p-Index From 2021 - 2026
8.209
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Politic and Government Studies Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Tamaddun Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies Jurnal Daulat Hukum QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Al-Hikmah JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) TSAQAFAH Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Harmoni TARBIYATUNA AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Keraton: Journal of History Education and Culture IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Islam Nusantara Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Lektur Keagamaan Journal of Islamic Studies and Education ISJOUST Mangente: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Besari: Journal of Social and Cultural Studies Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Abdurrauf Journal of Community Service Jurnal KACA Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Proceeding of International Conference on Cultures & Languages
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN HISTORIS TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH AL-MANDHURIYAH TEMANGGUNG: Eksistensi dan Pengaruh Sosial Keagamaannya Husna Rosyadi, Muhammad; Fuadi, Moh. Ashif; Kusairi, Latif; Safitry, Martina; Mahanani, Qisthi Faradina Ilma
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.7428

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang dinamika tarekat qodiriyah wa naqsyabandiyah di Temanggung yang disebarkan oleh K.H. Mandhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa peninggalan catatan-catatan K.H. Mandhur, dan wawancara terhadap keturunan K.H. Mandhur serta data pendukung penelitian terdahulu dari sumber buku, artikel, atau berita online. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: K.H. Mandhur merupakan seorang kiai yang berpengaruh di Temanggung, sehingga pesatnya perkembangan tarekat qodiriah wa naqsyabandiyah di Temanggung tak lain adalah karena perannya dalam menyebarkan tarekat tersebut. Adapun sanad tarekat K.H. Mandhur berasal dari Kiai Umar Payaman yang juga merupakan murid Syekh Zarkasi Berjan murid Syekh Abdul Karim al-Bantani. K.H. Mandhur mulai mengenalkan tarekat sebelum Indonesia merdeka yakni sekitar tahun 1920 di daerah Ngebel dan mulai berpindah tahun 1950 mengajarkan tarekat tersebut di pusat Kota Temanggung sampai wafatnya pada tahun 1980. Sepeninggal K.H. Mandhur, kepemimpinan tarekat diteruskan oleh putranya yaitu K.H. Ahmad Bandnudji sampai sekarang. Eksistensi TQN al-Mandhuriyah terbukti membawa dampak sosial-keagamaan dengan adanya interaksi sosial antar jamaah dari berbagai daerah dengan saling bersilaturahmi dan kegiatan para jamaah seperti manakiban, sewelasan, tawajjuhan, peringatan haul K.H. Mandhur, khalwat, selapanan badal. Kata Kunci: Tarekat, TQN al-Mandhuriyyah, K.H. Mandhur, Temanggung.
SAFARI MAULID EMPAT PULUH HARI MAJELIS AL-KHOIROT: Sejarah, Dinamika dan Maknanya Fuadi, Moh Ashif; Moh Mahbub; Qisthi Faradina el-Mahanani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10951

Abstract

Ekspresi perayaan kelahiran Nabi Muhammad mempunyai bentuk yang beragam salah satunya melalui kegiatan safari maulid. Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena safari maulid empat puluh dari sisi kajian historis dan makna. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Untuk memperdalam makna safari maulid empat puluh menggunakan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa, pertama, tradisi safari maulid empat puluh hari berasal dari kalangan alawiyyin untuk menyemarakkan bulan kelahiran Nabi Muhammad. Kedua, pelaksanaan safari maulid empat puluh hari mempunyai makna proses penggemblengan spiritual sebagaimana empat puluh hari merupakan jumlah bilangan tirakat pada umumnya. Ketiga, praktik perayaan kelahiran nabi di bulan maulid berdasarkan jumlah hari mempunyai model yang beragama yaitu satu hari, dua belas hari, dan tiga puluh hari di bulan kelahiran nabi. Keempat, berdasarkan simbol-simbol dalam pelaksanaan maulid, pohon uang yang dibagikan kepada para jamaah mempunyai makna bersedekah agar nikmat yang diberikah semakin bertambah dengan keberkahan bulan kelahiran nabi, sedangkan atribut gantungan makanan atau peralatan rumah tangga yang ambil para jamaah saat maḥallu al-qiyām atau setelah doa akhir maulid mempunyai makna bahwa barang-barang atau makanan yang berada dalam kegiatan maulid akan mempunyai banyak memberkahi. Berdasarkan fenomenologis, walaupun tidak semuanya memahami makna empat puluh hari, namun praktik pengamalan safari maulid nabi empat puluh hari dapat menumbuhkan kebiasaan (habituasi) baik dalam mencintai dan meneladani nabi. Kata Kunci: Historis; Makna; Safari Maulid; Empat Puluh; Al-Khoirot
”GEJOLAK SINGGASANA SANG ADIPATI” Dinamika Suksesi Mangkunegara IX Tahun 1987-1993 Aryadito Fathurrohman; Latif Kusairi; Aly Mashar; Moh. Ashif Fuadi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.12196

