Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Indonesia Medicus Veterinus

Laporan Kasus: Penanganan Enteritis pada Kambing Peranakan Ettawa Akibat Nematodiasis dan Koksidiosis Fangidae, Petra Yudha; Nururrozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.818 KB)

Abstract

Nematodiasis dan koksidiosis merupakan penyakit pada kambing yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Seekor kambing Peranakan Ettawa (PE) betina berumur 1 tahun dan berat badan 35 kg, dianamnesis mengalami diare, lemas, dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan rambut yang kasar, konjungtiva dan gingiva hiperemis, limfaglandula mandibularis dekster bengkak, pada hidung terdapat leleran mukopurulen, peristaltik usus meningkat, dan konsistensi feses yang lembek. Hasil pemeriksaan sampel feses ditemukan adanya ookista Eimeria spp., larva nematoda jenis strongyle dan telur cacing strongyle. Pemeriksaan hematologi didapatkan polisitemia, anemia mikrositik-hipokromik, leukositosis dengan disertai neutrofilia dan eosinofilia. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan laboratorium maka kambing didiagnosis mengalami enteritis akibat nematodiasis dan koksidiosis dengan prognosis fausta. Pengobatan yang diberikan adalah Albendazole 8,5 mg/kg BB (PO), Oxytetracycline 17 mg/kg BB (IM), Diphenhydramine HCL 1 mg/kg BB (IM), dan injeksi multivitamin 3 mL (IM). Tujuh hari setelah pengobatan telah ada perbaikan klinis berupa keadaan kambing yang sudah aktif, tidak diare, feses yang mulai padat, jumlah larva nematoda dalam feses sudah berkurang.
Laporan Kasus: Cystic Endometrial Hiperplasia-Pyometra Kompleks pada Kucing Persia Nurrurozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.096 KB)

Abstract

Seekor kucing persia betina berumur satu tahun diperiksa dengan keluhan perut membesar selama beberapa minggu. Pemeriksaan hematologi pertama kucing mengalami leukositosis (29.150 sel/µL) dan neutrofilia. Pemeriksaan hematologi kedua terjadi peningkatan leukosit yang lebih tinggi (38.750 sel/µL), eutrofilia disertai monositosis, eosinofilia, hiperproteinemia dan hiperfibrinogenemia. Sonogram hasil pemeriksaan ultrasonografi terlihat adanya penebalan pada dinding uterus bersifat hyperechoic dengan lumen berisi cairan hypoechoic. Pemeriksaan radiografi terlihat perbesaran uterus dengan gambaran radiopaque pada semua bagian uterus. Berdasarkan hasil pemeriksaan gejala klinis dan laboratoris kucing didiagnosis mengalami cystic endometrial hyperplasia-pyometra kompleks dengan prognosis dubius. Penanganan yang dilakukan adalah ovariohisterektomi. Pemeriksaan makroskopis pascaoperasi terhadap uterus nampak perbesaran uterus terisi cairan keruh, kental dan berbau. Mukosa endometrium mengalami hiperplasia dan memiliki penampilan haemorrhagic dengan sejumlah kecil sista endometrium. Pengobatan pascaoperasi dilakukan dengan amoksisilin dosis 10 mg/kg BB dan deksametason dosis 0,125 mg/kg diminumkan dua kali sehari selama empat hari, dan multivitamin sebanyak 0,6 mL diberikan satu kali sehari. Kucing mengalami perbaikan secara klinis empat hari setelah operasi dan dinyatakan sembuh pada hari ke-6 setelah operasi.
Laporan Kasus: Mastitis Gangrene pada Induk Kucing Persia Setelah Melahirkan Aurora, Clara Inneke; Nururrozi, Alfarisa; Soedarmanto, Indarjulianto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.436 KB)

