Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Strategi Tata Letak Retail Toko Arfan Jaya Dua Menggunakan Metode ARC dan TCR Hadi, Muhammad; Alland Kelana, Bagus; Wiramukthi, Supangkat; Agustria Wijaksono, Azhar; Aziz Husyairi, Khoirul; Nur Ainun, Tina
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i1.1343

Abstract

Tata letak atau layout merupakan sebuah keputusan penting yang menunjukkan efisiensi operasi jangka panjang suatu perusahaan. Toko Arfan Jaya 2 memiliki permasalahan yang berhubungan dengan layout perusahaan yang kurang optimal bagi pengunjung. Rancangan tata letak yang tidak tepat dapat membuat konsumen merasa tidak nyaman dan berpengaruh terhadap kepuasan dalam berbelanja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis serta mengevaluasi tata letak pada Toko Arfan Jaya 2 untuk meningkatkan kenyamanan serta memudahkan alur mobilitas barang dan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) untuk menganalisis keterkaitan antar fasilitas perusahaan dan Total Closeness Rating (TCR) untuk mengukur tingkat kedekatan antar individu dalam suatu jaringan sosial. Melalui observasi dan wawancara yang dilaksanakan di Toko Arfan Jaya 2, menghasilkan perubahan pada tata letak fasilitas beras dan telur terhadap rak sembako. Nilai tertinggi yang didapatkan berdasarkan hasil perhitungan Total Closeness Rating (TCR) didapat pada fasilitas rak display dengan nilai TCR sebesar 111 serta fasilitas gudang dengan nilai sebesar 108. Nilai tertinggi yang didapatkan dalam perhitungan TCR menunjukkan derajat kedekatan suatu fasilitas yang paling tinggi dalam perancangan layout
IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi Perkantoran Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Administrasi Perkantoran
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54240

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALI KOTA (PERWALI) KOTA TEBING TINGGI NO 43 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI KOTA TEBING TINGGI (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KOTA TEBING TINGGI) Pramana, Dodi; Hadi, Muhammad; Saragih, Desvita
Jurnal Administrasi Perkantoran Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Administrasi Perkantoran
Publisher : Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/judika.v12i2.54248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak penetapan kebijakan pelayanan prima, seperti yangtercantum dalam "Peraturan Walikota (Perwali) Kota Tebing Tinggi No.43 Tahun 2019 tentangPenerapan Standar Pelayanan Minimal ," untuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di DinasSosial Kota Tebing Tinggi, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kepuasanmasyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan diDinas Sosial, di Mall Pelayanan Publik Kota Tebing Tinggi. Populasinya melibatkan seluruh aparaturDinas Sosial Kota Tebing Tinggi, dengan tiga orang sebagai sampel menggunakan teknik samplinginsidental. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara langsung, dandokumentasi tertulis. Analisis data meliputi pengumpulan hingga kesimpulan hingga verifikasiinterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih mengalami beberapa kendala. Meskipun prosedur dan keluaranlayanan sudah memadai, transparansi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat menjadikendala. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan juga menciptakantantangan. Meskipun upaya sosialisasi dan panduan pelayanan telah dilakukan, penerapan SPM belumoptimal. Meskipun terdapat upaya untuk mengatasi hambatan, penerapan standar pelayanan minimal diDinas Sosial Kota Tebing Tinggi masih belum optimal. Beberapa aspek, seperti transparansi informasi,tingkat kepuasan masyarakat, dan ketepatan waktu pelayanan, masih perlu mendapat perhatianlebih. Oleh karena itu, disarankan agar Dinas Sosial melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitaspelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam PERWALI No. 43 Tahun 2019.
Poor Sleep Quality Related to Impaired Cognitive Function Following Stroke: A Comparative Cross-Sectional Study Sofiani, Yani; Rahim Kamil, Abdu; Puspitasari, Nia Ayu; Hadi, Muhammad; Agung, Rizki Nugraha; Kurwiyah, Neneng
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.781 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.672

