Claim Missing Document
Check
Articles

APAKAH PRAKTIK PUBLIC RELATIONS SUDAH SIAP MENGELOLA KRISIS KOMUNIKASI PADA ERA 4.0 ? Martha Tri Lestari; Hadi Purnama; Choiria Anggraini
JURNAL SIGNAL Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v8i2.3465

Abstract

Penelitian dalam artikel ini secara utuh menggambarkan bentuk kesiapan korporasi di Indonesia dalam menghadapi krisis secara digital. Akan tetapi berdasarkan hasil riset menggunakan metode analisis isi kuantitatif terhadap beberapa artikel berita terkait krisis korporasi pada sample sebuah korporasi di Indonesia terlihat tidak didapatkan kesiapan sebuah korporasi tersebut dalam menghadapi krisis komunikasi secara digital. Hal ini menjadi satu catatan tersendiri dalam gambaran kesiapan public relations dalam korporasi di Indonesia dalam menghadapi era dalam mengelola krisis secara digital. Peneliti merekomendasikan tahapan pengelolaan krisis dalam lima tahap mulai dari: identifikasi stakeholder; crisis stage; crisis cluster; crisis respon; dan sampai pada tahap pemilihan media dalam mengantisipasi penanganan krisis korporasi di era aplikatif melalui media digital.Kata-kata Kunci: public relations, komunikasi krisis, komunikasi korporasi
The Digital Branding and Positioning Training that Aims to Increase the Number of Student Bodies of SMK Telkom 1 Medan Moh Faidol Juddi; Martha Tri Lestari; Lusy Mukhlisiana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.841 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2759

Abstract

The COVID-19 pandemic has limited offline activities, especially the PPDB committees of SMK Telkom 1 Medan, in achieving the target number of student bodies. Strategies for using digital technology are required to assist the PPDB committees in meeting educational targets. Hence, the PKM program initiated by the synergy of lecturers from the Faculty of Communication and Business, Telkom University, which is focused on understanding digital marketing, has been conducted in early to mid-2022 to help the PPDB committees in solving their problems. Various pieces of training to provide understanding related to concepts derived from digital marketing, one of them is digital branding, positioning, and differentiation of educational institutions training, have been given to participants online. This training was conducted in two stages. There were the delivery of material by the lecturers and a one by one coaching conducted in two-way communication, which aims to guide the participants in exploring their problems and finding effective solutions. The PKM program, which was evaluated using a survey, showed that it had answered the needs of the participants significantly in dealing with the problems they faced to increase the number of new students.
The Important Role of New Media During the COVID-19 Pandemic Martha Tri Lestari; Hadi Purnama; Anisa Diniati
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 6, No 1 (2022): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v6i1.32235

Abstract

March 2020 became the beginning of a global phenomenon for global citizens when the World Health Organization (WHO) designated it as an “extraordinary event” that became known as the COVID-19 pandemic. More media, especially social media, are reporting on issues related to the pandemic. This research aims to analyze the important role of new media as a new tool that is applied during the current pandemic, using qualitative descriptive methods. The research results show that in this pandemic era, the use of new media has become a new “habit”. Every day, community activities, starting from work and schooling, have used new media, such as online channels that can support work or school activities as if done face-to-face. Currently, there are a number of activities carried out by the community using new media such as the Zoom Meeting application, Google Meet, IG Live, Youtube, WhatsApp Video, IG Video, and even other applications that may be custom-made by several company agencies to support the continued running of activities, in times of this pandemic. So, it can be concluded that current activities by the community during a pandemic era such as Work from Home (WFH) or School from Home (SFH), has become a pattern of cultural change in the society during a pandemic.
Pelatihan Menjadi Presenter Handal di SMK Telkom Bandung Sri Wahyuning Astuti; Martha Tri Lestari; Hadi Purnama
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.351

