Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Hukum Waris Islam: Rasionalitas Pembagian Warisan Laki-Laki Lebih Besar Dari Perempuan Anggun Mei Ivana; Seyren Jit; Wanda Suci Ramadani Hasibuan; Jesyca Stevani; Hafiza Mulia; Dian Safira; Nabila Mujiah; Rafif Khansa Hadi Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum waris merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan kepemilikan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli waris yang berhak menerimanya. Ketentuan pembagian warisan dalam Islam telah dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa ayat 11, 12, dan 176. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perdebatan adalah perbedaan bagian warisan antara laki-laki dan perempuan, di mana dalam beberapa kondisi laki-laki memperoleh bagian dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Dalam perspektif sebagian kalangan modern, ketentuan ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai rasionalitas dan hikmah yang melatarbelakangi ketentuan tersebut dalam hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih klasik, buku akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang membahas hukum kewarisan Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep hukum waris Islam serta rasionalitas pembagian warisan yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah bentuk diskriminasi gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang berbeda antara keduanya dalam sistem keluarga Islam. Laki-laki memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada keluarga, membayar mahar ketika menikah, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi rumah tangga. Sebaliknya, perempuan tidak memiliki kewajiban finansial tersebut. Oleh karena itu, pembagian warisan yang lebih besar kepada laki-laki dipandang sebagai bentuk keadilan distributif yang mempertimbangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dengan demikian, sistem kewarisan dalam Islam memiliki rasionalitas yang kuat dalam menjaga keseimbangan sosial serta kesejahteraan keluarga
Antara Karier dan Pernikahan: Mengapa Perempuan Berpendidikan Tinggi Menunda atau Menolak Menikah Amirah Lubis; Ayumi Amalia Sahputri; Davina Alyanti; Dewi Suci Ramadani; Habibah Ramadani Br Sebayang; Halimatussadiyah Dalimunthe; Haniyah Zahra Irwansyah; Mutia patmasari Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penundaan pernikahan pada perempuan berpendidikan tinggi semakin sering terjadi dalam masyarakat modern. Peningkatan akses pendidikan, peluang karier, serta perubahan nilai sosial mendorong perempuan untuk memprioritaskan pengembangan diri dan stabilitas ekonomi sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penundaan pernikahan pada perempuan karier dalam perspektif sosial serta pandangan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan literatur yang relevan mengenai perempuan karier, pendidikan, serta pernikahan dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penundaan pernikahan pada perempuan karier dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain orientasi karier, tingkat pendidikan, kesiapan psikologis, serta perubahan konstruksi sosial mengenai peran perempuan dalam masyarakat. Dalam perspektif Islam, perempuan diperbolehkan untuk bekerja dan mengembangkan karier selama tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dan tidak mengabaikan tanggung jawab moral maupun keluarga. Islam juga menekankan pentingnya kesiapan dalam pernikahan, baik secara emosional, finansial, maupun spiritual. Oleh karena itu, fenomena penundaan pernikahan tidak dapat dipandang secara negatif semata, melainkan perlu dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat modern yang memerlukan keseimbangan antara pengembangan karier dan pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah
Studi Literatur:  Kajian Kimia Dan Toksikologi Komponen Berbahaya Dalam Rokok, Implikasi Bagi Kesehatan Dan Perspektif Islam Tentang Haramnya Merokok Murni. M. Jannah; Nazwa. A. Sinaga; Nuraina Batubara; Nabila. H. Ulviah; Nayla. M. Aulia; Putri. D. Uthaamih; Siti Asyiah; Siti Handayani Nainggolan; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan sumber paparan lebih dari 7.000 senyawa kimia, termasuk nikotin, tar, karbon monoksida, benzena, formaldehida, dan logam berat yang bersifat toksik, karsinogenik, serta mutagenik. Paparan senyawa tersebut telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan, dan berbagai kerusakan sistemik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur mengenai karakteristik kimia dan toksikologi komponen berbahaya dalam rokok, implikasinya bagi kesehatan manusia, serta tinjauan hukumnya dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 21 artikel ilmiah dari PubMed, Google Scholar, dan jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2015–2024 dan 5 Buku digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa dalam asap rokok bekerja sebagai oksidan, iritan, dan karsinogen yang menyebabkan stres oksidatif, inflamasi kronis, kerusakan DNA, dan gangguan fungsi organ. Dari perspektif Islam, aktivitas merokok dinilai bertentangan dengan prinsip maqashid syariah terutama pada aspek hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz al-maal (menghindari pemborosan). Mayoritas fatwa ulama kontemporer juga menetapkan hukum merokok sebagai haram karena terbukti membawa kemudaratan bagi diri dan masyarakat. Kesimpulan dari telaah ini adalah bahwa rokok secara ilmiah terbukti berbahaya secara kimia dan toksikologi, menimbulkan dampak kesehatan serius, dan tidak sesuai dengan prinsip ajaran Islam sehingga merokok patut ditetapkan sebagai perilaku yang dilarang
Isra Mi‘raj dalam Perspektif Sains Kimia: Kajian atas Batas Rasionalitas Hukum Fisika-Kimia Amelia Putri; Ahmad Radhi Uzair; Anggun Irwanda Sinaga; Davina Syafitri Siregar; Indah Fitriani; Maulana Hasibuan; Nisa Silvani; Yusrah Tri Adzriani; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan sering menjadi objek kajian dalam integrasi antara sains dan agama. Perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya fisika dan kimia, mendorong berbagai upaya untuk memahami fenomena tersebut melalui pendekatan ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peristiwa Isra Mi‘raj dalam perspektif sains kimia dengan menyoroti batas rasionalitas hukum fisika-kimia dalam menjelaskan fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan kajian Isra Mi‘raj, teori relativitas, serta konsep-konsep dasar fisika dan kimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengkajian, perbandingan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa konsep dalam fisika modern, seperti teori relativitas, dilatasi waktu, dan hubungan ruang-waktu, secara teoritis dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan perjalanan dalam jarak yang sangat jauh dalam waktu yang singkat. Namun demikian, hukum-hukum fisika dan kimia yang dikenal dalam sains modern memiliki keterbatasan dalam menjelaskan fenomena mukjizat secara menyeluruh. Oleh karena itu, peristiwa Isra Mi‘raj dapat dipahami sebagai fenomena yang menunjukkan batas rasionalitas sains sekaligus menegaskan adanya dimensi spiritual dan transendental yang berada di luar jangkauan metode ilmiah.
Fenomena Childfree pada Perempuan Menikah dalam Perspektif Islam: Tinjauan Sains dan Kimia Laila Agustina; Meliana Meliana; Aulia Nurmala Sari Sikumbang; Manna Wa Salwa; Putri Fachira; Mutiara Pratiwi; Jihan Nur Asyfa Hanafi; Rizka Aulia Br Saragih; Chantika Imelia Br Sinaga; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena childfree pada perempuan menikah menjadi isu yang semakin banyak dibicarakan di masyarakat modern, terutama karena berkaitan dengan pilihan hidup, hak reproduksi, serta nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut dari perspektif Islam serta ditinjau dari sisi sains, khususnya yang berkaitan dengan aspek biologi dan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusan childfree dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ekonomi, kesiapan mental, pengalaman pribadi, lingkungan, pendidikan, serta kondisi kesehatan. Dari perspektif Islam, keberadaan anak dipandang sebagai anugerah dan bagian dari tujuan pernikahan, meskipun dalam kondisi tertentu terdapat toleransi terhadap pasangan yang tidak memiliki anak. Sementara itu, dari sudut pandang sains, penggunaan kontrasepsi sebagai salah satu upaya mendukung pilihan childfree memiliki dampak terhadap keseimbangan hormon dan fungsi reproduksi. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa fenomena childfree tidak hanya perlu dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan harus dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek agama, sosial, dan ilmiah. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengkaji fenomena childfree secara komprehensif melalui integrasi perspektif Islam dan sains, khususnya dalam aspek kesehatan reproduksi. Selain itu, penelitian ini juga memperkaya pembahasan mengenai childfree dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi serta implikasinya, sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dan bahan pertimbangan dalam memahami fenomena ini secara lebih luas
Co-Authors Abidah Ramadhani Nasution Afrida Hanum Lubis Agung Budi Prastyo Ahmad Radhi Uzair Amelia Putri Amirah Lubis Andin Livia Siagian Anggun Irwanda Sinaga Anggun Maharani Anggun Mei Ivana Annisa Hapsari Apiek Gandamana Aralia Putri Marsyah Artika Sardiana Dewi Assha Uli Handayani Hasibuan Ati Yuniati Aulia Nurmala Sari Sikumbang Ayumi Amalia Sahputri Azli Khairiansyah Bonika Alprianta Sari Hulu Chantika Imelia Br Sinaga Cinta Febby Dewita Citra Lestari DAITIN TARIGAN Davina Alyanti Davina Syafitri Siregar Defi Mawar Sari Desliana Desliana Dewi Suci Ramadani Dian Safira Dianra Azriany Dilla Rama Dina Dimas Bayu Kumbara Dimas Rizqi Dinda Prati Dina Arsah Dira Supratiwi Diva Aulia Ananda Dodi M. Pandimun Ambarita Dwi Ananda Putri Dwi Rahmi Anissa Tanjung Eka Guspi Anti Siregar erlinda simanungkalit Fadillah Tasali Fahrur Rozi Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidik Siregar Fajra Lativa Asri Fathin Nadira Fazira Nazwa Fifi Amelia Sitinjak Fitri Salamah Friclia Dhea Lova Siagian Gabreillia Sicillia Silitonga Geovani Sembiring Meliala Gita Citra Tama Habibah Ramadani Br Sebayang Hafiza Mulia Halimatussadiyah Dalimunthe Halimatussakdiah Halimatussakdiah Haniyah Zahra Irwansyah Haya Sabila Aulia Br Munthe Husna Khoiri Sinaga Ibrahim Gultom Inda Wati Manik Indah Fitriani Indri Wahyuni Inne Jeniarti Irsan Irsan Jannatin ‘Ardhuha Jesyca Stevani Jihan Nur Asyfa Hanafi Juliwati E Sianturi Keyla Artika Ramadhani Khairiyah Ariqah Khairu Annisa Pulungan Khayla Akmal Panjaitan Khayla Andira Salsabila Laila Agustina Laurensia M. Perangin Angin Lidia Simanihuruk Lutfi Hariri Manna Wa Salwa Marlia Eka Putri Maulana Hasibuan Meliana Meliana Muhammad Bagas Duha Muhammad Hafiz Ermawan Muhammad Rizky Pratama6 Muhammad Zulfikar Syuaib Murni. M. Jannah Mutia Patmasari Batubara Mutiara Pratiwi Nabila Mujiah Nabila Olivia Nabila. H. Ulviah Nadia Dwi Salsabila Naffa Sati Najwa Fadilah Siregar Najwa Syifa Nasution Nanda Agustia Nayla. M. Aulia Nazwa. A. Sinaga Nesa Andari Nisa Silvani Nuraina Batubara Nurcahaya Lumban Gaol Nurhaliza Mutiara Jauhari Oni Catrine Joana Simbolon Putra Afriadi Putri Ayu Pratiwi Putri Fachira Putri Khairi Izwani Putri. D. Uthaamih Putrizal Nada Yasmin Qania Azmi Rafif Khansa Hadi Batubara Regina Sicilia Tarigan Rendi Prilandi Reza Nur Wahyuni Rina Syadilla Riska Uli Enjelina Br Sidabariba Rizka Aulia Br Saragih Ronauli Gurning Saida Adilla Salwa Hakimah Defari Sazkyla Nur Efendi Sekar Melati Pasaribu Sepriyadi Adhan S Septian Prawijaya Seyren Jit Sirakh Surya Jati Lingga Siti Ajilah Syarwan Chaniago Siti Asyiah Siti Handayani Nainggolan Siti Zahara Sorta Simanjuntak Sri Wulan Dari Syahrani Siagian Syazilla Machreni Tiana Silalahi Triana Ocieli Putri Br Karo Uci Amelia Ulyanti Pandiangan Upik Hamidah Wanda Suci Ramadani Hasibuan Winara Winara Yuni Sonia Yusrah Tri Adzriani Zahira Salsabila Zulfikri Munawir Nasution