Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI KALANGAN SISWA SMA MELALUI DISKUSI DAN DEBAT Puji Hariati; Nurmayana Nurmayana; Purwarno Purwarno; Purwanto Siwi; Sri Handayani; Nurhalimah Nurhalimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43777

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode diskusi dan debat dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di kalangan siswa SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi. Dalam konteks globalisasi, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangat penting bagi siswa untuk berkompetisi di dunia internasional. Namun, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam berbicara dengan lancar dan percaya diri. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplementasikan metode diskusi dan debat sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Pengabdian ini menggunakan pendekatan mixed methods, dengan kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi yang terlibat dalam kegiatan diskusi dan debat. Data dikumpulkan melalui tes berbicara yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, kuesioner untuk mengukur persepsi siswa, serta wawancara dan observasi untuk menggali pengalaman siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara siswa, baik dari segi kelancaran, penguasaan kosakata, maupun pengucapan. Berdasarkan temuan dari kuesioner dan wawancara, siswa juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa diskusi dan debat dapat menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa, dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun argumen dan berbicara secara terstruktur. Oleh karena itu, disarankan agar metode ini diterapkan secara rutin dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA Yayasan Pendidikan Nazhirul Asrofi dan sekolah-sekolah lainnya untuk memaksimalkan potensi siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
BENGKEL BILINGUAL: PENERAPAN BAHASA INGGRIS DALAM LAYANAN DAN KOMUNIKASI PELANGGAN DI BENGKEL AUTO CARE MEDAN Puji Hariati; Derlini Derlini; Zulkarnain Lubis; Purwarno Purwarno; Tony Siagian; Wirda Novarika AK
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50878

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris para teknisi dan staf Bengkel Auto Care di Kota Medan. Pelatihan dilakukan sebagai kolaborasi antara dosen Program Studi Bahasa Inggris dan dosen Program Studi Teknik. Program ini merupakan bentuk inovasi sosial untuk menjawab kebutuhan layanan bengkel yang mampu berkomunikasi efektif dengan pelanggan asing di wilayah Medan yang multikultural. Metode mixed methods digunakan, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada penguasaan kosa kata teknis otomotif, keterampilan berbicara, dan kepercayaan diri peserta dalam melayani pelanggan asing. Kolaborasi antara pengajaran bahasa dan penerapan teknis di bengkel memperlihatkan sinergi nyata antara dunia pendidikan dan kebutuhan praktis lapangan.
INTEGRAL HUMAN DEVELOPMENT (IHD) IN LEILA S. CHUDORI’S NOVEL LAUT BERCERITA: A LITERARY PSYCHOLOGICAL ANALYSIS Hidayati Hidayati; M Manugeren; Purwarno Purwarno; Pardi Pardi; Mayasari Mayasari; Devi Pratiwy
English Review: Journal of English Education Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jwp1xb45

Abstract

Integral Human Development cannot be separated from the lives of people as every human being is dynamic and is always developing both internally and externally. The study of integral development makes a major contribution to improving the quality of life for individuals and groups so that everyone can anticipate what needs to be done. The entire research is conducted using a qualitative descriptive research method with a discourse analysis approach and supported by Integral Human Development theories tied to psychology of literature with a thought that personality development is related to the existences of the characters in the novel and is a discussion point in psychology of literature. Integral Human Development (IHD) or Whole Human Development is a concept that emphasizes the development of humans as a whole covering physical, intellectual, emotional, social, and spiritual aspects so that humans can achieve a balance between personal growth and social contribution. The novel is chosen as the research object as the novel highlights talks much of the personality progress of the characters in fighting for their rights. Within the internal human development conceptual framework supported by the theory of psychology of literature, there are four steps to improve the quality of life, which become the subject of the research. The results of the analysis show that the novel provides an important lesson that success can be obtained through the implementation of Integral Human Development which in the novel is manifested in the forms of social awareness, hard work, tolerance, and discipline. 
Interdependent Cultural and Postcolonial Readings of Violence in Chinua Achebe’s Things Fall Apart Doni Efrizah; Purwarno Purwarno; Indah Sari; Nurbaiti Ali; Eka Surya Fitriani
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4961.280-293

