p-Index From 2021 - 2026
7.795
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Digital Branding and Positioning Training that Aims to Increase the Number of Student Bodies of SMK Telkom 1 Medan Moh Faidol Juddi; Martha Tri Lestari; Lusy Mukhlisiana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.841 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2759

Abstract

The COVID-19 pandemic has limited offline activities, especially the PPDB committees of SMK Telkom 1 Medan, in achieving the target number of student bodies. Strategies for using digital technology are required to assist the PPDB committees in meeting educational targets. Hence, the PKM program initiated by the synergy of lecturers from the Faculty of Communication and Business, Telkom University, which is focused on understanding digital marketing, has been conducted in early to mid-2022 to help the PPDB committees in solving their problems. Various pieces of training to provide understanding related to concepts derived from digital marketing, one of them is digital branding, positioning, and differentiation of educational institutions training, have been given to participants online. This training was conducted in two stages. There were the delivery of material by the lecturers and a one by one coaching conducted in two-way communication, which aims to guide the participants in exploring their problems and finding effective solutions. The PKM program, which was evaluated using a survey, showed that it had answered the needs of the participants significantly in dealing with the problems they faced to increase the number of new students.
The Important Role of New Media During the COVID-19 Pandemic Martha Tri Lestari; Hadi Purnama; Anisa Diniati
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 6, No 1 (2022): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v6i1.32235

Abstract

March 2020 became the beginning of a global phenomenon for global citizens when the World Health Organization (WHO) designated it as an “extraordinary event” that became known as the COVID-19 pandemic. More media, especially social media, are reporting on issues related to the pandemic. This research aims to analyze the important role of new media as a new tool that is applied during the current pandemic, using qualitative descriptive methods. The research results show that in this pandemic era, the use of new media has become a new “habit”. Every day, community activities, starting from work and schooling, have used new media, such as online channels that can support work or school activities as if done face-to-face. Currently, there are a number of activities carried out by the community using new media such as the Zoom Meeting application, Google Meet, IG Live, Youtube, WhatsApp Video, IG Video, and even other applications that may be custom-made by several company agencies to support the continued running of activities, in times of this pandemic. So, it can be concluded that current activities by the community during a pandemic era such as Work from Home (WFH) or School from Home (SFH), has become a pattern of cultural change in the society during a pandemic.
Pelatihan Menjadi Presenter Handal di SMK Telkom Bandung Sri Wahyuning Astuti; Martha Tri Lestari; Hadi Purnama
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.351

Abstract

Berbicara di depan umum masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagain orang. Ketakutan berbicara di depan umum, pada umumnya terjadi karena ketidaksiapan materi. Padahal untuk dapat menjalin hubungan yang positif dengan lingkungan sekitar, dan membuat content media sosial mereka diperlukan kemampuan public speaking yang handal. Menjadi News Anchor, adalah satu dari sekian banyak ragam public speaking. Menjadi News Anchor adalah milik siapa saja dan ketrampilan menjadi News Anchor adalah bagian dari kurikulum merdeka belajar. Karena itulah, pengabdian masyarakat dengan masyarakat sasar SMK Telkom memberikan pelatihan menjadi news Anchor yang handal mulai dari membuat naskah berita hingga teknik announcing dan membawakan berita untuk khalayak. Pengabdian Masyarakat ini menyasar Siswa SMK Telkom jurusan Multimedia yang berjumlah 30 orang. Selain memberikan Materi tertulis, Siswa juga melakukan praktek langsung terkait teknik pembuatan naskah berita dan penyajian berita di televisi maupun media digital.
KOMUNIKASI ORGANISASI PT. PLN (PERSERO) AREA BANDUNG DALAM KEGIATAN CODE OF CONDUCT Rara Ayu Mulia Murti; Martha Tri Lestari; Dini Salmiyah Fithrah Ali
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.957 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8487

Abstract

Komunikasi terjadi dalam suatu situasi tertentu, salah satunya adalah komunikasi organisasi. Sebuah organisasi pastinya akan memerlukan komunikasi, karena digunakan sebagai alat untuk memperlancar jalannya kegiatan dan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. PT. PLN (Persero) merupakan perusahaan dengan tugas utama menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Sebagai perusahaan besar, PT. PLN (Persero) berkewajiban untuk selalu prima dalam hal kinerja dan pelayanan pelanggan. Oleh karena itu, PT. PLN (Persero) Area Bandung menyadari bahwa perlu adanya langkah nyata untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan melakukan penguatan koordinasi antarfungsional dengan membuat kegiatan Code of Conduct yang diadakan di kantor PT. PLN (Persero) Area Bandung setiap hari Selasa. Code of Conduct dalam pelaksanaannya sangat berguna untuk meningkatkan koordinasi seluruh karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun tugas lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi organisasi PT. PLN (Persero) Area Bandung dalam kegiatan Code of Conduct. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang akan diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan wawancara mendalam, proses komunikasi dalam kegiatan Code of Conduct berlangsung secara two ways communication dengan arah aliran informasi yang terjadi yaitu komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi horizontal sehingga pola jaringan komunikasi organisasi yang terbentuk adalah pola jaringan saluran bebas (all channel).
ANALISIS STRATEGI EVENT MANAGEMENT OLEH IAAS LC IPB DALAM EVENT ICC GOES TO EXTERNAL Brendha Qaulani Tsakila; Martha Tri Lestari
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 1 No 1 (2022): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v1i1.5262

