Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal MAIYAH

Analisis Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) pada Matriks Air di Sungai Pelus Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Lukmanulhakim, Raden Cynan; Hidayati, Nuning Vita; Baedowi, Muhamad
MAIYAH Vol 2 No 1 (2023): Maiyah : Vol.2 No.1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.682 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.1.8295

Abstract

Sungai Pelus merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Banyumas, sungai yang memiliki panjang ±28 km dan melalui 8 wilayah ini mengalir dari lereng Gunung Slamet sampai Sungai Serayu. Penelitian ini mengkaji konsentrasi dan tingkat pencemaran logam berat Cd dan Cr pada Sungai Pelus Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Logam berat yang dihaslikan oleh industry ataupun limbah rumah tangga memiliki dampak yang berbahaya bagi Kesehatan manusia dan lingkungan. Kandungan Cr dan Cr secara alami terdapat dalam batuan, tanah, dan air kemudian terdistribusi pada media air dan terakumulasi dalam sedimen dan biota. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan data yaitu Purposive Random Sampling, penelitian ini terdiri dari 7 stasiun mulai dari hulu hingga hilir sungai serayu. Data dibandingkan dengan baku mutu kemudian dianalisis dan dihitung menggunakan Nemerrow Index. Kandungan Logam Berat Cd pada matriks air tertinggi bernilai 25,59 mg/l pada stasiun 4 yang berada di tengah sungai pelus dengan aktivitas warga yang cukup padat, sedangkan kandungan Cr pada matriks air tertinggi bernilai 11,05 mg/l pada stasiun 6. Tingkat pencemaran pada sungai pelus melebihi status baku mutu logam berat pada matriks air dengan nilai rerata 16,119 mg/l dan sungai ini dapat dikategorikan sebagai sungai yang sangat tercemar.
Heavy Metal Content of Cadmium (Cd) and Chromium (Cr) in Green Mussels (Perna viridis) and Sediments of Sawojajar Waters, Brebes Sanjayasari, Dyahruri; Rahmaniyyah, Misyka Syahra; Hastuti, Widya Tri; Hidayati, Nuning Vita
MAIYAH Vol 2 No 2 (2023): Maiyah : Vol.2 No.2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.067 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.2.8770

Abstract

Green mussel (Perna viridis) is one of the spesies in Bivalve class which filter the food particles from their surroundings. As filter feeder, it captured anything including plankton, detritus, and even heavy metals. Heavy metals content in green mussels could become dangerous due to the bioaccumulation process. This research aimed to determine the levels of heavy metals Cadmium (Cd) and Chromium (Cr) not only in the tissues of green mussels but also in the sediments of Sawojajar waters, Brebes; current study also determined the feasibility of green mussels for consumption in the perspective of food safety. The method used in this research was a field survey method which conducted in June 2022. The analysis method used AAS refers to the American Public Health Association (APHA) with laboratory tests conducted at the Productivity and Aquatic Environment Laboratory of IPB. The results showed that the content of heavy metal Cd in green mussel samples was at 0.19 mg.kg-1 which was meet the threshold concentration. Whereas, the heavy metal Cr in green mussels’ tissue exceeded the threshold of chromium concentration at 0.21 mg.kg-1. In addition, the heavy metal content of Cd and Cr in sediment were still meet the threshold concentration at 3.2 mg.kg-1 and 0.13 mg.kg-1 respectively. In terms of food safety, the EDI (Estiate Daily Intake) value based on the results of heavy metals Cd and Cr concentrations was 0.11 and 0.13 µg.kg-1.day-1 respectively. The result indicated that these heavy metals concentration had low risk in causing health issue. In the same way, the target hazard value (THQ) of Cd and Cr were not exceeded the RfD (Reference Dose) at 0.109 and 0.036 respectively. These value of THQ for both Cd and Cr indicated low risk in causing cancer and the green mussels are meet the food safety standard
Analisis Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) Pada Sedimen di Sungai Pelus Kabupaten Banyumas Milasari, Sayidah; Arviani, Ilma Azizah; Pranata, Allaam Hadi; Hidayati, Nuning Vita
MAIYAH Vol 2 No 2 (2023): Maiyah : Vol.2 No.2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.627 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.2.8796

