Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Mindfulness dalam Meningkatkan Regulasi Emosi pada Mahasiswa Ira Lestari, Isma; Masfia, Irma; Ikhrom, Ikhrom
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2025): EDISI 13
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students often face both academic and emotional pressures. Mental skills are important to adjust to the transition to stressful college life. One of the mental skills that students can apply is emotion regulation. Emotion regulation is a person's ability to control, identify, and act according to existing emotions. Mindfulness is the ability to be aware of what is happening in the present moment. This study aims to reveal the role of mindfulness in improving emotion regulation in college students. This research is based on a qualitative approach with in-depth interviews. In this study, it was found that mindfulness actively contributes to improving emotion regulation in university students.
Pengaruh Influencer Kecantikan terhadap Ketidakpuasaan Citra Tubuh pada Perempuan Anita Rosita Dewi Indriani; Dewi Khurun Aini; Ikhrom Ikhrom
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9552

Abstract

Fenomena ketidakpuasan citra tubuh semakin meluas di kalangan perempuan, khususnya remaja dan dewasa muda di Indonesia, seiring dengan meningkatnya paparan terhadap konten influencer kecantikan di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konten dari influencer kecantikan memengaruhi ketidakpuasan citra tubuh perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 20 partisipan perempuan berusia 15–30 tahun yang aktif mengikuti influencer kecantikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengalami ketidakpuasan citra tubuh yang tinggi, terutama akibat perbandingan sosial, tekanan untuk tampil sempurna, serta internalisasi standar kecantikan yang tidak realistis. Dampak negatif juga tercermin dalam aspek afektif, kognitif, dan relasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa influencer kecantikan memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi tubuh perempuan. Diperlukan strategi edukatif dan peningkatan literasi digital untuk mengurangi dampak negatif ini, khususnya melalui penguatan kesadaran diri terhadap realitas media sosial.
DAMPAK OVERSTIMULASI KONTEN DIGITAL TERHADAP PEMUSATAN PERHATIAN ANAK Apik Lestari, Citra; Zikrinawati, Khairani; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.4941

Abstract

This study aims to examine the impact of digital content overstimulation on the attention span of children aged 6 to 12 years. Using a qualitative approach, the study began with the distribution of questionnaires to map gadget usage patterns and initial indications of attention disorders. The questionnaire results served as the basis for in-depth interviews with two children and three parents to gain deeper insights into the effects of digital content on children’s focus. The findings reveal that using gadgets for 3 to 4 hours per day especially for accessing fast-paced, visually stimulating, and interactive content such as YouTube, TikTok, and Netflix contributes to decreased concentration, increased distractibility, and difficulty completing tasks. The children also exhibited signs of irritability, frustration, and a tendency to shift activities without clear direction. The study concludes that digital content overstimulation negatively affects children's attention span and emotional regulation, highlighting the need for parental supervision and mindful management of digital media consumption to support optimal child development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak overstimulasi konten digital terhadap kemampuan pemusatan perhatian anak usia 6–12 tahun. Pendekatan kualitatif digunakan dengan tahap awal penyebaran kuesioner untuk memetakan pola penggunaan gadget dan indikasi awal gangguan perhatian. Data kuesioner menjadi dasar wawancara mendalam terhadap dua anak dan tiga orang tua guna menggali pemahaman lebih lanjut mengenai pengaruh konten digital terhadap fokus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget selama 3–4 jam per hari, terutama untuk mengakses konten cepat, mencolok, dan interaktif (misalnya YouTube, TikTok, dan Netflix), berkontribusi pada penurunan konsentrasi, mudah terdistraksi, serta kesulitan menyelesaikan tugas. Anak juga menunjukkan gejala mudah marah, cepat frustrasi, dan sering berpindah aktivitas tanpa arah jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa overstimulasi konten digital berdampak negatif terhadap pemusatan perhatian dan regulasi emosi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam mengawasi serta mengelola konsumsi media digital secara bijak untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
ANALISIS DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENGATASI BURNOUT PADA ANGGOTA ORGANISASI MAHASISWA Maeyani, Fikriyyah; Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum, Nadya; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5037