Abstract

Berbicara di depan umum masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagain orang. Ketakutan berbicara di depan umum, pada umumnya terjadi karena ketidaksiapan materi. Padahal untuk dapat menjalin hubungan yang positif dengan lingkungan sekitar, dan membuat content media sosial mereka diperlukan kemampuan public speaking yang handal. Menjadi News Anchor, adalah satu dari sekian banyak ragam public speaking. Menjadi News Anchor adalah milik siapa saja dan ketrampilan menjadi News Anchor adalah bagian dari kurikulum merdeka belajar. Karena itulah, pengabdian masyarakat dengan masyarakat sasar SMK Telkom memberikan pelatihan menjadi news Anchor yang handal mulai dari membuat naskah berita hingga teknik announcing dan membawakan berita untuk khalayak. Pengabdian Masyarakat ini menyasar Siswa SMK Telkom jurusan Multimedia yang berjumlah 30 orang. Selain memberikan Materi tertulis, Siswa juga melakukan praktek langsung terkait teknik pembuatan naskah berita dan penyajian berita di televisi maupun media digital.
KOMUNIKASI ORGANISASI PT. PLN (PERSERO) AREA BANDUNG DALAM KEGIATAN CODE OF CONDUCT Rara Ayu Mulia Murti; Martha Tri Lestari; Dini Salmiyah Fithrah Ali
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.957 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8487

Abstract

Komunikasi terjadi dalam suatu situasi tertentu, salah satunya adalah komunikasi organisasi. Sebuah organisasi pastinya akan memerlukan komunikasi, karena digunakan sebagai alat untuk memperlancar jalannya kegiatan dan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. PT. PLN (Persero) merupakan perusahaan dengan tugas utama menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Sebagai perusahaan besar, PT. PLN (Persero) berkewajiban untuk selalu prima dalam hal kinerja dan pelayanan pelanggan. Oleh karena itu, PT. PLN (Persero) Area Bandung menyadari bahwa perlu adanya langkah nyata untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan melakukan penguatan koordinasi antarfungsional dengan membuat kegiatan Code of Conduct yang diadakan di kantor PT. PLN (Persero) Area Bandung setiap hari Selasa. Code of Conduct dalam pelaksanaannya sangat berguna untuk meningkatkan koordinasi seluruh karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun tugas lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi organisasi PT. PLN (Persero) Area Bandung dalam kegiatan Code of Conduct. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang akan diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan wawancara mendalam, proses komunikasi dalam kegiatan Code of Conduct berlangsung secara two ways communication dengan arah aliran informasi yang terjadi yaitu komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi horizontal sehingga pola jaringan komunikasi organisasi yang terbentuk adalah pola jaringan saluran bebas (all channel).
PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI KOMUNIKASI PADA PELAKU UMKM KABUPATEN SUMEDANG Lusy Mukhlisiana; Martha Tri Lestari; Amalia Djuwita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.658 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18575

Abstract

Komunikasi merupakan sebuah kompetensi yang mutlak harus dikuasai oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam proses bisnis, komunikasi memegang peranan penting baik internal maupun eksternal sebagai adaptasi ke arah digital di dalam untuk bisnisnya. Pemanfaatan berbagai platform komunikasi internal akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Begitu pula dengan komunikasi eksternal, tentunya pemanfaatan berbagai media akan sangat membantu mengembangkan bisnis, menjangkau jejaring yang luas, dan pada akhirnya akan bermuara pada keberhasilan pemasaran yang tentunya akan meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan para pelaku UMKM. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, dosen menyampaikan materi terkait keterampilan komunikasi dan kemudian praktik public speaking secara langsung oleh masyarakat sasar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Telkom ini sepenuhnya mendukung para pelaku usaha mikro di Kabupaten Sumedang agar dapat melakukan proses komunikasi, dimana mereka dalam kesehariannya harus menyampaikan pesan agar sampai kepada lawan bicara mereka. Berdasarkan survei yang dilakukan, program pelatihan ini berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat sasar akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam mengembangkan kompetensi komunikasi dalam proses bisnis mereka.Kata Kunci: Kompetensi komunikasi, Pengabdian kepada Masyarakat, Pelaku UMKM
ANALISIS STRATEGI EVENT MANAGEMENT OLEH IAAS LC IPB DALAM EVENT ICC GOES TO EXTERNAL Brendha Qaulani Tsakila; Martha Tri Lestari
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 1 No 1 (2022): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v1i1.5262