Abstract

Sleep deprivation is a common concern among stroke patients. There was a connection between sleep deprivation and poor cognitive function. Few studies, however, have compared sleep and cognitive variations in older adults with and without stroke, as well as explored the relationship between sleep quality and cognitive function. The objective of this study was to explore the quality and feature of sleep between patients with and without a stroke. To assess the association between sleep quality and cognitive dysfunction in older adults. A cross-sectional analysis was carried out. 156 participants completed this research. The study was carried out in 90 stroke patients and 66 of non-stroke patients. The patient was given a sleep quality questionnaire and took a cognitive test. In addition, a multivariate linear regression statistical analysis was used to determine the relationship between two variables. The global mean PSQI in patients with stroke was 7.12±3.96 versus 4.98±2.86, respectively, higher than the non-stroke group. Around 56.7 percent of stroke patients complained of poor sleep quality. Stroke patients scored lower than those who did not get a stroke on the memory and executive function test. Sleep quality affects memory by 28.6 percent. Poor sleep quality was strongly associated with memory dysfunction in stroke patients. To prevent patients with stroke from experiencing cognitive loss, health care providers should develop effective interventions to improve sleep quality.  Kurang tidur adalah masalah umum di antara pasien stroke. Ada hubungan antara kurang tidur dan fungsi kognitif yang buruk. Beberapa penelitian, bagaimanapun, telah membandingkan variasi tidur dan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua dengan dan tanpa stroke, serta mengeksplorasi hubungan antara kualitas tidur dan fungsi kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kualitas dan fitur tidur antara pasien dengan dan tanpa stroke. Untuk menilai hubungan antara kualitas tidur dan disfungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua. Sebuah analisis cross-sectional dilakukan. 156 peserta menyelesaikan penelitian ini. Penelitian dilakukan pada 90 pasien stroke dan 66 pasien non stroke. Pasien diberi kuesioner kualitas tidur dan menjalani tes kognitif. Selain itu, analisis statistik regresi linier multivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Rata-rata PSQI global pada pasien stroke masing-masing adalah 7,12±3,96 versus 4,98±2,86, lebih tinggi daripada kelompok non-stroke. Sekitar 56,7 persen pasien stroke mengeluhkan kualitas tidur yang buruk. Pasien stroke mendapat skor lebih rendah daripada mereka yang tidak terkena stroke pada tes memori dan fungsi eksekutif. Kualitas tidur mempengaruhi memori sebesar 28,6 persen. Kualitas tidur yang buruk sangat terkait dengan disfungsi memori pada pasien stroke. Untuk mencegah pasien stroke mengalami kehilangan kognitif, penyedia layanan kesehatan harus mengembangkan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
Optimization of the upgrading process of bio-oil from palm fronds: The effect of temperature, catalyst mass ratio, and reaction time Sihombing, Junifa Layla; Pulungan, Ahmad Nasir; Simanjuntak, Janter Pangaduan; Hasibuan, Muhammad Irvan; Efiyanti, Lisna; Rahayu, Rahayu; Audi, Ajeng Asri; Hadi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 16 No. 1 (2024): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v16i1.52556

Abstract

The lignocellulosic component contained in palm frond waste has potential as an alternative fuel by converting it into bio-oil through a pyrolysis process. However, bio-oil has poor quality when compared to conventional fuels. Therefore, the Hydrodeoxygenation (HDO) process has been widely developed as a promising way to improve the poor physicochemical properties of bio-oil. In this study, a bimetallic CuO-ZnO catalyst loaded on mordenite zeolite was used as a catalyst for HDO bio-oil from palm fronds. Optimization efforts were made on several parameters that affect the reaction including temperature, catalyst mass, and reaction time. This study aims to improve the quality of bio-oil and determine the effect of variations in reaction parameters on the physicochemical properties of upgraded bio-oil. The optimum condition found was the HDO process with a catalyst mass of 3.5 wt% at 325 °C for 120 min. The physicochemical properties of bio-oil after the upgrading process were successfully improved from those of raw bio-oil. The result is a decrease in water content and total acid number, an increase in C and H content accompanied by a reduction in oxygen content with a degree of deoxygenation reaching 72.9%, and an increase in higher heating value (HHV).
PERANCANGAN APLIKASI ABSENSI PEGAWAI MENGGUNAKAN QR CODE PADA BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA JAKARTA BERBASIS MOBILE ANDROID Hadi, Muhammad; Purwanto, Hari
JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol 11 No 2 (2024): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v11i2.1238

