency Rasyid, Khairul; Raharjo, Mursid; Nurjazuli, Nurjazuli
Open Access Health Scientific Journal Vol. 6 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v6i1.63

Abstract

Background: Delta Pawan District in 2023, there were 388 cases of DHF (IR 424,3/100.000 population) with a mortality rate of 2 cases (CFR 0,25%). Dengue fever is still a public helath problem in Delta Pawan District every year. Comprehensive control effort are needed to control dengue fever, one of which is by identifying risk factors for dengue fever in The Delta pawan District area. This study aimed to identify relationships between the existence of positive breeding places for mosquito larvae and the habit of cleaning water reservoirs with the incidence of dengue fever.Method: This study uses an analytical observational approach with a method Cross Sectional, using Geographic Information System (GIS) to identify and analyze the occurrence of dengue fever and risk factors. The number of samples used was 142 samples (71 case samples and 71 control samples).Results: Based on statistical analysis, it was found that there was a relationship between the existence of positive breeding places for larvae and the incidence of DHF in Delta Pawan District, P-value 0.000 OR 6.462. There was a relationship between the habit of cleaning water reservoirs and the incidence of DHF P-value 0.002 OR 3.044. There was no relationship between the habit of hanging used clothes and the incidence of DHF in Delta Pawan District. The distribution pattern of DHF cases in Delta Pawan District in 2024 based on Moran's I autocorrelation analysis is random.Conclusion: There is a relationship between the existence of positive breeding places for mosquito larvae and the habit of cleaning water reservoirs with the incidence of dengue fever.
Analisis indeks entomologi dan ovitrap yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) Mujiarto, Eko; Nurjazuli, Nurjazuli; Martini, Martini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.734

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus which is transmitted from one person to another through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Data from the Gunungkidul Regency Health Office in 2024, the working area of ​​the Health Center with the highest DHF cases was in the Paliyan area with 385 cases and the highest cases were in Karangasem Village with 223 cases, while Mengger Hamlet was the hamlet with the highest cases from January-July with 55 DHF cases. Purpose: To analyze the relationship between entomological and ovitrap indices with the incidence of dengue fever. Method: A quantitative observational study with a case-control design to analyze entomological factors and ovitrap indices on the incidence of dengue fever in the Mangger area, Karangasem Village, Paliyan District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta in January-August 2024. The sampling technique used random sampling with a total of 100 participants divided into 2 groups, namely the case group with sample criteria diagnosed with dengue fever and the control group with inclusion criteria of never having suffered from dengue fever. Results: HI 20.2% of the case group had the criteria for a medium-risk area for dengue fever transmission, while the control area HI 9.5% had a medium risk. CI 10% of the case group had the criteria for a medium-risk area for dengue fever transmission, while CI 7.8% of the control group had a medium risk. BI 57.4% of the case group had the criteria for a high-risk area for dengue fever transmission, while BI 42.6% of the control group had a medium risk. ABJ 79.8% of the case group and ABJ 90.5% of the control area, both below the national ABJ target set at <95%. The ovitrap index in the case group was higher, namely 96.0% outside the home and 96.0% inside the home, while the control group was lower, namely 18.0% inside the home and 12.0% outside the home. Conclusion: Analysis of entomological indicators, namely HI, CI, AJB in the case group area in the moderate category and BI in the high category, while in the control group area HI, CI, AJB in the low category and BI in the moderate category. There is a relationship between the installation of ovitrap and the incidence of DHF. Suggestion: Further research can be conducted on other entomological factors. In addition, it is necessary to periodically monitor and evaluate the presence of larvae, increase health promotion about DHF prevention and community participation in implementing PSN efforts for prevention as early as possible.   Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF); Entomology Index; Ovitrap Index.   Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari seorang kepada orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2024, wilayah kerja Puskesmas dengan kasus tertinggi DBD berada di daerah Paliyan sebanyak 385 kasus dan ditemukan kasus tertinggi di Kelurahan Karangasem sebanyak 223, sedangkan Padukuhan Mengger merupakan padukuhan dengan kasus tertinggi dari bulan januari-Juli sebanyak 55 kasus DBD. Tujuan: Untuk menganalisis indeks entomologi dan ovitrap yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue. Metode: Penelitian kuantitatif metode observasional menggunakan desain case-control untuk menganalisis factor entomologi dan ovitrap indeks terhadap kejadian DBD di Padukuhan Mangger Kelurahan Karangasem Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul D.I Yogyakarta pada Januari-Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sebanyak 100 partisipan yang terbagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok kasus dengan kriteria sampel terdiagnosa DBD dan kelompok kontrol dengan kriteria inklusi tidak pernah menderita DBD. Hasil:  HI 20.2% kelompok kasus memiliki kriteria daerah risiko sedang terhadap penularan DBD, sedangkan daerah kontrol HI 9.5% mempunyai risiko sedang. CI 10% kelompok kasus memiliki kriteria daerah risiko sedang terhadap penularan DBD, sedangkan CI 7.8% kelompok kontrol mempunyai risiko sedang. BI 57.4% kelompok kasus memiliki kriteria daerah risiko tinggi terhadap penularan DBD, sedangkan BI 42.6% kelompok kontrol mempunyai risiko sedang. ABJ 79.8% kelompok kasus dan ABJ 90.5% daerah control, keduanya dibawah target ABJ nasional yang ditetapkan yaitu <95%. Ovitrap indeks pada kelompok kasus lebih tinggi 96.0% di luar rumah dan 96.0% di dalam rumah, sedangkan kelompok kontrol lebih rendah 18.0% di dalam rumah dan 12.0% di luar rumah. Simpulan:  Analisis indikator entomologi yaitu HI, CI, AJB daerah kelompok kasus dalam kategori sedang dan BI kategori tinggi, sedangkan pada daerah kelompok kontrol HI, CI, AJB kategori rendah dan BI kategori sedang. Terdapat hubungan antara pemasangan ovitrap dengan kejadian DBD. Saran: Penelitian lanjutan dapat dilakukan mengenai faktor entomologi lainnya. Selain itu, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi keberadaan larva secara berkala, meningkatkan promosi kesehatan mengenai pencegahan DBD dan peran masyarakat dalam melakukan upaya PSN untuk pencegahan sedini mungkin.   Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD); Indeks Entomologi; Ovitrap Indeks.
Species Diversity of Mosquitoes and Environmental Factors as Potential Risks for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF): A Literature Review Pradnyandari, Ida Ayu Tika; Nurjazuli, Nurjazuli; Martini, Martini
Open Access Health Scientific Journal Vol. 6 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v6i1.73

