Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan pertumbuhan dan hasil berbagai varietas bawang merah (Allium cepa) di lahan gambut Meulaboh Aceh Barat Nurwahdani, Syarifah; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nilahayati, Nilahayati; Nazirah, Laila; Inayatillah, Aufa
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.14592

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak manfaatnya dan permintaannya juga tinggi. Produksi tanaman bawang merah di Kabupaten Aceh Barat masih rendah, terutama karena penanaman dilakukan di lahan gambut, dan varietas yang adaptif terhadap lahan tersebut belum tersedia. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil umbi dari beberapa varietas nasional bawang merah pada lahan gambut di Meulaboh, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada lahan percobaan milik Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, mulai Januari hingga April 2024.  Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan tiga ulangan, yang terdiri atas tujuh varietas, yaitu Gayo, Birma, Cirebon, Singkil Gajah, Bima Brebes, Tajuk, dan Batu Ijo Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang merah memiliki pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda pada semua peubah yang diamati. Tinggi dan jumlah daun varietas Cirebon, Gayo, dan Birma (varietas dataran tinggi) lebih rendah dibandingkan dengan varietas dataran rendah lainnya. Varietas Batu Ijo memiliki diameter umbi terbesar, tetapi jumlahnya sedikit, sedangkan Bima Brebes memiliki diameter besar dengan jumlah umbi yang banyak. Varietas Tajuk dan Bima Brebes menunjukkan nilai bobot segar dan bobot kering umbi terbaik di antara varietas lainnya.
Analisis Sifat Fisis dan Higroskopis Komposit Paduan HDPE-CFF Regita; Setyawan, Reza; Burhan, Nanang; Ismadi, Ismadi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v7i2.22699

Abstract

Komposit dapat dibuat dari berbagai bahan paduan untuk dapat menghasilkan material yang memiliki karakterisistik unggul dengan mereduksi sifat-sifat yang kurang diperlukan. Dipilihnya CFF sebagai fiber dikarenakan jumlahnya yang kian meningkat seiring meningkatnya jumlah konsumsi ayam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bulu ayam (CFF) terhadap karakteristik fisis dan higroskpis komposit paduan HDPE-CFF. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan prinsip fraksi volume. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan massa jenis, jumlah kadar air, dan nilai daya serap air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa massa jenis terbesar didapat dari komposit dengan kode sepesimen A yaitu 0,104 gr/cm3 . Komposit dengan kadar airterendah didapatkan dalam spesimen B dengan kandungan air 0,00%. Untuk komposit dengan kemampuan menyerapa air paling sedikit terdapat pada spesimen dengan kode A yang memiliki nilai daya serap air hanya 0,01%. Karakter fisis suatu komposit dan sifat higroskopis erat kaitannya dengan tingkat homogenitas bahan paduan, homogen atau tidaknya suatu bahan paduan komposit bergantung salah satunya pada gaya adhesif (tarik menarik) yang dimiliki suatu material.
Peningkatan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Akibat Pemberian Bio-Urine Sapi Dengan Penggunaan Mulsa Huswaton, Huswaton; Jamidi, Jamidi; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20266

Abstract

Cabai merah merupakan tanaman perdu berkayu yang mempunyai buah pedas yang berasal dari kandungan capsaicin pada cabai merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah terhadap pemberian biourine menggunakan mulsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor penyediaan biourine dan faktor penggunaan mulsa. Faktor pengaplikasian biourine N0 = 0 ml/L, N1=30 ml/L, N2=50 ml/L, N3=70 ml/L, faktor penggunaan mulsa (M), M1= tanpa mulsa, M2= mulsa hitam perak M3=mulsa jerami padi. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Aplikasi biourine 70 ml/L dan mulsa meningkatkan pertumbuhan  tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, jumlah, panjang dan diameter buah.    jumlah cabang produktif yang dapat meningkatkan produksi tanaman cabai merah.
Aplikasi Eco Enzyme Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Ismadi, Ismadi; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Nasution, Wahyu Isnanda; Handayani, Turi; Nazaruddin, M.; Br Sitepu, Cindy Cahyani
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20676

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran prioritas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebaliknya peningkatan produksi bawang merah tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan pupuk organik eco enzyme yang banyak mengandung unsur hara penting bagi kesuburan tanah dan biochar sekam padi sebagai bahan amelioran yang dapat memperbaiki karakteristik tanah. Penelitian ini menggunakan bawang merah varietas Sanren dengan susunan rancangan acak kelompok  menggunakan 2 faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian eco enzyme yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0: anpa pemberian eco enzyme, E1:pemberian 10 ml/l eco enzyme, dan E2 : pemberian 20 ml/l eco enzyme. Faktor kedua yaitu konsentrasi biochar dengan 3 dosis yaitu B0:tanpa pemberian biochar, B1:pemberian 15 ton/ha biochar, dan B2:pemberian 20 ton/ha biochar. Beberapa variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi per rumpun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi eco enzyme berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun serta hasil berat kering umbi per rumpun. Aplikasi biochar berpengaruh pada hasil diameter umbi per rumpun, jumlah umbi, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Aplikasi eco enzyme dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Perkecambahan Biji Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix Dc) Akibat Sitokinin Dalam Bahan Alami Dan Sintetik Secara Kultur Jaringan H, Safrida; Handayani, Rd. Selvy; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; P, Asyifa
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19990

Abstract

Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc) merupakan salah satu tanaman buah khas Aceh yang terancam punah. Keunikan dari tanaman ini adalah rasanya yang manis, beraroma harum dan buahnya yang segar, sehingga dapat dikonsumsi seperti jeruk pada umumnya. Perbanyakan jeruk purut manis sulit dilakukan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) dan sintetik  benzyl amino purine  (BAP) pada perbanyakan jeruk purut manis secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (0 mg/L, 1,25 mg/L, 2,5 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan BAP pada semua variabel yang diamati. Faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan, pada variabel waktu muncul tunas, persentase tumbuh tunas, dan jumlah tunas. Perlakuan terbaik adalah perlakuan air kelapa 20%.  Faktor tunggal perlakuan BAP berpengaruh terhadap variabel waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu muncul akar. Perlakuan terbaik adalah  BAP 2,5 mg/L.
Dekomposisi Biomassa Di Kawasan Budidaya Kopi Dataran Tinggi Gayo Marindra, Zulfah Amaliya; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Yusra, Yusra; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19955

Abstract

Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global, sehingga diperlukan upaya untuk menguranginya di atmosfer melalui penyerapan oleh vegetasi. Jenis vegetasi juga mempengaruhi biomassa dalam suatu sistem tata guna lahan. Perbedaan posisi lereng dan kondisi lingkungan dapat menentukan laju dekomposisi serasah. Peningkatan aktivitas dekomposisi aerobik dapat menyebabkan peningkatan emisi karbondioksida ke atmosfer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei di kawasan budidaya kopi dataran tinggi Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, serta Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, pada bulan September-November 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa tertinggi ditemukan pada tanaman kopi berumur 11 tahun di bagian atas lereng, yaitu pada ketinggian 1.600-1.616 m dpl. Laju dekomposisi serasah tertinggi ditemukan pada tanaman kopi berumur 11 tahun di bagian atas lereng, ketinggian 1.300-1.351 mdpl. Kandungan nitrat (NO3) tertinggi ditemukan pada ketinggian 1.600-1.616 mdpl di puncak lereng. Nilai emisi karbondioksida (CO2) tertinggi terdapat pada ketinggian 1.600-1.616 mdpl di kaki lereng.
Analisis Kemiripan Morfologi Bagian Vegetatif Tanaman Jeruk Purut Manis Lokal Aceh Dan Jeruk Purut (Citrus hystrix) Khalidi, M. Al; Handayani, Rd. Selvy; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21194

Abstract

Tanaman Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix) merupakan salah satu spesies jeruk yang khas dari Aceh. Budidaya tanaman jeruk purut manis menghadapi banyak kendala dan permasalahan dari segi perbanyakan tanaman hingga perkembangannya. Oleh karena itu dikhawatirkan tanaman jeruk purut manis Aceh terancam punah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakter dan tingkat kemiripan tanaman jeruk purut manis lokal Aceh dan jeruk purut berdasarkan marka morfologi bagian vegetatif tanaman. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman jeruk purut manis, dan tahap kedua adalah karakterisasi morfologi bagian vegetatif tanaman. Data morfologi bagian vegetatif tanaman dianalisis dengan program NTSYS (Numerical taxonomy and multivariate analisis system, Versi 2.10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah jeruk purut manis lokal Aceh terdapat di kecamatan Gunci dan Banda Baro. Tanaman jeruk purut manis memiliki perbedaan morfologi dengan jeruk purut pada bagian batang, cabang dan daun. Koefisien kemiripan jeruk purut manis dan jeruk purut asal Aceh Utara berdasarkan morfologi bagian vegetatif tanaman  adalah rendah sampai tinggi yaitu 46-89%.
Evaluasi Pertumbuhan Dan Daya Hasil Galur Harapan Padi Sawah (Oryza sativa L.) IPB Sebagai Kandidat Varietas Unggul Di Kabupaten Bireuen Rahmayanti, Rahmayanti; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21195

Abstract

Padi merupakan komoditas yang memegang peranan penting sebagai bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Dalam konteks peningkatan kebutuhan pangan nasional, pengembangan varietas unggul baru merupakan solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan potensi hasil 12 galur harapan padi sawah IPB pada penanaman di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 12 galur harapan dan 2 varietas pembanding, masing-masing dengan 3 ulangan. Karakter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah per petak, potensi hasil, dan kadar air gabah. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji F dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur GH IPB54 memiliki potensi hasil tertinggi, yaitu 11,2 ton/ha, melebihi varietas pembanding. Sebagian besar galur juga menunjukkan keunggulan pada karakter agronomi seperti panjang malai dan jumlah anakan produktif. Temuan ini menunjukkan bahwa galur-galur harapan padi sawah IPB memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi varietas unggul baru.
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut Eva Yuliana, Cut; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21337

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang merah di Indonesia, diperlukan teknik budidaya yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan di tanah gambut adalah dengan meneliti pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah. Rendahnya produktivitas bawang merah dan hasil panen yang fluktuatif dapat diatasi dengan memperbaiki teknologi dan aspek agronomi yang sesuai untuk pertumbuhan bawang merah. Produksi bawang merah dapat dicapai dengan menggunakan pupuk kandang dan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bawang merah di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu varietas (V): Bima Brebes, SS Sakato, Bauji, dan dosis pupuk kandang (K) 0, 10, 20, 30, dan 40 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dan dosis pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan produksi bawang merah. Perlakuan terbaik diperoleh pada varietas Bauji. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk kandang 40 ton/ha dan berinteraksi dengan varietas Bauji, masing-masing pada bobot basah umbi per petak 738,7 g, bobot kering umbi per petak 606,2 g, dan produktivitas 5,05 ton/ha.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MEUNASAH DAYAH PALOH MELALUI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN JAMUR BERBAHAN BAKU COCOPEAT Maisyura, Maisyura; Fitri, Dwi; Nazimah, Nazimah; Ismadi, Ismadi; Arinanda, Arinanda; Ananda, Nurul Febry; Andrianti, Vivi
Jurnal Vokasi Vol 7, No 2 (2023): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i2.4073

Abstract

Gampong Meunasah Dayah, Paloh merupakan desa yang terkenal dengan salah satu Dayah atau Pesantren terbesar di pesisir timur Aceh. Terletak sekitar 10 km dari kampus utama Unimal Reuleut, tapi nyaris berbatas langsung dengan kampus kedua Unimal di Bukit Indah. Sebagian besar masyarakat masih hidup di bawah standar sejahtera walau sebagian berada di golongan menengah tapi keberadaan keluarga miskin merupakan pandangan biasa. Semua  permasalahan yang dihadapi masyarakat desa bersumber dari dua hal penting yaitu gizi keluarga dan faktor ekonomi. Modal utama anggota kelompok tani Millenium Jaya untuk keluar dari permasalahan yang mereka hadapi adalah kerja keras dan tekad kuat untuk maju. Akan tetapi hal ini harus didukung oleh berbagai faktor, misalnya usaha yang layak dilakukan, tingkat kemampuan dan keterampilan, serta kemampuan manajerial sederhana. Pembangunan ekonomi pertanian diarahkan pada pembangunan sistem dan usaha agribisnis, yang simultas dan harmonis. Usaha budidaya jamur dipilih untuk program Pengabdian Desa Binaan karena dapat memberdayakan masyarakat dari segi ekonomi maupun kebutuhan gizi keluarga. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan gizi masyarakat dengan cara pengembangan budidaya jamur berbahan dasar  Coco Peat. Metode  yang akan dilakukan dalam kegiatan ini, yaitu: (1) penyuluhan tentang  dari budidaya jamur tiram, dan (2) pelatihan langsung cara pembuatan media tanam jamur dengan menggunakan media coco peat. (3) pendampingan.Hal yang menarik dari budidaya jamur adalah memiliki nilai ekonomis yang cerah karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Selain itu, jamur tiram memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan, dipercayai mempunyai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan jamur tiram merupakan jenis sayuran yang paling unggul dibandingkan dengan sayuran lain karena kandungan gizinya yang tinggi.               Adapun hasil yang diperoleh berupa dampak positif dengan adanya budidaya jamur tiram ini diantaranya, menyerap banyak tenaga kerja, menyediakan jamur tiram untuk para pengepul untuk dijual kembali di pasar, menguntungkan para pedagang lainnya, membuat perekonomian masyarakat semakin membaik, dan lain sebagainya.
Co-Authors A. Syamani, Firda Afrilia, Surahmi Agustina Akbar , Halim Ananda, Nurul Febry Andrianti, Vivi Anggraini, Rosa Denik Annisa, Kholilah Arinanda, Arinanda Arundina, Ria Yolanda Astari, Lilik Astuti, Laily Puji Aygun, M. Azizah, Luthfiana Baidhawi Baidhawi Bambang Subiyanto, Bambang Bellangi, Athea Br Sitepu, Cindy Cahyani Budiman, Ismail Dabet, Abubakar Eva Yuliana, Cut Fadli Fadli Faisal Faisal Faiz, Alif Salma Fatmaningrum, Diyah Ferri Safriwardy Fitri, Dwi Fridayanti, Nelly Gopar, Mohamad H, Safrida H. Hussin, Mohd. Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Hafifah, Hafifah Halim Akbar, Halim Hanani, Fadli Handayani, Ira Handayani, Rd Selvy Handayani, Turi Happy, Fika Nur Huswaton, Huswaton Imam Muatho, Muhammad Imam Muslim, Imam Inayatillah, Aufa Indri Yani, Nurul Irna Safitri Jailani, Saprin Jamidi, Jamidi Kenji Umemura Khaidir Khaidir Khaidir Khaidir, Khaidir Khalidi, M. Al Khasanah, Binti Nur Khatami, Muhammad Reza Khusrizal Khusrizal Kumalasari, Devi Kurnia Wiji Prasetiyo Kusumah, Sukma Surya Laila Nazirah Laksono Trisnantoro Lelawati, Nur Lestari, Eka Ayu Liwanza, Nasrun Lubis, Hafni Wahyuni LUKMAN, LUKMAN Maisura Maisura Maisyura, Maisyura Malik, Ferdinan MARIA BINTANG Marindra, Zulfah Amaliya Marlina, Resti Maryamah Maryamah Maulana, Rahmad Yusuf Mira Humaira Molina, Rizka Mora, Yun Fita Muhamad Yusuf, SE., M.Si. Muhammad Luthfi Muhammad Nazaruddin Muhammad Nur Muhammad Ridho Muhammad Rivai Muhammad Rusdi Muhammad Yusuf Nanang Burhan Nanang Masruchin Nasruddin Nasruddin Nasruddin2, Nasruddin Nasution, Chairil Adha Nazimah Nazimah Nilahayati Ningrum, Wakhidiyah Tristya Ni’am, Asrorun Nurdin, Muhammad Yusuf Nurwahdani, Syarifah P, Asyifa Paiman Paiman Permana, Indri Prasetyo, Darji Pratiwi, Widiyatami Hanum Putra, Eric Erdiyansyah Rafli, Muhammad Rafli, Muhammad Rahmayanti Rahmayanti Ramadhani, Almuna Ratnawaty, Ratnawaty Rd. Selvy Handayani Regita Rohmadani, Myewa Citra Rosnina Rosnina, Rosnina S. Hadi, Yusuf S. Kusumah, Sukma S. Munawar, Sasa Safrizal Safrizal Safwandi Safwandi, Safwandi Salawa, Salsabil Sari , Dewi Anggraini Setyawan, Reza Siregar, Alwi Alfriansyah Siregar, Khairunisyah Sitorus, Alfrina Renti Solihuddin, Mahin Subyakto Subyakto Sudarmanto Sudarmanto, Sudarmanto Suryanegara, Lisman Syah, Muhammad Jafar Togatorop, Ester Rimma Suryani Usnawiyah, Usnawiyah Usnawiyah, Usnawiyah W. Prasetiyo, Kurnia Wahyu Isnanda Nasution Wijaya, Akbar Tito Wirda, Zurahmi Yuanda, Ayi Riska Yuskarina, Yuskarina Yusra, Yusra Yusuf N, Muhammad Z. Arifqi, Agus Zainuddin, Rahmad Zaiyanti, Arina Zulfa Irawati, Zulfa Zuliati, Septiarini Zurrahmi Wirda