Abstract

Attendance or attendance card is a document that records the attendance hours of each employee in the company. This employee attendance record can be in the form of a regular attendance list, it can also be in the form of an attendance card filled in with a timekeeping machine. Time recording work can basically be separated into two parts, namely attendance time keeping and shop time keeping. QR codes or commonly known as QR codes are a form of bar code evolution from one dimension to two dimensions. Halim Perdana Kusuma Airport is an airport in Jakarta, Indonesia. The airport is also used as an air command headquarters to become a commercial airport starting January 10, 2014 to divert flights from Soekarno-Hatta International Airport which is considered to be overcrowded. The attendance system at Halim Perdana Kusuma Airport is still manual, namely by signature attendance, so it is possible that there is a difference in attendance calculations. Or cheating on employee attendance. In this case, cheating is in the form of the employee's absence but the attendance is made present. Based on these problems, the authors took the initiative to help the airport by creating an abscessnsi application using qr code and andoid programming language and sqlite as the database.
Analisis Faktor yang Berperan pada Kejadian Turnover Perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Meliani, Eti Meliani; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Kurniati, Tri; Suminarti, Tini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14243

Abstract

ABSTRACT Turnover is a common enough occurrence in hospitals to be considered normal. defines turnover as the process in which an employee is lost to an organization and then recruited, hired, trained, and finally replaced. This is an identified analysis of factors that play a role in the incidence of nurse turnover at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. This uses a cross sectional design because the measurements of the independent and dependent variables are assessed simultaneously at one time. There is a significant relationship between age (p value 0.046 < 0.05) and the OR value (1.787). This means that the age variable has the opportunity to cause nurses to experience turnover of 1.7 times. There is a relationship between job satisfaction and the results show (p value 0.032 <0.05) so it can be concluded that job satisfaction is related to nurse turnover with an OR value (0.503). The factors that influence turnover at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital are age and job satisfaction, and the variables with the greatest influence are age (0.636) and job satisfaction (-0.740) the rest is influenced by other factors which were not examined in the research This Keywords: Events, Turnover, Nurses ABSTRAK Turnover adalah kejadian yang cukup umum di rumah sakit untuk dianggap normal. mendefinisikan turnover sebagai proses di mana seorang karyawan hilang ke organisasi dan kemudian direkrut, dipekerjakan, dilatih, dan akhirnya diganti. Tujuan Penelitian ini adalah Teridentifikasi Analisis faktor yang berperan pada kejadian turnover perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional karena pengukuran variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada satu saat. Ada  hubungan yang bermakna antara usia (p value 0.046 < 0.05) dengan nilai OR (1.787) Artinya variabel usia berpeluang untuk menyebabkan perawat mengalami turnover sebesar 1.7 kali. Ada hubungan  kepuasan kerja menunjukkan hasil (p value 0.032 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan kepuasan kerja berhubungan dengan turnover perawat dengan nilai OR (0.503). Faktor yang mempengaruhi turnover di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih adalah usia dan kepuasan kerja, serta variabel yang paling besar pengaruhnya adalah usia sebesar (0.636) dan kepuasan kerja (-0.740) sisanya di pengaruhi oleh factor lainnya yang tidak di teliti pada penelitian ini. Kata Kunci: Kejadian, Turnover, Perawat
Efektifitas Pelatihan Asuhan Keperawatan terhadap Kinerja Pendokumentasian Keperawatan Romawati, Pita; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Fadillah, Harif; Satinah, Satinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14352

