Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astryna; Indah Amelia Putri; Ecie Kesumawati; Nurfatin Nisa Nasri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja kepada siswa-siswi di SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat  berupa sosialisasi edukasi penggunaan kosmetika pada remaja oleh tim pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan sosilisasi ini memberikan pengetahuan kepada peserta tentang bahan kosmetika yang berbahaya dan bagaimana penggunaan kosmetika yang aman bagi remaja. Diharapkan melalui kegiatan ini remaja dapat bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat.Kata Kunci: Edukasi, Kosmetika, Remaja.  The community service activities carried out aim to provide training on how to make dishwashing soap using lime to the community in Geudong Village, Delima subdistrict, Pidie Regency. This method of community service activities is a direct demonstration of how to make dishwashing soap from lime extract. As a result of this activity, the community will gain skills in making dishwashing soap using limes and it is hoped that with this skill, the community will be able to produce dishwashing soap and produce dishwashing soap to improve the family economy.Keyword: Education, Cosmetics, Youth.
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
SOSIALISASI PENCEGAHAN DINI MUNCULNYA PENYAKIT DEGENERATIF PADA USIA PRODUKTIF DI SMKS MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Rulia Meilina; Marniati Marniati; Annisa Mufliha; Nurhaliza Nurhaliza; Novi yani; Siti Baitul Mihraj
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia transisi epidemiologi menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit, di mana penyakit kronis degeneratif sudah terjadi peningkatan. Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Kontributor utama terjadinya penyakit kronis adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, pola makan dan obesitas, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Sehingga Indonesia menanggung beban ganda penyakit di bidang kesehatan, yaitu penyakit infeksi masih merajalela dan ditambah lagi dengan penyakitpenyakit kronik degenerative. Penyakit kronik ini bukannya saja dialami oleh lanjut usia tetatpi juga banyak dialami oleh remaja. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada remaja  karena pola hidup remaja yang tidak sehat, hal ini dapat dilihat dari kebiasaan merokok para remaja dan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat atau jajan sembarangan, kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta minimnya aktivitas fisik seperti olahraga dalam upaya pencegahan penyakit degenerative pada remaja Kata Kunci : Remaja, Penyakit Degeneratif, penyakit kronik
MEMBERIKAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK DI SMK MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astryna; Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Ewisna Syah Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi bakteri. World Health Organization (WHO) telah memperingatkan tentang peningkatan resistensi antibiotik secara global menimbulkan ancaman yang signifikan dapat mengurangi kemanjuran antibiotik melawan infeksi bakteri. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui mengenai informasi penting tentang durasi, dosis dan cara penggunaan antibiotik. Maka dari itu, individu perluh memiliki pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Pemberian edukasi tentang pencegahan resistensi antibiotik di SMK Muhammadiyah Banda Aceh berguna untuk memberikan informasi tentang penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2024, mulai pukul 11.00 s/d selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan para siswa di SMK Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antibiotik.Kata Kunci: antibiotik, resistensi, lingkungan sekolah Use of antibioticswhich is irrationalcan increase bacterial resistance. World Health Organization (WHO) had warned about The global increase in antibiotic resistance poses a significant threatreduces the efficacy of antibiotics against bacterial infections.The public in general does not know important information about the duration, dosage and method of using antibiotics.Therefore, individuals need to have knowledge about the rational use of antibiotics. Providing education about preventing antibiotic resistance at SMK Muhammadiyah Banda Aceh is useful for providing information about the use of antibiotics which can cause undesirable effects. This educational activity will be held on February 06, 2024, starting at 11.00 until finished. This activity was carried out face to face with students at SMK Muhammadiyah Banda Aceh. The result of this activity is to increase students' knowledge and insight regarding the rational use of antibiotics and preventing antibiotic resistance.Keywords: antibiotic resistance