Abstract

Students who are active in campus organizations are often faced with the dual pressures of academic obligations and organizational responsibilities. This imbalance creates a serious problem in the form of burnout, a condition of emotional, physical, and mental exhaustion that can interfere with students' motivation, concentration, and psychological health. The lack of a structured social support system in student organizations exacerbates the situation, making it difficult for students to manage the stress they face. This study aims to understand the extent of the role of social support in overcoming burnout in members of student organizations. A qualitative approach was used through in-depth interviews with five students from various campuses. The results showed that burnout was triggered by excessive workload, internal conflict, and lack of fair division of tasks. The most helpful social support includes emotional, appreciative, and instrumental support from peers, family, and organizational colleagues. In addition, coping strategies such as time management, venting, and self-reward also emerged as positive responses reinforced by the presence of social support. This study emphasizes the importance of student organizations building a supportive culture and structured support system to maintain the mental health and life balance of its members. ABSTRAK Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus sering dihadapkan pada tekanan ganda dari kewajiban akademik dan tanggung jawab organisasi. Ketidakseimbangan ini memunculkan masalah serius berupa burnout, yaitu kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang dapat mengganggu motivasi, konsentrasi, serta kesehatan psikologis mahasiswa. Minimnya sistem dukungan sosial yang terstruktur dalam organisasi mahasiswa memperburuk situasi tersebut, membuat mahasiswa kesulitan dalam mengelola stres yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana peran dukungan sosial dalam mengatasi burnout pada anggota organisasi mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa dari berbagai kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout dipicu oleh beban kerja berlebihan, konflik internal, dan kurangnya pembagian tugas yang adil. Dukungan sosial yang paling membantu meliputi dukungan emosional, apresiatif, dan instrumental dari teman sebaya, keluarga, maupun rekan organisasi. Selain itu, strategi coping seperti manajemen waktu, curhat, dan pemberian self-reward juga muncul sebagai respon positif yang diperkuat oleh keberadaan dukungan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya organisasi mahasiswa membangun budaya suportif dan sistem dukungan yang terstruktur untuk menjaga kesehatan mental serta keseimbangan hidup anggotanya.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENGURANGI DAMPAK SOCIAL ANXIETY PADA KORBAN CYBERBULLYING Saputri, Shalsabela; Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum, Nada; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5116

Abstract

This study aims to examine the influence of social support on levels of social anxiety and social isolation among adolescents who have been victims of cyberbullying. Using a quantitative approach and mediation regression method, data were collected from 31 respondents aged 16–19 who had experienced cyberbullying. The analysis revealed that social support has a significant effect in reducing social anxiety levels, but does not have a significant impact on levels of social isolation. These findings highlight the important role of social support as a protective factor in alleviating the psychological distress of cyberbullying victims. The implications of this study may serve as a basis for developing support strategies involving family, peers, and community to help victims recover from the negative impacts of online bullying. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat social anxiety dan isolasi sosial pada remaja korban cyberbullying. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode regresi mediasi, data dikumpulkan dari 31 responden berusia 16–19 tahun yang pernah mengalami cyberbullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat social anxiety, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat isolasi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial berperan penting sebagai faktor protektif dalam mengurangi tekanan psikologis korban cyberbullying. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi dukungan berbasis keluarga, teman, dan komunitas untuk membantu korban pulih dari dampak negatif perundungan daring.
PENGARUH IKLAN INTERAKTIF MENARIK, KETERLIBATAN KONSUMEN, SERTA RESPON EMOSI TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA PRODUK MARKETPLACE Anas Al Irsyad, Muhammad; Lucky Ade Sessiani, Lucky; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5121