Abstract

Sungai Pelus merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tingkat aktivitas masyarakat yang ada di sempadan Sungai Pelus cukup tinggi seperti permukiman, perkebunan, sawah, pabrik kayu, dan tambang pasir yang berpotensi menghasilkan limbah padat maupun cair yang akan bermuara ke badan sungai dan sampai ke sedimen sehingga membuat sungai tersebut tercemar, parameter pencemaran tersebut adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan Cd dan Cr pada sedimen antar stasiun, distribusi kandungan Cd dan Cr pada sedimen, serta apakah kawasan Sungai Pelus tercemar oleh Cd dan Cr berdasarkan Contaminant Factor (CF), Enrichment Factor (EF), Indeks Geoakumulatif (Igeo) dan Pollution Load Index (PLI). Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling pada tujuh stasiun. Kandungan logam berat Cd dan Cr dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil yang didapat menunjukan adanya perbedaan kandungan Cd dan Cr pada sedimen antar stasiun. Sungai Pelus terdeteksi memiliki nilai CF dengan kategori kontaminasi tinggi untuk Cd dan rendah untuk Cr, EF dengan kategori sedang untuk Cd dan tidak ada faktor pengayaan untuk Cr, Igeo dengan kategori tercemar sedang untuk Cd dan tidak tercemar untuk Cr serta PLI dengan kategori tercemar untuk Cd dan tidak tercemar untuk Cr.
Konsentrasi Limbah Pencemar MBAS (Methylen Blue Active Substance) pada Perairan Muara Kali Ijo, Kabupaten Kebumen Dhani, Putri Rizki Rahma; Hendrayana, Hendrayana; Hidayati, Nuning Vita; Haryati, Ani
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9695

Abstract

Muara Kali Ijo is the place where rivers flow in Kebumen Regency, which carry a lot of domestic wastes resulting from sanitation activities, namely detergent. The study aims to determine the quality of Muara Kali Ijo Waters based on MBAS concentration (Methylen Blue Active Substances). MBAS is a standard method for determining the concentration of anionic surfactants in detergents. This study uses descriptive methods with purposive random sampling techniques. Sampling was carried out on March 11, 2023 with a total of five stations. The results of the analysis of the MBAS concentration in the BBSPJPPI laboratory ranged from 0.031 – 0.064 mg/L and the measurement of water quality parameters was still relatively good, below the quality standard threshold. PCA results show that there is a negative correlation between MBAS concentration and water quality parameters. Productive anthropogenic activities around the area have a potential to contribute detergent waste from washing activities and increase MBAS concentrations. Keywords: antropogenic, muara kali ijo, MBAS, PCA, waters quality
Status Mutu Air Waduk Penjalin Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Menggunakan Metode Storet dan Indeks Pencemaran Handayani, Anik Maulia Tri; Samudra, Sesilia Rani; Hidayati, Nuning Vita; Sarasati, Wulandari
MAIYAH Vol 2 No 4 (2023): Maiyah : Vol. 2 No. 4 Desember 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.4.10418

Abstract

In the vicinity of Penjalin Reservoir there are residential areas, eateries, livestock farms, rice fields, and floating net cages. These activities have the potential to lead to a decline in water quality of Penjalin Reservoir due to the direct discharge of waste into the water body. Therefore, research on the water quality status of Penjalin Reservoir is necessary as a means of monitoring water quality in the reservoir. This research aims to determine the water quality status of Penjalin Reservoir using the Storet and the Pollution Index Methods. The research method employed is a survey method, with the selection of sampling points carried out through purposive random sampling, comprising nine stations. Water quality data are analyzed descriptively and compared to the water quality standards for lakes and similar bodies of water, as outlined in the Republic of Indonesia Government Regulation No. 22 of 2021. Subsequently, the water quality status is determined using the Storet and the Pollution Index Methods, as per the Minister of Environment Decision No. 115 of 2003. The results indicate that the water quality status of Penjalin Reservoir, when used for various purposes ranging from Class 1 to Class 3 according to the Storet Method, falls within the heavily polluted category. However, according to the Pollution Index Method, it is categorized as slightly polluted. Nevertheless, Penjalin Reservoir still meets the water quality standards when utilized for agricultural irrigation.
Depuration Method with Various Temperature and Soaking Time in Green Mussels (Perna viridis) Contaminated Cadmium Putri, Atika Amelia; Sanjayasari, Dyahruri; Hidayati, Nuning Vita; Imlani, Ainulyakin Hasan
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.11991