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in Indonesia, with epidemiological patterns that continue to change. This research aimed to examine the diversity of dengue vector mosquito species as well as environmental factors that contribute to the increase in dengue cases.Methods: Literature review by analyzing 11 articles that met the inclusion criteria, obtained from Google Scholar and ScienceDirect (2017-2024).Results: Aedes aegypti and Aedes albopictus are the main species in the spread of dengue fever, with distribution influenced by environmental factors such as temperature, humidity and vegetation cover. In addition, climate change plays a role in increasing the risk of the spread of dengue fever.Conclusion: A deeper understanding of mosquito diversity and their habitats can support more effective vector control efforts
Overview of Sleep Quality on The Incidence of Hypertension Study: Sys-tematic Literature Review Virgianti, Liza; Nurjazuli, Nurjazuli; Widjanarko, Bagoes
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 4 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i4.33274

Abstract

This study investigates the impact of poor sleep quality on the incidence and severity of hypertension, drawing from a systematic review of scientific articles published between 2019 and 2024. The review synthesizes findings from various studies sourced from PubMed and Google Scholar using the keywords "Hypertension and Sleep Quality." The results indicate a strong relationship between poor sleep quality and increased blood pressure, particularly in individuals with pre-existing hypertension. Data from 12 core articles highlight that disrupted sleep patterns, including inadequate sleep duration and sleep disturbances, exacerbate hypertension by impairing autonomic nervous system function and increasing cortisol levels. The findings emphasize the need for improving sleep quality as part of hypertension management. This research calls for healthcare systems to integrate sleep quality interventions into hypertension treatment plans to improve outcomes. Future research should focus on exploring the physiological mechanisms linking poor sleep quality with hypertension and the effectiveness of combined interventions, including sleep hygiene education and pharmacological treatments. The study also suggests that targeted interventions considering demographic factors like age and comorbidities may offer more personalized approaches to managing hypertension.
Co-Authors A'yunina, Anggun Abd. Rasyid Syamsuri Abudin, Syafii Afriyanto Afriyanto Agustina Ayu Wulandari, Agustina Ayu Albertus Ata Maran Alfadhylla Rosalina Wibisono Alfan Aulia Alice Ximenis Naben Anak Agung Gede Sugianthara Anies Anies Apriyana Irjayanti Ari Suwondo Aris Santjaka Arum Sari, Anika Arum Siwiendrayanti Ashanur Jenni, Ashanur Astorina Yunita Dewanti, Nikie Atik Mawarni Ayun Sriatmi B Budiyono Bagoes Widjanarko Bahtiar Bahtiar Baji Subagyo Bari'ah, Asti Awiyatul Bayu Chondro Purnomo Billy Zia Napoleon Bayusunuputro Bina Ikawati Budi, Waella Septamari Budiono Budiono Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cecilia Sri Rahayu David Laksamana Caesar, David Laksamana Deby Hizky Butarbutar