p-Index From 2021 - 2026
6.419
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Paparan Gas Amonia Terhadap Perubahan Ureum Dan Kreatinin Pada Kelompok Berisiko Di Kota Palembang Lela aini; Irfannuddin; Swanny
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonia termasuk bahan kimia iritan yaitu bahan yang jika terkena atau kontak dengan bagian tubuh yanglembab akan mengakibatkan kerusakan atau peradangan. Amonia yang tidak dikeluarkan akan menumpuk didalam ginjal dan akan menyebabkan kerusakan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gasammonia terhadap perubahan ureum kreatinin pada kelompok berisiko di Kota Palembang 2017. Jenis penelitian iniadalah penelitian observasi analitik dengan studi Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di RT 14 dan 16 KelurahanKaranganyar Kecamatan Gandus Palembang dan Kelurahan Pajar Bulan Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir padabulan Mei 2017. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 22 orang pada kelompok berisiko dan 22 orang padakelompok tidak berisiko. Data dianalisis dengan menggunakan independent t test karena data berdistribusi normal.Pada penelitian ini didapatkan hasil tidak terdapat perbedaan kadar ureum kelompok berisiko dan tidak berisikodengan p-value 0.156 dan kadar ureum kelompok berisiko lebih tinggi dengan nilai 16.65 mg/dl dibandingkandengan kelompok tidak berisiko dengan nilai 15.26 mg/dl. Hasil terdapat perbedaan kadar kreatinin kelompokberisiko dan tidak berisiko dengan p-value 0.002 dan kadar kreatinin kelompok berisiko lebih tinggi dengan nilai0.838 mg/dl dibandingkan dengan kelompok tidak berisiko dengan nilai 0.773 mg/dl.
Pengaruh Paparan Gas Amonia Terhadap Perubahan Kadar Serum SGOT dan SGPT pada Kelompok Berisiko Andi Saputra; Irfannuddin; Swanny
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonia merupakan zat yang beracun dan memiliki bau yang khas (menyengat) yang menimbulkan keresahan danresistensi dari masyarakat sekitarnya. Jika terpapar amonia akan menimbulkan dampak kesehatan salah satunyaberupa kerusakan sel hepar yang dapat diketahui dengan mengukur jumlah enzim transminase yaitu SerumGlutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gas amonia terhadap perubahan kadar serum SGOT dan SGPTpada kelompok berisiko di Kota Palembang. Penelitian ini Design cross sectional dengan quota sampling. Jumlahsampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 22 orang di Kelurahan Karang Anyar Palembng dan 22 di DesaPajar Bulan Ogan Ilir. Pengukuran kadar udara ambient oleh Petugas BTKL Palembang dan untuk pemeriksaan kadarserum SGOT dan SGPT diperiksa di Laboratorium BBLK Palembang. Hasil : Kadar udara ambient amonia di KelurahanKarang Anyar sebesar 2,18 ppm lebih tinggi di bandingkan di Desa Pajar Bulan sebesar 0,0020 ppm. Rerata kadarserum SGOT pada kelompok berisiko (19,42±3,06) lebih tinggi dibandingkan kelompok tidak berisiko (19,40±4,18)dengan p value =0,984 dan Rerata kadar serum SGPT pada kelompok berisiko (15,74±4,57) lebih tinggi dibandingkankelompok tidak berisiko (15,68±4,49) dengan p value =0,971. Tidak Terdapat Perbedaan Rerata Kadar Serum SGOTdan SGPT pada kelompok berisko dan kelompok tidak berisiko
The Recommended Aerobic Gymnastics Has Better Effects on Improving Cognitive and Motoric Ability in Children Irfannuddin; Yunita Fediani; Budi Santoso; Minerva Riani Kadir; Masayu Rita Dewi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 2 No. 3 (2018): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v2i3.57

