p-Index From 2021 - 2026
7.588
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Buletin Peternakan Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Sain Peternakan Indonesia Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Journal of Innovation and Applied Technology Research Journal of Life Science Jurnal Ternak Tropika AGRIVITA, Journal of Agricultural Science JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Widyariset Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas Universa Medicina Jurnal Kebidanan Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Jambura Edu Biosfer Journal Jurnal Medika Malahayati Jurnal Doppler BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Widyariset REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Jurnal Pengabdian Masyarakat Asia Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Indonesia Journal of Midwifery Sciences Livestock and Animal Research SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Genius Midwifery Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns Nurul Ilmi : Journal of Health Sciences and Midwifery Advances in Cancer Science Life Science and Biotechnology Jurnal Agripet Journal of Agriprecision & Social Impact Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Ukuran Tubuh terhadap Bobot Badan Sapi Aceh Umur Sapih dan Umur Satu Tahun Ikhsanuddin, Ikhsanuddin; Nurgiartiningsih, Veronica Margareta Ani; Kuswati, Kuswati; Zainuddin, Zainuddin
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12355

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai korelasi antara bobot badan dengan ukuran tubuh serta mengestimasi bobot badan (BB) berdasarkan ukuran tubuh. Materi penelitian ini adalah 159 ekor sapi Aceh umur sapih dan umur satu tahun. Metode penelitian adalah studi kasus berdasarkan data bobot sapih dan bobot satu tahun beserta ukuran tubuh sapi Aceh. Hasil penelitian pada sapi Aceh umur sapih menunjukkan korelasi bobot badan dengan lingkar dada, panjang badan, dan tinggi pundak berturut-turut 0.65, 0,56 dan 0,64, sedangkan nilai determinasinya adalah 0,42, 0,30 dan 0,41. Model regresi untuk estimasi bobot badan umur sapih yaitu BB= -30,23 + 0,47LD + 0,13PB + 0,50TP. Untuk sapi Aceh umur satu tahun nilai korelasi bobot badan dengan lingkar dada, panjang badan, dan tinggi pundak berturut-turut 0.69, 0,58 dan 0,55, nilai determinasinya adalah 0,47, 0,34 dan 0,30. Persamaan garis regresi untuk sapi Aceh umur satu tahun yaitu BB = -44,96 + 0,72LD + 0,46PB + 0,24TP. Berdasarkan hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa korelasi lingkar dada dengan bobot badan memiliki hubungan paling kuat dibandingkan dengan panjang badan dan tinggi pundak.(Correlation between body size and body weight of Aceh Cattle at weaning and yearling age)ABSTRACT. This study aimed to evaluate the correlation between body weight and body size, as well to estimate body weight based on body size. A total of 159 Aceh cattle at weaning and yearling age were used in this study. The method used was a case study based on the data on weaning weight, yearling weight, and body size of Aceh cattle. The results showed that at the weaning age, the correlation values between body weight (BW) with chest circumference (CC), body length (BL), and shoulder height (SH) were 0.65, 0.56, and 0.64, respectively, while the determinant values were 0.42, 0.30, and 0.41, respectively. Regression model for estimating body weight at weaning age was BW = -30.23 + 0.47CC + 0.13BL + 0.50SH. At the yearling age, the correlation values of body weight with chest circumference, body length, and shoulder height were 0.69, 0.58, and 0.55, respectively, while the determinant values were 0.47, 0.34, and 0.30, respectively. The regression equation for yearling Aceh cattle was BW = -44.96 + 0.72CC + 0.46BL + 0.24SH. This study showed that the highest correlation was observed on the body weight with chest circumference compared to those with either body length or shoulder height.
Hubungan antara Tingkah Laku Seksual dengan Produksi Spermatozoa Sapi Brahman Sholikah, Nisa'us; Sutomo, Aris; Widiasmoro, Ndaru Pranowo; Wahjuningsih, Sri; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Kuswati, Kuswati; Susilawati, Trinil
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12036

