p-Index From 2021 - 2026
8.209
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Politic and Government Studies Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Tamaddun Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Jurnal Daulat Hukum QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Al-Hikmah JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) TSAQAFAH Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Harmoni TARBIYATUNA AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Keraton: Journal of History Education and Culture IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Islam Nusantara Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Lektur Keagamaan Journal of Islamic Studies and Education ISJOUST Mangente: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Besari: Journal of Social and Cultural Studies Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Abdurrauf Journal of Community Service Jurnal KACA Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
Claim Missing Document
Check
Articles

"NU KLATEN UTARA DALAM BAYANG SANG SURYA: SEJARAH, TANTANGAN, DAN TRANSFORMASI (1998–2024)" Moh. Ashif Fuadi; Muhammad Farrel Sajid; Retno Sundary
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 745-758
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai respon Perkembangan NU di Klaten Utara pada tahun 1998-2024. Fokus penelitian ini adalah membahas mengenai status minoritas NU di Klaten Utara ini dapat memicu beberapa pertanyaan krusial. Bagaimana strategi NU untuk tetap eksis dan mengembangkan diri di tengah dominasi Muhammadiyah. Berdasarkan permasalahan yang ada, metode penelitain ini yang digunakan adalah metode sejarah yaitu meliputi pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan data, verifikasi atau kritik sejarah, interpretasi atau penafsiran, dan historiografi atau penulisan sejarah. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui arsip tertulis yang didapatkan di kantor PCNU Klaten dan Anggota pengurus MWC Klaten Utara. Hasil dari penelitian ini sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dalam masyarakat, NU Klaten Utara menghadapi tantangan tersendiri sebagai kelompok yang relatif minoritas dibandingkan dengan Muhammadiyah. Namun, kondisi ini tidak menghalangi semangat organisasi dalam berkontribusi secara aktif bagi pemberdayaan komunitas, khususnya warga NU sendiri. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan prinsip kebersamaan, NU Klaten Utara terus berupaya membangun ekosistem yang mendorong kemajuan sosial dan spiritual bagi umat. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyelenggaraan pengajian rutin, yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembelajaran agama tetapi juga sebagai sarana mempererat tali ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat. Selain itu, organisasi ini menjalin kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial, memungkinkan sinergi dalam upaya pemberdayaan dan pelayanan masyarakat secara lebih luas.
Forced Cultivation System and the Cultural Response of the Cirebon Society, West Java, (1830-1850) Muhammad Faishal Amir Fauzi; Lani Febriyanti; Fuadul Umam; Affan Ismail; Moh. Ashif Fuadi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v15i2.359

Abstract

This study examines the impact of the forced cultivation policy in the Cirebon Residency between 1830 and 1850, focusing on the social dynamics and cultural responses of the local community. This system compelled villagers to cultivate export commodities such as coffee, sugarcane, and indigo, replacing traditional subsistence farming. This study aims to provide a historical account of the implementation of the forced cultivation system and to analyze how the people of Cirebon responded to colonial pressure through adaptation, symbolic resistance, and the transformation of traditional values. This study employs a qualitative historical approach using historical research methods to analyze the implementation of the forced cultivation system in the Cirebon Residency during the period 1830–1850. The results of the study indicate that the implementation of forced cultivation not only impacted the economic structure in Cirebon but also eroded social solidarity, reinforced the dominance of the local elite, and triggered a humanitarian crisis at the grassroots level. Nevertheless, the people of Cirebon succeeded in preserving their cultural values and identity through strategies of cultural adaptation, the preservation of collective rituals, and symbolic resistance in the form of art, folklore, and spiritual practices.