Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Kepekaan Bakteri Yang Diisolasi Dari Urin Penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) Terhadap Beberapa Antibiotika Pada Periode Maret–Juni 2008 Kumala, Shirly; Raisa, Nancy; Rahayu, Lestari; Kiranasari, Ariyani
Majalah Ilmu Kefarmasian Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urinary tract infections (UTI) was an inflammatory response of the urethra when attacked by microorganisms. This disease can happen to people at all ages beginning with asymptomatic to moderately symptomatic infections. Thus far, antibiotic treat-ment was the best for curing the UTI although the chances for being resistance to the antibiotics were also high. Resistance to gram negative bacteri,a in particular, often occur with the antibiotics treatment. Our study at the Faculty of Medicine, University of Indonesia (UI), Bacterial isolation from patient urine sample was performed in the microbiology laboratory of UI. A total of 50 urine samples were collected from X patients volunteered in our study for bacterial isolation, however, only 23 bacterial isolates were successfully obtained. Study was carried out to moni-tor the susceptibility of bacterial isolate towards several types of antibiotics (ofloksazim, amoxyicillin, fosfomisin and sefepim) using Cakram disffusion method. Study re-sults demonstrated that susceptibility of oflokazim to both gram positive and nega-tive bacteria was very low while amoxycillin showed desecding trend of efficacy towards all types of bacteria. Fosfomisin and sefepim, on the other hand, demon-strated strong susceptibility to both gram positive and negative bacteria found in the isolates. Furthermore, it is very interesting to observe ofloksazim was resistant to gram postivie and negative bacteria. Collectively, these research findings strongly illustrated the susceptibility patten and resistance scale of baterial isolates towards various antibiotic tested in the study.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK KERING LIDAH BUAYA (Aloe vera. (L) brum. f.) DAN EKSTRAK KENTAL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum ruiz & pav) UNTUK ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT Suhaimi Suhaimi; Teti Indrawati; Shirly Kumala
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 1 Juni 2018
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.278 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v15i01.2168

Abstract

INTISARI   Ekstrak kering lidah buaya dan ekstrak kental daun sirih merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenol yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuanUntuk menentukan konsentrasi ekstrak kering lidah buaya  (Aloe vera (L) brum f), untuk menentukan ekstrak kental daun sirih merah (Piper crotacum ruiz dan pav)  mempunyai daya hambat ter terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus penyebab jerawat dan untuk menentukan konsentrasi kombinasi ekstrak kering lidah buaya  (Aloe vera (L) brum f)  dan ekstrak kental daun sirih merah  (Piper crotacum ruiz dan pav)mempunyai daya hambat terterhadap bakteri  Propionibacterium acnes  dan  Staphylococcus aureus  penyebab jerawat.Tahap-tahap penelitian yaitu determinasi tanaman lidah buaya dan daun sirih merah, pembuatan ekstrak, pemeriksaan ekstrak meliputi organoleptik, pH, uji skrining fitokimia serta pengujian aktivitas masing-masing ekstrak kering lidah buaya dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%, ekstrak kental daun sirih merah dengan konsentrasi 25%, 12,5%, 7,16%, 3,13%, 1,78% dan 0,78% serta kombinasi ekstrak kering lidah buaya dan ekstrak kental daun sirih merah dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 7,16%, 3,13%,  dan 1,56 terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak kering  lidah buaya  dan ekstrak kental daun sirih merah   memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri  Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 1,56 % dan Propionibacterium acne   pada konsentrasi  3,13  Kata kunci : Lidah buaya, daun sirih merah, Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus.  ABSTRACT  Dried aloe vera extract and thick red betel leaf extract contains alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and phenols that have activity as an antibacterial cause of acne. The aim of this study was to determine the concentration of Aloe vera (L) brum f) extract, to determine the thick red betel leaf extract (Piper crotacum ruiz and pav) to have the inhibitory effect against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus causes acne and  to determine the concentration of Aloe vera (L) brum f) and red thick betel leaf extract (Piper crotacum ruiz and pav) have inhibitory effect on bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus cause acne. The research stages are the determination of aloe vera and red betel leaf, extract preparation, extract examination including organoleptic, pH, phytochemical screening test and activity test of dry aloe vera extract with concentration 10%, 15%, 20%, 25% , 30% and 35%, thick red betel leaf extract with concentration of 25%, 12.5%, 7.16%, 3.13%, 1.78% and 0.78%, and combination of aloe vera extract and viscous extract red betel leaves with concentrations of 50%, 25%, 12.5%, 7.16%, 3.13%, and 1.56 against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. The combination of dry extract of aloe vera and thick red betel leaf extract have antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria at concentration 1.56% and Propionibacterium acne at concentration 3,13 %. Keywords: aloe vera, red betel leaf extract, Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus
Analisis Ketersediaan Obat dengan Pemberlakuan E Catalogue di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung Tahun 2018 Kurota Aini; Shirly Kumala; Prih Sarnianto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7344