Abstract

ABSTRAK. Pejantan untuk program inseminasi buatan adalah pejantan unggul yang diseleksi berdasarkan libido dan produksi spermatozoa. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa sapi Brahman. Materi penelitian adalah 3 pejantan sapi Brahman yang ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian adalah observasional dengan mengamati waktu reaksi dan lama ejakulasi. Observasi laboratorium dengan mengamati volume, konsentrasi, dan motilitas individu untuk menghitung total spermatozoa (TS) dan total spermatozoa motil (TSM). Pengamatan dilakukan sebanyak 10 ulangan. Data dianalisa secara deskriptif serta hubungan antara tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa dihitung dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa pada sapi Brahman. Individu Cipta mempunyai waktu reaksi dan lama ejakulasi paling singkat serta produksi spermatozoa paling rendah. Hubungan signifikan antara waktu reaksi dengan TS serta TSM pada individu Bizzyard dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 14 % dan 20%. Hubungan sangat signifikan antara lama ejakulasi dengan TS serta TSM pada individu Cipta dengan R2 sebesar 46% dan 58%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa pada sapi Brahman, dengan koefisien korelasi (r) tertinggi sebesar 0,72 dan R2 sebesar 58% antara lama ejakulasi dan total spermatozoa motil pada individu Cipta.(The relationship between sexual behavior and semen production in Brahman bulls)ABSTRACT. Bulls for artificial insemination must be selected based on libido and sperm production. The study aimed to analyze the relationship between sexual behavior with sperm production on Brahman bulls. The material was 3 Brahman bulls collected using artificial vagina. The method was observational by observing reaction time and ejaculation duration. Laboratory observations by observing volume, concentration, and motility to calculate total sperm (TS) and total motile sperm counts (TMSC). Observations were replicated 10 times. The data were analyzed descriptively, the relationship between behavior and sperm production was examined using Pearson correlation. The results showed that there were variations in sexual behavior and sperm production in each bull. Cipta have the shortest reaction time and ejaculation duration and the lowest sperm production. A significant relationship between reaction time and TS and TMSC in Bizzyard with coefficient of determination (R2) of 14% and 20%. A very significant between ejaculation duration with TS and TMSC in Cipta with R2 of 46% and 58%. In conclusion, there was a relationship between sexual behavior and sperm production in Brahman bulls, with the highest correlation coefficient (r) of 0.72 and R2 of 58% between ejaculation duration and the total motile sperm counts in Cipta.
Polymorphism of Cyt-b Gene in Several Indonesian Cattle Using PCR-RFLP Method Agung, Paskah Partogi; Perwitasari, Dyah; Farajallah, Achmad; Said, Syahruddin; Kaiin, Ekayanti Mulyawati; Saputra, Ferdy; Hermansyah, Alfandy; Kuswati, Kuswati; Susilorini, Tri Eko; Zein, Moch. Syamsul Arifin
Buletin Peternakan Vol 48, No 2 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (2) MAY 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v48i2.87484

Abstract

The cytochrome b (Cyt-b) gene is one of the genes that is located in the mitochondrial DNA. Variations in the Cyt-b gene can be used to compare different animal species to investigate the origin of certain animal species. This study aimed to assess the genetic diversity of Indonesian local cattle breeds, including Bali cattle as an Indonesian native cattle breed and Banteng as the wild type of Bali cattle, using polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP). A total of 336 individual DNA samples from Indonesian cattle breeds were analyzed in this study. The RFLP method using three restriction enzymes, i.e., HinfI, HaeIII, or XbaI, was used to identify the variation of the Cyt-b gene. The Cyt-b gene was polymorphic based on the PCR-RFLP method. There were six alleles of the Cyt-b gene found in this study, i.e., A and B allele (HinfI), C and D allele (HaeIII), X and Y allele (XbaI). All alleles can be found in Pasundan, Madura, and PO cattle. Pesisir cattle have the highest allele frequency D. The UPGMA results showed three clusters of Indonesian native cattle in this study. Cluster 1 consists of Pasundan, Banteng, and Bali cattle. Cluster 2 consists of Madura, PO, and SO cattle. Pesisir was separated from other cattle in cluster 3. The X allele could become an indicator to distinguish Banteng and Bali cattle.
Forage Production Characteristics of Japanese Papaya (Cnidoscolus aconitifolius) as Ruminant Feed Husnassabil, Ahmad Hadin; Marjuki, Marjuki; Susilorini, Tri Eko; Kuswati, Kuswati; Surjowadojo, Puguh; Nurul Huda, Asri; Putri, Aprillia Ika; Gani, Tifany Sonia
Journal of Agriprecision & Social Impact Vol. 2 No. 3 (2025): November: JAPSI (Journal of Agriprecision & Social Impact)
Publisher : CV. Komunitas Dunia Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62793/japsi.v2i3.70

Abstract

This study aimed to evaluate the forage production characteristics of Japanese papaya (Cnidoscolus aconitifolius) as a potential feed source for ruminant livestock. The research employed a case study approach through direct field observations on four mature Japanese papaya plants naturally grown as living fences in Malang City. Measured variables included the diameter of the main branch, number and length of sub-branches, forage yield, and nutrient composition. Data were analyzed using correlation and simple linear regression to determine the relationship between plant structure and forage productivity. The results indicated that the diameter of the main branch showed a strong positive correlation with the number and length of sub-branches, as well as with forage yield and nutrient content (DM, OM, CP, CF, and EE). Regression analysis confirmed that larger branch diameters were consistently associated with higher forage production and better nutrient values. These findings suggest that the diameter of the main branch can serve as a reliable indicator for estimating the forage yield and nutritional potential of Japanese papaya, providing a practical tool for its use in sustainable ruminant feed management.
Nutritional Investigation, LC-MS-Based Phytochemical Profiling, and Antioxidant Assay of Two Edible Flowers Kuswati, Kuswati; Zahro, Aliza; Daud, Nadhiratuzzahra Alifiah; Narulita, Erlia; Fatmawati, Yayuk
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.2.404-415

Abstract

Two commonly consumed, yet under-researched, edible flowers—Malvaviscus arboreus (Topi Turki) and Acmella paniculata (Jotang)—were comprehensively analyzed to assess their potential as functional food sources. This study investigated their nutritional content, phytochemical profiles, antioxidant activity, and organoleptic properties. Our methodology, conducted between July and December, 2024, involved a multi-faceted approach—proximate analysis quantified ash, moisture, protein, fat, fiber, carbohydrates, and total energy. Freeze-dried samples underwent LC-MS for phytochemical identification, and antioxidant activity was determined using the DPPH assay. Organoleptic preferences were evaluated through a hedonic test where 30 panelists rated color, aroma, taste, and overall acceptance. Key findings revealed distinct differences. A. paniculata presented higher protein (18.75%), fat (21.71%), and fiber (24.10%), leading to a greater total energy (213.84 kcal/50g). In contrast, M. arboreus showed higher moisture (21.22%) and carbohydrates (48.12%). Phytochemical profiling by LC-MS indicated that M. arboreus contained 51 phytochemicals, primarily phenolics (13.52%), while A. paniculata had a remarkable 170 phytochemicals, dominated by alkaloids (2.94%). Importantly, M. arboreus demonstrated superior antioxidant activity (IC50 92.74 µg/mL, strong) compared to A. paniculata (IC50 156.95 µg/mL, weak) in the DPPH assay. Organoleptically, M. arboreus was preferred for its color, taste, and overall acceptability, with no significant difference in aroma. Overall, both M. arboreus and A. paniculata exhibit promising nutritional value and bioactive potential for functional food applications. This research highlights the significant potential of these edible flowers to diversify plant-based diets and contribute to the development of novel health-promoting products. Future research should focus on optimizing processing techniques and exploring diverse food applications to maximize their utilization.
Edukasi dengan Media Video tentang ASI Eksklusif Melalui Aplikasi Whatsapp Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui Wibowo, Abdilla Fi Qisthy; Kuswati, Kuswati; Istikhomah, Henik
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v4i1.370

Abstract

Background: Low rates of exclusive breastfeeding in Indonesia remain a public health issue due to mothers' lack of knowledge and positive attitudes towards the benefits of exclusive breastfeeding. Based on initial observations in the working area of the Banyuanyar Surakarta Community Health Centre, many mothers are still not breastfeeding exclusively as recommended by the WHO. This community service activity aims to increase breastfeeding mothers' knowledge and attitudes about the importance of exclusive breastfeeding through education using video media delivered via the WhatsApp application. Methods: The partners in this activity were breastfeeding mothers in the working area of the Banyuanyar Surakarta Community Health Centre, with a total of 45 participants. The activity was carried out in three stages, namely programme socialisation, video-based education, and interactive discussions through a WhatsApp group. The educational material covered the definition of exclusive breastfeeding, its benefits for mothers and babies, proper breastfeeding techniques, and how to maintain milk production. Evaluation was conducted using questionnaires before and after the activity to assess the increase in knowledge and attitudes of breastfeeding mothers. Results: The results of the activity showed an increase in participants' knowledge of 40.3%, from an average score of 13.78 to 19.33, as well as an increase in positive attitudes towards exclusive breastfeeding of 25.7%, from an average score of 54.47 to 68.51. Conclusion: This activity proves that education through video media via WhatsApp is effective in improving the soft skills and awareness of breastfeeding mothers about exclusive breastfeeding. This programme can be used as a model for efficient and easily implemented digital-based health education at the primary care level.
Edukasi Pengolahan Makanan Sehat di RA Perwanida 15 Menuju SDGs Desa Sempolan Peduli Kesehatan Putri, Chamelia; Sari, Prima Ratna; Rachmawati, Sela; Kuswati, Kuswati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2872

Abstract

Preliminary study with the Head of the RA Perwanida 15 indicate a highly concerning issue: the absence of healthy food options for the children. In contrast, the village have strong potential as a source of nutritious food for children. The primary issue in the community’s limited knowledge and lack of initiative regarding the provision of healthy meals for children. This community service program implemented as an effective strategy to promote healthy and nutritious food through structured educational activities. The program targeted 37 mothers of students enrolled at school. The implementation team employed surveys, lectures, question-and-answer sessions, training demonstrations, and evaluation methods to deliver the educational content. The program was carried out through several stages, including needs analysis, coordination, educational delivery, and evaluation. The results indicate an improvement in the mothers’ knowledge of healthy and nutritious food after participating in the educational sessions and studying the module prepared by the team.
Penyuluhan Pembuatan Makanan Tambahan ITA (Ikan Tahu) Untuk Meningkatkan Hemoglobin Dan IMT Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini pamungkas, Atik mahmudah; Kuswati, Kuswati; Nurrasyidah, Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.449

Abstract

Dari data dari profil kesehatan Kabupaten Klaten (2022) disebutkan bahwa pencapaian pemberian TTD (tablet tambah darah) pada ibu hamil di Puskesmas Wedi sudah mecapai 95% namun masih terdapat 7% (34 orang) ibu hamil yang mengalami anemia. Begitupula1,2kejadian kekurangan energi pada ibu hamil di Puskesmas wedi masih 5,3% (29 orang)Kejadian anemia pada wanita (19,7%) lebih banyak dibandingkan pada pria (13,1%), kondisi ini akan diperparah ketika seorang wanita mengalami kehamilan, karena pada ibu hamil akan mengalami perubahan hermatologi yaitu terjadi peningkatan volume plasma sekitar 45-65%, hal ini dimulai pada trimester II kehamilan dan maksimum terjadi pada bulan ke-9 dan meningkat sekita 1000 ml. Anemia harus segera ditangani sejak dini karena akanmengakibatkan prematuritas, BBLR dan dapat menjadi faktor risiko kejadian stunting, sehingga secara tidak langsung anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan kejadian stunting pada balita. Stunting adalah permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kondisi kesehatan, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Parameter yang digunakan untuk menilai status gizi ibu hamil antara lain indeks massa tubuh (IMT). Terdapat beberapa cara mengatasi kejadian anemia diantaranya secara farmakologi dan non farmakologi. Cara farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi tablet Fe sesuai program pemerintah, non farmakologi yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Fortifikasi makanan tinggi zat besi paling baik adalah pada makanan hewani, seperti daging merah, daging ayam, telur dan ikan karena memiliki bioavailabilitas yang tinggi. Sumber makanan ini tidak hanya menyediakan zat besi, tetapi juga mengandung asam amino esensial dan nutrisi penting lainnya yang meningkatkan penyerapan zat besi dan berkontribusi pada Kesehatan secara keseluruhan . Nugget dan otak otak merupakan makanan yang praktis untuk dihidangkan, pembuatannya pun mudah dan dapat dijadikan camilan yang memiliki nilai gizi lebih dibandingkan camilan lainnya. Pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini bermitra dengan ibu hamil di Puskesmas Wedi, Kabupaten Klaten. Tim pengabmas menjalin penjajakan, diskusi, dan koordinasi dengan puskesmas wedi untuk mengembangan program penyuluhan pembuatan PMT ITA (Ikan Tahu) guna meningkatkan IMT dan kadar hemoglobin pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan tentang nutrisi ibu hamil dan pembuatan otak otak ITA (Ikan Tahu) yang evaluasinya akan dilihat melalui pengetahuan ibu hamil pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembuatan makanan tambahan bagi ibu hamil sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin dan IMT untuk pecegahan stunting sejak dini. Target luaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu video kegiatan dan hasil posttest pengetahuan ibu hamil tentang PMT ITA (ikan tahu).
The PENGARUH PEMBERIAN NITA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN CALON PENGANTIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Pamungkas, Atik Mahmudah Aji; Kuswati, Kuswati
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.887