Deviandhoko Deviandhoko Dian Nur Afriliani Dinar Matsnanuha Khalista Diyah Nur Ekowati Dorce Mengkidi, Dorce Dwi Saptarini, Swastika Dyah Puji Lestari, Dyah Puji Edo Muhammad Edwina Leonita Pyopyash Eko Handoyo Eko Sediyono El Muzdalifa Elsa Christiana Hutajulu Elvi Sunarsih Elza Muthia Septanti Endang Sukawati, Endang Eni Mahawati Eny Hastuti, Eny Erlina Krisanti Fathur Rokhman Fatma Nur Suryaningrum Fauziyyah, Rizqiana Fernando P, Nickolas Fikri Faidul Jihad Gandha Sunaryo Putra Hanan Lanang Dangiran, Hanan Lanang Hanif Tegar Muktiana Sari Haryati Boimau, Curniasti Duhitantia Humaira Rofidah Zahra Ike Ani Windiastuti Intan Ayuning Astuti irene silitonga, irene Islamiyati, Nur Izza Hananingtyas Jamal Hisham Hashim James Khristian Imbiri Juliana, Cut Karroghi, Silmi Aziza Kartika Dian Pertiwi Khairunnisa, Shafira Mutia Kholilah Samosir Kuswati Kuswati Laliyanto Laliyanto Linda Triana Lubriyana, Triyani M. Sakundarno Adi Marisdayana, Rara Martha Irene Kartasurya Martini Martini Masfufatun Juni, Masfufatun Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulida, Devina Alya Maurend Yayank Lewinsca Maurend Yayank Lewinsca Meta Suryani, Meta MG Catur Yuantari Miftahur Rohim, Miftahur Mochammad Imron Awalludin Muh, Fauzi Muhammad Addin Rizaldi MUHAMMAD ALI Mujiarto, Eko Mursid Rahardjo Mursid Rahardjo Mursid Raharjo Murthya Azhari Nabilah Zahra Nadiva Dzikriyati Nadiva Dzikriyati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Ningrum, Cuciatun Nopi Reknasari Nopriwan Nopriwan Nur Endah Wahyuningsih Onny Setiani Paramastri, Nerpadita Poppi Nastasia Yunita Dewi Praba Ginanjar Pradnyandari, Ida Ayu Tika Pramudiyo Teguh Sucipto, Pramudiyo Teguh Purnama, Wary Purwanto, Anto Purwita Sari, Purwita Pusaka, Semerdanta Qolifah, Lina Nur Rahanyamtel, Robo Rahman, Muhammad Auliya Rasyid, Khairul Retno Wulandari Richard Victor Ombuh Riyana Husna Riyana Husna Rizka Dwiyovita Rizky Aulia Salsabila AM ro'isah - ayu Rodhwa Asma&#039; Amanina Rositian, Ade Melia Rosmiati Saleh Rozi, Choirul Rusiyati Rusiyati Samal, Rizky Febryan Samsul N Hidayat, Samsul N Sari Lestari Rahmawati Septo Pawelas Arso Sigit Tri Ambarwanto, Sigit Tri Siti Fitriatun, Siti Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi Siti Vitria Nurpauji, Siti Vitria Siti Yulaekah, Siti Slamet Budiono Slamet Wardoyo Solly Aryza Sri Handayani Sri Mulyati Sri Ratna Astuti, Sri Ratna Sriratih, Eldrajune Agnes Suci Kurniawati Sudarmanto Sudarmanto, Sudarmanto Suhartono Suhartono, Suhartono Sujarwo Sujarwo Sularno, Suryo SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistiyani Sulistiyani Sulistyani Sulistyani Supriyono Asfawi Sutrisno Anggoro Sutrisno, Sutrisno Suwito Suwito Syamsulhuda BM Teguh Budi Prijanto, Teguh Budi Tri Joko Tri Joko Tri Joko Tri Joko Tri Joko Trijoko Trijoko Tuakong, Wigberta Mogi Untari Fajar Suryani Untung Sujianto Vijja Ratano Vira Tika Yuniar Virgianti, Liza Wahyu Widyantoro Wahyudi Wahyudi Wardana, Lalu Muhammad Fikri Watmanlusy, Efraim Widjaranko, Bagoes Wikri Eko Putra Yana Afrina Yana afrina Yigibalom, Nofi Yundari, Yundari Yuni Pradilla Fitri Yusniar Hanani Yusniar Hanani D., Yusniar Yusniar Hanani Darundianti Yusniar Hanani Darundiati Yusniar Hanani Darundiati Zeta Rina Pujiastuti, Zeta Rina