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika suksesi di Pura Mangkunegaran, khususnya dalam pergantian kepemimpinan dari K.G.P.A.A. Mangkunegara VIII ke K.G.P.A.A. Mangkunegara IX pada periode 1987-1993. Pura Mangkunegaran memiliki sistem suksesi yang unik karena berada dalam struktur politik tradisional yang tetap bertahan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama diperoleh dari dokumen arsip, literatur akademik, dan sumber primer terkait Pura Mangkunegaran, Monumen Pers Nasional Surakarta, dan Perpustakaan Reksa Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suksesi Mangkunegara IX tidak berlangsung secara sederhana, melainkan melibatkan berbagai dinamika politik dan sosial yang berakar dari sejarah panjang Pura Mangkunegaran. Konflik internal dan perbedaan pandangan di antara anggota keluarga kerajaan menjadi faktor utama yang mempengaruhi jalannya transisi kepemimpinan. Selain itu, beberapa kebijakan yang diterapkan oleh Mangkunegara IX dianggap kontroversial oleh sebagian pihak sehingga menimbulkan ketegangan dalam lingkup internal keraton. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai kompleksitas sistem suksesi di Pura Mangkunegaran serta bagaimana tradisi kerajaan tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian sejarah, khususnya dalam memahami mekanisme suksesi dalam lingkungan politik tradisional di Indonesia. Kata Kunci: Suksesi; Pura Mangkunegaran; Mangkunegara IX.
Jejak Intelektual Kiai Sholeh Darat: Pemikiran dan Warisan Intelektual dalam Sejarah Islam Nusantara Abad ke-19 Rahmantika, Dini; Moh. Ashif Fuadi; Retno Sundary
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 02 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i02.13155

Abstract

Kiai Muhammad Soleh bin Umar al-Samarani (Kiai Soleh Darat) merupakan salah satu ulama Nusantara paling berpengaruh pada abad ke-19 yang berperan penting dalam transmisi dan popularisasi keilmuan Islam di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran, kontribusi, dan warisan intelektual Kiai Soleh Darat, khususnya dalam konteks dialektika Islam dan budaya Jawa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan sejarah, penelitian ini menunjukkan bahwa Kiai Soleh Darat tidak hanya berfungsi sebagai penerjemah, tetapi juga sebagai pengarang produktif yang menghadirkan karya-karya orisinal dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon. Karyanya meliputi bidang tafsir, fikih, tasawuf, dan akidah, dengan corak pemikiran yang menekankan harmonisasi antara syariat dan hakikat. Penggunaan aksara Pegon menjadi strategi efektif dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat awam, sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya literasi lokal di tengah tekanan politik dan budaya kolonial Belanda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Kiai Soleh Darat menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan tradisi keilmuan pesantren dan turut membentuk wajah Islam Jawa yang moderat, kontekstual, dan membumi. Kata Kunci: Kiai Soleh Darat; Islam Nusantara; Aksara Pegon; Karya Pegon; Abad ke-19
Pendidikan Sebagai Sarana Emansipasi Sosial: Kajian terhadap Program Studiefonds di Mangkunegaran 1912–1944 Ahmad Dzaky Benson Irani; Nor Huda; Moh Ashif Fuadi; Aan Ratmanto; Adrian Perkasa
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.13183