Abstract

Existing scholarship on Things Fall Apart tends to examine indigenous and colonial forms of violence as separate analytical domains, leaving their interconnections underexplored. This study aims to analyze how domestic, ritual, ideological, and structural forms of violence operate as an interdependent system within the novel. Employing a descriptive–interpretive qualitative approach, the study draws on 42 purposively selected textual excerpts from the 2000 edition of the novel. Data were collected through textual documentation and analyzed using close reading and thematic coding informed by postcolonial and gender theory. The findings reveal that violence in the novel operates as a recursive and multi-layered system. Internally sanctioned forms of violence, particularly patriarchal control and culturally legitimized practices, sustain social order while simultaneously generating structural vulnerabilities. These vulnerabilities are subsequently exploited by colonial forces through ideological delegitimization and institutional domination, indicating a shift from physical toward epistemic and symbolic forms of violence. Acts of resistance, although grounded in indigenous moral logic, produce ambivalent outcomes by restoring symbolic authority while provoking intensified repression. These results demonstrate that violence in Things Fall Apart functions as a cyclical and mutually reinforcing process across personal, cultural, and political domains. The study contributes by offering an integrated analytical framework that bridges postcolonial and gender perspectives, while highlighting the novel’s relevance for understanding cultural resilience, identity reconstruction, and the ethical complexities of resistance in postcolonial contexts. Abstrak Kajian-kajian sebelumnya pada Things Fall Apart cenderung meneliti bentuk-bentuk kekerasan pribumi dan kolonial sebagai domain analitis yang terpisah, sehingga keterkaitannya kurang dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bentuk-bentuk kekerasan domestik, ritual, ideologis, dan struktural beroperasi sebagai sistem yang saling bergantung dalam novel tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, studi ini mengambil 42 kutipan teks yang dipilih secara purposif dari edisi novel tahun 2000. Data dikumpulkan melalui dokumentasi tekstual dan dianalisis menggunakan pembacaan cermat dan pengkodean tematik yang didasarkan pada teori pascakolonial dan gender. Temuan menunjukkan bahwa kekerasan dalam novel beroperasi sebagai sistem rekursif dan berlapis-lapis. Bentuk-bentuk kekerasan yang disetujui secara internal, khususnya kontrol patriarki dan praktik-praktik yang dilegitimasi secara budaya, mempertahankan tatanan sosial sekaligus menghasilkan kerentanan struktural. Kerentanan ini kemudian dieksploitasi oleh kekuatan kolonial melalui delegitimasi ideologis dan dominasi institusional, yang menunjukkan pergeseran dari bentuk kekerasan fisik menuju bentuk kekerasan epistemik dan simbolik. Tindakan perlawanan, meskipun berlandaskan logika moral pribumi, menghasilkan hasil yang ambivalen dengan memulihkan otoritas simbolik sekaligus memicu represi yang lebih intensif. Hasil ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam Things Fall Apart berfungsi sebagai proses siklik dan saling memperkuat di berbagai domain pribadi, budaya, dan politik. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka analitis terintegrasi yang menjembatani perspektif pascakolonial dan gender, sekaligus menyoroti relevansi novel ini untuk memahami ketahanan budaya, rekonstruksi identitas, dan kompleksitas etika perlawanan dalam konteks pascakolonial.
The Screaming Heath: Dark Ecology and the Collapse of Anthropocentrism in Shakespeare’s King Lear Julianti Hairani; Purwarno Purwarno
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v9i2.51724

Abstract

This study demonstrates that King Lear can be read as an ecological tragedy in which human authority is destabilized through the interaction of dark ecological forces and Foucauldian power structures. By applying Timothy Morton’s concept of dark ecology and Michel Foucault’s theory of discourse, this research reveals that nature in the play was not merely symbolic but actively participates in the collapse of anthropocentrism. This article was a descriptive-qualitative study using a literature review method, with reference to several supporting sources throughout the research process. The primary data used here are narrative scripts from Shakespeare's King Lear drama series and events that explicitly mention nature as a significant narrative device and setting. This research showed that dark ecology functioned as a form of deconstruction of human identity in King Lear. From Michel Foucault’s perspective, anthropocentric authority couldn’t fully dominate ecological reality, as identity itself was produced through social systems and relations of power. Consequently, when those systems collapse, human identity also became unstable and fragmented. In line with this view, Timothy Morton argues that the collapse of anthropocentrism in King Lear signals the loss of humanity’s position as the sole center of knowledge and meaning within the world.
Co-Authors . Zulfan Achmanuddin Berutu Adilla Paradiba Afni Rosalina Alda Dwi Afangka Alfarras, Riziq Prio Alice Shanthi Anayati, Wan Andang Suhendi Anjani, Juli Annisa Octaviani Arafah, Burhanuddin Arif Fathurrahman Hutapea Arifah Pertiwi Br Kembaren Balqis, Kesya Aprilia Balqis, Kesya Aprillia Belangi, Nadia Adinda Berutu, Achmanuddin Br Kembaren, Arifah Pertiwi Br. Saragih, Revi Chairani, Sri Cherry Adistya Nasution Dea Jesikha Debby Melviana Hasibuan Dedi Darmadi Dedi Darmadi Dela Pebriani Derlini Devi Pratiwy Dinda Tanjung Doni Efrizah Dwi Insany, Fitrah Efendi Barus Efendi Barus, Efendi Efrizah, Doni Eka Surya Fitriani Ekalestari, Susi Erika Br Pa, Nabila Feby Feby Evelyn Sharminnie Farhan, Muhammad Daffa Faulandi, Yusuf Feni Aisyah Fhadila, Riska Fitra Andira Wardana Fitrah Dwi Insany Habibi Habibi Haksa Romatua Pohan Hamzah Sya’bani Nasution Harahap, Riska Muktia Nur Aminah Hasibuan, Debby Melviana Hayati, Zukhaira Hayatullah Hayatullah Ika Wulandari Ikbal, Muhammar Indah Sari Intan Novia Sari Iswandi Iswandi Jane Xavierine Januar, M. Aidil Juli Anjani Juli Anjani Julianti Hairani Jumino Suhadi Jumino Suhadi, Jumino Kartika Utami, Windri Kesya Aprillia Balqis Khair, Muhammad Khairun Nisyak Liesna Andriany Lim Teck Heng Lubis, Suci Ramadhani M Manugeren M Manugeren M. Aidil Januar M. Manugeren M. Manugeren M. Manugeren, M. Mahid, Perveen Sonia Mahlina Sariani Harahap Malisa Surayya MS Manugeren, M Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari, Mayasari MJ , Nurbasyirah Muhammad Daffa Farhan Muhammad Kemal Habib Muhammad Kemal Habib Muhammad Kiki Wardana Muhammad, Putroe Kamaliah Muhammar Ikbal Mustofa Mustofa Nabila Feby Feby Erika Br Pa Nadia Ramadhani Nanda Aulia Alfarisi Nasution, Cherry Adistya Naufal Karim Siregar Nita Novianda Tanjung Nur'ain, Syifa Nurbaiti Ali Nurbasyirah MJ Nurhalimah Nurhalimah Nuril Eka Yuanda Nurlaili Nurlaili Nurmayana Nurul Amelia Nurul Amelia Nurul Azmi Paradiba, Adilla Pardi Pardi Pebriani, Dela Perveen Sonia Mahid Puji Hariati Puji Hariati PUJI HARIATI Purwanto Siwi Puspita, Clara Rahma, Risky Kartika Raissa Septy Zarfiana Ramadani, Nadya Riska Muktia Nur Aminah Harahap Risky Kartika Rahma Riziq Prio Alfarras Rizki Nurhidayah Sitompul Safrizal Safrizal Saiful Anwar Matondang Sari Indah Wahyuni Satiman Satiman Sembiring, M. Indra Arikami Sihaloho, Anugrah Syafrizar Siregar, Naufal Karim Siwi, Purwanto Sri Chairani Sri Chairani Sri Handayani Sri Wirda Sri Wulan Sri Wulan Sri Wulan, Sri Sumarno Sumarno Supian Supian Surayya MS, Malisa Susi Ekalestari Syafrizal Azzali Syahruddin Said Syarifah Syarifah Syifa Nur'ain Tanjung, Dinda Tanjung, Nita Novianda Tony Siagian Tuti Herawati Umami, Elvi Wahyu Fatahilla Wahyuni, Sari Indah Wan Anayati Wanda Prayoga Ilyas Waradana, Fitra Andira Wardana, Fitra Andira Windri Kartika Utami Wirda Novarika AK Yuanda, Nuril Eka Yuhandri Pane Yusni H., Yusni H. Yusuf Faulandi Zarfiana, Raissa Septy Zuhriah, Lailatul Zukhaira Hayati