p-Index From 2021 - 2026
9.158
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Interaksi Online Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Terampil : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Indonesian Journal of Primary Education IRJE (Indonesian Research Journal in Education) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Jurnal Basicedu EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Academy of Education Journal eL.Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Kajian Gender dan Anak EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Inovasi Kurikulum Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS) Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review Indonesian Journal of Primary Education IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar Putri Sofiatul Maola; Triana Lestari
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 3 No 1 (2021): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current era, technology can easily penetrate all regions and develop very fast. One of them is a gadget, gadgets are used in almost all circles, from parents to young people. Especially now that is the center of attention and conversation, namely gadgets that are widely used among elementary school children. Of course this can affect the social development of his personality. Therefore, the research was conducted using a qualitative method through a descriptive analytic approach, in which the theory or basis of discussion was taken from the results of literature studies such as books, articles and journals. As we know as the nation's future successors, of course children must be provided with positive things that can add to their horizons. Indeed, gadgets can be useful if used wisely and as well as possible, but for children, it is necessary to have strict supervision from their parents to always monitor their children while using gadgets, because from the other side, gadgets can also bring negative things. Therefore, parents as much as possible should be wise to their children in using gadgets.
PENGARUH SIKAP ORANG TUA YANG OVERPROTEKTIVE TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK Nurul Nisa; Triana Lestari
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 2: Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/elementary.v4i2.5212

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari sikap orang orang tua yang overprotective akan berdampak baik atau buruk bagi perkembangan kemandirian anaknya. Adapun metode dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan (library search) dan studi kasus. Dimana pembahasan dan teori yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara yang kemudian hasilnya dianalisis dan mengkaji beberapa artikel dan jurnal. Yang dimana diperoleh hasil bahwa sikap overprotective orang tua ini berpengaruh negatif terhadap perkembangan kemandirian anaknya. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulan bahwa adanya sikap overprotective akan ada kemungkinan menjadikan anaknya sebagai orang yang terus bergantung kepada orang lain dan kurangnya kemandirian.
PENGARUH GAWAI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Anti Muthmainnah; Triana Lestari
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 2: Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/elementary.v4i2.5214

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis: (1) Pengaruh gawai terhadap kemandirian belajar siswa saat PJJ, dan (2) Kendala penggunaan gawai pada siswa SD selama PJJ. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan dengan mengajukan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner yang disebarkan secara online melalui aplikasi WhatsApp dengan link google form. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gawai membawa pengaruh terhadap kemandirian belajar siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh, yaitu siswa mencari jawaban yang instan ketika di beri tugas oleh guru, siswa menjadi lebih malas belajar di rumah, dan siswa malah menyalahgunakan penggunaan gawai ketika belajar. Banyak pula kendala yang dihadapi siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh, yaitu siswa kesulitan belajar jika harus memakai gawai orang tua, pengeluaran dana dalam pembelian paket internet meningkat, dan siswa sering mengalami kendala jaringan ketika belajar. Penelitian ini dapat berguna bagi pembaca serta orang tua, guru, dan siswa agar dapat meningkatkan kesadaran pengaruh gawai terhadap kemandirian belajar siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh.
Pengaruh Film Kartun Upin Dan Ipin Terhadap Perkembangan Moral Anak Hani Risdiany; Triana Lestari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021): August Pages 1101-2382
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.577

Abstract

Acara TV, termasuk sinetron, komedi, dan kartun, berisi tindakan kekerasan yang tidak pantas untuk ditonton. Sehingga diperlukan adanya integrasi nilai moral dalam pertelevisian. Diantara banyak acara favorit anak-anak misalnya film kartun dengan penyajian humor dan lelucon. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis apa saja nilai moral yang terkandung pada film kartun Upin dan Ipin dan mendeskripsikankannya terhadap perkembangan perilaku moral anak. Penelitian yang dilaksanakan berjenis kualitatif tepatnya penelitian deskriptif. Populasinya yakni 102 film kartun Upin dan Ipin secara keseluruhan. Sementara sampelnya film berjudul “Ikhlas dari Hati” diambil mempergunakan teknik Simple Random Sampling. Data penelitiannya yakni berbagai hal dengan kandungan nilai moral dari film kartun Upin dan Ipin. Guna mengumpulkan data terebut dipergunakan teknik wawancara, metode pencatatan dan observasi, serta teknik pencatatan. Mengacu pembahasan yang sudah dipaparkan, diketahui bahwa setiap kartun Upin dan Ipin mempunyai nilai moral. Nilai moral ini mencakup rasa demokratis, keberanian, kerjasama, kepedulian dengan sesama, tolong menolong, dan hormat menghormati yang berpengaruh terhadap perkembangan moral anak
Pengaruh Guru Menyenangkan Melalui Metode Coaching Terhadap Proses Perkembangan Daya Pikir Anak Sekolah Dasar Rachmi Nursifa Yahya; Triana Lestari
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 5, No 2 (2021): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.464 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v5i2.51430