Abstract

Mastitis adalah peradangan pada glandula mammae karena infeksi bakteri pada masa laktasi. Seekor kucing persia berumur 8 bulan dengan bobot badan 2,9 kg diperiksa dengan keluhan terlihat kesakitan saat menyusui anaknya, terdapat luka pada mammae, nafsu makan dan minum menurun, dan dua anak mati setelah menyusu induknya. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan suhu tubuh 40,3°C, dehidrasi, mammae bagian abdominal dekster asimetris, bengkak, merah, hangat, konsistensi keras, nyeri saat dipalpasi, disertai luka dengan akumulasi pus dan darah yang melanjut menjadi gangrene. Pemeriksaan hematologi, kucing mengalami limfositopenia, hiperproteinemia dan hiperfibrinogenemia. Hasil pemeriksaan sitologi mammae ditemukan kumpulan bakteri, sel radang limfosit dan hancuran sel-sel epitel. Kultur pada media plat agar darah terisolasi bakteri Staphylococcus sp. Kucing didiagnosis mengalami mastitis gangrene dengan prognosis dubius. Pengobatan yang dilakukan adalah kompres air hangat, amoxicillin (10 mg/kg s2dd PO), dexamethason (0,125 mg/kg s2dd PO), adenosin triphospat (ATP) (0,5 mg/kg s1dd IM), asam tolfenamik (6,5 mg/kg s1dd IM), lisin sirup (70 mg/kg s2dd PO). Pada hari keenam pengobatan, terbentuk luka terbuka pada ambing. Luka dijahit dengan pemberian sedativa. Kucing mulai menunjukkan perbaikan pada hari ke-8 pengobatan. Luka gangrene mulai menutup dan kering, mammae tidak bengkak dan konsistensi tidak keras, palpasi tidak nyeri. Kucing dinyatakan sembuh 14 hari setelah pengobatan.
Laporan Kasus: Sporotrikosis pada Kucing Persia Maharani, Sukma; Nururrozi, Alfarisa; Yunartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.860

Abstract

Sporotrikosis adalah infeksi kronik yang disebabkan oleh fungi Sporothrix schenckii. Sporotrikosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe kulit primer dan sistemik. Seekor kucing persia berumur satu tahun dengan bobot badan 3,7 kg diperiksa dengan keluhan banyak luka di kulit, kurus, dan sesak nafas selama beberapa minggu. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan adanya ulserasi disertai papula dan nodul kecil pada kulit punggung, pangkal ekor dan kaki. Pemeriksaan hematologi menunjukkan hasil kucing mengalami leukositosis (WBC 32.900 sel/mm3) dengan neutrofilia, limfositopenia dan hiperproteinemia. Pemeriksaan histopatologi kulit ditemukan adanya radang granulomatosa. Kultur pada media Sabaraud Dextrose Agar terisolasi dan teridentifikasi fungi S. schenckii. Kucing didiagnosis mengalami infeksi sporotrikosis dengan prognosis dubius. Pengobatan dilakukan dengan pemberian itraconazol (10 mg/kg BB s1dd, PO); dan hepatovit (0,4 mL s1dd, PO). Kucing mulai menunjukkan perbaikan kondisi pada hari ke-14 pengobatan. Ulserasi kulit mulai berkurang dan area kulit yang terbuka mulai tertutup. Pengobatan antifungal sistemik dapat dilanjutkan hingga 1-2 bulan sambil dilakukan observasi kesembuhan secara klinis.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan White Scours Diarrhea pada Sapi Pedet Hasil Persilangan Simmental dengan Peranakan Ongole Indarjulianto, Soedarmanto; Nururrozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Winarsih, Sugi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.282