Abstract

ABSTRACT The nursing process is a systematic and organized method of providing nursing care, which is focused on the individual's unique reactions and responses, both actual and potential. The nursing process consists of five stages, namely: assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Nurse performance can be assessed from the results achieved by nurses in providing nursing care, either through direct observation or through documentation of nursing care. This research aims to determine the effectiveness of documentation training based on 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. The method used in this research is Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) which is used to determine the effectiveness of documentation training based on ZSX 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. From the results of the analysis, a comparison was obtained between the intervention group and the control group after 3S training with a mean difference = 96.17 with p-value = 0.000. The results of the General Linear Model Repeated Measure showed that the green house geisser value had a significance value of 0.000, and the test of between-subjects effects showed that there was a difference in documentation performance with a p-value = 0.000 between the two groups. Based on the estimated parameter test, there are differences in the performance of nursing care documentation from time to time with a p-value = 0.000. The conclusion from this research is that there is a difference in the effectiveness of nursing care documentation training based on 3S (SDKI, SLKI and SIKI) on the performance of nursing care documentation in  RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Keywords: Training, Documentation, Nursing Care, Performance  ABSTRAK Proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis dan terorganisasi dalam pemberian asuhan keperawatan, yang difokuskan pada reaksi dan respons unik individu baik actual maupun potensial. Proses keperawatan terdiri atas lima tahap, yaitu: pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kinerja perawat dapat dinilai dari hasil yang dicapai perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, baik melalui pengamatan langsung atau melalui dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) yang dimana untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Dari hasil analisis didapatkan perbandingan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pelatihan 3S dengan nilai mean difference= 96,17 dengan p-value=0,000. Hasil General Linier Model Repeated Measure didapatkan nilai green house geisser didapatkan nilai signifikansi 0,000, dan uji test of between–subjects effects didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kinerjaa pendokumentasian dengan nilai p-value=0,000 antara kedua kelompok. Berdasarkan uji parameter estimates, terdapat perbedaan kinerja pendokumentasian asuhan keperawatan dari waktu ke waktu dengan nilai p-value =0,000. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan efektivitas Pelatihan pendokuemntasian Asuhan Keperawatan Berdasarkan 3S (SDKI, SLKI Dan SIKI) terhadap Kinerja pendokuementasian Asuhan keperawatan di RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Kata Kunci: Pelatihan 3S, Pendokuementasian, Asuhan Keperawatan, Kinerja
Faktor yang Berhubungan dengan Efektivitas Pelayanan Ambulans Motor Endri, Gunawan; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14353

Abstract

ABSTRACT                                        Background A motorbike ambulance is a vehicle used to fulfil the response time of emergency victims. After the patient is stabilised, the patient will be taken by ambulance transport or emergency ambulance to the nearest health care facility. The purpose of this study was to analyse the factors associated with the effectiveness of motor ambulance services. used cross sectional measurement of independent and dependent variables assessed simultaneously at the same time. There is a significant relationship between officer readiness with a p-value of 0.000 <0.05, training factors with a P Value = 0.025 or <0.05, dispatch communication factors with a P Value = 0.000 or <0.05, unit readiness factor and medical equipment with a P Value = 0.000 or < 0.05, geographical factors with a P Value = 0.000 or < 0.05, and experience with a p-value of 0.000 < 0.05 with the effectiveness of motor ambulance services with a p-value of 0.000 (p-value ≤ 0.05). The factors that most influence the effectiveness of motor ambulance services are officer readiness (7.129), dispatch communication (21.079), and unit and medical equipment readiness (7.433). Keywords: Effectiveness, Service, Motorbike Ambulance ABSTRAK Ambulans motor merupakan kendaraan yang digunakan untuk memenuhi waktu respon penanganan korban gawat darurat. Setelah pasien stabil, maka pasien akan dibawa menggunakan ambulans transport atau ambulans gawat darurat menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan efektivitas pelayanan ambulans motor. Desain penelitian menggunakan cross sectional pengukuran variabel independen dan dependen dinilai secara simultan pada waktu yang sama.Terdapat hubungan yang bermakna antara kesiapan petugas dengan nilai p-value 0,000< 0,05, faktor pelatihan dengan dilai P Value = 0,025 atau < 0,05, faktor komunikasi dispatch dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor kesiapan unit dan alkes dengan dilai P Value = 0,000 atau < 0,05, faktor geografis dengan nilai P Value = 0,000 atau < 0,05, dan pengalaman dengan nilai p-value 0,000< 0,05 dengan efektivitas pelayanan ambulans motor dengan p-value 0,000 (p-value ≤ 0,05). Faktor yang paling mempengaruhi efektivitas pelayanan ambulans motor kesiapan petugas (7,129), komunikasi dispatch (21,079), dan kesiapan unit dan alkes (7,433). Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Ambulans Motor
Faktor-Faktor yang Berperan pada Penerapan Safewards Terhadap Tindakan Seklusi dan Restrain di Ruang Rawat INAP RS Jiwa DR. Soeharto Heerdjan Jakarta Mahmudah, Laili; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Fadillah, Harif; Satinah, Satinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14695