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang peran Studiefonds Mangkunegaran sebagai instrumen filantropi pendidikan dalam mendorong transformasi sosial masyarakat pada era kolonial. Sebagai inisiatif mandiri, lembaga ini hadir untuk mengatasi hambatan ekonomi masyarakat dalam mengakses pendidikan modern demi meningkatkan derajat sosial. Dengan menggunakan metode historis yang bersumber pada arsip primer Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran, kajian ini mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan pemicu utama modernitas di Praja Mangkunegaran. Studiefonds yang didirikan pada tahun 1912 berdasarkan Pranatan Pustaka Praja (Rijksblad) 15 Oktober 1913 ini pada awalnya bersifat eksklusif bagi golongan sentono dan priyayi. Namun, kebijakan tahun 1915 menandai pergeseran signifikan melalui pemberian akses peringanan biaya pendidikan bagi masyarakat umum. Program tersebut tidak hanya membantu pembiayaan sekolah, tetapi juga membentuk mobilitas sosial baru melalui lahirnya kelompok terdidik pribumi yang kemudian berperan dalam birokrasi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran Studiefonds menunjukkan adanya kesadaran elite Mangkunegaran terhadap pentingnya pendidikan sebagai sarana kemajuan dan emansipasi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan model kemandirian finansial pribumi sebagai bentuk resistensi terhadap restriksi pendidikan kolonial, yang memberikan kontribusi penting bagi historiografi pendidikan serta kajian filantropi di Indonesia, khususnya dalam konteks modernisasi masyarakat Jawa pada awal abad ke-20. Kata Kunci: Pendidikan; Pura Mangkunegaran; Studiefonds
Dinamika Perkembangan Pondok Pesantren Mamba’u Usulil Hikmah Dukuh Nglaban Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Tahun 1998-2024 Abdul Rasyid Nur Effendi; Moh. Mahbub; Aly Mashar; Moh. Ashif Fuadi
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 8 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v8i1.8378

Abstract

This study aims to examine the dynamics of the development of Mamba'u Usulil Hikmah Islamic Boarding School located in Nglaban Hamlet, Sragen, during the period 1998–2024. The study focuses on institutional growth, transformation of the educational system, and the supporting and inhibiting factors influencing its development. This research employs a historical method with a qualitative approach, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through interviews, documentation, and literature review. The findings indicate that the pesantren has undergone significant and dynamic development, evolving from an initial modest establishment into a more organized and adaptive Islamic educational institution. This transformation is reflected in curriculum development integrating traditional (salaf) and formal education, an increase in the number of students, and improvements in facilities and infrastructure. The main supporting factors include charismatic kyai leadership, strong community support, and the institution’s adaptability to social changes. Meanwhile, the inhibiting factors consist of limited resources in the early stages and challenges posed by modernization. This study concludes that the success of the pesantren’s development lies in its ability to preserve traditional values while continuously innovating in education.
STUDI METODOLOGIS KITAB MISBAH AL-ZULAM KARYA K.H. MUHAJIRIN AMSAR Moh. Ashif Fuadi
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v11i1.13607