Abstract

ABSTRAK : Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang dihadapkan dengan triple burden masalah gizi yaitu tingginya prevalensi stunting, wasting, dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro terutama anemia (Kemenkes, 2019). Data anemia Catin di Jawa Tengah yaitu 7,66% dan Klaten merupakan nomer 7 tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki jumlah catin yang mengalami anemia yaitu sebesar 10,31%(Dinkes Jateng, 2022). Tujuan pada penelitian ini dibuat fortifikasi pangan untuk mencegah anemia dengan pembuatan Tahu Bakso Ikan (NITA) dengan komposisi ikan nila, telur dan tahu. Metode penelitian ini yaitu quasy experiment dengan rancangan one group pretest posttest design. Dalam rancangan penelitian ini, sampel diberikan intervensi Tahu Bakso Ikan (NITA) yang terbuat dari Nila, Telur dan Tahu selama 7 hari. populasi dalam penelitian ini adalah Calon Pengantin (CaTin) yang sedang menempuh Pendidikan kebidanan Semester akhir di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis akan dilakukan uji parametrik menggunakan uji paired T-test. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar hemoglobin pada responden sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji Paired T-test dengan tingkat kepercayaan 95% atau ? = 0,05 didapatkan hasil p value 0,015. yang mana apabila sig atau p value < alpha, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu intervensi yang dilakukan menimbulkan perbedaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pemberian NITA (Ikan Nila, Telur Dan Tahu) terhadap Kadar Hemoglobin responden. Kata Kunci : Ikan Nila, Tahu; Telur, Anemia, Calon Pengantin
Potensi Centella asiatica Sebagai Terapi Penyakit Alzheimer: Sebuah Tinjauan Pustaka Kuswati, Kuswati
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif dan multifaktorial yang ditandai dengan hilangnya memori, perubahan kepribadian, serta penurunan fungsi kognitif yang signifikan. Seiring dengan kompleksitas faktor penyebabnya, penggunaan tanaman obat kini semakin diminati sebagai terapi komplementer dan alternatif, salah satunya adalah pegagan (Centella asiatica). Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi bioaktivitas Centella asiatica dalam terapi penyakit Alzheimer berdasarkan bukti-bukti eksperimental terkini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis melalui basis data PubMed Central dengan rentang waktu publikasi tahun 2019 hingga 2024 dan kriteria akses teks lengkap gratis (free full text). Berdasarkan 11 artikel penelitian eksperimental yang dianalisis, studi pada hewan coba menunjukkan bahwa Centella asiatica dan senyawa aktifnya, asiaticoside, efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif, menghambat stres oksidatif, memodifikasi metabolisme terkait Alzheimer, serta menekan neuroinflamasi. Kesimpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa Centella asiatica memiliki potensi neuroprotektif yang menjanjikan sebagai kandidat modalitas terapi untuk penyakit Alzheimer. Kata kunci: penyakit Alzheimer; Centella asiatica; fungsi kognitif; neuroprotektif; memori; stres oksidatif.