Abstract

ABSTRAK Perubahan kebijakan yang mangarah pada penerapan WHO quality right dimana pasien dengan gangguan jiwa juga memiliki hak-hak diperlakukan dengan baik, sehingga diperlukan juga perubahan sistem pelayanan keperawatan. Safewards merupakan pendekatan multifaset untuk mengurangi konflik dan penggunaan praktik seklusi atau restrain dengan mengalihkan fokus staf kembali ke perawatan langsung dan membangun hubungan terapeutik dengan pasien.  Faktor-faktor yang berperan menjadi pendukung dan dapat menjadi hambatan jika tidak dilakukan pada penerapan safewards dalam upaya menurunkan praktik seklusi dan restrain tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan pada penerapan Safewards terhadap tindakan seklusi dan restrain di RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta.Desain penelitian survei postinterventional cross-sectional dengan jumlah sampel 132 responden. Analisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis ditemukan dari 13 variabel yang diuji terdapat 3 variabel berhubungan bermakna dengan tindakan seklusi adalah variabel kebijakan (p=0,045, OR 2,952), struktur (p=0.031, OR 3.452) dan pengetahuan (p = 0,001, OR 3,526) Variabel yang paling besar pengaruhnya adalah pengetahuan tentang penerapan safewards terhadap kejadian tindakan seklusi. Sedangkan dari 13 variabel yang diuji terdapat 3 variabel variabel berhubungan bermakna dengan tindakan restrain adalah variabel adaptabilitas (p=0,000, OR 88,619),  pengetahuan (p = 0,006, OR 4,026), dan kemampuan (p=0.040 OR 2,731). Variabel terbesar pengaruhnya adalah adaptabilitas penerapan safewards terhadap kejadian tindakan restrain.Kesimpulannya dari penelitian ini didapatkan variabel kebijakan, struktur dan pengetahuan berperan pada penerapan safewards terhadap tindakan seklusi dan variabel adaptabilitas, pengetahuan dan kemampuan berperan pada penerapan safewards terhadap tindakan restrain di ruang rawat inap RS Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Kata Kunci: Safewards, Faktor-Faktor yang Berperan, Seklusi, Restrain  ABSTRACT Policy changes that lead to the implementation of WHO quality rights where patients with mental disorders also have the rights to be treated well, so changes in the nursing service system are also needed. Safewards is a multifaceted approach to reducing conflict and the use of seclusion or restraint measures by shifting staff focus back to direct care and building therapeutic relationships with patients.  There are factors that contribute in supporting and can be an obstacle if not done in implementing safewards in an effort to reduce the practice of seclusion and restraint. This study aimed to determine the contributing factors in the application of Safewards to seclusion and restraint measures at dr. Soeharto Heerdjan Mental Hospital Jakarta. Cross-sectional postinterventional survey research design with a sample of 132 respondents. The analysis used multiple logistic regression. The results of the analysis found that