PEMANFAATAN BIJI KETUMBAR SEBAGAI SALAH SATU PILIHAN PENGOBATAN LUKA Rulia Meilina; Eva Rosdiana; Shabainur Rezeki; Meutia Faradhiba
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji ketumbar memiliki aktivitas antioksidan, antidiabetes, hepatoprotektif, antibakteri, dan antijamur dan dan dapat digunakan pada proses penyembuhan luka. Luka dapat berupa cedera atau kerusakan pada jaringan hidup normal yang disebabkan karena kecelakaan, benturan, sayatan, maupun operasi atau dampak lainnya seperti beberapa penyakit kronis. . Kandungan Flavonoid pada biji ketumbar dapat mempercepat proses penyembuhan luka karena memiliki aktivitas antimikroba dan astringen, yang memiliki peran dalam penyusutan luka dan peningkatan laju epitelisasi. Biji ketumbar juga mengandung tanin yang berkhasiat sebagai astringen yang mampu menciutkan luka, menghentikan pendarahan dan mengurangi peradangan, meningkatkan pembentukan fibroblas dan pembuluh darah baru yang berfungsi sebagai transportasi pasokan makanan dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel yang sedang dalam perbaikan sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Kegiatan Sosialisasi  dilaksanakan secara live menggunakan media televisi UB On TV dan Youtube UB On TV.  Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah seluruh penonton siaran UB On TV 57 UHF. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta paham dalam memanfaatkan biji ketumbar sebagai pengobatan luka berdasarkan hasil dari pengisian google form oleh peserta.Kata Kunci: Biji ketumbar, Luka, peradangan.Coriandrum sativum seeds have antioxidant, antidiabetic, hepatoprotective, antibacterial, and antifungal activities and can be used in the wound healing process. Wounds can be in the form of injury or damage to normal living tissue caused by accidents, impacts, incisions, or surgery or other impacts such as some chronic diseases. . The content of flavonoids in Coriandrum sativum seeds can accelerate the wound healing process because it has antimicrobial and astringent activity, which has a role in wound shrinkage and increasing the rate of epithelialization. Coriandrum sativum seeds also contain tannins which are efficacious as astringents that are able to shrink wounds, stop bleeding and reduce inflammation, increase the formation of fibroblasts and new blood vessels that function as transportation of food and oxygen supplies needed by cells that are under repair so as to accelerate wound healing. . Socialization activities are carried out live using UB On TV television media and UB On TV Youtube. Participants who take part in this activity are all viewers of UB On TV 57 UHF broadcast. The result of this activity is that participants understand the use of Coriandrum sativum seeds as a wound treatment based on the results of filling out google forms by participants. Keywords: Coriandrum sativum, Wounds, Inflammation
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Eva Rosdiana; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS, sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya (Ciment, 2020). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswi tentang HIV/AIDS sehingga para siswa/I dapat mencegah terjadinya HIV/AIDS. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada Siswa/I SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh pada tanggal 19 Februari 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang penyakit HIV/AIDS dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak tertular HIV/AIDS. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i sudah sering mendengar tentang penyakit HIV/AIDS namun pengetahuan mereka tentang penyebab dan cara pencegahan HIV/AIDS masih kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan ini sangat penting dilakukan.Kata Kunci : HIV/AIDSHuman Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that infects white blood cells which causes a decrease in human immunity. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity caused by HIV infection. HIV sufferers need treatment with antiretrovirals (ARVs) to reduce the amount of HIV virus in the body so that they do not enter the AIDS stage, while people with AIDS need ARV treatment to prevent opportunistic infections with various complications (Ciment, 2020). The purpose of this community service is to provide students with broader knowledge and understanding about HIV/AIDS so that students can prevent HIV/AIDS. The dedication was carried out by direct health promotion to students of SMA Negeri 9 Banda Aceh City on February 19 2023. The number of students who took part in this activity was 30 students. The results of the implementation of the activity showed that students became aware of HIV/AIDS and how to prevent them from contracting HIV/AIDS. The conclusion from the implementation of this community service is that students often hear about HIV/AIDS, but their knowledge about the causes and ways to prevent HIV/AIDS is lacking, so it can be concluded that the implementation of health promotion is very important.Keywords: HIV/AIDS