Abstract

Dalam upaya pelayanan kesehatan, ketersediaan obat dalam jenis yang lengkap, jumlah yang cukup, terjamin khasiatnya, aman, efektif dan bermutu, dengan harga terjangkau serta mudah diakses adalah sasaran yang harus dicapai. Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Menteri Kesehatan melakukan pengendalian dan pengawasan dengan Pengadaan obat melalui e-katalog secara on-line. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan pengadaan obat berdasarkan e-catalogue dan pengaruhnya terhadap ketersediaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik-analitik yang dilakukan di 6 Kabupaten/Kota (Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Pesawaran). Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 5 responden di masing-masing kabupaten dan data kuantitatif berupa pengkajian data Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dari masing-masing kabupaten, data pengadaan obat yang dilakukan melalui e-Catalogue dan dokumen lain yang sudah diarsipkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. Penelitian dilakukan dari bulan April sampai Juli 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pengadaan obat dengan e catalogue masih ditemukan hambatan/kendala yaitu masih ada 4 kabupaten yang belum bisa memenuhi kebutuhan obatnya sesuai dengan nilai obat yang ada dalam Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan ada 7 item obat yang dipesan oleh 6 Dinas Kesehatan Kabupaten di Provinsi Lampung yang tidak dapat dipenuhi oleh penyedia (cutoff). Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil wawancara mendalam terhadap responden penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pengadaan obat berdasarkan e catalogue di 6 kabupaten di Provinsi Lampung dapat menjamin transparansi/keterbukaan, efektifitas dan efisiensi proses pengadaan obat karena daerah akan mendapatkan obat dengan pilihan terbaik, efisien dari segi biaya dan waktu, lebih aman dan mempermudah pelaksanaan kegiatan pengadaan.
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA HASIL BIOPRODUKSI KAPANG ENDOFIT DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata Prain) Lea P. Retnoningsih; Shirly Kumala; Marlin M. Raunsai; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 1 No 1 (2022): Prosiding SNK 2022
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secondary metabolite from Lidah mertua’s leaves (Sansevieria trifasciata Prain) had reported antimicrobial activity. The aim of this study is to determine the fractions of secondary metabolite produced by endophytic fungi of Lidah mertua’s leaves which potential to be antibacterial agent against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Rejuvenated endophytic fungi in Potato Dextrose Agar (PDA) fermented in Potato Dextrose Yeast (PDY) for 14 days, extracted with ethyl acetate obtained F.A and F.B extract from filtrat and B extract from biomass. F.A and B extract fractionated with coloumn chromatography ( SiO2; n-heksan – ethyl acetate and dichlorometana – methanol) obtained 8 fractions from filtrate extract (F.A-1 ~ F.A-8) and 5 fractions from biomass extract (B-1 ~ B-5). Anti-pathogenic bacterial tests used the KLT-bioautography dot-blot and elusion methods. Fraction F.A-1 ~ F.A-8 and F.B extract showed antimicrobial activity against S. aureus InaCC-B4 and E. coli InaCC-B5. Fraction B-1 ~ B-5 showed antimicrobial activity against S. aureus but the B-5 fraction were not showed antimicrobial activity againts E.coli. The fraction that has the potential to be a broad-spectrum antibacterial is the fraction F.B. Keywords: antimicrobial activity test, bioproduction, endophytic fungi, Lidah mertua’s leaves, Sansevieria trifasciata Prain.
Pengembangan Sediaan Gel Antijerawat Kombinasi Ekstrak Herba Meniran (Phylanthus niruri L) dan Ekstrak Daun Sirsak (Annoni muricata L) Dimas Adrianto; Shirly Kumala; Teti Indrawati
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2221.934 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i11.250

