Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Stunting Pada Balita Keluarga Binaan Di Desa Uteunkot Kota Lhokseumawe Mardiati, Mardiati; Khairunnisa, Cut; Vera Novalia
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12771140

Abstract

Stunting continues to be a health issue that has not been effectively resolved in many regions of Indonesia, including Lhokseumawe. Lhokseumawe City's accomplishment of lowering the prevalence of stunting from 28.1% in 2021 to 20.7% in 2023 earned it the second-lowest stunting rate among all regions, following the Gayo Lues Regency. Although child stunting persists in Uteunkot Village, its prevalence is relatively small. This can be attributed to the lack of awareness among families and the community regarding the causes and preventive measures for stunting. This finding hinders the realization of “Lhokseumawe zero-stunting.” The purpose of this community service is to educate foster families in Uteunkot Village about the importance of preventing stunting among toddlers. Health education activities were delivered through a combination of interactive lectures, question-and-answer sessions, and the distribution of informative brochures. The results showed that the knowledge of foster family members increased after receiving education and brochures. The following advice is recommended for all foster family members in Uteunkot Village. To prevent stunting, ensuring proper nutrition during pregnancy and childbirth is crucial. Adequate nutrition is also vital for toddlers and children under the age of two. Providing education on stunting should be done continuously to the general public in an effort to disseminate information on stunting prevention.
Edukasi Strategi Mencapai Berkah Sehat Menjelang Masa Purna Pada Pegawai Bank Syariah Indonesia Lhokseumawe Maulina Debbyousha; Khairunnisa, Cut; Nur Fardian; Ridhalul Ikhsan; Noviana Zara; M. Hafizd Fadhri
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12771227

Abstract

Entering retirement age or the golden years is a process marking the end of regular work and the beginning of rest, as active working years have come to a close. Special preparation is necessary to face this period so that each individual can maintain and improve their quality of life This commitment is carried out with the aim of providing education to employees of Bank Syariah Indonesia Lhokseumawe regarding the blessings of health as they approach retirement The education provided emphasizes the importance of maintaining health through adopting a balanced and nutritious diet, engaging in proper and regular physical activity and exercise, and quitting smoking Improving quality of life also requires effective stress management and personal hygiene Regular health check-ups are also necessary to detect any potential health issues early on.
Penyuluhan Pencegahan Tuberkulosis Paru Pada Anak-Anak Di Desa Abeuk Leupon Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Khairunnisa, Cut; Luqman Abdillah Jundana; Vinny Shafanida; Muhammad Dzaky Hanif; Anindya Tsabitah Prayudi; Chika Nihaayah Elzan; Natasya Dewanti Saputri; Kania Wiritanaya Munthe; Wilda Fiola; Winda Aprilia; Nya'Intan Faiza; Finaldi Aziro Adha; Cut Nadiya Kalasta
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13734497

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular kronik yang disebabkan oleh agen infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Kuman Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia kesehatan hingga saat ini Kasus TB di Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia setelah India dengan angka kejadian 354 per 100.000 kasus). Sampel penelitian ini merupakan pada anak yang berada di desa Abeuk Leupen yaitu sebanyak 31 anak-anak. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Desa Abeuk Leupon diketahui bahwa tidak terdapat kasus tuberkulosis. Namun, pengetahuan masyarakat terutana anak-anak tentang tuberkulosis masih kurang. Berdasarkan hasil Penelitian didapatkan hasil terdapat pengaruh edukasi melaluipenyuluhan terhadap pengetahuan dan pencegahan TB paru di desa Abeuk Leupon (P value <0,001). Disarankan penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya dengan media edukasi dan variable yang berbeda.
Upaya Pengendalian dan Pengelolaan Penyakit tidak Menular Melalui Peran Keluarga Pada Karyawan PT PIM Nur Fardian; Cut Khairunnisa; Maulina Debbyousha; Al-Muqsith; Muhammad MT
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14791548

Abstract

Pergeseran pola penyakit dari communicable disease menjadi non communicable disease semakin nyata. Penyakit Tidak Menular (PTM) menyebabkan 71% kematian atau sekitar 41 juta orang tiap tahunnya. Penanggulangan masalah kesehatan yang terjadi pada individu saat ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, namun sangat dibutuhkan peran seluruh anggota keluarga. Pada skrining yang dilakukan oleh tenaga kesehatan perusahaan terhadap seluruh tenaga kerja di berbagai bidang pekerjaan, dijumpai adanya peningkatan jumlah penderita penyakit diabetes melitus, hipertensi dan dislipidemia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kapada karyawan/karyawati serta keluarganya dalam pengelolaan penyakit tidak menular. Keluarga diharapkan mampu mengenal tanda dan gejala serta pencegahan penyakit yang mengenai anggota keluarga. Metode pelaksanaan yang digunakan berupa Focus Group Discussion (FGD) dan ceramah yang diikuti oleh 119 peserta. Pada evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan terdapat peningkatan pemahaman peserta setelah dilakukan pemberian edukasi
Communication in Health Care Services: An Overview of the Legal Position of Informed Consent Muhammad Hatta; Cut Khairunnisa; Sri Wahyuni
International Journal of Law, Social Science, and Humanities Vol. 1 No. 1 (2024): IJLSH - July 2024
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/ijlsh.v1i1.139

