Articles
EFEKTIVITAS KONSUMSI BUAH PEPAYA MUDA TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN IDA FARIDA KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2024
FARIDA, IDA;
NOVIYANI, ERNITA PRIMA;
JAYATMI, IRMA
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Masalah yang timbul dari ibu menyusui adalah tidak maksimalnya produksi ASI, sehingga kebutuhan nutrisi bayi ikut tidak maksimal sehingga perlu diperhatikan banyaknya pengeluaran ASI pada Ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui efektifitas Konsumsi Buah Pepaya Muda Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui Di Praktik Mandiri Bidan I Kabupaten Cianjur Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kasus. Dengan Populasi 20 Ibu menyusui dan jumlah sample 2 orang dengan pemberian intervensi buah papaya muda. Hasil dan Pembahasan: Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa pada kasus I yaitu pasien yang diberikan intervensi Buah Pepaya Muda diketahui hasil pemeriksaan Kelancaran ASI yang diukur melalui pompa ASI pada kunjungan ke-1 adalah 30 ml, kunjungan ke-2 sebanyak 60 ml dan pada kunjungan ke-3 sebanyak 150 ml. Sedangkan pada kasus II yaitu pasien yang tidak diberikan intervensi diketahui hasil observasi banyaknya ASI pada kunjungan ke-1 sebanyak 60 ml, kunjungan ke-2 sebanyak 60 ml dan kunjungan ke-3 sebanyak 80 ml. Kesimpulan: Pemberian buah papaya muda efektif dalam menangani masalah ASI tidak lancar,lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang tidak diberikan intervensi, dengan jumlah pengeluaran ASI yang lebih signifikan.
PENGARUH BIRTH BALL TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD SULTAN MUHAMMAD JAMALUDIN I TAHUN 2023
HAFIZAH, ISTY;
JAYATMI, IRMA;
HANIFA, FANNI
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, dengan menggunakan metode nonfarmakologi. Metode: jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan Two group Pretest-post tes. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Numeric Rating Score. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yaitu ibu bersalin di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin 1.Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah menggunakan birth ball. Dimana tingkat nyeri sesudah menggunakan birth ball memiliki rata-rata penurunan rasa nyeri persalinan pada ringkat nyeri pada nilai 4 atau berada pada tingkat rasa sakit yang menyedihkan, sedangkan sebelum menggunakan birth ball memiliki rata-rata rasa nyeri persalinan pada ringkat nyeri pada nilai 7 atau berada pada tingkat rasa sakit yang sangat intensKesimpulan: disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh pengurangan rasa nyeri persalinan kala I fase aktif tanpa menggunakan birth ball pada ibu bersalin kala I fase aktif dengan nilai p value 0,028 < 0,05, serta terdapat pengaruh pengurangan rasa nyeri persalinan kala 1 fase aktif menggunakan birth ball pada ibu bersalin kala I fase aktif dengan nilai p value 0,00 < 0,05.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN IUD PADA AKSEPTOR KB DI TPMB. S KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2024
novilasari, Novilasari;
astuti, Ninik Budi Astuti;
novitasari, Novitasari;
puspitasari, Nur Hidayah Puspita Sari;
hasanah, Siti Hasanah;
Faujiah, Siva Faujiah;
jayatmi, Irma Jayatmi
Jurnal Ilmiah Bidan Vol. 8 No. 2 (2024): JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Edisi Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pelita Ilmu Depok
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69935/jidan.v8i2.72
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk merencanakan kehamilan dalam rangka menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera. IUD ( Intra Uterine Device ) adalah alat kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang disisipkan di dalam rahim dan terbuat dari bahan semacam plastik / tembaga dan bentuknya bermacam- macam. KB dapat mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menyokong aspek kesehatan bagi ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dengan Penggunaan IUD Pada Akseptor KB Di TPMB. S Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu metode Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu peserta KB aktif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 akseptor KB. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pengguna IUD pada akseptor KB diperoleh nilai p-value 0,044 (OR= 7,111), dan dukungan suami dengan pengguna IUD pada akseptor KB diperoleh nilai p-value 0,001 (OR=19,200). Saran dari peneliti adalah dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi tentang Pengetahuan dalam penggunaan alat kontrasepsi. diharapkan dapat menambah wawasan dalam menggunakan alat kontrasepsi.