Abstract

This study aims to examine the influence of engaging interactive advertisements on impulsive buying behavior toward electronic products among Generation Z in Central Java. Utilizing an explanatory quantitative approach, the research investigates the mediating role of consumer engagement and the moderating role of positive emotional responses in the relationship between interactive advertisements and impulsive purchases. Data were collected through an online questionnaire involving 32 purposively selected respondents who met specific criteria. The results of multiple linear regression analysis reveal that, collectively, interactive ads, consumer engagement, and emotional responses significantly influence impulsive buying behavior (p = 0.048). However, only consumer engagement demonstrates a statistically significant individual effect (p = 0.013), while interactive advertising and emotional responses do not show significant direct effects. These findings underscore the critical role of active consumer participation in digital marketing, suggesting that interactive experiences fostering engagement are more effective in triggering impulsive purchases than visual appeal or emotional stimulation alone. This study contributes to the development of more participatory and contextually relevant marketing strategies in the digital era and opens avenues for further exploration of psychological and situational factors influencing impulsive buying decisions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh iklan interaktif yang menarik terhadap perilaku pembelian impulsif pada produk elektronik di kalangan Generasi Z di Jawa Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, penelitian ini menyelidiki peran mediasi dari keterlibatan konsumen dan peran moderasi dari respon emosional positif dalam hubungan antara iklan interaktif dan pembelian impulsif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang melibatkan 32 responden yang dipilih secara purposif yang memenuhi kriteria tertentu. Hasil analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa, secara kolektif, iklan interaktif, keterlibatan konsumen, dan respon emosional secara signifikan mempengaruhi perilaku pembelian impulsif (p = 0,048). Namun, hanya keterlibatan konsumen yang menunjukkan pengaruh individual yang signifikan secara statistik (p = 0,013), sementara iklan interaktif dan respon emosional tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi peran penting dari partisipasi aktif konsumen dalam pemasaran digital, menunjukkan bahwa pengalaman interaktif yang mendorong keterlibatan lebih efektif dalam memicu pembelian impulsif daripada daya tarik visual atau stimulasi emosional saja. Studi ini berkontribusi pada pengembangan strategi pemasaran yang lebih partisipatif dan relevan secara kontekstual di era digital dan membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut tentang faktor-faktor psikologis dan situasional yang mempengaruhi keputusan pembelian impulsif.
POLA ADAPTASI MAHASISWA RANTAU DALAM MENGHADAPI CULTURE SHOCK Khoirunnisa, Shabrina; Ade Sessiani, Lucky; Ikhrom, Ikhrom
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i1.5179