Abstract

This study discusses the character of K.H. Muhajirin Amsar and a methodological study of his work, namely the book Misbah al-Zulam. This research uses the library research method (literature study) by studying the book Misbah al-Zulam, reinforced by secondary data sourced from books, articles, and online news relevant to the theme raised. This research concluded that, first, K.H. Muhajirin Amsar is an influential contemporary scholar from Bekasi who is quite productive in producing works in the form of typical pesantren books, including 34 books from 8 Islamic religious disciplines reflecting the depth and breadth of his knowledge. Of his works, the most popular is the book Misbah al-Zulam which consists of 8 volumes which is a sharh or follow-up explanation of the book Bulugh al-Maram by Ibn Hajar al-Asqalani. Second, there are three methods of writing the book of Misbah al-Zulam: tanqil (quoting), tabyid (sorting), and tahqiq (strengthening). The tanqil method means quoting from the literature used as a reference, while the tabyid method means sorting out manuscripts more relevant to the theme. The tahqiq method is to strengthen the work written as a whole to be given reinforcement. Third, the application of the method includes linguistic explanations, asbabul wurud, discussion of fiqh and its ushul, hadith in general, discussion from the sanad side, and differences of opinion of scholars.Penelitian ini membahas tentang ketokohan K.H. Muhajirin Amsar dan telaah metodologis karyanya yaitu kitab Misbah al-Zulam. Penelitian ini menggunakan metode library reseacrh (studi pustaka), dengan menelaah kitab Misbah al-Zulam, diperkuat dengan data sekunder yang bersumber dari buku, artikel, dan berita online yang relevan dengan tema yang diangkat. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa, pertama, K.H. Muhajirin Amsar merupakan ulama kontemporer berpengaruh dari Bekasi yang cukup produktif dalam menghasilkan karya berupa kitab khas pesantren meliputi 34 kitab dari 8 disiplin ilmu agama Islam mencerminkan kedalaman dan keluasan ilmunya. Dari karya-karyanya yang paling populer adalah kitab Misbah al-Zulam yang terdiri dari 8 jilid yang merupakan sharh atau penjelasan lanjutan dari kitab Bulugh al-Maram karya Ibn Hajar al-Asqalani. Kedua, terdapat tiga metode penulisan kitab Misbah al-Zulam yakni tanqil (mengutip), tabyid (pemilahan) dan tahqiq (penguatan). Metode tanqil bebarti menukil dari literatur yang dipakai sebagai referensi, sedangkan metode tabyid berarti melakukan pemilahan naskah yang lebih relevan dengan tema. Adapun metode tahqiq adalah melakukan penguatan dari karya yang telah ditulis secara keseluruhan untuk diberikan penguatan. Ketiga, penerapan dalam metode tersebut meliputi penjelasan kebahasaan, asbab al-wurud, bahasan fiqh dan usul-nya, hadis secara umum, pembahasan dari sisi sanad, dan berbagai perbedaan pendapat ulama.
Pendampingan Penyusunan Usulan Penetapan Dam Cluwok (Kersluit Gesikan) sebagai Bangunan Cagar Budaya di Kabupaten Tulungagung Latif Kusairi; Moh Ashif Fuadi; Irma Ayu Kartika Dewi; Nor Huda; Moh Mahbub; Aan Ratmanto; Qisthi Faradina Ilma Mahanani
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2026): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v3i1.1019

Abstract

service project aims to encourage the designation of Dam Cluwok (Kersluit Gesikan) as a Cultural Heritage Building in Tulungagung Regency. This structure is a legacy of Dutch colonial infrastructure that holds historical, technological, and social significance, particularly in the system of water management and irrigation. In addition to functioning as a water flow control structure, Dam Cluwok represents the development of colonial hydraulic engineering that continues to provide benefits for the surrounding community. However, the lack of public awareness and the absence of official designation as a cultural heritage site make this structure vulnerable to damage and the loss of its historical significance. The implementation method employs a participatory approach involving the local community, the Tulungagung Regional Government, the Cultural Heritage Expert Team, historians, and other relevant stakeholders. The activities include the identification and documentation of the structure, socialization of cultural heritage values, and assistance in the process of proposing its designation. The results indicate an increased public understanding of the importance of preserving cultural heritage, as well as the growth of collective support for the designation of Dam Cluwok as a Cultural Heritage Building. This project underscores the importance of collaboration between the community and the government in maintaining the sustainability of local historical heritage.
Historiografi Alur Islamisasi Ponorogo: dari Ki Ageng Mirah hingga Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari: Historiography of Islamization in Ponorogo:from Ki Ageng Mirah to Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Muh Ashif Fuadi
Besari: Journal of Social and Cultural Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Besari: Journal of Social and Cultural Studies
Publisher : PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71155/besari.v1i1.10