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana manajemen event IGTE yang dilakukan oleh Organisasi Non Goverment IAAS IPB sebagai pengadaptasian pelaksanaan event di era pandemi covid-19 dan dukungan terhadap program pengembangan berkelanjutan dunia atau Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin kesehatan pada saat pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana perencanaan event IGTE dari perencanaan hingga akhir. Teori yang digunakan peneliti adalah konsep manajemen event oleh Goldblatt yang mengemukakan lima tahapan dalam pengelolaan event yang baik, yaitu riset, desian, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Tahap Riset, diawali dengan melakukan observasi melalui internet terhadap isu yang sedang hangat dan dikaitkan dengan concern organisasi IAAS. 2) Tahap desain ialah penentuan konsep dan tema. Pada tahap ini panitia memilih mental health sebagai isu yang sedang hangat dan dikaitkan dengan nature sebagai concern organisasi IAAS, kemudian Ecotherapy menjadi tema besar yang dipilih untuk menjembatani dua hal tersebut. 3) Tahap perencanaan, dimana event IGTE merupakan event webinar dengan pembicara dari GO dan NGO luar negeri yang berjalan secara hybrid atau online karena pengadaptasian pelaksanaan event di masa pandemi. Panitia melakukan promosi event melalui media partner dan social media IAAS LC IPB dengan membuat poster dan filter IGTE pada instastory. Pada saat pelaksanaan event panitia juga membuat challenge pengimplementasian Ecotherapy pada peserta setelah acara berlangsung. 4) Tahap koordinasi, panitia melakukan koordinasi perencanaan event melalui Line, Trello, Google Sheets, dan Google Docs. Untuk mengeratkan koordinasi antar panitia, mereka melakukan bonding dan penyamaan visi terlebih dahulu pada first meet. 5) Tahap evaluasi, pada tahap ini panitia menyebarkan Google Form kepada para peserta untuk menceritakan bagaimana pengalaman mereka dan memberikan tanggapan terhadap event IGTE yang mereka ikuti. Event IGTE mendapat banyak respon positif dari para peserta. Pada tahap evaluasi, peneliti menemukan temuan yang bertolak belakang dengan teori Goldblatt berdasarkan hasil wawancara dengan Angky sebagai informan kunci yang telah berkecimpung di dunia event selama 13 tahun. Menurutnya, tahap evaluasi event tidak perlu dilakukan, hanya saja perlu difokuskan kepada evaluasi sumber daya manusia yang merencanakan event tersebut.
Instagram Social Media as Peruri's Public Relations Strategy in Communicating with the Public Anisa Diniati; Klara Tania Setyawan; Martha Tri Lestari
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2023): June 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i1.743

Abstract

Social media provides almost unlimited connection opportunities. Organizational public relations place social media as a platform for carrying out public communication and strategic communication. Determining how to approach and forge relationship between the institution and the community is a strategic communication that the organization needs to put forward. Perum Peruri as the Money Printing Public Company of the Republic of Indonesia manages Instagram social media as part of the effort to communicate with the public. This study aims to see and describe how is Peruri's public relations strategy to utilize Instagram as a means of communication with the public. This research focuses on activities carried out in digital media; characteristics of digital media use; and strategic planning for communicating with the public. This research uses a qualitative approach and descriptive research type. The research took place for three months from October to December 2021. Data of the research was collected through an interview with Yahdi Lil Ihsan as the Secretariat, Protocol and Corporate Communication Bureau of Peruri, and observations through social media monitoring. The results of the study show that the Management of Instagram social media by Peruri aims to build an image as digital security with guaranteed product authenticity and safety.  Peruri's PR uses social media as its strategy for communicating with the public. The strategy comprises five stages including mapping the institution's image in the eyes of the public, conducting editorial planning, collecting data to create content, distributing content through Instagram social media, and evaluating (monitoring).
Pelatihan Digital Marketing Sebagai Strategi Penerimaan Peserta Didik Baru Di Sekolah Martha Tri Lestari; Sri Dewi Setiawati; Lusy Mukhlisiana; Anisa Diniati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.732