Abstract

Inter-regional students often experience culture shock due to differences in culture, language, and social norms in a new environment. This study aims to identify adaptation patterns used by inter-regional students in dealing with culture shock, such as describing emotional experiences, behaviors, and changes in cultural perceptions, and exploring the role of social support in the adaptation process. This study uses a qualitative phenomenological method with purposive sampling of five students from outside Java who are studying in Java and have lived in Java for at least one year. The results of the study indicate that adaptation takes place through academic, social, emotional, and institutional aspects, support from family, peers, fellow inter-regional friends, campus communities, and one's own coping strengths have been shown to accelerate the adaptation process. Adaptation does not only depend on external support, but also on personal resilience in building routines and accepting cultural changes. These findings confirm that the adaptation of inter-regional students is a gradual, dynamic, and multidimensional process that requires openness, good coping strategies, and ongoing social support. ABSTRAK Mahasiswa rantau seringkali mengalami culture shock akibat perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola adaptasi yang digunakan mahasiswa rantau dalam menghadapi culture shock, seperti menggambarkan pengalaman emosional, perilaku, dan perubahan persepsi budaya, serta mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam proses adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap lima mahasiswa dari luar Pulau Jawa yang sedang menempuh pendidikan perkuliahan di Jawa dan telah tinggal di Jawa minimal selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung melalui aspek akademik, sosial, emosional, dan institusional, dukungan dari keluarga, teman sebaya, teman sesama perantau, komunitas kampus, serta kekuatan coping diri sendiri terbukti mempercepat proses adaptasi. Adaptasi bukan hanya bergantung pada dukungan eksternal, tetapi juga pada ketahanan pribadi dalam membangun rutinitas dan menerima perubahan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi mahasiswa rantau adalah proses bertahap, dinamis, dan multidimensional yang memerlukan keterbukaan, strategi coping yang baik, serta dukungan sosial yang berkelanjutan.
The Influence of Online Games on a Person’s Emotions Feyzal Rizkillah; Dewi Khurun Aini; Ikhrom, Ikhrom
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, May - Juny (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the emotional effects of online gaming on teenagers and young adults, emphasizing both the beneficial and improvement of cognitive abilities, and social interaction via multiplayer platforms. Nonetheless, excessive gaming has been linked to emotional instability, such as anger problems, depression, anxiety, and social withdrawal. Employing a qualitive phenomenological method with purposive sampling, the research conducted interviews and observation of gamers aged 13 to 25 who engage in online gaming for over an hour each day. Result indicates that the release of dopamine from accomplishments in games promotes addictive behavior, leading to extended playtime even in the face of emotional turmoil. Anger problems frequently arise from a sense of loss, injustice, dan placing blame outside oneself instead of engaging in self reflection. The study uses behaviorist theory to analyze the stimulus-response connection related to gaming addiction and emotional reaction, highlighting the importance of personalized interventions. In the end, encouraging a balanced gaming strategy can enhance advantages, while reducing psychological threats for at-risk young people.
Islamic Religious Education (PAI) Learning In The Society 5.0 Era To Improve Critical Thinking Skills Hayati, Aziza Nur; Raharjo, Raharjo; Ikhrom, Ikhrom
DAYAH: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DAYAH: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jie.v7i2.23095

Abstract

The development of technology, information, and communication requires people in the era of Society 5.0 to have various life skills. One such skill is critical thinking skills. Critical thinking skills are useful for minimizing the occurrence of various negative impacts of technological advances. In addition, people who have critical thinking skills will easily solve various problems in life. This study aims to determine the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning in the era of Society 5.0, evaluate critical thinking skills, and analyze the implications of Islamic Religious Education (PAI) learning in the era of Society 5.0 in improving critical thinking skills. This research uses qualitative methods with questionnaire instruments, observation and interview guidelines, and documentation. The results showed that: 1) in the era of society 5.0, PAI teachers use a problem-based contextual learning model, utilize technology as a learning medium, and encourage students to actively seek information from various sources, 2) students' critical thinking skills are in a good category, 84% of students already have critical thinking skills in the medium and high categories, 3) Islamic Religious Education (PAI) learning in the era of society 5.0 has implications for skills critical thinking.
Pengalaman Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu dalam Menghadapi Stres Akademik selama Kuliah Happsari, Ajeng Ayu; Zikrinawati, Khairani; Ikhrom, Ikhrom
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi stres akademik selama masa studi. Mahasiswa yang menjalankan peran ganda sebagai pelajar dan pekerja sering kali menghadapi tantangan yang kompleks, baik dari sisi pembagian waktu, tekanan akademik, maupun beban pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi pustaka terhadap mahasiswa yang aktif bekerja paruh waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, keinginan mengembangkan diri, dan dukungan sosial menjadi motivasi utama mahasiswa bekerja. Namun, beban ganda tersebut berdampak pada peningkatan tingkat stres, penurunan partisipasi akademik, dan penurunan kualitas pembelajaran kolaboratif. Meski demikian, sebagian mahasiswa menunjukkan resiliensi akademik melalui manajemen waktu yang baik dan dukungan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini menekankan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam memberikan dukungan adaptif terhadap mahasiswa pekerja, baik dalam bentuk fleksibilitas akademik, layanan konseling, maupun program mentoring.