Abstract

This research explains the historiographical flow of the Islamic da'wah inPonorogo from the time of Kiai Ageng Mirah until the formation of theIslamic boarding school network in Ponorogo. This research uses a literaturestudy method with a historical approach. The research resulted in theconclusion that: first, the historiographical flow of the spread of Islam in thePonorogo region is divided into four stages, the initial phase, namely the late1400s to 1500s, which was played by Kiai Ageng Mirah, one of SunanKalijogo's pupil, the 1600s phase of Islamic propagation in Ponorogo whichwas played by Kiai Donopuro, one of the descendants of Sunan Bayat, the1700 phase during the time of Kiai Ageng Muhammad Besari, a pupil of Kiai Donopuro, the 1800 phase played by Laskar Diponegoro after the end of theJava War, and the 1900 phase when Islamic boarding schools emerged. Second, continuously from the initial phase from 1500 to 1900, the da'wahmovement developed by these figures inherited the scientific style of theWalisongo tradition, characteristic of Indonesian Islam. Third, specifically, the Islamic boarding school network that was formed after 1900 in thePonorogo area are Islamic boarding schools that are still closely related to thePesantren Tegalsari and the descendants of Laskar Diponegoro bothgenealogically and ideologically. Penelitian ini menjelaskan tentang alur historiografi masuknya dakwah Islam diwilayah Ponorogo dari masa Kiai Ageng Mirah sampai terbentuknya jaringanpesantren di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka denganpendekatan historis. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa: pertama, alurhistoriografi penyebaran Islam di wilayah ponorogo terbagi menjadi empat tahapan,fase awal yakni tahun tahun 1400 akhir sampai 1500 yang diperankan oleh KiaiAgeng Mirah salah seorang murid dari Sunan Kalijogo, fase tahun 1600 dakwahIslam di Ponorogo yang diperankan oleh Kiai Donopuro salah seorang keturunandari Sunan Bayat, fase tahun 1700 pada masa Kiai Ageng Muhammad Besari muriddari Kiai Donopuro, fase tahun 1800 yang diperankan oleh Laskar Diponegoro pascaberakhirnya Perang Jawa, dan fase tahun 1900 muncul pesantren-pesantren. Kedua, secara berkesinambungan dari fase awal tahun 1500 sampai 1900 gerakan dakwahyang dikembangkan oleh tokoh-tokoh tersebut mewarisi corak keilmuan tradisiWalisongo ciri khas Islam Nusantara. Ketiga, secara spesifik jaringan pesantrenyang terbentuk setelah tahun 1900 di wilayah Ponorogo merupakan pesantren yangmasih berhubungan keturunan dengan Pesantren Tegalsari dan keturunan LaskarDiponegoro baik secara genealogis maupun ideologis
Historical Study of the Ibn Abbas As-Salafy Islamic Boarding School in Sragen Moh. Ashif Fuadi
Journal of Islamic Studies and Education Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Presscience

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.471 KB) | DOI: 10.63120/jise.v2i1.20

Abstract

This study discusses the history of the development of the Ibn Abbas As-Salafy Islamic Boarding School at Sragen, Cental Java, Indonesia which began with a discussion of history, dynamics and contributions to the religious field of the Boarding School from 2006 to 2020. The author uses historical research methods by selecting themes or topics, heuristics, source criticism, interpretation and historiography or historical writing. The research outlines historical facts that focus on primary data in the form of archives, written documents, and interviews with historical actors and witnesses and supported by relevant literature. The results of this study described the dynamics and contribution of the boarding school to the religious education of the Beku village community. The Boarding School experienced three periods of development. The journey began at the pioneering stage in 2000-2005, then continued in 2006-2012, which was a period of pesantren development, and in 2013-2020, it became the peak period which was marked by the progress of the education and infrastructure program of the Boarding School. The Boarding School has become a place for students to build a generation of Quranic memorizers and memorizers of the Qur'an. In addition, it has had a positive impact on the people of Beku village. The positive impact is in the form of forming a religious society in accordance with the Qur'an and as Sunnah through community education organized by the pesantren.