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana manajemen event IGTE yang dilakukan oleh Organisasi Non Goverment IAAS IPB sebagai pengadaptasian pelaksanaan event di era pandemi covid-19 dan dukungan terhadap program pengembangan berkelanjutan dunia atau Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin kesehatan pada saat pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana perencanaan event IGTE dari perencanaan hingga akhir. Teori yang digunakan peneliti adalah konsep manajemen event oleh Goldblatt yang mengemukakan lima tahapan dalam pengelolaan event yang baik, yaitu riset, desian, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Tahap Riset, diawali dengan melakukan observasi melalui internet terhadap isu yang sedang hangat dan dikaitkan dengan concern organisasi IAAS. 2) Tahap desain ialah penentuan konsep dan tema. Pada tahap ini panitia memilih mental health sebagai isu yang sedang hangat dan dikaitkan dengan nature sebagai concern organisasi IAAS, kemudian Ecotherapy menjadi tema besar yang dipilih untuk menjembatani dua hal tersebut. 3) Tahap perencanaan, dimana event IGTE merupakan event webinar dengan pembicara dari GO dan NGO luar negeri yang berjalan secara hybrid atau online karena pengadaptasian pelaksanaan event di masa pandemi. Panitia melakukan promosi event melalui media partner dan social media IAAS LC IPB dengan membuat poster dan filter IGTE pada instastory. Pada saat pelaksanaan event panitia juga membuat challenge pengimplementasian Ecotherapy pada peserta setelah acara berlangsung. 4) Tahap koordinasi, panitia melakukan koordinasi perencanaan event melalui Line, Trello, Google Sheets, dan Google Docs. Untuk mengeratkan koordinasi antar panitia, mereka melakukan bonding dan penyamaan visi terlebih dahulu pada first meet. 5) Tahap evaluasi, pada tahap ini panitia menyebarkan Google Form kepada para peserta untuk menceritakan bagaimana pengalaman mereka dan memberikan tanggapan terhadap event IGTE yang mereka ikuti. Event IGTE mendapat banyak respon positif dari para peserta. Pada tahap evaluasi, peneliti menemukan temuan yang bertolak belakang dengan teori Goldblatt berdasarkan hasil wawancara dengan Angky sebagai informan kunci yang telah berkecimpung di dunia event selama 13 tahun. Menurutnya, tahap evaluasi event tidak perlu dilakukan, hanya saja perlu difokuskan kepada evaluasi sumber daya manusia yang merencanakan event tersebut.
Instagram Social Media as Peruri's Public Relations Strategy in Communicating with the Public Anisa Diniati; Klara Tania Setyawan; Martha Tri Lestari
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2023): June 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i1.743

Abstract

Social media provides almost unlimited connection opportunities. Organizational public relations place social media as a platform for carrying out public communication and strategic communication. Determining how to approach and forge relationship between the institution and the community is a strategic communication that the organization needs to put forward. Perum Peruri as the Money Printing Public Company of the Republic of Indonesia manages Instagram social media as part of the effort to communicate with the public. This study aims to see and describe how is Peruri's public relations strategy to utilize Instagram as a means of communication with the public. This research focuses on activities carried out in digital media; characteristics of digital media use; and strategic planning for communicating with the public. This research uses a qualitative approach and descriptive research type. The research took place for three months from October to December 2021. Data of the research was collected through an interview with Yahdi Lil Ihsan as the Secretariat, Protocol and Corporate Communication Bureau of Peruri, and observations through social media monitoring. The results of the study show that the Management of Instagram social media by Peruri aims to build an image as digital security with guaranteed product authenticity and safety.  Peruri's PR uses social media as its strategy for communicating with the public. The strategy comprises five stages including mapping the institution's image in the eyes of the public, conducting editorial planning, collecting data to create content, distributing content through Instagram social media, and evaluating (monitoring).
Pelatihan Digital Marketing Sebagai Strategi Penerimaan Peserta Didik Baru Di Sekolah Martha Tri Lestari; Sri Dewi Setiawati; Lusy Mukhlisiana; Anisa Diniati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.732

Abstract

Era pandemi memberikan banyak perubahan dan penyesuaian baru dalam berbagai lini, termasuk pada strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi industri pendidikan. Awalnya PPDB selalu dilakukan secara offline dan berinteraksi langsung dengan para calon siswa serta orang tua murid sebagai calon stakeholder dalam industri sekolah. Namun, kondisi pembatasan aktvitas membuat para pelaku industri pendidikan perlu melakukan sebuah inovasi baru dalam menarik minat para stakeholder nya terhadap institusi. Strategi digital marketing menjadi solusi yang tepat untuk dapat berinteraksi dan menjangkau para calon stakeholder. Namun, peserta sasar, masih belum dapat optimal dalam melakukan strategi digital marketing. Untuk itu program pelatihan ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kemampuan strategi digital merketing pada industri pendidikan agar dapat mengoptimalkan kegiatan PPDB. Program ini dilakukan dengan memberikan pelatihan materi dan praktek langsung agar dapat mudah memberikan pemahan dan pengaplikasiannya. Hasil yang di peroleh dari program ini adalah peningkatan pemahaman pada peserta sasar tentang digital marketing, bentuk aplikasi langsung dari program digital marketing dalam industri pendidikan.
LITERACY EVENT SEBAGAI KAMPANYE PUBLIC RELATIONS DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT LITERASI MASYARAKAT INDONESIA Anisa Diniati; Razie Razak; Martha Tri Lestari
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 21, No. 2 December 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v21i2.2064

Abstract

Tel-U Literacy Event 2021 seeks to embrace various pentahelix elements to call for the spirit of literacy so that they can provide knowledge that can be utilized in improving people's welfare. This study aims to explore what Public Relations campaign strategies are being carried out to increase the literacy spirit of the Indonesian people. The type of research used is descriptive research using a qualitative approach. The primary data sources used are the results of observations and interviews with key informants, supporting informants, and expert informants in the field of event management, public relations campaign management, and literacy. The results showed that in implementing the Public Relations campaign strategy in increasing the spirit of literacy, there are five main stages consisting of situation analysis, planning programming, pentahelix strategy, Taking Action Communication, and monitoring evaluation. Situation analysis and monitoring evaluation are two interconnected stages, this stage the Literacy Event routinely conducts After Action Review activities in order to find out the advantages and disadvantages of the events being held. Through these three activities, Literacy Event is much easier to determine the purpose of the activity, target audience, themes and topics, until the implementation of the activity takes place.
Co-Authors Afiifah N., Yaasmiin Afiifah, Yasmin Agustian, Muhamad Sabiq Ainiyah Rahman Hasibuan Aiza Nabilla Arifputri Amalia Djuwita Amanda Bunga Gracia Amanda Diani Anggar Erdhina Adi Anisa Diniati Ardy Aprilian Anwar Asep Saeful Muhtadi, Asep Saeful Ashari, Yolanda Tristania Astuti, Sri Wahyuning Azahhra, Dinda Farah Azizah, Fathiyyah Basalama, Alyzah Rachma Hadi Berlian Primadani Berty Saputri Brendha Qaulani Tsakila Calista, Malika Cassey Adela Tasliman Catur Nugroho Choiria Anggraini Dhamayanti, Elfryda Amelia Effendy, Amalia Syafira Encep Dulwahab, Encep Enjang Febrianty Magdalena Siagian Fithrah Ali, Dini Salmiyah Fuadi, Fairuz Zahra Gartina, Roro Gina Gusman, Heisha Hermatiana Hadi Purnama Heppy Millanyani Ines Janan Shabira Irawan, Muhamad Fajar Klara Tania Setyawan Lisa Aji Sasmita Lusy Mukhlisiana Magdalena, Febrianty Mahaputra, Komang Sadhu Meisya, Nabila Mia Damayanti Moh Faidol Juddi Muhammad Arief Rachman Murti, Rara Ayu Mulia Nadhillah Kusindriani Natadisastra, Adhikara Candraraditya Ni Luh Putu Febriyanti Suntari Devi Nicky, Caesaria Chantikan Pahlevi, Muhamad Reza Pertiwi, Intan Suci Kasih Prihardana, Marsha Aliffia Purnama Alamsyah Putra, Nandita Alya Putri, Annisya Marlita Putri, Fadhila Oktaviani Putri, Indah Qomariyah, Nora Indah Raditya Pratama Putra Rahayu, Salma Aulia Rahman, Radini Rauf Ramadhan, Dika Muhammad Rara Ayu Mulia Murti Razie Razak Refi Rifaldi Windya Giri Rifqi Abdul Aziz Sabrina, Wilda Aula Safitri, Tiur Rohmah Salma, Aqidah Nuril Salsabila, Diva Salsabila, Sarah Sandi, Kadia Saputra, Anugerah Juel Sarah Derma Ekaputri Siska Merdekawati Sri Astuti Sri Dewi Setiawati Syarif Maulana Syauqi, Raihan Naufal Sylvie Nurfebiaraning Vanita Maya Sri Hutami