Effectiveness of a Decoction of Binahong Leaves and Red Betel Leaves in Healing Perineal Wounds
Akmaliyah, Nurzah;
Jayatmi, Irma;
Yolandia, Rita Ayu
Jurnal Kebidanan Vol 13, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jk.13.2.2024.87-94
The incidence of perineal rupture in Garut Regency in 2020 was 61% of the number of mothers who gave birth, while in Sukasenang Community Health Center in 2022 there were 314 postpartum mothers (33.04%) who experienced perineal wounds and there were 5 cases of perineal infection. Non-pharmacological therapy that can be given to speed up the healing of perineal wounds to prevent infection is using red betel leaf extract and binahong extract. The aim of this research was to determine the effectiveness of boiled binahong leaves and red betel leaves in healing perineal wounds. The type of research in this research is qualitative with a case study approach. The sample used was 2 people using purposive sampling technique. The research results obtained by Mrs. S and Mrs. L Before giving the binahong leaf decoction to the perineal wound there was a grade 2 tear with a reeda score of 6 and after giving the binahong decoction to the perineal wound there was a birth canal wound on the 2nd visit with a score of 4 and on the 3rd visit there was no pain. In conclusion, there is no difference in effectiveness between boiled binahong leaves and boiled red betel leaves in healing perineal wounds in postpartum women. It is hoped that health workers, especially midwives, will continue to improve education and care for perineal wounds by using boiled water from binahong leaves and boiled water from red betel leaves so that postpartum mothers can do it independently.
Efektivitas Pijat Endorphin Dan Countour Presure Terhadap Nyeri Persalinan Di Klinik Annisa
Yuni, Junia Setiyowati;
Septa Rini, Ageng;
jayatmi, Irma
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15 No 1 (2025): Vol. 15, No. 1 Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61902/involusi.v15i1.1419
Introduction: Labor pain is a physiological process, which occurs due to contractions due to internal hormonal processes childbirth such as increased oxytocin levels, increased prostaglandin levels and decreased progesterone levels. Efforts that can be applied to reduce labor pain in the first stage are non-pharmacological methods, one of which is endorphin massage and counter pressure. Objective: To determine the effectiveness of endorphin massage and counter pressure on the intensity of labor pain in the active phase of the first stage. Method: Using a before and after quasi-experimental design with 30 respondents divided randomly into two groups, namely group A received endorphin massage therapy, group B received countour pressure massage therapy. Results: Between the two groups, the normality value tested with the Shapiro Wilk showed a p- value>0.05 and the parametric statistical test paired T Test showed a p-value <0.05. Conclusion: giving endorphin massage and countour pressure has been proven to be able to reduce the intensity of labor pain during the first active phase. Keywords: Endorphin, Countour Pressure, Labor Pain
Efektivitas Pemberian Rebusan Jahe Dan Rebusan Sereh Terhadap Pengurangan Hiperemesis Gravidarum (HEG) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Rawat Inap Sindangbarang
Apriliani, Feni Iltari;
Susanti, Desi;
Rimbawati, Dachlyyani;
Astuti, E. Widya;
Asih, Fitri Nur;
Sari, Agustina;
Jayatmi, Irma
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jmm.v9i1.19893
Hiperemesis gravidarum adalah ibu hamil yang memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badan sangat turun, turgor kulit kurang, diurese kurang dan timbul aseton dalam air kencing. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Rebusan Jahe Dan Rebusan Sereh Terhadap Pengurangan Hiperemesis Gravidarum (HEG). Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-test post- test. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil Trimester 1 berjumlah 48 orang. Sampel penelitian yang digunakan dibagi menjadi 2 kategori yaitu 15 responden yang diberikan rebusan jahe dan 15 diberikan rebusan sereh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik uji paired sample t-test. Hasil penelitian Ada Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Dan Rebusan Sereh Terhadap Pengurangan Hiperemesis Gravidarum (HEG) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Rawat Inap Sindangbarang Tahun 2024 nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 atau < 0,005. Dan Tidak ada perbedaan efektivitas sebelum dan sesudah diberikan rebusan jahe dengan nilai Sig (2-tailed) pretest dan posttest sebesar 0,000 dan rebusan sereh dengan nilai Sig (2-tailed) pretest dan posttest sebesar 0,000. Diharapkan agar dapat mengaplikasikan konsumsi air rebusan jahe dan sereh guna mengantisipasi terjadinya Hiperemesis Gravidarum (HEG) yang bisa membahayakan kondisi Kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, PERAN PETUGAS KESEHATAN, PERAN KADER TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI KLINIK PRATAMA DEWI MEDIKA TAHUN 2023
Hanani, Salma;
Jayatmi, Irma;
Hardiana, Hedy
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v3i6.3005
Menurut data WHO pada tahun 2021, hampir 25 juta anak di seluruh dunia tidak memiliki catatan vaksinasi lengkap. Data ini menunjukkan jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tahun 2021 lebih banyak 5.9 juta dari tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu, peran petugas kesehatan, peran kader terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Klinik Pratama Dewi Medika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar diperoleh P-value 0,020, tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap kelengkapan imunisasi dasar diperoleh P-value 1,000 dan tidak ada hubungan yang signifikan antara peran kader terhadap kelengkapan imunisasi dasar diperoleh P-value 0,503. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan seorang ibu, peran petugas kesehatan dan peran kader mempunyai keterkaitan yang penting dalam meciptakan kesadaran ibu dan keluarga untuk melakukan imunisasi dasar pada bayi. Saran bagi ibu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kelengkapan imunisasi dasar pada bayi
Pengaruh Pijat Oksitosin dan Pemberian Sayur Jantung Pisang terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas
Mustikasari, Mulya;
Nency, Aprilya;
Jayatmi, Irma
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.97
WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Namun, berbagai kendala sering dialami ibu dalam memproduksi ASI. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Garut pada tahun 2022 sebesar 65,8% dan pada tahun 2023 sebesar 66,2%. Tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah, seperti stunting, keterlambatan perkembangan, serta obesitas akibat konsumsi susu formula. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan menstimulasi produksi hormone prolactin dan oksitosin melalui pemberian pijat oksitosin dan konsumsi sayur jantung pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dan pemberian sayur jantung pisang terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan secara langsung kepada 2 orang ibu menyusui yang ASI nya sedikit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas dengan peningkatan dari 120 cc menjadi 350 cc dalam 7 hari artinya meningkat sebesar 230 cc. Sayur jantung pisang juga berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu nifas dengan peningkatan dari 130 cc menjadi 400 cc dalam 7 hari artinya meningkat sebesar 270 cc. sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI antara ibu nifas yang diberikan pijat oksitosin dan sayur jantung pisang dimana peningkatan lebih banyak pada ibu nifas yang diberikan sayur jantung pisang dengan selisih 40 cc. Disarankan agar ibu hamil yang mengalami kekurangan ASI melakukan pijat oksitosin dan mengonsumsi sayur jantung pisang secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat untuk meningkatkan ASI.
PENGARUH KONSUMSI BUAH PISANG AMBON DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMAHAI
Tehupelasury, Rozan Elshafira;
Jayatmi, Irma;
Ginting, Agus Santi Br.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45815
Hipertensi sering juga disebut “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah mengidap penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan lain-lain pada sistem kardiovaskuler. Pada menopause terjadi defisiensi estrogen yang mungkin menjadi kontributor untuk tekanan darah tinggi pada wanita menopause sebesar 65% sedangkan 35% dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan faktor lainnya, oleh karena itu modifikasi gaya hidup seperti asupan makanan, dan aktivitas sehari-hari dapat berperan penting dalam tekanan darah dan pengurangan risiko kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah Pisang Ambon Dan Air Kelapa Muda Terhadap Penurunan Tekanan Darah Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Amahai Tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan metode eksperiment two group pre-test post-test design. Hasil penelitian yang diperoleh dimana pada responden I mengalami penurunan tekanan darah dari 158/91 mmHg menjadi 143/94 mmHg dan responden II mengalami penurunan tekanan darah dari 159/87 mmHg menjadi 144/96 mmHg. Sehingga disimpulkan penggunaan buah pisang ambon dan air kelapa muda sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah wanita menopause. Saran hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternative, acuan dan bahan pustaka mengenai penurunan tekanan darah wanita menopause secara nonfarmakologi menggunakan pisang ambon dan air kelapa muda.
Pengaruh Pemberian Pijat Oksitosin Dan Teknik Marmet Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu: The Effect Of Oxytocin Massage And Marmet Technique On Smooth Breast Milk Production In Postpartum Mothers In The Working Area Of Belinyu Community Health Center
Rohmawati, Rohmawati;
Jayatmi, Irma;
Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/mp9qr292
Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2023 menunjukkan sebanyak 50,85% atau hanya setengah dari 2,5 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Indonesia. Ketidakmampuan dalam mencukupi produksi ASI dapat dicegah dengan berbagai cara antara lain, Tindakan yang dapat merangsang pengeluaran dan produksi ASI seperti melakukan pijat oksitosin dan Teknik marmet. Tujuan dari penelitian ini pemberian pijat oksitosin dan Teknik marmet untuk meningkatkan produksi ASI dengan Teknik Komplementer. Desain penelitian dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Tempat penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu. waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024 . Hasil penelitian menunjukan kedua intervensi pijat oksitosin dan Teknik marmet dapat menambah produksi ASI Berdasarkan hasil pengamatan yang lebih efektif memperlancar Produksi ASI adalah Pijat Oksitosin terlihat dari jumlah interval volume ASI pijat oksitosin dapat meningkatkan volume Produksi ASI secara Signifikan di hari ke 5 dan ke 7. teknik marmet dan pijat oksitosin dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena hemat biaya banyak dan sangat terjangkau dan juga mudah sehingga tidak ada lagi ibu yang kesulitan dalam meningkatkan produksi ASI secara efektif.