Abstract

Abstract Background Cognitive and motoric ability has important role in children’s development, whereas exercise has benefit effects on those abilities. Knowledge materials mostly have dominant role in primary school curriculum. Physical exercise lesson is only complementary lesson without a target to improve children’s cognitive ability. We conducted a study to give evidence that 3x/week structured exercise program has better effect compared to 1 x/week exercise on cognitive and motoric skill ability in children. Materials and methods Children aged 6-8 years old were divided into treatment (n=34) and control group (n=33). Treatment group were performing fun aerobic gymnastics guided by trained instructor, 45 minutes each, 3 times a week for 8 weeks with intensity target. Control group were also performing the same gymnastic activity for only once a week with no target. Cognitive and motoric ability were assessed before and after intervention. Results A recommended regular exercise has better effect on executive function, reaction speed, coordination, flexibility and agility, compared to control. There were no differences on memory and balance ability. Both groups have shown better result for all indicators after exercise. Exercise in both groups has positive effect on cognitive and motoric ability, but a recommended 3 x/week regular exercise has better effects compared to 1 x/week exercise. Conclusions School program should give more portions for exercise activity in their curriculum. Keywords: Gymnastics exercise, cognitive ability, motoric ability
MANFAAT MODIFIKASI GAYA HIDUP TERHADAP PROFIL LIPID ANAK DAN REMAJA OVERWEIGHT/OBESE Hestiningsih, Tyas; Irfannuddin, Irfannuddin; Subandrate, Subandrate
Syifa'Medika Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v12i2.2764

Abstract

Gaya hidup sedentary pada anak-anak dan remaja semakin meningkat seiring kemajuan teknologi. Makanan-makanan cepat saji yang tidak sehat, tinggi kalori, tinggi lemak dan mengandung sedikit nutrisi semakin populer banyak digemari oleh anak-anak dan remaja. Berbagai perilaku tidak sehat tersebut mendorong terjadinya penimbunan lemak berlebih pada tubuh dan menyebabkan terjadinya obesitas atau kegemukan. Meningkatnya angka obesitas pada anak dan remaja setiap tahunnya mendapat perhatian lebih di dunia. Anak-anak dengan berat badan berlebih memiliki risiko terserang penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibandingkan dengan berat badan normal. Dislipidemia secara signifikan lebih banyak ditemui pada anak dengan kondisi overweight/obese dan memiliki hubungan dengan terjadinya aterosklerosis pada usia dewasa. Penerapan gaya hidup sehat dan aktif pada anak-anak dan remaja overweight/obese memiliki manfaat yang besar. Menghindari diet tinggi lemak dan tinggi kalori serta meningkatkan aktivitas fisik terutama yang bersifat aerobik dapat mencegah anak-anak dan remaja overweight/obese mengalami dislipidemia dan mengurangi risiko terjadinya berbagai masalah kardiovaskular.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA STENOSIS PEMBULUH DARAH INTRAKRANIAL YANG DIDETEKSI DENGAN TRANSCRANIAL DOPPLER PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DIRAWAT DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Rini Nindela; Ahmad Junaidi; Irfannuddin Irfannuddin
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi yang ada saat ini mengenai faktor risiko stenosis intrakranial memberikan hasil yang berbeda-beda, tergantung dari ras dan lokasi geografis subjek yang diteliti serta metode diagnostik yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, coronary artery disease, dislipidemia, dan merokok dengan stenosis intrakranial pada penderita stroke iskemik di RSUP Dr. Moh. Hoesin/RSMH Palembang. Seluruh penderita stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dicatat faktor risikonya menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pemeriksaan transcranial doppler/TCD dan dicatat mean flow velocity/MFV di pembuluh darah yang diteliti. Cut-off point untuk mendiagnosis stenosis intracranial adalah ?100 cm/s untuk middle cerebral artery/MCA, ?90 cm/s untuk internal carotid artery/ICA, dan ?80 cm/s untuk anterior cerebral artery ACA, posterior cerebral artery/PCA, vertebral artery/VA, dan basilar artery/BA. Pembuluh darah intrakranial yang paling banyak mengalami stenosis adalah carotid syphon (16%). Sebanyak 16 dari 28 subjek mengalami stenosis hanya pada satu pembuluh darah. Lokasi stenosis intrakranial lebih banyak yang tidak sesuai klinis (57%). Sebaran penderita stroke iskemik yang berusia >45 tahun sebanyak 28%, yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 28,6%, menderita hipertensi sebanyak 26,2%, menyandang DM sebanyak 38,5%, mengalami dislipidemia 28%, merokok 24,1%, dan menderita CAD 31,8%. Kombinasi faktor risiko DM, hipertensi, CAD, dislipidemia dan usia >45 tahun mempengaruhi stenosis intrakranial pada penderita stroke iskemik (OR 5; 95%CI 1,11-22,57; p = 0,037). Stenosis intrakranial dipengaruhi oleh kombinasi dari lima faktor risiko yaitu DM, hipertensi, CAD, dislipidemia dan usia >45 tahun.
CHARACTERISTICS, PATTERNS OF PATHOGENS, AND ANTIBIOTICS RESISTANCE OF BACTERIAL MENINGITIS AT RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Andika Okparasta; Dewi Susan; Irfannuddin Irfannuddin
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I3.12443

Abstract

Bacterial meningitis is an inflammation of the meninges, especially arachnoid and pia mater, which occurs due to the invasion of bacteria into the subarachnoid space. Bacterial meningitis cases are distributed throughout the world, with an incidence of 2-6 / 100,000 people per year with a peak incidence in infants, adolescents, and the elderly. This study was a retrospective cross-sectional descriptive study to look for sociodemographic characteristics, pathogens and resistance patterns, and clinical outcomes of bacterial meningitis patients at dr. Mohammad Hoesin Palembang. There were 43 cases of bacterial meningitis, and only 13 cases met the inclusion and exclusion criteria. Most cases of bacterial meningitis were in the 30-45 years (30%) and 46-55 years (30%) age groups, with predominantly female patients (69%). The most noted clinical manifestations were fever and neck stiffness (100%).  decreased consciousness (92%), hemiparesis (77%), headache (70%) and seizures (54%). The mortality rate of bacterial meningitis patients reached 53% with a disability rate reaching 39%. Pathogens found based on culture results were Staphylococcus sp. (69%), Acinetobacter baumanii (5.3%), Klebsiella pneumonie (15%), Shigella somnei,  and E. coli (5.3%). Antibiotic resistance to Staphylococcus sp. Was quite high, namely Erythromycin and Oxacillin reaching 77%, Trimethoprim / Sulfamethoxazole 55%, Ciprofloxacin, Clindamycin, levofloxacin reached 33%. Higher mortality was found in patients with drug resistance.
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HbA1c) PADA REMAJA OBESITAS Eka Febri Zulissetiana; Elsafani Faddiasya; Nursiah Nasution; Irfannuddin Irfannuddin; Sadakata Sinulingga
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.949 KB) | DOI: 10.32539/JKK.V7I2.11335

Abstract

Obesitas pada anak dan remaja menjadi perhatian serius karena prevalensi yang semakin meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia. Obesitas pada anak dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya gangguan toleransi glukosa, dislipidemia dan diabetes. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) telah direkomendasikan menjadi alat diagnostik untuk mengidentifikasi diabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rerata kadar HbA1c pada remaja dengan obesitas dan remaja non obesitas.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Palembang dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan didapatkan 50 subjek yang terdiri dari kelompok remaja dengan obesitas dan kelompok remaja non obesitas. Pada subjek penelitian dilakukan pemeriksaan status gizi dengan cara mengukur indeks massa tubuh menurut umur dan jenis kelamin. Pemeriksaan kadar HbA1c dilakukan dengan menggunakan NycocardReader.Hasil penelitian dengan uji alternatif Mann Whitney menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan rerata kadar HbA1c pada remaja obes sebesar 6,1% dan rerata kadar HbA1c pada remaja non-obes sebesar 4,7%. Kesimpulannya, kadar HbA1c pada remaja usia 15-19 tahun yang obes lebih tinggi daripada non-obes.
Effect of intermittent fasting diet on triglyceride levels in Sprague Dawley rats Esa Indah Ayudia; Andini Agustina; Huntari Harahap; Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Irfannuddin Irfannuddin
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.13576

Abstract

Triglycerides are the main lipid components that are stored in adipose tissue for energy sources. Increased triglyceride levels can lead to cardiovascular disease. One way to lower triglyceride levels is diet. The intermittent fasting diet is one of the diets that can be done, where this diet is a diet with time and calorie restrictions. The intermittent fasting diet is divided into 3 methods, namely Time restricted feeding, Alternate-day fasting and Modified fasting. This study was conducted to see the effect of an intermittent fasting diet on triglyceride levels. This research is an experimental study using white rats of Sprague Dawley strain as experimental. White rats will be divided into 3 groups of intermittent fasting diet and 1 control group and given a diet according to the group for 1 month. Weights and blood draws were performed at the beginning and end of the study, then the results of the intermittent fasting diet intervention were compared with the control group. There was a significant reduction in body weight with a p value of 0.000 and a significant decrease in triglyceride levels with a p value of 0.035 (p <0.05). Keywords : Triglycerides, Intermittent Fasting Diet, Weight loss. 
Incidence And Characteristics Intradialytic Hypertension Among Chronic Hemodialysis Patients Caused By Chronic Kidney Failure At Rsmh Palembang Period November 2018 Ghina Kartika; Suprapti Suprapti; Irfannuddin Irfannuddin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i1.8556

Abstract

Intradialytic hypertension have 5 – 15 % incidence among chronic hemodialysis patients caused by chronic kidney failure. But, mostly medical practician focused only at intradialytic hypotension than intradialytic hypotension as the most frequent cardiovascular complications. Intradialytic hypertension itself is one of the cause of mortility and morbidity hemodialytic patients, that’s why patients should be aware of  intradialytic hypertension. This study aims to know the frequencies of patients with intradialytic hypertension at RSMH Palembang period November 2018, and the characteristics of the patients based on patients sosiodemography, etiology of their chronic kidney disease, their hemodialysis period, and their activity during hemodialysis.Method : This study is descriptive analysis with total sampling, with primary data from patients blood pressure measurement, and interview with patients in hemodialysis installation at RSMH Palembang. In this study,305 samples were found, with 198 patients fulfilled inclusion criteria. Result : The result of this study shows that from 198 subjects, there are 116 (58,6%) of them who suffer intradialytic hypertension. Intradialityc hypertension patients mostly in the group age 46 – 65 years old (51%), male patients (61.2%) are more likely develop intradialytic hypertension than female patients (38.8%), patients with high educational backgroud also more likely to develop this complications. Their chronic kidney diseases cause are mostly hypertension (67,2%), and the higher activities patients during hemodialysis also more likely to develop intradialytic hypertension.Conclusion : Patients in hemodialysis installation at RSMH Palembang with intradialytic hypertension are more than the patients without the intradialytic hypertension (normotension and intradialytic hypotension patients are included), patients in old age group, male patients, and the higher patients activities during hemodialysis process the more highly patients develop intradialytic hypertension as complication.
Pengaruh Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Menstruasi dan Praktik Personal Hygiene Pada Siswi Kelas IX di SMP Negeri 24 Palembang danSMP Negeri 45 Palembang Nadia Mutiara; Budi Santoso; Irfannuddin Irfannuddin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i2.8548

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mengalami perubahan fisiologis, psikologis dan kognitif. Kemampuan kognitif remaja pada tahap perkembangan intelektual sangat mempengaruhi kemampuan mengamati ilmu pengetahuan. Pengetahuan adalah faktor terpenting dalam pembentukan perilaku dan tindakan. Remaja yang telah mengalami menstruasi akan berperilaku sehat seperti memelihara kesehatan dan kebersihan selama menstruasi. Menstruasi adalah kejadian alamiah yang terjadi pada wanita normal. Selama menstruasi, hal yang penting dilakukan adalah Personal hygiene seperti pembersihan area genitalia, penggunaan pembalut yang tidak terlalu lama, dan kebiasaan mencuci tangan setelah mengganti pembalut untuk mencegah infeksi yang ditimbulkan selama menstruasi.Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik dengan rancangan pre- dan post-intervention dengan control. Data penelitian ini didapat dengan cara dilakukan penyuluhan dan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon, Uji Paired t-Test, Uji Mann whithney dan Uji Independent t-Test.Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan tentang menstruasi pada kelompok yang diberi penyuluhan termasuk baik yaitu sebanyak 75% yang mendapatkan nilai ?70 mengenai pengetahuan tentang menstruasi dan 85% yang mendapatkan nilai ?70 mengenai praktik personal hygiene. Dari hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan tentang menstruasi sebelum dan setelah penyuluhan personal hygiene (p=0,000), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara skor praktik personal hygiene sebelum dan setelah penyuluhan personal hygiene (p=0,001).Terdapat pengaruh penyuluhan personal hygiene terhadap tingkat pengetahuan tentang menstruasi dan praktik personal hygiene pada siswi  kelas IX yang diberi penyuluhan di SMP Negeri 24 Palembang.
Co-Authors Ahmad Junaidi Ahmadi Ahmadi Aini, Lela Aldes Lesbani Aldiar Ali Ghanie Alifia Salsabila Amallia, RA Hoetary Tirta Andi Miarta Andi Saputra Andi Saputra Andika Okparasta Andini Agustina Anggraini, Wieke Ardesy Melizah Kurniati Arwan Bin Laeto Budi Santoso Citra Maharani Dahlan, Kemas Daniel Saputra Dewi Susan Diansari, Yunni Dwi Budi Santoso Eddy Ibrahim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Elsafani Faddiasya Erni Desmita Erwin Sukandi Erwin Sukandi Esa Indah Ayu, Esa Indah Fachmi Idris Fajarini, Agustina Fatmawati Fatmawati Febian Aji Wicaksono FERLY OKTRIYEDI Ferry Usnizar Fredi Heru Irwanto Geo Vanda Ghina Kartika Handayani, Sri Hanna Marsinta Hestiningsih, Tyas Huntari Harahap Husodo, Reyki Yudho Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani INDRA FRANA JAYA KK Indriyani Indriyani Jayawarsa, A.A. Ketut Karmila, Ariesti Kemas Dahlan Koibuchi, Noriyuki Krisna Murti Kusuma, Singgih Legiran Legiran Lela aini Lestari, Ajeng dwinta Lilik Pranata M. Hatta Dahlan M. Hatta Dahlan Mailan Alexander Mariana Mariana marisdina, selly Masagus Irsan Saleh Masayu Rita Dewi Masayu Rita Dewi Maya, Rachel Medina Athiah Mega Gemala Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Minerva Riani Kadir Monica, Ricca Muhammad Hatta Dahlan Muhammad Irsan Saleh Mukhlisa Mukhlisa, Mukhlisa Muradi, Akhmadu Nadia Mutiara Ngudiantoro . Nur Rachmat Lubis Nursiah Nasution Nursiah Nasution Nursiah Nasution, Nursiah Nurwany, Raissa Oktarizal, Hengky Pahrul, Dedi Patiyus Agustiansyah Poedji Loekitowati Hariani Pudi Handayani Putri Erlyn Putri, Sarahdeaz Siti Fazzaura R.Kintoko Rochadi Rachel Maya Raden Muhammad Indra Radi Noorsyawal Radiyati Umi Partan Ramadhoni, Pinto Desti Rini Nindela Rini Yana Risa Vera, Risa Rizal Sanif Roni Saputra Sadakata Sinulingga Safri Dhaini Safyudin Shanty Chairani Sintiya Halisya Pebriani Siti Nurmaini Siti Rusdiana Puspa Dewi Siti Sarahdeaz Fazzaura Putri Subandrate Suheryanto Suprapti Suprapti Susanty, Tri Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Swanny Swanny, Swanny Syahputri, Rizka Aprillia Syarif Darwin Tanzila, R.A Tanzila, Raden Ayu Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Tri Suciati Trijoso Permono Trinovita Andraini Yenny Febriany Yuanita Windusari Yudhie Tanta Yudianita Kesuma, Yudianita Yunita Fediani Yunita Fediani Yunita Panca Putri, Yunita Yusuf Effendi Yususf, Fahmi Jaka Zaky Hasan Zulkarnain, Mohammad Zulkhair Ali Zulkifli