Abstract

Era pandemi memberikan banyak perubahan dan penyesuaian baru dalam berbagai lini, termasuk pada strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi industri pendidikan. Awalnya PPDB selalu dilakukan secara offline dan berinteraksi langsung dengan para calon siswa serta orang tua murid sebagai calon stakeholder dalam industri sekolah. Namun, kondisi pembatasan aktvitas membuat para pelaku industri pendidikan perlu melakukan sebuah inovasi baru dalam menarik minat para stakeholder nya terhadap institusi. Strategi digital marketing menjadi solusi yang tepat untuk dapat berinteraksi dan menjangkau para calon stakeholder. Namun, peserta sasar, masih belum dapat optimal dalam melakukan strategi digital marketing. Untuk itu program pelatihan ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kemampuan strategi digital merketing pada industri pendidikan agar dapat mengoptimalkan kegiatan PPDB. Program ini dilakukan dengan memberikan pelatihan materi dan praktek langsung agar dapat mudah memberikan pemahan dan pengaplikasiannya. Hasil yang di peroleh dari program ini adalah peningkatan pemahaman pada peserta sasar tentang digital marketing, bentuk aplikasi langsung dari program digital marketing dalam industri pendidikan.
LITERACY EVENT SEBAGAI KAMPANYE PUBLIC RELATIONS DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT LITERASI MASYARAKAT INDONESIA Anisa Diniati; Razie Razak; Martha Tri Lestari
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 21, No. 2 December 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v21i2.2064

Abstract

Tel-U Literacy Event 2021 seeks to embrace various pentahelix elements to call for the spirit of literacy so that they can provide knowledge that can be utilized in improving people's welfare. This study aims to explore what Public Relations campaign strategies are being carried out to increase the literacy spirit of the Indonesian people. The type of research used is descriptive research using a qualitative approach. The primary data sources used are the results of observations and interviews with key informants, supporting informants, and expert informants in the field of event management, public relations campaign management, and literacy. The results showed that in implementing the Public Relations campaign strategy in increasing the spirit of literacy, there are five main stages consisting of situation analysis, planning programming, pentahelix strategy, Taking Action Communication, and monitoring evaluation. Situation analysis and monitoring evaluation are two interconnected stages, this stage the Literacy Event routinely conducts After Action Review activities in order to find out the advantages and disadvantages of the events being held. Through these three activities, Literacy Event is much easier to determine the purpose of the activity, target audience, themes and topics, until the implementation of the activity takes place.
Analisis Wacana kritis Meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada Akun Auto Base Twitter @bdgfess Lestari, Martha Tri; Sabrina, Wilda Aula; Astuti, Sri Wahyuning
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7070

Abstract

ABSTRACT Memes as a form of virtual world communication have become increasingly widespread with a variety of purposes for making them, ranging from mere entertainment to criticizing social phenomena. This study aims to examine the humorous discourse contained in the meme 'Student Behavior on the Bandung Campus' at the macro and micro levels according to the theory of critical discourse analysis according to Teun A. van Dijk. The results of the study show that through text dimensions, the macro structure of the meme "Student behavior on the Bandung Campus has four sub-themes, namely Sultan, Jelata, Edgy and Hijjrah. Next, the microstructure of the Bandung Campus Student Behavior meme can be identified from the syntactic, semantic, and stylistic elements that show causality, implicit meaning, figurative language comparisons and satire. Through the dimension of social cognition, meme creators want to show meme readers that the reality of student life in the city of Bandung is diverse. This diversity is determined by the Classification of Universities and Student Lifestyles. Keywords: Bandung, Meme, Student BehaviorABSTRAKSIMeme sebagai bentuk komunikasi dunia maya penggunaannya sudah semakin luas dengan berbagai macam tujuan pembuatannya mulai dari sekedar hiburan maupun mekritisi fenomena sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana humor yang terdapat pada meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada level makro dan level mikro sesuai dengan teori analisis wacana kritis menurut Teun A. van Dijk. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa melalui dimensi teks, struktur makro pada meme “perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung, empat subtema, yaitu Sultan, Jelata, Edgy dan Hijjrah. Berikutnya, struktur mikro pada meme Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung dapat diketahui dari elemen sintaksis, semantik, dan stilistik yang memperlihatkan bentuk kalimat kausalitas, makna implisit, gaya bahasa perbandingan dan sindiran. Melalui dimensi kognisi sosial, pembuat meme ingin menunjukkan bagi pembaca meme bahwa realitas kehidupan mahasiswa di Kota Bandung memang beragam. Keberagaman ini ditentukan oleh Klasifikasi Universitas dan Gaya Hidup mahasiswa.Kata kunci: Bandung, Meme, Perilaku Mahasiswa.
Pemberdayaan Adaptasi Digital UMKM Generasi X Dengan Metode Komunikasi Digital Setiawati, Sri Dewi; Lestari, Martha Tri; Mukhlisiana, Lusy
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Juli 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.554