Abstract

Guru dan calon guru harus memiliki kompetensi pedagogik khsusunya dalam hal seni mendidik atau cara guru dalam melakukan pengajaran kepada anak, hal ini sangat ditekankan untuk dapat menghasilkan peserta didik yang unggul dan berkompeten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan metode belajar menyenangkan yaitu Coaching ke dalam pembelajaran atau disebut Coaching in Teaching, hal ini dilakukan karena berbagai temuan menunjukan bahwa masih banyak guru khususnya guru Sekolah Dasar mengajar hanya dalam rangka menggugurkan kewajiban tanpa memperhatikan seni mendidik yang semestinya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif analitis dengan mengkaji berbagai sumber pustaka (Library Research). Hasil dari berbagai temuan memperlihatkan bahwa adanya metode coaching di dalam pembelajaran mampu menjadikan pengajaran yang diberikan oleh guru lebih menyenangkan dan memerdekakan peserta didik. Hal ini tentu berdampak pada kualitas SDM, sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang unggul, berkompeten, dan memiliki pola pikir tingkat tinggi (Critical Thinking).
EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL PADA PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Fadhilah Salsabila Riadi; Triana Lestari
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 6, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkpd.v6i2.5392

Abstract

Di era digital ini, cara bermain anak-anak telah berubah sesuai perkembangan zaman dimana anak lebih sering memainkan permainan modern sehingga mengurangi interaksi sosial anak. Maka dari itu penulis tertarik untuk membahas efektivitas permainan tradisional pada perkembangan sosial anak di era digital ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi literatur dari berbagai sumber yang relevan, baik buku maupun jurnal. Dengan menelaah sumber-sumber tersebut yang kemudian penulis interpretasikan pada tulisan ini. Hasil peneltian menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat membantu perkembangan sosial anak. karena banyak memiliki nilai keterampilan sosial. Selain itu, permainan tradisional dapat menjadi inovasi dalam pembelajaran dan ekstrakuliker. Karena permainan tradisional banyak memiliki nilai keterampilan sosial. Sehingga tugas perkembangan anak usia sekolah dasar mulai dari penyesuaian sosial dan keterampilan sosial yang harus dikembangkan melalui bermain dapat tercapai. Maka dari itu dapat dinyatakan bahwa permainan tradisional ini efektif untuk perkembangan sosial siswa sekolah dasar di era digital ini. Disamping itu, nilai-nilai budaya dalam permainan tradisional juga dapat dilestarikan.
Analisis Kemampuan Metakognitif Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Dasar Laboratorium UPI Cibiru Triana Lestari; Yulianti Nurhasanah; Asep Herry Hernawan
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2424

Abstract

Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan yang penting dimiliki siswa terutama pada masa pembelajaran jarak jauh, karena mampu membantu meningkatkan kinerja belajar siswa, membuat siswa belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kemampuan metakognitif siswa pada komponen pengetahuan dan komponen pengalaman. Bertujuan pula untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sumber data didapatkan dari hasil kuesioner yang diisi oleh siswa dan wawancara kepada guru kelas. Berdasarkan hasil analisis data, tingkat pengetahuan metakognitif siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan jumlah 122 siswa (67%), menunjukkan pengetahuan tugas kognisi siswa lebih berkembang daripada pengetahuan diri dan pengetahuan strategi. Tingkat pengalaman metakognitif siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan jumlah sebanyak 128 siswa (70%), menunjukkan kemampuan evaluasi siswa lebih berkembang daripada kemampuan perencanaan dan pemantauan. Proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran jarak jauh dilakukan guru melalui 1) pemberian pemahaman kemampuan diri dan apresiasi, 2) membiasakan siswa belajar menggunakan strategi pemecahan masalah, rangkuman, peta konsep, lagu, mnemonic, dan analogi, 3) memberi bimbingan untuk memahami tugas melalui diskusi, 4) mengarahkan siswa membuat jadwal pembelajaran, menyampaikan langkah-langkah pembelajaran, 5) mengarahkan siswa untuk memeriksa tugas, dan 6) melibatkan siswa dalam melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil analisis ini akan berguna untuk membantu guru mengidentifikasi siswa yang membutuhkan pelatihan terkait kemampuan metakognitif dan menjadi gambaran untuk membenahi pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan metakognitif siswa
PENGARUH KEBUDAYAAN MENYONTEK TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK: UPAYA PEMBERANTASAN KEBIASAAN MENYONTEK DI LINGKUNGAN SEKOLAH Awalia Marwah Suhandi; Triana Lestari
Academy of Education Journal Vol 12 No 2 (2021): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.917 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v12i2.743