Abstract

The principle of informed consent requires physicians to communicate with patients before administering medical treatment. The information provided by physicians serves as a guide or consideration for patients when making an informed decision and gives the physician permission to proceed with the medical intervention. The obligation of physicians to communicate effectively has been regulated in Articles 35 and 45 of Law No. 29 of 2004 concerning Medical Practice and further strengthened by the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 290/ Menkes/ Per/ III/ 2008 concerning Approval of Medical Measures. Effective communicationin health care services cannot be exaggerated when it comes to providing medical care. Before the administration of medical treatment, the patient had already been informed of his condition, the probability of recovery, the potential risks associated with treatment and alternative therapy methods to ensure that patients were well informed about the disease and procedures that would be performed by physicians. Efficient communication between patients and healthcare providers is crucial to preventing medical malpractice.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Sebelum dan Setelah Penyuluhan tentang PHBS pada Siswa SD Negeri 13 Blang Mangat Aprillya, Asri; Khairunnisa, Cut; Mauliza
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i1.1634

Abstract

Healthy Lifestyle is one of the main focuses that the government pays attention to in improving the health status of the Indonesian people. There needs to be a behavior change to improve this Healthy Lifestyle. Health education is one way to increase knowledge that will affect a person's attitude. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and attitudes before and after counseling about Healthy Lifestyles in students of SD Negeri 13 Blang Mangat. This research is a quasi-experimental research with a total sample of 52 people. The sampling technique used was total sampling. Measurements were made using a questionnaire consisting of knowledge and attitudes about Healthy Lifestyle. The results of this study indicate that the majority of respondents before the counseling had a low level of knowledge, namely 40.4%, and increased to good as much as 84.6% after being given counseling. The majority of students' attitudes before counseling were carried out were 51.9% enough and increased to good as much as 53.8% after counseling. Data analysis using the Wilcoxon test. The results of statistical analysis showed p value <0.05. This study concludes that there are differences in the level of knowledge and attitudes of students before and after being given counseling about Healthy Lifestyle at SD Negeri 13 Blang Mangat.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Akne Vulgaris Pada Pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe Siswandi, Afna Adelya; Khairunnisa, Cut; Putri Mellaratna, Wizar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i3.2379

Abstract

Akne vulgaris adalah penyakit inflamasi pada unit pilosebasea, penyebabnya multifaktorial pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Akne vulgaris memiliki gambaran klinis yang bersifat polimorfik yang terdiri dari berbagai kelainan kulit berupa komedo, papul, nodul, pustul, dan jaringan parut serta dapat disertai rasa gatal atau nyeri dan adanya keluhan kosmetik. Prevelansi tertinggi akne vulgaris pada umur 14- 17 tahun, dimana pada wanita berkisar 83-85% dan pada pria yaitu pada umur 16-19 tahun berkisar 95-100%. Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dari akumulasi lemak abnormal umumnya disertai dengan peningkatan kadar androgen. Peningkatan kadar androgen menstimulasi hiperproliferasi folikel pilosebasea, peningkatan produksi sebum dan menstimulasi proliferasi keratinosit yang akan memicu terjadinya akne vulgaris. Tujuan: untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan akne vulgaris pada pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Metode: penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 90 orang yang merupakan pelajar SMA 1 Lhokseumawe. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengukuran dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan diagnosis akne vulgaris. Hasil penelitian: menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 58,9%, mayoritas responden berusia 17 tahun 27,8%, mayoritas responden memiliki IMT normal sebanyak 64,4%, dan kejadian akne vulgaris paling banyak pada kategori akne ringan 61,2%. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan akne vulgaris pada pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank nengan nilai p -value= 0,022 (p-value <0,05).
Thyroid Storm (Krisis Tiroid) pada Pasien Hipertiroid et causa Graves Disease dengan Kehamilan Debbyousha, Maulina; Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Zara, Noviana; Pohan, Adli Kurniawan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21549