Abstract

Era 5.0 mendorong para pelaku usaha untuk dapat mengandalkan teknologi dalam membantu aktivitasnya, salah satunya pemasaran. Namun masih banyak kendala yang harus dihadapi para pelaku usaha untuk dapat beradaptasi dengan teknologi, seperti mengelola media sosial. Banyak pelaku UMKM yang belum dapat mengelola media digital dengan baik sebagai media pemasaran. Kendalanya ada pada kurangnya pemahaman dalam mengoperasikan media sosial. Penggunaan media sosial sebagai media pemasaran tak lebih hanya sekedar mengikuti tren yang sedang berkembang. Belum ada pengelolaan yang khusus dalam membangun pola komunikasi dari penjual kepada pembeli di media sosial. Hal ini menjadi penting mengingat media sosial merupakan elemen dalam proses komunikasi. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah pelatihan untuk membangun pemahaman terkait media sosial sebagai media komunikasi antara penjual dan pembeli. Untuk itu kami tim pengabdian masyarakat dari Universitas Telkom bermaksud membantu dalam menyelesaikan permasalahan UMKM terutama dalam memahami pengelolaan media digital. Adapun mitra dai kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, mengingat Kabupaten Sumedang sebagai Pengelola e-goverment nomor satu di Indonesia. Pelatihan ini akan diberikan kepada para pelaku UMKM untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam beradaptasi dengan media sosial. UMKM yang mendapatkan pelatihan adalah UMKM yang berada pada kelas mikro namun sudah memiliki toko online ataupun gerai di e-commerce. Sehingga ke depannya menggunakan media sosial bukan lagi hanya sebagai tren saja tetapi bentuk betul sebagai sebuah strategi yang terencana untuk membantu meningkatkan kualitas UMKM Indonesia.
Co-Authors Afiifah N., Yaasmiin Afiifah, Yasmin Agustian, Muhamad Sabiq Ainiyah Rahman Hasibuan Aiza Nabilla Arifputri Amalia Djuwita Amanda Bunga Gracia Amanda Diani Anggar Erdhina Adi Anisa Diniati Ardy Aprilian Anwar Asep Saeful Muhtadi, Asep Saeful Ashari, Yolanda Tristania Astuti, Sri Wahyuning Azahhra, Dinda Farah Azizah, Fathiyyah Basalama, Alyzah Rachma Hadi Berlian Primadani Berty Saputri Brendha Qaulani Tsakila Calista, Malika Cassey Adela Tasliman Catur Nugroho Choiria Anggraini Devi, Ni Luh Putu Febriyanti Suntari Dhamayanti, Elfryda Amelia Effendy, Amalia Syafira Encep Dulwahab, Encep Enjang Fauza Setiawan, Ramzy Febrianty Magdalena Siagian Fithrah Ali, Dini Salmiyah Fuadi, Fairuz Zahra Gartina, Roro Gina Gusman, Heisha Hermatiana Hadi Purnama Hanna Wisudawaty Heppy Millanyani I Nengah Suastika Ines Janan Shabira Irawan, Muhamad Fajar Klara Tania Setyawan Lisa Aji Sasmita Lusy Mukhlisiana Made Sugi Hartono Magdalena, Febrianty Mahaputra, Komang Sadhu Meisya, Nabila Mia Damayanti Moh Faidol Juddi Muhammad Arief Rachman Murti, Rara Ayu Mulia Nadhillah Kusindriani Natadisastra, Adhikara Candraraditya Ni Luh Putu Febriyanti Suntari Devi Nicky, Caesaria Chantikan Pahlevi, Muhamad Reza Pertiwi, Intan Suci Kasih Phonna, Intan Dara Prihardana, Marsha Aliffia Purnama Alamsyah Putra, Nandita Alya Putri, Annisya Marlita Putri, Fadhila Oktaviani Putri, Indah Qomariyah, Nora Indah Raditya Pratama Putra Rahayu, Salma Aulia Rahman, Radini Rauf Ramadhan, Dika Muhammad Rara Ayu Mulia Murti Razie Razak Refi Rifaldi Windya Giri Rifqi Abdul Aziz Sabrina, Wilda Aula Safitri, Tiur Rohmah Salma, Aqidah Nuril Salsabila, Diva Salsabila, Sarah Sandi, Kadia Saputra, Anugerah Juel Sarah Derma Ekaputri Sasmita, Lisa Aji Setyawan, Klara Tania Siska Merdekawati Sri Astuti Sri Dewi Setiawati Syarif Maulana Syauqi, Raihan Naufal Sylvie Nurfebiaraning Tasliman, Cassey Adela Vanita Maya Sri Hutami