Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Natural Environment to Improve Early Childhood Creativity Sofa Muthohar; Aina Yulifaatun Mufida
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 5, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v5i2.2725

Abstract

The natural environment is one of the media that can be used in increasing the creativity of early childhood. The natural environment provides several natural materials that are useful in learning as well as having creative value. This article aimed to find out how to take advantage of this natural environment as a medium in increasing the creativity of early childhood. With this natural environment, early childhood can get to know the natural environment around them. This article used Library Research method, because the data studied were in the form of manuscripts, books that are sourced from libraries. The result of this research is how to take advantage of the natural environment to increase children's creativity by utilizing the natural environment directly and indirectly. There are several driving and inhibiting factors in increasing the creativity of early childhood.
Pemikiran Pendidikan Progresif Ivan Illich dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam di Era Millenial Sofa Muthohar; Fatah Syukur; Mahfud Junaedi
EL-TARBAWI Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal El-Tarbawi
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tarbawi.vol13.iss1.art1

Abstract

This study discusses Ivan Illich’s progressive ideas from the perspective of Islamic Education Philosophy in the millennial era. This study uses a qualitative library research approach and uses content analysis. The results of this study indicate that there are several principles of learning from Ivan Illich that are in line with Islamic Education Philosophy. Firstly, the meaning of learning as knowledge sharing activities is not a school commodity. Secondly, there is equality of learning rights and without discrimination. While the principles that are considered unsuitable include two things. Firstly, the goal of Islamic education is to make people of good morals (akhlaqul karimah), while the learning objective of Ivan Illich is to realize social equality. Secondly, according to Ivan Illich, the concept of a perfect human being is human with full of hope based on effort and negates mercy (epimetheus), whereas, in Islam, a perfect person is a person of noble character (ulul albab). As for the context of the millennial generation, Ivan Illich’s progressive education will be very useful in supporting an active, creative, dynamic, and confident attitude that will be balanced if it is complemented by the spiritual nature of religiously based education.
FENOMENA SPIRITUALITAS TERAPAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL Sofa Muthohar
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v6i2.719

Abstract

Fenomena spiritualitas terapan seperti aliran pranana, energy spiritual nusantara, hypno, psichotronika, transfer energy dll sebagai fenomena pola spiritualitas yang mampu mengisi sebagian ruang kegelisahan  orang-orang modern. Berbeloknya manusia modern yang mulai lelah dengan hanya mengandalkan pola berfikir materialis positifis menuju spiritualitas sebagai keseimbangan fithri manusia ternyata tidak serta merta mereka membutuhkan agama yang di dalamnya berisi ke imanan terhadap Allah SWT, Tuhan semesta alam. Namun ternyata spiritualitas terdiri dari banyak ragamnya. Setidaknya ada tiga pola dasar spiritualitas yaitu spiritualitas yang berdasar psikologi/diri manusia, alam dan agama. Dua macam spiritualitas yang pertama hakikatnya sama dengan ilmu-ilmu sain yang mendasarkan pada keyakinan bahwa pusat energi adalah manusia dan alam (anthropo centre dan natural centre) yang juga akan sampai pada titik kehampaan dan keterbatasan manusia dan alam dan berbuah kegelisahan dan keputusasaan. Spiritualitas agama seharusnya bisa tampil ke permukaan, disampaikan dengan metode dan strategi pendidikan agama khususnya Islam yang mudah dipahami dan di aktualisasikan sesuai dengan globalisasi sehingga bisa menjadi solusi bagi kegersangan manusia modern akan hakikat hidup yang serba kompleks, cepat dan majemuk. Spiritualitas agama Islam dengan demikian bisa diharapkan menjadi fondasi baru peradaban mendatang.
The Sex Education Method in Agrarian Communities Desriani Desriani; Sofa Muthohar; Lilif Muallifatul Khorida Filasofa; Mursid Mursid
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.393 KB) | DOI: 10.21580/sa.v16i1.6087

Abstract

Sex education is an important thing that must be taught appropriately to children, but some people still think that sex education is taboo for children to know, and they let them alone to learn. The purpose of this study is to describe how an agrarian society provides sex education. This research is qualitative research with an ethnographic research type. The results show that 1) The community uses fiqh (rituals of worship) learning methods to cover genitalia and teach the culture of shame from an early age. 2) People still feel it taboo to mention genitals directly. So, they use other terms that are considered not to stimulate crime and are more polite, namely to refer to the penis as sunik, gentog and anu, while the vagina is replaced with the terms memek, iwak kebo and anu. 3) People still use the circumcision method for women even though, World Health Organization (WHO) has stated it is prohibited. This study recommends the government and community leaders continue to carry out sex education for children with the correct method according to health, religion, human rights, and laws.
Analisis Pergeseran Stigma Gender Guru Pendidikan Anak Usia Dini Nilal Muna Fatmawati; Mardiyan Hayati; Sofa Muthohar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4265

Abstract

Adanya stigma negatif yang muncul dimasyarakat terhadap guru pendidikan anak usia dini karena gaji yang rendah dan ketidakprofesionalan guru menimbulkan dampak buruk bagi mahasiswa PAUD, guru PAUD, dan masyarakat. Sehinga hal ini menyebabkan kurangnya kepercayaan diri dan minat mahasiswa dalam memilih program studi PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigma negatif yang diberikan agar mampu menempatkan stigma secara proporsional untuk dasar bagi seseorang yang akan memilih program studi pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan kualitatif didukung dengan pendekatan sosiologis. Obyek penelitian adalah masyarakat perkotaan, guru TK/RA, mahasiswa dan mahasiswi PIAUD FITK UIN Walisongo Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stigma negatif yang berhubungan dengan guru PAUD/PIAUD sudah bergeser menjadi pentingnya profesionalisme guru PAUD/PIAUD, gaji yang cukup dan cocok untuk laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menghasilkan pembahasan baru dari analisa yang diperoleh, sehingga mampu menghantarkam keyakinan dan kepercayaan diri kepada mahasiswa ataupun calon guru untuk memilih program studi PAUD/PIAUD.Kata Kunci: stigma; guru pendidikan anak usia dini; paud; piaud; profesional
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI CERITA TOKOH Said, Alfan; Sofa Muthohar
AZZAHRA Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to increase children's interest in learning through the story of the character of the Prophet's friend, namely Abu Bakar Ash-Shiddiq, and also to understand the story of the character by using the storytelling method with wayang characters for children at the Husna Jaya Ngaliyan Kindergarten, Semarang. The Abu Bakar story puppet media was chosen because it improves aspects of children's development in speaking skills and also trains thinking in the story. This research uses qualitative research methods and literature study. Qualitative research is research that attempts to explain, examine and link data obtained either textually or contextually into writing to gain clarity on the problems discussed. The results of this research, the Husna Jaya Kindergarten teacher, regarding the teacher's strategy in increasing children's interest in learning through character stories, the children were very interested in the story of Abu Bakar Ash-Shiddiq in the question and answer activity, namely in the recalling session. One of the children named Fadhil really liked the stories we told, and Fadhil was also able to answer our questions. And not only Fadhil, other children also liked the story of Abu Bakr and they really liked the song we sang, namely the song There are 4 Caliphs, Friends of the Prophet with the version "Tukang Becak".
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat Di Era Revolusi Industri 4.0 Hastuti, Windi; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya; Muthohar, Sofa
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.085 KB) | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.9018

Abstract

Kemajuan teknologi dari masa ke masa secara akumulatif telah mendorong terjadinya revolusi industry. Hal ini menuntut dunia pendidikan untuk memperbaiki sistem mutu secara dinamis. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai muara awal era Revolusi Industri 4.0, harus mempersiapkan diri dengan strategi-strategi baru. Artikel ini bertujuan untuk menelaah lebih lanjut tentang PAUD di era Reformasi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi pengembangan PAUD berbasis masyarakat yaitu: Pertama, hal yang dilakukan adalah menyatukan pemahaman masyarakat tentang Anak Usia Dini. Kedua, masyarakat dan pemerintah menyiapkan tenaga pendidikan (guru) dan kependidikan yang ideal-profesional serta mengupayakan serta mendorong (dari segi moril dan materiil) tenaga pendidikan untuk meng-upgrade kompetensi—khususnya dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0. Ketiga adalah masyarakat ikut serta dalam mendesain kurikulum yang akan diberikan kepada para siswa. Strategi keempat adalah supervisi dan evaluasi. 
Penggunaan Metode Mendongeng Kreatif dalam Meningkatkan Literasi Baca Tulis Anak Usia Dini Lintang Fi Baiti Agustin, Nur; Muthohar, Sofa; Hasanah, Silviatul
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.414

Abstract

Literasi mencakup kemampuan individu dalam melakukan kegiatan membaca dan menulis. Pendidikan literasi membaca dan menulis pada usia dini dianggap sangat krusial, karena penguasaan keterampilan ini menjadi indikator vital bagi kemajuan generasi muda dan kesuksesan mereka di masa depan. Metode bercerita tidak hanya dapat meningkatkan minat membaca anak, tetapi juga dapat memperbaiki kemampuan bahasa lisan serta keterampilan membaca dan menulis secara holistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode mendongeng kreatif dalam meningkatkan literasi baca tulis anak usia dini. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teknik mencari data dengan menggunakan interview terhadap guru dan kepala sekolah, observasi terhadap kegiatan belajar mengajar di RA IT Nurul Islam, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi dengan mencari data, reduksi data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi membaca dan menulis memiliki peran kunci dalam membantu anak pada tahap pendidikan selanjutnya. Dari 15 anak yang menjadi objek penelitian, hanya satu anak yang belum dapat membaca dan menulis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil dengan beberapa indikator keberhasilan, seperti antusiasme anak dalam mendengarkan cerita, tingginya daya imajinasi, konsentrasi yang baik, pengetahuan yang meningkat, dan kemampuan anak menulis nama sendiri dari huruf A hingga Z.
Pemanfaatan Sampah Non Organik sebagai Media Belajar untuk Meningkatkan Aspek Kognitif Anak Usia Dini Vironika Santika, Viosa; Muthohar, Sofa; Muslam, Muslam
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i1.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sampah non organik sebagai media belajar dalam meningkatkan aspek kognitif anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian yaitu RA Nurul Ulum Ngaliyan Semarang A, subjek penelitian anak Kelompok A, dan pendidik RA Nurul Ulum sebagai narasumber atau informan. Pencarian data melalui observasi, wawancara kepada pendidik dan anak kelompok A, dan dokumentasi. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian yaitu pencarian data, reduksi data dengan cara memvalidasi data dengan teknik triangulasi dari beberapa data yang didapatkan, analisis data, dan menarik kesimpulan dari data-data yang dipandang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sampah non organic menjadi media belajar di RA Nurul Ulum Ngaliyan Semarang sangat efektif untuk meningkatkan aspek kognitif anak usia dini. Hal ini terbukti bahwa pemanfaatan tutup botol, kabel bekas, kardus, stik ice cream dapat meningkatkan aspek kognitif anak yang meliputi mengenal angka, abjad, warna, konsep besar-kecil, konsep panjang-pendek, konsep berat-ringan, dan berhitung.
Efektifitas Penggunaan Metode Wafa dalam Pembelajaran Al-Qur’an di RuTaba (Rumah Tahfidz Balita) Esa Zahrotul Munawaroh, Wahyu; Muthohar, Sofa
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode wafa terhadap kemudahan anak dalam menghafal huruf hijaiyah.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yakni data yang disajikan berupa non numerik yakni bkan berupa angka melainkan  mendeskripsikan hasil dari pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi  menggunakan sumber penelitian terdahulu yang relevan.  Pembelajaran wafa di TK It Robbani meliputi perencanaan pembalajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas dari penggunaan metode wafa yakni anak dapat menghafal huruf hijaiyah dengan cepat. Terbukti bahwa 80% yakni 10 dari 13 anak di TK RuTaba dapat menghafal hijaiyah dengan cepat. Dalam pelaksaan menghafal Quran RuTaba juga menerapkan metode Tabarroq sebagai metode hafalan surat. Salah satu kelebihan metode wafa ini dibandingkan metode lainnya yakni metode yang mudah dan menyenangkan sehingga tidak membuat anak cepat bosan. Selain itu efek lainnya yang didapat adalah dapat meningkatkan aspek kecerdasan anak yakni aspek kognitif, bahasa dan seni. Dari hasil penelitian tersebut ustadzah memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran wafa ini terkait perencanaan, Pelaksanan pembelajaran  hingga evaluasi pembelajaran karna berhasilnya proses pembelajaran wafa adalah karena ustadzah berkompeten yang menguasai strategi pembalajaran dengan baik.
Co-Authors Aang Kunaepi Abdul Razak Abriellia, Najwa Aesti, Sifa Nur Agus Khunaifi Ahimsa, Naila Irsyanda Ahmad, Sriyono Aina Yulifaatun Mufida Ainuri, Ahmad Fahri Yahya Alfan Said Anggana, Clarita Anisatun Nabila, Citra Asnia, Zusiva Aulia Ainis Lisa Azzahra, Hilyatul Karimah Barorotul Ulfah Arofah Desriani Desriani Desriani Desriani desty rukmayana Esa Zahrotul Munawaroh, Wahyu Fadlilah, Sayyidatul Fatah Syukur Fatmawati, Nilal Muna Fihris Fihris Sa’adah Filasofa, Lilif Muallifatul Khorida Halisah, Fitri Nur Hasanah, Silviatul Hasnawati, Lina Hastuti, Windi Hayati, Mardiyan Hermawati, Risky Jeihansyah, Reyhan Daffa Jumaliah, Manis Lilik Kanza, Nurun Fitra Mutia Labiibah, Anzilnaa Mahdiya Lailani Fauzia Lintang Fi Baiti Agustin, Nur Lutfiyah Lutfiyah M. Rikza Chamami Mahfud Junaedi Mardhiyah, Siti Zumrotul Mardiyan Hayati Maula, Nely Nimatal Maulida Pramashella, Anggun Meydina Hikmah Tuzzahro Muhammad Saifullah Muna Fatmawati, Nilal Munarun, Ahmad Mursid Mursid Mursid Mursid Mursid Muslam Muslam Mustakimah, Mustakimah Musthofiyyah, Rizkiyatul Mutohar, Ahmad Nabila, Annisa Fara Nadia, Isma Qotrun nasikhin Nasikhin, Nasikhin Nilal Muna Fatmawati Nimatal Maula, Nely Nur Asiyah Nur Asiyah Nur Muthmainnah Purwaningrum, Uput R. Arizal Firmansyah RAHARJO Rahmalia, Dhia Rizka Ramawati, Rosalia Risani, Kholifah Hayyu Rizka Amalia Rohman Rohman Safitri, Dhea Ananda Said, Alfan Samsudin, Arif Sari, Dian Mayang Sari, Eky Adelia Sayyidatul Fadlilah Siti Rahmawati Tuzzahro, Meydina Hikmah Uput Purwaningrum Vironika Santika, Viosa