Abstract

Graves Disease (GD) adalah salah satu penyebab utama dari hipertiroidisme dengan persentase hingga 80% dari kasus hipertiroid. Graves Disease paling sering dialami oleh perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Penyebab utama dari GD adalah autoimun, yaitu kondisi dimana sel imun menyerang tiroid sehingga merangsang peningkatan produksi hormon tiroid dengan efek samping membesarnya kelenjar tiroid. Pada kasus ini pasien perempuan usia 30 tahun dikonsulkan dari bagian Obstetri  dengan diagnosis G5A4P0 ke bagian Penyakit Dalam dengan keluhan utama tampak benjolan pada kedua sisi leher. Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher sejak 6 bulan yang lalu, tidak nyeri, tidak mengganggu jalan napas ataupun menelan, serta membesar perlahan tanpa disadari. Keluhan lainnya adalah jantung berdebar-debar, cemas, sering berkeringat, lemas, mudah lelah, mata terasa nyeri dan terlihat semakin menonjol keluar. Pada pemeriksaan fisik inspeksi tampak adanya pembesaran tiroid bilateral, simetris kiri dan kanan serta bergerak saat refleks menelan. Pada palpasi tidak dijumpai adanya nyeri tekan pada benjolan yang mana konsistensi tiroid kenyal, permukaan rata dan ukuran ± 6 cm. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil berupa penurunan haemoglobin 10.5 g/dL, disertai peningkatan FT4 >100 ng/dL dan penurunan TSH <0.05 IU/mL. Pemeriksaan penunjang lainnya berupa EKG berupa sinus takikardi. Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan nonfarmakologi berupa bedrest, diet makan biasa 1500 kkal/hari, pemberian nutrisi parenteral, serta tatalaksana farmakologi pada pasien berupa cairan asering 20tpm, injeksi ceftriaxone 1gr/12 jam, dexamethasone 2.5 mg/12 jam, ranitidine 50 mg/12 jam, PTU serta propanolol. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan  hipertiroid ec graves disease dan krisis tiroid.
Pengawasan Profesi Kedokteran Berdasarkan Prinsip-Prinsip Etika Dalam Aspek Hukum Islam Cut Khairunnisa; Teuku Yudi Afrizal
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v3i2.182

Abstract

Kode etika kedokteran pada hakekatnya adalah bisikan hati nurani dan pangilan jiwa untuk mengabdikan seluruh ilmu dan pengetahuannya kepada kepentingan kemanusiaan. Dalam memberikan pelayanan medik yang baik dan berkualitas, profesi kedokteran diatur berbagai instrumen, salah satunya adalah instrumen etika kedokteran seperti prinsip autonomy, beneficence, non maleficence, dan justice. Prinsip-prinsip tersebut awalnya dikenal sebagai prinsip etika barat namun secara global prinsip-prinsip tersebut sudah diakui dan terima oleh banyak negara dan disesuaikan dengan nilai-nilai dan budaya bangsa dan negara tersebut. Dalam aspek islam, prinsip etika tersebut juga dikenal dalam hubungan terapeutik, namun prinsip etika islam lebih komprehensip karena islam mengatur bukan hanya hubungan dokter dengan pasien, teman sejawat, dan masyarakat saja tetapi juga mengatur hubungan dokter dengan Allah SWT sebagai penciptanya (khalik) sehingga pertanggungjawaban profesi kedokteran bukan hanya dalam aspek duniawi semata tetapi profesi kedokteran juga bertanggungjawab kepada tuhannya Allah SWT. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahawa terdapat perbezaan di antara prinsip Islam dan Barat di mana fundamental dari prinsip-prinsip etika Islam adalah ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG DAN PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI PADA SANTRI DAYAH KEUMARAL AL-AZIZIYAH KABUPATEN ACEH UTARA Khairunnisa, Cut; Yuziani, Yuziani; Nadira, Cut Sidrah
Jurnal Vokasi Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i2.2259