Abstract

Cheating is an act that is not good, but it is obligatory in the social environment, especially the school environment. various reasons why these actions are carried out is because of a lack of independence in learning. The culture of cheating with the development of independence has a correlation and a relationship between the two. The independence of a person is very much influenced by the social environment. The purpose of this research is to describe in detail whether there is a relationship with the culture of cheating with the development of children's independence and what efforts should be made to eradicate this culture. The results of the study revealed that of the 25 respondents had engaged in the habit of cheating, including assignments and tests. That is, in this case the child actually has not been able to achieve independence because it is said to be independent when someone can stand on their own feet and be able to solve problems. This research uses a quantitative method in the form of a survey with google form. The conclusion of the research is that the effort to eradicate cheating culture is the responsibility of oneself, parents, teachers, and the school environment to create a clean environment.
PENGARUH FILM HOROR TERHADAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN EMOSIONAL ANAK Rizka Putri Ayuning Lestari Fajar; Triana Lestari
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v5i1.3731

Abstract

Horror films are one of the film genres that are in great demand by many people, one of which is children. This study aims to see how horror films affect the personality and emotional conditions of children who watch them. The method used in this research is a case study method with a type of qualitative research. Subjects who became respondents in this study were children of high grade elementary school age, namely 11-13 years old. The data collection technique was done by means of observation, interview and documentation. The results showed that children who watched horror films would experience anxiety, fear, sleeplessness, thoughts that were not positive or unclear, acts of wanting to be left alone, imagining scary things to committing acts of violence either to others or to themselves. The disturbance that occurs depends on the level of the gloomy of a film. A good quality film shows an image and sound very clearly so that children will easily capture and record these impressions in their minds. This is what further causes various personality and emotional disorders to the child if the child is allowed to continue watching horror films without parental supervision.Keywords : Children, Emotional, Horror Movies, PersonalitiesAbstrakFilm horor menjadi salah satu genre film yang banyak diminati oleh banyak orang salah satunya anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh film horor pada kondisi kepribadian dan emosional anak yang menontonnya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah anak-anak usia sekolah dasar kelas tinggi yaitu sekisar 11-13 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan anak yang menonton film horor akan mengalami kecemasan, ketakukan, kesulian tidur, pemikiran yang tidak positif atau tidak jernih, tindak ingin ditinggal sendiri, membayangkan hal-hal menyeramkan hingga melakukan tindak kekerasan baik pada orang lain atau dirinya sendiri. Gangguan yang terjadi tergantung pada tingkat keseraman sebuah film. Kualitas film yang baik menayangkan sebuah gambar dan suara dengan sangat jelas sehingga anak akan mudah menangkap dan merekam tayangan tersebut pada pikirannya. Hal inilah yang selanjutnya membuat berbagai gangguan pada kepribadian dan emosional anak jika anak dibiarkan terus menerus menonton film horor tanpa ada pengawasan orang tua.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SEKOLAH DASAR Nuri Noviyanti; Yeni Yuniarti; Triana Lestari
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v4i3.2806