Abstract

Aplikasi metode depurasi pada kerang hijau (Perna viridis) pada penelitian ini menggunakan perlakuan variasi suhu dan lama perendaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium pada kerang hijau di Pesisir Brebes sebelum dan sesudah dilakukan depurasi, persentase perubahan kandungan logam berat kadmium pada kerang hijau dan standar keamanan konsumsi kerang hijau di pesisir Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Wallis dan uji lanjut MannWhitney. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat Cd sebelum metode depurasi sebesar 0,10 mg/kg sedangkan sesudah metode depurasi menunjukkan nilai yang bervariasi dan seluruhnya masih dibawah batas baku mutu yang telah ditetapkan sebesar 0,2 mg/kg. Lama perendaman 24 jam menujukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perendaman 48 jam. Kategori nilai EDI dan THQ untuk seluruh perlakuan ialah tidak ada resiko kesehatan yang dapat ditimbulkan. Namun perlu memperhatikan batas maksimum konsumsi sebesar 4,55 ± 0,61 kg/minggu. Hal ini agar tidak berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang buruk akibat konsumsi kerang hijau dari pesisir Brebes yang telah terkontaminasi kadmium.
Konsentrasi Kadmium dan Kromium pada Kerang Hijau (Perna viridis) dan Sedimen di Pesisir Grinting, Brebes Putri, Atika Amelia; Fajriyah, Istna Nurul; Sanjayasari, Dyahruri; Hidayati, Nuning Vita; Imlani, Ainulyakin Hasan
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.11999

Abstract

Kadmium dan kromium merupakan logam berat yang sulit terdegradasi dan dapat terakumulasi di perairan, terutama pada kerang hijau dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium (Cd) dan kromium (Cr) pada kerang hijau (Perna viridis) dan sedimen, serta untuk mengetahui tingkat kelayakan konsumsi kerang hijau dari sudut pandang kemanan pangan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2022 di Pesisir Grinting, Kabupaten Brebes. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Konsentrasi logam Cd dan Cr dianalisis menggunakan metode AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Cd dan Cr pada kerang hijau berada di bawah ambang batas sebesar 0,18 mg.kg-1 dan 0,12 mg.kg-1. Pada sedimen, kandungan Cd sebesar 46,61 mg.kg-1 yang mana melebihi baku mutu sedangkan untuk kandungan Cr masih dibawah ambang batas yaitu sebesar 0,10 mg.kg-1. Batas maksimum konsumsi kerang hijau yang dapat ditoleransi dalam kg/minggu ditinjau dari konsentrasi Cd dan Cr bagi laki-laki sebesar 2,333 kg/minggu dan 11,650 kg/minggu. Sedangkan untuk wanita sebesar 1,750 kg/minggu dan 8,738 kg/minggu. Dari segi keamanan pangan, nilai EDI (Estimate Daily Intake) berdasarkan konsentrasi logam berat Cd dan Cr berturut-turut adalah 0,108 dan 0,072 µg.kg-1 dan nilai THQ (Target Hazard Quotient) Cd dan Cr sebesar 0,108 dan 0,048 µg.kg-1. Nilai EDI dan THQ ini menunjukkan risiko rendah terhadap kesehatan manusia dan kerang hijau memenuhi standar keamanan pangan.
Estimasi Logam Berat Kadmium (Cd) dan Tembaga (Cu) Perairan Muara Kali Ijo, Pantai Ayah, Kebumen Ibrahim, Wahyu Satriarman; Hendrayana, Hendrayana; Hidayati, Nuning Vita; Kurniawati, Any; Prihatiningsih, Isnaini; Raharjo, Purwo; Mulyani, Sri
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.12179