Co-Authors A. P. A. Yekti Abdul Muhaimin Abdul Rohman Abriyanti, Wahyu Hari ACHMAD FARAJALLAH Aditya Kurniawan Agus Susilo Agus Susilo Ahmad Furqon Ahmad Furqon Ajeng G. Nanda, Ajeng G. Ali mahfud Ali Mahfud Alifian Ibnu Ansori Andi Murlina Tasse Andra Widiastutik Andriawan Soni Hantoro Anggun Permata Sari Ardhina Firdausi Aris Sutomo Aryogi Aryogi Aryogi Aryogi Asri Nurul Huda Asri Nurul Huda Aulia Puspita A Yekti Aulia Puspita Anugra Yekti Awang Tri Satria B. Susilo Bayu Dewantoro Putro Soewandi Bella, Frimita Chamelia Putri, Chamelia D. Muhammad Dandy Prasetyo Daud, Nadhiratuzzahra Alifiah Dewi , Meinasari kurnia Dian Kumalasari, Elis Dicky Pamungkas Doni Herviyanto Dwi N. Ahsani, Dwi N. Dwi Retna Prihati, Dwi Retna Dwi Susan Setiyani Dwijayanti, Indah Dyah Perwitasari Eko Nugroho Elvira, Ajeng Erin Ayu Octaviani Erlangga Arfiyan Nur Erlia Narulita Ety Sari Handayani Fatimah, Jesy Febrianti, Riska Ayu Ferdy Saputra Fiarani, Hajar Syifa Gani, Tifany Sonia Gatot Ciptadi Hamidah Ikhwan, Salma Nur Hary Nugroho Henik Istikhomah, Henik Hermansyah, Alfandy Herviyanto, Doni Herviyanto, Dony Husnassabil, Ahmad Hadin Ikhsanuddin Ikhsanuddin Ikhsanuddin, Ikhsanuddin Imam Mudakir Indrayani, Tsaniya Ahda Indriyani Indriyani J. A. E. Noor Joko Waluyo Kaiin, Ekayanti Mulyawati Khairul Rasyad Khairunnisa, Icha Kurniaesa, Titah Ulya Kusmartono Kusmartono L. A. Sunarto Latifah Hanum Lina Winarti M. Luthfi M. Nasich Marini . Marjuki Marjuki Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Maulid, Shintia Sukmawati Cahya Moch Nasich Moch Sasmito Djati Moch. Syamsul Arifin Zein, Moch. Syamsul Arifin Mohammad Wildan Habibi, Mohammad Wildan Muhamad Iqbal Zajulie Muhammad Irvan Ali Muhammad Zainul Hanif Mukhlas Agung Hidayat N. Isnaini Nareswara Hapsari Ndaru Pranowo Widiasmoro Nisa’us Sholikah noviyani, ernita prima Nurgiartiningsih, V. M. A. Nurjazuli Nurjazuli Nurmasitoh, Titis Nurrasyidah, Rahmi Nurul Huda, Asri Nurul Insani Shullia Nurul Isnaini Nurul Layla Oktriyani, Erni Onni Meirezaldi Pamungkas, Atik Mahmudah Aji Paskah Partogi Agung Pratiwi, Herlina Priyo Sugeng Winarto Puguh Surjowardojo Pujiastuti Pujiastuti, Pujiastuti Purwanto, Didiek Putri Utami Putri Utami Putri, Aprillia Ika Putri, Rizqi Wulandari R Sa’diyah, Kusnul Rachmawati, Sela Rahmanti, Fishella Aprista Raihanny, Yasmin Ravenska Ravenska Rifai Mustofa Rini Dwi Wahyuni Rini Dwi Wahyuni Risky Amalia Rosary Rizki Prafitri Rizki Prafitri Rofidaa, Asta Rosalinda, Julitha D Rosalinda, Julitha Dwi Rusdiana, Rina Sa'diyah, Kusnul Rodhiyatul Safitri, Putri Fina A’rafiani Safitri, Sinda Mercy Saputra, Muhammad Rizky Sari, Agustina Sari, Prima Ratna Siti Azizah Siti Hodijah Sri Wahjuningsih Sucik Maylinda Sucik Maylinda Sugesti, Madiyan Surjowadojo, Puguh Sutomo, Aris Suyadi Suyadi Suyadi Suyadi Suyadi Suyadi Syahruddin Said T. Susilawati T. Susilawati Tri Eko Susilorini Tri Eko Susilorini tri wahyuni Trinil Susilawati Triwik Sri Mulati Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih Wibowo, Abdilla Fi Qisthy Wicaksana, Zulfikar Loka Widi Nugroho Widiasmoro, Ndaru Pranowo Wike andre Septian Wiranto Wiranto Yadi Malda Yayuk Fatmawati, Yayuk Yulian, Ria Zahro, Aliza Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zainuri Sabta Nugraha, Zainuri Sabta Zhafirrahman, Muhammad Zulfaini Shamad