SOSIALISASI 1000 HPK (HARI PERTAMA KEHIDUPAN) CEGAH STUNTING DI DESA PAYA KEUREULEH KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya disebut stunting. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan karena tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa. Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk untuk mencegah agar terhindar dari terjadinya stunting pada anak-anak dan status gizi yang kurang.Keywords : Sosialisasi, 1000 HPK, StuntingIn Indonesia, stunting cases are still a health problem with a large number. This is caused by chronic malnutrition with manifestations of growth failure (growth faltering) which starts from the time of pregnancy until the child is 2 years old. The condition of failure to thrive in children under five so that children are too short for their age is called stunting. Stunting experienced by children can be caused by not receiving special attention in the first 1000 days of life which determines the level of physical growth, intelligence and productivity of a person in the future. During this period, the nutrition that the baby receives while in the womb and receiving breast milk has a long-term impact on life as an adult. This socialization is one of the efforts to prevent stunting in children and poor nutritional status.Keywords : Socialization, 1000 HPK, Stunting
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) DAN TANYA 5 O DI LAPANGAN BLANG PADANG BANDA ACEH Rulia Meilina; Nurdian islami; Fhasnia Fhasnia; Ayu nadia; Cut Hizqiya Al zuhra; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angka kesakitan semakin hari semakin meningkat, salah satu penyebabnya adalah karena kesalahan penggunaan obat. Masyarakat  saat  ini  sudah  mulai  terbiasa  dengan  penggunaan  berbagai  jenis obat-obatan  dengan  tujuan  menyembuhkan  penyakit, akan tetapi, masyarakat masih mengkomsumsi obat dengan cara tidak benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan Tanya 5 O. Masyarakat harus bersikap cerdas saat memperoleh obat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pengunjung Lapangan Blang Padang kota Banda aceh dapat mengetahui dan menggunakan obat dengan benar.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian informasi tentang DAGUSIBU dan Tanya 5 O kepada penggunjung/peserta dengan media yang digunakan adalag brosur yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta atas informasi yang disampaikan. Acara kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan peseta antusias dalam mendengarkan informasi yang disampaikan serta aktif bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Sosialisasi ini mendukung program GeMa CerMat  yaitu gerakan Tanya obat yang mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam mencari informasi terkait obat yang digunakan. Kata Kunci : DAGUSIBU, Tanya 5 O, Obat.  
PELATIHAN PEMBUATAN SCRUB KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) SEBAGAI UPAYA EDUKASI KOSMETIK ALAMI PADA SISWA Silmi Kaffah; Fitria Fitria; Rulia Meilina; Rina Kurniaty; Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Asyura; Maulidella Maulidella; Rouzatun Nisa; Dini Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri kosmetik berbasis bahan alami mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk, dampak kesehatan jangka panjang, dan isu keberlanjutan lingkungan. Kosmetik sintetis diketahui berpotensi menimbulkan iritasi dan efek samping apabila digunakan secara tidak tepat, sehingga mendorong pemanfaatan bahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kopi Arabika (Coffea arabica L.) merupakan salah satu bahan alam yang mengandung senyawa bioaktif seperti kafein, polifenol, flavonoid, dan asam klorogenat yang berperan sebagai antioksidan serta agen eksfoliasi alami. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan kosmetik alami melalui pelatihan pembuatan body scrub berbahan kopi Arabika. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 35 siswa SMK. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 (peningkatan 78%). Produk scrub yang dihasilkan memiliki warna coklat alami, aroma khas kopi, tekstur semi-padat dan homogen, serta stabil selama dua minggu penyimpanan tanpa pemisahan fase. Selain meningkatkan literasi kosmetik alami, kegiatan ini juga menumbuhkan minat kewirausahaan pada 82% peserta. Pelatihan ini efektif sebagai bentuk edukasi aplikatif yang mendukung pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam. Kata Kunci: kopi Arabika, body scrub alami, edukasi kosmetik