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit inflamasi kronik yang terjadi pada unit pilosebaseus. Infeksi dapat disebabkan oleh Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus. Daun sirsak dan Herba meniran diketahui dapat menghambat pertumbuhan jerawat dan mampu membunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel kombinasi kedua ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus), melakukan analisa parameter fisik, kimia dan stabilitas sediaan pada suhu dan waktu penyimpanan, serta uji iritasi akut dermal terhadap kelinci. Masing-masing ekstrak dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,0%; 1,5%; 0,75%, kontrol positif (klindamisin) dan kontrol negatif (DMSO). Selanjutnya dilakukan pengukuran zona hambat dan penetapan konsentrasi zona hambat minimum dari kedua ekstrak. Kombinasi ekstrak diformulasi dalam sediaan gel dengan eksipien Na-CMC, Gliserin, Propilenglikol, Phenoxyetanol, dan Aquadest. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel menggunakan metode cakram dengan kontrol positif gel mediklin. Evaluasi sediaan gel meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel kombinasi herba meniran dan daun sirsak memiliki aktivitas terhadap bakteri P. acne dan S. aureus pada konsentrasi 4,5% dan 3,0% termasuk kategori kuat. Formula gel dapat memenuhi parameter fisik dan kimia serta stabil terhadap suhu 4oC, 27oC, 40oC dan waktu penyimpanan selama 12 minggu. Hasil indeks iritasi primer diperoleh sebesar 0,40 (kategori respon sangat ringan).
Biaya Pengeluaran Sendiri dan Pengaruhnya Terhadap Kesulitan Ekonomi Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cirebon Ayuditiawati, Meita; Kumala, Shirly; Sarnianto, Prih
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.684 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1078

Abstract

Terapi Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang paling banyak dipilih di Indonesia adalah hemodialisa. Hemodialisa harus dilakukan secara rutin dan berlangsung seumur hidup sehingga menimbulkan beban ekonomi dan biaya pengeluaran sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosio-demografi dengan kesulitan ekonomi dan faktor penentu yang dapat mempengaruhi kesulitan ekonomi serta komponen terbesar biaya pengeluaran sendiri di RSUD Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan rancangan non ekperimental secara potong lintang (Cross Sectional) dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara pasien dengan kuisioner terstruktur dan data sekunder dari rekam medis pasien. Subyek penelitian adalah pasien Hemodialisa di RSUD Kabupaten Cirebon sebanyak 100 pasien. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil multivariat penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara jarak rumah pasien ke rumah sakit OR 6,674 (1,444-30,85), pendapatan pasien OR 0,164 (0,027-1,000), pengeluaran kesehatan OR 0,206 (0,008-0,286) dan lama hemodialisa OR 46,37 (4,171-515,488) dengan kesulitan ekonomi. Pasien penyakit ginjal kronik mengalami kesulitan ekonomi akibat hemodialisis 68%. Komponen biaya terbesar adalah biaya transport dan makan minum sebesar Rp.750.000/bulan yang menyebabkan kesulitan ekonomi pada pasien PGK di RSUD Kabupaten Cirebon. Kata kunci : Biaya pengeluaran sendiri, kesulitan ekonomi, hemodialisis.
Evaluasi Implementasi dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal pada Pasien Rawat Jalan BPJS Kesehatan Di Instalasi Farmasi RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Armansyah, Septiyana Lia; Kumala, Shirly; Sarnianto, Prih; Aini, Syarifah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.013 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i3.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran mengenai pelaksanaan SPM Rumah Sakit Bidang Farmasi menurut Menkes RI No 129 Tahun 2008 di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung, dan mengukur serta mengevaluasi implementasi pencapaian SPM. Penelitian bersifat deskriptif. Sampel pada penelitian sebanyak 270 pasien rawat jalan BPJS yang menebus obat di Instalasi Farmasi RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo. Instrumen penelitian adalah kuesioner kepuasan pelanggan dan lembar pengamatan resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan SPM Rumah Sakit Bidang Farmasi di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo dipengaruhi oleh faktor input antara lain keterampilan petugas, sarana prasarana, jenis resep, ketersediaan obat, jenis pasien, peresepan dokter dan kebijakan yang efektif. Proses pelayanan resep dari tahapan penerimaan resep telah melalui verifikasi dan dilakukan pengecekan kembali sebelum penyerahan obat hasil pencapaian pelaksanaan SPM berdasarkan indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah 13 menit 8 detik dan untuk obat racikan 20 menit 34 detik, tidak adanya kesalahan pemberian obat sebesar 100%, penulisan resep sesuai formularium sebesar sebagai 89,26%, kepuasan pelanggan sebesar 91,9%. Dari hasil pencapaian empat indikator dapat dikatakan untuk waktu tunggu obat, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat dan kepuasan pelanggan memenuhi SPM Bidang Farmasi sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium tidak memenuhi SPM Bidang Farmasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Ada pengaruh antara mutu pelayanan terhadap pemanfaatan instalasi farmasi dan variabel paling dominan mempengaruhi mutu pelayanan terhadap pemanfaatan instalasi farmasi adalah ketanggapan dan kepedulian.
Edukasi Apoteker dalam Mengubah Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Masyarakat terhadap Antibiotik Di Kelurahan Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan Setiyarini, Setiyarini; Kumala, Shirly
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4473.767 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i12.1922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan serta menganalisis pengaruh penyuluhan penggunaan antibiotika terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini menggunakan studi quasi-experimental dengan percobaan Nonrandomized control Group Pretest Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Convenient Sampling dengan rumus Slovin pada ibu – ibu kader kesehatan di Kelurahan Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pada kelompok kontrol berjumlah 47 orang tidak diberikan penyuluhan dan kelompok perlakuan 47 orang yang diberikan penyuluhan tentang antibiotik. instrumen penelitian berupa kuisioner oleh Huang. et al. yang berisi 17 pertanyaan mengenai antibiotik. Untuk menganalisis gambaran sosiodemografi, pengetahuan, persepsi dan sikap, digunakan uji frekuensi yang menunjukkan tidak ada perbedaan kondisi sosiodemografi diantara dua kelompok, beda mean pengetahuan, persepsi dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan digunakan uji Mann Whitney, uji Wilcoxon untuk menganalisis beda mean pengetahuan, persepsi dan sikap kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dan uji Spearman untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, persepsi dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan, persepsi dan sikap kedua kelompok sebelum dilakukan penyuluhan tidak berbeda bermakna. Namun setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan persentase responden yang menjawab dengan tepat pada kelompok perlakuan. Setelah penyuluhan terjadi perbedaan bermakna pada pengetahuan, persepsi dan sikap antara kelompok perlakuan dan kontrol (P<0,05). Peningkatan nilai pengetahuan sebesar 43,9% pada kelompok perlakuan dan 18% pada kontrol, persepsi sebesar 100% pada kelompok perlakuan dan 14,4% pada kontrol, sikap sebesar 22,5% pada kelompok perlakuan dan 9.40% pada kontrol. Hasil analisis menunjukan pengetahuan dan usia mempunyai hubungan yang erat dengan sikap (P<0,05). Sehingga disimpulkan semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka sikap semakin baik.
Analisis Ketersediaan Obat Antihipertensi Dan Pengaruhnya Terhadap Pengobatan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kota Bandar Lampung Huda, Badrul; Kumala, Shirly; Hasan, Delina
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.936 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i6.1232

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat / tenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian jenis dan jumlah obat antihipertensi dengan standar pengobatan hipertensi, untuk mengetahui ketersediaan obat antihipertensi sesuai dengan jenis dan jumlahnya serta untuk mengetahui pengaruh ketersediaan obat antihipertensi terhadap pengobatan pasien hipertensi di puskesmas Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan studi expost facto atau observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan prospektif selama tahun 2017 pada 23 puskesmas di Kota Bandar Lampung. Analisa data menggunakan analisis deskriptif, analisis chi square dan analisis multivariat. Hasil uji chi square pada tingkat pendidikan dokter dan tenaga kefarmasian nilai Asymptotic Significance (2-sided) < 0,05 yaitu 0,027 dan 0,047, ketersediaan obat antihipertensi nilai Asymptotic Significance (2-sided) 0,005 dan 0,001 < 0,05, artinya variabel tersebut ada dengan kebutuhan jenis dan jumlah obat antihipertensi untuk pasien hipertensi. Pada analisis multivariat secara stimultan, ketersediaan obat antihipertensi paling berpengaruh atau dominan terhadap kebutuhan jenis dan jumlah obat antihipertensi untuk pasien hipertensi dilihat dari nilai significance yang paling kecil yaitu 0,005 dan dilihat dari nilai OR yang terbesar yaitu 5,588 .Dapat disimpulkan bahwa secara stimultan dan bersama-sama ketersediaan obat antihipertensi berpengaruh terhadap pengobatan pasien hipertensi. Kata Kunci : Ketersediaan Obat Antihipertensi, Pasien hipertensi, Pengobatan
OPTIMASI RASIO VOLUME PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK BATANG KECOMBRANG (Etlingera eltior) SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER MENGGUNAKAN LC-MS/MS: EFFECT OF SOLVENT VOLUME RATIO AND TIME OF EXTRACTION ON THE YIELD EXTRACT OF KECOMBRANG STEM (Etlingera elatior) AND SECONDARY METABOLITE PROFILING USING LC-MS/MS Syilvi Adini; Shirly Kumala; Siswa Setyahadi; Sofi Nurmay Stiani; Yusransyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.713

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang digunakan sebagai obat. Walaupun semua bagian tanaman ini dapat dimanfatkan, bagian batang merupakan yang paling banyak digunakan sebagai obat.  Metabolit sekunder yang terkandung dalam batang kecombrang memiliki banyak aktivitas farmakologi. Proses ekstraksi metabolit sekunder dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah volume pelarut dan waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio volume pelarut dan waktu ekstraksi optimal pada proses ekstraksi batang kecombrang yang memberikan rendemen tertinggi dan untuk mengetahui profil metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. Batang kecombrang dimaserasi dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut metanol dengan rasio volume pelarut 1:10, 1:20 dan 1:30 selama 60 menit. Kemudian hasil rendemen tertinggi dari variasi volume pelarut dioptimasi lebih lanjut menggunakan variasi waktu ekstraksi 15, 30, 60, 90, 120 dan 180 menit. Pengujian profil metabolit sekunder dilakukan menggunakan LC-MS/MS. Hasil optimasi menunjukan bahwa volume pelarut dengan rendemen tertinggi terdapat pada rasio 1:30 dan variasi waktu pada menit ke 120 menit. Esktrak metanol batang kecombrang menunjukkan adanya senyawa biondinin A, methyl kushenol C, trichosanic acid dan malvalic acid. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi optimal ekstraksi batang kecombrang adalah pada rasio volume pelarut 1:30 selama 120 menit dan profil metabolit sekundernya biondinin A, methyl kushenol C, asam punisik dan asam malvalic. Kata kunci: Batang kecombrang, optimasi, rendemen, LC-MS/MS
Co-Authors . Desi . Suhaimi . Syamsudin . Yuliani Abdul Aziz Setiawan Adini, Syilvi Ahmad Subhan Aji, Nur Anwar Wahyudi Anwar, Yelfi Ariyani Kiranasari Ariyani Kiranasari Armansyah, Septiyana Lia Atut Ruswita Aulena, Desi Nadya Ayuditiawati, Meita Bekti, Novi Dyah Purnama Bekti, Novi Dyah Purnama Datubara, Martaulina Elisabet Delina Hasan Deni Rahmat Dian Indriani Dian Ratih L. Didik Tulus Dimas Adrianto Dosi Ahmad Yani Dwi Aryanti, Anindita Dwi Fitriyani, Dwi Dwi Hapsari Juniarti Dwi Windi Sapitri Elvina Dhiaul Iftitah Erlita Agustina Esti Mumpuni Esti Mumpuni, Esti Fachry Abda El Rahman Farida, Yunahara FARIDAH Febbyasi Megawaty Gabriel Gabriel Gabriel, Gabriel Gandes Winarni Gumilar Adhi Nugroho Halim, Marta Hasan, Delina Herru Setiawan Hersunaryati, Yetti Heru Santosa Heru Santosa Hery Prambudi Hesty Utami Hesty Utami R Huda, Badrul I Ketut Suada Iha Haryani Hatta Indarwati Indarwati Kurota Aini Lea P. Retnoningsih Leonardus B.S. Kardono Lestari Rahayu Mardiastuti, . Mardiastuti, . Marlin M. Raunsai Mochtar, Dede Mochtar, Dede Nancy Dewi Yuliana Nancy Raisa Nancy Raisa, Nancy Noor, Laili Savitri Nur Aji Nurmaini Nurmaini Partomuan Simanjuntak Partomuan Simanjuntak Pasanema, Dimas A. M. Pasanema, Dimas A. M. Pasaribu, Rita Kristina Pieter Hazmen Pratama, Anton Pratiwi Pujilestari Sudarmono Prih Sarnianto Priyo Wahyudi R, Hesty Utami Rachmani, Rum Rachmani, Rum RAHMAT, DENI Raihan, Dany Ramadaniati, Hesty Utami Restu Restiani Reubun, Yonathan Tri Atmodjo Reza Agung Sriwijaya Risma Marisi Tambunan, Risma Marisi Rita Kristina Pasaribu Robert Utji Rochimah Ros Sumarny RR. Ella Evrita Hestiandari Ruskar, Dandung Sarnianto, Prih Saru Noliqo Rangkuti Sembiring, Rinawati Sesilia A. Keban Sesilia Andriani Keban Setiadi, Feri Setiyarini, Setiyarini Shanny, Fransisca Shanny, Fransisca Simanjuntak, Partomuan Siswa Setyahadi Siswa Setyahadi Siti Jabal Mastura Sofyan Ramani Sri Widyastuti Stiani, Sofi Nurmay Sugiastuti, Fenty Suhaimi Suhaimi Suhaimi, . Syarifah Aini Teti Indrawati Umilawati Rawi Utami R, Hesty Violeta, Violeta Wahyudi Uun Widiyastuti, Asih Yati Sumiyati, Yati Yusransyah, Yusransyah Zaidan, Sarah