p-Index From 2021 - 2026
5.522
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Arabic Language Learning Syntax in Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Asep Nuhdi; Maswani Maswani
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 4 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i4.44787

Abstract

The development of Arabic teaching methods can be carried out by a creative and innovative teacher who always pays attention to the principles of language teaching and is able to collect ideas or ideas to mix from ordinary to extraordinary things. The focus of this research is on the concept of developing language learning methods. Arabic at Madrasah Dinoyyah Takmiliyyah is then applied in learning Arabic. This research material was also expanded with the development of Arabic language learning methods that had been carried out in Indonesia as a comparison between theory and its realization in Indonesia. The research method in this research was the type of research used, namely library research and field research. The use of this approach is adapted to the main objectives of the research, namely to describe and analyze the development of Arabic language learning methods and to be transformed in Madrasah Diniyyah Takmiliyyah. The results and discussion are that if the purpose of learning Arabic is to make students proficient in Arabic which is characterized by mastery of the four language skills , then the methods and methods used must be adapted to that purpose. At least to make students proficient in the four skills is to use the syam'iyyah syafawiyyah method for listening and speaking. Also coupled with the deliberation method. For reading skills is the qira'ah method. Meanwhile, writing skills use imla techniques and drill/practice methods.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE PADA SEKOLAH KHARISMA BANGSA Fatikhatul Aulia; Marwah Raisa Roja; Maswani Maswani
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum Cambridge di Sekolah Kharisma Bangsa sebagai salah satu Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) di Indonesia. Fokus penelitian meliputi alasan strategis adopsi kurikulum, strategi penerapan, bentuk dukungan institusional, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, dengan data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi tidak langsung. Hasil menunjukkan bahwa kurikulum Cambridge diintegrasikan dengan Kurikulum Merdeka dan diterapkan pada mata pelajaran inti seperti Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Proses implementasi mencakup tiga tahapan utama: sosialisasi, pembelajaran aktif berbasis konteks global, dan evaluasi berbasis ujian Cambridge. Sekolah juga memberikan dukungan institusional melalui program summer course, pelatihan guru, dan fasilitas digital. Temuan menunjukkan adanya keberhasilan akademik namun juga tantangan seperti keterbatasan jadwal ujian dan kesiapan siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian komprehensif terhadap integrasi kurikulum internasional dan nasional dalam konteks SPK, yang belum banyak diteliti sebelumnya. Penelitian ini penting untuk memberikan rekomendasi strategis bagi sekolah lain dalam mengadopsi kurikulum internasional tanpa meninggalkan muatan lokal dan kebijakan nasional.
KURIKULUM BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH 2019: INTEGRASI NILAI ISLAM DAN PENGUATAN KOMPETENSI 4C M. Irwan Jayadi; Khaerul Umam; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Jurnal Al-Hibru Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Hibru: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya (September-Februari)
Publisher : Yayasan Haiah Nusratul Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59548/hbr.v3i1.571

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic values and the enhancement of 21st-century competencies (4C: critical thinking, creativity, communication, collaboration) within the 2019 Madrasah Ibtidaiyah Arabic Language Curriculum. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study examines official Ministry of Religious Affairs documents, Islamic educational theories, and relevant studies on Arabic pedagogy. The findings reveal that the 2019 curriculum embodies an integrative and transformative Islamic education paradigm, where Arabic learning focuses not only on linguistic proficiency but also on Islamic character formation and critical, collaborative thinking. The Communicative Language Teaching (CLT) approach and the use of digital technology strengthen communicative and creative dimensions in Arabic learning. However, challenges persist regarding teacher competence and limited contextual teaching materials. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical capacity and developing Islamic value-based learning innovations are essential to achieve Arabic language education aligned with digital era demands and Islamic educational objectives.
TELAAH PERBANDINGAN KURIKULUM 2013 DAN KMA 183-184 TAHUN 2019 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH Fajar Lazuardi; Keysa Tamami; Ubaid Ridho; Maswani Maswani
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ihya.v11i3.27094

Abstract

This study aims to analyze the conceptual and implementive differences between the 2013 Curriculum and the 2019 Curriculum (KMA No. 183-184 of 2019) in Arabic language learning at the Madrasah Tsanawiyah level. Using a qualitative research method based on literature study, this study examines the philosophical, sociological, psychopedagogical foundations, and characteristics of the two curriculums as listed in various official documents and scientific literature. The results of the study show that the 2013 Curriculum emphasizes national standardization through the structure of Core Competencies (KI) and Basic Competencies (KD) which are standard and centralized, so that Arabic language learning tends to be oriented to structural and theoretical aspects. On the contrary, KMA 183-184 of 2019 presents a new paradigm through Learning Outcomes (CP) and Learning Objectives (TP) that are more flexible, contextual, and oriented towards communicative competence and religious moderation. The 2019 curriculum also provides more space for the use of technology, strengthening local culture, and teacher autonomy in designing learning that is relevant to the needs of students and the challenges of the Industrial Revolution 4.0 era. Thus, it can be concluded that KMA 2019 offers a more adaptive, holistic, and functional approach to learning Arabic, while responding to global demands and the development of science and technology.
Landasan Filosofis, Sosiologis, Psikologis, Pedagogis, dan Yuridis dalam Penyusunan Kurikulum Bahasa Arab di Indonesia Muhammad Fakhri Nurfauzan; Ubaid Ridlo; Maswani
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 8 No. 2 (2025): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v8i2.8716

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif berbagai landasan utama yang menjadi dasar penyusunan kurikulum bahasa Arab di Indonesia, yaitu landasan filosofis, sosiologis, psikologis, pedagogis, dan yuridis. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah lemahnya pemahaman integratif mengenai hubungan antarfondasi tersebut dan bagaimana masing-masing mempengaruhi arah, tujuan, serta implementasi kurikulum bahasa Arab di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur pendidikan, regulasi nasional, serta teori pembelajaran bahasa modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan kurikulum bahasa Arab tidak dapat dipisahkan dari kerangka filosofis yang menentukan hakikat peserta didik dan tujuan pendidikan; konteks sosiologis masyarakat Indonesia yang majemuk; karakteristik psikologis peserta didik; prinsip-prinsip pedagogis dalam proses pembelajaran; serta ketentuan yuridis seperti Standar Nasional Pendidikan. Integrasi kelima landasan tersebut menghasilkan kurikulum bahasa Arab yang lebih relevan, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik serta tuntutan pendidikan nasional.
Implementasi Strategi Diferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab pada Kurikulum Integratif di SMP Islam Madinatul Ilmi Legoso Vhebe Angela Balkist; Siti Humairah; Naila Tuniam; Maswani
TADRIS AL-ARABIYAT: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/arabiyat.v6i1.4078

Abstract

This study aims to analyze the differentiated instructional strategies in Arabic language learning based on the curriculum implemented at Madinatul Ilmi Islamic Junior High School. Using a descriptive qualitative approach and a case study method, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation. The findings reveal that teachers apply differentiated strategies in three main aspects: content, process, and product. Instructional materials are adjusted according to students’ initial abilities through tiered textbooks, ranging from Kitabati to Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayk. The learning process is designed to be flexible, employing affective and gradual approaches, while assessments are conducted formatively through tiered tasks that reflect individual student progress. Furthermore, instruction is contextualized with daily Islamic practices, such as prayer and worship, to strengthen students' understanding of religious meaning in language use. These findings offer an adaptive Arabic language learning model that responds to student heterogeneity and integrates Islamic values in an applicable way, contributing a novel perspective to the development of faith-based differentiated instruction strategies in Islamic schools
METODE KLASIK DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MIT AL-BARIYYAH Ivana Badriyah Hasanah; Muhammad Mahdi; Rasyida Rafa Sidiq; Maswani Maswani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3787