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, placenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil trimester III mengenai penyembuhan luka perienem. Di Puskesmas Padang Tiji. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke pelayanan kesehatan terdekat, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu hamil dapat memahami bagaimana cara perawatan vulva dan perineum pasca melahirkan, peserta penyuluhan antusias dan banyak bertanya serta mengerti penangangan pasca melahirkan.Kata Kunci: Perineum, masa nifas.The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, the placenta and the membranes that surround it needed to restore the uterine organs as before pregnancy with time approximately 6 weeks. The postpartum period is an important thing to pay attention to in order to reduce maternal and infant mortality rates in Indonesia. The coaching activities carried out were providing health education to pregnant women in the third trimester regarding perineal wound healing. At the Padang Tiji Health Center. The implementation method starting from preparation, implementation, evaluation has all been carried out according to plan. The results achieved, the publication of articles in community service journals, the availability of IEC media (effective posters and booklets / easy to understand and apply). A health check was carried out at the nearest health service, from the counseling participants consisting of pregnant women who could understand how to take care of the vulva and perineum after delivery giving birth, the counseling participants were enthusiastic and asked a lot of questions and understood post-natal care give birth to.Keywords : Perineum, Post Partum
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alvionida, Fitra Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Anggraini, Sasmita Annisa Mufliha Anwar, Chairanisa Ardhana Yulisma Ardila, Sabrina Armia Armia Arpaini Bako Asmaul Husna Asmaul Husna Astryna, Syarifah Yanti Ayu nadia Bontong, Novitawanty Juli Chairanisa Anwar Cut Hizqiya Al zuhra Dewi, Revina Dhirah, Ulfa Husna Diah Ramadhani Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Elizar Elizar, Elizar Enzelia, Enzelia Eva Rosdiana Ewisna Syah Fitri Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Fathia, Mona Fazira, Cut Intan Febri Yusnanda Fhasnia . Fhasnia Fhasnia Fhonna, Putrya Finaul Asyura Fitri, Dasti Wahyuni Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Gultom, Evi Depiana Hafizhathifa, Fathin Hafizhathifa, Fatin Hasrita Maghfirah Haykal, M Herawati Herawati Herianto Bangun Hery Widijanto Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Indah Amelia Putri Indah Novita Intan Safitri Japnur Irma Suryani Ismail Ismail Izzah, Nuril Jannah, Rauzatul Japnur, Intan Safitri K, M Rizal Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Keusumawati, Keusumawati Krismontazza, Saddaq Lestari, Soraya Lestari, Widya Maghfirah Maghfirah Maghlisa, Ulfa Ibna Maharani, Septia Marniati Marniati Masthura Sianipar Maulidella Maulidella Meutia Faradhiba Miftahul Jannah Muhammad Afrizal Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nadia, Putri Nadya Nadya, Nadya Ningsih, Yustika Winda Ningsih, Yustika Wirda Novi Yani Nurdian islami Nurfatin Nisa Nasri Nurhaliza Nurhaliza Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayatun Nufus Nurul Anjelini Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Picha Maudina Nasution Putri Nadia Putri, Indah Amelia Qhamal, Syamsul Rahma Dewi Rahmayani Rahmayani Rahmi, Putri Rasmadin Mukhtar Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Revina Dewi Rezeki, Sahbainur Rina Kurniaty Rizka, Miftahul Rouzatun Nisa Safrizan Safrizan Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Saifauqi Nurman Saisa Saisa Saisa Saisa Sari, Cut Wulan Sari, Febia Sarini Vita Dewi Shabainur Rezeki Silmi Kaffah Silmi Kaffah Siti Baitul Mihraj Siti Samaniyah Suwita Afriana Syafriadi Syafriadi Syamsulian, Dra Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura Syarifah Asyura, Syarifah Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulhusna, Zikra Watani, Nurul Willis, Ratna Yassirly, Yassirly Yunika, Ficha Sopia Yusra Meiduri Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis