p-Index From 2021 - 2026
9.229
P-Index
This Author published in this journals
All Journal USU LAW JOURNAL TRANSPARENCY JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH JURNAL MERCATORIA Unes Law Review Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Journal of Law Science Ilmu Hukum Prima Selisik : Jurnal Hukum dan Bisnis INTERNATIONAL JOURNAL OF RESEARCH IN LAW, ECONOMIC AND SOCIAL SCIENCES Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Darma Agung ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum International Journal Reglement & Society (IJRS) Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum NOMOI Law Review Jurnal Al-Hikmah Buletin Konstitusi Law_Jurnal Nommensen Journal of Legal Opinion PAMALI: Pattimura Magister Law Review Journal Equity of Law and Governance Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Notary Journal Fiat Iustitia: Jurnal Hukum Islamic Circle Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital (MINISTAL) Locus Journal of Academic Literature Review Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Fiat Iustitia : Jurnal Hukum Jurnal Pencerah Bangsa Mamangan Social Science Journal Mahadi : Indonesia Journal of Law Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (J-PeHI) Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Journal of Law & Policy Review Jurnal Media Akademik (JMA) Acta Law Journal Jurnal Multidisiplin Indonesia INSPIRING LAW JOURNAL Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy International Journal of Law Analytic
Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Produk Yang Tidak Memenuhi Kewajiban Standar Nasional Indonesia Ciptawan, Ciptawan; Ginting, Budiman; Sunarmi, Sunarmi; Siregar, Mahmul
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 3 No 1 (2023): Maret
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v3i1.39

Abstract

SNI merupakan bentuk nyata keinginan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada konsumen. UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tidak menyatakan secara jelas standard dan syarat apa yang harus dipenuhi pelaku usaha, penerapan dan pemberlakuan standar tidak diuraikan secara jelas dan lengkap pengaturannya. Kewajiban SNI secara garis besar diatur dalam UU No. 20 Tahun 2014 Tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, sedangkan Pengaturan lanjutan diterapkan melalui Peraturan Menteri dan Petunjuk Teknis. Pertanggungjawaban pelaku usaha yang tidak memenuhi kewajiban SNI adalah pertanggungjawaban produk (product liability), sehingga pelaku usaha dapat diminta pertanggungjawaban secara perdata dan pidana. UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian tidak mengatur perihal pertanggungjawaban perdata pelaku usaha. Upaya hukum penyelesaian sengketa dengan pelaku usaha sebagai akibat kerugian yang ditimbulkan oleh produk yang tidak memenuhi kewajiban SNI dapat diajukan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (BPSK) atau diajukan langsung kepada peradilan umum berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa. UU No. 9 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen mengatur perihal penyelesaian sengketa, tetapi UU No. 20 Tahun 2014 Tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian tidak mengatur perihal tersebut. Kata kunci: Konsumen, Perlindungan Hukum, Tanggung Jawab Hukum, SNI. Abstract Indonesian Compulsory Standard (SNI) is the government action to give protection to consumers. Law No. 8 Year 1999 concerning Consumer Protection does not clearly mention what kind of standard and requirement should be fulfilled by business practitioners, the implementation of standard are not clearly explained, as well with its arrangementCompulsory standards are highlighted under Law No. 20 Year 2014 concerning Standardization and Conformity Assessment, for the further arrangement is implemented under Ministry Regulations and Technical Instructions. Products that do not fulfil compulsory standards can be exposed with product liability, and therefore business practitioners must bear the criminal and the civil liability. The attempt of dispute settlement with the business practitioners as a result of loss caused by products that do not fulfil compulsory standard can be advised through National Dispute Settlement Body or directly to the tribunal court based on voluntarily choices by the conflicted parties. Law No 9 Year 1999 about Consumer Protection regulate the issues of dispute settlement, but Law No. 20 Year 2014 concerning Standardization and Conformity Assessment does not regulate such issues. Keywords: Consumer, Legal Responsibility, Legal Protection, SNI.
PROTECTION LAW TO VENDORS RELATED TO THE USE OF BEAUTY CONTESTS IN PROCUREMENT OF GOODS AND SERVICES BY BUMN Putra Hsb, Ibnu Habib Ryandi Syah; Ginting, Budiman; Sunarmi, Sunarmi; Siregar, Mahmul
NOMOI Law Review Vol 4, No 2 (2023): November Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v4i2.17390

Abstract

KPPU stated that 80 percent of tender problems in Indonesia related with beauty contest . Lots of it report as well as case proves that there are no clear rules regarding the implementation of beauty contests in tender arrangements in Indonesia, giving rise to allegations of collusion within them. Example, PT. Pertamina (Persero) and PT. Medco Energi International, Tbk, suspected of having committed collusion. In case According to KPPU, it is a tender process. In its decision, the KPPU stated that PT Pertamina and PT Medco Energi Internasional and Mitsubishi Corporation were proven to be the winners of the beauty contest. This research uses normative juridical research methods that are qualitative in nature. The beauty contest method is vulnerable to irregularities and collusion due to its closed nature and each provider of goods or services/vendors cannot know who their competitors are. And No There is reject measuring Which clear related appointment winner beauty contest Position vendors in beauty contest in BUMN Not yet Enough protected, because there is no clear legal basis for the implementation of procurement of goods and services by BUMN using a beauty contest .
APPLICATION OF ADMINISTRATIVE LAW AS PRIMUM REMEDIUM IN ERADICING CRIMINAL ACTS OF CORRUPTION Maha, Rinto; Ginting, Budiman; Supandi, Supandi; Siregar, Mahmul
NOMOI Law Review Vol 4, No 2 (2023): November Edition
Publisher : NOMOI Law Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/nomoi.v4i2.17413

Abstract

Research on administrative law as the main instrument in eradicating criminal acts of corruption, because of several interesting things, including, the sanctions of imprisonment for special offenses of office crimes in the Dutch Criminal Code since it came into force on March 3 1881 where the law was initially lighter. In the course of more than a hundred years of its use in Indonesia, especially in office crimes (Tipikor), the criminal sanctions applied have become increasingly irrational. Historically, the use of the Dutch Criminal Code began to be applied to colonial territories, with several reconditions to colonial territories which had different sociological aspects, both Suriname and the Dutch East Indies . Hoekoeman Baroe Boewat Indies-Ollanda. This research is normative legal research or what is also known as library research and study of decision documents . The type of approach used in this research is a statutory approach ( statute approach ) carried out by examining all court decisions . The application of State administrative law as the Primum Remedium for eradicating corruption in Indonesia should be implemented in accordance with the spirit of the UNCAC Ratification (United Nations Convention). Against Corruption, 2003) Article 53 that Non-Conviction Based (NCB) Asset Confiscation or Action to return wealth directly can be carried out without punishment.
Pengenaan Pajak Penghasilan Terhadap Penjual Online Di Sosial Media Instagram Hartanto, Rudi; Ginting, Budiman; leviza, Jelly; Barus, Utara Maharany
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.1755

Abstract

Abstrak: Penjualan online melalui media sosial instagram berpotensi untuk dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap penghasilan yang diperoleh sebagai hasil dari penjualan online itu sendiri. Sebagaimana yang dimaksud pasal 4 ayat (1) Undang-Undang 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan menjelaskan bahwa objek dari pajak penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis. Menjadi suatu permasalahan ketika transaksi penjualan online melalui media sosial instagram sangat sulit dikenakan pajak karena dengan Self Assessement System yang dianut oleh sistem perpajakan indonesia yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak.yang dimana Lebih menekan pada kesadaran wajib pajak itu sendiri untuk membayar pajak atas penghasilan yang di peroleh dari usahanya. Sehingga dibutuhkan aturan yang dapat untuk pengenaan pajak penghasilan terhadap penjual online di sosial media instagram. Penelitian diadakan untuk mengetahui bagaimana pengenaan pajak penghasilan terhadap penjual online disosial media instagram, pengawasan terhadap pelaku penjual online di social media instgaram dan sanksi hokum yang dapat diterapkan kalau penjual online disosial media instagram yang tidak membayar pajak penghasilan. Penelitian ini merupakan penelitian Hukum Normatif bersifat Deskriptif Analitis yang menggunakan penelitian terhadap Sinkronisasi Hukum. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Undang-Undang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengenaan pajak penghasilan terhadap penjual online di sosial media instagram tetap menggunakan peraturan undang-undang no.36 tahun 2008 yang di tegaskan melalui Surat Edaran Diretur Jendral Pajak Nomor SE- 62/PJ/2013 tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan Atas Transaksi E-Commerce sehingga hasil dari penjualan online tersebut wajib dikenakan pajak apabila penghasilannya termasuk kriteria penghasilan kena pajak.
PROTECTION OF FINANCIAL SERVICES AUTHORITY FOR ISSUER COMPANIES THAT WILL BE FORCED DELISTED BY THE STOCK EXCHANGE ACCORDING TO OJK REGULATION NO. 23/POJK.04/2021 Musa Kevin Putratama Banjarnahor; Budiman Ginting; Sunarmi
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/jishup.v3i1.114

Abstract

The guidance and supervision actions carried out by the Financial Services Authority (OJK) if unable to prevent the occurrence of force delisting, then force delisting will not only affect the issuer but also affect investors so that this must also be the responsibility of the issuer where the responsibility must be ensured to run well and clearly. This means that the existence of the Financial Services Authority (OJK) in carrying out guidance and supervision of issuers that will be force delisted aims to provide legal protection, namely in the form of guaranteeing the rights of legal subjects (not only issuers whose rights are protected but also investors) and this protection is given to legal subjects so that they can enjoy all the rights granted by law.
The Implementation of Good Corporate Governance on Employee Compliance at PT. Sri Pamela Medika Nusantara in Tebing Tinggi City Dina Mariana; Ginting, Budiman; Aflah
Mahadi: Indonesia Journal of Law Vol. 4 No. 01 (2025): Vol. 04 NO. 01 (2025): February Edition 2025
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of the implementation of Good Corporate Governance (GCG) on employee compliance at PT. Sri Pamela Medika Nusantara in Tebing Tinggi. The application of GCG principles is considered crucial in enhancing the efficiency and effectiveness of company operations, particularly in the healthcare sector, which requires high ethical and professional standards. This research was conducted using a juridical-empirical approach with a descriptive-analytical method. Data for this study was obtained through interviews, literature studies, documentation, and the distribution of questionnaires. The collected data were then analyzed using a qualitative descriptive approach. The results of this study indicate that the application of GCG principles at PT. Sri Pamela Medika Nusantara has a significant impact on employee compliance. Supporting factors include a strong understanding of GCG principles, such as transparency, accountability, and fairness, which have been shown to encourage employees to comply with company policies. The commitment of the company’s management also plays a vital role in creating a work environment that supports the optimal implementation of GCG. However, inhibiting factors that may reduce the effectiveness of GCG implementation, such as employees’ lack of knowledge about applicable regulations and the company’s work culture not fully supporting GCG principles, were also identified. Moreover, non-compliance with GCG principles can have negative consequences for the company, both in terms of reputation and legal aspects. Ongoing non-compliance could lead to legal actions, including employee termination or more severe sanctions, which may affect the company’s sustainability and performance.
Implementation of Mineral and Coal Mining Licensing In Indonesia After Presidential Regulation of 2022 Aulia, Kevin; Ginting, Budiman; Siregar, Mahmul; Sukarja, Detania
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v4i2.396

Abstract

This study examines the management of mining licenses, focusing on the impact and effectiveness of mineral and coal mining permits after Presidential Regulation No. 55/2022. Using a juridical normative approach with literature and field studies, it finds that Law No. 3/2020 shifted key licensing authority for non-metal mineral and rock mining from the Governor to the Central Government. The regulation then delegated permit issuance and oversight to the Provincial Government, changing regional authority from attributive to delegated. In practice, both the law and the regulation have not effectively resolved mining-related issues.
Legal Analysis Of Legal Protection Of Parties In Multipurpose Financing By Means Of Fund Facilities at PT. Federal Internasional Finance (FIF Group) Tembung Branch, Deli Serdang Hutabarat, Sonita. E; Ginting, Budiman; Sidabariba, Burhan
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i3.7247

Abstract

One of the financing institutions in Indonesia is the Federal International Finance (FIF GROUP) company. PT. Federal International Finance Tembung Branch, Deli Serdang City is one of the company's branches engaged in multipurpose financing by means of funding facilities or also called Danastra. In terms of lending, FIF offers loan products using collateral in the form of BPKB (Motor Vehicle Ownership Book), financing activities are carried out through a credit provision system where payments by consumers are made in installments or periodically. This study uses a normative legal research method, namely research conducted by examining library materials or secondary materials. The purpose of this study is to determine the legal protection of the parties in multipurpose financing by means of funding facilities at PT. Federal International Finance (FIF Group) Tembung Branch, Deli Serdang. Often the provisions or rules that have been made and agreed upon by both parties in practice do not meet and do not comply with the contents of the agreement, whether it is intentional or due to negligence of the parties, where the agreement implemented is not in accordance with what is desired. In addition, there is also a factor that is caused by consumers not knowing the standard regulations that have been made by the creditor, because they are more concerned with the goods they take rather than paying attention to the regulations set out in the agreement, so that there is a default in the implementation of the agreement.
Analisis Hukum Penyesuaian Harga (Eskalasi) dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan Pelaksanaan Multi Years Sihombing, Harafuddin; Ginting, Budiman; Siregar, Mahmul; Sukarja, Detania
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i1.141

Abstract

Pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah selalu disertai dengan kontrak pengadaan baik kontrak tahun tunggal maupun kontrak pengadaan tahun jamak (multi years). Pada kontrak tahun jamak dapat dibarengi dengan klausul tentang eskalasi (penyesuaian harga) yang telah diatur secara hukum. Kadangkala ketika terjadi eskalasi harga, pihak pemerintah tidak langsung memenuhi permintaan dari pihak perusahaan penyedia. Sehingga tidak jarang kontraktor terpaksa melakukan gugatan ke Pengadilan untuk meminta haknya, untuk itu telah ada beberapa putusan pengadilan yang dihasilkan terkait eskalasi harga. Oleh karenanya terdapat beberapa permasalahan dalam penelitian ini diantaranya tentang aspek hukum penyesuaian harga (eskalasi) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan pelaksanaan multi years. Kemudian tanggungjawab hukum terhadap resiko cost overrun (pembengkakan/eskalasi) dalam kontrak pengadaan barang dan jasa. Akhirnya menganalisa terhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan pengadilan terkait perkara eskalasi harga. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang dikumpulkan dengan studi kepustakaan/studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa aspek hukum penyesuaian harga (eskalasi) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan pelaksanaan multi yearsawalnya didasarkan pada ketentuan Pasal 30 ayat (8) Kepres Nomor 80 Tahun 2003, selanjutnya berdasarkan ketentuan terbaru eskalasi harga dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah mengikuti ketentuan Pasal 25 huruf d, Pasal 37 dan Pasal 52 ayat (1) huruf f Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018. Kemudian tanggungjawab hukum terhadap resiko cost overrun (pembengkakan/eskalasi) dalam kontrak pengadaan barang dan jasa, apabila pemerintah dalam hal ini sebagai pengguna anggaran tidak memenuhi kekurangan biaya yang dialami penyedia akibat eskalasi maka pemerintah dapat dikategorikan telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dapat dikenakan tanggungjawab pemenuhan kewajiban dan ganti kerugian, selain daripada itu juga dapat dikenakan sanksi administratif. Akhirnya didapati analisa terhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan-putusan pengadilan terkait perkara eskalasi harga yaitu walaupun sejatinya hakim memutus dengan menyatakan pemerintah daerah kabupaten/kota telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum karena tidak melakukan pembayaran kekurangan biaya akibat terjadinya eskalasi harga dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan multi years, namun terdapat kekeliruan pada pertimbangan dan putusan hakim Pengadilan Negeri Jambi yang tidak mengikutsertakan ganti kerugian berupa bunga yang dapat dibebankan kepada Pemerintah Daerah, karena ganti kerugian juga meliputi bunga maupun kompensasi
Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Nasabah Layanan Perbankan Setelah Berlakunya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6/Pojk.O7/2022 Raissa Avila Nasution; Budiman Ginting; Mahmul Siregar; Tengku Keizerina Devi Azwar
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2292