from 13 variables analyzed there were 3 variables significantly corelated to seclusion measure were policy (p = 0.045, OR 2.952), structure (p = 0.031, OR 3.452) and knowledge (p = 0.001, OR 3.526) The variable that had the greatest influence was knowledge about the safewards implementation to the seclusion measures. While of the 13 variables analyzed, there were 3 variables that were significantly corelated to the restraint measures were adaptability (p = 0.000, OR 88.619), knowledge (p = 0.006, OR 4.026), and ability (p = 0.040 OR 2.731). The greatest influencing variable of the model was the adaptability of the safewards implementation to the restraint measures. The conclusion of this study was that policy variables, structure and knowledge played a role in the application of safewards to exclusion measures and adaptability variables, knowledge and ability played a role in the application of safewards to restrain actions in the inpatient room of Dr. Soeharto Heerdjan Mental Hospital Jakarta. Keywords: Safewards, Contributing Factors, Seclusion, Restraint
Co-Authors Agung, Rizki Nugraha Agustiany Dumeva Putri, Agustiany Dumeva Agustria Wijaksono, Azhar Ahmad Nasir Pulungan AHMADI Alland Kelana, Bagus Alvis, Zacky Alwahidin Angelina, Marchel Arofiati, Fitri Audi, Ajeng Asri Dayastri, Zibril Khaidir Dian Rosdiana, Dian Dina Rahmawati Dodi Pramana Efendy, Fenty Endri, Gunawan Eni Widiastuti, Eni Fadilah, Harif Fadillah, Harif Fajarini, Melati Fitri Haryanti Hari Purwanto Haryanto, Rohadi Hasanah, Idyatul Hasibuan, Muhammad Irvan Heny Purwati, Nyimas Husyairi, Khoirul Aziz Iyonu, Mentari Ariesta Junifa Layla Sihombing, Junifa Layla Kartika, Rini Fatma Khoiriyah Khoiriyah Khusaeni, Agus Kurniati, Tri La Hadisi, La Li Yoong , Tang Lisna Efiyanti Luthfyah Mawaddah, Siti Mahmudah, Laili Marwan, Aji Meliani, Eti Meliani Nabila, Najha Naryati, Naryati Natashia, Dhea Nellyta Neneng Kurwiyah Notoatmojo, Notoatmojo Novia Sari, Asih Nur Ainun, Tina Nursalam Nursalam Nursanti, Irna Okiyana, Soviyani Oktafiona, Fani P Mustafa, P Pardede, Muliadi Prabawati, Dewi Pratami, Arifa Prihandoko . Prihandoko Prihandoko Prima Astuti Handayani Purwati, Nyimas Heny Puspitasari, Nia Ayu Radiamoda, Anwar M. Rahayu Rahayu Rahim Kamil, Abdu Ramdan, Edi Yulia Riza Agustiani, Riza Rohilah, Neneng Ilah Romawati, Pita Rum, Jalaluddin Safira, Juni Safira Samad, Fahrianti Saputri, Anggun Meylani Saragih, Desvita Satinah, Satinah Simanjuntak, Janter Pangaduan Slametiningsih, Slametiningsih Sodiman Sodiman, Sodiman Solehah, Asna Markhotun Sopani, Ahmad Sri Mulyani Subekti, Siti Rohmah Suhendar Suhendar, Suhendar Suherman, Suherman Sulaeman, Suhendar Sumartini, Tini Suminarti, Tini Sunandar, Mas Asep Syamsul Anwar, Syamsul Threesnaldy, Muhammad Rezky Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tonasa , Muh Tuti Nuraini Wahyu Hidayati Wahyudin Maguni, Wahyudin Widiastuti , Eni Wiramukthi, Supangkat Yani Sofiani Yanny Trisyani Yuliyanti, Sasteri Yunus, Syarifudin Zahra, Atika