Abstract

White scours atau calf scours adalah penyakit yang sering terjadi pada pedet dengan gejala klinis diare berwarna putih kekuningan. Seekor sapi pedet peranakan simmental-peranakan ongole betina berumur satu bulan dengan berat ±30 kg, dilaporkan mengalami diare dan lemas. Hasil pemeriksaan fisik pada pedet didapatkan hasil suhu tubuh demam (40,4°C), rambut berdiri dan kusam, peristaltik usus meningkat, dan diare dengan konsistensi feses sangat lunak berwarna putih kekuningan. Hasil pemeriksaan feses dengan metode natif menunjukkan adanya telur cacing Neoascaris vitulorum. Hasil kultur pada media ditemukan bentuk bakteri cocobacillus Gram negatif yang diduga E. coli. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan fisik serta laboratorium, pedet didiagnosis mengalami white scours diarrhea diduga akibat colibasillosis dan toksokariasis. Terapi yang diberikan yaitu pemberian injeksi antibiotik (kombinasi penicillin dan dihydrostreptomycin), kombinasi dipyrone dan lidocaine, serta pemberian albendazole per oral. Pedet menunjukkan gejala perbaikan setelah pemberian terapi ini. Pada hari kelima setelah pengobatan, warna feses kembali normal dan cacing mulai keluar melalui anus. Pada hari ke-15 setelah pengobatan, berat badan pedet mengalami peningkatan, pedet tampak aktif dan sudah mulai makan hijauan.
Co-Authors Afif Muhammad Akhrom Afif Muhammad Akrom Afif Muhammad Akrom Agistanya Andimi Agung Budiyanto Agustina Dwi Wijayanti Ahmad Syahrul Fauzi Ahmadi, Maulidina Akrom, Afif Muhammad Albert Jackson Yang Alek Arisona Alfarisa - Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi, Alfarisa Alva Edy Tontowi Ambar Pertiwiningrum Andarini, Zahrah Prawita Andriani Dwi Hapsari Anggi Novita Sari Argamjav, Bayanzul Arisona, Alek Aurora, Clara Inneke Catur Sugiyanto Claude Mona Airin Dalimunthe, Naela Wanda Yusria Daniswari, Priyanka Primananda Datrianto, Dwi S. Dewandaru, Risang Aji Dhasia - Ramandani Dhasia Ramandani Dhasia Ramandani, Dhasia Dionisius M. . Dwi Priyowidodo Enikarmila Asni Erif Maha Nugraha Setyawan Fangidae, Petra Yudha Fatona, Desnita Rizka Fika Yuliza Purba Gerson Yohanes Imanuel Sakan Guntari Titik Mulayni Guntari Titik Mulyani H Wuryastuty, H Haribowo, Nurman Harjono, Habib Prasetyo Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih, Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuti Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hayati, Rusmi Hina, Carlo Yunior Ray Hizriah Alief Jainudin I Sakan, Gerson Yohanes Ida Tjahajati Imron Rosyadi Irkham Widiyono Jeffi Chandra Ajiguna Joko Prastowo Julita Dewitri Merthayasa Jully Handoko Jumaryoto Jumaryoto Kaswardjono, Yanuartono Kurniasih , Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Laksono Trisnantoro Lily Gunawan Luh Putu Ratna Sundari Margaretha Arnita Wuri Margaretha Arnita Wuri Milla, Yunita Apriana Muhammad Ardiansyah Nurdin Muhammad Ihsan Andi Dagong Mulya Fitranda Nareswari, Anggitya Nor Wijaya, Rendra Novia Nur Aini Nugroho, Fatah Nur Alif Bahmid Nurcahyo, R Wisnu Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurrurozi, Alfarisa NURULIA HIDAYAH Okid Parama Astirin Paryuni, Alsi Dara Pengsakul, Theerakamol Permana, Rief Ghulam Satria Permana, Rief Ghulam Satriya Pertiwiningrum , Ambar PP Putro, PP Prabowo , Teguh Ari Prabowo Purwono Putro Prabowo, Teguh Ari Pramono, Agung Budi Priyo Sambodo Priyo, Topas Wicaksono Putu Devi Jayanti Puveanthan Nagappan Govendan R Wasito R. Wasito Ramadhani, Mungky Ema Ratna Nugraheni, Yudhi Refika Melina Putri Renny Fatmyah Utamy Retno Widyastuti, Retno Rian Maulana, Rian Rief Ghulam Satria Permana Rief Ghulam Satria Permana Rini Widayanti Rini Widayanti Risa Ummami Riza Priyatna Rose, Zita Xena Xaviera Rusmi Hayati Rusmihayati, Rusmihayati Santika, Luh Putu Nadya Sarmin Sarmin Setiawan, Dwi Cahyo Budi Simanjuntak, Arya Marganda Sitarina Widyarini Siti Helmyati Sitompul, Yeremia Yobelanno Slamet Rahardjo Slamet Rahardjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Soetiarso, Lilik Sri Hartati Sri Hartati Sriningsih, Agnes Pratamiutami Suandhika, Putu Subaedy Yusuf Sugiyono Sugiyono Sukma Maharani Suparni Setyowati Rahayu Susana, Yuli Susanti, Agatha Ria Suyanto Suyanto Teguh Ari Prabowo Teguh Ari Prabowo Teguh Ari Prabowo Tri Untari Trini Susmiati Wicaksana, Pamungkas Aji Winarsih, Sugi Wisnu Nurcahyo Wuri , Margaretha Arnita Wuri, Margaretha Arnita Yanuartono Yanuartono yanuartono - - yanuartono - yanuartono yanuartono - yanuartono Yanuartono . Yanuartono . Yanuartono Kaswardjono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono yanuartono, yanuartono - Yunitasari, Maria Yuriadi Yuriadi, Yuriadi Zahrah Prawita Andarini