Abstract

Education Transformation in Indonesia is now demanded to be faster and able to produce students who are not only proficient in reading and writing but also students who have skills in matters directly related to problem solving in real life. The ability to think critically, apply creativity, work together, solve problems and be communicative are some of the abilities that are the main capital in 21th Century Learning besides other abilities such as reading, writing science and mathematics. The purpose of this study is in accordance with the existing problem formulation, namely to determine the effect of differentiated learning on the computational thinking abilities of elementary school students. In this study the authors used a quantitative approach with quasi-experimental research methods. The research design used was Time Series Design Intervention Analysis. The selection of the method and design of this study took into account the implementation of repeated treatments. The results of testing the hypothesis using the paired sample t-test from the pre-test and post-test data in series 1, 2, and 3 show the results t-count> t-table. In the series one t-count obtained is 7.319. In series 2 the t-count got a value of 9.729 and in series 3 the t-count was 11.660. The results obtained were that the Computational Thinking ability of elementary school students had increased after being treated with Differentiated Learning.
Co-Authors Abdulatif, Sofian Agustin, Lutfia Sri Akbar, Royan Alifatuzzahra, Naaila Alivia Ata Dinarzah Allatiifah, Putri Abdillah Amelia, Riski Fauzi Anisa Julia Dwi Putri Anti Muthmainnah Apriyanti, Linda Salsa Asdiniah, Euis Nur Amanah Asep Herry Hernawan Awalia Marwah Suhandi Azzahra, Naila Chendi Maulana Baharudin Yusup Chichi Elsa Nurhayati Dani EkaPutra, Rama Dede Trie Kurniawan Deti, Salsabila Dewi Sunengsih Dhafiana, Nabila Dwi Wulandari Efendi Efendi Efendi Efendi Efrizah, Doni Etty Nurwati Evi Deliana HZ Fadhilah Salsabila Riadi Fadhilah Salsabila Riadi Fathimah Yusufi Fauzi, Muhammad Fahmi Febrianti, Sizka Amelia Gunawan, Aliya Putri Handayani, Puji Ayu Hani Risdiany Hanifa, Dina Siti Hanifa, Syakira Hasanah, Anisa Rohmah Hayati, Nisa Ageng Hayyuna, Ristafani Idris, Aceng Fahmi Ikrima Bara Sofia Indriyanto, Kristiawan Iqlima, Zsazsa Ghania Jamaluddin Nasution Jamil Farhas, Rizqon Khasyia, Dhaifa Shafya Lailapuspa, Hilma Lailatul Qurrota Ayuni Madaniah, Fuji Nurul Maya Purnama Sari Maylitha, Evi Much Yulianto Mutakin, Hendriyan Ihsan Nandarifa, Nadisha Alifia Nayla Rizqiyah Neng Ani Neng Nisa Audina Agustina Nisa, Nurul Nurazizah, Tiara Nazwa Nurbayanti, Saskia Nurdiansyah, Muhamad Farhan Nurhasanah, Putri Salma Nurhasanah, Yulianti Nurhayati, Chichi Elsa Nuri Noviyanti Nurihsan, Achmad Juntika Nuriyatul Lailiyah Nurshifa, Sella Nurul Fitri, Siti Fadia Nurul Nisa Nurwati, Etty Pandia, Nurhayani Panggabean, Edward Paremeswara, Marsanda Claudia Perangin Angin, Sempa Perangin-angin, Sempa Pertiwi, Amalia Dwi Pratiwi, Dinda Ayu Puspita, Clara Putri Salma Nurhasanah Putri Sofiatul Maola Putri, Cintia Anisa Putri, Fannia Sulistiani Putri, Nadya Rudianti Qodari, Muzzamil Ali Rachmi Nursifa Yahya Raditya Muhammad Ramdhani, Muh Fikri Akbar Restu Rahayu Rida Nazmi Farhani Ridwan Nadhif Kurnia Rifa Fauziah Kamal Rindi Rendiyawati Risa Umami Ristafani Hayyuna Rizka Putri Ayuning Lestari Fajar Rizkya, Anna Nabila Roni, Vidya Asyilah Rusdiana, Revita Aprilla Salsabila, Indri Salsha Fairuz Putri Isa Santosa, Krisna Selvia Widi Triannisa Serlina Agustin Solehah, Anisa Siti Nurjanah Syamsiar, Syamsiar Syifa Tanjung, Lailatul Tajimalela, Akwan Cakra Taufik Suprihatini Tobing, Jessica Angeline De Eloisa Visna Leviana Revika Adhani Widya Wulandari Winti Ananthia Yeni Yuniarti, Yeni Yhesa Rooselia Listiana Yulianti Nurhasanah Yulyany, Fidyah Suci Yustiyati, Sylvia Zanah, Nok Nessa Raudatul Zulfikar, Rif'an Fazrin