Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Law and Justice

The Standard Digital Agreement For Shopee Pay Later Users In Terms Of Consumer Protection Laws Perspective Attamimi, Zeehan Fuad; Marsitiningsih; Nurul Aulia
Law and Justice Vol. 9 No. 1 (2024): Law and Justice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/laj.v9i1.5137

Abstract

The technological landscape in Indonesia has rapidly evolved with the emergence of various platforms/applications utilized by Indonesian society. One of significant technological advancement in Indonesia is Financial Technology (Fintech). Fintech is a form of financial-based application with various service features. The service features within Fintech offer broader benefits and convenience to users under a single platform enhancing simplicity. Shopee PayLater (SPayLater) is one of the various types of Fintech in Indonesia. SPayLater is a service offered within the Shopee application. The service feature of SPayLater includes buyer-seller transactions facilitated using installment payment methods according to specified periods. This article differs from others that solely discuss conventional commercial transactions, as it specifically examines transactions enabled by Fintech. The methodology employed in this article adopts a normative juridical research approach, incorporating legislative analysis presented in a descriptive-analytical narrative format. The results of this study indicate that transactions involving installment payments are formalized through a standardized agreement, a type of contract unilaterally prepared by SPayLater as the service provider, without any bargaining position. This arrangement may lead to an imbalance contrary to the principle of balanced agreements. The inclusion of exoneration clauses within standard agreements could potentially disadvantage users. Therefore, consumer protection measures are necessary to oversee service providers, who are the architects of contract clauses, in compliance with consumer protection laws as a form of reactive approach. Additionally, introducing agreement features involving user participation in negotiations with service providers is essential to establish a balanced bargaining position, ultimately ensuring equitable agreements as a preventive measure.   Lanskap teknologi di Indonesia telah berkembang pesat dengan munculnya berbagai platform. Salah satu kemajuan teknologi yang cukup signifikan di Indonesia adalah financial technology (Fintech). Fintech merupakan salah satu bentuk aplikasi berbasis keuangan dengan berbagai fitur layanan. Shopee PayLater (SPayLater) merupakan salah satu dari berbagai jenis fintech yang ada di Indonesia. SPayLater adalah layanan yang ditawarkan dalam aplikasi Shopee. Fitur layanan dari SPayLater antara lain transaksi pembeli-penjual yang difasilitasi dengan metode pembayaran cicilan sesuai periode yang ditentukan. Artikel ini berbeda dengan artikel lain yang hanya membahas transaksi komersial konvensional. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengulas perjanjian baku pada transaksi yang dilakukan oleh Fintech dan penggunanya dari sudut pandang Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi yang melibatkan pembayaran cicilan diformalkan melalui perjanjian baku, yaitu jenis kontrak yang dibuat secara sepihak oleh SPayLater sebagai penyedia layanan, tanpa adanya posisi tawar-menawar. Pengaturan ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan yang bertentangan dengan asas perjanjian yang seimbang. Pencantuman klausula eksonerasi dalam perjanjian baku berpotensi merugikan pengguna. Oleh karena itu, langkah-langkah perlindungan konsumen diperlukan untuk mengawasi penyedia layanan, yang merupakan arsitek klausul kontrak, agar sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen sebagai bentuk pendekatan reaktif. Selain itu, fitur perjanjian yang melibatkan partisipasi pengguna dalam negosiasi dengan penyedia layanan sangat penting untuk membangun posisi tawar yang seimbang, yang pada akhirnya memastikan perjanjian yang adil sebagai tindakan pencegahan.
Co-Authors Abdul Yusuf Adinda Najwa Adnan Adnan Agustin, Chintia Ahmad Murtaza MZ Ahmad Najmuddin Zaki Aini Nabilah Wahyudin Amalia Nurul Arifah Andi Muh. Aman. Z Anggi Pratiwi Ani Wardah Annisa Humaira Arliasnyah, Arliasnyah Arlina Arlina, Arlina Attamimi, Zeehan Fuad Aty Munshihah Aufa Miranti Ayu Rafiony Azlan Azhari Azlia Fasya Kintara Azumah, khoirunnisa_ Bimo Amir Syarifuddin Boby Anasta Bunga Nazlah Bunga Salsabila Chadidjah, Sitti Chalirafi, Chalirafi Cholillah Dahruji Dahruji, Dahruji Dea Maharani Desi Jaelani Desi nurhalimah Desi Yunita Dessy Herdiana Dewi Fitria Dewi Sri Kuning Dina Thahura Azzahra Elis Susanti Elisa Febrianti Erwan Effendy Fahrudin F Fahrudin Fauziah Eidelweiss Putri Fauzul Azmi Purba Fuadi Fuadi GIFA RAHMA Gita Farista Haidar Abdullah Hajar, Andi Hanafi Abdul Kadir Helmi Luthfi Januar Hinggil Permana Iman Jaladri Intan Wulansari ISHAK " Khairu Ulfa Barus Khoirotun Nukmah Nasution Lailla Hidayatul Amin Lola Andini Adriany M. Saiful Mujab Maimunah Munthe Marhtyni Natsir Mariam Mariam Marsitiningsih Mashudi Mashudi Mashudi mawar sari Melly Yuliani Miftha Huljanna Amri Mohamad Mustari Muhammad Asraf Danil Muhammad Daffa Jauza Fikri Muhammad Ikram Muhammad Ja'far Nashir MUHAMMAD YUSUF MZ, Ahmad Murtaza Nabila Pratama Putri Nailil Husna Najwa Khoerunnisa Neva Afifah Putri Suharja Nismawati Natsir Nur Alhikmah Nur Annisa Asa’d Nuraisyah Nuraisyah Nurjannah Putri Ramadhani Rafiff Fendiansyah Rahma Ashari Hamzah Rahma Dini Aulia Rahmat Tillah Razali, Ramadhan Reza Juanda Rezki Amalia Rhezandya Pradiptha Zalma RIFAYANTI RIFAYANTI Riny Jefri Rizka Amalia Rizka Dwi Syaharani Romansyah Sahabuddin Rosalimah Rosalimah Rulik Setiani Salma Nurhasanah Saskia Ramadhani Sierliyana Habila Putri Sinta Apriyani Siti Maimunah SRI LESTARI Syarif Permana Salingkat Tiar Lina Situngkir Umii Hanifaa Vivi Fatahsyah Wahyu Gunawan Widyana Laksmi Puspita Wina Arsy Septiani Zulliandi, Yuviandze Bafri