Abstract

Keberadaan Muara Kali Ijo, Kebumen dapat dikatakan sebagai penampungan terakhir yang berasal dari industri, pertanian, perikanan, dan rumah tangga karena perairan pesisir merupakan tempat bermuaranya sungai dan akan menjadi tempat berkumpulnya zat-zat pencemar serta sumber kontaminan berbahaya, termasuk kontaminasi oleh logam berat jenis kadmium (Cd) dan tembaga (Cu) yang diduga dapat menimbulkan pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cu perairan serta tingkat pencemaran berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 4 stasiun, berada di area outlet sungai, mangrove kawasan ekosistem esensial (KEE), dan muara sungai. Hasil analisis data secara deskriptif menunjukkan bahwa kandungan Cd perairan memiliki nilai rata-rata 0,014 mg/L, sedangkan kandungan Cu memiliki nilai rata-rata 0,013 mg/L. Kandungan logam berat Cd dan Cu perairan telah melebihi baku mutu menurut PP No. 21 Tahun 2021 tentang baku mutu biota laut, sehingga sudah tidak baik bagi organisme akuatik. Tingkat pencemaran perairan di Muara Kali Ijo sudah terkontaminasi berat berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). Kata Kunci: Logam Berat, Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Nemerow Pollution Index (PN), Muara Kali Ijo
Sebaran Kadar pH di Daerah Aliran Sungai Serayu Fikriyya, Nabela; Firmansyah, Faisal Ari; Susanti, Susan Tri; Hidayati, Nuning Vita
MAIYAH Vol 3 No 3 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 3 September 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.3.13205

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu merupakan salah satu DAS besar di Jawa Tengah yang menaungi 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. DAS Serayu menjadi salah satu DAS prioritas yang sekarang ini mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan. Derajat keasaman (pH) merupakan nilai yang menunjukkan konsentrasi ion hidrogen yang masuk kedalam perairan untuk mengetahui keseimbangan asam dan basa. Nilai pH perairan dipengaruhi oleh zat atau bahan asing yang masuk ke badan air, termasuk limbah buangan industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis sebaran kadar pH dan membandingkan kondisi kadar pH di Daerah Aliran Sungai Serayu dengan baku mutu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2023. Pengambilan sampel dilakukan di 15 titik DAS Serayu. Analisis data kualitas air parameter pH menggunakan software ArcGis. Hasil analisis yang didapatkan yaitu nilai pH tertinggi terdapat pada Sungai Serayu Hulu Bendung Singomerto sebesar 7,51 dan nilai pH terendah terdapat pada Sungai Menyawak Bendung Menyawak sebesar 6,18. Data keasaman (pH) Daerah Aliran Sungai Serayu secara umum dari hulu ke hilir menunjukkan trend yang semakin menurun nilai pH nya.
Dinamika Kualitas Air dan Kepadatan Plankton Terhadap Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) di Kolam Budidaya Desa Beji, Kedungbanteng, Banyumas Astuti, Wahyu Widi; Sayidina, Aprilia; Sabrina, Aulia Putri; Widhi, Raut Nugrahening; Hidayati, Nuning Vita; Samudra, Sesilia Rani; Irawan, Hery
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.15613