Abstract

Penelitian ini menganalisis dominasi metode klasik dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Al-Bariyyah di tengah implementasi Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada seorang guru bahasa Arab disana, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di MIT Al-Bariyyah masih sangat mengandalkan *Grammar Translation Method* (GTM), dengan fokus pada penerjemahan literal, hafalan kosakata, dan tata bahasa, serta minimnya perhatian pada komunikasi lisan. Meskipun guru menunjukkan inisiatif adaptasi seperti metode nyanyian dan sesekali penggunaan proyektor, upaya ini terhambat oleh keterbatasan fasilitas dan kurangnya literasi teknologi. Pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, masih belum optimal karena kurangnya pendampingan teknis dan pelatihan yang kontekstual. Pilihan guru untuk mempertahankan metode klasik dipandang sebagai respons rasional terhadap keterbatasan struktural, bukan penolakan terhadap inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum baru sangat bergantung pada dukungan sistemik yang berkelanjutan, pelatihan praktis, dan infrastruktur yang memadai, agar transformasi pedagogis dapat terwujud secara substansial di lapangan.
Analisis Tujuan dan Materi Kurikulum Bahasa Arab di Tingkat Ibtida’i Shadiqul Wahdi; Muhamad Fauzan Halim; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 03 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian antara tujuan dan materi kurikulum Bahasa Arab di tingkat Madrasah Ibtida’iyah (MI) dalam perspektif pendidikan Islam. Bahasa Arab memiliki peran strategis sebagai bahasa agama dan sarana transmisi keilmuan Islam, sehingga pembelajarannya pada jenjang dasar perlu dirancang secara sistematis dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap tujuan kurikulum dan materi ajar Bahasa Arab MI. Analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan tujuan pembelajaran baik tujuan umum maupun tujuan khusus dengan materi yang mencakup kosakata, struktur bahasa, dan keterampilan berbahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara konseptual tujuan kurikulum Bahasa Arab di tingkat ibtida’i telah mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik serta sejalan dengan visi pendidikan Islam. Materi pembelajaran pada umumnya telah disusun secara bertahap dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan anak usia dasar. Namun demikian, masih ditemukan ketidakseimbangan dalam implementasi, terutama kecenderungan penekanan pada hafalan kosakata dibandingkan pengembangan keterampilan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penyelarasan yang lebih optimal antara tujuan dan materi agar pembelajaran Bahasa Arab di tingkat ibtida’i dapat berlangsung lebih efektif, bermakna, dan berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa secara menyeluruh.
Tela’ah Buku (Bahan Ajar) Bahasa Arab Tingkat Dasar Dan Menengah Nurhalimah. S; Athian Sulthon; Ubaid Ridlo; Maswani Maswani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 03 (2025): Qawaid: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bahasa Arab di Indonesia, khususnya pada jenjang dasar dan menengah, mengalami perkembangan yang dinamis, yang dipengaruhi oleh perubahan kebijakan kurikulum dan kebutuhan masyarakat akan kemampuan berbahasa Arab yang komunikatif. Buku ajar bahasa Arab berperan penting sebagai sarana untuk menghubungkan teori bahasa dengan praktik pembelajaran di kelas, serta sebagai alat untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi buku ajar bahasa Arab pada tingkat dasar dan menengah, dengan menilai aspek linguistik, pedagogis, serta relevansi budaya terhadap karakteristik peserta didik Indonesia. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keseimbangan distribusi keterampilan bahasa dalam buku ajar, serta menilai apakah bahan ajar tersebut sudah memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran yang komunikatif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun buku ajar telah mengintegrasikan berbagai tema kehidupan sehari-hari yang relevan dengan peserta didik, masih terdapat ketidakseimbangan dalam pengembangan keterampilan berbicara dan mendengarkan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam penyajian materi untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikatif yang lebih seimbang dan relevan dengan kurikulum yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar bahasa Arab yang lebih efektif dan kontekstual di Indonesia.
Developing and Evaluating an AI-Driven Arabic Listening E-Module: Integrating Intensive and Extensive Listening Through Elevenlabs Faisal Umri; Muhbib Abdul Wahab; Maswani Maswani
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v14i1.11306

Abstract

The limited availability of Arabic listening materials integrated with interactive digital technologies remains a significant challenge in enhancing listening proficiency among students in the Arabic Language Education Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Existing resources often lack accessibility, engagement, and alignment with learning outcomes. This study aimed to develop an artificial intelligence (AI)-based Arabic listening e-module, E-sama’iy, utilizing ElevenLabs technology and structured listening activities, and to examine its effectiveness in improving students’ listening skills. Employing a Research and Development (R&D) approach based on the ADDIE model, the study was conducted through five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The feasibility of the module was assessed through expert validation, while its effectiveness was evaluated using pre-test and post-test scores of second-semester students. The findings revealed that the developed e-module was highly feasible, obtaining an average validation score of 92%. Students’ listening achievement improved substantially, with mean scores increasing from 55.4 in the pre-test to 85.9 in the post-test, accompanied by an N-Gain score of 0.68, indicating moderate-to-high improvement. Furthermore, students reported highly positive perceptions (91.88%), particularly regarding motivation, engagement, and comprehension. These findings demonstrate that E-sama’iy is an effective digital learning resource for enhancing Arabic listening skills and supporting AI-assisted language learning.