Abstract

This article or writing aims to analyze the legal protection of personal data for banking customer services and analyze the resolution of the problem of leakage and protection of customer data after the enactment of financial services authority regulation (POJK) Number 6/Pojk.O7/2022. The problem focuses on the Financial Services Authority (OJK) regulations and the Personal Data Protection Law (UU PDP). Data was collected using a normative approach, using primary (laws, regulations), secondary (legal literature), and tertiary (legal encyclopedia) legal materials, and analyzed qualitatively. The research results show that the protection of banking customers' personal data in Indonesia has increased with the existence of POJK Number 6/POJK.07/2022 and Law Number 27 of 2022, which emphasize transparency, transparency and data security. Banking institutions must comply with the provisions and sanctions if they violate them, with the OJK playing an important role in supervision. In addition, resolving data leaks involves assessing losses and can be done through mediation, arbitration or litigation. Compliance with regulations and principles of legal justice is expected to minimize negative impacts and maintain public trust.
Co-Authors Abd. Harris Abdul Harris Adelina Tarigan Aditya Pranata Kaban Affila Aflah Aflah, Aflah Afnila Afnila Agsa, Muhammad Panji Autika Agusmidah Agusmidah Alvi Syahrin Alvi Syahrin Amalia, Apri Andi Nova Bukit Anggreni Atmei Lubis Angreni Fajrin Dalimunthe Anitha Rosmauli Nainggolan Anwar, Tengku Keizrina Devi Aprichie Glenn Moses Saragi Ardiantha Putera Sembiring Ardo Sirait Arfandi, Muhammad Arnektus Simbolon Aulia, Kevin Aurelia Berliane Ayu Lestari Tanjung Azwar, Tengku Keizerina Devi Barus, Utara Maharany Bastari Bastari, Bastari Bastari Mathon BISMAR NASUTION Bismar Nasution Bobby Kurniawan Bonardo Marbun BONATUA EDYNATA MANIHURUK Boy Lak Budiman, Syarioto Burhan Sidabariba Chairina Nopiyanti Sipahutar Chairul Bariah Chairunisa, Siti Charles Anom Cindy Cindy Ciptawan, Ciptawan Citra Valentina Nainggolan Dara Qurratu’ Aini Yusuf Dedi Harianto Deliana Simanjuntak DIAN LESTARI Dila Afifah Dina Karlina Amri Lubis Dina Mariana Dina Mariana Edy Ikhsan Elsharia Tampubolon Endame Suranta Ginting Faisal Akbar Nasution Faisal Akbar Nasution Faisal Ramadhan Harahap Faradiba, Nona Fatimah Islamy Nasution Fauzan Zaki Filbert Austin Florence Margareth Hilda Harefa Fransiska Harahap Fuji SM Bako Fuji SM Bako Ganang Pratama Grace Shinta Gusfen Alextron Simangunsong Harahap, Romulhan Hasim Purba Hasim Purba Henry Sinaga Hiras Afandy Silaban Hutabarat, Sonita. E Indah Chairani Saragih Irfan Fajri Rambe Irwin Djono Ivan Jovi Hutauruk Jamilah Jamilah Jelly Leviza Johannes Johannes Johannes Mangapul Turnip Juanda Syahputra Juergen K. Marusaha. P. Panjaitan JULIA AGNETHA AGNESTA Br. BARUS Julia Agnetha Br. Barus Julianti, Firginia Juniver Fernando Jusmadi Sikumbang Jusmadi Sikumbang Keizerina Devi Kristi Emelia Pasaribu Lase, Intan Nurjannah Lubis, Mayang Sary Br Lumbantobing, Adianto M Budi Hendrawan M. Hamdan Madiasa Ablisar Maha, Rinto Maharani, Utary Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Maudika Ramadhani Suwandi Mayanti Mandasari Sitorus Melva Theresia Simamora Mhd Edwin Prananta Surbakti Michael Jonathan Tambunan Mirza Nasution Muhammad Citra Ramadhan Muhammad Ekaputra Muhammad Febriansyah Putra Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Tarigan Muhammad Panji Autika Agsa Muhammad Yamin Mulhadi Mulhadi Mulhadi, Mulhadi Musa Kevin Putratama Banjarnahor Nasution, Mirza Nasution, Muhammad Iqbal Nicholas Austin Utomo Nicole Eustacia Leo Nindya Irma Nur Ulfah O.K. Saidin Oloan Ikhwan Maruli Tua Sinaga Parhorasan Tambunan Pendastaren Tarigan Popon Rabia Adawia Prawira Kamila Prayogo Hindrawan Puput Dini Lestari Putra Hsb, Ibnu Habib Ryandi Syah Raissa Avila Nasution RAMLI SIREGAR Raymond Adytia Depari Riandy, Novi Rika Jamin Marbun Rita Deliana Manik Rizki Angga Utama Robert Robert Robert, Robert Roli Harni Yance S. Garingging Rosnidar Sembiring Rudi Hartanto Rudy Haposan Siahaan Rudy Rudy Runtung Runtung Ruth Medika Sahbana Pilihanta Surbakti Saidin Saidin Saidin, O. K Saragih, Indah Chairani Sheren Murni Utami Siahaan, Gerald Partogi siahaan, hasan Sihombing, Harafuddin Sinaga, Oloan Ikhwan Maruli Tua Sinulingga, Tommy Aditia Sirait, Ardo Siregar, Bismar Parlindungan SIREGAR, KHAVIEZA Sitepu, Runtung Siti Chairunisa Siti Hajar SOPHIE DINDA AULIA BRAHMANA Sri Maini Nst Stella Maxentia Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi Suhaidi, Sukaraja, Detania Sukarja, Detania Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi, Sunarmi Supandi Suprayitno - SUSPIM GP NAINGGOLAN Sutiarnoto - Syafruddin Kalo T. Keizeirina Devi A - T. Keizerina Devi T.K.D. Azwar Tengku Keizerina Devi Ucok Yoantha Utama, Rizki Angga Utari Maharany Barus Utary Maharani Barus Utary Maharany Barus Ventyrina, Ine Virginia Sitepu WINDHA WINDHA Wyna Virgia Abdillah Yefrizawati Ynlouie Leo Kuanata Yuke Dwi Hidayati Zaidar Zaidar, Zaidar Zulfikar Lubis