Abstract

Water quality becomes an important parameter to observe in aquaculture activities to understand its impact on fish growth. The objective of this research is to determine the effect of plankton density and the parameters of pH, temperature, and dissolved oxygen on the growth of Nilem fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted from September 2024 to October 2024. The method used is quantitative, which includes plankton density, Nilem fish weight, and water quality, with the results presented as numerical data in the form of tables and graphs. The average temperature of the Nile tilapia cultivation pond is 32°C, dissolved oxygen with an average value of 4.95, and pH with an average value of 6. The highest fish growth rate was in the first week at 8.39%, followed by the fourth week at 7.29%, while the growth rates in the second and third weeks did not reach 5%. The results of the plankton density regression analysis found that 6% of the specific growth rate is influenced by this factor, while 94% is influenced by other factors. The correlation coefficient (r) obtained is 0.24 and the value of b = -11.611x (negative relationship). Based on PP No. 22 of 2021, the water quality value of this nilem fish farming pond still meets the water quality standard, but compared to the water quality for nilem fish farming, the average water quality value measured in this farming pond does not meet the standard. The observed plankton density over 4 weeks showed fluctuating results, and the growth rate of Nile tilapia also exhibited fluctuating results. The relationship between plankton density and the growth rate of Nile tilapia is classified as weak.
Co-Authors . HERNAYANTI Abdul Haris Ade Rusman Adinda Kurnia Putri Adzhari , Natasya Syafa Afida Nadzirotul Ummah Agung Dhamar Syakti Agusfiana, Ega Dwi Ainaya, Khansa Ghaida Alfi Hermawati Waskita Sari Ani Haryati, Ani Any Kurniawati, Any Arif Mahdiana, Arif Arviani, Ilma Azizah Asrul Sahri Siregar Asrul Sahri Siregar Astuti, Wahyu Widi Atika Amelia Putri Attaqi, Ahmad Naufal Boedi Setya Rahardja Cahyo, Tri Nur Cindi Koes Farizky Condro, Abi Dewi Nugrayani Dewi Wisudyanti Budi Hastuti Dewi, Nina Nurmalia Dhani, Putri Rizki Rahma Dimas Setiawan Dita Wisudyawati Dwi Yuli Pujiastuti Dyahruri Sanjayasari El Haq, Ferlynda El Mouchtari, El Mountassir Fajriyah, Istna Nurul Farizky, Cindi Koes Feri Susanto Fikrian Syauqi Santoso Fikriyya, Nabela Firdaus, Abdul Malik Firmansyah, Faisal Ari Fitriadi, Ren Fitriani, Mirna Gayuh Laksana Putra Handayani, Anik Maulia Tri Hasanah, Uswa Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi Hastuti, Widya Tri Hendrayana Hendrayana, Hendrayana Hermanto Hermanto Heru Pramono Hery Irawan Hidayat, Rizqi Rizaldi Hudawi, Mohammad Nuh Husni, Iqbal Ali Ibrahim, Wahyu Satriarman Imlani, Ainulyakin Hasan Irwan Hidayatullah, Irwan Isdy Sulistyo Jatmoko, Bambang Eko Junaidi, Teuku Kartikaputri, Ariani Dian Kurnia, Adinda Kurniawati, Mutiara Ayu Lestari, Sinda Dewi Lilik Kartika Sari Lukmanulhakim, Raden Cynan Maeda, Minoru Mahardhika Nur Permatasari Meris Rahmawati Milasari, Sayidah Mirna Fitrani Mirna Fitrani Mirna Fitriani Mohamad Rofiq Ulinuha Muhamad Baedowi Muhammad Syahrian Muslih Muslih Muslih Muslih Nabela Fikriyya Nafsha Atika Putri Najiah, Dorrotun Norman Arie Prayogo, Norman Arie Nova Ambar Sukma Wardhono Nugrayani, Dewi Nurchamidah Nurshofia, Winarni Ocky Karna Radjasa Octoriani, Widyanti Parikesit, Prismadian Aji Philipus Uli Basa Hutabarat Pranata, Allaam Hadi Prastiyo, Jery Prihatiningsih, Isnaini pujihastuti, etin Purnama Sukardi Putri, Atika Amelia Putri, Desta Fatma Putri, Nafsha Atika R Siti Rukayah Raharja, Ferry Cahya Raharjo, Purwo Rahmaniyyah, Misyka Syahra Riviani Riviani, Riviani Riyanti Riyanti Rose Dewi Rusman, Ade Sabrina, Aulia Putri Santoso, Fikrian Syauqi Sapto Andriyono Sarasati, Wulandari SARI, CUT NANDA Sayidina, Aprilia Sesilia Rani Samudra Sinda Dewi Lestari Siti Hotijah SITI HOTIJAH Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sri Mulyani Sultoni, Iman Susanti, Susan Tri Syahrian, Muhammad Syakuri, Hamdan Tohir Tohir, Tohir Tri Nur Cahyo Ulinuha, Mohamad Rofiq Ummah, Afida Nadzirotul Upit Ratna Puspita Veryl Hasan Wardhono, Nova Ambar Sukma Wibowo, Mahbub Fuad Widhi, Raut Nugrahening Wiyarsih, Nani Yeti Darmayati Yogi Putranto Zaky Mubarok, Muhamad