Abstract

Data dari Dinas Kesehatan Aceh tahun 2019 menyebutkan bahwa kasus gizi buruk pada anak di bawah usia lima tahun di Aceh cukup tinggi, yaitu mencapai angka 3.125 kasus. Sementara data dari Dinas Kesehatan Aceh Utara pada akhir tahun  2019, terdapat  543 anak berusia di bawah lima tahun (balita) mengalami gizi buruk. Beberapa penyebab terjadinya kasus gizi buruk adalah kurangnya asupan gizi ibu saat hamil, pengetahuan orangtua yang rendah, pola asuh yang salah, kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti sampah, sanitasi air dan jamban yang tidak sehat. Akar permasalahan timbulnya masalah gizi adalah tingginya angka kemiskinan di Aceh. Penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Aceh Utara sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan memberikan makanan tambahan kepada penderita gizi buruk dan memberikan edukasi kepada orang tua.  Namun masih banyak lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan non formal seperti Dayah Keumaral Al-Aziziyah atau Pesantren belum tersentuh edukasi tentang gizi. Sebagaimana diketahui bahwa periode usia anak pada tahap pendidikan dasar hingga menengah atas sedang mengalami masa pertumbuhan sehingga sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mencegah timbulnya gizi kurang maupun gizi buruk. Oleh karena itu, pada kesempatan ini telah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang dan pemberian makanan bergizi pada salah satu Dayah yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Penyuluhan gizi ini dilakukan dengan metode ceramah dan pembagian modul kepada seluruh santri. Pada kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pembagian makanan bergizi, berupa susu, snack dan buah, untuk memberikan contoh beberapa sumber zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi. Terdapat peningkatan pengetahuan santri tentang kebutuhan gizi seimbang pasca penyuluhan. Hal ini terlihat dari evaluasi yang dilakukan oleh tim pengabdi kepada seluruh santri pada akhir masa pengabdian.
Co-Authors Abi Fauzan Pulungan Adi Rizka Adi Rizka Afif Ananta Damar Afifah Salsabila Yasli Agus Dwi Cahya Ahmad Dzaki Muttaqin Al Muqsith Al-Muqsith Amirah Amirah Amri Amri Amriviana, Mazaya P. Andi Saputra Anindya Tsabitah Prayudi Aprillya, Asri Aryandi Darwis Asmaul Husna, Cut Atika Fadhilla Aulia Rahman Baluqia Iskandar Putri Chika Nihaayah Elzan Cut Asmaul Husna Cut Nadiya Kalasta Cut Ridha Sonia Cut Sidrah Nadira Cut Sidrah Nadira Dea Anjelia Nisa Br.Ginting Elfrida Santy Purba Elsa Nur Salsabila Epsilandri Septyarini Fachry Firdaus Farasha, Diana Finaldi Aziro Adha Ghinanda, Refi Syifa Gress Bancin Izzati Nafisah Jihan Haura Julia Fitriany Juwita Sahputri Juwita Sahputri Kania Wiritanaya Munthe Karenza Dongoran Kenedi, Tasya Eka Putri Kharimah, Akhlakul Kurnia, Deki Kusuma Chandra Kirana Leni Maulinda, Leni Luqman Abdillah Jundana M. Fikri Fadli M. Hafizd Fadhri Mardiati Mardiati Mardiati Masriadi, Masriadi Maulana Ikhsan Maulina Debbyousha Mauliza Mauliza Mauliza Mauliza Mauliza Mauliza, Mauliza Meriatna Meriatna Meutia Maulina Mohd Zamre Mohd Zahir Muhammad Bayu Rizaldy Muhammad Dzaky Hanif Muhammad Farhan Muhammad Hatta Muhammad Ikhsan Muhammad Kautsar Muhammad Miftahuddin Simanjuntak Muhammad MT Muhammad Rizky Simanjuntak Muhammad Sayuti Muhammad Sayuti Mulyati Sri Rahayu Mulyawan, Rizka Muslim, Zahrawanda Ashfarina Mustika, Sukma Nadira, Cut Sidrah Natasya Dewanti Saputri NINA HERLINA Nina Herlina Nora Maulina Nora Maulina, Nora Noviana Zara Nur Fardian Nur Fardian, Nur Nurarafah Nya'Intan Faiza Oriza Rifki Ramadhan Pohan, Adli Kurniawan Purba, Elfrida Santy Putri Mellaratna, Wizar Rahmi Inayati Raida, Raidatul Aufa Rani Aprilita Refi Syifa Ghinanda Refi Syifa Ghinanda Ridhalul Ikhsan Rindi Maudhy May Bella Surbakti Ritonga, Fauzan Rizqi Rizka Sofia Sahputri, Juwita Salsabila, Islah Santri Windiani Sasongko, Teguh H. Septiani, Indriyana Shabrina Shabrina Sidrah Nadira, Cut Siswandi, Afna Adelya Sri Wahyuni Suryati Suryati Susi Elvina Sari Teuku Yudi Afrizal Umri, Saskia Hadisti Utariningsih, Wheny Vera Novalia Vinny Shafanida Wahyuni, Hendra Wilda Fiola winda aprilia Windiani, Santri Wizar Putri Mellaratna Yati Nurhayati Yoanda Malika Putri Lubis Yuziani Yuziani Yuziani, Yuziani Zikra Ihtasya Annabila Zubir Zubir Zulfan